
Pada suatu hari avi membaca suatu surat dan avi berkata.
"Begitu ya."
Serena menjawab.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Sepertinya ayah vima menyuruhku kenegara isfa,aku pun tidak tau alasannya apa tapi."
"Aku harus pergi sepertinya?."
Serena menjawab.
"Baik,my lord."
Avi pun berdiri dari kursinya dan berkata.
"Baiklah,kalau begitu aku pergi."
"Serena bilang kepada yang lain kalau aku akan pergi kesuatu negara dan lindungi lah kota ini saat aku pergi."
Serena menjawab.
"Baik."
Avi berkata.
"Baik,kalau begitu aku pergi."
Seketika avi berpindah tempat kenegara isfa dan setelah sampai kenegara itu avi melihat dari kejauhan,melihat kota sangat bagus tampaklah jiwa sejarahnya bangkit karena dinding batas negara tersebut terlihat mewah dan karena itu avi ingin melihat dinding tersebut dengan dekat.
Setelah avi memasuki tampak avi melihat dinding pembatas negara tersebut dengan rasa ingin tau dan sampai-sampai meraba dinding tersebut karena takjub dengan apa dilihatnya.
Setelah dia melihat-lihat dinding tersebut tampaklah ada sepasang kekasih yang lagi bertengkar avi pun hanya diam saja akan tetapi setelah pria itu ingin mengeluarkan pedangnya dan ingin menebas wanita itu seketika juga avi menahan tebasan pedang itu dengan pisaunya,dan tampaklah pria tersebut terkejut dong dan berkata.
"Si-siapa kamu?!."
Avi menjawab.
"Hei,apa yang kamu lakukan ini adalah tindakan kriminal."
Pria itu berkata.
"I-itu bukan urusanmu ini adalah cara baik membunuh wanita itu karena tidak berguna."
"Walaupun kriminal setidaknya aku membunuhnya."
Avi menjawab.
"Kamu sama gilanya sama orang gila yang sudah alami."
"Haah,baiklah setidaknya hentikan pedangmu tersebut?."
Pria itu berkata.
"Tidak akan aku lepasi!."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
"Hmm,baiklah tidak ada cara lain ya."
Seketika avi dengan gerakan cepat berhasil membuat terjatuh walapun gerakan yang cepat tapi avi hanya mengeluarkan kecepat gerakannya hanya sekitar 1% doang dan seketika pria itu berdiri dengan wajah ketakutan dan berkata.
"Si-siapa kamu sebenarnya?!."
Avi menjawab.
"Aku hanya orang biasa doang kok."
Avi tersenyum tapi seketika pria itu ketakutan dan berlari kencang dan avi berkata.
"Baiklah,kalau begitu aku melanjutkan lagi yang aku tuju."
Avi pun mulai berjalan tapi seketika wanita itu berkata.
"Tu-tungguh sebentar orang perkasa!."
Avi pun berhenti berjalan dan berkata.
"Ya,ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"Te-terima kasih banyak telah menolongku!."
Avi menjawab.
"Ya,sama-sama."
"Kalau begitu aku pamit ya?."
Wanita itu berkata.
"Tungguh sebentar orang perkasa!."
Avi berhenti berjalan dan membalikkan badannya dan berkata.
"Ya,ada apa lagi?."
Wanita itu berkata.
"Ke-kenapa anda menolong saya?padahal saya sendiri yang sendiri yang salah karena aku yang buat."
Avi menjawab.
"Karena mana mungkin ada seseorang yang membantumu walapun setelah kamu ditebas pedang."
"Walaupun kamu yang salah kamu tetaplah kamu karena manusia tidak luput akan kesalahannya"
"Dan karena itu kamu harus berusaha terbaik terhadap kamu bisa."
Avi tersenyum dan tampaklah wanita itu hanya terbengong dengan perkataan avi tapi seketika wanita itu jatuh cinta terhadap avi dan wanita itu berkata.
"Si-siapa namamu?."
Avi menjawab.
"Ya,namaku adalah bambang!."
