Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Candaan yang berujung ketakutan bagi kekaiti.chapter 47


__ADS_3

Tampaklah disuatu malam tampak ada seseorang wanita setengah hewan yang berupa kelinci tampaklah orang itu sedang berlari sangat cepat dan seketika dia melompat sangat tinggih sambil memegang sebuah pisau dikedua tangannya dan tampak dia mau menyerang salah satu markas seseorang dihutan dan tampak orang-orang dimarkas itu ketakutan semua karena dia melompat diatas sinar bulan purnama dan seketika wanita itu menghabisi semua orang dimarkas itu dengan sangat cepat sekali.


Tampaklah dipagi hari tampak dia duduk diatas dahan pohon dan dibelakangnya banyak mayat-mayat beserekan dimana-mana dimarkas itu dan wanita itu berkata.


"Ehg,haaaaa."


"Kayaknya misiku telah selesai kayaknya."


"Karena aku hanya menghabis mereka semua yang ada dimarkas ini tersebut."


Tampaklah wanita itu tersenyum dan tampak avi yang sedang berjalan yang lagi menyamar sambil membawak ranting-ranting pohon dan tampak diberjalan pada hutan yang sama dengan wanita itu tersebut dan tampak avi berhenti berjalan karena ada seseorang wanita yang duduk diatas dahan pohon dan tampak wanita itu kaget dan terkejut dong dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Apakah jangan-jangan!."


"Dia adalah salah satu dari mereka semua!."


"Siapa laki-laki ini sebenarnya?!."


Tampaklah avi yang kebingungan karena ada seseorang wanita didepan yang lagi duduk diatas pohon dan avi berkata didalam dirinya.


"Woi-woi-woi?."


"Apakah itu kuntilanakkah?."


"Biasanya orang-orang diindonesia banyak bilang kalau mereka suka duduk diatas pohon."


"Begitu ya."


Seketika avi tersenyum jahat karena avi mengira kalau itu adalah hantu dan tampaklah wanita itu kebingungan dong dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Kenapa dia tersenyum?."


Wanita itu berkata dengan mulutnya.


"Woi!apa yang lucu manusia?!."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Apakah kamu kuntilanakkah?."


Seketika kesal dong wanita itu dan wanita itu berkata.


"Apa maksudmu,manusia!."


Avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya dia bukan kuntilanak."


"Tapi kelincilanak!."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Begitu ya,kelincilanak?."


Seketika wanita itu mangkin kesal dong dan wanita itu berkata.


"Ha!!!."


"Apa maksudmu?!."


"Apakah jangan-jangan kamu salah satu dari merekakah?!."


Tampaklah wanita itu menatap tajam avi dan tampaklah avi tersenyum karena avi sudah mengetahuinya dan avi berkata.


"Tidak,bukan sama sekali."


Wanita itu berkata.


"Jadi siapakah dirimu sebenarnya?!."


Tampaklah wanita itu menatap tajam avi lagi dan avi berkata.


"Aku hanya seorang petualang saja."


"Aku tidak ada kaitan sama apapun itu."


"Ha,kalau begitu aku pamit dulu ya."


Tampaklah avi membalikkan badannya dan berjalan dan tampak avi tersenyum dan avi melempar bagian potongan kecil ranting pohon itu kewanita itu tersebut bagian dahan pohn dan seketika dahan pohon putus dan jatuh dong wanita itu dan tampak dia kesakita badannya karena terjatuh dan tampak wanita itu kesal dong karena dia sudah tau kalau itu ulah avi dan wanita itu berkata.


"Awas saja ya dirimu kalau ketemu!."


Tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus diruang kerjanya dan avi berkata.


"Ha,kencan?."


Tina berkata.


"Iya,my lord."


"Apa bolehkah?."


Avi berkata.


"Ha,kencan ya."


"Apa gunanya kencan?."


"Aku tidak tau apa itu kencan?."


Kaget dan terkejut dong tina karena avi tidak tau apa itu kencan dan tina berkata.


"A-apakah anda tidak tau kencankah?."


Avi berkata.


"Ha,begitulah."


Tina berkata.


"Haaaaaaa."


"Begitu ya,my lord."


"Tapi memang tidak tau kencan,baiklah aku akan beritau."


"Kencan adalah berjalan-jalan sama pa-."


Avi berkata.


"Sama pasangankan?."


Tina berkata.


"I-iya,my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi untuk apa jalan-jalan?."


"Mau kemana?."


Tina berkata.


