Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Penyesalan.chapter 102


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang sedang menaruh sebuah kucing kedalam sebuah mobil-mobilan remot kontrol dan menjalaninya dengan begitu cepat sekali,tampaklah avi bermain-main dengan mobil kontrol tersebut dengan begitu cepat sekali dan begitu juga dengan kucing yang ada didalam mobil remot kontrol tersebut,tampaklah avi seketika berhenti bermain mobil remot kontrolnya karena kucing didalam mobil remot kontrolnya sudah begitu pusing sekali dan turun dari mobil remot kontrol tersebut apalagi sampai-sampai menabrak sebuah dinding,avi hanya pasrah saja karena dia telah membuat kucing tersebut terlalu pusing sekali apalagi sampai menabrak dinding kucing tersebut.


Tampaklah avi melihat wanita itu yang mana wanita itu adalah wanita mengejek avi waktu itu dan sebenarnya avi masih ada didunia lain,tampaklah wanita itu lagi duduk sendirian dikursi taman apalagi tidak ada satupun orang duduk disampingnya karena biasanya wanita itu duduk bersama-sama dengan teman-temannya,tampaklah avi berjalan mendekati wanita tersebut tapi avi tidak lupa membuang mobil remot kontrolnya ketempat sampah karena dia menemukannya ditempat sampah juga apalagi mobil remot tersebut sudah rusak,avi seketika berhenti berjalan karena avi sudah ada disamping wanita itu tersebut dan avi berkata.


"Ha,kenapa kamu sendirian saja?."


"Kan biasanya kamu-kan,biasanya sama teman-temanmu?."


"Kenapa kamu sendirian saja pada hari ini ya?."


Wanita itu berkata.


"Cih!."


"Itu bukanlah urusanmu tau."


"Kamu itu terlalu berisik tau."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Apakah kamu tidak ditemanikah oleh teman-temanmu tersebut?."


"Karena teman-temanmu tertarik dengan seorang kakak kelas yang mempunyai alat teknologi mahal dan terbaru."


"Apalagi mereka tidak menemanimu karena mereka tidak tertarik denganmu karena kamu tidak mempunyai alat teknologi mahal dan terbaru-kan?."


Tampaklah seketika wanita itu marah dan wanita itu berkata.


"Berisik kali kamu!."


"Bisa diam tidak!."


"Hah!."


"Kenapa kalau memang benar kenapa?."


"Hah!."


"Kenapa kamu bisa tau?."


"Hah?!."


Avi berkata.


"Ha,pada waktu tadi aku tidak sengaja melihatmu pada saat main mobil remot kontrol dan apalagi teman-temanmu meninggalkanmu karena kakak kelas memamerkan alat canggihnya."


"Dan teman-temanmu seketika meninggalimu karena teman-temanmu hanya tertarik dengan teknologi canggih milik kakak kelas tersebutkan?."


Tampaklah wanita itu benar-benar sudah marah sekali dan wanita itu berkata.


"Kenapa kalau memang itu benar!?."


"Hah!."


"Apa urusanmu dengan hal begituan!."


"Hah!."


"Kamu itu hanya menggangguku saja tau!."


"Apalagi kamu itu terlalu berisik tau!."


"Janganlah kamu ganggu urusanku tau!."


"Aku tidak suka diurus urusanku tau!."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Aku hanya memberitaumu saja."


"Tapi kamu tidak tau maksudku."


"Tapi aku tidak memperdulikan hal tersebut."


Avi seketika berjalan dan avi berhenti berjalan dan avi berkata.


"Kamu janganlah terlalu memperdalam pikiranmu tentang musibah yang kamu dapatkan."


"Karena akan mempersulit pikiranmu saja dan membuatmu tersiksa terus-menerus."


Tampaklah avi seketika tersenyum dan avi berjalan lagi,tampaklah wanita itu hanya terdiam terbengong saja dengan perkataan avi tersebut dan dia hanya terdiam tertunduk saja,tampaklah avi yang lagi mancing ikan tapi mancing ikan dikolam ikan milik sekolah dan avi seketika dimarahi karena ketahuan mancing ikan dikolam ikan milik sekolah oleh penjaga kebersihan,tampaklah setelahnya tampaklah avi yang sedang berjalan-jalan ditaman tapi avi seketika berhenti berjalan karena wanita itu yang mana digangguin oleh orang-orang lain dan sampai-sampai menyiram air buah kepalah wanita itu tersebut,avipun seketika memberhentikan orang-orang itu menggangguin wanita itu tersebut dan orang-orang itupun pergi dari situ,tampaklah wanita itu menangis sejadi-jadinya dan tampak avi hanya tersenyum saja walaupun dia tetap dikata-katain oleh wanita itu tersebut.