Ternyata avi usil atas namanya tapi wanita itu menyadarinya kalau avi bercanda dan wanita itu berkata.
"A-apakah kamu sedang usil dengan namamu?."
Seketika avi hanya bisa terdiam karena wanita itu menyadarinya sedang usil dan avi berkata.
"Baiklah,namaku asli adalah avi day lict itu saja."
Seketika avi berbalikkan badannya dan berjalan pergi dan wanita itu berkata.
"Heiii!,apakah sedang marahkah?."
Avi tidak mendengarnya karena avi telah berjalan sangat jauh dan terlihatlah wanita itu tersenyum melihat avi sedang berjalan,setelah avi banyak berkeliling kota.
Tampaklah avi melihat penginapan bertuliskan:ref afdol.avi pun memasaukinya dan terlihatlah banyak petualang tingkat tinggih dan terendah ada disitu.
Avi pun mendekati meja pemesan,avi sudah didepan meja pemesan dan berkata.
"A-anu apakah aku bisa pesan penginapan?."
Pekerja berkata.
"Baik."
"Kamu berapa hari menginap?."
Avi menjawab.
"Sepertinya dua hari?."
Pekerja berkata.
"Baik,tungguh sebentar ya?!."
Avi berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya didalam surat itu,raja tersebut meminta aku telah datang dua hari tapi aku datang kesini dan jadi aku harus ginap dua hari pada saat sudah dua hari maka aku bisa keistana?."
Pekerja berkata.
"Ini dia kuncinya tapi kamu harus bayar sebanyak 14 koin cokelat oke?!."
Avi menjawab.
"Ini."
Avi pun menyerahkan uangnya kepekerja itu tersebut dan pekerja berkata.
"Baik,uangmu cukup!ini kuncinya ya!."
Avi menjawab.
"Ya."
Pekerja berkata.
"Kamarmu ada dinomor 24 lantai tiga ya!."
Avi menjawab.
"Ya,terima kasih banyak."
Pekerja berkata.
"Ya,sama-sama."
Avi pun berjalan ketangga dan setelahnya avi sudah dikamarnya dan avi langsung ketempat tidur karena kelelahan dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya,negara ini letaknya ada dibagian kebarat dari kota zx dan karena itu sangat jauh kalau berjalan kaki tapi menaiki kuda maka memakan lima hari."
"Tapi kalau memakai kecepatan tinggih berlari maka memakan waktu dua hari."
"Tapi ya itu aku hanya diberikan tau oleh raja tersebut yaitu ayah vima."
"Haa."
Kebesokan harinya avi berkeliling kota dan tampaklah wanita kemarin sedang membersihkan sampah dia terlihat mengambil sampah-sampah disekitar pedang tersebut avi pun mendekatinya untuk membantu.
Tampaklah wanita itu terkejut karena avi membantunya dia terlihat tersenyum doang tapi avi berkata.
"Sepertinya sudah selesai ya!?."
Wanita itu menjawab.
"Ya."
Avi pun teralih pandangan kepedang itu tersebut dan berkata.
"Pedang apa ini?kenapa dia tertancap?."
Wanita itu berkata.
"Apakah anda tidak mengetahui pedang tersebut?."
Avi menjawab.
"Tidak,tapi ini mirip dengan yang aku lihat dulu pada suatu negara."
"Kalau tidak salah namanya adalah excalibur dari negar italia kalau tidak salah?."
Seketika juga wanita itu kaget doang dengan perkataan avi karena avi tau tentang pedang tersebut,sebenarnya wanita itu adalah seseorang yang tersesat oleh kabut tebal yang ada dirumahnya dan terpanggillah dia.
Dia kaget karena avi tau tentang pedang excalibur dari bumi dan negara pedang itu berada dan wanita itu berkata.
"Kenapa kamu bilang begitu?."
Avi menjawab.
"Haha,soal itu ya mungkin aku hanya mengingannya saja karena aku pernah kesana untuk belajar sejarah tentang pedang tersebut."
Wanita itu berkata.
