Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Pergi kembali kedunia asal.chapter 52


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah avi dan murid lainnya sedang dites menembak dan tampaklah avi terus memperhatikan cara kerja menembak dan cara membidik dengan benar dan avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya senjata pada masa ini sangat modern sekali ya."


"Karena cara kerjanya dan cara membidiknya berbedah dengan dibumi ya."


"Hmmmm."


"Tapi kayaknya aku harus menikmati tentang apa yang terjadi pada waktu itu."


"Karena aku terdatang kesini karena ulah wanita itu tersebut."


"Tapi?."


"Haaaaaaaa."


"Kayaknya pada waktu itu aku terjatuh karena tergelincir untuk menghindari lendir tersebut."


"Tapi."


"Sebenarnya siapa yang menaruh lendir diruanganku itu tersebut!."


"Kayaknya aku sudah tiga hari disini ya."


"Haaaaaaa."


"Tapi begitulah."


"Aku pun sudah tau kalau itu ulah trio konyol tersebut."


"Karena pada sebelum germa dan germy masuk keruanganku tersebut."


"Trio konyol tersebut masuk keruanganku bersama kucing."


"Tapi kucingnya cukup aneh sekali."


"Karena kucing tersebut mengeluarkan air liur dari mulutnya."


"Seperti anjing pit bull saja."


"Haaaaaaaaa."


Tampaklah murid lain telah selesai dan tampaklah avi yang terakhir dan guru berkata.


"Baik."


"Selanjutnya adalah avi."


Avi berkata.


"Baik,ibu guru."


Tampaklah avi berjalan kedepan untuk tes bertembak tersebut dan tampaklah avi bersiap untuk menembak dengan kedua senjatanya yang mirip pistol dan guru berkata.


"Baik."


"Sekarang mulai menembak!."


Tampaklah avi menembak target-target untuk penembakkan tersebut dan tampaklah avi sangat fokus sekali dan tampaklah avi sangat cepat(kecapatan avi tidak sepenuhnya hanya 3%saja) dan hebat menggunakan senjata tersebut dan tampaklah murid yang lain terkagum-kagum dengan avi lakukan tersebut dan begitu juga guru tersebut dan tampaklah guru tersebut seketika tersenyum dan guru tersebut berkata didalam dirinya.


"Begitu ya."


"Dia sangat hebat menggunakan senjata ya."


"Rekor terbaru bagi murid yang sudah mencetak rekor penembakkan lainnya ya."


"Tampaklah aku sangat terkesan sekali dengannya ya."


Tampaklah guru tersebut tersenyum jahat karena dia mempunyai niatan jahat kepada avi dan avi pun menyadarinya tersebut dan avi pun berpura-pura lemah lagi dan avi berkata didalam dirinya.


"Begitu ya."


"Sudah aku yakini."


"Kalau guru tersebut mempunyai niatan jahat seperti manusia umumnya."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata didalam dirinya.


"Tapi."


Avi berkata dengan mulutnya dengan nada suara kecil.


"Dia bodoh ya."


Guru berkata.


"Baik."


"Itu sudah cukup."


"Berhentilah avi."


Avi pun berhenti menembak dan guru berkata.


"Mengesankan sekali avi."


"Tembakkanmu itu sudah mencetak rekor baru bagi pencetak rekor lainnya ya."


Avi berkata.


"Begitu ibu guru."


"Terima kasih banyak ibu guru."


Guru berkata.


"Iya,sama-sama."


Tampaklah avi seketika avi tersenyum jahat karena avi sudah ketahui dan avi berkata didalam dirinya.


"Sudah aku yakin."


"Dia benar-benar bodoh ya."


"Menjadi seorang guru pengajar ya."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang sedang duduk dikursi taman sekolah tapi tangan avi dipegang erat sama wanita waktu kemarin dan tampaklah wanita itu menaruh kepalahnya kepundak avi dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja dan avi berkata.


"H-ha,woi."


"Apakah kamu bisa lepasi tanganku tidak?."


