
Pada suatu hari tampaklah avi membaca dari suatu papan catatan yang dibawak fahar dan avi berkata.
"Begitu ya,mereka belum mengaku ya?."
Fahar menjawab.
"Iya,my lord."
Avi berkata.
"Baiklah,aku yang akan menanyai mereka."
Fahar menjawab.
"Akan tetapi my lord,lebih baik biar aku dan bawahanku saja untuk mencoba lagi menanyai mereka!."
Avi berkata.
"Begitu ya,akan tetapi mereka tetap akan tutup mulut tidak mengakuinya."
Fahar menjawab.
"Akan tetapi my lord!."
Avi berkata.
"Baik,aku hanya melihatnya dari jauh karena ruangan itu mempunyai ruangan lain untuk melihat tahanan tersebut."
Fahar menjawab sambil berlutut.
"Baik,my lord."
Fahar pun berdiri dan avi pun berjalan tempat tahanan tersebut diinterogasi itu berada,setelah sampainya ditempat interogasi tampaklah para tahanan penuh luka dan tampaklah fahar yang lagi menginterogasi para tahanan tersebut dengan kejam sampai-sampai mereka menggigil ketakutan.
Avi melihatnya saja mau muntah tapi avi menahannya dan beberapa waktu terlihatlah fahar belum mendapatkan yang dicari fahar malahan mereka tutup mulut akan tetapi avi memasuki ruangan tersebut dan avi berkata.
'Sepertinya mereka masih menutup mulut ya?."
Mereka terkejut dong dan fahar menjawab.
"Iya my lord."
Terlihatlah mereka berlutut dihadapan avi kecuali para tahanan dan avi berkata.
"Ternyata belum membuka mulut ya?."
"Hmm,akan tetapi kalau mana kita kasih makan dulu mereka?."
Fahar menjawab.
"Baik,my lord."
Tampaklah didapur avi memasak dan menghiasi makanan dan membawaknya ketempat tahanan itu berada dan avi berkata.
"Ini makanlah."
Mereka ragu akan makanan tersebut akan tetapi terlihat enak dan harum,tampaklah avi tersenyum jahat.
Mereka makan dengan lahab dan avi berkata.
"Apakah kalian tau daging itu adalah daging manusia."
Seketika mereka terkejut dong dengan perkataan avi sampai-sampai mereka memuntahkannya dan avi berkata.
"Woi,tidak baik loh membuang makanan?."
Tahanan kesatu menjawab.
"A-apa benar ini daging manusia?."
Avi menjawab.
"Ya."
Mereka panik dong yang mereka makan adalah daging manusia dan avi berkata.
"Apakah enakkah memakan daging rasnya sendiri!."
Tampaklah avi berkata dengan senyum jahatnya,sebenarnya daging tersebut adalah daging sapi jadi avi hanya bercanda dan karena itu avi tidak tahan akan candaannya dan tahanan ketiga berkata.
"A-apakah ini benar daging manusia?."
Avi pun mengeluarkan sesuatu dari skills ruang hitam dan terlihatlah ada sepotong tangan penuh darah,dan tampaklah mereka muntah setika.
Mereka panik kalau mereka berfikir telah memakan daging manusia tapi sebenarnya tangan tersebut adalah tangan buatan yang mirip rupa yang dibikin avi,terlihatlah tangan itu sangat mirip sama tangan yang sudah dipotong tapi sebenarnya adalah tangan palsu yang terbuat dari plastisin yang dibuat semirip rupa.
Terlihatlah mereka masih ketakutan dan avi melihat mereka ketakutan,avi mengambil tangan tersebut dan memasukinya keruang hitam dan avi berkata.
"Apakah kalian sudah percaya?."
Avi berkata sambil tersenyum jahat dan meraka menjawab.
"Baik,kami percaya!."
Mereka bertujuh menjawab sambil ketakutan dan avi berkata.
"Apakah kalian sudah taukan rasa daging manusia itu sangat enak lebih ena dari sapi?!."
Avi pun tersenyum jahat karena candaannya dan mereka menjawab.
"Kami tidak mau makan daging manusia lagi,kami mohon jangan paksa kami memakan daging manusia lagi karena kalau kami makan maka kami muntah!."
Avi pun masih tersenyum jahat dan berkata.
"Oh begitu ya,tapi apakah kalian bisa beri tau informasi dari kejadian waktu itu padaku!."
Avi pun mangkin tersenyum jahat dan tampaklah mereka mangkin ketakutan dan terlihatlah mereka memberitau tentang negara mereka dan juga alasan mereka mau menjajah negara avi.
