Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Bertambahnya pelayan baru dan kemenangan perang.chapter 8


__ADS_3

Pada suatu pagi terlihatlah avi mengerjakan perkerjaan dengan surat-surat setelah itu avi pun selesai dan avi berkata dengan mulutnya.


"Oh iya,udah beberapa hari ketika aku pulang dari negara jomblo."


"Oh iya,aku kaget pada saat kembalik kedesa waktu itu."


"Aku keget karena fuhar berevolusi menjadi kecil seterah dengan manusia dan juga dia bisa berubah kewujut manusia."


"Yah,aku kaget karena itulah aku tidak begitu tau apa penyebab evolusinya?."


Dan terlihatlah kejauhan ada seorang wanita sedang mendekati desa tempat avi tinggal dan sebenarnya wanita itu adalah putri raja dari negara jomblo tampaklah wanita itu melihat desa dari kejauhan dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Hmm,disini ya?."


"Setelah avi pergi aku menjadi sedih karena seketika hati merasa sedih."


"Pada saat avi pergi tapi aku telambat untuk untuk memberikan hadiah untuknya karena aku telat datang mengasih."


"Tapi kamu jangan kabur lagi avi."


"Hmm."


Wanita itu berkata dengan mulutnya.


"Baiklah,kalau begitu aku mendatangi negara avi tersebut."


"Tapi aku berharap kalau avi tidak kabur saat melihatku."


"Karena dia sudah mengetahui niatan asliku karena avi bagaikan membaca pikiran orang lain."


"Baiklah,aku jalan sepertinya."


Dan wanita itu berjalan menunjuk desa avi,sebenarnya wanita itu pada waktu itu pada saat avi telah pergi dengan berpindah temapat tampaklah ada wanita berlari dengan terengah-engah dan ternyata orang itu adalah putri raja tersebut dengan membawak suatu barang setelah itu wanita itu berhenti berlari dan berkata.


"A-ayah,apakah avi sudah pergi?."


Raja menjawab.


"Ya."


"Ada apa putriku?."


Wanita itu berkata.


"Baiklah,kalau begitu aku akan menyusulnya kekota karena pastih dia digerbang depan kota?."


Raja menjawab.


"Berhentikanlah lakngkah kakimu."


"Karena avi pergi dengan cara berpindah tempat dengan skills tersebut yang dimiliki avi."


Wanita itu berbalikkan tubuhnya keayahnya dan berkata.


"Eh,skills berpindah tempat?!."


Raja menjawab.


"Ya,betul."


Wanita itu berkata.


"Ma-mana mungkin dia mempunyai skills tersebut dikarenakan skills tersebut adalah skills legendaris yang dirahasiakan raja kegelapan."


"Karena dulu itu adalah skills pahlawan terdahulu dan disebunyikan oleh raja kegelapan terdahulu."


"Mana mungkin dia mempunyai skills tersebut?."


Raja menjawab.


"Hei vima,apakah kamu tau dia adalah orang yang sangat misterius sekali."


"Dan karena itulah aku tidak mengetahuinya siapa avi sebenarnya apakah dia pahlawan yang terdahulu dan berekarnasi menjadi avi sekarang ataukah."


"Dia raja kegelapan terdahulu yang sudah bangkit dan menjadi manusia seperti avi aku pun tidak mengetahuinya?."


Wanita menjawab.


"Begitu ya."


Sebenarnya nama wanita tersebut adalah vima dan vima berkata.


"Ta-tapi apakah ayah berbohongkah tentang avi pergi dengan berpindah tempat."


"Dan sebenarnya avi masih dikota!."


Raja menjawab dengan tegas.


"Tidak putriku,aku tidak pernah berbohong kepadamu."


Vima berkata.


"Ma-mana mungkin dia pergi dengan cepat?."


Wanita itu berbalikkan badan untuk mengejar avi yang dikira vima avi masih ada dikota tersebut dan raja berkata.


"Henti jalanmu vima!."


Seketika wanita itu berhentikan jalannya dan berkata.


"Ada apa ayah?."


Raja menjawab.


"Sama saja kamu mencarinya dikota percuma kamu mencarinya sampai berkeliling kota itu tetap sama dia tidak ada dikota tersebut."


Vima berkata.


"Begitu ya ayah."


Vima menjawab dengan nada suara sedih dan raja berkata.


"Hei vima untuk apa kamu mencari avi?."


Vima setika terkejut apa yang dibilang ayahnya dan bercampur malu dan vima menjawab.


"A-apa yang ayah katakan tadi?."


Vima menjawab dengan nada suara malu terlihatlah pipihnya vima memerah dan setelah mengatakan begitu vima berbalikkan badannya didepan ayahnya dan raja berkata.


