
Tampaklah disuatu hari tampakah gamad yang lagi berdiri didepan sebuah jendela sambil melihat pemandangan diluar disebuah ruangan dan tampaklah dibelakang gamad ada empat encient build yang lagi berlutut dihadapan gamad dan gamad berkata.
"Begitu ya."
"Kalian tidak bisa memberhentikan ulah-ulah mereka ya."
Salah satu encient build berkata.
"Iya,tuan."
"Kami benar-benar tidak bisa memberhentikan ulah-ulah mereka bikin tersebut,wahai tuanku."
Gamad berkata.
"Begitu ya."
"Kalian tidak bisa mengatasi mereka ya."
"Padahal aku sangat berpikir kalau kalian bisa mengatasi mereka."
"Tapi sebaliknya kalian tidak bisa mengatasi mereka ya."
"Mereka sudah cukup kuat juga ya."
"Tapi."
Seketika gamad tersenyum jahat dan gamad berkata.
"Kalau mereka akan cukup bahaya juga kalau berjumpah dengan tuanku ya."
"Yah,pada akhirnya tuanku hanya menganggap mereka seperti anak-anak yang sedang bermain-main saja."
"Yah,walaupun mereka hanya dianggap oleh tuanku seperti anak kecil yang sedang bermain-main saja."
"Tapi aku tidak suka kalau mereka berjumpah dengan tuanku."
"Karena aku tidak suka kalau mereka membuat tuanku kelelahan karena ulah mereka sendiri yang tidak ada gunanya sama sekali menurutku."
"Tapi kayaknya aku harus melindungi tuanku segera karena mereka akan datang kedunia ini."
"Untuk mencari tuanku ya."
"Kayaknya aku harus menjauhi tuanku dari mereka."
"Dan menyembunyikan tuanku selama masalah tentang mereka selesai."
"Karena aku tidak suka kalau mereka membuat tuanku kelelahan sekali untuk menyelesaikan masalah mereka perbuat tersebut."
Tampaklah seketika gamad tersenyum dan tampaklah avi yang lagi bersantai diruang kerjanya sambil makan jagung meletus sambil duduk dikursi meja kerjanya dan avi berkata.
"Ha,sembunyi?."
"Untuk apa?."
Tampaklah gamad yang lagi berdiri didepan avi dan gamad berkata.
"Yah,main petak umpet saja wahai tuanku."
"Tapi."
"Kayaknya anda harus sembunyi sekarang juga."
"Karena saya takut akan terjadi hal sesuatu yang begitu besar akan mengenai anda nantinya."
"Jadi anda harus sembunyi dulu ya,wahai tuanku."
Seketika gamad tersenyum dan seketika avi menghilang dari meja kursi kerjanya dan gamad berkata.
"Kita akan berjumpah lagi ya,wahai tuanku."
"Karena kita sedang bermain petak umpet sekarang juga ini tersebut."
Tampaklah avi yang jatuh dari atas langit disuatu tempat dan tampaklah avi jatuh disebuah taman dipinggir kota,tampaklah avi jatuh seperti sebuah meteor jatuh dari luar angkasa dan tampak avi panik kalau dirinya jatuh dari atas langit,tampaklah avi tidak sengaja kepalahnya menyentuh sebuah kepalah patung ditaman tersebut dan patung tersebutpun hancur lembur seketika karena berhantaman dengan kepalah avi,tampaklah avi bangun dari pingsannya karena avi tadi pingsan sebentar dan avi berdiri dan melihat sekitarnya,avi bingung dan terkejut karena dia sama sekalipun tidak pernah melihat daerah yang dia tempati tersebut dan avi berkata.
"Te-tempat apa ini sebenarnya?!."
"A-aku sama sekalipun tidak mengetahui tempat apa ini sebenarnya."
"Apalagi wujudku berubah!."
Tampaklah benar kalau wujud avi berubah jadi orang lain dan avi berkata.
"Apalagi aku tidak bisa balik dari sini ya?."
"Karena skills atau kekuatanku tidak dapat kembalik kedunia itu tersebut."
"Tapi apalagi."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Sekeras itukah kepalahku ini tersebut?."
