Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Kegembiraan yang menjadi ketakutan.chapter 24


__ADS_3

Tampaklah avi yang bersantai dikursi diruangan kerjanya tersebut dan tampaklah setelahnya dimemutar-mutar sebuah tali kecil yang diikat menjadi bulat dan memutar-mutarinya karena tidak ada kerjaan.


Tampaklah avi begitu terlihat malas karena tidak tau gapain dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Aku sudah lama tidak melihat yang didalam ingatanku tersebut."


"Kalau tidak salah namanya adalah status skills."


"Atau mata dunakkah?."


"Kayaknya mata dunaklah kayaknya."


"Entahlah,aku tidak tau sepertinya."


"Haaa."


"Aku sudah lama aku tidak melihat tentang skills atau kekuatan lainnya."


"Aku biasanya tidak melihatnya karena aku tidak perduli hal tersebut."


"Baiklah,kalau begitu aku lihat saja mata dunak tersebut."


Seketika avi masuk keingatannya tentang mata duna dan avi kaget dong karena diatasnya saja ada tulisan dunak dan avi berkata didalam dirinya.


"Ehg!."


"Kenapa ada tulisan dunak diatas situ?."


"Biasanya tidak ada lah sepertinya?."


"Atau aku sendiri tidak mengetahuinya?."


"Aku biasanya memakai dunak akan tetapi aku tidak melihat skills atau kekuatan lainnya."


"Biasanya melihat sebuah petah dari dunak."


"Akan tetapi kenapa nama dunak ini ada penjelasanya."


"Mana arti dunak adalah dunia akhir."


"Haaaa."


"Memang apakah ini dunia akhirkah?."


"Entahlah aku tidak tau atau paham begitu?."


"Hmmm."


"Baiklah,kalau begitu aku tidak memikirkannya karena nanti aku."


"Akan memikirkan hal tersebut."


"Baiklah mari kita lihat gimana tentang status seseorang yang biasa orang sebut begitu."


Dan tampaklah avi sudah menekan ketempat status kekuatannya dan tampaklah avi kaget dong karena semuanya unlimited semua kecuali kecepatannya dan avi berkata didalam dirinya.


"Ehg!."


"Tu-tungguh sebentar!?."


"A-apakah ini serius!?."


"Ke-kenapa semuanya unlimited?."


"Tapi kecuali kecepatan aku ya?."


"Tapi gila juga kecepatan kalau kecepatan setinggih ini."


"Kalau ini ada dibumi."


"Malahan bisa pergi satu negara dengan sangat cepat."


"Hanya satu detik sampai karena terlalu cepat sekali."


"Akan tetapi kenapa semuanya unlimited?."


"Tapi kenapa ya?."


"Tapi apakah aku bisa menghapusnya?."


"Ini terlalu curang atau seperti aku menghack sebuah status game saja."


"Ini terlalu cepat sekali ini."


"Ini terlalu curang dan begitu bahaya kalau kekuatan seperti ini!?."


"Hmmm."


"Sepertinya ada kayak akan tetapi."


"Sepertinya tidak bisa ya?."


"Haaa."


Tampaklah avi pasrah dengan hal tersebut dan avi berkata dengan mulutnya.


"Haaa."


"Lebih baik jangan terlalu memikirkan hal tersebut."


"Karena mangkin panjang masalah ini."


"Kalau aku terus memikirkannya."


"Lebih baik aku jalan-jalan sajalah dihutan."


Tampaklah avi berdiri dan berpindah tempat dan setelahnya tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan entah kemana dan tampaklah avi masuk kewilayah yang tidak ada pohon dan wilayah tersebut seperti lapangan sepak bola tapi tidak ada gawang.


Tampaklah avi curiga akan hal diwilayah tersebut dan avi berjalan lagi terus dan tampaklah ada wanita berjubah merah juga ada disana juga dan tampaklah dia berjalan-jalan dan tampaklah wanita berjubah merah melihat sebuah patuh berdiri disitu dan wanita berjubah merah berkata.


"Ehg!."


"Sepertinya ada sebuah patung disana?!."


"Lebih baik aku kesana saja."


