Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Sang malaikat menjadi bawahan.chapter 54


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang sedang bersantai diruangan kerjanya dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Pada saat aku kembali kedunia ini."


"Wujudku berubah seketika setelah berjalan beberapa menit saja."


"Wujudku yang waktu itu begitu."


"Dan kembali kewujut manusia ini tersebut."


"Haaaaaaaaaa."


"Tapi kayaknya wanita dari dunia yang aku datangi tersebut."


"Kayaknya sangat begitu senang sekali tinggal disini ya."


"Haaaaaaaa."


"Tapi kayaknya kekaiti mulai mangkin menyerang secara besar-besaran ya."


"Banyak kerugian yang aku tagih pada beberapa kota mereka hancurkan."


"Dan juga beberapa hal lainnya."


"Haaaaaaaaa."


"Aku juga begitu tidak suka adanya peperangan sih."


"Karena untuk apa hanya menghabiskan uang dan tenaga?."


"Hmmmm?."


"Mungkin sebaliknya bagi orang lain itu adalah hal paling harus ya."


"Haaaaaaaa."


Tampaklah para pelayan avi bingung dong yang ada disamping avi dan avi berkata.


"Tina."


Tina berkata.


"Baik!."


"Ada apa my lord."


Avi berkata.


"Panggillah refor dan jenderal lainnya kesini."


Tina berkata.


"Baik,my lord."


"Saya akan laksanakan segera."


Tampaklah tina berjalan menujuk keluar ruangan dan setelahnya para jenderal avi sudah datang dan tampaklah mereka semua berlutut dihadapan avi dan rifer berkata.


"Ada apa my lord memanggil kami semua kesini."


Avi berkata.


"Ayo,kita bermain sekarang juga."


Tampaklah semua orang diruangan tersebut terkejut dong yang avi katakan tadi dan bans berkata.


"Apa yang anda maksud dengan bermain,my lord?."


Avi berkata.


"Iya,bermain saja."


"Tapi."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Sedikit menyenangkan."


Tampaklah mereka semua terkejut lagi dong dan zers berkata.


"A-apa yang anda katakan tadi my lord?!."


Avi berkata.


"Iya,bermain sajakan."


Tampaklah avi melempar sebuah surat menggunakan kedua jarinya dan ditanggap rifer dan avi berkata.


"Laksanakan segera yang aku perintahkan didalam surat tersebut itu."


Tampaklah seketika zers,bans tersenyum jahat karena sudah tau yang apa dimaksud avi yang sebenarnya dan bans berkata.


"Baik,my lord."


"Kami akan laksanakan segera mungkin."


"Tapi."


"Anda sudah kembali ya."


"Wahai raja kegelapan null."


Tampaklah para pelayan avi terkejut dan kaget dong dan avi berkata.


"Tidak."


"Caritaulah yang aku maksud tersebut itu."


Para jenderal menjawab.


"Baik,my lord."


Tampaklah dikota kekaiti penuh kedamaian tapi seketika sebuah sihir tingkat tinggih menghancurkan seluruh kota tersebut itu dan tampaklah para penduduk kota kekaiti banyak terluka parah sekali dan tampaklah tujuh jenderal avi sudah memasuki gerbang kekaiti tersebut dan tampaklah avi yang sedang duduk disebuah naga putih yaitu cia dan tampaklah dikanan-kiri avi ada dery dan rifer yang dengan wujud naganya dan tampaklah avi mengenakan topeng yang dia beli waktu itu dan memakai baju hitam.


Tampaklah kekaiti sangat begitu marah dong dan kekaiti berkata.


"Kurang ajar kadal terbang!!!."


"Haaaaaa."


"Siapa berani-beraninya menyerang salah satu kota kita!!!."


"Awas saja dirimu!."


Tampaklah avi yang terus-menerus memperhatikan para jenderalnya beraksi dan tampaklah setelahnya para jenderal avi sudah menyelesaikan tugas mereka itu tersebut dan bans seketika muncul disamping avi dan bans berkata.


"My lord."


Avi berkata.


"Ada apa bans?."


Bans berkata.


"Apakah kita hancurikah suatu rumah ibadah yang terdapat banyak orang disana?."