"So-soal itu."


Tampaklah tina malu sekali dan tampak avi kebingungan dong karena tina malu sekali dan avi berkata.


"Ada apa tina?."


Tina berkata.


"Ehg!bukan apa-apa kok,my lord."


"Hehehehehehe."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi untuk apa jalan-jalan."


"Aku ingin tanyak untuk apa?."


"Kamu mau pergi kemana tina?."


Tina berkata dengan malu.


"So-soal itu."


"A-aku hanya ingin seperti seorang pasangan pada umumnya."


"Yang selalu jalan-jalan sambil memegang tangan."


"A-aku mau seperti ity,my lord."


"A-apa bolehkah?."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kencan ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Kalau tidak salah kalau seseorang istri kalau terus-menerus jalan-jalan ketempat seperti taman."


"Akan selalu akan ketagihan jalan-jalan terus."


"Dan setiap suaminya pergi kerja."


"Dia akan selalu pergi rumah juga karena kalau seseorang istri yang terus-menerus jalan-jalan keluar rumah."


"Karena seorang istri memang harus dirumah."


"Bukan pergi entah kemana setiap kali suaminya pergi kerja atau pergi kemana."


"Haaaaaaa."


Seketika avi menaruh tempat jagung meletusnya dan seketika avi menatap tajam tina dan avi berkata.


"Apakah kamu bosankah dirumah terus?."


"Tina."


Seketika avi tersenyum jahat dan seketika tina ketakutan dong dan tina berkata.


"Ti-tidak sama sekali my lord!."


"Saya tidak merasa bosan dirumah seperti serena,mila dan lain sebagainya!."


"Sa-saya hanya ingin tau saja rasa kencan dengan pasangannya!."


Tampaklah avi mangkin tersenyum jahat dan tampak tina mangkin ketakutan dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Nanti akan aku pikirkan tentang kencan ini tersebut."


Tina berkata.


"Ba-baik,my lord!."


Tampaklah avi tersenyum dan tampaklah setelahnya tampak avi yang lagi jalan-jalan disebuah kota bersama tina sambil memakai topeng dibeli waktu itu dan juga tina memakai jubah merahnya dan tampak tina senang senang sekali dan tampak tina yang memegang tangan avi dengan erat sekali dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah kota ini kotanya sifreci ya."


"Kota yang menjadi milikku."


"Tapi tampaknya disini tampak ramai ya."


"Karena sudah banyak rumah-rumah dan bangunan-bangunan sudah banyak."


"Karena sudah satu bulan kalau tidak salah ya."


"Aku sudah membangun banyak bangunan-bangunan rumah dan sebagainya."

__ADS_1


"Dan orang yang menjadi komando pembangunan kota ini adalah lefa."


"Dengan yang lain seperti fahar,zers,refor dan lain sebagainya."


"Karena mereka ingin membantu lefa membangun kota ini tersebut."


"Haaaaaaa."


"Tapi kayaknya sudah beberapa minggu atau hari."


"Kayaknya banyak orang-orang yang tinggal disini ya."


"Apalagi orang-orang yang kurang mampu juga."


Seketika avi berhenti berjalan dan melihat seorang pengemis dipinggir jalan dan tampak tina kebingungan dong karena avi berhenti berjalan dan tina berkata.


"Ada apa my lord avi?."


"Apa yang terjadi."


Avi berkata.


"Tidak,tidak apa-apa kok."


Tampaklah avi tersenyun dibalik topengnya dan avi melepas tangan tina dan berjalan menujuk pengemis itu dan tampak tina bingung dong karena avi tidak memberitaunya apa yang terjadi dan setelahnya avi jongkok didepan.


pengemis itu dan mengasih dua uang koin emas kepada pengemis itu dan setelahnya avi mengelus pengemis itu karena pengemis itu adalah seorang anak kecil dan disampingnya ada ibunya yang mengemis dan tampak avi tersenyum dibalik topengnya.


Tampaklah ada sekelompok orang-orang yang menggunakan pakaian bagus sekali dan tampak sekelompok itu berhenti didepan avi dan avi menyadarinya dan salah satu mereka berkata.


"Eheh."


"Apa gunanya dirimu mengasih uang kepengemis itu?!."


Tampaklah avi tersenyum dibalik topengangnya dan seketika avi berdiri dari jongkoknya dan avi berkata.


"Apa maksudmu?."


"Apakah kamu berhak berkata begitukah?."