"Karena sebuah patung saja bisa hancur seketika menjadi debu."
"Karena berhantaman dengan kepalahku ini tersebut."
"Apakah kepalahku ini tersebut sudah sekeras beton besikah?."
"Karena mana mungkin ada sebuah kepalah sekeras itu dan bisa-bisa menghancuri sebuah patung sekali menghantamnya saja?."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Mungkin penulis cerita ini tidak ada kerjaan sama sekali ya."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Memang orang tidak ada kerjaan sama sekali ya,yang menulis cerita ini tersebut."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi kenapa sigamad itu memindahiku dari ruang kerjaku kesini ya?."
"Apalagi tempat atau daerah ini tidak dapat aku ketahui."
"Karena aku belum pernah melihat suatu tempat ini atau daerah ini."
__ADS_1
"Apalagi dari dunia lain yang pernah aku kunjungi bersama gamad pada waktu itu."
"Tapi tempat ini sama seperti dibumi tapi pada dibumi yang benar-benar sudah berteknologi tinggih sekali ya."
"Tapi kalau bumi sudah berteknologi setinggih ini maka bumi sudah benar-benar sudah sampai batasnya."
"Karena para manusia yang terus-menerus telah melampaui batasnya yang dia perbuat."
"Tapi."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Kayaknya aku hanya menungguh gamad saja menjemputku karena aku dan dia sedang bermain petak umpet."
"Ha,baiklah kalau begitu."
"Kayaknya aku berkeliling sajalah didunia ini tersebut."
"Karena aku sangat penasaran sekali."
"Tentang seberapa canggih teknologi disini apalagi hal lainnya yang membuatku tertarik saja."
Tampaklah avi seketika berjalan-jalan didunia lain tersebut dan berkeliling kota dunia lain tersebut sambil mencaritau seberapa canggih teknologi didunia lain tersebut dan mencaritau lain sebagainya,tampaklah avi seketika berhenti berjalan didepan sebuah sekolah yang mana sekolah itu menerima murid pelajaran baru dan avi berkata.
"Ha,apakah aku harus masuk sekolah lagikah?."
"Tapi dulu aku pernah bersekolah sih,didunia lain."
"Kalau tidak salah dunia lain dari vilsy ya?."
"Yah,walaupun ada kejadian tidak mengenakan sih."
"Tapi itu tidak seberapa sih."
"Dengan masalah yang diterima oleh orang paling mulia."
"Tapi kayaknya aku masuk ini karena mungkin aku sangat penasaran dengan pelajaran disini."
"Yah,kayaknya aku mendaftar sajalah."
"Kayaknya aku penasaran sekali dengan pelajaran yang diajarkan oleh guru-guru disekolah ini tersebut."
Tampaklah avi mencoba mendaftar disekolah itu tersebut dan beberapa hari avipun masuk sekolah,tampaklah avi dan murid-murid lainnya sedang berbaris yang mana mereka berbaris karena upacara pembukaan pelajaran baru bagi murid-murid baru,tampaklah setelahnya avi dan murid-murid lainnya telah dibagi kelas-kelasnya dan avi masuk pada kelas guscy hyut,tampaklah avi duduk dikursi meja bagian belakang dan tampaklah murid-murid lain yang ada dikelas avi yang mana mereka saling mengenal satu sama lain tapi avi hanya melihat mereka saja dari jarak jauh karena murid-murid dikelas avi tidak ada satupun mengenalkan diri kepada avi.
Tampaklah setelahnya gurunya pun datang kekelas avi berada dan tampaklah guru berhenti berjalan dan berdiri depan para murid-murid dikelas avi tersebut dan guru itu berkata.
"Ha,aku adalah guru kalian kelas kalian ya."
"Namaku adalah erif."
"Jadi kita mulai sekarang juga pelajaran kali ini ya."
Para murid-murid berkata.
"Baik,pak guru."