Tampaklah avi menghapuskan air buah yang mana disiram dikepalah wanita itu dengan sebuah kain kecil dan wanita itu berkata.


"Kenapa kamu menolongku?."


"Aku memanglah orang paling bangkrut tau!."


"Aku memang tidak mempunyai alat teknologi secanggih mereka tersebut."


"Untuk apa kamu menolongku?."


"Aku orang paling bangkrut tau."


"Aku tidak pantas ditolong olehmu."


"Kamu pastih sama saja seperti orang-orang itukan!."


"Yang mana kamu berpura-pura baik tapi kamu hanya memanfaatiku saja."


Avi berkata.


"Tidak,aku menolongmu bukan hal apapun."


"Tapi aku menolongmu karena aku takut dirimu akan terus-menerus menyakiti rasa yakinmu sendiri."


Wanita itu berkata.


"Kamu berbohongkan?."


"Pastih kamu berbohongkan?."


"Kamu pastih sama seperti orang-orang seperti itukan!."


Avi berkata.


"Tidak,aku bukanlah orang seperti itu tau."


"Aku hanya-."


Wanita itu berkata.


"Berisik!."


"Jangan ganggu aku lagi!."


"Jangan sentuh kepalahku!."


Tampaklah avi tidak menghapus air-air yang ada dikepalah wanita itu tersebut dan avi seketika tersenyum dan avi seketika membalikan badannya dan avi berkata.

__ADS_1


"Apakah kamu taukah."


"Orang paling bangkrut itu seperti apa?."


"Orang paling bangkrut itu adalah orang yang dari suatu golongan tapi orang itu rajin beribadah,selalu mengerjakan suatu perintah tuhan yang mana kita harus kerjakan akan tetapi sayang sekali."


"Mereka selalu mengejek orang lain dari lidahnya sendiri dan dia terkadang suka mengejek siapapun orangnya yang menurut mereka paling rendah dari mereka sendiri."


"Itu saja orang paling rendah menurutku."


"Tapi kalau kamu menganggap orang paling bangkrut dari suatu kekayaan,kekuasaan dan lain sebagainya."


"Kamu pastih salah besar karena orang paling bangkrut adalah orang suka mengejek orang lain yang menurut mereka rendahan saja."


"Kamu itu tidaklah orang paling bangkrut tau."


"Apalagi kamu tidaklah boleh berkata-kata begitu."


"Karena akan menyakiti dirimu sendiri."


"Dan akan mempersulit dirimu sendiri saja."


"Apalagi tidak ada gunanya kamu berkata-kata begituan tau."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Apalagi kamu tidaklah boleh berputus asa dengan musibah yang kamu dapatkan."


"Karena kalau kamu berputus asa maka kamu tetap tidak akan bisa melewati musibah yang kamu dapatkan."


"Apalagi aku percaya terhadapmu kalau kamu bisa melewati musibah yang kamu dapatkan tau."


"Karena hanya kamulah yang bisa melewati musibah yang kamu dapatkan apalagi itu hanya kamu yang bisa melewati musibah yang kamu dapatkan."


"Jadi jangan berputus asa ya."


Tampaklah avi seketika tersenyum dan avi seketika pergi dari situ dan tampaklah wanita itu hanya terdiam tertunduk saja,tampaklah avi yang lagi menyusun sesuatu yang mana avi menyusun batu sampai tiga meter disebuah taman sekolah dan setelahnya avi berkata.


"Ha,apakah dia baik-baik sajakah?."


"Karena waktu dia hanya diam saja sampai sekarang."


"Hmmmmmm?."


"Mungkin aku tidak usah memikirkan kayaknya."


"Mungkin kayaknya dia sudah menyadari kesalahan yang dia perbuat sepertinya."


Tampaklah avi yang lagi berjalan disebuah perpustakaan sekolah,tampaklah avi melihat kalau wanita waktu itu sedang mengambil buku dirak buku tapi dia tidak sampai mengambil buku yang dia ingin ambil dan tampaklah avi mengambilkan buku yang wanita itu ambil,avipun mengasihkan buku tersebut kepada wanita itu tersebut tapi wanita itu marah-marah tidak jelas terhadap avi karena avi suka kali ikut campur urusannya,tampaklah wanita itu pergi dari situ,tampaklah avi yang sudah mengambil banyak buku dan ingin membacanya dimeja kursi diperpustakaan tersebut dan avi memulai membaca buku-buku yang dia ambil tapi avi bingung seketika karena buku-buku yang dia ambil berisi hal-hal tidak berguna sama sekali bagi avi yang mana isi buku tersebut tentang perbaikan robot,titik lemah robot,membuat tulang besi untuk hewan peliharaan,dan lain sebagainya.


