
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang bersantai diruang kerjanya sambil duduk dikursi karjanya dan sambil makan jagung meletus dan seketika ketiga belas istri avi datang keruang kerja avi dan tampaklah para istri avi berjalan mendekati avi dan berhenti berjalan didepan avi dan tampaklah para istri avi ribut dong karena soal siapa terbaik diantara terbaik menjadi istri avi dan tampaklah avi yang sudah menyadarinya hal itu tersebut dan tampaklah avi sudah pasrah saja dong dan avi berkata berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya mereka mengapain kesini ya?."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Kalau ujung-ujungnya ribut saja satu sama lainnya."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah seketika para istri avi terdiam dong dan tampaklah mereka mengangguk sepakat sekali satu sama lain dan avi terkejut dong karena avi menyadarinya hal itu tersebut dan vema berkata.
"A-anu,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa vema?."
Seketika vema tersenyum dong begitu juga para istri avi lainnya juga seketika tersenyum dong dan avi menyadarinya dong hal itu tersebut dan vema berkata.
"Ke-kenapa anda suka kali diruang kerja anda ya?."
"Sa-saya minta maaf soal itu tersebut!."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Karena ya mungkin disini lebih nyaman kayaknya?."
"Seperti dikamar."
"Karena aku juga tidak tau mau kemana?."
"Jadi ya,aku suka disinilah."
Vema berkata.
"Be-begitu ya,my lord avi."
Seketika vema tersenyum dong begitu juga para istri avi lainnya yang seketika tersenyum dan avi kebingungan dong karena para istrinya seketika tersenyum kayak seperti mempunyai rencana menurut avi dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kalian seketika tersenyum begitu?."
"Apa yang kalian merencanakan sesuatukah?."
Seketika para istri avi tersenyum lagi dong dan tampaklah avi mangkin bingung karena hal itu tersebut dan vilsy berkata.
"A-anu,avi?."
Avi berkata.
"Ada apa vilsy?."
Vilsy berkata.
"Ke-kenapa kamu jarang mendekati avi semua,avi?."
Seketika avi bingung dong yang vilsy katakan itu tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Kan aku setiap hari selalu mendekati kaliankan?."
Vilsy berkata.
"Be-begitu ya,avi."
"Ta-tapi yang aku katakan itu bukan itu maksudnya."
Avi berkata.
"Jadi apa maksudnya?."
Seketika vilsy tersenyum dong dan vilsy berkata.
"Ke-kenapa anda jarang berjalan dengan kami seperti kencan begitu?."
Terkejut dong avi dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja dong karena avi sudah menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Apakah itu pentingkah?."
Vilsy berkata.
"Iya,itu sangat penting sekali avi."
Seketika avi menatap tajam vilsy dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Apakah itu adalah sesuatu hal yang harus sekalikah dilakukan?."
Seketika vilsy ketakutan sekali dong karena avi menatap tajam dirinya dan vilsy berkata dengan ketakutan sekali.
"Sa-saya ti-tidak ta-tau so-soal i-itu tersebut a-avi."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Woi,apakah kalian taukah kalau seseorang istri yang suka pergi keluar rumah atau ssmacamnya."
"Tanpa setahu suaminya maka dibedosa karena suaminya sendirilah yang suka mengajak istrinya pergi keluar rumah kecuali beli bahan makanan saja."
"Seorang istri itu harus ada dirumah loh."
"Jadi apakah itu sesuatu pentingkah kalau tidak mengajak istrinya keluar rumah kecuali istrinya beli suatu bahan makanan atau berdagang saja."
Seketika para istri avi ketakutan semua dong karena avi masih menatap tajam kearah mereka dan avi berkata.
"Apakah hal begituan penting sekalikah?."
Para istri avi berkata.
"Baik,kami mengerti sekarang my lord avi!."
"Kami tidak akan keluar rumah!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah para istri avi masih ketakutan dong dan vilsy berkata.
"Ka-kayaknya ka-kami seperti seseorang budak sajalah."
"Ka-karena ka-kami tidak seperti suami-istri pada umumnya."
"Malahan seperti budak dan tuannya saja."
"HaaaaaaĆ aaaaaaaaaa."
"Kayaknya avi ini tidak seperti laki-laki umumnya."
"Karena avi tidak tunduk dengan perkataan istri tapi sebaliknya."
