
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi ada disuatu kelas sekolah yang mana avi masih ada didunia lain,tampaklah guru kelas avi sedang berdiri didepan para murid-murid lainnya dan para murid lainnya berkata.
"Apa!."
"Kita akan bertanding,pak guru!."
Guru itu berkata.
"Iya,itu benar sekali."
"Yang mana kalian akan bertanding dengan kelas lain maupun sekolah lainnya."
"Karena kalian sudah sangat kuat dan sudah bisa bertanding dengan kelas lain maupun sekolah lain."
Salah satu murid berkata.
"Ta-tapi pak guru."
"Kita masih kelas paling rendah loh,pak guru."
"Manalah bisa ikut bertanding menurutku."
"Apalagi kami baru bersekolah sepuluh bulan lalu."
"Yang mana masih belum bisalah bertanding,pak guru."
Guru itu berkata.
"Itu benar."
"Tapi kalian tetap akan bertanding dengan kelas lain maupun sekolah lainnya."
"Karena ini sudah keputusan pihak sekolah maupun pendiri sekolah."
Murid itu berkata.
"Oh,begitu ya,pak guru."
Avi berkata didalam dirinya.
"Ha,bertanding ya?."
"Padahal baru berapa bulan berlalulah sekolah disini."
"Kenapa harus bertanding ya?."
"Apakah sekolah umumnya beginikah?."
"Yang mana ada latihan tembak-tembakan senjata api."
"Berlatih dengan memakai pakaian robot,berlatih memakai robot dan lain sebagainya."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Rasanya sekolah ini sudah tidak sekolah pada umumnya ya."
"Yang mana,mana ada latihan hal begituan."
"Apalagi banyak hal-hal tidak aku mengerti dari dunia ini dan sekolah ini juga lakukan."
"Yang mana banyak peraturan-peraturan aneh sekali dan aktifitas hal aneh juga."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Padahal baru sepuluh bulan berlalu,kenapa aku masih bingung ya?."
"Tapi apakah sih gamad itu baik-baik sajakah?."
"Karena sudah sepuluh bulan berlalu sih."
"Tapi apakah disana amankah?."
"Kalau tidak aku disana?."
"Ha,mungkin biasa-biasa saja sih."
"Walaupun juga aku tidak bisa balik keduniaku itu."
"Tapi aku hanya percaya kepada tuhan saja yang mana aku tau kalau tuhan itu akan berikan hal sesuatu yang baik bagi makhluknya."
Tampaklah avi seketika tersenyum dan tampaklah setelahnya tampaklah avi sudah ada didaerah pertandingan walaupun avi berdiri melihatnya dari dalam ruangan bangunan pertandingan karena avi tersesat dengan murid-murid kelasnya yang lain dan avi berkata.
"Wah,ini ya."
"Daerah pertandingan tersebut."
"Tapi."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Aku tersesat dengan orang-orang dari kelasku."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Padahal aku hanya mengerjakan beribadah saja."
"Sudah tinggal sendirian."
"Ha,kayaknya aku carilah orang-orang dari kelasku tersebut."
Tampaklah avi mulai berjalan mencari orang-orang dari kelasnya dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan karena ada banyak begitu robot-robot yang bisa digunakan dari dalam,tampaklah avi terkagum-kagum dengan kecanggihan robot-robot berbaris berdiri disebuah dinding dan avi berkata.
"Waw,sungguh mengagumkan ya."
"Hmmmmm?."
__ADS_1
"Apakah aku bisa memiliki robot sekeren inikah?."
"Tapi kayaknya tidak usahlah."
"Karena tidak ada gunanya jugakan bagiku."
"Apalagi itu bukanlah yang aku perlukan didalam kehidupanku."
"Jadi tidak usah kayaknya."
"Tapi sungguh mengagumkan sekali ya."
"Robot-robot ini tersebut."
Tampaklah seketika berhenti berjalanlah sekelompok orang-orang lain dan salah satu orang-orang itu berkata.
"Eheh,apakah belum melihat robot-robot inikah?."
"Eheh,sungguh menyedihkan."
Salah satu orang-orang itu berkata.
"Eheh,apalagi kamu bagaikan orang desa saja pertama kali melihat robot sebagus ini."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Kamu benar aku memang tidak pernah melihat teknologi sebagus ini."