"Karena banyak orang-orang yang tidak bisa bertarung ada didalam sana semua."


Seketika avi teringat sesuatu dan seketika avi tersenyum dibalik topengnya tersebut dan avi berkata.


"Tidak."


"Tidak usah dihancuri."


"Karena aku tidak mau menyakiti agama lain."


"Apalagi menghancurkan rumah ibadah mereka tersebut."


"Karena sama saja kalau kita menghancurkan rumah ibadah dan membunuh orang-orang didalamnya."


"Kita sama seperti orang bodoh saja menurutku."


"Aku tidak bilang pastih."


"Tapi begitulah."


"Jadi tidak usah dihancuri."


"Karena aku menghargai agama lain."


Bans berkata.


"Baik,my lord."


Tampak seketika bans menghilang dan tampaklah avi tersenyum dibalik topengnya tersebut dan tampaklah avi dan para jenderal terus-menerus menghancurkan semua kota milik kekaiti untuk membuat mereka tidak melakukan perang lagi.


Tampaklah kekaiti mangkin marah dong dan kekaiti berkata.


"Kurang ajar!."


"Siapa berani-beraninya yang masih menyerang semua kotaku?!."


Tampaklah bawahan kekaiti panik dong dan ketakutan karena aura kekaiti seketika muncul dan membuat para kekaiti ketakutan semua dan salah satu bawahan kekaiti berkata.


"Te-tenang saja tuanku."


"Pastih orang-orang tersebut akan terbunuh dengan cepat."


"Jadi tenang saja tuanku."


"Tenang saja."


Tampaklah seketika kekaiti tersenyum dan kekaiti berkata.


"Begitu ya."


Seketika ada bangunan ditempatkan kekaiti hancur dan tampaklah atap bangunan tersebut hancur sangat begitu parah sekali dan tampaklah kekaiti mangkin marah dong dan kekaiti berkata.


"Tangkap orang-orang tersebut itu!."


Semua bawahan kekaiti berkata.


"Baik,tuan!."


Tampaklah semua bawahan kekaiti bergerak tapi semua kepalah mereka terputus semua tampak sebab apapun itu dan tampaklah seketika ada yang memetik jarinya dan seketika bangunan kekaiti tempati tersebut hancur lembur menjadi debu dan tampaklah para jenderal avi yang sudah bersiap didepan kekaiti dan tampaklah avi yang menunggangi cia dan disamping avi ada dery dan rifer yang menggunakan wujud naganya.


Tampaklah kekaiti kaget dong yang dia lihat didepannya dan seketika kekaiti tersenyum jahat dan tertawak jahat dan kekaiti berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah kekaiti seketika berdiri dari singgasananya dan berjalan menujuk avi dan berhenti berjalan didepan avi dan didepan para jenderal avi yang ada dibawah sedang bersiap mau menyerang kekaiti dan kekaiti berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah seketik kekaiti ketawak jahat dong dan tampaklah para jenderal avi menatap tajam kekaiti dan refor berkata.


"Apa yang kamu ketawakan kekaiti?."


Kekaiti berkata.


"Tidak,tidak apa-apa."


"Hanya saja."


"Begitu ya."


"Jadi kamu ya."


"Yang mengendalikan semua makhluk legendaris yang terkunci lama sekali."


"Jadi kamu ya."


"Jadi salam kenal aku adalah kekai-."


Avi berkata.


"Aku sudah tau namamu sebenarnya."


"Jadi kenapa dirimu melakukan peperangan?."


"Dan hanya merugikanmu sendiri."


Tampaklah kekaiti tersenyum jahat dong dan kekaiti berkata.


"Oh,begitu ya."


"Tapi aku hanya ingin tau siapa dirimu sebenarnya."


"Sang pendali makhluk yang dikurung karena begitu menakutkan."


"Jadi siapa dirimu sebenarnya."


"Wahai seseorang didepanku yang sedang menunggangi naga suci."


Seketika avi mengeluarkan auranya dan seketika seluruh raja negara terkejut dong dan ketakutan semua dan begitu juga para pahlawan yang terkejut dengan aura avi dan tampaklah para pelayan avi terkejut juga dong dan tampaklah serena tersenyum jahat dong karena serena sudah tau yang apa yang terjadi berikutnya dan serena berkata.