"Kami malahan tunduk dengan perkataan avi dan kami seperti budak yang mematuhi perkataan tuannya saja."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi?."
Seketika vilsy tersenyum dong dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Ada apa vilsy?."
"Kenapa kamu tersenyum begitu?."
Seketika vilsy ketakutan sekali dong karena avi menatap tajam sekali kearahnya dan vilsy berkata.
"Ti-tidak apa-apa avi!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Vilsy berkata didalam dirinya.
"Kayaknya avi sangat begitu keren sekali dan hebat sekali kalau dilihat."
Seketika sifat mesum vilsy keluar dong dan tampaklah tubuh vilsy tidak bisa dikendalikan dong karena sifat mesumnya telah keluar dan tampaklah avi menyadarinya dong hal itu tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Baiklah,kalau begitu kalian boleh jalan-jalan denganku."
"Tapi hanya mutar-mutar kota ini saja karena aku sering melakukannya."
Para istri avi berkata.
"Ba-baik!."
Tampaklah para istri avi senang sekali dong dan tampaklah avi pasrah saja dong karena hal itu tersebut dan tampaklah avi dan para istrinya sedang jalan-jalan dikota avi tinggali itu tersebut dan tampaklah avi dan para istrinya berkeliling kota sambil menikmati suasana kota avi tinggali itu tersebut seperti beli makanan,melihat suatu pertunjukan wayang dan lain sebagainya.
Tampaklah avi dan para istrinya terus-msnerus berkeliling kota avi tinggali itu tersebut dan banyak menikmati yang ada dikota avi tinggali itu tersebut dan tampaklah avi sedang duduk dibawah pohon dekat tepi jurang sambil melihat pemandangan kota avi tinggali dari jarak jauh akan tetapi ada para istri avi ada dibelakang avi sambil berdiri dan mika berkata.
"Indahnya."
"Begitu indah sekali kalau melihat kota itu dari jarak ini ya."
Tina berkata.
"Kenapa anda begitu suka kali dengan hal-hal kami tidak tau,my lord avi?."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Apanya yang kamu maksud itu tersebut tina?."
Tina berkata.
"Maksud saya adalah."
"Ehem."
"Kenapa anda kadang tersenyum kepada orang lain seperti anda tadi seketika tersenyum ketika fahar dan bawahannya lewat didepan anda."
"Anda juga kadang tersenyum bahagia sekali kalau sendirian dan juga kadang anda tidak tersenyum sama sekali didepan banyak orang?."
Avi berkata.
"Oh,soal itu ya."
"Yah,mungkin itu aku tidak bisa menyebutnya gimana dan apa saja."
"Itu ya mungkin aku sedang memikirkan sesuatu seperti memikirkan masalah yang aku hadapi sebelum masalah itu datang duluan dikatakan oleh orang lain."
Tina berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
Avi berkata.
"Kalau aku terkadang tersenyum."
"Yah,apa salahnyakan?."
"Hanya tersenyumkan?."
"Apakah kamu tau kalau kamu tersenyum seseorang akan mendapatkan pahala loh."
Terkejut dong para istri avi dong dan tina berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
Seketika tina duduk dong begitu para istri avi yang juga duduk juga dan avi berkata.
"Kenapa kalian tadi berdiri saja begitu?."
Serena berkata.
"H-ha,so-soal itu."
"Ehem."
"Ka-kami tidak akan duduk ketika hati anda sedang marah begitu kepada kami."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku dari tadi tidak marah kepada kalian kok."
Serena berkata.
"Ehg?!."
"Ta-tapi kami merasakannya kalau anda sedang marah sekali kepada kami semua."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak sedang marah loh."
"Apalagi dari awal tadi itu tersebut."
Serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Ha,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa serena?."
Serena berkata.
"Kenapa sebagian kota milik anda ada pakaian begitu aneh dam tradisi yang belum aku temui?."
"Sa-saya minta soal itu tersebut!."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Ha,soal itu."
"Ehem."
"Kalau tidak salah itu kota freci yang terluka parah karena penyerangan waktu itukan?."
Freci berkata.
"Iya,my lord."
"Itu adalah kota tempatku menjadi pahlawan ditugaskan untuk melindungi kota itu dari ancaman musuh pada waktu itu."
Avi berkata.
"Begitu ya,freci."
