Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Mencaritau tentang sang pemain.chapter 76


__ADS_3

Tampaklah dua wanita itu percaya itu adalah avi dan serena berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kalian tidak begitu percaya sekali ya,tentang kalau itu adalah avi?."


Wanita sebelah kanan berkata.


"Ehg?!."


"Ti-tidak apa-apa kok,nona serena."


Wanita sebelah kanan berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Aku pastih akan tewas disini kalau raja avi bilang kepada serena kalau diriku memarah-marahinya raja avi."


"Gawat!aku harus gimana sekarang?!."


Tampaklah avi menyadari sesuatu karena wanita itu sebelah kanan begitu gemetaran karena ketakutannya waktu tadi itu tersebut dan avi berkata.


"Ha,sebenarnya aku memanggil kalian kesini karena ini."


Tampaklah avi menunjukan sesuatu kepada mereka berdua dan tampaklah wanita sebelah kanan begitu malu sekali dong karena barangnya terjatuh dan barangnya ada pada avi dan barang itu adalah sebuah buku tulis dan avi berkata.


"Ini bukumu yang kamu jatuhkan?."


Wanita sebelah kanan berkata.


"I-iya,raja avi."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Nah ini dia."


Tampaklah avi mengasih buku itu kepada wanita sebelah kanan itu tersebut dan tampaklah wanita sebelah kanan itu malu sekali dan kebesokan harinya tampaklah avi sedang jalan-jalan dikotanya avi tinggali dan avi berkata sambil berjalan.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah nama dua wanita itu vina dan resy ya?."


"Hmmmmm?,mungkin sih?."


"Aku sedikit tidak ingat nama mereka berdua sih."


"Tapi kayaknya pada saat mereka mengakui kenapa mereka ada disini."


"Mereka tampak ketakutan begitu ya."


"Hmmmmmm,mungkin soal kemarin itu ya,kayaknya?."


"Hmmmmm?,mungkin sih."


Tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan tampaklah dua wanita yaitu vina dan resy yang mana nama asli mereka berdua dan tampaklah mereka berdua juga berhenti berjalan dan terkejut dengan avi yang ada didepan jalan mereka dan tampaklah vina ketakutan sekali dong karena dia masih ketakutan soal kemarin itu tersebut dan avi berkata.


"Ha,apakah kalian sedang jalan-jalan kotakah?."


Resy berkata.


"Iya,raja avi."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Resy berkata.


"Anu,raja avi?."


Avi berkata.


"Ada apa?."


Resy berkata.


"Kenapa disini tidak dibangun kastil atau istana kerajaan?."


"Saya minta maaf perkataan ini tersebut!."


Avi berkata.


"Ha,soal itu tersebut ya."


"Hmmmm?,mungkin karena aku tidak suka dibangun soal istana atau kastil."


"Karena untuk apa dibangun kalau hanya gunakan tempat tinggalkan?."


Resy terkejut dong yang avi katakan itu tersebut dan resy berkata.


"Begitu ya,raja avi."


"Tapikan raja avi."


"Istana kerajaan atau kastil kerajaan mempunyai fungsi lain semestinya."


"Bukan tempat tinggal saja."


Avi berkata.


"Ha,begitu ya."


"Yah,mungkin."


"Untuk apa dibangun istana kerajaan atau kerajaan yang mewah dan megah."


"Tapi akan hancur negaranya sendiri kemudian harinya."


Seketika avi tersenyum dong dan avi seketika jalan yang dia tuju sambil berkata.


"Kalau dah,sampai jumpah lagi ya."


"Aku ada urusan lainnya."

__ADS_1


Mereka berdua berkata.


"Iya,raja avi."


Tampaklah avi ada berdiri dibawah pohon sambil memandangi kotanya yang dia tinggal dan avi berkata.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah kayaknya dua orang yang seperti orang penjahat."


"Yang mana satu orang yang mengaku tuhan dan satunya lagi raja kegelapan null."


"Kayaknya mereka sedang bersaing ya."


"Untuk menjadi terbaik sebagai ilmuan ya."


"Aku tidak tau sih,kenapa mereka berdua bersaing begitu."


"Dikarenakan mereka berdua sama-sama tidak suka tentang ilmuan tapi seketika menjadi ilmuan."


"Padahal aku hanya mengajari mereka berdua sedikit pelajaran fisika,ilmu pengetahuan alam dan kimia."


"Dan seketika mereka suka menjadi ilmuan."


"Tidak masuk akal apalagi ini ya?."


"Haaaaaaaaaaaaaa."


"Memang rencana tuhan tidak ditebak ya."


Tampaklah avi ada diruang kerjanya dan tampaklah avi sedang bersanti diruang kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.


"Kayaknya makin menarik saja ya."