"Begitu ya."


"Kayaknya my lord sangat begitu senang sekali ya."


Tampaklah para pelayan avi terkejut dong yang dikatakan serena tadi dan tina berkata.


"Apa maksudmu serena?!."


Serena berkata.


"Kayaknya my lord avi akan sepenuhnya kembalik menjadi raja kegelapan null."


Tampaklah mereka mangkin terkejut yang dikatakan serena tadi itu dan tina berkata.


"I-itu tidak mungkin!."


Serena berkata.


"Itu akan mungkin."


"Karena kayaknya my lord akan membuat kerusuhan dimana-mana kayaknya kali ini."


Tampaklah serena tersenyum dan tampaklah kekaiti yang sangat ketakutan sekali dong dan avi berkata.


"Jadi kamu telah taukan siapa aku sebenarnya."


Kekaiti berkata.


"I-itu tidak mungkinkan!."


"Ra-raja kegelapan nu-."


Avi berkata.


"Bukan."


Kekaiti terkejut dong dan avi berkata.


"Hanya orang gak ada kerjaan saja."


"Yah,mungkin begitulah."


Tampaklah kekaiti terkejut dong dan kebingungan yang apa avi katakan tadi dan avi berkata didalam dirinya.


"Memang benar sih gak ada kerjaan melakukan hal beginian."


"Karena tidak ada kerjaan sama sekali."


dan tampaklah ada seorang wanita berambut putih yang berjalan penuh luka dan berhenti berjalan dan melihat avi yang menunggangi cia sedang berbicara dengan kekaiti dan Tampaklah seketika wanita itu teringat sesuatu dengan waktu dulu yang pernah berjumpah dengan avi yaitu pada pernikahan waktu itu yang mana avi menghancurkan kekaiti seorang diri saja dan wanita itu berkata didalam dirinya


"Itu tidak mungkinkan!."


"O-orang itukan waktu itu!."


"Waktu itu dimana aku sedang mau menikah dan sedang berhias diruang hias pengantin."


"Tapi dia telah membuatku terbebas dari nikah paksa tersebut itu."


"Tapi kenapa dia kesini lagi?."


"Dan juga dengan orang lain."


"Begitu juga tiga naga legendaris."


"Siapa orang tersebut sebenarnya?."


"Dan kekuatannya tidak bisa dibaca atau diketahui."


"Karena kekuatannya yang begitu besar sekali dan sudah diketahui."


Dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu permainan sudah selesai bagiku."


Kaget dong kakaiti dan kekaiti berkata.


"Apa maksudmu!."


Avi berkata.


"Permainan telah selesai."


"Karena aku melakukan hal beginian karena aku sedang bermain-main dengan hal beginian."


"Dan begitulah."


"Sekian terima kasih."


Seketika kekaiti kesal dong karena dia yang sedang dipermaini avi dari tadi dan kekaiti berkata.


"Kutang ajar dirimu!."


"Kamu orang ti-."


Seketika tangan kanan kekaiti putus dan tampaklah tangan kanan kekati tertancap disebuah pisau dan tampaklah kekaiti kesakitan dong tapi avi memetik jarinya dan seketika tangan kekaiti sembuh dong dan avi berkata.


"Itulah sekian untukmu yang tidak paham maksudku tersebut."

__ADS_1


"Baik,kalau begitu."


"Kami akan pergi."


Seketika avi dan para jenderal avi menghilang entah kemana dan tampaklah kekaiti kebingungan dong dan kekaiti berkata.


"Apa maksudnya?."


"Apakah orang itu raja kegelapan nullkah?."


"Yang telah bangkit kembalik?."


Tampaklah avi yang ada diruangan kerjanya yang sedang bersantai dan tampaklah para pelayan avi kebingungan dong yang apa terjadi dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kalian begitu kebingungan sekali?."


"Ada apa?."


Serena berkata.


"Kenapa anda jarang tersenyum pada hari ini,my lord?."


"Dan juga sikap anda yang begitu menakutkan ketika anda tidak tersenyum sama sekali?."


