
Tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus diruangannya akan tetapi fery datang bersama mila dan vema dan setelahnya mereka berlutut dihadapan avi dan avi berkata.
"Ada apa kalian kesini?."
Fery berkata.
"M-my lord!."
"Me-mereka?."
Tampak fery ketakutan begitu juga vema dan mila dan avi menyadarinya dan avi berkata.
"Ada apa fery?."
"Apa yang terjadi?."
Fery berkata.
"Soal itu?."
"Ehem."
"Mereka berdua hamil my lord!."
Kaget dong avi dan avi menaruh mangkuk jagung meletusnya kemeja dan avi berkata.
"Apa maksudmu fery?."
"Hamil kamu bilang?."
Fery berkata.
"I-iya,my lord."
"Me-mereka hamil."
"Pada saat mereka berdua mendatangi saya."
"Saya mengetahui tentang gejala-gejalan kehamilan yang anda ajari."
"Saya langsung test pack strip."
"Mereka benar hamil,my lord."
Avi langsung menatap tajam mereka berdua dan tampak mereka berdua ketakutan dan avi berkata.
"Aku ingin tanyak kepada kalian berdua."
"Siapa yang menghamili kalian?."
Avi masih menatap taja vema dan mila dan avi berkata.
"Woi,fery."
Fery menjawab.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Kenapa kamu tadi datang ketakutan begitu?."
"Apakah kamu menghamili mereka?."
Avi menatap tajam fery dan fery ketakutan dan fery berkata.
"So-so-soal itu?!."
"Sa-sa-saya takut membilang ini kepada anda."
"Kerena anda akan marah besar."
"Dan karena itu saya ketakutan."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi siapa yang menghamili kalian berdua?."
Avi menatap tajam mereka berdua dan mereka berdua ketakutan dan mereka seketika bersujud dihadapan avi dan mereka berdua berkata.
"Kami minta maaf my lord!."
"Kami melakukan hal tidak seharusnya!."
"Kami minta maaf my lord!."
"Kami tidak mengetahui siapa orang yang menghamili kami,my lord!!!."
Avi menatap tajam mereka dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku maafkan kalian."
Tampaklah mereka senang dan avi sudah menyetahui kalau mereka tidak melakukan tidak seharusnya mereka lakukan dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaa."
"Siapa yang menghamili mereka ya?."
Seketika avi teringat sesuatu dan avi panik dong dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Apakah waktu mandi itukah?!."
"Seharus memang tidak bisa sih."
"Karena mana mungkin sebuah ****** keluar dari kemaluanku."
"Langsung ******** mereka berdua."
"Dan apalagi airnya panas,mana mungkin ****** hidup."
"Apalagi terjadinya kehamilan dikolam biasa tidak akan menghamilkan."
"Karena sangat kecil sekali itu terjadi."
"Hmmm."
Tampaklah avi mencoba memikirkan hal tersebut dan serena masuk keruangan avi kerja dan terkejut karena fery,vema,mila sedang berlutut dihadapan avi dan serena berkata.
"Kenapa kalian bertiga ada disini?."
Serena berjalan menujuk kemeja avi dan menaruh semua surat yang banyak dan mila dan vema tampak malu dan serena bingung dong dan mila berkata.
"Ka-kami hamil."
Seketika kaget dong serena dan serena berkata.
"Hamil!!!."
Mila berkata.
"Iya."
"Kami hamil."
Tampaklah serena kebingungan dan terkejut dan serena melihat kearah avi dan serena berkata.
"A-apakah mereka mengatakan sebenarnya my lord?."
"Ma-mana mungkin mereka hamilkan?!."
Avi berkata.
"Mereka benar hamil."
Kaget dong serena dan tampak tidak percaya sama sekali serena dengar dan serena berkata.
"Apakah memang benar-benar hamilkah my lord?."
Avi berkata.
"Iya,itu benar."
Serena berkata.
"Begitu ya."