Tampaklah avi belajar beberapa pelajaran yang dia ketahui seperti matematika,fisika,dan lain sebagainya,tampaklah pada masuk pelajaran kedelapan,avi kaget dan bingung karena gurunya meminta sebuah pidato singkat,padat dan bagus tapi avi hanya tersenyum saja kalau gurunya meminta sebuah pidato singkat,padat dan bagus,tampaklah setelahnya avi telah menyelesaikan pidatonya yang dia buat karena avi pandai membuat pidato tapi ada sedikit candaan didalam isi pidato avi.
Tampaklah guru itu juga meminta satu persatu murid untuk kedepan membacakan pidato yang mereka buat masing-masing,tampaklah satu persatu telah kedepan dan telah menyelesaikan bacaan isi pidato yang mereka buat masing-masing,avipun sudah mendapatkan kesempatan membaca pidato yang dia buat walaupun avi sedikit gerogi untuk membaca isi pidatonya yang dia buat tersebut,tampaklah avi memulai isi pidatonya yang dia buat akan tetapi semua murid dan gurunya hanya terdiam terbengong karena isi pidato avi adalah.
"Batu."
"Dia hanya diam tidak berguna walaupun hanya diam saja tanpa tujuan apapun itu."
"Dia hanya diam layak benda mati."
"Yah,walaupun memang benar batu itu benda mati."
"Batu merupakan suatu objek yang banyak dijumpai."
"Walaupun melihatnya saja sudah membosani saja kalau dilihat terus-menerus."
"Walaupun batu merupakan benda mati."
"Tapi batu sangatlah berguna."
"Karena batu berguna hanya dilempar kepohon mangga untuk mengambil mangganya saja."
"Yah,walaupun hanya pohon mangga tetangga saja."
"Karena mangga tetangga lebih enak dari pada mangga milik sendiri."
"Batu merupakan suatu objek berguna untuk mengambil mangga tetangga saja."
"Sekian terima kasih."
Tampaklah para muri dan gurunya juga hanya terdiam terbengong saja setelah avi menyelesaikan isi pidato yang dia buat tersebut,tampaklah seketika kelas avi tersebut tidak satupun suara karena isi pidato yang avi bacakan tersebut,tampaklah avi sudah masuk pelajaran kesepuluh,tampaklah avi ada dilapangan sekolah yang mana avi dan murid lainnya sedang dalam pelajaran bela diri tapi avi dan murid lainnya sedang menunggu gurunya tersebut karena gurunya belum datang.
Tampaklah avi hanya melihat para murid dari jarak jauh saja yang mana para murid lainnya sedang bicara satu sama lainnya akan tetapi satu seorang wanita berbicara kepada avi.
"Hmmmm."
"Begitu ya,jadi kamu ya."
"Orang yang membaca pidato tidak jelas ya?."
"Yang mana membuatku terbengong saja mendengar isi pidatomu tersebut."
"Tapi."
Seketika wanita itu tertawak dan wanita itu berkata.
"Kamu orang bodoh sajakan?."
"Yang mana kamu sendiri tidak mempunyai teman sama sekali."
"Sangat menyedihkan sekali ya."
"Apalagi kamu itu sangat begitu lemah sekali kalau dilihat oleh mataku."
"Karena kamu itu seorang orang bodoh saja menurutku."
Seketika wanita pergi dari hadapan avi sambil tertawak dan tampaklah avi bingung dengan perkataan wanita tersebut dan avi berkata.
"Ehg?."
__ADS_1
"Apa tadi ya,yang dikatakan wanita tersebut ya?."
"Karena tidak mengerti sama sekali maksud wanita itu dari tadi dia bicara."
"Karena dari tadi aku hanya diam untuk mengingat nama tuhanku saja."
"Jadi aku tidak mengerti maksud wanita itu tersebut apa?."
"Tapi tadi maksud wanita itu apa ya?."
"Hmmmmmmm?."
"Masih misterius sekali ya."