"Tapi aku hanya bersyukur saja melihat teknologi sebagus ini."
Salah satu orang-orang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Sungguh menyedihkan."
"Kamu orang sangat aneh sekali."
"Apalagi orang begitu lemah menurutku."
"Tapi."
"Dah,sampai jumpah lagi ya."
Tampaklah sekelompok orang-orang itu pergi sambil mengejek-ejek avi terus-menerus dan avi tampak kebingungan maksud dari orang-orang itu apa dan avi berkata.
"Apa maksud mereka ya?."
"Aku tidak mengertilah maksud perkataan mereka apa?."
"Karena mereka berkata-kata tidak membuatku tidak mengerti sama sekalipun?."
"Tapi kayaknya aku tidak usah memikirkannya kayaknya."
Tampaklah seketika ada seseorang jatuh kelantai tidak berdaya dan avi seketika menyadarinya dan avi berjalan mendekati seseorang itu untuk membantu seseorang yang tidak berdaya itu,tampaklah avi mencoba membangun seseorang yang jatuh tidak berdaya itu dan seseorang itupun bangun walaupun masih dalam kondisi tidak berdaya dan avi berkata.
"Apakah kamu baik-baik sajakah sekarang?."
Seseorang itu berkata.
"Tolong gantikan aku dalam pertandingan ini."
"Aku mohon."
"Walaupun aku tidak mengenalimu sama sekalipun."
"Tapi aku mohon kepadamu."
"Gantikan aku dalam pertandingan ini tersebut."
Avi berkata didalam dirinya.
"Waw,seperti didalam drama saja ya."
"Sungguh drama yang cukup bagus juga."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Kenapa harus aku?."
Seseorang itu berkata.
"Hanya kamulah yang bisa aku percayai."
"Walaupun aku tidak mengenalimu sama sekalipun."
Tampaklah seseorang itu mengasih sesuatu ketangan avi dan seseorang itu berkata.
"Pakailah itu untuk mengantikan aku dalam pertandingan itu tersebut."
Tampaklah setelahnya tampaklah avi seketika keluar dari suatu ruangan yang mana ruangan itu adalah fasilitas kesehatan yang ada didalam bangunan tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya orang itu baik-baik sajalah."
"Dan tidak sampai terjadinya kematian bagi dia."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Tapi apakah aku harus mengantikannya-kah?."
"Tapi sama saja berbohong dan melanggar peraturan disinikan?."
"Tapi aku harus gimana ya,sekarang ini?."
__ADS_1
"Hmmmmmmmmmm?."
"Harus gimana ya?."
"Hmmmmmm?."
Tampaklah ada seorang kakek-kakek berkata sambil berjalan.
"Kamu gapain disini terus?."
"Kan pertandingan akan dimulai loh."
Tampaklah avi melihat sekitarnya karena avi tidak tau siapa kakek itu berbicara dan seketika kakek itu berhenti berjalan,tampaklah kakek itu ada didepan avi dan kakek itu berkata.
"Kenapa kamu melihat sekitar?."
"Kan aku berbicara denganmu loh."
"Kenapa kamu begitu bingung begitu dengan aku berbicara denganmu?."
Avi berkata.
"H-ha,karena saya takut kalau bicara dengan anda dengan sembarangan."
"Yang mana saya takut kalau ada seseorang disekitarku."
Kakek itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi cepatlah sekarang."
"Karena pertandingan akan dimulai."
Avi berkata.
"Pertandingan akan dimulai?."
Kakek itu berkata.
"Iya,pertandingan akan dimulai."
"Apakah kamu tidak taukah dengan kalung kartu dilehermu itu-kah?."
"Kan orang-orang yang mempunyai kalung kartu sepertimu adalah peserta yang mengikuti pertandingan."
"Tapi apakah kamu tidak tau dengan begituankah?."
"Apakah kamu dipaksa ikut pertandingan ini tersebut dari seseorang?."
"Karena kamu sendiri tidak tau kalau kalung kartumu adalah urutan peserta pertandingan."
Avi berkata.
"H-ha,begitulah."
"Tapi apakah pertandingan akan dimulaikah,kakek?."
Kakek itu berkata.
"Iya,akan dimulai."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Terima kasih banyak ya,kakek telah memberitau aku hal tersebut."
Kakek itu berkata.