Dan tampaklah wanita itu sudah mendekati patung tersebut tampaklah wanita berjubah merah melihat patung itu tersebut dan dia melihat patung itu dari banyak sudut patung dan melihat kondisi patung itu.


Tampaklah wanita berjubah merah kebingungan dan akan tetapi seketika ada suara orang berjalan menujuknya dan dia menyadari ada seseorang berjubah hitam mendekatinya dan seketika dia panik dong akan tetapi dia mempunyai cara.


Tampaklah orang misterius itu adalah avi menujuk patung itu karena cukup mencurigakan menurut avi dan setelahnya sudah ada didepan patung tersebut dan avi berkata.


"Ini patung apa ya?."


Avi seketika melihat sekitar dan seketika avi tersenyum jahat akan tetapi dia pakai masker dan avi berkata.


"Kalau begitu."


"Karena tidak ada yang punyak patung ini."


"Lebih baik menghancurkannya untuk menjadi hal berguna lagi."


Tampaklah wanita berjubah merah yang masuk kepatung itu panik dong karena kalau dia dihancurkan maka diketahuan dan wanita berjubah merah berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Lebih aku kabur saja!."


"Ta-tapi kemana?."


Dan sebenarnya wanita berjubah merah mempunyai skills yang untuk merasuki suatu benda atau hewan dan tampaklah avi membuka maskernya dan penutup kepalahnya dan tampaklah terlihat wanita berjubah merah mengetahui orang tersebut dan wanita berjubah merah berkata didalam dirinya.


"Di-diakan!."


"O-orang waktu itu!."


"Ya-yang aku cintai!."


"Ke-kenapa di-dia ada disini!?."


Tampaklah avi sudah mengambil alat penghancur patung seperti palu dan lainya dan ketika avi mau menghancurkan patung tersebut dan seketika wanita berjubah merah berkata.


"Tungguh sebentar manusia!."


Avi seketika terkejut akan hal suara tersebut dan mencari suara itu tersebut dan akan tetapi avi sadar kalau bola mata patung tersebut bergerak dan melihatnya dan avi berbalik badan dan avi berkata.


"Aneh kenapa bola mata patung tersebut bergerak?."


"Padahal tidaklah?."


"Hmmm."


"Mencurigakan."


Tampaklah avi seketika tersenyum jahat dan avi mendekati patung tersebut lagi dan avi berkata sambil menunjukkan jari telunjuknya kepada patung tersebut.


"Lebih baik menghancurkanmu."


"Karena kamu lebih baik dihancurkan."


Seketika wanita berjubah merah didalam patung tersebut panik dong karena avi tidak ketakutan dan wanita berjubah merah punya cara dan wanita berjubah merah berkata.


"Berhentikanlah wahai manusia!."


Avi pun berhenti dan seketika avi tampak mangkin tertarik akan hal suara tersebut dan tampaklah dia tersenyum jahat dan wanita berjubah merah berkata.


"Berhentikanlah wahai manusia!."


"Menghancurkan patungku ini tersebut."


Tampaklah avi mulai kebingungan akan tetapi seketika avi melihat sekitar dan avi melihat patung itu lagi dan avi berkata.


"Aneh ya?."


"Kayak ada orang gila yang berbicara?."


Seketika wanita berjubah merah terkejut dong dan wanita berjubah merah berkata.


"Siapa yang menyebutku gila!."


Tampaklah avi mulai mangkin tertarik akan suara tersebut dan avi berkata.


"Kamu siapa?."


Wanita itu berkata.


"Aku adalah dew-."


Avi berkata.


"Orang gila bukan?."


Seketika kaget dong wanita berjubah merah dan wanita itu berpura-pura kesal dan wanita berjubah merah berkata.


"Ku-kurang ajar dirimu!."


"Aku adalah salah satu dew-."


Avi berkata.


"Hantu bukan?."


Seketika mangkin kaget dong wanita itu dan avi berkata.


"Atau bukan ya?."


"Hmmm."


Wanita berjubah merah berkata.


"Cukup sudah perkataanmu kurang ajar tersebut."


"Aku adalah dewa."


