
Tampaklah disuatau hari tampaklah avi yang sedang bersantai diruang kerjanya sambil memakan jagung meletus dan tampaklah mila yang begitu kebingungan sekali karena mila ingin bertanyak sesuatu kepada avi dan avi menyadarinya kalau mila sedang kebingungan sekali dan avi berkata.
"Ada apa mila?."
"Apa yang membuatmu kebingungan sekali begitu?."
Mila berkata.
"Ehg?tidak apa-apa kok,my lord."
"Tapi hanya saja."
Avi tampak kebingungan sekali dong karena perkataan mila itu tersebut dan avi berkata.
"Ada apa mila?."
Mila berkata.
"Hanya saja."
"Ehem."
"Kenapa anda sering kali mematahkan sesuatu seperti yang ada dicerita komik,my lord?."
Avi berkata.
"Ehg?apanya yang mematahkan suatu cerita?."
Mila berkata.
"Maksud saya kenapa anda terkadang membuat sesuatu seperti yang ada didalam suatu cerita komik atau novel."
"Dipatahkan oleh anda seperti perkataan dan prilaku anda?."
Avi berkata.
"Oh,soal itu."
"Apanya cerita?."
"Cerita apa yang sering aku patahkan?."
"Aku tidak pernah mematahkan cerita deh?."
"Kalau mematahkan cerita tidak masuk akal sekali dong?."
"Yang mana mematahkan cerita kamu bilang seperti mematahkan ranting pohonkah?."
"Yang begitu mudah sekali?."
Mila berkata.
"Tidak,bukan itu saya maksud my lord."
"Hanya saja."
"Ehem."
"Saya minta maaf pertanyaan saya yang tidak mengerti anda apalagi pertanyaan saya yang berlebihan sekali."
Avi berkata.
"I-iya,tidak apa-apa kok mila."
Tampaklah avi kebingungan sekali dong yang dikatakan mila tadi itu dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Aku tidak mengerti yang dimaksud mila tersebut itu?!."
Mila berkata.
"Saya ingin bertanyak my lord."
Avi berkata.
"Tanyak apa mila?."
Mila berkata.
"Kenapa anda terkadang membuat seseorang langsung mendapatkan penurunan mental kalau melawan anda?."
Avi berkata.
"Hmmmmmm?."
"Penurunan mental ya?."
"Seingatku,aku tidak pernah menurunkan mental seseorang deh?."
Mila berkata.
"Be-begitu ya,my lord."
Mila berkata didalam dirinya.
"Kayaknya my lord avi orang tidak mengerti yang apa dia kerjakan terhadap seseorang ya?."
"Haaaaaaaaaaa."
"Memang my lord avi begitulah?."
Tampaklah avi terkejut dong yang apa dia dengar barusan karena avi dapat mendengar isi hati seseorang dan tampaklah mila kebingungan dong karena avi yang begitu sudah pasrah saja dan mila berkata.
"Ada apa my lord?."
"Kenapa anda begitu panik sekali ya?."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa kok."
Mila berkata.
"Begitu ya,my lord."
Avi berkata.
"Ehem."
"Aku sekarang mengerti yang apa kamu katakan itu tersebut."
"Ehem."
"Aku tidak tau terhadap itu tersebut."
"Karena aku menyampaikan apa yang benar-benar yang masuk akal dalam pikiran kita."
"Yah,terkadang orang-orang akan kenak mental sendiri."
"Karena aku tanpa sadari aku menurunkan mental seseorang tersebut dari perkataanku itu tersebut."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Aku mematahkan apa yang tidak masuk akal sekali bagiku."
"Karena sangat-sangat tidak masuk akal sama sekali."
"Aku tidak dapat mengucapnya sama sekali."
"Karena sangkin aku tidak dapat ucapkan dan dimengertikan dari sebuah hal-hal yang bodoh sekali dan hal-hal membuat seseorang sesat sekali."
"Kecuali itu itu bermanfaat bagi kita atau hal-hal yang masuk akal sekali bagi kita semua."
"Ehem."
"Misalnya seperti novel atau komikkan?."
"Kamu taukan komik?."