"Wahai para musuh."


Seketika nova dan vika terkejut dong yang ada disamping avi karena avi tersenyum dan berbicara sendiri dan tampaklah seketika avi berdiri dari duduk dikursi kerjanya dan avi seketika berpindah tempat dan tampaklah seketika tatapan nova dan vika menajam dan mereka berdua berkata.


"Muncullah kalian."


Seketika muncullah dua seseorang berjubah hitam dibelakang vika dan nova dan tampaklah mereka berdua dalam keadaan berlutut dihadapan nova dan vika dan nova berkata.


"Carilah informasi lanjutan apa rencana mereka lakukan."


Orang yang ada dibelakang nova berkata.


"Baik."


"Saya mengerti nona."


Seketika orang yang ada dibelakang nova menghilang seketika dan vika berkata.


"Pergilah carikan kemana orang-orang pergi menyerang."


Orang yang berada dibelakang vika berkata.


"Baik."


"Saya akan mengerjakan yang anda perintah itu tersebut."


Seketika orang yang berada dibelakang vika menghilang seketika dan tampaklah tatapan vika dan nova seketika tajam sekali seperti akan terjadi hal sesuatu yang akan datang kesitu dan sebenarnya vika dan nova merupakan dua orang yang memimpin organisasi rahasia dan avi tidak mengetahui kalau mereka berdua memimpin sebuah organisasi rahasia dan tampaklah avi sedang berjalan-jalan disebuah kota kerajaan lain tapi avi sedang menyamar menjadi orang lain dan tampaklah avi berjalan menujuk keistana kerajaan negara itu tersebut.


"I-itu tidak mungkin?!."


"Tu-tuan!."


Tampaklah seketika sang raja berdiri dari kursi singgasananya dan berjalan kearah avi begitu juga pendamping sang raja juga berjalan kearah avi dan seketika mereka berdua berhenti berjalan dan seketika mereka berdua berlutut dihadapan avi dan avi terkejut dong karena mereka berdua berlutut dihadapan avi dan seketika juga terkejut seluruh orang-orang yang ada diruangan itu tersebut dan raja berkata.


"Lama tidak bertemu,tuan."


Pendamping raja berkata.


"Lama juga tidak bertemu,tuan avi."


Tampaklah orang-orang disitu makin terkejut dong karena mereka berdua menyebut avi sebagai tuan dan sebenarnya mereka berdua adalah vio dan zio yang telah menjadi raja negara dan pendamping raja negara dan tampaklah avi kebingungan karena mereka berdua berlutut dihadapannya karena mereka berdua sudah menjadi pemimpin negara dan salah satu orang didalam ruangan disitu berkata.


"Ra-raja ke-kenapa a-anda berlutut dihadapan seseorang laki-laki tidak dikenal ini tersebut?."


Zio berkata.


"Hah?!."


"Kamu tau tidak dia adalah tuanku loh."


"Dia menyelamatiku waktu aku dalam kesusahan sekali."


"Apalagi dia menyemati vio juga dari dalam kesusahan."


"Dia adalah tuanku kami berdua loh."


"Jadi jangan ada macam-macam dengannya loh."


"Karena dia melebihi kami berdua."


Orang itu berkata.


"Be-begitu ya,raja."


Tampaklah seketika orang-orang didalam ruangan itu berlutut dihadapan avi dan avi masih bingung dong dengan hal itu tersebut dan zio berkata.


"Ada apa tuan datang kesini ya?."


Avi berkata.


"Berhati-hatilah dengan para pembohong dari para musuh."


"Itu saja,dah sampai jumpah lagi."


Tampaklah avi seketika menghilang didepan orang-orang itu semuanya dan tampaklah avi sedang jalan-jalan dikota lain lagi dan tampaklah avi melihat sekitarnya yang penuh dengan banyak orang-orang yang lagi berdagang dikota kerajaan itu tersebut dan avi seketika berhenti berjalan dan melihat kearah seseorang anak dan kedua orang tuanya yang lagi bersenang-senang bersama dan tampaklah anak kecil itu tersenyum bahagia dengan kedua orang tuanya dan avi seketika tersenyum dong sambil melihat kearah langit dan avi berjalan lagi dan tampaklah avi yang lagi duduk dikursi meja dikafe dikota itu tersebut dan avi meminum teh sambil melihat kearah langit dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah negara ini adalah negara bagian selatan ya."


"Yah,walaupun terlihat damai tapi negara cukup dingin ditinggali sih."

__ADS_1


"Karena ujung negara ini ada lautan dan gunung-gunung."


"Dan itulah yang membuat daerah dingin walaupun masih ada hal lain sih yang membuat daerah ini dingin."


"Haaaaaaaaaa."