"Oh begitu ya?!."
Wanita itu berkata didalam dirinya.
"Kayaknya orang ini adalah seseorang dari bumi dan terbawak kesini?."
"Yah,tapi jangan salah sangkah mungkin ada mirip mungkin dengan pedang itu karena tanaman disini sama seperti dibumi."
Avi berkata.
"Sebenarnya pedang ini punya siapa dan untuk apa ditancapkan?."
Wanita itu menjawab.
"Pedang ini adalah pedang rty dari pahlawan terdahulu dan untuk apa ditancapkan?."
"Untuk mempertahankan pedang tersebut dan kalau pedang tersebut diangkat sekali angkat maka dia mewariskan darah pahlawan terdahulu.
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah avi bingung sampai-sampai tangannya ditaruh kedagunya tapi seketika avi teralih pedang itu karena ada sampah tertancap sama pedang tersebut dan avi berkata.
"Lihat ada sampah yang tertancap,lebih baik membersihkannya?."
Avi berkata sambil mengarahkan jarinya dia tuju dan wanita itu berkata.
"Mana mungkin kita membersihkan kalau sampah tersebut tertancap sama pedang tersebut."
Ketika wanita itu berbicara avi mencabutnya dan mengambil pedang tersebut dan avi berkata sambil menunjukkan sampahnya.
"Ini!sudah selesai."
Kaget dong wanita itu karena avi telah membersihkan pedang itu dan wanita itu berkata.
"Gimana kamu membersihkannya?."
Avi menjawab dengan muka polos.
"Aku hanya mencabutnya saja pedang itu dan bersihkan sampah itu dan menaruhnya lagi."
Kaget dong wanita itu dan berkata.
"Ma-mana mungkin seseorang bisa mencabut ka-."
Avi pun udah ada didepan pedang itu dan avi mencabutnya dan avi menjawab.
"Ini dia."
Terlihatlah avi mencabut pedang itu dengan muda tanpa masalah tampaklah wanita itu kaget beserta terkejut dong dan berkata.
"Gi-gimana kamu bisa mencabutnya dengan mudah?."
Avi menjawab dengan muka polonya.
"Oh,soal itu karena pedang tersebut mudah diangkat."
"Tapi aku pikir ini adalah salah satu raja menarik pengunjung untuk melihat ini dan mencabut pedang ini."
"Tapi pada saat aku cabut mungkin semen hancur karena setiap kali orang-orang mencabutnya dan ketika aku mencabutnya maka hancurlah semen itu karena guncangan dari pedang tersebut."
"Itulah titik jawaban menurutku menyambungkan."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
__ADS_1
"Gak aku pikiri ya?."
Avi berkata.
"Mencabut pedang ini bagaikan aku mencabut pedang dipasar malam saja."
Wanita itu menjawab.
"Begitu ya,cukup aku mengerti."
Avi mendekati wanita itu dan memberikan pedang itu tampaklah wanita itu bingung dan berkata.
"Apa maksudnya ini."
Avi menjawab.
"Ini aku kasih adalah untuk kamu diakui sebagai keturunan pahlawan walaupun mereka mengetahui dirimu sebenarnya."
"Tapi setelah pedang itu ada ditanganmu maka mereka mengakui sebagai keturunan pahlawan yang belum sepenuhnya mencabut pedang."
"Yah,penjelasanku kurang bagus tapi begitu,aku tidak menyalahkanmu karena merusaknya tapi sebaliknya."
"Jadi begitulah yang aku kataka."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya?."
Avi berkata.
"Kalau begitu aku pamit."
Avi pun pamit tapi tiba-tiba ada seseorang yang yang datang diatas sebuah diatap rumah dan melihat wanita itu,dan setelahnya mata-mata itu berkata.
"Lapor tuan."
Tuan itu menjawab.
"Lapor apa?."
Mata-mata berkata.
"Sepertinya pedang legendaris telah tercabut oleh wanita yang bernama mila."
Tuan itu menjawab.