Tampaklah seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kenapa aku jarang tersenyum pada hari ini?."


"Karena aku sedang sakit gigi sih."


"Hehehehehehe."


Tampaklah seketika serena tersenyum dan serena berkata.


"Begitu ya,my lord."


Tampaklah para pelayan tersenyum dan serena berkata.


"Tapikan bisa disembuhkan begitu mudah sekali,my lord?."


Avi berkata.


"Ha,soal itu."


"Aku sudah mencobanya tapi tidak bisa sama sekali kayaknya."


"Sepertinya sakit gigiku ini begitu lama sekali kayaknya."


"Tapi begitulah."


"Hehehehehehe."


Serena berkata.


"Begitu ya,my lord."


Avi berkata.


"Iya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya aku tidak sakit gigi."


"Tapi."


"Aku tidak mau kali ini tersenyum."


"Karena aku takut kembali jatuh keperangkap yang sama."


"Yaitu dosa yang pernah aku lakukan waktu dulu."


"Yang mana waktu dulu aku banyak melakukan hal-hal tidak boleh dilakukan."


"Tapi malahan aku tetap masih mengerjakannya."


"Haaaaaaaaa."


"Tapi begitulah kenapa aku jarang tersenyum pada hari ini."


"Karena senyuman akan membuatku mangkin lupa dengan apa yang aku kerjakan."


"Haaaaaaaaaa."


"Tapi begitulah menurutku."


"Haaaaaaaa."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah vema,mila,serena,tina,laura ada disebuah ruangan yang sedang minum teh dan memakan kue tapi ada wanita dari dunia lain yang ikut dengan avi waktu itu dan tampaklah serena menaruh cangkit tehnya kemeja dan serena berkata.


"Kayaknya my lord benar-benar sedang berbohong ya."


Vema berkata.


"Kenapa my lord berbohong serena?."


Serena berkata.


"Karena perkataan my lord yang sudah jelas aku ketahui."


"Kalau my lord sedang berbohong."


Vema berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kenapa my lord berbohong ya?."


"Dan jarang tersenyum pada hari ini?."


Laura berkata.


"Mungkin dia benar-benar sakit gigi."


"Karena mungkin dirimu tidak mengetahuinya."


"Dan mengira kalau avi sedang berbohong."


Mila berkata.


"Mungkin bisa jadi sih."


Tampaklah wanita itu sudah mengetahui kenapa avi jarang tersenyum pada hari ini dan wanita itu mengangkat tangannya sambil berkata.


"Anu?."


Serena berkata.


"Ada apa?."


Wanita itu berkata.


"Sebenarnya aku mengetahui kenapa avi jarang tersenyum pada hari ini."


"Karena pada saat itu avi disiram air minuman dan dipukuli dan ditertawakan."


Kaget dong mereka semua dan mila berkata.


"Itu tidak mungkinkan?."


Vema berkata.


"Disiram air minuman!."


Tina berkata.


"Dipukuli dan diterawakan!."


Mila berkata.


"Cih,siapa orang yang berani melakukannya begituan kepada my lord avi?!."


Vema berkata.


"Orang-orang itu benar kurang ajar sekali!."


Tampaklah tina,vema,laura,mila kesal dong karena yang dikatakan wanita itu tersebut dan serena berkata.


"Kenapa kamu bisa tau?."


"Dan siapa melakukannya?."


Wanita itu berkata.


"Yang melakukannya adalah orang-orang pada duniaku tersebut."


Serena berkata.


"Duniamu?."


Wanita itu berkata.


Serena berkata.


"Iya,sih."


Wanita itu berkata.


"Pada pertama kali aku datang kesini."


"Akukan telah diberitau oleh avi kepada semua orang."


Serena berkata.


"Iya,itu benar."


Wanita itu berkata.


"Pada aku masih diduniaku."


"Aku melihat avi yang disiram air minuman dan dipukuli habis-habisan."


"Dan juga banyak ditertawakan oleh seluruh murid sekolah."


Serena berkata.


"Kenapa my lord tidak menyerang mereka ya?."


"Dan juga membuat mereka tidak menertawakan lagi."


Wanita itu berkata.