"Kamu pastih kamu tau komikkan?."
"Biasanya komik itu ada yang tidak masuk akal sama sekali bagi otak kitakan?."
"Seperti seseorang yang bisa terbang padahal ada gaya gravitasi yang membuat barang atau seseorang terjatuh kebawah."
"Dan tidak dapat terbang sekalipun."
"Ehem."
"Ada juga yang seseorang yang bisa terbang tapi memakai ****** ***** saja?."
"Apakah dia tidak takut malukah?."
"Karena dia terbang sambil memakai ****** ***** ketika terbang."
"Tapi itu setiap cerita fiksi sih."
"Jadi itu tidaklah saya nyata sama sekalipun."
"Itu hanya cerita belaka saja,jadi tidak nyata apalagi aku tidak bisa berpendapat sewenang-wenangnya terhadap sebuah karya seseorang itu tersebut."
"Walaupun itu tidak masuk akal sama sekalipun bagi otak kita yang membacanya atau mendengarnya."
"Jadi lebih penting menyampaikan hal-hal yang masuk akal dari pada tidak masuk akal sama sekalikan."
"Dan berujung kesesatan atau musibah lainnya dari sebuah tidak masuk akal itu tersebut."
"Ehem."
"Jadi intinya kalau sebuah komik ada sebuah pahlawan atau orang kuat."
"Biasanya itu sangatlah begitu lemah sekali."
"Karena mereka hanya menginginkan sebuah kekuatan akan tetapi kekuatan adalah sebuah tenaga."
"Biasanya seseorang menginginkan tenaga bisanya aku menyebutnya tidak ada kerjaan sama sekali."
"Karena sebuah gajah mempunyai tenaga tapi dia tetap kalah kalau kematiannya menjemputnya."
"Jadi sesuatu hal akan musna karena sebuah kematian."
"Tapi sebuah kekuatan biasanya sebuah kesesatan kecuali dari tuhan sesungguhnya yang mengasih kepada kita."
"Sebuah kekuatan itu hanya kecil dimata tuhan biasanya satu persen atau."
"0000000000,01% bagi tuhan."
"Yang apa yang ada disini adalah kesesatan karena kekuatan disini memakai sihir sebagai alat bantu kita."
"Sehari-harinya dan biasanya itu adalah kesesatan karena minta kepada patung atau mengorbankan sesuatu demi kekuatan besar."
"Tapi orang-orang seperti adalah orang-orang bodoh dan hanya mengincar apa yang tidak berguna baginya."
"Padahal itu tidaklah abadi selama-lamanya."
"Apalagi itu sesuatu tidak dapat dimengerti sama sekali bagi seseorang."
Mila berkata.
"Begitu ya,my lord."
Mila berkata didalam dirinya.
"Kayaknya benar deh."
"Kalau avi ini sangat tau apa yang bodoh dan mana tidak bodoh sama sekalipun."
__ADS_1
Avi seketika tersenyum karena avi mendengar isi hati mila dan avi berkata.
"Oh iya."
"Kenapa kamu ada masih disini mila?."
"Kan aku menyuruh beristirahatkan?."
"Kenapa kamu ada disini ya,mila?."
Mila menjawab.
"Ha,saya ingin terus ada disamping anda walaupun disuruh beristirahat oleh anda."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Kamu sangat begitu cantik ya,mila."
"Apalagi dari segi cara bicaramu yang begitu begus sekali."
Seketika mila malu dong dan mila berkata dengan malu.
"Be-begitu ya,my lord."
"Te-terima kasih banyak pujian tersebut."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama kok."
Mila berkata dengan malu dan dengan nada suara lembut.
"A-anda sangat begitu suka kali begitu ya."
"Membuatku malu oleh anda."
"Anda bodoh ya."
"H-ha,tapi aku menyukai apa yang anda sebuatkan tadi tersebut."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Aku tidak tau apa yang sebenarnya yang dibicarakan!."
"Apalagi kosakata mila itu tersebut!."
"Yang membuatku tidak mengerti sama sekali!!!!!!."
"Tapi kalau tidak salah dari perkataan mila awal tadi itu?."