"Hei vima,aku ingin tau kenapa kamu mencari avi?."


"Apakah kamu mau menciumnya pada saat dia pulang ataukah tadi malam kamu melakukan begituan sama avi dan hamil?."


Seketika panik dong vima karena tidak ada kaitannya sama begituan dan vima menjawab dengan rasa malu.


"A-apa ayah katakan?aku tidak ada kaitannya?."


Raja berkata.


"Begitu ya kalau kamu berbicara dengan malu begitu kamu pastih punya kaitannya sama hal tersebut."


Panik dong vima dan berkata.


"A-apa yang ayah katakan aku memang tidak ada kaitannya hal tersebut."


"Ayah memang bodoh."


Seketika juga raja tertawak begitu juga istrinya dan mamanya vima berkata.


"Hei vima,kamu kamu menyukai avi?."


Ibunya berkata dengan nada suara lembut dan setelahnya panik dong vima dengan perkataan mamanya bercampur rasa malu terlihatlah seketika pipih memerah dan vima menjawab.


"A-apa maksud mama?."


Mamanya vima berkata


"Hei vima,kalau seseorang berkata demikian berarti dia sudah jatuh cinta kepada seseorang."


"Begitu juga kamu vima."


Ibunya tersenyum kepada vima dan vima menjawab.


"I-iya,aku menyukai avi!."


"Apakah mama marahkah?."


Mamanya berkata.


"Tidak kok malahan bagus kamu kalau kamu menyukai seseorang."


"Karena kamu pastih menjadi istri."


"Kalau kamu menyukai avi pastih kamu akan menjadi istrinya avi dimasa akan datang."


Vima menjawab.


"Be-begitu ya mama."


Mamanya berkata.


"Ya."


"Hei vima,apa yang kamu sukai dari avi?."


Vima menjawab.


"A-apa yang mama maksud?."


Vima berkata begitu malu dari perkataan mamanya dan vima menjawab.


"A-ah,baiklah aku menyukai avi karena digagah dan kekar."


"Tapi aku tidak tau karena apa aku menyukai avi mungkin cara berpedangnya mungkin?."


"Karena aku diajari avi belajar berpedang dengan baik."


Seketia ibunya menatapnya dan vima berkata.


"A-ada apa mama?apakah aku salah gomongkah?."


Mamanya berkata.


"Tidak kok malahan bagus kamu menyukai badannya tapi kalau kamu menyukai cara berpedangnya maka kamu ada masih menutupi rasa suka."


"Aslimu karena kamu malu untuk membilangnya."


Vima menjawab.


"Be-begitu ya!."


Raja berkata.


"Baiklah,kalau putriku menyukai seseorang tapi dia seorang raja maka akan susah aku menikahimu karena mahal."


"Tapi aku tetap akan mendukungmu wahai putriku karena aku yakin kamu pastih bisa merebut hatinya dan menjadi istrinya."


Vima menjawab.


"Begitu ya ayah."


Raja berkata didalam dirinya.


"Kamu harus bisa merebut hatinya karena kamu harus duluan dari wanita seram itu."


Raja berkata dengan mulutnya.


"Hei vima,apakah kamu mau ketempat avi tinggal?."


Seketika vima terkejut dong dan berkata.


"A-apa maksud ayah?tempat avi tinggal?."


Raja berkata.


"Ya,tempat avi memerintah tempatnya ini masih belum banyak orang tau karena tertutup oleh hutan lebat."


"Yah,karena hutan itu adalah huta berdarah terbantai dan karena itulah tidak ada satu pun mengetahui negara tersebut kecuali aku dan kesatria begitu juga perajuritku."


Vima menjawab.


"Begitu ya."


Vima menjawab dengan nada sedih dan sebenarnya vima sudah mengetahui avi tapi dia berpura-pura tidak ingat nama hutan tersebut,raja berkata.


"Apakah kamu mau kesana atau tidak sama sekali."


Vima pun menjawab.


"Ya,aku akan kesana ayah?."


Mereka berdua pun terkejut dong dengan perkataan vima dan raja berkata.


"Begitu ya,kalau begitu pergilah kalau kamu menyukainya karena aku tidak memaksamu dengan hal lain."


Vima menjawab.


"Ya."


Vima berlutut dihadapan ayahnya dan berkata.


"Baik,saya akan pergi kesana."


Itulah adalah cerita pada waktu itu sebelum vima datang kedesa avi dan tampaklah vima mulai memasuki kota setelah vima masuk kekota seketika vima dikepung oleh semua penduduk karena mereka tidak mengenali vima dari wajah karena vima mentutup kepalahnya.