"Entahlah."


"Aku pun tidak tau hal tersebut."


"Tapi."


"Pada disuatu hari aku melihat avi menangis."


Terkejut dong semua orang dan mila berkata.


"Menangis!."


"My lord menangis!."


Wanita itu berkata.


"Iya,itu benar."


"Aku melihatnya menangis sambil melihat kearah langit."


"Dan berbicara dengan dirinya sendiri."


Kaget dong semua orang dan mereka berkata.


"Berbicara sendiri!."


Wanita itu berkata.


"Tapi kayaknya dari perkataannya pada waktu itu."


"Seperti hatinya telah hancur."


"Dan begitu sangat begitu sedih sekali."


Tampaklah mereka semua terdiam dan tina berkata.


"Begitu ya."


"Sepertinya sudah benar kalau my lord avi tidak tersenyum karena hatinya sedang sedih sekali."


Serena berkata.


"Iya,itu benar."


"Begitu ya."


"Tapi aku tidak tau gimana menghibur my lord yang sedang sedih."


"Karena terkadang my lord tidak butuh hiburan saja bisa tersenyum lebar."


"Tapi kali ini aku tidak tau apa hiburan yang bagus untuk my lord avi."


"Haaaaaaaa."


"Kali ini kita tidak bisa apa-apa lagi ya."


"Untuk membuat my lord tersenyum lagi."


"Haaaaaaa."


Mila berkata.


"Iya,itu benar."


"Haaaaaaaaa."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah wanita itu ada didepan avi yang lagi makan jagung meletus diruang kerjanya dan avi berkata.


"Ada apa vilsy?."


Dan sebenarnya nama wanita itu adalah vilsy dan vilsy berkata.


"A-anu my lord avi."


Avi berkata.


"Ada apa vilsy?."


Vilsy berkata.


"Sa-saya minta maaf kalau waktu itu aku tidak membantumu dipukuli pada duniaku itu tersebut."


Avi berkata.


"Iya,tidak apa-apa kok."


Vilsy berkata.


"Benarkah avi?."


Avi berkata.


"Iya,tidak apa-apa kok."


Vilsy pun seketika senang sekali dong dan vilsy berkata.


"Begitu ya,my lord avi."


"Jadi."


"A-apakah bolehkah?."


Tampaklah vilsy sedang malu dong dan avi sadar kalau vilsy sedang malu sekali dan avi berkata.


"Ada apa vilsy?."


Vilsy berkata dengan malu.


"A-apakah aku boleh menjadi istrimu,avi?."


Terkejut dong vema,tina,serena,laura,mila yang dikatakan vilsy dan tampaklah avi terdiam dong dan tampaklah seketika avi tersenyum karena avi sudah mengetahuinya dan avi berkata.


"Boleh kok."


Terkejut dong vilsy dan vilsy berkata.


"Benarkah avi?."


Avi berkata.


"Iya,itu benar."


"Kamu boleh menjadi istriku juga."


Seketika vilsy senang dong dan vilsy berkata.


"Hore!."


"Baik,terima kasih banyak avi."


Tampaklah vilsy sangat senang dong dan tampaklah avi tersenyum dan tampaklah mereka berlima tersenyum dong dan avi berkata.


"Iya,sama-sama."


Avi berkata didalam dirinya.


"Begitu ya."


"Memang benar kalau disini cukup aneh ya."


"Tidak seperti dibumi ya."

__ADS_1


"Aku seperti raja saja ya."


"Yang menikah dengan begitu banyak istri tanpa ada halangan apapun itu."


"Haaaaaaaa."


"Memang rencana tuhan tidak diketahui ya."


Tampaklah avi tersenyum sambil melihat vilsy yang begitu senang sekali.


Tampaklah avi bersantai didahan pepohonan sambil duduk memakan jagung meletus dan sambil melihat para bawahannya bermain-main dan avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya mereka pandai ya main galah panjang ya."


"Tapi."


"Kayaknya mereka memakai skills mereka untuk menang dalam permainan tersebut ya."


Tampaklah avi teringat sesuatu dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan avi berkata.


"Kalau tidak salah ini benih ini aku jumpai dihutan."