Serena langsung melihat kearah fery dengan tatapan tajam dan fery seketika ketakutan dan avi makan lagi jagung meletusnya dan ssrena langsung berjalan menujuk fery dan seketika serena mencengkram leher fery dan mengangkannya keatas dan serena berkata.
"Apakah kamu melakukannya fery bodoh!."
Fery berkata dengan ketakutan.
"Bukan saya melakukan penghamilan mereka berdua!."
"Saya datang kesini memberitau my lord tentang mereka berdua yang hamil."
Dan serena menurunkan fery dan melepaskan cengkramannya dan ssrena berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah serena berjalan mendekati avi dan setelahnya serena berkata.
"Apakah my lord menghamili merekakah?."
Avi berkata.
"Tidak."
"Akukan jarang melakukan hal mesum."
Serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
Avi berkata.
"Kan kalian biasanya masuk kekamarku waktu aku tidur."
"Tapi aku langsung sadar dan bangun."
"Dan setelahnya tidur lagi dilantai."
Terkejut dong mereka dan seketika serena malu dan serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
Avi berkata.
"Aku juga tidak mau melakukan hal begituan."
"Biasanya aku tidur dan juga tidak tidur."
"Tapi."
"Aku juga tidak pernah mabuk karena minuman keras."
"Aku juga tidak tau akan hal begituan?."
Kaget dong mereka bertiga dan vema berkata.
"Apakah anda tidak tau akan hal begituan!!!."
__ADS_1
Avi berkata.
"Begitulah."
"Tapi."
"Siapa yang melakukan hal begituan?."
"Aku juga melarang negara ini dengan pasal peraturan."
"Kalau melakukan begituan harus menikah dulu."
"Tapi melakukan begituan ketahuan maka."
"Dibunuh."
Seketika vema,mila,serena ketakutan dan avi bingung dong karena mereka ketakutan dan avi berkata.
"Jadi siapa yang menghamili kalian?."
"Akui saja,siapa orangnya?."
"Kalau orangnya mengancam."
"Maka aku bisa tau keberadaannya."
Tampaklah mereka hanya terdiam dan sebenarnya avi menanyak lagi untuk memastikan mereka yang salah atau tidak,walaupun avi sudah mengetahuinya dan avi berkata.
"Baiklah,aku akan memaafkan kalian."
"Tapi."
"Lebih baik memastikan kalau kalian hamil menggunakan test pack strip segera."
"Fery."
Fery berkata.
"Baik,my lord."
Dan tampak setelahnya fery menunjukkannya dan avi kaget dong dan tampak fery pamit keluar ruangan avi dan setelahnya avi berkata.
"Baiklah."
"Aku sudah mengetahuinya."
Tampaklah vema dan mila malu didepan meja avi dan tampak serena hanya diam saja disamping avi dan avi berkata.
"Kalau begitu."
"Nikah saja."
Tampaklah mereka kaget dong dan vema berkata.
"Tungguh sebentar my lord."
Avi berkata.
"Ada apa vema?."
Vema berkata.
"A-anda tadi bilang nikahkah?."
Avi berkata.
"Iya."
Seketika kaget dong mereka semua dan tampak mila dan vema malu seketika dan mila berkata.
"Ta-tapi bukan anda yang memghamili kami."
"Jadi tidak usah,my lord."
Avi berkata.
"Aku bertanggung jawab atas begituan."
"Walupun bukan aku yang menghamili kalian."
"Tapi aku sebagai atasan atau apa ya?."
"Hmm?."
"Ha,begitulah."
"Aku akan bertanggung jawab karena itu adalah tugasku."
Seketika mereka berdua terdiam dan mangkin malu dan mila berkata.
"Oh,begitu ya."
"Terima kasih banyak my lord."
Avi berkata didalam dirinya.
"Haaaa."
"Aku tidak tau apa yang terjadi."
"Tapi?."
Seketika avi teringat sesuatu dan avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata didalam dirinya.
"Sepertinya sama sepertinya yang aku ketahui."
"Karena ini sama kayak cerita itu."
"Yang mana hamil tanpa seorang suami."