Dia memakai jubah dan karena itulah para penduduk tidak mengenalinya dan lefa datang mendekati vima dan lefa berkata.


"Wahai manusia kamu siapa?dan karena apa kamu kesini?."


Vima menjawab.


"Aku kesini adalah menjumpai avi day lict."


Seketika mereka panik dong dan lefa berkata.


"Begitu ya,kenapa kamu tau nama tuan kami?."


Vima menjawab.


"Soal itu adalah ra-ha-siaku."


Lefa pun terkejut dong dengan perkataan vima dan lefa berkata.


"Baiklah,kalau ingin bertemu maka pilihlah salah satu."


"Kamu harus memilihnya untuk menemui tuan avi kamu harus milih memotong jari tanganmu ataukah menyerahkan semua kamu miliki seperti uang atau barang berharga lainnya?."


Vima pun panik dong dengam perkataan lefa dan vima berkata didalam dirinya.


"Gila!perkataan mereka menyeramkan,memang benar dikatakan ayah kalau mereka menyeramkan!."


"Tampaklah mereka tersenyum jahat tapi aku harus memilih salah satu tapi aku tidak bisa memilih nomor maka."


"Aku pilih nomor dua yaitu menyerahkan uangku."


Vima berkata dengan mulutnya.


"Ah,soal itu aku memilih nomor dua dan ini uangnya!."


Lefa berkata.


"Apakah ada lagikah!."


Seketika lefa yang lainnya tersenyum jahat seketika vima ketakutan didalam dirinya dan vima berkata.


"Ti-tidak,aku tidak mempunyai lagi!?."


Lefa berkata.


"Begitu ya,kalau begitu ikuti aku."


Dan tampaklah vima ketakutan dan vima berkata didalam dirinya.


"Gila kali orang ini!apakah ini ulah mereka ataukah ulah avi apakah avi suka melakukan beginian."


"Tapi kalau benar maka avi berpura-pura baik tapi dia jahat tapi aku tidak bisa menuduhnya."


"Haa."


Dan tampaklah avi sudah menyadarinya karena mereka memalak vima avi hanya diam diruangan kerjanya dan avi berkata didalam dirinya.


"Haah,memang mereka pada waktu itu mereka pernah berkata."


"Tuan apakah kami bolehkah memalak pendatang yang mencurigakab bagi kota ini?."


"Dan aku pun menyutujuinya dengan menganggukkan kepalah karena aku terpaksa doang."


"Haa,begitulah mereka tapi lefa berevolusi lagi dan menjadi kuat dulunya dia tua."


"Dia berevolusi menjadi mudah pada waktu itu dan sekarang berevolusi lagi."


"Haa."


Dan setelahnya vima dibawak ketempat avi berkerja tapi vima tidak dibawak masuk keruangan lefa pun masuk keruangan untuk melaporkan hal tersebut.


Dan setelah dia masuk keruangan avi dia berlutut dihadapan avi dan berkata.


"Lapor my lord."


Avi menjawab.


"Ada apa lefa?."

__ADS_1


Lefa berkata.


"Ada seseorang ingin berjumpai anda."


Serena menjawab.


"Siapakah dia lefa?."


Lefa berkata.


"Saya tidak tau?."


"Siapa dia?."


Serena menjawab.


"Begitu ya."


Tampaklah serena meminum teh lagi sambil duduk dikursi dimeja avi dan avi berkata.


"Bawak dia lefa."


Lefa menjawab.


"Baik."


Lefa pun berdiri dan keluar untuk memanggilnya untuk masuk dan setelah vima masuk dan lefa berlutut dihadapan avi dan berkata.


"Ini dia my lord."


Avi menjawab.


"Ya,baik."


Serena berkata.


"Siapa dirimu wahai orang asing?."


Serena menatap tajam orang itu dan vima menjawab.


"Kamu selalu meyeramkan ya serena!."


Serena pun terkejut dong karena orang itu tau nama serena dan serena berkata.


"Kenapa kamu tau namaku?."


Serena berkata sambil menatap tajam orang itu dan vima menjawab.


"Karena kamu adalah pahlawan yang banyak orang tau serena!."


Serena pun hanya bisa kebingungan doang dan avi berkata.


"Jadi siapa kamu dan mau apa kesini?."


Vima berlutut dihadapan avi dan berkata.


"Lama tidak berjumpa avi day lict."


Avi dan serena pun terkejut dong karena orang itu tau nama avi dan nama panjangnya dan avi berkata.


"Begitu ya,jadi kamu kesini ?."


Avi pun menyadarinya kalau orang itu adalah vima walaupun tertutup oleh jubah tapi avi tau kalau itu vima dan vima berkata.