"Tidak mungkin orang itu berhasil mencabutnya karena dulu dia pernah mencobanya tapi gagal tapi kenapa kamu bilang begitu?."
Mata-mata berkata.
"Anda telah salah karena mungkin waktu dulu dia belum sepenuhnya darahnya bangkit."
"Dan sekarang dia telah mencabutnya karena darah pahlawannya telah bangkit."
Orang itu panik dong karena dia telah ditipu oleh tapi sebenarnya avi lah yang mencabutnya,tuan itu berkata.
"Baiklah,lebih baik aku melaporkan masalah ini ke raja."
Dan setelah penuhnya avi berkeliling kota dan tampaklah ada seseorang yang lagi dibully oleh temannya avi hanya diam saja dan melihatnya karena dia takut kalau dirinya muncul maka terjadi hal buruk dan tetapi orang-orang itu mulai mengeluarkan pedangnya dan ingin menebas perempuan itu.
Avi telah menyadarinya dan avi bergerak dengan cepat kewanita tersebut seketika pedang orang yang ingin menebas perempuan tersebut ditahan avi dengan pisaunya orang itu kaget dong begitu juga teman-teman,dan wanita itu mundur 4 langkah karena taku yang terjadi dan orang itu berkata.
"Siapa dirimu?."
Avi menjawab.
"Hanya orang biasa tapi kenapa sesama wanita kalian melakukan tindakan kriminal?."
Tampaklah wanita yang dibully adalah mila dan tampaklah mila membuka matanya,sebenarnya pada saat mila mau ditebas mila menutup matanya karena sudah pasrah dari hal tersebut.
Tampaklah mila mulai membuka mata dan kaget terhadap dia lihat dan orang itu berkata(yang bully mila).
"Ooh,apakah kesini karena menyelamatinya dan keren dihadapan?."
"Apakah karena itukah kamu datang dan sekarang kamu masih menahan seranganku?."
Avi menjawab.
"Tidak,perkataanmu salah semua aku hanya umpang lewat saja."
Kaget dong mereka dan avi berkata.
"Kenapa sesama wanita membully wanita lainnya?."
"Kalian sama laki-laki umumnya suka membully orang lain doang."
Orang itu berkata.
"Heeh,begitu ya sama seperti laki-laki ya?."
Seketika juga wanita itu menyerang avi tapi hanya menghindarinya karena dia takut kalau dia dicap sebagai kriminal karena memukul wanita dan avi berkata.
"Untuk apa kamu memukul?gak ada untungnya?."
Wanita itu berkata.
"Berisik kali kau!."
Avi hanya menghindarinya saja tapi wanita berkata.
"Heh,kau hanya menghindarinya saja?apa kau lemah sekalika!."
Tampaklah wanita itu berbicara sambil menyerang avi tapi avi berkata.
"Tidak,aku hanya tidak mau memukul wanita karena aku takut dosa."
Tampaklah kaget wanita itu dari perkataan avi dan wanita itu berkata.
"Begitu ya,ternyata kamu sangat bodoh!."
Seketika juga wanita itu menyerang lagi tapi avi hanya diam saja tapi mainan kuncinya jatuh seketika juga avi mengambilnya akan tetapi ketika avi mau mengambilnya,tampaklah wanita itu menyerang avi karena ada kesempatan menyerang.
Tapi pada dia mau menyerang avi tiba-tiba dia kepalahnya berbenturan sama kepalah avi pada saat avi berdiri tapi pada saat dia berbenturan sama kepalah avi,dia terpental sejauh tiga meter.
Tampaklah orang itu berdiri dan bingung yang terjadi dan berkata dengan mulutnya.
"Si-siapa kamu sebenarnya?."
Avi menjawab dengan bingung.
"Ahg,aku hanya orang biasa saja?."
Orang itu berkata.
"Mana mungkin punya kekuatan sebesar itu!?."
Avi menjawab.
"Kamu bicara apa sih?aku tidak paham sekali?."
Avi kebingungan sampai-sampai avi memiringkan kepalahnya kekanan karena bingung dan orang itu berkata.