Tampaklah wanita itu cemberut dan wanita itu berkata.


"Tidak!."


"Aku tidak akan melepasimu!."


Tampaklah avi terkejut dong dan tampaklah avi sudah pasrah saja dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi setidaknya lepasi kenapa."


"Aku tidak suka dipegang tanganku."


Dan tampaklah wanita itu cemberut lagi dan Wanita itu berkata.


"Kenapa kamu berkata begitu?."


Avi berkata.


"Karena aku tidak suka hal beginian."


Avi berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya aku begitu malas dengan hal-hal beginian!!!."


"Tapi kecuali istri sendiri sih."


"Haaaaaaaaa."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Apakah kamu malu-malu kucingkah?."


"Karena aku memegang tanganmu ini tersebut?."


"Apakah jangan-jangan."


Tampaklah dia tersenyum jahat dan wanita itu berkata.


"Kamu malu dengan dadaku yang menyentuh tanganmu ini tersebut?."


Tampaklah avi yang sudah tidak tau apa menjawab apa dan tampaklah avi memalingkan wajahnya dan avi berkata.


"Tidak."


"Aku tidak malu hal kamu bilang tersebut."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kamu malu ya."


"Sampai-sampai memalingkan wajahmu itu ya."


Avi berkata.


"Tidak."


Kaget dan terkejut dong wanita itu tersebut dan avi berkata.


"Aku tidak malu sama sekali dengan perkataanmu tadi itu tersebut."


"Aku memalingkan wajahku karena godaanmu terlalu besar sekali."


"Karena itu aku memalingkan wajahku."


"Haaaaaaaa."


"Kalau begitu,tidak ada cara lain ya."


"Melepaskan tanganku."


Tampaklah avi berdiri dari kursinya dan mencoba melepaskan tangannya dengan paksa tapi wanita tersebut masih tidak mau melepaskan tangan avi dan wanita itu berkata.


"Aku tidak mau aku lepasi!."


Avi berkata.


"Cepat lepasi!."


Wanita itu berkata.


"Tidak akan!."


Tampaklah seketika tersenyum jahat dan seketika avi memegang kepalah wanita tersebut menggunakan tangan kanannya dan avi berkata.


"Cepat lepasi segera."


Tampaklah avi menatap tajam wanita itu tersebut dan tampaklah wanita itu ketakutan dong dan wanita itu pun melepasi tangan avi dan avi berkata.


"Haaaaaaa."


"Kamu begitu ya."


"Sama seperti wanita umunya ya."


"Haaaaaaaa."


Tampaklah wanita itu tersebut berpura-pura nangis dan menunjukkan wajah imutnya sambil menangis palsu dan wanita itu berkata.


"Kamu jahat avi."


"Padahal aku seorang wanita tau."


"Padahal aku imut."


"Kenapa kamu tidak mau dipegang tanganmu itu."


Tampaklah seketika avi mau mual pada saat melihat wanita tersebut dan benar saja avi seketika muntah melihat wajah wanita tersebut dan tampaklah wanita itu kaget dong dan avi berkata sambil mengosok muntahnya dengan sepatuhnya.


"Haaaaaaa."


"Kenapa kamu begitu antusias sih?."


"Mau memegang tanganku?."


Wanita itu berkata dengan malu.


"Soal itu."


Avi berkata.


"Padahal aku bukan siapa-siapamu?."


"Kenapa kamu antusias begitu?."


Wanita itu berkata dengan wajah imut dan nada suara imutnya.


"Soal itu."


"Aku menyukaimu."


Tampaklah avi terkejut dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya apa maksud wanita ini sih?."


Dan sebenarnya avi menganggap wanita itu sedang gila dan tampaklah avi berjalan masuk kesekolah dan sambil berkata dengan melambaikan tangan.


"Dah,sampai jumpah wanita cantik jelita."


Seketika wanita itu malu dong dan wanita itu berkata.


"A-apa yang dikatakan barusan?!."