"Aku sini adalah."


"Tolong jadikan aku bawahanmu dan pelayanmu."


Terkejut dong serena karena orang itu berkata begitu dan serena berkata.


"A-apa yang kamu bilang?kamu hanyalah orang biasa mana mungkin bisa menjadi pelayan raja kegelapan?."


Panik dong vima karena serena berkata raja kegelapan dan vima berkata.


"Begitu ya,pelayan raja kegelapan ya?."


"Aku bisa karena aku adalah salah satu pahlawan terkuat ketiga setelah orang kedua."


Avi pun terkejut dong karena putri raja tersebut adalah pahlawan terkuat yang ketiga dan serena berkata.


"Begitu ya,kamu pastih vima ya?."


Tampaklah serena tersenyum jahat tapi vima terlihat tersenyum jahat karena ketularan oleh serena dan vima berkata.


"Begitu ya."


"Hihihikhihi."


"Aku memang vima apakah kamu sendiri ada masalah serena?."


Serena menjawab.


"Tidak ada kok."


Tampaklah mereka tersenyum jahat dan tampaklah vima membuka penutup jubah dikepalah dan berkata.


"Begitu ya,kamu sendiri tidak ada masalah ya?."


Avi berkata.


"Jadi apakah kamu kesini karena itukah?."


Vima menjawab.


"Ya."


"Jadi aku mohon jadikan aku bawahanmu dan pelayanmu avi!."


Avi pun tersenyum karena dia mengingat dulu serena melakukannya dan avi berkata.


"Begitu ya,tapi aku tidak bisa."


Vima terkejut dong begitu juga serena dan vima berkata.


"Ta-tapi avi aku mohon jadikan aku pelayanmu dan bawahanmu!."


"Walaupun kamu sendiri tidak membayarku jadi aku mohon avi."


Avi menjawab.


"Aku tidak bisa karena akan hal begituan."


"Jadi aku tidak bisa,maaf ya."


Vima pun bersujud dihadapan avi dan berkata.


"Aku jadikan aku bawahanmu dan menjadi seorang pelayanmu!."


"Jadi aku mohon avi."


Avi menjawab.


"Hmm,kenapa kamu ini menjadi bawahanku dan juga menjadi seorang pelayanku?."


"Apa maksudnya?."


Vima berkata.


"Aku tidak ada maksud lain selain merasakan kamu yang harus menjadi tuanku!."


Avi pun bingung dong dan berkata.


"Baiklah,sekarang kamu adalah bawahnku dan juga pelayanku mohon kerja samanya?."


Vima menjawab.


"Baik,my lord!."


Avi berkata.


"Hah,kalau begitu serena ajari dia ya!."


Tampaklah serena tersenyum jahat dan berkata.


"Baik my lord."


"Mulai sekarang kamu harus belajar dariku vima."


Tampaklah nada suara serena menyeramkan dan vima menjawab.


"Baik,nona serena."


Tampaklah vima masih sujud tapi wajahnya tersenyum jahat avi pun menyadarinya dan avi ketakutan seketika dan avi berkata didalam dirinya.


"Mereka sel-selalu seram mau serena atau orang itu sama-sama menyeramkan!."


"Haa,tapi ya sudahlah."


Tampaklah vima mengangkat wajahnya dan menatap tajam serena begitu juga serena menatap tajam vima,kebesokannya tampaklah avi mengerjakan tugasnya dengan surat-surat tersebut tapi seketika avi melihat sesuatu kejadian diinggatannya itulah yang membuat avi terkejut dan berkata.


Mereka berdua berkata.


"Ada apa my lord?apakah ada masalahkah?."


Avi menjawab.


"Tidak."


"Kalau begitu aku keluar sebentar ya."


Mereka berdua menjawab.


"Baik,semoga anda aman dijalan."


Avi menjawab.


"Iyah,kalau begitu aku pergi."


Mereka berdua menjawab.


"Baik."


Seketika berpindah tempat dan tampaklah avi ada disuatu tempat,temapat tersebut adalah perpustakaan dan avi berkemeja dan duduk dikursi itu dan avi berkata.


"Ah,apakah tadi hanya sesuatu ingatan saja ya mungkit?."


"Tapi aku kesini karena aku mau membaca buku doang."


"Hah,tapi begitulah."


Tampaklah serena dan vima debat dan ribut sampai-sampai terdengar orang-orang yang berada diruangan lagi dan serena berkata.


"Heeh,sekarang aku yang menang."


Vima menjawab.


"Cih,awas saja kamu!."


"Oh,ehihih."


Serena tampak bingung dong dengan vima ketawak dan serena berkata.