"Ma-mana mungki!?."
Avi menjawab.
"Kamu sedang bicara apa?."
"Aku tidak paham sama sekali?."
Orang itu berkata.
"Ih,kalau begitu kita mundur sekarang!."
Orang itu mundur bersama teman-temannya dan berkata.
"Kita akan bertemu lagi lain waktu!."
Wanita itu berbicara sambil membalikkan badannya dan berlari sangat kencang karena ketakutan dan avi berkata.
"Tidak akan karena aku hanya orang biasa dan lagi aku disini hanya sebentar doang."
Avi tersenyum doang karena dia tersenyum karena akan hal begituan dan avi berkata.
"Baiklah,kalau begitu jalan lagilah."
Mila berkata.
"Tungguh sebentar avi!."
"Iya,ada apa?."
Mila menjawab.
"Terima kasih banyak menolongku tadi."
Mila berterima kasih sambil bersujud kepada avi dan avi berkata.
"Ya,sama-sama tapi tidak usah bersujud begituan karena hal begituan?."
Mila menjawab.
"Tidak,ini lebih baik bagiku!."
Avi berkata.
"Akanlah badanmu karena nanti bajumu akan kotor banyak nanti?."
Mila pun berdiri dan melihat avi tapi dia malu karena hatinya terketuk karena avi dan avi berkata.
"Ada apa?."
Mila menjawab.
"Tidak."
Avi berkata.
"Kalau begitu aku pamit ya."
Wanita itu menjawab.
"Ya,aku berima kasih banyak kali ini."
Avi berkata.
"Ya,sama-sama."
"Kalau begitu aku pamit undurkan diri ya."
Seketika juga avi berjalan dan tampaklah mila melihat avi yang lagi jalan sambil tersenyum pada avi yang lagi pergi,dan kebesokan harinya avi masih berkeliling kota tapi ada suatu tempat yang cukup dia tertarik yaitu monumen sejarah mereka karena wilayah kerajaan yang dia tinggali sangatlah luas sekitar10 ribu meter.
Dan tampaklah avi sedang kesana tampaklah monumen tersebut ada jempatan yang panjang karena disitu ada bukit yang menghubungkan jembatan tersebut kebukit selanjutnya,tampaklah avi berjalan
dibawah jembatan tersebut karena avi ingin tau saja dengan bawah jembatan tersebut yang terbuat dari beton.
Sebenarnya beton ini terbuat dari pasir vulkanik gunung berapi karena dipercaya kalau pasir vulkanik gunung berapi sangat kuat sehingga orang-orang banyak membangun rumah dan istana dari pasir vulkanik,dan tampaklah mila yang lagi berjalan diatas jembatan tersebut tapi mila tidak menyadari avi ada dibawahnya.
Tapi ketika mila berjalan menujuk monumen tersebut karena perintah raja maka dia kesana akan tetapi dia tergelincir oleh lendir yang entah kemana,sebenarnya lendir tersebut adalah lendir dari seekor burung raksasa yang bernama 'aku kantuk'.
Karena burung tersebut selalu gantuk setiap harinya dari lendir burung itu sama seperti minyak karena licin seperti miyak,pada saat mila kesusahan menahan tubuhnya dari lendir tersebut tapi mila tidak bisa menahan tubuhnya itu maka dia terjatu dari jembata itu dan mila berkata didal dirinya.
"Haa,sepertinya aku terjatuh aku pastih tidak selamat!?."
Tapi itu tidak akan terjadi karena avi menyadari ada seseorang yang terjatuh dan melihat diatas dengan sigap avi menangkap badannya mila tampaklah mata mila tertutup karena takut kalau dia membuka matanya dan mila berkata didalam dirinya.
"Sepertinya aku pastih akan tewas tempat!."
Avi berkata.
"Baiklah,sepertinya dia selamat."
Mila kaget dong dan berkata didalam dirinya.
"Ehg,ta-tadi suara itu suara siapa ya?kalau begitu aku akan membuka mataku!."