"Dan tidak ada melakukan hal begituan."
Dan tampak serena sangat kesal dan serena berkata dengan nada suara imut.
"Anu,my lord."
"Apakah anda nikah dengan saya jugakah?."
Vema dan mila kaget dong dan avi berkata.
"Tapi kamukan tidak hamilkan?."
Seketika serena terkejut karena perkataan avi dan serena berkata.
"Ta-tapi anda kenapa anda tidak mengajak saya nikah juga?."
Avi berkata.
"Hmm,begitu ya."
"Tapi?."
"Kamu mempunyai seseorang yang aku cintai selain akukan."
Seketika serena sangat terkejut sekali dan avi berkata.
"Aku bukannya tidak mau."
"Tapi."
"Kamu pastih lebih akan lebih baik lagi."
"Karena apakah kamu taukah."
"Kenapa kamu tidak hamil."
"Mungkin tuhan mencoba melindungimu."
"Dan karena itulah serena."
"Kamu harus menjadi yang terbaik!."
Seketika serena senang dan mila,vema tersenyum dan serena berkata.
"Tapi?."
"Aku tidak ada yang aku cintai."
"Selain dirimu,wahai my lord."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berkata.
"Apa maksudmu serena?."
Seketika serena memeluk avi dan serena berkata.
"Aku sangat mencintaimu wahai my lord."
Tampak avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,kalau begitu."
"Menikahlah denganku serena."
Serena seketika senang dan serena berkata.
"Baik,my lord!."
Tampaklah mereka bertiga senang dan gembira dan avi masih memikirkan hal yang ganjil bagi avi dan avi berkata.
"Apakah kalian tidak apa-apakah menikah dengan tiga orang begituan?."
Tampaklah mereka terdiam dan mereka tersenyum karena mereka paham maksud avi dan mila berkata.
"Tenang saja my lord."
"Itu tidak apa-apa kok my lord."
Avi mangkin kebingungan dong dan avi berkata.
"Yang aku maksud adalah."
"Apakah kalian tidak apa-apa menjadi istriku tapi kalian bertiga menjadi istrikukah?."
Mila berkata.
"Tenang saja my lord."
"Kami baik-baik saja soal itu."
Vema berkata.
"Karena didunia ini bisa berapa banyak menikah dengan seseorang."
"Mau berjumlah seribu orang bisa diajak nikah."
Tampak avi masih kebingungan dan avi berkata.
"Ehg!begitu ya."
"Hahahaha."
Avi seketika paham dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaa."
__ADS_1
"Setahuku kalau menikah dizaman kerajaan."
"Bisa menikah dengan jumlah banyak istri atau suami."
"Karena zaman itu tidak dibatasi."
"Tapi?."
"Kalau aku ada dibumi modern bisa menikah banyak bisa."
"Tapi harus ada uang banyak yang harus dikeluarkan."
"Haaaaa."
"Tapi kayaknya aku akan mengeluarkan banyak uang kayaknya."
"Haaaaa."
"Memang begitulah konsep pernikahan itu."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Apakah kalian yakinkah?."
Mereka menjawab.
"Iya."
"Aku sangat yakin menikah dengan my lord avi!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaa."
"Tapi kalau menikah masih muda akan mesra-mesraan."
"Tapi setelah lama menikah bagaikan sudah biasa saja."
"Terkadang sampai-sampai melemparkan sandal atau sepatu."
"Kalau suaminya terlambat pulang."
"Atau melakukan hal salah."
"Tapi itu yang aku ketahui ketika aku sekolah dasar."
"Aku banyak melihat orang-orang yang sudah menikah dan orang yang menikah masih baru."
"Aku terus memperhatikan hal tersebut."
"Dan aku dapat membedakan mana suami-istri sudah lama menikah."
"Sama yang masih baru."
"Haaaa."
"Yang paling merepotkan adalah pertengkaran dan saling cemburu."
"Haaaaa."
"Itulah yang tidak dapat dilewati."
Tampaklah serena melihat avi terus dan seketika serena paham dan serena berkata dengan wajah polos.