Tampaklah fahar mencatat perkataan mereka,mencatatnya disebuah papan catatan yang dibawak fahar dan tahanan kesatu berkata.
"Apakah sudah cukupkah?."
Avi berkata.
"Oh begitu ya,akan tetapi yang berarti ayahnya vimalah salah karena dia memberitau kepada raja mereka dan menunjukkan kain yang pernah aku kasih kepada kesatria tersebut."
"Tapi kenapa ya mereka mau menjajah padahal kain batik tersebut belum palah bagus dikarenakan pada saat itu aku tidak tau mengasih mereka apa untuk minta maafku akan tetapi kenapa ya?."
Tahanan kesatu berkata.
"A-apakah ada masalahkah dengan yang kami katakan?."
Avi menjawab.
"Tidak,tapi perkataanmu memanglah tidak salah tetapi."
"Kalian tetap dihukum mati."
Terkejut dong mereka dan tahanan kedua berkata.
"Ke-kenapa?."
Avi menjawab.
"Karena kamu tetaplah tersangkah kriminal."
"Tetaplah harus membunuh kalian."
Terlihatlah mereka langsung terdiam dan avi berkata.
"Baiklah,hukuman kalian adalah menjadi percobaan."
Terkenjut dong mereka yang apa dibilang avi dan tahanan ketiga berkata.
"Pe-percobaan?itu terlalu berlebihan?!."
Avi menjawab.
"Itulah tetap seimbang yang kalian lakukan."
"Yah,mungkin lebih tepatnya aku akan mengubah kalian menjadi apa?."
"Ra-ha-siku."
Terlihatlah avi jarinya ada dimulut yang tertutup dan mata satunya ditutup,tampaklah mereka panik dong mereka mencoba memberontak tapi fahar menembakkan senjatanya.
Terlihatlah mereka langsung diam dan avi berkata didalam dirinya.
"Aku hanya mencoba mereka menjadikan percobaan,aku hanya ingin meniru yang dilakukan jerman dulu pada dunia perang 1 dan 2."
"Tapi seingatku tidaklah baik kalau seseorang yang sudah ditangkap habis itu dibunuh,karena itu sama seperti menyiksa."
"Haaa."
Avi berkata.
"Baiklah,aku tidak menghukum mati."
Mereka pun terlihat senang tapi fahar berkata.
"Tetapi my lord kenapa gak jadi?."
Avi menjawab.
"Tetapi mereka harus menjadi budak kita."
Fahar berkata.
Baik,my lord."
Seketika mereka terdiam dan avi berkata.
"Kalian harus menjadi budak karena kalian yang salah."
"Aku tidak menyebutnya budak lebih tepat sebuah prajurit yang dibawah kendaliku atau dia."
Mereka tampak kebingungan tetapi avi berkata.
"Kalau begitu aku akan mengubah kalian sedikit ya!."
Mereka terkejut dong atau avi berkata.
"Fahar bawak mereka aku akan mengubah mereka."
Fahar menjawab sambil berlutut.
"Baik,my lord."
Seketika fahar berdiri dan membawak mereka ketujuh,bersama bawahannya dan kebesokan harinya tampaklah ada seorang wanita asing yang lagi tersenyum kearah kota avi tinggal.
Tampaklah wanita itu memakai jubah tertutup dan tampaklah dia meminta salah satu orang disitu untuk bertemu avi dan tampaklah lefa sudah melapor keavi akan hal wanita itu dan avi berkata.
__ADS_1
"Begitu ya,baik panggil mereka."
Lefa menjawab.
"Baik,my lord."
Tampaklah fahar dan bawahan sedang rapat akan masalah sesuatu akan tetapi rapat tersebut terhentikan karena lefa melapor dan setelahnya orang itu datang tampaklah dia langsung berlutut dihadapan avi dan berkata.
"Lama ti-."
Avi berkata.
"Ha,sebenarnya kenapa harus sama sepertinya lagi."
Orang itu kaget dong dan berkata.
"Ehg."
"Tu-tung-."
Avi berkata.
"Kenapa harus sama lagi?aku teba kamu sini adalah itukan?."
"Baik,kalau benar aku tolak"
Orang itu kaget karena niatnya diketahui avi,sebenarnya avi tau dia adalah mila dan mila berkata.
"Ehg,kenapa anda tau niatku?."
Avi menjawab.
"Yah,mungkin kamu pahlawan sebenarnya siapa sih yang menyuruh pahlawan datang kesini?."
"Kalau orang itu aku mengetahui maka akan aku selalu aku siksa dia sampai mati."
Orang itu kaget dong karena dia sudah tau sifat aslinya walaupun bukan dan orang itu berkata.
