
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi duduk diatas batu besar sambil makan jagung meletus dan sambil melihat pertandingan zers dan nanggala yang sedang bertanding untuk menentukan siapa kapal terbang terbaik bagi avi,tampaklah Quality dan laura yang sedang berjalan kearah avi dan tampaklah mereka berdua seketika berhenti berjalan dan mereka berdua seketika duduk disamping avi dan avi berkata.
"Ada apa,kenapa kalian datang kesini ya?."
"Apa masalahkah?."
Laura berkata.
"Tidak,kami tidak maksud apapun wahai my lord."
"Hanya saja kami ingin duduk disamping anda saja."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Quality berkata.
"A-anu,avi?."
Avi berkata.
"Ada apa Qualy?."
Sebenarnya Qualy sebutan nama yang diberikan oleh avi untuk Quality dan Quality berkata.
"Se-sebenarnya apa yang anda paling suka?."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Paling aku suka?."
Quality berkata.
"I-iya,avi."
"Apa yang kamu suka,avi?."
Avi berkata.
"Ha,diam diri saja sebuah rumah makan habis itu tanding bapak-bapak ketiak sendiri selama satu jam."
Terkejut mereka berdua dan Quality berkata.
"Ehg?!."
"Be-begitu ya,avi."
"Ta-tapi itu bukanlah yang aku maksud."
"Ta-tapi."
"Yang aku maksud adalah apa yang kamu suka selain candaan begituan?."
Avi berkata.
"Hmmmmm?."
"Apa ya?."
"Selain candaan ya?."
"Aku tidak tau apa yang aku suka selain bercanda sih."
"Karena aku suka bercanda sih."
"Tapi ada satu seingatku kayaknya?."
Quality berkata.
"Benarkah?,avi!."
Avi berkata.
"Kayaknya mungkin sih."
"Kalau tidak salah pada aku saat sekolah sma."
"Biasanya aku dan temanku biasanya bertanding antara katak,siput dan kura-kura untuk menentukan siapa yang paling lama sampainya digaris akhir."
"Dan aku juga biasanya menyusun batu ditepi sungai,sampai sepuluh meter kalau tidak salah."
Terdiam seketika mereka berdua karena mereka berdua sudah tau kalau avi itu orangnya sudah tau seperti apa dan Quality berkata.
"Be-begitu ya,avi."
"Hanya saja."
"Kenapa kamu menceritakan tentang candaanmu saja sih!!!."
Avi seketika menatap tajam kearah Quality sambil berkata.
"Oh,begitu ya."
"Baiklah,kalau itu sebuah candaan bagimu."
Seketika Quality ketakutan sekali dan Quality berkata.
"Ba-baik!."
"Saya minta maaf dengan perkataanku!."
Avi berkata.
"Okelah,kalau begitu."
"Aku maafkan kamu."
"Tapi aku memang tidak ada satupun hal sesuatu yang aku sukai sih."
"Karena aku tidak pernah menyukai apapun selain tuhanku sendiri."
Seketika Quality dan laura terdiam terbengong saja dan seketika mere berdua tersenyum dan Quality berkata.
"Begitu ya,avi."
Laura berkata.
"Ha,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa laura?."
Laura berkata.
"Saya ingin bertanyak."
"Tapi saya minta maaf dengan pertanyaan saya ini tersebut."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa."
"Kamu tanyak apa,laura?."
Laura berkata.
"Sebenarnya benda-benda yang anda buat selalu canggih bagi saya kalau melihatnya."
"Apalagi saya juga seseorang terbuat dari mesin seperti vily atau seperti para bawahannya fahar juga."
"Tapi aku sepenuhnya terbuat dari mesin walaupun aku tidak setengah mesin seperti vily."
"Tapi aku ha-."
Seketika avi mengelus kepalah laura dan avi berkata.
"Janganlah kamu berkata begituan."
"Kan sudah aku bilang tidak boleh berkata-kata yang membuatmu menyakitkan bagimu sendiri."
"Walaupun kamu terbuat dari mesin tapi kamu tetaplah kamu."
"Jadi jangan membedah-bedahkan dirimu dengan orang lain ya."
"Kamu tetaplah cantik walaupun kamu terbuat dari mesin."
Seketika laura malu sekali dan seketika laura tersenyum dan laura berkata.
"Be-begitu ya,wahai my lord."
"Kamu sering kali membuatku malu ya."
Seketika laura tersenyum dan laura berkata.
"Tapi aku sangat menyukaimu walaupun kamu sering membuatku malu."