"Ha,kalau tradisi atau semacamnya."
"Sebenarnya sebagian adalah tradisi jawa."
Para istri avi bingung dong yang avi katakan itu tersebut kecuali mila karena mila tau soal negara indonesia apalagi mengetahui jawa itu sebenarnya dan para istri avi berkata kecuali mila.
"Apa itu jawa,my lord?."
Avi berkata.
"Ha,itu adalah suku negaraku tempat aku dilahirkan."
Para istri avi berkata kecuali mila.
"Begitu ya,my lord."
"Berarti negara itu adalah tempat anda lahir ya?."
"Apalagi itu suku negara anda ya,my lord?."
Avi berkata.
"Iya."
"Ha,sebenarnya aku hanya mengajari saja sebagian dari suku negaraku itu tersebut."
"Akan tetapi malahan mereka mangkin tertarik dong soal-soal hal-hal tradisi suku jawa lakukan."
"Atau juga kebiasaannya."
"Ha,kalau tidak salah berpakaian mereka sudah memakai batik ya?."
"Sudah seperti orang jawa umumnya sih."
"Seperti negaraku dilahirkan."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Hanya saja mereka benar-benar mirip seperti orang jawa umumnya pada negaraku dilahirkan."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
Seketika para istri avi tersenyum dong karena mereka mengetahui kalau avi itu perduli hal-hal yang kurang bagus dilakukan bagi orang lain kecuali menimbulkan perbuatan dosa,avi tidak melakukannya.
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang jalan-jalan sendirian disebuah kota yang avi katakan waktu bersama para istrinya itu tersebut dan tampaklah kota itu benar-benar seperti orang-orang jawa pada umumnya akan tetapi pada zaman dulu dan tampaklah avi masuk kepandai besi dikota itu tersebut dan tampaklah avi sangat begitu fokus sekali melihat seorang pandai besi membuat sebuah pedang dan tampaklah avi melihat pembuatan pedang itu sampai akhir.
Tampaklah pandai besi telah selesai membuat pedang itu tersebut dan pandai besi itu kaget dan terkejut dong karena ada avi disitu karena pandai besi itu tidak menyadarinya sejak awal kalau avi ada disitu dan pandai besi itu berkata.
"M-my lord avi!."
"Ke-kenapa anda datang kesini?!."
"A-ada perluan apa disini ya,my lord avi?!."
Avi berkata.
"Hmmmm?."
"Kayaknya caramu membikin pedang cukup bagu tapi."
"Kamu tidak teliti soal namanya ketahanan ya?."
Terkejut dong pandai besi itu tersebut dan pandai besi itu berkata.
__ADS_1
"Ehg?!."
"Tu-tungguh dulu my lord avi?!."
"A-aku tidak teliti soal ketahanan pedang?!."
Avi berkata.
"Iya,ada apa?."
Pandai besi berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya ketahan pedang aku buat belum sepenuhnya kuat ya?."
"Baik,saya akan membuat pedang yang cukup kuat ketahanannya apalagi ketajaman pedang itu tersebut!."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya?."
"Kalau begitu,aku boleh bikin pedang tidak disini dulu?."
Terkejut dong pandai besi itu tersebut dong dan pandai besi itu berkata.
"Ehg?!."
"Tu-tungguh dulu my lord avi?!."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Pandai besi itu berkata.
"Ke-kenapa anda ingin membuat pedang disini?!."
"Ka-kan saya bisa membuatkannya untuk anda inginkan?."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Tidak,tidak usah."
"Karena pedang ini begitu susah sekali dibikin olehmu."
"Dan itulah aku ingin membuatnya."
Pandai besi itu berkata.
"Be-begitu ya,my lord avi."
Avi berkata.
"Apalagi tyga tidak sanggup membikinnya apalagi dia begitu menyerah sekali membikin pedang yang aku minta ini tersebut."
Terkejut dong pandai besi itu tersebut dan pandai besi itu berkata.
"Ehg?!."
"T-tyga tidak sanggup juga membikinnya?!."
Avi berkata.
"Iya,itu benar sekali."
Pandai besi itu berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Apakah anda pandai bisa membikin pedangkah,my lord avi?."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Tenang saja soal itu tersebut."
"Kamu lihatlah cara membuat pedang ini tersebut."
Pandai besi itu berkata.