"Karena begitu cukup aneh sekali."


"Karena benih ini memiliki warna putih sekali seperti nasi."


"Hmmmm?."


"Mungkin kayaknya aku tanam saja deh."


"Diskills dunia akhirku."


"Karena dunia akhir tidak mempunyai waktu."


Tampaklah avi berdiri dari duduknya dan menaruh mangkuk jangung meletusnya didahan pohon tersebut dan avi berpindah tempat seketika dan tampaklah avi sudah sampai diskills dunia akhirnya dan avi berjalan kekastil diskills dunia akhir tersebut itu dan tampaklah avi membuka pintu kastil tersebut dan masuk kedalamnya dan tampaklah avi ada disebuah ruangan dan tampaklah avi berjalan menujuk meja yang ada dua pot bunga diatasnya.


Tampaklah avi sudah didepan meja tersebut itu dan avi mengambil salah satu pot bunga tersebut itu dan menanam benih tersebut itu dan menanam lagi satu benih kesatu pot bunga lagi tersebut dan tampaklah avi sudah selesai dengan hal tersebut itu dan avi berkata.


"Ha,akhirnya selesai juga."


"Kayaknya tinggal tungguh saja menumbuh tanaman tersebut itu."


Tampaklah avi berjalan menujuk keluar ruangan tapi seketika dua pot tersebut bersinar cahaya dan tumbuh sebuah tanaman besar dan avi menyadarinya dong dan tampaklah tanaman tersebut itu menunduk kelantai kastil tersebut itu dan tampaklah bunga raksasa yang ada dipucuk tanaman tersebut menutup dan.


seketika tanaman tersebut pecah dan menghilang sambil ada cahaya kecil-kecil berterbangan dan tampaklah ada dua seseorang laki-laki yang bersayap yang berdiri didepan avi dan tampaklah dua seseorang tersebut membuka matanya perlahan dan tampaklah mereka kebingungan dong dan melihat sekitarnya yang ada diruangan tersebut itu.


Tampaklah mereka berdua melihat kearah avi dan orang kesatu berkata.


"Kamu siapa sebenarnya?."


"Dan kami ada dimana ini sekarang kami berada?."


Tampaklah avi terkejut dong dan kebingungan yang apa yang terjadi tersebut itu dan avi berkata.


"Ha,aku adalah avi day lict."


"Namaku itu."


"Kalian berada disalah ruangan dikastil."


Mereka terkejut dong dan mereka berdua berkata.


"Sebuah kastil!."


Avi berkata.


"Iya,sebuah kastil."


"Sebenarnya kalian siapa ya?."


"Dan kenapa kalian ada dikemari?."


Mereka kebingungan dong dan orang kedua berkata.


"Ha,kami tidak tau siapa diri kami sebenarnya?."


"Dan kami tidak tau kenapa kami ada disini?."


Orang kesatu berkata.


"Iya,itu benar."


"Kami tidak tau siapa diri kami sebenarnya?."


"Dan kenapa kami ada berada disini?."


"Kami tidak mempunyai ingatan tentang kami siapa dan kenapa kami ada disini?."


Avi berkata.


"begitu ya."


"Kalian hilang ingatan ya."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Apakah kalian berbohongkah?."


Orang kedua berkata.


"Tidak."


"Kami tidak berbohong."


"Kami tidak mempunyai ingatan tentang siapa kami sebenarnya?."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Sepertinya ini sama seperti kejadian kayak sety dan refor yang masih wujud benihnya."


"Tapi."


"Mereka hilang ingatan tentang mereka sendiri."


"Haaaaaaaaa."


"Kayaknya mereka sangat berbedah ya."


"Mereka memiliki rambut berwarna hitam."


"Tapi mata yang berbedah."


"Satu berwarna merah dan yang satu berwarna biru."


"Haaaaaaaaaa."


"Kayaknya aku juga sudah sih."


"Yang apa yang terjadi berikutnya."


"Haaaaaaaaa."


Orang kedua berkata.


"Tapi."


"Kecuali ada didalam ingatan kami."


Avi berkata.


"Kecuali apa?."


Orang kedua berkata.


"Kecuali tunduk terhadap dirimu."