Seketika laura tersenyum dan tampaklah tubuh laura kayak seperti tidak bisa menahan membuang air kecil,tampaklah Quality kebingungan dengan tingkah laura yang begitu aneh sekali dan avi seketika panik kalau laura sudah mengeluarkan sifat mesumnya dan avi tidak mengelus kepalah laura lagi dan laura berkata.
"Ada apa,my lord?."
"Kenapa anda tidak mengelus saya lagi,wahai my lord?."
"Apakah ada yang anehkah dengan sayakah,wahai my lordku?."
Seketika laura tersenyum dan tampaklah mata laura sudah berubah menjadi bentuk hati ditengah dua bolah matanya dan avi seketika makin panik sekali dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Sifat mesum laura sudah keluar!."
"Kenapa setiap wanita yang aku nikahi mengeluarkan sifat mesum mereka sih!!!!!!."
Avi berkata dengan mulutnya.
__ADS_1
"Ha,tidak aneh denganmu."
"Tapi."
Seketika avi mengelus kepalah laura sambil berkata.
"Kamu tidak boleh berkata-kata aneh lagi,laura."
Seketika laura makin-makin malu sekali dan laura berkata.
"Ba-baik,my lordku."
Tampaklah Quality hanya cemburu saja dan tampaklah avi menyadari hal tersebut dan avi mengelus juga kepalah Quality sambil berkata.
"Kamu juga cantik Qualy."
"Jadi jangan cemburu ya,Qualy."
Quality berkata.
"Baik,avi."
Tampaklah Quality tersenyum begitu senang sekali dan bahagia sekali karena avi mengelus kepalahnya,tampaklah yang lagi bersantai diruang kerjanya sambil duduk dikursi kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.
"Oh iya."
"Tentang informasi yang aku dapatkan waktu itu."
"Yang mana kekaiti sedang merencanakan hal sesuatu ya?."
"Yang mana kekaiti ingin menguasai beberapa negara dan kekaiti ingin orang-orang tunduk kepadanya ya?."
"Hmmmmmm?."
"Tapi kayaknya yang dilakukan oleh kekaiti hampir mirip dengan sesuatu ya,yang pernah aku ketahui?."
"Hmmmmm?."
"Kayaknya mungkin sih."
"Tapi aku menggagalkan rencana kekaiti dengan kapal nanggala dan zers ya."
"Dengan mengaktifkan sistem kapal terbang mereka ya."
"Karena kalau tidak salah aku membuat kapal terbang tersebut memakai sistem pengendali yang mana sistem pengendali hanya bisa padaku sendiri."
"Karena aku membuatnya kapal terbang itu dengan teknologi tinggih sekali."
"Yang mana memakai sistem robot dan yang mana kalau tidak salah ada difilm-film ya."
"Yang memakai sistem pengendali."
"Tapi ada juga yang bisa membuat dan memakai sistem pengendali pada sebuah mobil."
"Tapi aku masih banyak sih,yang aku buat dari tidak ada kerjaanku."
"Apalagi aku berhasil membuat itu ya."
"Yang mana aku membuat tank raksasa yang bisa terbang."
"Dan juga masih banyak lainnya."
"Aku juga malas menyebutkan satu-satu karena kendaraan-kendaraanku yang aku buat begitu mengerikan sekali dan terlalu canggih sekali."
"Kalau orang biasa mungkin akan bingung gimana cara makai kendaraan tersebut."
"Tapi kalau tidak salah kapal terbang nanggala dan zers."
"Kalau tidak salah aku matikan sistem pengendalinya ya."
"Karena akan susah untuk mereka memakai sistem pengendali tersebut yang mana mereka harus terus-menerus minta izin kepadaku saja."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Memang pengetahuanku memang tidak masuk akal ya."
"Kalau bagi orang umumnya ya."
"Haaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi seketika berdiri dari duduknya dan avi seketika menghilang,tampaklah avi yang sudah ada digurun pasir dan avi berkata.
"Baiklah,kalau begitu aku akan mencari harta karun!."
"Karena mungkin ada artefak kuno dari zaman dulu dari kerajaan-kerajaan digurun pasir tersebut."
"Karena dibumi saja ada artefak kuno."
"Baiklah,waktunya mencari artefak kuno!."