"Eheeh,apakah kamu sedang berpura-pura menjadi seram untuk membuatku takut?eheh tapi itu tidaklah bisa?."


Vima menjawab.


"Heeh,begitu ya tapi aku ingin tanyak kepadamu serena."


Serena tampak kebingungan dan berkata.


"Tanyak apa?."


Vima menjawab.


"Aku ingin tanyak apakah kamu pernah tidur bersama avi?."


Seketika juga terkejut kali yang apa dibilang vima dan serena berkata.


"A-apa maksudmu tidur bersama?."


Vima menjawab.


"Ya,tidur bersama."


Serena berkata.


"Eheeh,begitu ya tidur bersama perkataanmu memang aneh ya tidak menyambungkan?."


Vima menjawab.


"Eeheeh,apakah apakah perkataanku tidak menyambungkan?tapi kamulah yang tidak menyambungkan?."


"Tapi kalau dari perkataanmu itu kamu memang tidak pernah tidur bersama avi dan sampai-sampai kamu tidak pernah melakukan hal begituankah?."


Seketika orang-orang mendengarnya langsung terkejut samua karena perkataan vima sampai-sampai oran yang minum langsung muntah karena terkejut mendengar perkataan vima begitu juga serena terkejut kali sampai-sampai dia tidak tahan akan sifat mesumnya karena vima berkata begitu dan serena berkata.


"A-apa yang kamu bilang tadi kamu bilang tidur bersama dan melakukan begitua manalah mungkin?."


Vima menjawab.


"Ooh begitu ya,kamu belum melakukanya?."


"Tapi perkataanmu sedikit aneh?."


Serena berkata.


"A-apa yang aneh?aku berkata benar."


Vima menjawab.


"Apakah seorang pelayan tidak memberikan pelayanan malam?."


Serena berkata.


"Mana mungkin aku berikan begitu?."


Vima menjawab.


"Eeeh,begitu ya apakah kamu tau seorang pelayan setiap hari memberikan pelayanan malam kepada majikan."


Serena berkata.


"Oh,soal itu sebenarnya pernah aku mau melakukannya tapi aku terus dimarahin my lord karena aku mau melakukannya."


"Avi pernah berkata kepadaku kalau seorang pelayan adalah melayanin tuan atau majikannya bukan alat pemuas hasrat."


"Karena seorang pelayan mempunyai haknya seperti orang umumnya dan bagi majikannya jangan seenak hatinya melakukan hal begituan itulah dikatakan avi kepadaku."


Vima menjawab.


"Begitu ya,tapi kenapa avi tidak melakukannya biasanya orang-orang umumnya melakukan hal tersebut kepada pelayannya."


Serena menjawab.


"Mungkin karena avi takut akan dosa karena avi diagamanya dilarang begituan yang bukan istrinya."


Vima menjawab.


"Begitu ya."


"Hamm."


Serena berkata.


"Kalau kamu mau tidur bersama avi maka katakan kepada avi kalau kamu tidur bersama."


Vima menjawab.


"Begitu ya,baik nanti aku bilang."


Serena menjawab.


"Ya."


Terlihatlah serena mengelus kepalahnya vima dan kepalah vima ada pada badan serena,dan terlihatlah avi menaruh satu kaca berbentuk persegi dirak buku.


Setelahnya avi mempulkan semua orang seperti fahar,tyga,dan lefa dan orang lainnya dan avi berkata.


"Kali ini ada sebuah kerajaan kesini untuk menjajah kota ini."


Seketika orang-orang kaget dong dan serena berkata.


"A-apakah itu benarkah my lord?."


Avi menjawab.


"Ya,itu benar."


"Karena aku sendirilah yang telah mengetahuinya dengan mataku sendiri."


Tyga berkata.


"Akan tetapi apakah anda sendiri yang melihatnya sendirikah?."


Avi menjawab.


"Ya,karena pada jam tadi aku sedang mencari material akan tetapi aku melihat orang-orang dari kerajaan yang berjumlah 200,000,000 juta orang."


Orang-orang kaget dong dengan perkataan avi karena jumlahnya yang banyak dan vima berkata.


"Ma-mana mungkin sebanyak itu untuk menjajah negar yang kecil?."


"Setahuku kalau menjajah diperlukan prejurit sebanyak seribu atau lima ratus orang saja tapi dua ratus juta orang maka."

__ADS_1


"Hutan tidak akan muat karena jumlah prajurit yang terlalu banyak?."


Avi menjawab.


"Aku pun tidaklah tau hal tersebut tapi dari perkataanmu memanglah benar akan tetapi aku hanya bisa aku yang menyerang mereka."


Kaget dong semua orang karena avi sendiri yang akan menyerang tapi fahar berkata.


