Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Pembantaian yang dilakukan oleh avi.chapter 91


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi bersantai diruang kerjanya sambil duduk dikursi kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah didunia ini tidak ada musim dingin ya."


"Taupun musim panas atau musim gugur juga tidak ada ya."


"Yang ada musim kemarau dan musim hujan saja ya."


"Haaaaaaaaaaa."


"Tapi sama saja kayaknya dua musim ini sama miripnya dengan indonesia tapi tidak indonesia saja sih yang mengalami dua musim tersebut."


"Karena negara tentangga indonesia saja mengalami dua musim juga."


"Tapi kayaknya buku novellah."


"Karena satu novel yang aku suka tapi biasanya aku tidak membacanya sih."


"Ceritanya kalau tidak salah namanya adalah agen gerobak bakso ya."


"Cerita ini tentang ujang yang seorang agen mata-mata tapi menyamar jadi tukang bakso keliling."


"Dia ditugasi oleh atasannya untuk membunuh bos para kriminal kelas kakap."


"Tapi aku hanya baca hanya satu chapter saja sih."


"Aku tidak tau kelanjutannya apa karena chapter satu saja sudah begitu panjang sekali."


"Hmmmmm."


"Mungkin aku buat sajalah walaupun hanya satu chapter saja."


Tampaklah avi seketika berdiri dari duduknya dan avi seketika berjalan keluar dari ruangan tersebut dan tampaklah avi yang lagi duduk dibawah pohon sambil melihat pemandangan kota dari jarak jauh,tampaklah azura yang lagi berjalan kearah avi dan tampaklah azura duduk disamping avi dan azura berkata.


"Anda kenapa duduk dibawah pohon ini,wahai my lord?."


Avi berkata.


"Tidak,tidak apa-apa."


"Aku hanya ingin duduk saja disini."


"Tapi kenapa kamu ada disini ya,azura?."


"Ada masalah apa kamu datang kesini ya,azura?."


Azura berkata.


"Tidak,saya tidak masalah apapun wahai my lord."


"Hanya saja saya melihat anda duduk dibawah pohon dari jarak jauh."


"Jadi saya datang kesini untuk menemani anda karena saya pikir anda sedang kesepian begitu."


Avi seketika tersenyum dan avi seketika mengelus kepalah azura sambil berkata.


"Begitu ya,azura."


Tampaklah seketika azura tersenyum dan azura berkata.


"Iya,wahai my lord."


Tampaklah avi tidak mengelus kepalah azura lagi dan avi berkata.


"Ha,azura."


Azura berkata.


"Iya,ada apa my lord?."


Avi berkata.


"Gimana pendapatmu kalau ada senjata yang bisa memancarkan cahaya tapi dari matahari tersebut?."


Tampaklah azurapun bingung dengan perkataan avi tersebut dan azura berkata.


"Ha,mungkin cukup bagus bagi saya."


"Karena bisa membuat semua makhluk terpanggang menjadi sebuah makanan kalau dilihat."


Avi seketika terkejut dan avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata.


"Begitu ya,azura."


"Tapi kayaknya tidak usah kayaknya karena itu cukup bahaya juga ya,kalau dibikin."


"Karena ada juga sih yang ingin membuat senjata begituan disuatu negara tapi itu cukup mahal untuk membuat senjata begituan."


"Tapi aku hanya bercanda soal senjata ini karena aku tidak tau kenapa aku teringat saja dengan sejarah begituan disuatu buku sejarah."


Azura berkata.


"Begitu ya,my lord."


"Tapi."


Seketika azura mengangkat jempolnya sambil berkata.


"Semoga anda membuatnya karena itu sangat berguna kalau menjadikan para makhluk menjadi ayam panggang."


Avi terkejut dan avi berkata.


"Be-begitu ya,azura."


Avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Dia terlalu polos kalau dilihat!."


"Apalagi sungguh mengerikan sekali dari perkataannya."


"Padahal aku hanya bercanda saja sih."

__ADS_1


"Haaaaaaaaaaaaa."


"Sungguh aneh saja kalau seorang wanita berkata begituan apalagi memakai wajah polos."


"Haaaaaaaaaaaaaa."