"Ba-baik,my lord avi."
Tampaklah mengeluarkan material-material dari skills ruang hitamnya dan menaruh semua kedalam sebuah wadah besi tipis berbentuk persegi empat dan tampaklah wadah itu ditenggelamkan kesuatu kombaram api panas yang ada.
disebuah tempat pelelahan sebuah besi dibangunan pandai besi itu tersebut dan tampaklah avi mengangkat wadah besi tipis itu dari kombaran api panas itu tersebut menggunakan sebuah penjepit besi untul mengangkat wadah besi itu tersebut.
Tampaklah lelahan besi itu ditaruh disuatu cetakan kayu berbentuk balok dan menungguh sampai mengeras dan setelahnya avi mengambil materil yang sudah keras itu tersebut dan menaskannya lagi keapi dan avi setelahnya mengangkatnya dan.
memukul-mukul metarial itu tersebut ditempat meja penempa pedang dan tampaklah avi masih memukul-mukulnya dan avi memanaskannya lagi keapi dan avi memukul-mukul material itu tersebut lagi dimeja penempa pedang dan avi memanaskannya lagi dan avi menaruh material itu tersebut diatas meja penempa pedang itu tersebut dan tampaklah avi memikirkan sesuatu dong dan avi seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Baiklah."
"Ehem."
Seketika pandai besi itu bingung dong melihat avi terdiam tersenyum dong dan avi berkata.
"Baiklah."
"Kabe-kebe-kabe bumkan bim salibim ala takabra!!!."
"Dasar tidak tau diri!."
"Haaaaaaaaa."
"Ehem."
"Onekafy wala-wala!!!!."
Seketika makin bingung dong pandai besi itu tersebut karena avi berkata-kata aneh dan pandai besi itu berkata didalam dirinya.
"A-apakah itu sesuatu mantrakah membuat pedang itu tersebut?."
"Ra-rasanya makin aneh saja kalau aku mendengarkannya?!."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Tidak-tidak-tidak,aku tidak boleh berpikiran begituan."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Demi fajar."
"Apa bila menjadi gelap gulita."
"Dan dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang meniup buhul-buhul."
Terkejut dong pandai besi itu tersebut dong karena avi berbicara tadi itu tersebut dan avi seketila tersenyum dong dan avi berkata.
"Lingsir wengi sliramu tumeking sirno."
"Ojo tangi nggonmu guling."
"Awas jo ngetoro."
"Aku lagi bang wingo-wingo."
"Jin setan kang tak utusi."
"Dadyo sebarang."
"Wojo lelayu sebet."
Seketika avi tersenyum dong dan tampaklah pandai besi itu terkejut sekali dong karena avi mengatakan sesuatu hal aneh menurut pandai besi itu tersebut dan avi seketika tersenyum dong dan avi berkata.
"Oh,nina bobo."
"Oh,nini bobo."
"Kalau tidak bodo."
"Akan dimakan T-rex."
Seketika avi tersenyum dong dan tampaklah pandai besi itu terkejut sekali dong karena avi mengatakan hal aneh lagi bagi pandai besi itu tersebut dan seketika avi memukul-mukul material itu tersebut dan avi menaskannya lagi keapi dan memukul-mukulnya lagi dan.
tampaklah setelahnya avi sudau selesai membuat pedang itu tersebut dan tampaklah pedang itu seperti sebuah keris pedang khas suku jawa yang ada diindonesia dan tampaklah avi senang dong karena telah selesai dan avi berkata.
"Akhirnya!."
"Aku bisa membuat pedang khas suku jawa!."
"Yaitu keris!."
"Hore akhirnya!!!!."
Tampaklah avi seketika kebingungan dong karena pandai besi itu berjalan kearah avi dengan perasaan yang kebingungan sekali dan pandai besi itu berhenti berjalan didepan avi dan avi berkata.
"Ada apa dengan dirimu?."
"Kamu begitu bingung sekali ya?."
Pandai besi itu berkata.
"Se-sebenarnya my lord."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Pandai besi itu berkata.
"Sebenarnya kenapa anda tadi berbicara tidak jelas pada saat anda tidak memukul pedang itu masih dalam material?."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Tapi itu hanya candaan saja ya."
Pandai besi itu berkata.
"Oh,begitu ya my lord avi."