"Tentang kenapa aku mematahkan cerita yang ada disebuah komik atau novel ya?."
"Aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang mila katakan itu tersebut."
"Sebenarnya aku tidak sadar apa yang aku lakukan."
"Tapi."
"Aku sadar tentang hal-hal baik dan membuat seseorang sadar saja sih."
"Tapi aku sering kali tidak memikirkan apa yang aku lakukan itu tersebut."
"Karena aku berpikir itu tidak berguna sekali kalau mengingatnya apalagi memikirkannya."
"Karena itu sangat begitu tidak berguna sekali bagiku."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Mungkin begitulah."
Tampaklah mila berjalan menujuk avi yang sedang duduk dikursi kerjanya dan memeluk avi dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Mi-mila ada apa?."
"Kenapa kamu memeluk pada saat aku duduk dikursi ini?."
Tampaklah mila menatap avi dengan perasaan mesumnya dan mila menjawab.
"Kenapa anda begitu jahat sekali kepadaku my lord."
"Anda sering kali memperhatikan serena dan lainnya."
"Aku tidak sama sekali."
"My lord jahat."
Avi berkata.
"Kan aku sering samamukan?."
"Untuk apa kamu berkata begitu mila?."
Avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaa."
"Sebenarnya setiap saat aku sama mila terus-menerus bersamaan dari pada istri-istriku yang lain."
"Haaaaaaaaaaaaa."
Mila berkata.
"Be-begitu ya,my lord."
Tampaklah mila tidak bisa menahan sifat mesumnya dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Ada apa mila?."
Tampaklah bolah mata mila berbentuk hati berwarna pink dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Ma-mata itukan!."
"Kayaknya benar itu aku mempunyai firasat buruk dengan mila sekarang ini!!!!."
Mila menjawab.
"Eheh,begitu ya my lord avi."
"Apakah malam ini bisa melakukan begituankah?."
Tampaklah avi terkeju dan terdiam dan avi berkata.
"Ha,soal itu."
"Kayaknya tidak bisalah."
"Karena aku tidak bisa melakukannnya pada malam ini ya?."
"Maaf ya,mila!."
Avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaaaa."
"Aku sudah tau apa yang dia katakan itu."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Memang aku tidak bisa kabur sekarang ya?."
"Haaaaaaaaaaaaa."
Mila berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Tapi."
"Aku menyukaimu wahai my lordku."
Tampaklah mila memeluk avi dengan erat sekali dan avi tampak sudah pasrah saja dan avi berkata.
"Be-begitu ya,mila."
Avi berkata didalam dirinya.
"Kenapa setiap kali aku berkata begitu membuat seorang wanita bisa menjadi mesum segalah pula!!!!!!!."
"Sebenarnya apa yang sebenarnya ini cobaan dengan diberikan tuhan kali ini!!!!!!!."
"Memang tuhan terbaik kali ya."
"Haaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi sedang duduk dikursi disebuah ruangan dan tampaklah didepan avi ada sebuah meja yang mana diatas meja itu ada sebuah catur yang masih rapi akan tetapi ratu rice ada didepan avi yang sedang duduk dikursi dan ratu rice berkata.
"Ada apa my lord avi memanggil saya kemari?."
Avi berkata.
"Ha,soal itu."
"Apakah yang kamu menutupi hal sesuatukah,mika?."
Tampaklah mika panik dong karena avi mengetahui yang ditutupi mika tersebut dan sebenarnya nama ratu rice adalah mika dan mika berkata.
"I-iya,sa-saya memang menutupi sesuatu hal dari anda tersebut itu."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah masalah itu adalah tentang seseorang yang pernah mentangmu dan menghianatimu-kan?."
Kaget dong mika karena avi mengetahui masalah mika itu tersebut dan tampaklah mika terdiam saja dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Jadi apakah kamu mau menginginkan seseorang itu tewas ditempatkah,mika?."
Mika berkata.
"Iya,my lord avi."
"Saya menginginkan mereka itu tewas ditempat."
Avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Duduklah biar aku kasih tau dan apa yang bisa lakukan terhadap seseorang begituan."