"Aku memang mengasih pengemis itu memang aku sendiri mengasih mereka."


"Jadi Apakah itu urusanmukah?."


"Kamu tidak berhak berkata tidak berguna dan tidak masuk akal sama sekali."


"Jadi kamu tidak usah ikut campur dengan urusan orang lain."


"Kecuali Kalau itu ada manfaatnya."


Seketika kesal dong orang itu dan tampak avi tersenyum jahat dibalik topengnya dan orang itu berkata.


"Apa kamu bilang!."


"Untuk apa kamu mengelus pengemis?."


"Eheh,tidak ada gunanya."


"Kamu berpakaian bagus tapi mau mengeluarkan uang koin emasmu itu."


"Apalagi mengelus pengemis menggunakan tanganmu tersebut."


"Pengemis memang tidak perlu dikasihani."


"Jadi apakah kamu sama seperti pengemiskah?."


"Mengasih uang dan mengelus pengemis itu."


"Hah?!."


Tampaklah avi mangkin tersenyum jahat dibalik topengnya dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Apakah kamu taukah."


"Kalau lidah itu lebih tajam dari pada pedang."


Orang itu berkata.


Lebih tajam?!."


Avi berkata.


"Lidahmu adalah pedangmu sendiri tau."


"Perkataanmu tersebut bagaikan kamu menusuk pedangmu terhadap seseorang."


"Perkataanmu tersebut itu sangat menyakitkan tau."


"Karena perkataanmu tersebut kalau terkenak hati seseorang."


"Akan sama kamu membunuhnya dengan pedang."


Tampaklah avi mangkin tersenyum jahat dibalik topengnya dan avi berkata.


"Itu memang benar kalau itu uangku."


"Apakah itu ada urusanmu jugakah?!."


Seketika mereka ketakutan dong dan avi berkata.


"Perkataanmu tadi seolah kamu yang terhebat ya."


"Tapi ingat kalau tuhan bisa membalikkan fakta terhadap dirimu itu."


"Ingat kalau kekuatan hanya sebuah titipan saja dari tuhan."


"Itu bukanlah abadi bagimu itu tersebut."


"Kalau berhendak menjadikanmu lemah."


"Maka kamu akan menjadi lemah."


"Karena kekuatanmu itu diambil kembalik oleh tuhan."


Tampaklah avi tersenyum jahat dibalik topengnya itu dan avi berkata.


"Ingat kalau pemilik kota ini tidak mempermasalah dengan kekurangan uang,fisik,dan lain sebagainya setiap orang."


"Tanpa siapa orangnya itu tersebut."


"Kalau kamu seolah hebat."


"Ingat tuhan tidaklah tidur."


"Kamu tidak akan lebih hebat dari tuhan."


"Karena dimata tuhan sesungguhnya hanya makhluk kecil saja baginya."


"Mau itu seorang pembunuh bayaran,penjahat,pahlawan,raja orang para orang jahat sekalipun."


"Tuhan bisa langsung membuat orang itu lemah atau mati sekali dia berhendak."


"Lebih baik menjadi orang yang biasa saja."


"Dari pada menjadi seseorang yang hebat tapi."


"Dia sendiri bodoh kalau dia diperbudak dunia."


"Orang hebat selalu mendapat banyak masalah yang begitu aneh semua."


"Tapi kalau menjadi orang biasa saja akan selalu damai karena tuhan melindunginya."


"Karena orang hebat yang karena kekuatan,harta,kekuasaan atau hal lain."


"Itu bukanlah orang hebat sebenarnya."


"Orang hebat sebenarnya adalah orang yang selalu sabar dengan cobaan yang diberi tuhan itu."


"Seperti musibah untuknya."


"Apakah kamu tau kalau orang miskin saja akan lebih tinggih derajatnya dari pada dirimu."


"Karena derajat orang-orang yang selalu mendapatkan musibah."


"Akan tinggih dimata tuhan yang sebenarnya."


Tampaklah avi tersenyum jahat dibalik topengnya dan tampak seketika avi berjalan menujuk tina dan tampaklah kebesokan harinya tampak avi yang lagi bersantai ada diatas dahan pohon dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.


"Oh iya."


"Gimana aku membuat game konsol ya."


"Aku udah lama tidak main konsol."


"Yah,masih kuliah saja masih main."


"Tapi aku sangat mau ingin memainkannya."


"Haaaaaa."


"Baiklah,kalau begitu aku buat sekarang."


Tampaklah avi membuat game konsol dan tampaklah avi mengasih game konsol dan avi berkata.