"Dan kenapa anda berbicara demi fajar apalagi dua bahasa yang aku tidak tau yang anda katakan itu tersebut?."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Ha,soal itu tersebut ya?."
Seketika avi menaruh pedangnya itu tersebut kemeja kayu dan avi berkata.
"Itu hanya mengingatkanmu saja."
Terkejut dong pandai besi itu tersebut dan pandai besi itu berkata.
"Ehg?mengingatkanku?."
Avi berkata.
"Iya,hanya mengingatkanmu soal dosa."
"Karena kamu setiap fajar kamu mabuk-mabukan."
"Dan apalagi kamu suka bermain dengan para wanita pada waktu fajar."
"Apalagi kamu tidak sadar kalau kamu sedang terkenak suatu sihir oleh para wanita-wanita itu untuk melakukan hal-hal kotor itu begituan."
Terkejut dong pandai besi itu tersebut dan pandai besi itu berkata.
"Be-begitu ya,my lord avi."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya aku tidak sadar kalau aku terus-menerus mendapati dosa ya?."
"Haaaaaaaaa."
"Jadi my lord,yang kedua bahasa yang tidak aku ketahui itu apa ya,yang anda katakan tadi itu?."
Avi berkata.
"Ha,kalau tidak salah itu adalah lagu jawa."
"Yah,hanya lagu yang sering aku dengari apalagi sangat begitu penasaran sekali."
"Aku mengatakan itu karena aku teringat saja dengan dua lagu itu tersebut."
"Mungkin tidak ada T-rex lah dilagu nina bobo sih."
"Haaaaaaaaaaaa."
Pandai besi itu berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
"Jadi pedang itu apa my lord?."
"Tidak pernah melihatnya apalagi mengetahuinya sama sekali."
"Dan bentuknya cukup menarik sekali ya,my lord."
Avi mengambil pedang itu tersebut dari meja kayu itu tersebut dan avi berkata.
"Ini adalah pedang keris."
"Pedang khas suku negaraku yaitu jawa."
Pandai besi itu berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Pedang ini cukup menarik sekali ya."
"Apalagi itu berasal dari negara anda sendiri ya."
Avi berkata.
"Iya,begitulah."
"Sebenarnya pedang ini berukuran kecil loh kalau aslinya."
Terkejut dong pandai besi itu tersebut dan avi berkata.
"Tapi ada sebagian pedang keris ini berukuran sangat begitu besar sekali seperti ukuran pedang pada umumnya."
"Apalagi aku membuat pedang keris ini sangat begitu tajam sekali."
"Dari pada pedang khas negara jepang."
"Seingatku aku membuat pedang ini aku mengambil inspirasi dari sebuah pedang yang begitu lebih tajam dari sebuah katana."
"Yah,walaupun pedang itu tidak sepopuler katana sih."
"Tapi pedang itu tersebut begitu sangat begitu tajam sekali apalagi kuat sekali ketahanan pedang itu tersebut."
"Pedang itu berasal dari negara damaskus."
Pandai besi itu berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Baik,saya mengerti sekarang."
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang berjalan-jalan disebuh padang rumput begitu luas sekali dan seketika avi berhenti berjalan dong karena ada seorang wanita berjalan kearah avi mengenakan jubah putih dan kepalahnya ditutupi penutup jubah putih itu tersebut dan sambil berkata.
"Kamu sudah ketemu."
"Kamu sudah ketemu."
"Kamu sudah ketemu."
"Kamu sudah ketemu raja kegelapan null."
Tampaklah wanita itu seketika tersenyum dong dibalik penutup kepalah jubah putihnya itu tersebut dan tampaklah avi ketakutan dong karena wanita itu tersenyum jahat dan avi mulai berjalan mundur kebelakang untuk menjauh dari wanita itu tersebut dan avi seketika membalikkan badannya dan seketika kabur berlari akan tetapi wanita itu seketika tersenyum dong sambil berkata.
"Kamu tidak akan bisa kabur lagi loh."
"Raja kegelapan null."
Seketika wanita itu bergerak sangat begitu cepat sekali dong dan seketika mencengkram leher avi yang masih berlari menjauhi wanita itu tersebut dan avi seketika berhenti berlari dong karena wanita itu mencengkram leher avi begitu kuat sekali dan seketika wanita itu tersenyum dong dan ketawak kecil halus dan wanita itu berkata.