"Aku sang pencipta!."


Tampaklah seketika avi ketawak jahat kecil dan juga setelahnya tersenyum jahat dan tampaklah wanita berjubah merah kebingungan yang dia lihat dan wanita berjubah merah berkata.


"Ada apa?."


"Apakah kamu sudah ketakutankah?."


Avi berkata.


"Buka."


"Aku tidak takut tentang kamu bilang."


"Akan tetapi lebih baik kamu dihancurkan."


Seketika wanita berjubah merah mangkin kaget dong dan juga dia melihat avi ketawak jahat kecil dan wanita betjubah merah mulai ketakutan dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Aku seorang dewa ya?."


"Akan tetapi."


Tampaklah avi ketawak jahat kecil dan avi berkata.


"Buktikan dirimu sang pencipta?."


Wanita berjubah merah terkejut dong karena perkataan avi membuatnya tidak apa dia lakukan dan wanita berjubah merah berkata.


"Ehg!."


"Menunjukkan diriku sang pencipta?!."


Avi menjawab.


"Iya."


"Tunjukkan atau buktikan kalau dirimu sang pencipta?."


Wanita berjubah merah sudah pasrah hal tersebut karena dia tidak mampu hal tersebut dan tampaklah wanita berjubah merah terdiam dan itu juga membuat avi mangkin tertarik dengan suara patung tersebut dan avi berkata.


"Ada apa patung?kenapa kamu tidak membalasnya permintaanku tersebut?."


"Apakah dirimu ketakutankah?."


"Ataukah mungkin kamu hanya mengaku-ngaku tuhan."


"Dan mati setelahnya?."


"Kalau kamu tuhan buktikanlah kepadaku?."


Wanita berjubah merah tidak tau lagi apa yang dia lakukan dan wanita berjubah merah berkata.


"Baiklah,aku tunjukkan hal tersebut."


"Kalau aku tuhan!."


Dan seketika wanita berjubah merah menggunakan skills gaya gravitasi dan seketika batu-batu disana beterbangan dan setelahnya wanita itu membatalkan skillsnya tersebut dan wanita berjubah merah berkata.


"Gimana kamu percaya bukan!."


"Kalau aku tuhan!."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi kamu memakai sihir bukan?."


Seketika kaget dong wanita berjubah merah karena yang apa dikatakan avi dan wanita berjubah merah berkata.


"Apa yang kamu maksud?."


Avi berkata.


"Kamu memakai sihir bukan kekuatan tuhan."

__ADS_1


Wanita berjubah merah berkata.


"Aku tidak tau tentang mau sihir atau tidak."


"Aku sudah menunjukkan kakuatan tuhanku tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi aku sudah mengetahui dirimu sebenarnya."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan tampaklah juga wanita berjubah merah kaget yang dikatakan avi dan juga wanita itu melihat avi tersenyum jahat karena avi sudah mengetahuinya menurut wanita berjubah merah,avi berkata.


"Lebih baik aku hancurkan patung ini."


"Dan juga menangkapmu dan diikat."


"Dan habis itu aku bermain-main dengan dirimu."


Seketika wanita berjubah merah kaget dong karena avi berkata begitu dan sampai-sampai wanita itu berhayal hal mesum yang terjadi kalau dia tertangkap dan avi menyadarinya kalau suara itu terdiam dan avi berkata.


"Lebih baik begitu karena menurutku dirimulah aku sangat aku cari."


"Untuk melakukan apapun itu seperti bermain,membakar dirimu,dan juga setelahnya memenggal kepalahmu tersebut."


Dan seketika wanita berjubah merah sudah sadar akan hayalan mesumnya tersebut dan wanita berjubah merah berkata.


"I-itu ti-tidak boleh!?."


Avi menjawab.


"Boleh kok."


"Malahan itu banyak orang yang mau melakukannya tersebut."


"Akan tetapi kebanyakkan orang ketakutan kalau melihat bangsamu tersebut."


Seketika wanita berjubah merah kebingungan yang dikatakan avi dan wanita itu berjubah merah berkata.


"Apa maksudmu tentang bangsaku?."