"Baik,ini untukmu bans."


Tampaklah bans kebingungan dong dan bans berkata.


"Ehg?!."


"Tu-tungguh my lord!."


Avi berkata.


"Ada apa bans?."


Bans berkata.


"A-apakah bolehkah ini untuk sayakah?."


Avi berkata.


"Iya."


Bans berkata.


"Ka-kan ini barang sangat berharga bagi anda."


Avi berkata.


"Tenang saja aku masih mempunyai satu."


Bans berkata.


"Be-begitu ya,my lord."


"Te-terima kasih banyak my lord."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama."


Tampaklah bans tersenyum melihat game konsolnya dipegangnya dan avi juga mengasih kepada zers,fahar dan avi berkata.


"Baik,ini untuk kalian juga."


Tampaklah seketika mereka berdua senang dan zers,fahar berkata.


"Baik,terima kasih banyak my lord!."


Tampaklah avi tersenyum senang dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baiklah kita main sekarang."


Tampaklah avi dan yang lain main tapi yang lain kebingungan dong dan fahar berkata.


"H-ha,my lord."

__ADS_1


"Ca-cara mainnya gimana?."


"Disini banyak wilayah yang harus dipilih dulu."


Avi berkata.


"Iya,itu benar."


"Pilih saja kayaknya salah satu yang kalian suka."


Fahar berkata.


"Begitu ya."


Mereka bertiga berkata.


"Tapi disini banyak wilayah yang sama seperti kerajaan-kerajaan yang ada didunia ini."


"Tapi ada salah satu wilayah yang kami tidak tau."


"Kayaknya kami milih ini saja!."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Aku juga milih wilayah kalian pilih sajalah."


Tampaklah mereka memilih wilayah yang tidak mirip dengan wilayah kerajaan yang ada didunia avi yang ada digame konsol dan sebenarnya mereka memilih wilayah kekuasaan kekaiti dan sebenarnya game konsol itu adalah benar-benar tersambung dengan diwilayah kekaiti dan tampaklah mereka bermain game itu dengan sangat seru sekali dan zers berkata.


"Cih,kenapa penjaga kota ini tidak mati ya?."


"Haaaaaaa."


"Baiklah,kalau begitu pakai jurus itulah!."


Seketika zers memilih menggebom nuklir wilayah kekaiti dan avi dan yang lain terkejut dong karena zers memilih menggebom nuklir dan sebenarnya konsep game konsol itu adalah penghancuran kota atau negara dengan kekuatan sangat besar.


Tampaklah itu membenar terjadi tampak kekaiti sudah hancur sekali dengan bom nuklir itu dan tampaklah orang-orang dikakaiti banyak yang terluka dan kekaiti berkata.


"Kurang ajar!."


Tampaklah kekaiti yang penuh luka sekali dan tidak berdaya ditanah dan kekaiti berdiri dan kekaiti melihat sekitar dan tampak dia sangat kesal sekali dan kekaiti berkata.


"Kurang ajar!!!!!."


"Kurang jara!!!!!."


"Awas kamu o-."


Seketika zers memilih petir dengan kekuatan besar sekali digame konsolnya dan seketika kekaiti hitam seketika karena panas yang pada petir yang menyambarnya itu dan tampak kekaiti marah besar dong dan kekaiti berkata.


"Kurang ajar!!!!!!."


"Orang terkutuk!!!!!!!."


Tampaklah seorang wanita berambut putih yang kebingungan yang apa terjadi dikota itu dan dia melihat sekitar dan wanita itu berkata.


"Apa yang terjadi?."


"A-apakah jangan-jangan!."


"Apakah ini ulah orang itu ya."


"Tapi aku tidak begitu tau."


"Karena pertama kali berjumpah pada diruangan pengantin waktu itu."


"Aku melihat kekuataannya yang tidak bisa terbaca sama sekali."


"Bagaikan dia sudah setingkat!."


"Sudah melebih dewa!."


"Tapi."


"Dia menyerang wilayah ini ya."


"Tapi kekuatannya sangat besar sekali ya."


"Sampai-sampai rantai terkuat yang ada ditubuhku pecah dan hancur menjadi debu."


"Haaaaaaa."


"Siapa ya orang itu sebenarnya?."


Tampaklah kebesokan harinya tampak kekaiti marah besar sekali disebuah ruangan dan sambil duduk disinggasananya itu dan tampak bawahannya yang berlutut dihadapannya ketakutan semua dan kekaiti berkata.