Tampaklah mila mulai membuka matanya dan terkejut karena avi menangkap tubuhnya seketika juga mila malu karena avi sangat dekat kali samanya dan avi berkata.
"Apakah kamu baik-baik sajakah?."
Mila menjawab.
"Ya,terimah kasih banyak telah menolongku."
Avi menjawab.
"Ya,sama-sama."
Avi pun mulai turun kebawah dan menurunkan badan mila tampaklah mila malu seketika tapi tampaklah mila gerogi dekat avi karena dia malu,dan avi berkata.
"Baik,kalau begitu aku pamit ya."
Mila menjawab.
"Tungguh sebentar avi!."
Mila menjawab dengan malu sekali dan tampaklah avi berhentikan jalannya dan avi berkata.
"Ada apa?."
Mila menjawab.
"A-anu terimah kasih banyak menolongku tadi dari kejadian tersebut!."
Avi berkata.
"Ya,sama-sama."
Mila berkata.
"A-anu apakah anda mengikuti saya dan pada saya jatuh dan menangkap saya?."
Avi pun bingung dengan perkataan mila yang cukup aneh dan avi berkata.
"Tidak,aku tidak mengikutimu karena aku dari tadi ada dijembatan itu tersebut."
"Dikarenakan aku menyadarimu jatuh maka aku menolongmu."
Mila menjawab.
"Begitu ya,jadi anda tidak mengikuti saya ya?!."
Avi berkata.
"Ya."
"Kalau begitu saya pamit ya."
Mila menjawab.
"Ya,semoga dirimu selamat."
Avi berkata.
"Ya."
Avi pun berbalikkan badannya dan berjalan lagi dan kebesokan harinya avi pergi keistana karena sudah dua hari lewat dan avi kesana.
Setelahnya dia sampai dimelihat didaerah keistana tersebut sangatlah luas dan avi pun memasuki daerah istana itu berada karena surat tersebut dan ketika sang raja minum teh dikaget sampai-sampai tehnya tumpah karena suara salah satu prajuritnya yang panik tapi terlihat sang raja marah karena kursi singgah sanah basah karena orang tersebut.
Dan tampaklah prajurit berlutut dihadapan raja dan berkata.
"Lapor raja!."
Raja menjawab.
"Ada apa prjurit?."
Prajurit berkata.
"Lapor raja karena ada seseorang yang bernama avi day telah datang dan dia ingin berjumpah dengan anda."
Raja pun terkejut karena avi datang terlalu cepat karena sang raja pernah bilang ke raja negara jomblo untuk avi datang pada hari sabtu tapi avi malah datang pada hari rabu dan raja menjawab.
__ADS_1
"Baiklah,bawak dia kesini."
Prajurit berkata.
"Baik."
Raja berkata.
"Prajurit panggilkan mila kesini."
Prajurit menjawab.
"Baik,raja."
Seketika juga prajurit itu pergi dan setelahnya mila datang dan berlutut dihadapan raja dan mila berkata.
"Ada apa anda memanggil saya?."
Raja menjawab.
"Kalau soal itu ada yang ingin aku tanyakkan tetapi karena ada seseorang tamu datang jadi kamu harus menjagaku disamping kursiku."
Mila berkata.
"Baik yang raja."
Seketika juga avi memasuki ruangan raja tersebut dikawal prajurit raja,tampaklah terkejut mila dan setelah dihadapan raja,sang prajurit berkata.
"Raja inilah orangnya yang ingin bertemu anda!."
Raja menjawab.
"Iya,karena aku sudah menungguhnya karena aku mengundangnya."
Seketika juga prajurit dan mila terkejut kali dan mila berkata.
"Maaf raja,siapakah dia sebenarnya?."
Raja menjawab.
"Apakah kalian tidak tau dia?."
Mereka menggelengkan kepalahnya dan raja menjawab.
"Begitu ya,tapi kalau begitu aku kasih tau."
"Dia sebenarnya seorang,seorang raja dari negara ex tizio dan kalian tau kalau raja negara jomblo beraliansi sama mereka."