Tampaklah avi berjalan untuk mencari yang avi cari,tampaklah avi yang sedang berjalan digurun pasir dengan terik matahari begitu panas sekali dan avi sambil mengenalan jubah hitam pekatnya,tampaklah avi melihat sebuah kota kerajaan ditengah gurun pasir tersebut dan avi seketika berhenti berjalan dan tampaklah ada dua penjaga pintu gerbang kota kerajaan tersebut dan avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut karena dua penjaga pintu gerbang adalah salah para bawahan kekaiti yang mana mereka berdua seorang vampir dan salah satu penjaga itu berkata.
"Kamu siapa?."
"Kenapa kamu ada disini?."
"Dan untuk apa kamu datang kesini?."
"Tidak,aku hanya saja ingin mencari sesuatu."
Tampaklah dua penjaga itu kebingungan sekali dan salah satu mereka berkata.
"Kamu sedang mencari apa disini?
Avi berkata.
"Aku disini mencari darah drakula."
Seketika mereka berdua kebingungan sekali dan seketika mereka berdua ketawak karena perkataan avi tersebut begitu aneh sekali bagi mereka berdua dan salah satu mereka berkata.
"Kamu memang aneh ya."
"Mana ada namanya darah drakula?."
Avi seketika tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalian tidak memberitauku ya."
"Tentang drakula tersebut ya?."
"Baiklah kalau begitu."
Seketika avi bergerak begitu cepat sekali dan seketika mereka berduapun dikalahkan oleh avi sekali bergerak saja dengan sangat cepat sekali,tampaklah mereka berdua terjatuh ketanah,tampaklah avi masuk kedalam kota kerajaan tersebut dan avi sudah memasuki ruangan tahtah kerajaan,tampaklah disitu ada bebetapa vampir-vampir yang mana ada satu vampir yang sedang duduk dikursi singgasana diruang tahtah kerajaan tersebut dan avi seketika berhenti berjalan karena avi sudah ada didepan orang tersebut,tampaklah kebingungan dengan kedatangan avi keruangannya dan orang itu berkata.
"Apa yang membuatmu datang kesini,wahai manusia?."
"Apa yang membuatmu datang kesini?."
"Apa membuatmu datang kesini,wahai manusia?."
Avi berkata.
"Apakah kamu drakula?."
Orang itu berkata.
"Drakula?."
"Siapa drakula tersebut?."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kamu bukan drakula ya."
Orang itu berkata.
"Siapa drakula tersebut,manusia?."
"Apa kedatanganmu kesini karena orang yang namanya drakulakah?."
Avi berkata.
"Iya,kenapa."
"Tapi kamu tidak tau drakula ya."
"Apakah kamu tau drakula itu siapa?."
Orang itu berkata.
"Tidak,aku tidak tau siapa drakula tersebut?."
Avi berkata.
"Drakula merupakan seseorang yang mirip dengan kalian tapi dia lebih hebat dari seorang vampir."
"Yang mana mereka sebagai raja kalian dan kalian sebagai orang biasa saja."
"Karena drakula lebih hebat dari seorang vampir."
"Apalagi mereka lebih menakutkan dari kalian loh."
Seketika avi diserang oleh vampir-vampir disitu karena avi mengejek mereka disitu akan tetapi avi bisa menahan serangan mereka semuanya dan avi berkata.
"Kalian kalau dalam pengetahuanku kalian sebagai rakyat jelata karena kalian sungguh tidaklah kuat sama sekalipun dari drakula."
Orang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Sungguh menarik sekali ya."
"Drakula seseorang raja bagi kami ya."
__ADS_1
"Aku tidak tau siapa drakula tersebut tapi gimana aku menyerang mereka biar siapa yang kuat antara aku dan mereka."
"Akan tetapi kamu tidak rasa takut sama sekali ya."
"Kamu masuk keruaganku tanpa rasa takut sama sekalipun apalagi kamu tidak ada rasa takut sama sekalipun terhadap kami semuanya."
"Kenapa kamu tidak takut sama sekali terhadap kami semuanya?."
Seketika avi tertawak jahat dan avi berkata.
"Oh,sungguh indah sekali ya,perkataanmu tersebut."
"Apakah kamu taukah aku dulu pernah membantai sesama jenis kalian."
"Pada saat aku berusia lima tahun."
"Tapi sesama jenis kalian minta ampun terhadapku apalagi mereka juga ingin menjadinku sebagai tuan mereka."
"Tapi aku melepasi mereka saja karena aku tidak butuh begituan."
"Aku juga sudah beberapa kali membantai para makhluk seperti raksasa berwarna hijau atau mirip seperti bantal panjang."