Seketika avi mau menghancurkan patung tersebut dengan kaut sambil berkata.


"Lebih baik aku hancurkan saja dengan tumbukkan tanganku sendiri!."


Dan seketika wanita berjubah merah panik dong dan wanita berjubah merah berkata.


"Baik,aku akan keluar menunjukkan wujut asliku!."


Seketika avi berhenti dan wanita berjubah merah keluar dari patung tersebut dan muncul dihadapan avi dan avi melihat orang itu dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kamu orang gila ya."


Wanita itu seketika kesal dan berkata.


"Apa yang kamu bilang!."


Seketika mereka dan wanita berjubah merah berkata.


"Haaaa."


"Baiklah,begitu."


"Kalau kamu menganggapku orang gila."


Avi berkata.


"Begitu ya kamu manusia ya."


"Bukan bangsa itu ya."


"Haaa."


"Aku hampir saja aku menganggapmu bansa itu dan juga aku pikir bisa menjadi sebuah candaan."


"Akan tetapi aku hampir saja kalau kamu seorang wanita manusia."


Tampaklah wanita berjubah merah kebingungan yang dikatakan avi tentang bangsa itu dan wanita itu berkata.


"Omong-omong siapa bangsa yang kamu maksud?."


Avi menjawab.


"Apanya?."


Wanita berjubah merah berkata.


"Yang kamu bilang tadi?."


Avi berkata.


"Oh,itu ya."


"Bangsa yang aku maksud adalah bangsa yang suka menggoda manusia."


"Membisikkan dia membuat kejahatan dan membuat kesesatan bagi manusia."


Wanita berjubah merah berkata.


"Oh,begitu ya."


"Tapi aku tidak pernah melihatnya?."


"Apa lagi menjumpainya?."


Avi berkata.


"Dia selalu membisikkan kehatimu."


"Dia memang susah dijumpai."


"Akan tetapi kalau kamu menjumpainya maka bunuhlah."


Wanita berjubah merah berkata.


"Begitu ya."


"Baik,terimah kasih banyak telah memberitau aku."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama."


Tampaklah seketika avi mengambil topeng dibeli waktu itu dan memakainya dan tampaklah wanita berjubah merah melihat avi yang memakai topeng itu tersebut dan avi menyadarinya dan avi berkata.


"Ada apa?."


Wanita berjubah merah berkata.


"Ti-tidak kok."


"Hehehe."


"Ta-tapi kamu cu-cu-cukup keren sekali."


Tampaklah avi kebingungan yang dibilang wanita tersebut dan avi berkata.


"Begitu ya,terima kasih banyak."


"Kalau begitu aku pergi dulu ya."


Dan avi berbalikkan badannya dan berjalan yang dia tuju dan wanita tersebut berkata.


"Tu-tungguh sebentar!."


Avi berhenti berjalan dan berbalikkan badannya untuk melihat orang itu dan avi berkata.


"Ada apa?."


Wanita tersebut berkata.


"A-anu apakah kamu pergi kekotakah?."


Avi berkata.


Wanita tersebut berkata.


"Kamu gapain kekotah?."


Avi berkata.


"Ada yang aku cari."


Wanita tersebut berkata.


"Begitu ya."


Dan wanita itu mendekati avi dan wanita tersebut berkata.


"A-apakah aku boleh ikut?."


Avi berkata.


"Ehg!."


"Ikut?."


Wanita tersebut berkata.


"Iya,apakah bolehkah?."


Tampaklah wanita itu memasang wajah imutnya dan avi berkata.


"Akan tetapi kenapa harus ikut denganku?."


"Padahal kamu sendirikan punya tujuan lain."


"Untuk apa kamu mau ikut denganku?."


Wanita tersebut berkata.


"So-soal itu?."


"Ehem."


"A-aku hanya ingin tau saja de-denganmu."


"Jadi aku mau ikut denganmu."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kenapa harus ikut akan hal tidak penting?."


Seketika wanita itu terkaget dong yang dikatakan avi dan wanita tersebut berkata.


"Be-begitu ya."


"A-akan tetapi a-aku hanya ingin tau saja dengan dirimu sebenarnya."