"Ehg,aku kesini tidak ada yang menyuruhku kesini."
"Tapi apakah ada yang sama sepertikukah?."
Avi menjawab.
"Ya,tapi untunglah mereka ada diruangan lain karena pekerjaan mereka."
Orang itu berkata.
"Begitu ya,tapi a-."
Seketika serena dan vima datang membawak sebuah kue yang lagi panas dan sebuah teh,dan tampaklah serena dan vima kaget akan hal orang tersebut.
Serena dan vima berjalan mendekat tampaklah serena dan vima menaruh kue tersebut dimeja begitu juga tehnya,dan serena berkata.
"A-anu siapa dia my lord?."
"Oh,dia hanya orang yang lagi nyasar habis itu dia berkata lama tak berjumpah,itulah yang dikatakan.
Serena berkata sambil menatap tajam orang tersebut.
"Ooh begitu ya."
Tampaklah orang tersebut panik dan dia berkata didalam dirinya.
"Gawat!kenapa sih kejam ini dan yang satunya sibodoh menakar ada disini?."
"Apakah yang dibilang avi tadi adalah mereka tapi kenapa mereka mau menjadi yang aku niatkan?."
Serena berkata.
"Woi,kenapa kamu diam saja!."
Orang itu berkata.
"Baik."
Serena berkata.
"Siapa kamu?apakah kamu pahlawankah?."
Orang itu menjawab.
"Ya,aku pahlawan."
Serena berkata.
"Oh begitu ya,tapi kamu pahlawan keberapa."
Orang itu berkata.
"Eheh,aku adalah pahlawan yang dibawah pahlawan terkuat."
Tampaklah dia tersenyum jahat dan serena berkata.
"Ja-jangan-jangan kamu?."
"Pahlawan kedua siyang selalu suka dijadikan pembantu orang."
Panik dong karena serena bisa tau dirinya dan orang itu berkata.
"Ya,itu benar."
Serena berkata.
Orang itu berkata.
"Aku kesini adalah."
"Tolong avi jadikan aku pelayanmu juga beserta jadikan aku bawahanmu!?."
Tampaklah dia membungkukkan badannya dan avi berkata.
"Tidak,aku menolaknya."
Kaget dong serena dan orang itu,dan orang itu berkata.
"Ta-tapi kenapa?."
Seketika orang itu tidak membungkukkan badannya dan avi menjawab.
"Karena kamu pastih sama mereka."
Orang itu berkata.
"Sama seperti mereka?."
"Apa maksudnya?."
Avi menjawab.
"Mereka mesum."
Kaget beserta terkejut dan serena berkata.
"A-apa yang anda maksud?."
Avi menjawab.
"Karena setiap hari aku melihat kalian selalu mesum."
Kaget dong mereka dan orang itu berkata.
"Heh,haaa."
Orang itu tertawak terbahak-bahak dan berkata.
"Begitu ya,orang yang pahlawan tingkat tinggih mempunyai sifat mesum?."
Marah dong serena karena dia meledeknya tapi serena seketika melihat wajah avi,serena terdiam dan berkata.
"Begitu ya,tapi kamu untuk apa kamu meminta begitu dan apa keuntunganmu?."
Orang itu menjawab.
"Karena aku hanya ingin selalu mau disampingnya dan keutunganku adalah merebut hatinya."
Dan tampaklah perselisihan antara serena dan orang itu dan tampaklah vima tersenyum doang karena mendengar perkataan orang itu tapi sebenarnya dilagi marah dan vima berkata didalam dirinya.
"Cih,nanti akan aku bunuh karena dia berkata begitu."
Tampaklah perselisahan itu masih berlanjut dan fahar berdiri dan berkata.
"Woi,nona serena lebih baik anda tidak usah terpancing oleh perkataannya."
"Anda pernah bilang kalau mau debat diruangan lain?tapi anda sendiri debat didepan my lord."
Seketika kaget dong serena dan serena berkata.
"Ehem."
Serena membalikkan badannya menghadap avi dan berkata.
"Maaf aku!my lord!."
Avi pun hanya bisa pasrah saja tapi avi berkata.
"Baik,aku maafkan tapi kamu harus berhati-hati dengan perkataan seseorang dan jangan terpancing perkataan."
Serena menjawab.
"Baik,my lord!."
Avi berkata.
"Jadi kamu sendiri untuk apa kamu ingin menjadi pelayanku dan bawahanku?."
Orang itu berkata.
"Karena aku hanya ingin disisimu doang my lord."
Avi pun sudah pasrah karena ini sama sperti serena dan vima dan avi berkata.
"Jadi begitu ya,ternyata benar ini sama seperti mereka berdua?."