"Tungguh sebentar my lord!."


Avi menjawab.


"Ada apa fahar?."


Fahar berkata.


"Aku mohon bersaya saja dan bersama bawahan saya saja yang pergi untuk memusnahkan mereka."


Avi menjawab.


"Tidak,aku takut kamu akan jatuh tangan kepada mereka karena kamu bisa dikendalikan seseorang."


"Karena aku melihat ada seseorang yang bisa mengendalikan seseorang dan karena itu aku saja."


Fahar pun panik dong dan tyga berkata.


"Wahai my lord yang agung,lebih baik saja kepada kami."


"Urusan ini adalah masalah untuk bawahanmu."


Avi menjawab.


"Tapi."


Lefa berkata.


"Ya,itu benar seharusnya ini adalah tugas seorang bawahan untuk menghancurkan mereka."


"Tapi kalau anda pergi tiada maka kami tidak tau lagi karena anda adala tuan kami kalau tuan kami hilang maka akan jadi kami tidak tau kemana karena anda menghilang."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Serena berkata dengan nada suara imut.


"Iya,itu benar sekali my lord dan karena itu biar kami yang membereskannya."


Avi menjawab.


"Baiklah,kalau begitu kalianlah bantu diriku wahai bawahanku!."


Mereka semua berkata.


"Baik my lord!."


Dan terlihatlah avi dan lain sedang merencanakan tempat yang bagus untuk penyerangan dan menyusup kedalam dan membunuh mereka semua.


Dan selesailah mereka,dari yang dirancang avi pada berdiskusi pada yang lain dan berik tugas.


Seperti tyga,fery dan yang lain ditugaskan untuk menjaga kota tapi ada juga vima dan serena yang juga ditugas dikota.


Fahar,dan prajurit yang memakai kendaraan perang ditugaskan mereka untuk membunuh semua penjajah tersebut dan mereka harus mengamankan tujuh orang penting untuk menggali informasi.


Dan setelah fahar berubah menjadi pesawat tempur begitu juga bawahannya dan prajurit NSA sudah mulai bergerak,dan tampaklah ada seorang raja yang lagi berbicara sama tujuh orang jenderalnya dan raja berkata.


"Jadi begitu ya,tinggal sedikit lagi kita untuk menjajah kota tersebut."


Jenderal kesatu berkata.


"Ya,itu benar raja kalau kita berhasil mendudukinya maka kita mendapati keuntungan dan mengendalikan prjurit terkuat yang ada dikota tersebut."


Jenderal kedua berkata.


"Ya,itu benar aku tidak sabar kalau kita membunuh rajanya dan mendapati keuntungan besar."


Dan kelima jenderal lainnya hanya mengangguk doang dan raja itu berkata.


"Begitu ya,kalau begitu kita lanjuti lagi jalan beberapa jam lagi."


Tujuh jenderal berkata.


"Ya."


Tapi mereka tidak tau kalau mereka akan mati ditempat dan diatas adalah fahar yang siap diperintahkan menyerang ketika avi membilangnya dan avi berkata.


"Serang."


Fahar menjawab.


"Siap,my lord."


"Ayo kita bumi hanguskan orang-orang itu."


Mereka berdua berkata.


"Baik,tuan fahar."


Seketika fahar sudah diatas tendah-tendah prajurit seketika juga fahar melepaskan bom nuklir dan seketika juga semua tendah-tendah hangus tapi masih ada tenda-tenda prajurit,semua prjurit panik dan berkata:kita diserang musuh.


Mereka pun panik fahar dan bawahannya membabi buta mereka semua memakai bom nuklir dan prjurit NSA telah datang dan ada sebagian turun dari kendaraan untuk membasmi prjurit yang bersembunyi.


Tampaklah avi hanya melihati diatas sambil memakan berondong jagung sambil duduk disatu kaca terbang yang tipis,sebenarnya kaca tipis bisa terbang adalah adalah teknologi canggih hanya memakai kaca saja terbang tapi membuatnya membutuhkan otak yang harus berfikir keras karena membuatnya saja susah apalagi membuat kaca bisa melayang diatas angin membutuhkan ilmuan yang sangat pintar tapi avi membuatnya tampa disadarinya yaitu terjatuh dari batu tapi seketik avi membuatnya dan itulah avi mempunyainya.


Tampaklah prjurit NSA mulai membabi buta menyerang mereka dengan persenjataan yang cukup kuat dan hebat,sebagian prjurit NSA menyebar untuk mencari prjurit yang bersembunyi tampaklah lefa dan timnya.


Telah menemukan satu tendah lagi dan masuk dan tampaklah didalam tenda tersebut adalah tujuh jenderal dan seorang raja tampaklah tujuh jenderal bersiap-siap dan begitu juga tim lefa,dan jenderal kesatu berkata.