Mika berkata.
"Baik,my lord avi."
__ADS_1
Tampaklah mika duduk dikursi didepan avi dan avi berkata bersamaan memainkan catur itu tersebut.
"Baik,waktunya kita mulai sekarang."
Tampaklah avi menatap tajam mika dan tampaklah mika grogi dong dan mika memain juga dengan catur tersebut dan avi berkata.
"Apakah salah dari seseorang itu adalah pangeran dari kerajaan sebelahkah mika?."
"Yaitu lord ranggakan?mika?."
Tampaklah mika mengangguk dan berkata sambil memainkan catur.
"Iya,my lord avi."
"Memang orang itu tersebut adalah lord rangga."
"Dia adalah seorang diktator yang kejam sekali."
"Akan tetapi rakyat-rakyatnya hidup sejarah terah saja."
"Akan tetapi bagi penduduk yang miskin maka akan tertindas olehnya karena tidak mempunya uang untuk membayar pajak negara."
"Banyak dari kalangan orang-orang miskin itu pindah kemari."
"Yaitu salah satu kota anda duduki."
"Banyak dari mereka pindah dari negara itu kenegara kita untuk bisa aman dari disikriminasi bagi mereka itu tersebut."
"Biasanya mereka akan mendapatkan bantuan dari kota anda duduki itu tersebut."
"Karena anda sering kali mengasih sebuah sembako untuk para penduduk yang tinggal dikota anda itu tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya,mika."
"Jadi apakah dia adalah salah satu pahlawankah mika?."
Terkejut dong mika karena avi mengetahuinya dan mika menjawab.
"Iya,my lord avi."
"Dia adalah salah satu pahlawan kota dari negara itu tersebut."
"Tapi?."
"Aku telah sadar kalau anda telah banyak tau dariku ya."
"Padahal aku sama sekali tidak memberitau anda dengan masalahku itu tersebut."
"Memang dari dulu anda susah sekali dicaritau tentang anda."
"Dulu anda banyak memberitau aku tentang apa yang terjadi kepadaku waktu dulu."
"Akan tetapi aku sendirilah yang keras kepalah tidak mendengarkan perkataan anda itu tersebut."
"Tapi aku sadar kalau anda memang begitu benar sekali bagiku apalagi untuk semuanya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku bukanlah tuhan loh."
"Jadi jangan samakan aku dengan tuhan."
"Karena tuhan sesungguhnya memang benar-benar ada diatas yang sedang mengawasi kita dari langit paling tinggih."
Mika berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
"Sekarang aku sudah tau kalau anda tidak suka disebut tuhan."
"Karena anda sangat begitu percaya sekali dengan tuhan sesungguhnya ada diatas kita yang sedang mengawasi kita semuakan."
Avi berkata.
"Entahlah aku juga tidak mengerti dari perkataanmu itu tersebut mika?."
"Karena aku sangat yakin sekali terhadap tuhan sesungguhnya ada diatas kita."
"Walaupun kita hanya berdua dan diruangan tempat gelap sekalipun."
"Tetap ketahuan oleh tuhan sesungguhnya yang begitu mudah sekali dilihat oleh tuhan."
Tampaklah permainan catur itu sering belum ada satu pun kalah avi maupun dari mika itu sendiri dan mika berkata sambil bermain.
"Begitu ya,my lord avi."
Tampaklah seketika mika menangis dan tampaklah seketika avi tersenyum dong dan avi seketika berdiri dari kursinya dan mengusap air mata mika sambil berkata.
"Sudah jangan menangis soal itu tersebut."
"Karena setiap seseorang akan berbuat salah waktu dulu."
Tampaklah avi kembalik duduk lagi dikursinya dan mika berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
Tampaklah seketika mika tersenyum dan tampaklah disuatu negara tampaklah negara itu sudah begitu hancur sekali dan banyak mayat berjatuhan disitu bagaikan habis berperang dinegara itu tersebut dan salah satu ada selamat dari kehancuran itu tersebut dan tampaklah orang itu berdiri dan melihat sekitarnya dan tampaklah seketika dia kesal sekali dong dan orang itu berkata.