"Kamu sudah tertangkap sudah,wahai raja kegelapan null."
"Kamu tidak akan bisa kabur sekarang juga."
Avi berkata.
"Ehg?!."
"Ba-baiklah kalau begitu?!."
Seketika wanita itu tersenyum dong dan wanita itu berkata.
"Begitu ya,raja kegelapan null."
"Kamu sungguh hebat sekali bersembunyi ya?."
Avi berkata.
"I-iya?!."
Seketika wanita itu melepaskan cengkraman kedua tangannya dileher avi dan wanita itu berjalan kearah depan avi dan seketika wanita itu membuka penutup kepalah jubahnya dari kepalahnya dan tampaklah wanita itu berambut pink dan mata berwarna.
kuning keemas-emasan dan seketika wanita itu mencium bibir avi begitu lama sekali dan tampaklah avi terkejut dong dan tampaklah avi berusaha tidak mau dicium tapi avi tidak bisa dong akan tetapi sebaliknya dimalahan menyentuh payudarah wanita itu tersebut dan tampaklah wanita itu melepaskan ciuman bibirnya dengan avi dan seketika wanita itu seketika tersenyum dong sambil menaruh tangannya kanannya kebibirnya dan wanita itu berkata.
"Aku sudah dapat mengetahui sekarang."
"Kamu adalah raja kegelapan null yang sebenarnya ya."
Seketika wanita itu tersenyum dong dan avi masih kebingungan dong apalagi sudah pasrah saja dengan soal itu tersebut karena kalau dikabur akan ditangkap juga karena kekuatan wanita itu sembilan puluh delapan persen dari kekuatan avi karena kalau avi lari akan tangkap juga karena kekuatan wanita itu hampir setara dengan avi dan seketika wanita itu mencium bibir avi dong lagi.
dan wanita itu sambil memeluk leher avi juga dan sampai-sampai jatuh ketanah dong sambil berciuman dan tampaklah avi sudah kesal sekali dengan hal begituan dan tampaklah avi berusaha terbebas dari ciuman wanita itu tersebut dengan cara mendorongnya kebelakang akan tetapi itu tidak bisa didorong kebelakang karena terlalu berat sekali bagi avi dan wanita itu melepas ciumannya dengan avi dan wanita itu seketika tersenyum dong dan tampaklah wanita itu duduk diatas badan avi bagian depan dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja dong dengan hal itu tersebut dan avi berkata sambil menatap tajam wanita itu tersebut.
"Sebenarnya kenapa kamu menciumku?."
Seketika wanita ketakutan sekali dong dan wanita itu berkata.
"H-ha,so-soal itu?!."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Wanita seketika tersenyum dong dan wanita itu berkata.
"Aku hanya ingin mencarimu saja."
"Karena anda telah berubah menjadi manusia."
"Tidak bertubuh gelap seperti dulu lagi."
"Karena aku mengetahuinya kalau anda berubah menjadi seseorang manusia biasa saja."
__ADS_1
"Aku sangat begitu kesusahan sskali mencari anda dengan wujud manusia anda."
"Tapi tidak ada cara lain mencium mulut untuk mengetaui genetik anda sebenarnya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi setahuku seperti itu tidak dapat mengetahui genetik seseorang."
"Kecuali melihat golongan darahnya saja."
"Itu yang aku ketahui."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya,raja kegelapan null."
"Berarti caraku ini salah ya."
"Tapi aku ada skills begituan untuk mengetahui genetik dari sebuah ciuman saja."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
"Kenapa kamu ada disini?."
Wanita seketika tersenyum dong dan wanita itu berkata.
"Aku diutus para naga untuk menjumpai anda."
"Kayaknya para naga itu dalam hal masalah besar ya?."
Avi berkata.
"Ehg?begitu ya."
Seketika wanita itu tersenyum dong dan avi menyadarinya hal itu tersebut dong dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kamu seketika tersenyum begitu?."
Wanita itu berkata.
"Apakah anda ingin mau bermain seksualkah kepadaku?."
Terkejut dong avi dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaa."
"Tidak,aku tidak butuh itu tersebut."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya,raja kegelapan null."
Avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya cara bicara wanita ini bersikap tidak peduli dengan keadaan lingkungan sekitarnya."
"Haaaaaaaaa."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Bisakah kamu jangan duduki tubuh tidak?."