Mereka terkejut akan hal tersebut karena dia seorang raja dan prajurit berkata.
"Te-tetapi raja apakah dia seorang raja?."
Raja menjawab.
"Ya,dia seorang raja."
Prajurit itu kaget dong dan berkata.
"Tetapi raja kalau dia seorang raja seharusnya ada pengawal seperti prajurit atau kesatria dan lain sebagainya."
"Tetapi dia hanya seorang diri saja?."
Raja menjawab.
"Tidak,kamu salah paham walaupun dia tidak dikawal atau seorang diri saja maka dia tetap seorang raja walaupun tidak dikawal."
Prajurit menjawab.
"Begitu ya."
Tampaklah mila gelisah karena dia tidak tau dia seorang dan raja menyadarinya kalau mila gelisah,raja berkata.
"Kamu kenapa mila?."
Mila menjawab.
"Ti-tidak kok raja!."
Tampaklah mila masih gelisah dan raja berkata.
"Apakah kamu mau buang air kecilkah?."
Mila menjawab.
"Tidak,saya hanya kaget doang raja karena saya pernah berjumpahnya dikota dan membantu masalah saya!."
Tampaklah mila masih malu menceritakan yang asli dan tampaklah raja kaget beserta terkejut,raja berkata.
"Ehg,avi pernah datang kekota ini dan membantumu?."
Mila menjawab.
"Iya raja,avi datang kekota pada saat dua hari yang berlalu."
Kaget dong raja mendengari perkataan mila begitu dan raja berkata.
"Oh begitu ya."
"Hmm,jadi intinya dia sudah datang dua hari yang berlalu?."
Avi menjawab.
"Yah,karena aku hanya ingin tau saja negara ini dan pergi kesini dengan cepat karena ingin tau saja."
"Hehehe."
Raja berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Jadi apa yang anda mau katakan kepada saya dan menyuruh saya kesini?."
Raja menjawab.
"Oh,soal itu aku ingin berbicarakan itu diruanganku biasa bersantai."
Avi menjawab.
"Baiklah."
Raja berkata.
"Jadi kamu tinggal disini berapa hari?."
Avi menjawab.
"Seperti tidak ada,sepertinya besok aku langsung pulang."
Terkejut dong mila ketika avi pulang besok dan raja menyadarinya dan raja berkata.
"Ada apa mila?."
Mila menjawab dengan gerogi.
"Tidak ada raja."
Raja berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah mila sedih karena avi pulang besok dan setelah dari ruangam tahtah mereka berpindah keruangan raja lainnya tampaklah mereka berbincang-bincang dan kebesokkan harinya negara isfa udah menjadi aliansi negara ex tizio,dan tampaklah avi telah bersiap-siap untuk kembalik dan raja berkata.
"Jadi kamu mau kembalik ya?."
Avi menjawab.
"Ya,mungkin kalau aku berlama disini mungkin akan agak susah dikarenakan aku mempunyai firsat buruk."
Raja berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah mila sedih dan avi berkata.
"Ha,raja sepertinya anda harus selalu memperhatikan semua pahlawan disini termasuk dia tampaknya dia sedih?."
Raja menjawab.
"Oh begitu ya."
Tampaklah mila mulai senang kembalik tetapi dia sedih lagi dan avi berkata.
"Baiklah,aku pergi ya."
Raja menjawab.
"Ya."
Seketika avi berpindah tempat dan kembalik kenegaranya dan raja menyadarinya,setelahnya raja membawak mila keruangan tahtah.
Tampaklah mila berlutut dihadapan raja dan raja berkata.
"Jadi ini adalah yang ingin aku tanyakkan."
"Apakah kamu berhasil mencabut pedang legendaris?."
Mila menjawab.
"Ya."
Raja berkata.
"Begitu ya,tapi yang mencabutnya apakah kamu atau orang yang mempunyai darah pahlawan terdahulu dan memberikannya kepadamu untuk dia tidak mau mencari perhatian?."