Tampaklah avi hanya sudah pasrah saja dengan buku-buku yang dia baca karena tidak satupun yang berguna bagi avi baca,apalagi tidak satupun pelajaran yang avi dapatkan dari buku-buku tersebut walaupun dia hanya mengambil sebanyak lima puluh buku saja,tampaklah avi yang lagi mengambil sarapan dikantin sekolah karena jam istirahat sudah tiba dan tampaklah setelahnya avi yang sudah mengambil sarapan dikantin dan ingin duduk dimeja kursi dikantin sekolah tersebut tapi avi melihat kalau wanita waktu itu diganggu oleh orang-orang lain,sampai-sampai juga makanan yang dibawak wanita itu dilempar keatas dan avi menyadarinya kalau makanan wanita itu dilempar diatas dan avi langsung mengambil makanan wanita itu dengan sigap,tampaklah avi memarahi orang-orang yang mengganggu wanita itu dan orang-orang itupun pergi dari situ,avi mengasih makanan yang tadi dia tangkap kewanita itu dan wanita itupun hanya pergi tanpa berterima kasih keavi.


Tampaklah avi hanya diam kebingungan saja,tampaklah avi yang lagi belajar mengerjakan tugasnya dikelas sekolahnya tapi avi melihat kalau wanita itu tidak mengerjakan tugas yang sudah dikasih oleh guru mereka,avipun bingung hal tersebut karena biasanya wanita itu dapat mengerjakannya dan avipun mendatangi wanita itu karena kelasnya lagi banyak bicara satu sama lainnya,tampaklah avi menanyai kewanita itu kenapa dia tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mereka,wanita itu menjawab dengan marah kalau dia tidak bisa mengerjakan matematika,avipun hanya tersenyum dan avi mengatakan kalau biasanya wanita itu dapat mengerjakan tugas matematika,wanita itu mengatakan kalau biasanya hanya melihat tugas dari teman-temannya saja,avipun hanya tersenyum saja dan avi mengatakan apakah dia mau diajari matematika karena dirinya bisa mengajari dia,wanita itu hanya mengiyakan saja dengan marah sekali.


Avipun mengajari wanita itu dengan jelas dan teliti,tampaklah hari demi hari,avi selalu membantu wanita itu dan satu tahunpun berlalu,tampaklah avi sudah naik kelas yang mana avi terus-menerus membantu wanita itu yang lagi dalam masalah dan disuatu hari avi berkata.


"Ha,apa?."


"Kamu berpacaran dengan seseorang?."


Wanita itu berkata.


"Iya,kenapa?."


"Ada masalahkah untukmu?."


Avi berkata.


"Tapi kamu jangan berpacaran karena akan membuat buruk bagimu tau kalau kamu berpacaran."


"Apalagi berpacaran itu tidak baik tau bagimu."


"Karena hal sesuatu tindakan paling buruk bagiku tau."


Wanita itu berkata.


"Hah?."


"Woi,itu bukanlah urusanmu tau."


"Apalagi kamu terlalu ikut campur saja dengan masalahku."


"Aku lelah tau kamu itu selalu ikut campur dengan urusanku."


Avi berkata.


"Tapikan pacaran hal sesuatu akan dapat penyesalan pada akhirnya."


"Aku takut kamu dapat penyesalan kalau kamu berpacaran."


"Karena kamu akan mendapat penyesalan loh."


"Jadi janganlah kamu berpacaran."


"Jadi aku mohon kepadamu."


"Janganlah kamu berpacaran."


Wanita itupun marah dan wanita itu berkata.


"Kamu terlalu berisik tau."


"Kamu selalu saja ikut campur ursanku."


"Janganlah kamu urus urusanku dan kamu urus urusanmu sendiri tau."


"Apalagi aku terkenal karena usahaku sendiri tau."


"Jadi janganlah kamu menganggu urusanku lagi!."


Avi berkata.


"Tapikan."


Wanita itu berkata.


"Dah,sampai jumpah lagi ya."


"Jangan mengangguku lagi ya."


Tampaklah wanita itu pergi meninggalkan avi dan sebenarnya usaha yang dikatakan wanita itu adalah usahanya tentang kepintarannya dalam berbagai pelajaran dan teknik-teknik dasar dari pertarungan walaupun itu semua dari avi yang mengajari wanita itu tersebut,tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan dilorong sekolah dan avi melihat kalau benar wanita itu berpacaran dengan seorang laki-laki,avipun hanya tersenyum saja walaupun hati avi tidak enak begitu karena avi takut kalau wanita itu akan penyesalan nantinya,tampaklah avipun berjalan lagi dan hari demi hari,avipun setiap hari sendirian dan avi hanya melihat wanita itu terus-menerus bersama pacarnya,satu tahunpun berlalu tampaklah avi sudah naik kelas dan tampaklah avi setiap hari memperhatikan wanita itu terus-menerus walaupun dia ingin memperingati dia tentang berpacaran tapi avi tidak memikirkannya lagi dan avi hanya berdoa kepada tuhan yang mana avi berdoa untuk menyelamati wanita itu dari keburukan.