Tampaklah guru itu telah datang kelapangan sekolah tersebut dan avi dan para murid lainnya berlati bela diri dengan robot-robot pelati bela diri sebanyak dua puluh lima robot pelati,tampaklah satu persatu para murid berlati bela diri dengan robot-robot pelati tersebut walaupun mereka terus-menerus kesusahan sekali menghadapi para robot pelati tersebut akan tetapi wanita yang tadi mengejak avi itu tersebut berhasil menyelesaikan latihan bela diri dengan mudah dan tepat waktu,tampaklah wanita itu memasang wajah sombongnya karena dia terus-menerus dapat pujian dari para murid lainnya,tampaklah sudah datang kesempatan avi untuk berlatih bela diri dengan para robot pelati tersebut akan tetapi para murid hanya terbengong saja karena bela diri avi begitu mengerikan sekali karena robot-robot pelati itu berhancuran karena bela diri avi dan avi dengan begitu mudah sekali menyelesaikan latihan bela diri tersebut.
Tampaklah para murid hanya terbengong melihat hal tersebut yang mana bela diri avi begitu mengerikan sekali,tampaklah avi berjalan saja dilihati terus-menerus dan wanita yang mengejek avi tadi berkata.
"Tungguh sebentar kamu!."
Avi seketika berhenti berjalan dan avi berkata.
"Iya,ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"Gimana bisa bela dirimu semengerikan itu?!."
"Yang mana tubuhmu itu begitu lemah sekali untuk bela diri tau!."
"Gimana itu bisa!."
"Mana mungkin itukan!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Ha,sebenarnya menurutku berlati bela diri itu sangat begitu mudah sekali."
"Apalagi sama robot."
"Tapi aku juga pernah sih bertarung dengan sekelompok orang jahat dengan bela diri."
"Yang mana aku bertarung sebanyak lima ratus ribu kali."
"Tapi ya."
"Yang mana aku dianggap mereka sebagai bos mereka."
"Aku juga membuat sekelompok orang-orang jahat itu bertaubat kepada tuhan."
"Sebanyak lima ratus sekelompok orang-orang jahat tersebut."
"Yah,tapi aku sudah berpisah dengan mereka sih."
"Karena mulai menyebar untuk mencari ilmu tentang hal-hal kebaikan."
"Jadi dah,sampai jumpah lagi ya."
Wanita itu berkata.
"Gimana mungkin itu."
"Kamu pastih berbohongkan."
"Ataukah kamu berbohong karena kamu curangkah?."
Avi berkata.
"Aku tidaklah menggunakan kecurangan."
"Sebenarnya aku tidak mau lanjut lagi berbicara denganmu."
"Tapi aku akan berbicara denganmu sekali lagi."
"Kalau aku tidaklah curang."
"Tapi apakah kamu taukah."
"Orang hebat itu bukan dari kekuatannya,fisiknya,kekayaannya,kekuasaannya,dan lain sebagainya."
"Tapi orang hebat itu adalah."
"Orang yang mana menjaga harga dirinya."
"Dan dia menjaga keimanannya kepada tuhan."
"Itulah orang hebat sebenarnya tau."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Dah,sampai jumpah lagi ya."
Tampaklah avi berjalan meninggali wanita tersebut dan tampaklah orang-orang yang gamad maksud sudahlah datang kedunia avi yaitu(dunia yang ada negara ex tizio),tampaklah mereka seketika marah sekali karena mereka kehilangan aura yang mereka cari yang mana mereka mencari aura avi,tampaklah seketika gamad tersenyum jahat diatas langit yang mana gamad sedang terbang diudarah bersama encient buildnya dan gamad berkata.
"Oh,sungguh kalian mengagumkan ya."
"Yang mana kalian datang kesini hanya ingin mengincar tuanku ya."
"Oh,tapi tidak semudah itu loh bagi kalian."
"Lihat saja nanti saatnya."
"Aku akan meratain kalian semua tanpa sisahpun."
"Karena kalian sudah mulai mengincar tuanku."
Tampaklah seketika gamad tertawak jahat dan gamad berkata.
"Sungguh kalian bodoh juga ya."
"Tapi."
"Seru juga sih dapat mainan baru."
"Yang mana menjadi umpan pancing-pancingan bagi monsterku yang aku pelihara dikastilku tersebut."
__ADS_1
"Kalian tidak bisa lari lagi dariku."
"Karen kalian sudah melanggar perjanjian yang kalian buat tersebut kepadaku."