"Wa-wanita cantik jelita?!."


"Haaaaaaaaa."


"Begitu ya."


"Kamu membuatku jadi malu lagi ya."


Tampaklah avi membaca komik sambil bersandar didinding dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Komik ini cukup bagus juga ya."


"Kayak komik janggut kakekku terbakar habis."


"Walaupun namanya cukup aneh sih."


"Haaaaaaaa."


"Tapi begitulah."


"Tapi kalau tidak salah."


"Banyak komik sekarang cukup aneh sih."


"Kebanyakkan aksi dari pada alur ceritanya."

__ADS_1


"Haaaaaaaa."


"Tapi begitulah."


Avi berkata didalam dirinya.


"Tapi komik sekarang terfokus kearah aksi."


"Bukan seperti komik masa dulu terfokus pada alur ceritanya."


"Tapi begitulah menurutku."


Tampaklah avi berjalan dan tampaklah avi dan murid lainnya dites dengan kekuatan mereka miliki semua dan tampaklah para murid lainnya sangat hebat dalam kekuatan mereka miliki tapi avi ragu dengan kekuatannya yang bisa membuat dunia tersebut hancur lembur karena kekuatannya miliki dan tampaklah guru itu pun kebingungan dong karena dari tadi avi diam saja dan guru itu berkata didalam dirinya.


"Ehg?."


"Kenapa dia diam saja?."


"Kayaknya aku harus mendekatinya."


Tampaklah guru itu berjalan mendekati avi dan berhenti didepan avi dan guru itu berkata.


"Hei,avi."


"Kenapa kamu diam saja?."


"Kenapa kamu tidak latihan dengan yang lain?."


Avi berkata.


"Ehg!."


"Ha,tidak apa-apa kok ibu guru."


"Saya hanya malu dengan kekuatanku yang begitu lemah."


"Hehehehehe."


Avi berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya aku takut dengan kekuatanku yang aku miliki ini tersebut."


Guru itu berkata.


"Begitu ya."


"Gimana kamu tes saja sekarang."


"Mungkin kekuatanmu itu bertambah kuat."


Avi berkata.


"Begitu ya,ibu guru."


"Baik,saya akan mencobanya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya aku pura-pura lemah sajalah."


"Karena kekuatanku ini sangat begitu menamutkan sekali."


Tampaklah avi berjalan untuk mengetes kekuatannya itu dan tampaklah avi mengetes kekuatannya tapi avi berpura-pura lemah dan tampaklah setelahnya avi sudah selesai tapi avi ditertawakkan murid lainnya karena kekuatan avi yang begitu lemah sekali dan tampaklah guru itu menyadarinya dan tampaklah dia hanya tersenyum saja.


Tampaklah kebesokan harinya tampak avi yang sedang beli minuman dimesin minuman dan tampaklah ada tiga orang berotot yang sedang berjalan mendekati avi yang sedang beli minuman dan tampaklah orang-orang berotot tersebut dan sudah didepan avi dan tampaklah mereka tersenyum meremehkan avi dan salah satu mereka berkata.


"Apakah diakah."


"Cukup lemah sekali."


Tampaklah mereka tertawak dan tampaklah seketika avi tersenyum karena avi sudah mengetahuinya dan tampaklah avi mencoba berjalan menjauhi mereka tapi avi dilarang pergi dan salah satu mereka berkata.


"Woi!."


"Kamu mau pergi kemana."


"Hah!."


"Lemah."


Avi berkata.


"Aku harus kembali kekelas segera nanti guru marah kepadaku."


Tampaklah mereka tertawak dong dan salah satu mereka berkata.


"Woi-woi-woi."


"Lemah."


"Kamu itu lemah kenapa antusias kesekolah."


"Hah."


Tampaklah mereka tersenyum meremehkan avi dan tampaklah minuman avi dirampas dan disiram kepalah avi dan avi pun dipukuli habis-habisan dan tampaklah setelahnya mereka pergi sambil berkata.


"Dah,dasar lemah."