"Iya,sama-sama."
Tampaklah avi pergi kepertandingan tersebut akan tetapi avi adalah peserta nomor satu dalam mengikuti pertandingan tersebut dan avi terkejut dengan hal tersebut tapi avi tidaklah bisa apa-apa karena dia sudah ada didalam daerah pertandingan dan avi berkata.
"Aku harus gimana ya,sekarang?."
"Tapi kayaknya aku ikuti sajalah dan berpura-pura lemah biar kalah."
"Karena aku tidak suka menang sih dalam hal pertandingan hal beginian."
Tampaklah orang-orang dari kelas avi sadar kalau avi didalam daerah pertandingan dan salah satu dari kelas avi berkata.
"I-itukan avi!."
"Gimana bisa avi disitu!."
"Kan pertandingan kitakan besok."
"Apalagi bukan hari ini."
"Apakah dia tersesat dan masuk kedalam daerah pertandingan tersebutkah!."
"Tapi itu biasanya jarang terjadi,apalagi dia mempunyai kalung kartu itu!."
"Yang mana kalung kartu itu adalah orang paling khusus saja yang menggunakannya!."
"Gimana bisa itu terjadi!."
Tampaklah avi seperti orang polos didalam daerah walaupun pertandingan belum dimulai tapi avi seperti orang polos karena avi masih kebingungan dengan hal belum dia mengerti sama sekalipun,tampaklah pertandinganpun dimulai dan tampaklah avi bertanding dengan seseorang yang memakai robot alat bertarungnya,tampaklah avi terus-menerus diprovokasi dan ejek terus-menerus akan tetapi avi hanya diam saja karena avi dari tadi telinga avi ditutup oleh kapas karena avi merasa berisik sekali daerah sekitarnya,tampaklah seseorang itu marah sekali karena avi hanya diam saja dan pertarunganpun dimulai,tampaklah avi terus-menerus diserang oleh seseorang itu akan tetapi avi masih dapat menghindarinya begitu mudah sekali.
Tampaklah para penonton begitu terkejut sekali dan tidak percaya dengan hal tersebut karena avi menghindari robot seseorang itu begitu santai sekali walaupun robot itu sudah kecepatan tinggih sekali,tampaklah para dewan yang menontonnya hanya tersenyum saja karena avi begitu hebat sekali menghindari serangan seseorang itu begitu mudah sekali bagi para dewan tersebut,tampaklah avi berpura-pura lemah ketika avi membuka celah untuk diserang kedirinya akan tetapi avi seketika melihat sesuatu yang membuatnya tertarik yang mana itu suatu material yang mana jatuh dari atas langit dan material tersebut ada jatuh diatas kepalah robot tersebut,tampaklah avi mencoba.
mengambilnya akan tetapi avi tidak bisa sama sekalipun dan avi tidak cara selain menyerang robot milik seseorang tersebut akan tetapi avi hanya menggunakan batu berukuran sangat kecil sekali akan tetapi serangan dari batu yang avi lempar itu yang mana seketika robot milik seseorang itu hancur lembur dan avipun berhasil mengambil material yang ada dikepalah robot milik seseorang tersebut walaupun para penonton dan para dewan begitu terkejut sekali dan tidak percaya dengan hal tersebut.
Avipun masuk kepertandingan berikutnya akan tetapi avi terus-menerus menyerang dan memenangkan beberapa pertandingan karena sesuatu material yang membuat avi tertarik begitu saja dan avi merusuh juga karena tidak ada kerjaan sama sekalipun bagi avi,avipun sudah banyak mengalahkan beberapa peserta dan sampai-sampai sembilan puluh sembilang orang yang sudah avi kalahkan begitu saja,tampaklah avi sudah mengumpulkan material-material tersebut semunya,tampaklah para penonton tidak percaya kalau avi mengalahkan semua peserta sebanyak sembilan puluh sembilang hanya menggunakan batu kecil saja yang dia lemparkan,tampaklah para dewan hanya tersenyum melihat kemenangan avi tersebut akan tetapi ada salah satu dewan yang ingin berbuat jahat kepada avi dan dewan tersebut sedang memberitaukan kepada mata-matanya yang dia miliki,tampaklah dewan tersebut hanya tersenyum saja karena dia ingin berbuat jahat kepada avi.
__ADS_1