"Haaa."
Baik,sekarang kamu adalah pelayanku dan juga bawahanku."
Orang itu menjawab.
"Baik."
__ADS_1
"A-anu namaku adala-."
Avi berkata.
"Namumu mila kan?."
Avi berkata sambil tersenyum karena dia sudah menyetahuinya dan tampaklah orang itu kaget karena avi sudah mengetahuinya dari awal dan mila menjawab.
"Ya."
Avi berkata.
"Kalau begitu itu mohon kerja sama ya."
Mila menjawab.
"Baik."
Mila menjawab dengan nada suara imut tapi avi hanya biasa saja karena dia sudah tau dia akan mengeluarkan suara dengan nada imut dan avi berkata.
"Serena,vima tolong ajari dia dengan tigasnya."
Mereka berdua menjawab.
"Baik,my lord."
Tampaklah mereka berlutut dan tersenyum jahat akan tetapi mila ketakutan karena mereka berdua tersenyum jahat,kebesokan harinya avi melakukan rapat karena para bawahannya mau mengatakan sesuatu.
Terlihatlah avi berbincang-bincang tentang apa yang mau mereka katakan setelah mereka mengatakan dan avi terlihat kebingungan dan avi berkata.
"Jadi kalian menyuruhku libur?."
Tyga menjawab.
"Ya."
"Karena anda selalu berkerja keras jadi biar kami yang menganti anda."
Avi pun bingung dan berkata.
"Akan tetapi untuk apa?."
Fahar menjawab.
"Karena anda selalu bekerja keras tampa libur sama sekali jadi kami yang akan mengantikan pekerjaan anda."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Haaa,kan aku selalu libur pada saat aku berkunjung kenegara lain,aku menganggap hari libur adalah saat aku berkunjung negara karena diundang."
"Haaa."
Fahar berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi menjawab.
"Tidak."
"Aku kawatir karena setiap yang aku kerjakan hanya mengecek surat saja dan itu hanya pekerjaan mudah untuk apa aku libur?."
Fahar berkata.
"Karena anda terlihat letih ketika ada masalah baru dan jadi kami mengutuskan anda libur untuk istirahat selama dua hari saja."
Avi menjawab.
"Baiklah,kalau kalian bisa mengerjakan tugasku."
"Kalau begitu akau pergi."
Seketika avi berpindah tempat dan tampaklah mereka senang karena tuan mereka libur karena mereka menghawatirkan avi,setelah disuatu tempat yang hampir dipinggir jurang.
Terlihat avi melihat pepohonan dibawah jurang melihat pohon itu dengan senang dan avi berkata.
"Baiklah,kemana ya aku tidak tau kemana sekarang?."
"Hmm,biasanya aku berburuh monster tapi sedikit membosani tapi ada cara yaitu."
Seketika avi menekan skills dunia akhir dan tampaklah istana raksasa yang berdiri tegak dihadapan avi tapi ada yang membuat avi tertarik yaitu ada telur besar dengan warna hitam pekat,avi pun mendekati telur tersebut dan melihat telur tersebut sangan besar dan tinggih.
Tinggihnya sekitar 75m dan avi berkata.
"Apakah ini bansos sepertinya tidak karena telur tersebut sangat besar dan tinggih."
"Tapi gimana telur ini ada diberada disini?."
Seketika telur tersebut retak satu persatu dan telah sepenuhnya pecah tampaklah itu adalah seekor naga dan avi berkata.
"Apakah itu cicak terbang?itu sangat besar sekali seperti kadal yang memakai sayap."
"Tungguh nama hewan tersebut naga?."
"Haa,naga apa itu nag?seingatku banyak nama belah diri pakai kata naga?tapi naga apa ya?."
Tampaklah avi kebingungan nama hewan tersebut dari penglihatannya yang tersambung keingatan avi dan tampaklah naga tersebut sangat senang sekali dan sampai mengajak main sama avi,avi pun main bersama naga tersebut.
Kebesokan harinya terlihat avi masih ada dijurang semalam dan memikirkan sesuatu untuk menghibur dirinya dan tampaklah avi menemukan ide,avi pun dengan cepat masuk ketempat tyga menempah pedang tampak tyga melihat-lihat pedangnya tapi seketika dengan cepat kesana.
Avi membuat sesuatu dengan cepat sekali dan disadari tyga dan sampainya kejurang itu lagi,tampaklah avi telah membuat bumerang terbuat dari besi tapi tampa disadari avi.
Senjata itu telah berevolusi menjadi pedang tingkat fel legendaris dan bumerang itu bisa menjadi manusia umumnya dan tampaklah avi senang sampai-sampai melihat bumerang tersebut sampai membolak-balikkan bumerang tersebut,avi berkata.