Tampaklah avi yang begitu penuh luka dan tampaklah wanita yang waktu kemarin kejadian tersebut itu dari tadi pada saat dia mengintip dibalik dinding dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Ha,avi!."


"Kenapa dirimu diam saja dari tadi pada saat dipukuli."


Tampaklah seketika avi tersenyum jahat dan kaget dong wanita tersebut karena avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Aku baru sadar kalau ini adalah kesalahanku yang aku perbuat."


"Karena mangkin lama aku seperti pendosa saja."


"Karena biasanya seseorang yang dibully terus-menerus diingatkan oleh tuhan untuk berubah."


"Tapi kalau berubah menjadi yang tuhan beritaukan."


"Maka masalah baru akan datang kepadanya."


"He,memang dasar diriku tidak mengingat tuhanku larangi tersebut."


Tampaklah avi berjalan kembali kekelas dan tampaklah wanita diam saja yang barusan avi katakan dan wanita itu berkata.


"Apa yang barusan avi katakan?."


Tampaklah guru avi yang sedang berjalan dan tampaklah dia berhenti berjalan karena guru tersebut melihat avi yang sedang beribadah dengan pintu terbuka disalah satu ruangan dilorong tersebut dan tampaklah guru itu memperhatikan avi dan seketika dia tersenyum dan berjalan lagi.


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah wanita kemarin sedang berjalan dan tampaklah dia melihat avi yang sedang melihat langit cerah dan wanita itu pun berjalan mendekati avi dan wanita itu mengintip avi dibalik dinding dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Avi sedang gapain melihat langit?."


"Hmmmm?."


Seketika air mata avi jatuh dan tampaklah wanita itu terkejut dong melihat avi yang seketika nangis tampak sebab apapun dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Ehg!."


"Avi menangis?!."


"Si-siapa yang membuat avi menangis?!."


Avi berkata.


"Kayaknya benar deh."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan seketika aura avi terbuka dan tampaklah wanita itu ketakutan dong karena aura avi yang begitu mengerikan sekali dan avi berkata.


"Kayaknya aku bukan seperti orang umumnya ya."


"Dan aku tidak tau apakah ini mimpi atau ini memang nyata sekali."


Tampaklah setelahnya tampaklah avi lagi bertanding berpedang tapi avi berpura-pura lemah sekali dan yang bertanding dengan avi berkata.


"Ada apa woi?."


"Apakah kamu selemah inikah?."


"Ada apa."


"Cepatlah berdiri sekarang juga."


"Sampai kapan dirimu duduk dilantai!."


Tampaklah avi berdiri lagi dan seketika avi menyerang dengan secara tiba-tiba.


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang banyak dites oleh guru sekolah dan dengan murid lainnya dan tampaklah kebesokan harinya avi yang sedang makan-makanan ringan sambil melihat pertandingan dan avi berkata.


"Oh iya."


"Kayaknya wanita itu akan masuk pertandingan besar ya."


Tanpa avi sadari kalau dia telah berevolusi dan kebesokan harinya tampaklah avi yang sedang berolahraga dengan melati badannya seperti push up,sit up dan lain sebagainya.


Tampaklah avi sempat berlatih menembak tapi wanita waktu itu mengintip avi berlatih menembak dibalik dinding dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Apakah selama ini avi sangat kuat dan cepat sekalikah?."


"Karena mana mungkin kecepatan orang biasa secepat itu."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang sedang berlari dilapangan dengan murid lainnya karena pelajaran olahraga.


Tampaklah para murid kelelahan sekali tapi avi tidak sama sekali dan tampaklah para murid bingung dong karena avi tidak lelah sama sekali dan avi menyadarinya dan avi berpura-pura lelah dan langsung membeli minum.


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang sedang didalam kelas karena sedang belajar dikelas dan guru berkata.


"Kalau bilangan ini tersebut diubah."


"Maka bilangan tersebut harus dikali."


"Dan perkalian harus dibagi menjadi A bilangan."