Tampaklah seketika ada seorang wanita yang pernah berjumpah dengan avi yang mana dia mengira avi adalah orang paling dicurigai pada waktu itu dan tampaklah wanita itu melihat kearah avi terus dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Apa yang salah denganku?."


"Kenapa dia melihatku terus?."


"Tapi untunglah aku menyamar jadi orang lain."


"Haaaaaaaaaa."


"Tapi kenapa dia terus memperhatikan kearahku?."


"Hmmmmm?."


Tampaklah avi memang sedang menyamar jadi orang lain dan tampaklah wanita itu terus memperhatikan avi dan mencoba mikirkan orang yang dia lihat itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Kayaknya aku harus mencaritaulah siapa pemain ini tersebutlah."


"Karena aku suka mencaritau teka-teki ini walaupun curang."


Tampaklah wanita itu pergi dan tidak melihat avi lagi dan tampaklah avi melihat kearah sebuah kota dan tampaklah avi berdiri diatas dahan.


pohon dan avi juga mengenakan pakaian berwarna hitam pekat dan mengenakan masker hitam juga dan tampaklah avi menatap tajam kekota itu tersebut dan tampaklah avi sedang jalan-jalan dikota itu tersebut dan tampaklah avi melihat sekitarnya dan tampaklah avi.


sedang masuk diam-diam kesuatu bangunan dan avi sedang jalan-jalan berhati-hati biar tidak membunyikan suara kakinya dan tampaklah avi mencari sesuatu barang dibangunan itu tersebut akan tetapi avi masih tidak.


menemukannya dan avi mencoba memikirkan sesuatu tentang yang avi cari dan tampaklah seketika ada sedang berbicara dengan seseorang dan avi menyadarinya dan avi berjalan mendekati orang yang sedang berbicara dengan seseorang dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan avi mengintip siapa orang yang sedang berbicara dengan seseorang dan tampaklah avi menatap tajam orang itu yang lagi berbicara dengan seseorang disebuah rusngan dan orang itu berkata.


"Jadi apakah kamu sudah mendapatkannya?."


Seseorang itu berkata.


"Tidak,belum sama sekalipun tuan."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


Seseorang itu berkata.


"Jadi apa yang saya lakukan tuan?."


Orang itu berkata.


"Hmmmmm?."


"Mungkin kita tungguh dulu selanjutnya."


"Karena tuan kita masih kesal sekali dengan hal kekalahan perperangan yang dilakukan oleh tuan kita."


"Tapi kalau tidak salah tuan kita masih ada dikastil aslinya."


"Dan kalau tidak salah nama tuan kita adalah."


"Ferdy."


"Tuan ferdy sekarang kayaknya sedang kesal sekali dengan kekalahan perperangan yang lakukan oleh tuan ferdy."


"Kayaknya tuan ferdy sedang membuat rencana baru ya?."


"Hmmmmmmm?."


"Sepertinya tuan ferdy ingin membuat membuat semua makhluk menyembahnya sebagai tuhan."


"Dia ingin membuat dirinya tidak dikalahkan."


"Seperti raja kegelapan null."


"Eheh,tapi."


"Sepertinya ada seseorang sebagai kutu penganggu saja ya."


"Kayaknya kita harus membunuh kutu penganggu itu tersebut."


Seseorang itu berkata.


"Baik,saya akan lakukan."


"Kita harus menguasai dunia ini dan banyak para makhluk menyembah kita semua."


"Walaupun masih ada pahlawan tapi kita dapat mengetahui titik lemah pahlawan-pahlawan semuanya."


"Kita semakin hebat sajakan."


"Lebih hebat dari raja kegelapan null."


Seketika avi tersenyum dong sambil menguping pembicaraan itu tersebut dan avi berkata dengan nada suara kecil.


"Begitu ya."


"Kalian benar-benar bodoh ya."


"Menguasai dunia sama saja kalian ingin seperti tuhan ya."


"Tapi kalian sama seperti makhluk-makhluk itu tersebut ya."


Tampaklah avi tersenyum dong dan avi seketika berjalan keluar bangunan itu tersebut sambil berkata.


"Selamat tinggal ya."


Seketika avi menghilang dan seketika bangunan itu meladak begitu besar sekali dan tampaklah bangunan-bangunan disamping bangunan itu tersebut ikut juga meledak karena avi menaruh sebuah alat peledak seperti bom waktu sebelum avi menghilang dan tampaklah avi sedang berdiri diatas sebuah bangunan sambil melihat kearah bangunan yang meledak itu tersebut dari jarak jauh sekali dan avi berkata.


"Memang kalian sungguh hebat ya."


"Sungguh hebat sekali ya."

__ADS_1


"Sungguh manis sekali ya."


"Wahai pemain peperangan."


__ADS_2