Tampaklah avi disuatu hari tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan dikota dan avi melihat wanita itu waktu itu sedang menangis dikursi taman,avipun berjalan mendekati wanita itu tersebut dan setelahnya avi berkata.


"Ha,kamu kenapa menangis?."


Wanita itu langsung melihat kearah avi dan seketika wanita itu langsung memeluk avi dan wanita itu berkata.


"Maafkan aku avi."


"Aku sudah menyesal sekarang."


"Aku sudah tau sekarang maksud perkataanmu waktu itu."

__ADS_1


"Aku menyesal sekarang."


"Maafkan aku avi."


"Aku kalau aku waktu itu tidak mempercayai perkataanmu."


"Dan sekarang aku menyesal."


"Maafkan aku avi."


"Maafkan aku avi."


Avi berkata.


"Ada apa?."


"Apa yang terjadi kepadamu?."


"Apa yang terjadi kepadamu?."


Wanita itu berkata.


"A-aku hamil,avi."


Avi terkejut dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Oh,begitu ya."


Wanita itu berkata.


"Maafkan aku avi."


Avi berkata.


"Kenapa kamu bisa hamil?."


Wanita itu berkata.


"Pada waktu itu aku diaja dikerumahnya."


"Dan seketika dia memintaku melakukan hal begituan."


"Dan akupun hamil."


"Dia tidak ingin bertanggung jawab atas hamilnya diriku."


"Dia malah meninggalkanku."


"Maafkan aku avi."


"Kalau aku hamil."


"Tapi bisakah membantuku terhadap kehamilanku ini."


"Sebenarnya aku malu kalau diriku hamil didepan semua orang."


"Aku mohon bantu aku,avi."


"Aku mohon."


"Aku mohon."


"Aku mohon,avi."


Avi berkata.


"Maaf,aku tidak bisa membantumu atas hamilnya dirimu."


"Karena aku tidak dapat menutupi dan membantumu menyembunyikan atas kehamilanmu itu tersebut."


Wanita itu berkata.


"Oh,begitu ya."


Avi berkata.


"Tapi aku bisa membantu dengan hal-hal dengan masalah kehamilanmu."


"Tapi aku tidak dapat membantumu menutupi dan menyembunyikan atas kehamilanmu tersebut."


"Jadi aku minta maaf ya."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Aku minta maaf ya,aku tidak bisa membantu masalahmu menutupi kehamilanmu tersebut."


Wanita itu berkata.


"Tidak,tidak apa-apa avi."


"Aku sudah tau sekarang,seberapa bodoh diriku."


"Apalagi ini adalah masalahku sendiri."


"Aku sekarang sudah menyesal tidak mempercayai perkataanmu waktu itu."


"Jadi aku tetap akan menerima bantuanmu walaupun kamu tidak bisa menutupi kehamilanku."


"Aku memang bodoh ya."


"Seberapa bodoh aku sekarang."


"Bisa-bisanya aku dibodohi oleh nafsuku sendiri."


"Aku memang bodohkan avi."


Avi berkata.


"Nafsu memang tidak dapat dikalahkan setiap orang."


"Tapi nafsu kalau dikerjakan maka akan mendapatkan penyesalan nantinya."


"Tapi nafsu juga bisa baik,seperti nafsu makan ataupun belajar."


"Itu saja menurutku."


Avi berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya penyesalan dari berpacaran bukan ini juga."


"Karena ada beberapa penyesalan dari berpacaran menurutku."


"Walaupun ini masih dasarnya saja dari penyesalan berpacaran."


Wanita itu berkata.


"Oh,begitu ya,avi."


Seketika wanita itu tersenyum dan kebesokan hari tampaklah seperti hari-hari biasanya seperti dulu yang mana selalu membantu,tampaklah wanita itu ingin mencoba menyembunyikan kehamilannya tapi dia ragu kalau dia akan ketahuan juga nantinya,tampaklah avi terus-menerus membantu wanita itu dengan masalah kehamilannya seperti ingin makan buah dan lain sebagainya,tampaklah avi terus-menerus membantu wanita itu hari demi harinya.

__ADS_1


__ADS_2