Tampaklah avi yang lagi sedang berjalan disebuah kota kerajaan sambil mengenakan jubah hitam dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan avi meliha seorang wanita yang lagi dipukuli seorang laki-laki dan tampaklah laki-laki mau memukul wanita itu mengunakan kekuatannya dan avi menyadari hal tersebut dan avi seketika bergerak begitu cepat sekali dan avi seketika memegang tangan laki-laki tersebut,tampaklah laki-laki itu terkejut karena avi sudah ada disampingnya sambil memegang tangannya dengan begitu erat sekali dan laki-laki itu berkata.


"Ka-kamu siapa?!."


"Ke-kenapa bisa-bisanya muncul dihadapanku!."


Avi berkata.


"Woi,jangan memukul seorang wanita."


"Karena itu sebuah kriminalitas kalau kamu memukul seorang wanita."


Laki-laki itu berkata.


"Itu bukanlah urusanmu tau!."


"Berlagak hebat didepan wanita ini tersebut!."


"Karna wanita ini harus dihukum karena dia sudah berbuat salah kepadaku sebagai pacarnya."


Avi berkata.


"Woi,kamu bukanlah suaminya yang seenak hati menghukum seorang wanita."


Seketika laki-laki ketakutan sekali dan seketika laki-laki itu kabur berlari karena saking takutnya kepada avi dan avi menjulurkan tangannya untuk menolong wanita itu yang sudah tidak berdaya ditanah dengan posisi duduk dan wanita itu berkata.


"Cih,mengapain kamu menolongku!."


"Kamu sama saja dengan laki-laki umumnya."


Avi seketika tersenyum dibalik penutup kepalah jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Aku menolong sebagaimana menolong orang lain."


Wanita itu berkata.


"Cih."


"Jangan kamu berlagak bagaikan seorang kesatria."


"Karena kamu sama saja seperti laki-laki umumnya."


Tampaklah wanita itu berdiri dari duduknya dan avi berkata.


"Begitu ya."


Wanita itu berkata.


"Lebih baik aku cari pacar barulah."


"Dari pada laki-laki tadi sama saja pada umumnya."


Avi berkata.


"Padahal pacaran membuatmu kesusahankan?."


Wanita itu berkata.


"Jangan kamu berlagak suci."


"Kamu saja tidak tau nikmatnya pacaran."


"Apalagi itu bukanlah urusanmu tau."


Avi berkata.


"Kamu tau tidak."


"Kalau pacaran suatu hal paling buruk loh."


"Apalagi tidak ada untungnya bagimu-kan?."


Wanita itu berkata.


"Eheh,begitu ya."


"Kamu tau tidak."


"Kamu sendiri tidak tau untungnya pacarankan?."


"Pacaran itu bisa mengetahui seseorang yang mencintaimu atau tidak sama sekalipun."


"Janganlah kamu berlagak suci karena kamu saja sama dengan laki-laki umumnya."


Avi seketika tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Jadi kalau kamu bilang laki-laki sama saja maka ayahmu sendiri sama dengan laki-laki umumnya-kan?."


"Sungguh anak yang begitu berdosa sekali kalau ayahmu sendiri disamakan dengan laki-laki umumnya yang kamu kira."


Seketika wanita itu marah sekali dengan perkataan avi tersebut dan wanita itu berkata.


"Kurang ajar kamu!."


"Berani-beraninya kamu mengejek ayahku!."


Avi berkata.


"Jadi kenapa kamu bilang laki-laki itu sama saja?."


"Kalau ayahmu sendirikan seorang laki-laki."


"Apakah kamu tau seberapa kamu mengejar dunia maka kamu makin jauh dengan tuhan."


"Karena kamu hanya memilih dunia bukan kepada tuhan."


"Apakah kamu tau kalau tidak percaya dengan pacaran itu adalah suatu hal buruk."

__ADS_1


"Maka kamu sendiri yang akan mendapatkan hal paling buruk tersebut terhadapmu."


Seketika avi tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Apalagi kamu sendiri dibodoh-bodohin oleh dunia ini tersebut."


Tampaklah avi seketika pergi berjalan lagi sambil berkata.


"Dah,jumpah lagi ya."


Tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan dikota kerajaan tersebut sambil melihat-melihat sekitarnya karena kota kerajaan itu begitu luas sekali,tampaklah avi seketika berjalan karena avi mendengar dari para penduduk dikita tersebut kalau kekaiti akan melakukan peperangan dengan negara lain dan avi seketika tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut,tampaklah avi seketika berjalan lagi dan tampaklah avi yang lagi berdiri diatas dahan pohon sambil melihat para bawahan kekaiti yang sudah menguasai sebuah kota kerajaan dan tampaklah avi seketika tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Waktunya sudah mulai."