"Maka kalian harus meme-."


Seketika dentuman hebatpun terdengar sangat begitu keras dan sampai-sampai angin-angin berhebus begitu sangat besar sekali dan tampaklah guru itu panik dong begitu juga para murid lainnya tapi avi hanya kebingungan dong yang apa terjadi dan guru berkata.


"Anak-anak ambil senjata kalian semua!."


"Sekarang juga!."


Semua murid berkata.


"Baik,ibu guru!."


Tampaklah para murid mengambil senjata mereka masing-masing dan tampaklah para murid lainnya telah bersiap menunggu seseorang yang membuat dentuman tersebut terjadi.


Tampaklah orang yang ditungguh-tungguh mereka telah datang dan tampaklah mereka jatuh didepan mereka semua dan tampaklah orang yang membuat dentuman tersebut adalah germa dan germy dan tampaklah para murid sangat kesal dong begitu juga para guru dan tampaklah perkotahan telah hancur berantakkan dan salah guru berkata.


"Serang!!!!."


Tampaklah para murid dan para guru seketika begerak menyerang germa,germy dan tampaklah mereka terus-menerus menyerang germa,germy dan tapi banyak dari mereka dikalah dengan begitu mudah sekali oleh germa,germy dan tampaklah mereka terus-menerus dikalahkan begitu mudah sekali dan tampaklah mereka tidak mampu lagi menyerang germa,germy dan guru avi berkata.


"Kurang ajar dark lord marshal!!!."


Guru itu berkata didalam dirinya.


"Dark lord marshal adalah kebalikan dari lord marshal."


"Tapi."


Guru itu berkata dengan mulutnya.


"Kenapa mereka telah bebas kembalik!!!."


"Seharusnya mereka dikurung oleh lord marshal ketiga belas."


"Tapi kenapa mereka bebas kembalik!."


Tampaklah germa,gemy masih bertarung dengan para murid tapi sebaliknya tampaklah avi yang hanya menonton petarungan tersebut sambil makan makanan ringan dan avi berkata.


"Waw."


"Drama begitu cukup bagus juga ya."


Tampaklah germa,gemy masih bisa bertarung dengan para murid dan sebenarnya germa,gemy adalah dua penguasa yang paling ditakuti dipenjuru galaksi dan dipenjuru dunia perplanetan.


Tampaklah setelahnya para murid tumbang semua tanpa sisa kecuali avi yang lagi bersanti melihat pertandingan tersebut dan tampaklah guru avi kesal dong dan guru itu berkata.


"Kurang ajar!."


"Dark lord marshal!!!."


Tampaklah guru itu melihat avi yang lagi bersantai melihat pertandingan tersebut dan guru itu berkata.


"Woi!."


"Avi!."


"Apa yang kamu lakukan?!."


"Hah!."


"Cepat serang dia sekarang juga!."


Avi berkata.


"Baik,ibu guru."


Tampaklah avi menaruh makanan ringannya diair mancur sekolah dan berjalan mendekati germa,gemy dan germa berkata.


"Heh,lemah sekali mereka semua."


"Siapa lagi akan melawan kita."


Tampaklah avi berhenti didepan mereka dan tampaklah mereka berdua terkejut dong dan mereka berdua berkata.


"M-my lord avi!."


"Gi-gimana mungkin anda kemarikan?!."


Avi berkata.


"Yo,kalian berdua."


"Kan seharus kalian aku suruh mencari material bukan."


"Kenapa kalian ada didunia lain?."


"Kenapa germa,gemy?."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan tampaklah mereka berdua seketika ketakutan dan seketika berlutut dihadapan avi dan mereka berdua berkata.


"Kami minta maaf my lord avi!!!."


Tampakla mereka terkejut semua dong dan tampaklah para murid sangat tidak percaya yang mereka lihat didepan mereka tersebut dan germa berkata.


"Kami minta maaf!."


"Sebenarnya kami mencari material tapi kami kesusahan mencarinya!."