"Kurang ajar orang itu!!!."


"Dia seenak hatinya menyerang ya!."


"Ha!!!!!."


"Awas saja dirimu kalau aku berjumpah demgamu ya!."


Seketika ada yang menggangkat tangannya dan kekaiti berkata.


"Ada apa?."


Orang itu berkata.


"Tuan gimana kita memanggil makhluk terkuat gimana tuan."


"Karena kita tidak ada cara lain selain memanggil makhluk terkuat."


Seketika kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berkata.


"Begitu ya."


"Pemikiran yang bagus sekali ya."


"Baiklah,kita akan memanggil makhluk terkuat sekarang juga!!!!!."


Mereka menjawab.


"Baik,tuan!."


Tampaklah mereka membuat pola aneh dilantai ruangan dan mereka mulai memanggil makhluk terkuat itu dan tampak seketika muncullah sesuatu disinar-sinar polah itu dan seketika terlihatlah itu ada seseorang wanita berpakaian baju sekolah SMA dan tampaklah wanita itu bingung dong karena dia terpanggil kedunia itu.


Tampaklah kekaiti senang dan tersenyum jahat dan salah satu kekaiti mendekati wanita itu tersebut dan orang itu berkata.


"Wahai nona muda."


Wanita itu berkata.


"I-iya,ada apa?."


Orang itu berkata.


"Tolong selamatkan kota kami semua."


Wanita itu kebingungan dong dan wanita itu berkata.


"Ko-kota?!."


Wanita itu berkata didalam dirinya.


"Gi-gimana mungkin itukan!."


"Mana mungkin itukan!."


"Mana ada dunia lain!!!!!."


"Ini kayak seperti dikomik atai novel buku tentang dunia lain."


Orang itu berkata.


"Gimana anda temuilah sang raja dulu kalau anda masih bingung maksudku."


Wanita itu berkata.


"Ba-baik aku mengerti."


Tampaklah wanita itu berjalan menujuk kekaiti dan setelahnya dia berlutut dihadapan kekaiti dan tampak kekaiti tersenyum jahat sekali dan kekaiti berkata.


"Ehem."


"Sebenarnya saya minta maaf kalau kami terpaksa memanggil anda kemari."


"Sebenarnya kota kami diserang oleh raja kegelapan itu!."


"Raja kegelapan sombong itu seenak hatinya menyerang kota ini yang penuh orang-orang tidak berdosa sama sekali."


"Ehem."


"Jadi tolong selamat kami dari raja kegelapan itu."


"Tolong bunuh dia pahlawan!."


"Kami mohon pahlawan muda!."


Tampaklah kekaiti berpura-pura lembut dan baik dan tampak dia tersenyum jahat tipis dan wanita itu tersenyum dong dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Memang benar."


"Kalau ini adalah dunia lain!."


Wanita itu berkata dengan mulutnya.


"Baik,saya mengerti raja."


"Saya akan membunuh raja kegelapan itu tersebut untuk anda."


Kekaiti berkata.


"Begitu ya."


"Terima kasih banyak pahlawan mudaku."


Tampaklah kekaiti berpura-pura lagi dan tampak dia tersenyum jahat tipis dan kekaiti berkata didalam dirinya.


"Mudah sekali ya ditipu."


"Sebenarnya dia tidak tau kalau aku juga orang jahat juga."


Tampaklah kekaiti tersenyum jahat tipis lagi dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Sudah aku yakin kalau ini cerita yang ada dinovel dunia lain."


"Yang mana aku sekarang seorang pahlawan yang harus membunuh raja kegelapan."


"Tapi tungguh sebentar?."


"Kenapa disini raja kegelapan?."


"Bukannya raja iblis ya?."


"Hmmmmm."


"Memang benar sih?."


"Tapi."


Seketika wanita tersenyum dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Aku harus menikmatinyalah."


Wanita itu berkata dengan mulutnya.


"Saya akan membunuh raja kegelapan itu tersebut dengan segera."


"Karena raja kegelapan adalah musuh bagiku."


Kekaiti berkata.


"Begitu ya."


"Tolong ya pahlawan."


Wanita itu berkata.

__ADS_1


"Baik,saya mengerti raja."


Tampaklah kekaiti tersenyum jahat tipis dan tampak wanita itu tidak menyadari kalau dia akan mau membunuh avi dan tampak dia tidak menyadari kalau dia akan bertarung dengan avi.


__ADS_2