"Dan dari itu akau mohon."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Baik kamu boleh ikut denganku."


Tampaklah wanita itu senang dong dan avi berbalik arah badannya dan avi seketika berjalan dan akan tetapi seketika avi sadar kalau ada yang aneh dengan wanita itu yang diam tidak berjalan dan avi berbalikkan badannya dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Apakah kamu sakitkah?."


Wanita tersebut menjawab.


"Tidak,aku tidaklah sakit."


"A-akan tetapi aku."


Tampaklah badan wanita itu mengigil dan avi menyadarinya dan avi berkata.


"Apakah dirimu."


"Tidak tahan akan buang air kecil?."


Wanita tersebut berkata.


"Bukan!."


"A-akan tetapi aku."


Tampaklah wanita itu menggigil sambil malu dan avi berkata didalam dirinya.


"Haaa."


"Kenapa harus dia!!!!."


"Apa yang aku buat kepadanya!."


"Padahal aku tadi bukan berkata-kata aneh?."


"Apalagi tadi waktu dia ada didalam patung tersebut."


"Haaa."


"Ini sama seperti serena dan mila apalagi juga vema."


"Haaa,lebih baik aku harus mencoba tenang dulu."


Wanita itu melihat avi karena avi melihatnya dengan tatapan tidak ada reaksi dan wanita tersebut berkata.


"A-anu apakah kamu baik-baik sajakah?."


Avi menjawab.


"Iya."


"Kalau begitu kita lanjutkan lagi berjalan."


Pada saat avi berbalikkan badannya dan wanita tersebut berkata.


"A-anu bolehkah aku."


"Me-me-memegang ta-tanganmu tersebut?."


Seketika avi kaget dong kalau firasatnya benar dan avi berbalikkan badannya dan avi berkata.


"Ehg!."


"Berpegang tangan?!."


Wanita tersebut menjawab.


"I-iya."


"A-apakah bolehkah?."


Avi berkata didalam dirinya.


"Aku tidak akan menyentuh tangan wanita lagi!!!!."


"Karena aku sudah bertaubat tidak akan memegang tangan wanita lagi!!!."


"Haaa."


"Lebih baik aku membereskan hal ini tersebut."


Avi berkata dengan mulutnya.

__ADS_1


"Tapi kenapa harus berpegang tangan?."


Wanita tersebut menjawab.


"Ka-karena kota yang kita kunjungi harus berpegang tangan."


Seketika avi kaget dong karena avi tidak ada niatan kekota yang dibicarakan wanita tersebut dan avi berkata didalam dirinya.


"Woi!!."


"Sejak kapan aku kesana!."


"Padahal aku kekota sebelah selatan dan bukan barat."


"Haaa."


"Lebih baik aku harus menerimanya akan tetapi aku tidak akan masuk kejahatan yang sama."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Begitu ya."


"Boleh kok."


"Akan tetapi pada saat dinegara itu saja."


Dan seketika wanita tersebut sebal karena avi berkata kalau dia memegang tangannya dinegara itu saja dan avi menyadarinya dan avi berkata.


"Ada apa?apakah kamu marahkah?."


Wanita tersebut berkata.


"Tidak,kok."


"Tapi kenapa kamu hanya memegang tangan pada saat dinegara itu saja?."


"Kenapa tidak sekarang?."


Avi menjawab.


"Untuk apa memegang tangan dari sini?."


"Kalau kita hanya baru jumpa?."


Seketika wanita tersebut seketika sadar dan wanita tersebut berkata.


"Begitu ya."


"Maafkan aku kalau aku bilang begitu?!."


Avi berkata.


"Tidak apa-apa kok."


"Gimana kita pergi sekarang?!."


Wanita tersebut berkata.


"Iya."


Avi dan wanita tersebut pergi kekota itu tersebut dan setelahnya terlihatlah avi dan wanita tersebut berpegangan tangan karena terpaksa oleh aturan negara tersebut dan karena itulah avi hanya mematuhi peraturan negara,bukan diri avi yang ingin.


Tampaklah wanita itu berpegang tangan sangat mesrah akan tetapi sebaliknya avi terlihat jijik melihat wanita tersebut karena avi sangat tidak suka hal tersebut.