"Maka kami mencari material tersebut kedunia lain!."


"Kami minta maaf my lord avi!."


"Kami menyesal!."


Avi berkata.


"Haaaaaaaaa."


"Baiklah,begitu."


"Aku maafkan kalian pada masalah ini tersebut."


Germa berkata.


"Kenapa anda ada didunia ini,my lord avi?."

__ADS_1


"Kan seharusnya anda didunia itu tersebut?."


Avi berkata.


"Haaaaaaaaaa."


"Karena orang itu yang tidak sengaja menembakkanku kesini."


"Yah,begitulah ceritanya."


Germa berkata.


"Tapi kenapa wujud anda berubah,my lord?."


Avi berkata.


"Hmmm?,kayaknya tidak semuanya berubahlah."


"Ini wujud tidak begitu lama sih."


"Karena ada waktunya."


Germy berkata.


"Begitu ya,my lord."


Tampaklah avi mengubah dirinya kewujud sosok hitamnya tapi hanya tangannya saja sambil berkata.


"Tapi aku masih bisa kewujud asliku tampak ada halangan."


Germa berkata.


"Begitu ya,my lord."


Avi mengubah tangannya lagi kewujud semula dan avi berkata.


"Gimana kita kembalik deh."


"Aku juga begitu kelelahan berpura-pura disini."


Mereka berdua berdiri dan mereka berdua berkata.


"Baik,my lord."


Tampaklah wanita waktu itu terkejut dong karena avi akan kembalik kedunia asalnya dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Apa!."


"Avi akan pulang kedunia asalnya?!."


Tampaklah avi yang mau berpindah tempat kedunia asalnya dan seketika ada yang berkata.


"Sebenarnya dirimu siapa sebenarnya!."


Tampaklah avi berhenti melakukan berpindah tempat kedunia asalnya dan avi membalikkan badannya dan melihat kearah orang tersebut dan orang itu berkata.


"Sebenarnya dirimu siapa sebenarnya!."


"Kenapa kamu begitu mudah menundukan dark lord marshal!."


"Kenapa dark lord marshal berlutut didepanmu tadi!."


"Siapa dirimu sebenarnya!."


Tampaklah avi tersenyum saja dan germa,gemy seketika marah dong dan germa berkata.


"Woi,kurang ajar dirimu yang berbicara tadi."


Tampaklah orang itu ketakutan dong karena aura germa,germy terbuka dan tampaklah aura mereka berdua yang begitu menakutkan dan sampai-sampai para murid dan para guru ketakutan dong dan germy berkata.


"Apakah kalian tidak taukah siapakah yang kalian bicarakan tadi itu."


"Dia adalah seorang dewa."


Seketika orang-orang terkejut dong dan tampaklah mereka terdiam saja dan germa berkata.


"Dia adalah seorang dewa."


"Apakah yang kalian bicarakan itu kurang sopan didepan dewa."


Tampaklah seketika mereka(para murid dan guru)ketakutan dong dan germa berkata.


"Makanya kalian tidak ada sopan santun didepan dewa."


Tampaklah avi yang tidak suka disebut dewa dan avi berkata dengan telepati kepada mereka berdua(germa,germy).


"Apa yang kalian barusan katakan tadi?."


"Dewa?."


"Eheh,apakah kalian tidak ada kerjaankan menyebutku dewa!."


Germa berkata.


"Kan akan kerenkan my lord."


"Kalau anda disebut dewa?."


"Karena kekuatan anda begitu besar sekali."


"Cocok disebut dew-."


Avi berkata(dengan telepati).


"Kepalah cicak terbangmu hebat!."


Tampaklah mereka berdua ketakutan dong dan avi berkata(dengan telepati).


"Haaaaaaaaa."


"Tapi kalian tidak ada kerjaan ya menyebutku begitu."


"Haaaaaaaa."


Germa berkata.


"I-iya,my lord."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Baiklah,kita kembalik kedunia kita."


"Aku juga malas."


"Karena kalian dengan seenak hati menghancurkan seluruh kota."