"Kurang ajar yang menyerang kami habis-habisan!!!!."
"Banyak orang-orang menjadi korban apalagi banyak yang terluka-laku begitu parah sekali."
"Kurang ajar pada yang menyerang kami semua!!!!!!!!!!."
Tampaklah avi masih bermain catur bersama mika tapi masih imbang dalam bermain catur itu tersebut dan avi berkata sambil memainkan catur.
"Jadi apakah kamu benar-benar mau membunuh orang itu tersebutkah mika?."
Seketika mika berhenti main dan mika berkata.
"Iya,my lord."
Avi juga seketika berhenti bermain dan avi berkata.
"Begitu ya,mika."
Tampaklah avi melanjutkan main lagi caturnya dan avi berkata.
"Apakah itu memang keinginanmu-kah,mika?."
Mika berkata sambil memain catur.
"Iya,my lord avi."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Apakah dirimu tidak berlebihankah mika?."
Mika berkata.
"Tidak sama sekali my lord avi."
"Saya benar-benar mau membunuhnya tanpa sisa apapun darinya."
"Karena dia berani menentangku dan menhianatiku juga."
"Aku sangat begitu benci sekali dengannya itu!."
"Dia telah membuatku mendapat masalah baru gara-gara dia itu tersebut."
"Aku tidak memaafkannya sekalipun baginya!."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah kamu taukah kalau seseorang yang benar-benar berlebihan begitu benar-benar bodoh sekali loh."
"Apalagi mereka terlihat bagaikan orang gila tidak pakai pakaian saja bagiku."
"Karena seseorang begituan itu benar-benar tidak dapat mengendalikan pikirannya apalagi emosinya."
"Sedikit saja disentuh sudah marah-marah tidak jelas."
Mika seketika berhenti bermain dan mika berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
"Kamu memang benar yang anda katakan itu tersebut."
"Karena aku tidak dapat mengendalikan pikiranku dan emosiku karena aku memikirkan masalah itu tersebut ya."
"Aku memang benar-benar bodoh sekali ya."
"Yang anda katakan barusan itu tersebut ya."
Avi berkata.
"Tapi apakah kamu masih mau membunuh orang itu tersebutkah mika?."
Tampaklah mika terdiam dan seketika mika tersenyum dan mika melanjutkan bermain catur lagi dan mika berkata sambil bermain catur.
"Iya,saya tetap akan membunuhnya tanpa ampun sama sekalipun."
"Karena dia telah membuat mendapatkan masalah baru karenanya."
Avi seketika berhenti bermain dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah seketika avi tersenyum dan avi melanjutkan bermain dan berkata.
"Tapi ada satu obat untuk menyembuhkan rasa benci itu tersebut."
Tampaklah mika seketika berhenti bermain dan seketika terdiam dan mika berkata.
"Apa itu obatnya my lord avi?."
Avi berkata sambil bermain catur.
"Obatnya adalah."
Tampaklah semua orang-orang yang ada tanda biru dan hijau diatas kepalahnya begitu kelelahan sekali karena sedang menghadapi sebuah monster yang begitu mengerika sekali apalagi kuat sekali dan avi berkata sambil menaruh satu catur terakhirnya.
"Obatnya adalah memaafkan seseorang itu dengan sabar tanpa ada rasa apapun itu darimu itu berasal."
Seketika mika terdiam dong dan tampaklah avi memenangkan permainan catur itu tersebut dan tanpa bersamaan orang-orang yang ada tanda biru dan hijau dibunuh habis-habisan tanpa sisa apapun itu dan tanpa monster itu menghilang dan tampaklah mika terbengong dong yang apa avi katakan itu tersebut dan seketika mika tersenyum dong dan mika berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
"Apakah itu obatnyakah,my lord avi?."
Avi berkata.
"Iya,itu adalah obatnya bagimu yang mempunyai rasa benci sekali."
Mika berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
"Baik,aku sekarang memaafkan seseorang itu dengan sabar tanpa ada sesuatu dari diriku sendiri."
__ADS_1
Tampaklah seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya,mika."