"Heh,apakah kalian membuat keributan diluar?."


Lefa menjawab sambil mengupil.


"Entahlah aku pun tidam siapa yang menyerang."


Jenderal satu pun marah karena makhluk itu meremehkan perkataan dan berkata.


"Cih,begitu ya apakah kalian adalah prajurit negara Ex tiziokah?."


Lefa menjawab dengan nada suara meremehkan.


"Kamu nanyak kamu bertanyak-tanyak,sini aku beritau kalau kami memang benar."


"Prajurit negara ex tizio kami adalah prajurit NSA dan hanya."


"Yah,membawak tujuh orang dan salah satunya mati tempat."


Lefa berkata sambil mengupil itulah yang membuat tujuh jenderal marah dan seketika mereka menyerang tim lefa dengan kecepatan tinggih tapi lefa dan lainnya bisa menandingi mereka tampaklah mereka sengit untuk menahan serangan.


Avi hanya melihatnya diatas sambil berkata.


"Oh,apakah ada orang yang berkhianat tapi yang tau tempat ini adalah raja dan kesatrianya dan juga prajuritnya ataukah salah satu prajurit berkhianatkah?."


"Entahlah,aku pun tidak mengetahuinya."


Tampaklah tujuh jenderal kelelahan tapi tampaklah lefa dan lainnya tidak kelelahan sama sekali,jenderal ketujuh berkata.


"Ah,gimana mungkin mereka sekuat ini?."


"Ini lebih kuat dari beberapa pahlawan tingkat atas?."


"Woi,apakah kalian adalah mantan pahlawan yang terkutuk?."


Lefa menjawab.


"Tidak,kami tetaplah kami."


"Bukanlah manusia melainkan ras NSA."


Jenderal ketujuh berkatah.


"Ras NSA?."


"Heh,setahuku mana ada ras tersebut?."


Lefa menjawab.


"Masih bisa berkata ya?yang lain aja tidak sanggup lagi berkata-kata karena kelelahan."


"Tapi ya sudah kamu tadi kamu bilang tidak mengetahui ras kami?."


Jenderal ketujuh mengangguk dan lefa berkata.


"Ras kami adalah ras yang dibuat my lord kami yaitu my lord avi day lict."


Jenderal ketujuh berkata.


"Apa my lord?!dan avi day lict?!."


Seketika jenderal ketujuh mengingat sesuatu nama avi day lict yang tidak asing didalam dirinya pernah diingatnya di waktu kecil,jenderal ketujuh berkata.


"Man-mana mungkin dia bangkit kembalik sang raja kegelapan yang kejam!."


Jenderal itu berkata dengan nada suara keras sampai-sampai membuat jenderal lain ketakutan dan lefa berkata.


"Begitu ya,tapi kalau kamu menyebutnya raja kegelapan yang kejam maka kamu salah sangka."


"Tapi setiap orang akan berbedah-bedah pendapat begitulah yang pernah my lord avi yang angung katakan."


"Tapi sebaiknya aku selesaikan tugas ini dan melaporkan ke my lord avi."


Seketika orang-orang ketakutan tapi tampaklah jenderal ketujuh sangat marah sekali dan lefa berkata.


"Heeh,bang kenapa kepalahmu merah?apakah kepalahmu sedang ada masalahkah?."


Seketika jenderal ketujuh menyerang lefa dengan kejutan dan berkata.


"Diamlah kau monter bodoh dan matilah ditanganku!."


Lefa menjawab dengan nada suara penjahat.


"Begitu ya,tapi kamu orang gak begitu sopan ya."


Seketika pedang jenderal itu tertahan oleh senjata api lefa dan jenderal itu mundur tapi jenderal kesatu berkata.


"Jangan gegabah azo!."


Azo menjawab.


"Berisik kali kau."


"Ahaaa."


Jenderal itu melompat dan mau menyerang lefa dengan kekuatan penuh tapi lefa masih menahan serangan jenderal itu dengan senapannya tapi salah satu percikan tebasan itu mengarah raja dan seketika terpenggallah sang raja dan jenderal itu berkata.


"Tidak raja!beraninya kau membunuh rajaku!."


Lefa menjawab.


"Kan dirimu sendirikan yang membunuhnya karena percikan angin dari tebasanmu itu."


"Jadi yang salah adalah kamu."


Jenderal itu berkata.


"Berisik kali kau!."


Tapi seketika jenderal itu mundur untuk mencari celah musuh untuk membunuhnya tapi lefa berkata.


"Baiklah,kita akhiri permainan ini dan melapor ke my lord avi."