"Semuanya aku bantai sampai-sampai aku ketagihan dengan begituan."
Seketika avi tersenyum jahat dibalik penutup berjubahnya tersebut dan avi berkata.
"Apalagi aku sudah pernah membantai makhluk paling ditakuti dan sampai-sampai makhluk itu ketakutan sekali."
Orang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Sungguh perkataan begitu keren sekali ya,kalau didengar ya."
"Wah,apakah itu memang benarkah kamu kuat?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak ada kuat sama sekali."
"Hanya saja aku sampai-sampai masih belum bisa memecahkan batu kecil menggunakan tanganku."
Orang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Baiklah kalau begitu."
Tampaklah orang itu seketika berdiri dari duduknya dan orang itu seketika berjalan perlahan mendekati avi sambil berkata.
"Kamu sungguh menarik ya,wahai manusia."
Avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Kenapa setiap cerita fantasi disebuah komik kenapa tidak ada drakula?."
"Kenapa harus vampir yang ada?."
"Oh iya."
"Kalau tidak salah vampir dan drakula sebuah cerita mitologi pada rumania ya?."
"Kayaknya paling banyak pakai sebuah cerita biasanya vampir."
"Kenapa tidak ada drakula sih."
"Padahal drakula lebih keren menurunku."
Tampaklah seketika orang itu menyerang avi dengan kecepatan tinggih sekali akan tetapi avi dapat menahan serangan orang itu tersebut dan orang itu memprovokasi avi dengan perkataan.
"Ada apa?."
"Kenapa kamu menahan seranganku?."
"Apakah kamu ketakutankah,manusia?."
"Apakah kamu selemah inikah,manusia?."
Avi berkata.
"Perkataanmu memang aneh ya."
"Padahal aku tidak mengatakan apapun kepadamu."
"Apalagi aku tidak ada mengincarmu?."
Orang itu berkata.
"Tapi kamu harus tetap tewas!."
"Karena aku masih haus dengan darahmu,manu-."
Seketika avi memegang kepalah orang itu tersebut dan avi berkata.
"Aku bukan mencarimu loh."
"Yang aku cari adalah sidarah drakula itu tersebut."
"Yang mana kamu dan dia satu kelompokan?."
Seketika orang itu ketakutan sekali dan sampai-sampai buang air dicelana dan orang itu berkata.
"Ba-baik!."
"Kalau itu benar!."
Avi berkata.
"Dia mana diberada sekarang."
"Kalau tidak."
Seketika avi menggesek pedangnya keleher orang itu tersebut sambil tersenyum jahat dibalik penutup kepalah jubahnya tersebut dan avi berkata.
"Maka aku bisa membunuh kalian semua loh?."
"Padahal mencari dia dan bukan kalian."
"Tapi kalian mau mengincarku maka aku incar kalian juga."
"Apalagi aku sangat haus dengan darah dan daging berbagai makhluk loh."
"Apalagi manusia atau raja kegelapan sekalipun."
Seketika raja kegelapan yang sedang berkumpul tidak nyaman dengan hal sesuatu dan seketika vampir-vampir itu ketakutan sekali dan orang itupun makin ketakutan sekali dan orang itu berkata.
"Ka-kamu ka-kanibalkah?!."
Avi berkata.
"Kalau iya kenapa?."
Seketika mereka semua ketakutan semuanya dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kalian ketakutan sekali begitu?."
Seketika mereka berlutut dihadapan avi semuanya dan mereka semua berkata.
"Kami mohon jangan makan kami!."
"Kami mohon!."
Avi terkejut dengan hal tersebut dan avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya karena avi tadi sedang bercanda saja dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah kalau begitu."
"Aku tidak akan makan kalian."
"Tapi kalian masih mau menyerangku-kah?."
Mereka semua berkata.
"Tidak,kami tidak menyerang kamu!."
"Tolong jadikan kami bawahanmu!."
Avi terkejut dengan hal tersebut dan avi berkata.
"Ehg!."
"Kenapa kalian mau jadi bawahanku?."
Mereka menjawab.
"Karena anda lebih kuat dari tuan kami semuanya."
"Dan tolong bantu lepasi kami dari tuan kami semua!."
"Karena kami terpaksa bekerja menjadi bawahannya."
"Karena dia mengancam kami semua."
Avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,kalian sudah menjadi bawahanku."
"Walaupun hanya untuk membebaskan kalian saja."
"Dan mohon kerja samanya ya?."
__ADS_1
Mereka menjawab.
"Ba-baik!."