Wanita itu berkata.
"Tidak,aku tidak akan berdiri dari tubuh ini tersebut."
"Aku tetap akan berdiri."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
Seketika wanita itu mencium bibir avi begitu lama sekali dan sambil memeluk leher avi dan tampaklah avi sudah pasrah saja dong karena avi tidak menikmatinya hal itu tersebut dan tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang duduk disuatu ruangan dengan meja panjang sambil minum teh akan tetapi disamping avi ada raja negara jomblo apalagi kaisar dari negara kekaisaran timur disitu juga karena mereka ingin berbicara dengan avi dan seketika avi menaruh cangkir tehnya itu tersebut kemeja dan avi berkata.
"Jadi ada apa dua negara datang kesini?."
"Dan ingin bicara sesuatu?."
Seketika raja negara jomblo menaruh cangkir tehnya kemeja dan raja negara jomblo berkata.
"Ha,soal itu tersebut."
"Ehem."
"Apakah bisakah menjual dua kapal besar bisa terbangmu itu tersebutkah,avi?."
Seketika avi menatap tajam raja negara jomblo dong dan seketika raja negara jomblo ketakutan sekali dong karena avi menatap tajam kearahnya dan avi berkata.
"Haaaaaaaaa."
"Aku tidak bisa menjualnya."
Raja negara jomblo berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi menatap tajam lagi raja negara jomblo itu tersebut dong dan avi berkata.
"Jadi kenapa anda berkata begituan?."
"Hah?."
Seketika ketakutan dong raja negara jomblo lagi dan raja negara jomblo berkata.
"Baik,aku akan memberitaumu hal itu tersebut!."
"Ka-karena yang bilang itu dari kaisar dari negara kekaisaran timur yang bilang."
"Aku hanya menyampaikan saja yang dia bilang karena dia cukup malu mengatakan itu tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi menatap tajam kearah kaisar dong dan avi berkata.
"Jadi kenapa kamu berkata begituan kaisar kepada raja negara jomblo?."
Seketika kaisar itu menaruh cangkir tehnya kemeja akan tetapi tangan kaisar itu menggigil ketakutan dong pada saat mau menaruh cangkir tehnya itu tersebut kemeja dan kaisar berkata.
"H-ha,soal itu tersebut ya!."
"Ehem!."
"A-aku sebenarnya tidak ada niatan apapun loh,avi."
"Jadi aku hanya berkata begitu kepada raja negara jomblo untuk disampaikan."
"Karena aku malu sekali karena juga aku terkagum-kagum dengan dua kapal besar yang bisa terbang itu tersebut,avi."
"Ja-jadi begitulah penjelasanku tapi itu bukanlah tujuan aku dan raja negara jomblo ke-kesini sebenarnya loh,avi."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi apa tujuan kalian sebenarnya?."
Tampaklah kaisar itu menggigil ketakutan sekali dong karena avi masih menatap tajam kearahnya dan kaisar berkata.
"So-soal itu tersebut ya?!."
"Ehem!."
"Ha,apakah masalah para musuh ini apakah sudah berhentikah atau belum sama sekali ya,avi?."
Avi berkata.
"Ha,soal itu ya."
"Kayaknya belumlah."
"Karena kami masih bertempur dengan para musuh itu tersebut."
"Akan tetapi para pasukan para musuh itu berjumlah sedikit sekali."
Kaisar berkata.
"Begitu ya,avi."
"Kayaknya para musuh masih punya rencana lainkah,avi?."
"Atau masih dalam masa pemulihan kondisi para pasukannya dan dana perangkah?."
Avi berkata.
"Entahlah soal itu tersebut."
"Karena kami terus-menerus menungguh para musuh itu kapanpun itu."
"Kami masih menungguh para musuh ini tersebut bergerak sih."
"Tapi begitulah."
Kaisar berkata.
"Begitu ya,avi."
"Hmmmm?."
"Kayaknya para-para musuh ini tidak dapat dideteksi keberadaannya apalagi penyerangan kemana?."
"Tapi kamu bisa mengeteksi para musuh itu begitu mudah sekali."
"Apalagi tau dimana para musuh itu akan berperang dengan negara lain."
"Apakah kamu ada alat semacam pendeteksi musuhkah pada dua kapal besar yang bisa terbangkah,avi?."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Kayaknya tidaklah?."