"Tenang saja."
"Anda tidak usah memikirkan hal tersebut my lord."
Avi berkata.
"Ehg!."
"Begitu ya."
Tampak serena tersenyum dan tampaklah kebesokan harinya tampak avi dan vema ada dikastil kerajaan negara jomblo dan tampak mereka ada diruang tamu dan duduk berhadapan dengan raja negara jomblo dan istrinya dan raja berkata.
"Jadi ada masalah apa avi kamu datang kemari bersama vema?."
Avi berkata.
"Saya mau menikah dengannya."
Kaget dong sang raja begitu juga istrinya dan raja berkata.
"A-apa maksudmu avi?!."
Avi berkata.
"Saya mau mengajaknya menikah."
Seketika raja paham dan raja berkata.
"Jadi apa alasanmu mengajak vema menikah avi?."
Avi berkata.
"Oh,soal itu!."
"Karena dia hamil."
Kaget dong raja begitu juga istrinya dan raja berkata.
"Apa maksudmu avi?!."
Istrinya berkata.
"Iya,apa maksudmu katakan tadi?!."
Avi berkata.
"Karena dia hamil."
Seketika raja terdiam dan raja berkata.
"Ve-vema hamil?."
Avi berkata.
"Iya."
Raja berkata.
"Apakah kamu melakukan hal begituan kepada vema,avi?."
Avi berkata.
"Tidak,bukan."
Raja berkata.
"Jadi siapa?."
Avi berkata.
"Saya pun tidak tau."
"Saya pun mencarinya tidak tau mengetahui orang yang menghamili vema."
"Tapi saya sebagai raja vema."
"Saya bertanggung jawab hal tersebut."
"Karena tidak ada satupun yang mau bertanggung jawab jadi sayalah yang bertanggung jawab."
"Walaupun bukan saya melakukan hal begituan kepada vema."
"Jadi saya akan bertanggung jawab atas begituan,raja."
Seketika raja tersenyum begitu juga istrinya dan raja berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu aku memberikat hak menikah dengan putriku tersebut."
Avi berkata.
"Tapi hanya saja saya bedah agama."
Terkejut dong raja dan avi berkata.
"Kan anda tau saya bedah agama anda anut."
"Jadi vema akan berpindah agama."
Tampaklah sang raja tersenyum begitu juga istrinya dan raja berkata.
"Tenang saja."
"Aku tidak apa-apa kok soal itu."
Avi tampak tersenyum dan avi berkata.
"Terima kasih banyak,raja."
Raja berkata.
"Iya,sama-sama."
"Jadi bahagiakan dia avi."
Avi berkata.
"Iya,raja."
Tampaklah vema tersenyum begitu juga sang raja dan istrinya dan tampaklah beberapa hari berlalu tampak avi sudah mulai mau menikah dan avi berbicara sama sang yang membawak nikah dan yang mana yang membawak nikah adalah zio dan pernikahan ini bergayak dengan cara agama avi yaitu islam.
Tampaklah yang lain sudah merestuinya dan avi telah sudah selesai menikah dan avi mulai mencium dahi mereka bertiga.
Tampaklah beberap hari telah menikah tampak avi yang lagi bersantai diruangan keraja avi tapi istri-istrinya memeluk avi ada yang memeluk tangan kanan avi,tangan kiri avi dan memeluk tubuh depan avi dan tampak avi sudah pasrah dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaa."
"Tapi kalau melihat beginian,seperti seorang penjahat sajalah?."
"Haaaaa."
"Karena beginilah gaya penjahat kalau banyak wanita."
"Haaaaa."
"Tapi begitulah."
"Haaaaa."
"Akan lebih baik lagi jangan ada hal aneh lagi."
"Karena ini sudah menyusahkan saja yang datang."
"Yah,seperti beginian."
"Haaaa."
"Tapi."
__ADS_1
Seketika avi tersenyum dan melihat mereka bertiga dan avi berkata didalam dirinya.
"Aku sanga mencintai mereka."