"Sepertinya aku sudah membuat bumerang untuk main dan setahuku bumerang itu terbuat dari kayu tapi ya."
"Aku akan mecobanya."
Dan bersiap-siaplah avi mau melempar bumerang itu dan avi pun melemparnya berserta berkata.
"Ayo kamu bisa!."
Terlihatlah bumerang itu sangat cepat dan terlihatlah ada seseorang ada diawan yang lagi minum teh dia langsung kelempar dan terantuk dinding tidak terlihat,tampaklah ada seseorang yang lewat langsung ketempat orang pingsan tersebut karena dia kawatir akan keselamatannya.
Tampaklah dia mencoba mendasarkannya dan makhluk bersayap berkata.
"Percuma saja lebih baik kita cari siapa yang membuat pingsan sampai kepalah bocor dan tampaklah orang itu mencari orang yang membuat pingsan orang yang tadi tersebut,tapi saat dia mencarinya tampak mereka kearah kesini.
Setelah orang-orang itu mulai mendekat orang tersebut mulai datang kedepan mereka,sebenarnya mereka adalah prajurit tingkat ketiga dari empat kelompok penjaga raja naga.
Dan tampaklah mereka mulai berbicara seketika ada suatu ada yang menyerang dengan cepat tampa terlihat dan orang yang selamat itu dari hempasan angin senjata tersebut dan berkata.
"Siapa yang menyerang?."
Dan sketika muncullah senjata yang lagi berputar-putar terus tapi senjata tersebut berhenti berjalan dan senjata itu berkata.
"Salam kenal penjaga raja naga."
"Aku adalah pelayan raja kegelapan terdahulu."
Seketika senjata itu berubah menjadi manusia dan kaget dong orang itu dan orang itu berkata.
"Si-siapa raja kegelapan tersebut?!."
Orang itu berkata dengan nada emosian karena terpengaruh olehnya tapi senjata berkata.
"Aku hanya senjata biasa,tapi kenapa kamu berkata begitu."
"Baiklah,kamu tidak mengetahuinya ya dia adalah raja bagi raja kegelapan."
Orang itu keget dong dari perkataan avi dan orang itu berkata.
"Baik,kalau begitu kita akan berperang satu sama lain bisa disebut 'VS'.
Senjata itu berkata.
"Baik kalau begitu menurutmu?."
Senjata tersebut berubah lagi menjadi bentuk sebenarnya yaitu senjata bernama 'bumerang,sebenarnya bumerang tersebut adalah punya avi.
Senjata itu mulai bergerak tapi orang tersebut hanya terdiam doang karena dia kesulitan menahan serangan senjata tersebut dan orang tersebut masih bertahan akan tetapi senjata itu tidak serius saat menyerang orang tersebut.
Dan masih terlihat orang tersebut masih menahannya akan tetapi dan senjata berkata.
"Sepertinya tuanku memanggilku sepertinya aku harus cepat."
Seketika juga orang tersebut terbunuh menjadi dua dan terlihat senjata tersebut mulai membunuh semua orang disitu dan tampaklah senjata itu sangat gila,dan dia membunuh semua orang dengan tanpa rasa takut sama sekalai,dan terlihatlah orang yang terakhir terbunuh tewas ditempat.
Pada saat avi mencari mainannya karena avi sudah tau mainannya hilang,avi dan mau berjalan seketika juga bumerang tersebut telah kembalik.
Akan tetapi yang disudut pegangan berdarah avi kaget dong karena bumerang itu mengeluarkan darah dan avi berkata.
"Apakah ini adalah darah?."
"Mungkin darah burung karena aku sangat cepat sekali melemparnya."
Tampaklah avi tersenyum doang dan avi pun berjalan yang dituju,dan kebesokan harinya tampaklah ada tujuh orang manusia yang bertubuh robot dan fahar berkata.
"My lord inilah ya."
Avi hanya mengangguk doang dan berkata.
"Baik,apaka kalian ini saja?kan kalian yang membawakku kesini?."
"Jadi apakah ada pekerjaan masalah?."
Tyga menjawab.
"Tidak,kami hanya."
Seketika orang yang berkumpul dan berlutut semua dan mereka semua berkata.
"Kami tidak akan menghianati anda dan kami selalu disampingmu!."
Avi menjawab.
"Begitu ya?."
"Hehehe."
Tampaklah avi kebingungan akan hal tersebut dan berkata.
"Jadi kalian harus melindungi negara ini."
Mereka menjawab.
"Baik."
__ADS_1