"Tidak,aku tidak ada alat semacam itu apalagi didua kapal besar yang bisa terbang itu tersebut."
Kaisar berkata.
"Begitu ya,avi."
"Hmmmmm?."
"Jadi kenapa kamu bisa tau posisi dimana,avi?."
Avi berkata.
"Ehg?!."
"Ha,soal itu tersebut."
"Ehem."
"Kayaknya dari prajuritku mata-mataku deh."
"Yang memberitauku."
Tampaklah seketika trio konyol bans yang suka bergelantungan diatas dahan pohon seketika bersin dong dan seketika terpental dong dan aja juga terjatuh ketanah dan tampaklah kaisar bingung dong dan kaisar berkata.
"Begitu ya,avi."
"Haaaaaaaa."
Avi berkata.
"Kayaknya kita harus menungguh para musuh itu tersebut dulu kayaknya."
"Haaaaaaaaaa."
"Tapi kayak mereka akan muncul kayaknya bentar lagi sepertinya."
Terkejut dong mereka berdua dan kaisar berkata.
"Apa?!."
"Mereka akan muncul bentar lagi?!."
Avi berkata.
"Iya,itu benar."
"Mereka akan muncul bentar lagi kayaknya."
Kaisar berkata.
"Be-begitu ya,avi."
"Jadi kita akan berperang ya,avi?."
Avi berkata.
"Sepertinya begitulah kaisar."
Kaisar berkata.
"Hmmm?."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Padahal aku kesini menumpanglah."
"Karena negaraku dihancurkan oleh orang-orang musuh itu tersebut."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Aku menjadi kaisar tidak begitu berguna sama sekali ya."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
Avi berkata.
"Tidak,kamu tidak seperti itu kok kaisar."
Terkejut dong kaisar itu tersebut dan kaisar itu berkata.
"Ehg?!."
"Apa maksudmu avi?."
Avi berkata.
"Kamu tidak boleh mengatakan itu tersebut."
"Karena perkataan adalah ssbuah doa bagimu."
Kaisar berkata.
"Begitu ya,avi."
Avi berkata.
"Kalau tidak berguna apakah kamu akan membimbing para rakyat dirimu itu tersebut kesinikah?."
"Untuk menumpang saja sebentar?."
Kaisar berkata.
"Soal itu."
Avi berkata.
"Kalau begitu kamu benar-benar tidak seperti itu loh,kaisar."
"Pemimpin negara paling tidak berguna adalah pemimpin negara yang tidak kompeten memerintah negeranya sendiri."
"Dan membuat rakyat menderita,selalu mementingkan dirinya sendiri,membuat kondisi negara menjadi buruk sekali dan lain sebagainya."
"Itulah pemimpin negara yang aku ketahui."
"Jadi kamu tidaklah seperti itu loh,kaisar."
Kaisar berkata.
"Begitu ya,avi."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya aku sudah tau sekarang apa itu kata berguna bagi pemimpin negara."
"Terima kasih banyak avi."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama kok."
"Tapi kalau kamu menjadi pemimpin negara kamu tidak boleh bangga dengan jabatanmu itu tersebut."
"Karena jabatanmu itu tersebut hanya sementara saja loh."
"Kalau tuhan mengambil itu semua."
"Kamu akan menjadi orang-orang biasa saja loh."
Kaisar berkata.
"Begitu ya,avi."
"Baik,aku mengerti sekarang avi."
"Kalau menjadi pemimpin negara itu harus membanggakan jabatannya tapi."
"Kita harus menganggap kita seperti orang-orang umumnya walaupun dia seorang raja atau orang miskin ya."
Avi berkata.
"Iya,kamu benar sekali kaisar."
Seketika avi tersenyum dong dan tampaklah kaisar begitu bahagia sekali dong dan begitu senang sekali dong dengan perkataan avi itu tersebut dan kaisar itu berkata.
"Baik!."
"Aku akan membuat peraturan negaraku yaitu."
"Seorang kaisar harus hidup seperti orang umumnya dan berhemat dan lain sebagainya."
"Pastih peraturan ini pastih terus-menerus setiap generasi kaisarku."
__ADS_1
"Pastih harus diterima apalagi laksanakan!."
"Apalagi bisa menjadi peninggalanku terhadap negaraku kegenarasi yang akan datang!."