Akan tetapi para warga negara itu melihat wanita tersebut sangat mesrah dengan seorang laki-laki yang memakai topeng dan mereka berkata.


"Lihat itu bukannya wanita itu pahlawan terkuat keempat dan kenapa dia berpegangan tangan dengan seorang laki-laki?."


"Mungkin dia pacarnya."


"Ataukah mungkin suaminya."


Begitulah tampak meraka membicarakan avi dan wanita tersebut dan akan tetapi avi sadar kalau dia dibicarakan dan avi berkata didalam dirinya.


"Huhuu."


"Kenapalah harus begini?."


"Haaa."


"Padahal aku hanya waktu tadi berkeliling hutan saja."


"Dan kenapa sekarang harus bedosa begini?."


"Haaa."


Dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.


"Ehg!."


"I-itu tidak mungkin!."


"Aku lupa menghancurkan patung tersebut!!!!."


Tampaklah wanita itu merasakan avi tampak gelisah dan wanita tersebut berkata.


"Ada apa?."


"Apakah kamu baik-baik sajakah?."


Avi menjawab dengan mulutnya.


"Iya,aku baik-baik saja."


Wanita itu berkata.


"Akan tetapi kamu tampak gelisah?."


Avi menjawab.


"Tidak kok."


"Hehehe."


Wanita tersebut berkata.


"Begitu ya."


"Apakah karena merekakah?."


Avi menjawab.


"Tidak,bukan."


"Melainkan peraturan negara ini yang harus berpegangan tangan saat masuk kota."


Wanita tersebut berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi kamu gelisah akan hal peraturan tersebut?."


Avi menjawab.


"Apakah kamu tau kalau sekarang kamu telah dibisikkan oleh bangsa itu."


Seketika wanita tersebut kaget dong karena yang dikatakan avi dan wanita tersebut berkata.


"Ehg!."


"Di-dibisikkin dari tadi?!."


Avi menjawab.


"Iya,pada saat juga kamu yang ada diwaktu dihutan itu."


"Kamu meminta berpegangan tangan akan tetapi kamu tidaklah sadar kalau kamu telah dibisikkan oleh bangsa tersebut."


Wanita tersebut berkata.


"Be-begitu ya."


"Berarti aku telah dibisikkan oleh bangsa tersebut untuk kesesatan ya?."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Tampaklah ada seseorang pendeta muda yang lagi menginjak-injak kepalah seseorang warga miskin dan pendeta itu berkata.


"Matilah kamu wahai orang yang tidak mampu beribadah karena tidak ada uang."


Orang itu(yang diinjak)berkata.


"Tolong hentikan kumohon!."


Tampaklah avi yang sudah ada tempat itu dan sudah menyadari dan langsung mendekati pendeta tersebut dan mengambil batu dan avi melempar batu tersebut kependeta.


Dan tampaklah sampai-sampai sang pendeta terpental sangat jauh dan pendeta itu berdiri dan mendekati avi dan pendeta berkata.


"Berani-beraninya kamu!."


"Menyakiti pendeta tuhan!."


Avi tampaknya hanya diam saja dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi kamu melakukan begitu tidaklah baik."


Pendeta berkata.


"Eheh,kamu tau apa?."


Avi berkata.


"Kalau seseorang beragama tidak memandang fisik,harta,kedudukkan dan lain sebagainya."


"Sebagai mana seseorang beragama tidak peduli dia tinggal dimana dan juga ras,kulit,mata,dan lain sebagainya."


"Apakah kamu tau kalau kamu melakukan ini sedikit seperti orang bodoh saja."


Dan seketika marah sang pendeta dan pendeta berkata.


"Berisik kali kamu seperti harimau mengaum saja."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Apakah kamu tau kalau yang kamu ajarkan agama tersebut adalah kesesatan."


"Karena menurutku untuk apa kalian menyembah hanya sebuah patung?."


"Itu sedikit tidak masuk akal saja."


"Seolah kalian menyembah batu patung tersebut."


"Dan bukan tuhan sesungguhnya."