Tampaklah para bawahan kekaiti yang sedang berjaga dipintu gerbang kota kerajaan tersebut dan mereka seketika melihat seseorang yang berjalan kearah mereka dengan mengenakan jubah hitam pekat yang mana itu adalah avi yang mengenakan jubah hitam dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan salah satu para bawahan kekaiti berkata.


"Si-siapa kamu?."


"Kenapa kamu ada disini?."


"Ada masalah apa kamu datang kesini?."


Avi seketika tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Aku tidak maksud apapun sih."


"Tapi."


Seketika avi tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Aku hanya ingin membantai kalian saja karena aku tidak ada kerjaan sama sekalipun."


Terkejut para bawahan kekaiti tersebut dan seketika para bawahan kekaiti tersebut akan tetapi avi seketika bergerak begitu cepat sekali dan seketika para bawahan kekaiti yang menjaga pintu gerbang tersebut terbunuh dengan begitu cepat sekali oleh avi,tampaklah avi sudah masuk kekota kerajaan tersebut dan avi seketika membantai habis para bawahan kekaiti tersebut dengan begitu cepat sekali,tampaklah para bawahan kekaiti banyak yang ketakutan dengan avi karena avi begitu mengerikan sekali bagi mereka.


Tampaklah avi sudah membantai habis para bawahan kekaiti dan avi melepaskan tahanan yang ditahan oleh para bawahan kekaiti dan avi mencari informasi kenapa kekaiti melakukan hal begitu tidak masuk akal bagi avi,tampaklah avi mulai membantai habis para bawahan kekaiti yang sudah menguasai kota kerajaan satu persatu,tampaklah avi yang sudah membantai habis para bawahan kekaiti dibeberapa kota dan avi berkata.


"Baiklah,kalau memang dia sudah mulai tidak masuk akal sama sekalipun."


"Tapi aku hanya terpaksa melakukan hal beginian karena ingin tau beberapa informasi kekaiti lakukan beberapa hari ini saja."


"Tapi."


Seketika avi tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Aku harus mencari hal lainnya tentang kekaiti lakukan."


Tampaklah avi yang lagi sedang berjalan dipadang rumput luas dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan karena ada makhluk yang mirip seperti hantu yang lagi menganggu avi dan avi hanya tersenyum saja dibalik penutup jubahnya tersebut,tampaklah avi hanya diam dengan gangguan mereka dan salah satu mereka berkata.


"Ha,kenapa kamu diam saja wahai manusia?."


"Kami hantu loh?."


"Apakah kamu diam karena ketakutankah,wahai manusia?."


Avi seketika tersenyum jahat dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Tidak,aku tidak takut sekali dengan kalian."


"Tapi."


"Waktunya pembantaian untuk kalian."


Seketika avi tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan terkejut mereka semuanya dan mereka mencoba menganggu avi dan mencoba menyerang avi tapi mereka sendiri sangat begitu ketakutan sekali dengan avi,tampaklah gangguan dan mereka lakukan semuanya tidak ada yang berhasil sama sekalipun akan tetapi avi seketika memegang salah satu kepalah para makhluk tersebut sambil mengarahkan pedangnya kearah satu para makhluk yang avi pegang kepalahnya tersebut dan avi berkata.


"Waktunya membunuh kalian semuanya."


"Inilah akhirnya aku bisa membunuh kalian."


"Karena aku sudah lama aku tidak membunuh kalian ya."


"Kalau kalian benar hantu sebenarnya."


"Karena kalian adalah suatu mainan yang menyenangkan sekali kalau dimainkan."


Seketika para makhluk itu berlutut dihadapan avi semuanya dan mereka sambil berkata.


"Maafkan kami!."


"Jangan bunuh kami semuanya!."


"Kami hanya makhluk paling lemah."


"Jadi jangan bunuh kami semuanya!."


"Jadikan kami bawahanmu!."


Avi terkejut dan avi seketika bingung dengan perkataan mereka tersebut dan avi berkata.


"Ehg?."


"Kenapa kalian mau jadi bawahanku?."


Mereka menjawab.


"Karena anda berhak kami layani."


"Karena anda adalah sosok yang begitu kuat sekali!."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya"


"Okelah kalau begitu."


"Baik,aku terima kalian sebagai bawahanku."


Mereka berkata.


"Baik,terima kasih banyak tuan."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama."

__ADS_1


__ADS_2