"Yang kamu tau kalau seseorang yang berhasil mencabut pedang itu maka menjadi raja dan dia akui sebagai pehlawan yang terkuat karena pedang tersebut."
Sebenarnya dahulu pahlawan itu adalah seorang raja akan tetapi karena dia tidak ingin pedang itu jatuh ketangan yang salah maka raja pahlawan tersebut menancapkan pedang tersebut dan membuat wasiat tentang siapa yang berhasil mencabut pedang tersebut maka menjadi raja dan diakui sebagai pahlawan yang terkuat.
Tampaklah mila ketakutan dan panik tentang hal tersebut,raja berkata.
"Ada apa mila dari tadi kamu tidak menjawabnya?."
Mila menjawab.
"Baik."
"Ehem,kalau yang mencabut pedang tersebut adalah avi day lict."
Terkejut dong sang raja ternyata yang mencabut pedang tersebut adalah orang biasa saja karena sang raja telah mengetahui avi sebenarnya dari raja negara jomblo dan raja berkata.
"Jadi yang mencabut avi?apakah kamu yang mencabut?ataukah kamu berbohongkah?."
Mila menjawab.
"Tidak sama sekali."
"Yang mencabut pedang adalah avi!."
Raja berkata.
"Ternyata begitu ya."
"Hemm,mila."
Mila menjawab.
"Ada apa raja?."
Raja berkata.
"Apakah kamu menyukai avi?."
Mila kaget dong karena ternyata raja mengetahuinya dan tampaklah wajah mila memerah dan berkata.
"A-apa yang anda katakan?."
Raja berkata.
"Karena kamu dari tadi terus menatap avi penuh tampah memalingkan wajahnya avi."
Seketika kaget dong mila dan berkata.
"I-iya raja."
"Ak-aku menyukainya."
"Aku suka avi,karena menurutku dia cukup baik."
Raja pun terkejut yanga apa dibilang mila karena sebenarnya raja telah mengetahui avi adalah orang yang sangat licik sampai-sampai raja negara jomblo salah perhitungan karena perhitungan lainnya ada ditangan avi,ini adalah salah satu kelicikkan avi tapi avi gak menipu mereka tapi malahan mereka yang mendapatkan untung tapi avi juga tidak rugi karena hasilnya sama yaitu sama-sama dapat untung dari hasil perdagangan dan raja berkata.
"Begitu ya,tapi apakah kamu mau kenegaranya?."
Mila pun kaget dong yang dibilang raja dan mila berkata.
"Ke-kesana?."
Raja menjawab.
"Ya."
Mila menjawab.
"Ta-tapikan aku tidak tau tempatnya diamana?."
Raja menjawab.
"Apakah tau avi adalah raja dari hutan dari huta berdarah terbantai."
Kaget dong mila karena avi adalah raja dari hutan yang ditakuti dan mila berkata.
"Di-dia adalah raja dari hutan tersebut?."
Raja menjawab.
"Ya."
Mila berkata.
"Be-berarti dia adalah orang jahat ya?!."
Raja menjawab.
"Tidak,dia adalah orang baik kamu lihatlah untuk apa kamu dibantunya kalau kamu pada pertama kalinya bertemu dan akhirnya kamu tau dia sebenarnya siapa."
Mila berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku masih ada pekerjaan disini mana mungkin aku kesana?."
Raja menjawab.
"Tenang saja,soal itu kamu dikeluarkan."
Mila berkata.
"Di kerluarkan?."
Raja menjawab.
"Ya,karena lebih baik kamu pergi kesana dari pada kamu disini karena kamu selalu dicaci,dicelah dan sebagainya maka harus pergi yang ketempat yang aman bagimu yaitu ketempat avi."
"Kalau kamu disana sama maka berkunjunglag diriku karena aku mengangapmu sebagai putri kandungku saja."
Mila pun mengerti dan berkata.
"Baik,raja."
Raja menjawab.
"Bagus."
__ADS_1
Mila pun berdiri dan berkata.
"Saya pergi raja."