Tampaklah sang pendeta mulai mangkin kesal kecampur rasa marah dan pendeta berkata sambil menarik bajuh avi.


"Apa yang kamu bilang?."


"Hanya sebuah patung?."


"Eheh,untuk kami itu tetap masuk akal."


"Dan yang tidak masuk akal menurut kami untuk apa orang-orang menyembah tapi tidak tau penyembahan."


Tampaklah avi bingung dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi sebuah agama memang mengajarkan yang mudah akan tetapi."


"Kalau agama itu mengajarkan kesesatan maka agama tersebut sangat buruk sekali."


"Dan ingat jangan merasa dirimu yang paling terbaik."


"Akan tetapi ada juga lebih baik darimu dan lebih rendah darimu."


"Dari kedudukan yang mana dia adalah seorang budak."


"Kalau seorang budak bisa lebih baik darimu karena dia terus mendapatkan ujian yang cukup besar."


"Yang mana ujian tuhan sesungguhnya adalah orang yang mendapatkan pengampunan."


"Dan juga seseorang kamu anggap rendah maka seketika dia lebih baik darimu karena dia mendapatkan."


"Sebuah petunjuk bagi tuhan seluruh alam semesta."


"Dan ingat kalau dirimu lebih tinggih dari lain."


"Maka ada lebih tinggih darimu tersebut yang mana orang-orang lebih darimu."


"Itu malahan hidup biasa-biasa saja dan juga dia sabar akan hal ujian dia dikasih tuhan."


"Kalau orang-orang mendapatkan petunjuk tuhan membuat kesesatan."


"Maka dia mendapatkan balasan."


"Akan tetapi tuhan menerima seorang yang bertaubat kepadanya."


"Walaupun dia tidak cara mengerjakannya."


"Dan juga siapa tuhannya."


"Dan akan tetapi kalau tuhan menghendaki suatu seseorang maka."


"Dia bisa mengetahui siapa tuhan sesungguhnya dari sebuah mimpi."


"Apakah kamu taukah ada seseorang yang selalu rindukan."


"Sampai-sampai semua makhluk dirinya."


"Dia sangat dirindukan karena kesabarannya."


"Penyebaran agama dengan sungguh-sungguh dan sampai-sampai."


"Dilempar kotoran hewan,dilempar batu,gigi rahang patah,dan mengeluarkan darah pada saat dia."


"Menyebarkan agamanya."


"Dan dia adalah kekasih tuhan yang mana orang-orang sangat kagum akan kekasih tuhan ini kerjakan."


"Walaupun dia telah tiada akan tetapi dia terus diingat oleh seluruh makhluk."


"Dia yang menolong kita disebuah kekejaman sebuah neraka."


"Dan ingat kamu sedang diincar oleh malaikat maut kalau kamu sebelum menyadari kesalahanmu tersebut."


"Aku tidak memaksamu mempercayainya karena."


"Setiap seseorang berbedah-bedah pendapatnya."


"Dan ingat kalau kamu seorang pemimpin agama maka."


"Janganlah sekali-kali kamu membedakan seseorang dari."


"Kedudukkannya dan ingat tuhan tidak membedah-bedahkan semua makhluknya dari mana pun."


Dan seketika sang pendeta melepaskan tangannya dari bajuh avi dan tampaklah seketika sang pendeta menangis sejadi-jadinya dan tampaklah ada sebuah prajurit kearah avi ada tersebut.


Dan avi seketika berpindah tempat untuk tidak mau mencampur urusan tersebut dan begitulah wanita itu melihat avi berkata tadi dan sekarang dia tampak mau menangis karena akan hal dosa yang dia kerjakan.


Tampaklah wanita itu tidak tahan menangis dan tampaklah wanita itu menangis sejadi-jadinya dan wanita itu berkata didalam dirinya sambil menangis.


"Hei laki-laki misterius."


"Terima kasih banyak telah menyingatkanku akan hal dosaku lakukan."


"Dan sekarang aku tau kamu orang yang baik bagi dunia ini tersebut."

__ADS_1


"Dan terima kasih banyak."


"Orang misterius."


__ADS_2