Mereka berdua berkata.


"Baik,my lord."


Tampaklah mereka berdua begitu menyesal dan tampaklah seketika wanita waktu itu berlari kearah avi dan berhenti didepan avi dan wanita itu berkata.


"Tungguh sebentar avi."


Tampaklah avi menyadarinya dan membalikkan badannya kearah wanita tersebut dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Ada keperluan apa?."


Wanita itu berkata.


"Apakah kamu akan pergi kedunia dewakah?."


Avi berkata.


"I-iya,mungkin."


"Tapi begitulah."


Wanita itu berkata.


"Apakah kamu akan kemabalikan kesini lagi?."


Avi berkata.


"Tidak,kayaknya?."


"Ada apa?."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Kamu tidak akan kembali kesini ya."


"Tapi."


"Apakah aku bisa ikut keduniamu itu tersebut?!."


Avi terkejut dong dan kebingungan yang dikatakan wanita itu tersebut dan seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi aku tidak bisa mengajamu ikut keduniaku."


Tampaklah wanita itu tampak sedih dan wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Tapi!."


"Kenapa kamu tidak boleh ikut?!."


Avi berkata.


"Akan berbahaya bagimu ikut denganku."


"Apalagi kalau aku mengajamu ikut akan menimbulkan masalah baru terjadi."


"Akan mengakibatkan hal-hal yang membuat tidak seimbang karena dirimu ikut denganku."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Kenapa kamu mau ikut denganku?."


"Kenapa?."


Wanita itu berkata.


"So-soal itu."


Avi berkata.


"Ada apa?."


"Kalau tidak bisa menjawab ya sudahlah."


"Dah,selamat tinggal."


Tampaklah avi membalikkan badannya dan wanita itu berkata.


"Tu-tungguh sebentar!."


"So-soal kenapa aku mau ikut denganmu ialah."


"Ka-karena aku ingin selalu disampingmu terus!."


"Karena aku disekolah kita terus berteman baikkan."


"Jadi aku akan selalu disampingmu karena aku seorang teman."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baiklah,aku kabulkan yang kamu katakan tadi itu."


Tampaklah wanita itu tersenang dong dan wanita itu berkata.


"Hore!."


"Terima kasih banyak avi!."


Germa berkata dengan telepati.


"Apakah anda yakinkah my lord?."


"Akan menjadi masalah baru kalau dia ikut dengan anda."


"Saya takut dia berpura-pura saja,my lord."


"Saya takut dia memanfaatkan anda."


Avi berkata(dengan telepati).


"Tenang saja soal itu."


"Kalau dia berbohong maka."


Tampaklah seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata dengan mulutnya dengan nada suara kecil.


"Maka habisilah dia."


Germa,gemy terkejut dong dan mereka berdua berkata.


"Baik,my lord."


Avi berkata.


"Tapikan kamu mempunyai keluargakan?."


Wanita itu berkata.


"Sa-saya tidak mempunyai keluarga sama sekali pun."


"Saya tidak tau siapa keluargaku disini."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Aku minta maaf kalau berbicara kurang sopan tadi."


Wanita itu berkata.


"Tidak apa-apa kok."


Avi berkata.


"Baiklah,begitu."


"Baik!."


"Ngalih donya."


Seketika avi menghilang begitu juga germa,germy dan wanita itu tersebut dan tampaklah avi sudah ada didunia asalnya yaitu dunia dia kedunia menjadi sosok hitam tersebut dan tampaklah wanita itu membuka matanya perlahan dan takjub dengan dunia avi tersebut dan wanita itu berkata.


"Indahnya."


"Banyak pepohonan dan banyak tanaman yang begitu cantik sekali ya."


Avi berkata.


"Gimana kita berjalan menujuk ketempatku."


Mereka bertiga berkata.


"Iya."


Avi berkata.

__ADS_1


"Begitu ya."


Tampaklah avi dan yang lain berjalan menujuk kekota avi tinggal.


__ADS_2