Avi terkejut dong dan kebingungan yang dikatakan orang kedua tersebut itu dan avi berkata.


"Apakah kalian berbohongkah?."


Orang kesatu berkata.


"Tidak."


"Kami tidak berbohong."


"Aku juga didalam ingatan tentang patuh terhadap dirimu."


Avi berkata.


"Be-begitu ya."


Orang kedua berkata.


"Siapa sebenarnya dirimu sebenarnya?."


"Kenapa didalam ingatan kami hanya patuh terhadap dirimu saja?."


"Mana mungkin seorang manusia mengubah ingatan kami dengan kata patuh terhadap dirimu?."


Tampaklah mereka berdua menatap tajam avi dan avi berkata.


"Haaaaaaaaaa."


"Baiklah,kalau begitu."


"Aku hanya orang biasa saja sih."


Seketika mereka berdua ketakutan dong karena aura avi muncul seketika dan seketika mereka berdua menangis seperti anak bayi dan orang kesatu berkata.


"Maafkan kami!."


"Kami mohon maafkan kami!."


"Padahal sebenarnya kami hanya bercanda saja!."


"Kami sudah mengakui siapa kamu sebenarnya!."


Mereka berdua berkata.


"Maafkan kami!."


"Kami mengaku salah!."


Tampaklah seketika mereka berlutut didepan avi dan mereka berdua berkata.


"Kami mohon!."


"Maafkan kami!."


"Kami berjanji akan patuh terhadap dirimu!."


"Kami mohon maafkan kami!."


"Kami mohon ampuni kami!."


"Kami berjanji!."


"Akan patuh terhadap dirimu sepanjang hidup kami!."


Avi berkata.


"Ehg!."


"Be-begitu ya."


Mereka berdua berkata.


"Jadi kami mohon!."


"Jangan sakiti kami!."


"Kami mohon!."


"Kami sangat berjanji terhadap dirimu."


"Akan patuh terhadap dirimu!."


"Kami mohon jangan sakiti kami!."


"Kami mohon!."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baiklah,aku memaafkan kalian berdua kok."


Tampaklah mereka berdua senang dong dan orang kedua berkata.


"Benarkah?."


Avi berkata.


"Iya."


"Aku memaafkan kalian berdua lakukan tadi itu."


Mereka berdua berkata.


"Baik,terima kasih banyak."


"My lord avi!."


Avi berkata.


"Ehg?."


"Be-begitu ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya ini bukan malaikat deh."


"Ini seperti manusia yang memiliki sayap saja deh."


"Manalah ada malaikat gratis begitu saja yang diberikan tuhan kepadaku."


"Karena malaikat tidak akan patuh terhadap seseorang kecuali penciptanya."


"Yaitu tuhan sendiri."


"Haaaaaaaaa."


"Ini kayaknya manusia yang dipasangkan sayap kayaknya deh."


"Haaaaaaaaaa."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Oh iya."


"Siapa nama kalian berdua?."


Mereka berdua berkata.


"Kami tidak memiliki nama,my lord avi."


Avi berkata didalam dirinya."


"Begitu ya."


"Nama ya."


"Kalian tidak ada nama ya."


"Hmmmm?."


"Oh,mungkin nama itu saja!."


"Ferzy dan labo!."


"Yah,sebenarnya namanya hanya mengasal sih."


"Tapi itu cukup bagus untuk mereka berdua."


"Walaupun ini hanya nama sementara mereka saja."


"Walaupun terdengar aneh."


"Haaaaaaaaaa."


"Memang kayaknya aku tidak pandai mengasih nama ya."


"Sebenarnya aku mau mengasih nama mereka berdua yaitu botak dan kiclong."


"Tapi kayaknya tidak cocok kayak untuk mereka deh."


"Haaaaaaaa."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Baiklah,kalau begitu."


"Aku akan mengasih nama kekalian berdua."


"Yaitu ferzy dan labo."


Mereka berdua berkata.


"Baik,my lord avi!."


"Terima kasih banyak nama anda kasih ini tersebut."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama kok."


"Mohon kerja samanya ya."


Mereka berdua berkata.


"Baik,my lord avi!."

__ADS_1


__ADS_2