Seketika tim lefa tersenyum jahat dan seketika membuat mereka ketakutan semua dan telah selesailah tim lefa dan yang lain,tampaklah ketujuh jenderal itu diikat biar tidak lepas.


Sebenarnya fahar teleh membumi hanguskan semua prajurit kerajaan tersebut dan fahar telah memeriksa semua hutan untuk mencari prajurit yang kabur dan setelahnya para jenderal kerajaan tersebut dilihati terus sama prajurit NSA tapi seketika ada suara yang berkata:baiklah kalian memang hebat.


Itu adalah suara avi lefa dan fahar kaget dong begitu juga prajurit NSA dan lefa berkata sambil berlutut.


"Iya my lord."


"Tapi kenapa my lord kesini."


Tampaklah semua tunduk kepada avi kecuali ketujuh jenderal kerajaan itu karena diikat dan avi menjawab didepan semua orang.


"Ha,soal itu aku hanya melihat-lihat doang sebenarnya dari awal aku sudah melihat kalian diatas ya lebih tepatnya diatas pohon."


Mereka terkejut dong karena avi telah melihat mereka dari pohon dan lefa berkata.


"A-apa!kenapa anda melihat-lihat dari sebuah pohon?."


Avi menjawab.


"Yah,soal itu aku sebenarnya tidak mau kalian kalah jadi aku kesini tapi kalau aku tetap berada dikota tapi dikota udah komando untuk apa aku dikotakan."


"Jadi intinya aku hanya tetap ingin kalian selamat saja."


Lefe berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Omong-omong siap mereka?."


Lefa menjawab.


"Mereka adalah tujuh jenderal kerajaan itu."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Salah satu mereka berkata dia adalah jenderal ketiga.


"Heh,apakah dia jenderal kalian?memang lemah."


Seketika fahar,lefa dan lainnya menatap tajam jenderal itu dan avi menjawab.


"Begitu ya,jadi kalian mau menjajah negara kami untuk apa?."


Jenderal itu berkata.


"Heh,untuk membunuh raja bernama avi day lict dan mengambil negara tersebut."


"Dan memanfaatkan kota itu tapi kenapa kalian senak hati menyerang kami ha-ha-haa?."


Avi menjawab.


"Terima kasih banyak informasi itu karena kamu telah berkata jujur."


Seketika jenderal itu menyesal karena terlalu jujur dan avi menjawab.


"Apakah itukah kalian menjajah?."


"Tapi ya kamu tetaplah harus dihukum mati sepertinya."


Seketika avi tersenyum jahat mereka ketujuh jenderal ketakutan dan lefa berkata.


"Yanga anda lakukan kepada mereka my lord avi?."


Seketika mereka terkejut kalau didepannya adalah seorang raja dan avi menjawab.


"Ah,soal itu lebih bagus memakannya mentah-mentah atau masih hidup."


Seketika avi tersenyum jahat begitu juga lefa tapi semua jenderal itu ketakutan dan jenderal kesatu berkata.


"A-anu apakah anda suka memakan manusia?."


Avi menjawab.


"Yah,sangat suka sekali karena lemak tubuh manusia sangat banyak lebih dari sapi."


"Tetapi kalu daging manusia dibakar maka lebih aromanya sangat kuat karena bau panggang."


Seketika avi tersenyum jahat tetapi mereka ketakutan semua jenderal dan avi berkata.


"Baiklah,bawak mereka dan penjarahkan mereka dan cari informasi dari mereka."


Semua menjawab kecuali ketujuh jenderal tersebut.


"Baik my lord."


Setelah mereka balik kekota mereka langsung interogasi mereka tapi avi balik ketempat perpustakaan dan tampaklah para jenderal ketakutan interogasi cara mereka tampaklah wajah,badan dan seluruhnya penuh lukak karena tidak mau mengakuinya.


Tampaklah avi telah selesai membaca buku dan mengembalikkan buku itu kerak buku dan setelahnya balik ketempat kerjanya,dan selesailah pengerjaannya sampai-sampai udah malam.


Pada saat avi mau kembalik kekamar,serena berkata.


"Tungguh sebentar avi!."


Avi pun berhenti berjalan dan serena berkata dengan malu.


"A-anu apakah aku boleh tidur bersamamu?."


Avi menjawab.


"Tidak,kan kamu sendiri sudah ada kamarkan?."


Serena menjawab.


"Tidak,aku mau tidur bersamamu."


Avi berkata.


"Hei vima,apakah kamu yang bilang itu kepada serena?."

__ADS_1


Tampaklah vima melihat kearah lain dan avi pun pasrah,tapi avi masih menolak mereka.


__ADS_2