Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Terbangunnya sangmalapetaka dan tunduknya sang malapetaka.chapter 15


__ADS_3

Terlihatlah avi sangat kelelahan dan sampai-sampai badan dan tangannya lemas dimeja yang ada ditempat kerjanya dan avi berkata.


"Haaa."


"Ini memang sedikit melelahkan."


"Haaa."


Tampaklah avi sangat begitu lelah karena pekerjaannya dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.


"Ehg."


"Sepertinya aku pergi sebentarlah."


Tampaklah avi berdiri dari kursi mejanya dan seketika avi berpindah tempat dan setelah avi pergi kesuatu tempa tampaklah serena masuk keruangan avi,akan tetapi avi sudah pergi dan itulah yang membuat serena berkata.


"Ehg,my lord sedang pergikah?."


"Ha,tampaknya begitulah!."


"Sebenarnya aku hanya mengasihkan sebuah cemilan kue saja."


"Haa,akan tetapi sepertinya aku datang pada waktu yang salah sepertinya."


"Haaa,baiklah kalau begitu."


"Kalau my lord kembalik,aku akan mengasihkan cemilan ini tersebut."


Tampaklah serena kembalik keluar dari ruangan tersebut dan tampaklah avi sedang berjalan menunjuk kekerajaan dan tampaklah avi sudah memasuki kota tersebut dan mulai berkeliling kota.


Tampaklah avi berkeliling kota tersebut sambil mempelajari kota tersebut dan tampak melihat banyak sekali restoran-restoran mewah disana dan terlihatlah avi memakan sesuatu yaitu cumi-cumi bakar yang dibelinya disuatu pedagang makanan.


Dan saat avi sudah menghabiskan makanannya dan pada dia melewati gerbang kastil kerajaan dan disempat mundur lagi karena digerbang itu ditulis.


"Mencari juru masak."


Tampaklah avi kebingungan dan beserta digerabang kerajaan itu dijaga oleh dua penjaga kerajaan dan avi berkata.


"Ehg,apakah ini benarkah?."


Avi melihat sekitar dan avi berkata.


"Tampaknya iya sih?."


Tampaklah avi kebingungan hal tersebut dan avi berkata didalam dirinya.


"Sepertinya aku tanyak saja pada penjaga tersebut."


Tampaklah avi mendekati salah satu prajurit yang disebelah kanan dan avi berkata.


"Eh,a-anu bang."


Prajurit itu menjawab.


"Ada apa?."


Avi berkata.


"Apakah ini benarkah?."


Prajurit menjawab.


"Apanya?."


Avi berkata.


"Ini."


Terlihatlah avi menunjukkan surat yang ada digerbang itu tersebut dan prajurit kaget dong dan prajurit berkata.


"Ehg!."


"A-apakah dari tadi aku tidak sadar kalau ada beginian?."


Avi menjawab.


"Begitu ya,akan tetapi apakah ini benarkah?."


Prajurit berkata.


"Saya pun tidaklah tau?."


"Apakah ini surat sah atau tidak sama sekali?."


Avi menjawab.


"Begitu ya,akan tetapi kalau sah."


"Aku boleh mendaftarkah?."


Prajurit tampaklah kebingungan dari perkataan avi tersebut dan prajurit berkata.


"Hmm,mungkin bisa akan tetapi kita harus melaporkan keraja?."


"Baik,kalau begitu ikuti aku tentang prihal tersebut?."


Avi menjawab.


"Baik!."


Tampaklah prajurit itu menyuruh salah satu prajurit digerbang untuk membuka gerbang tersebut dan tampaklah terlihat gerbang terbuka,avi dan prajurit tersebut masuk kekerajaan dan sedang berjalan menujuk kastil raja.


Tampaklah avi melihat-lihat isi lapangan kerajaan tersebut sangatlah mewah dan luas sekali dan tampaklah avi sudah memasuki kastil kerajaan,tampaklah avi sudah memasuki ruangan sang raja dan terlihatlah sang raja yang duduk disinggasananya.


Dan parjurit itu berlutut dihadapan sang raja tersebut begitu juga avi karena avi terpaksa melakukannya karena tidak mau dicurigain dan prajurit berkata.


"Lapor tuan raja!."


Sang raja menjawab.


"Ada apa prajuritku?!."


Prajurit berkata.


"Baik."


"Ada tamu raja!."


Sang raja menjawab.


"Tamu?."


Prajurit berkata.


"Iya,raja."


"Tampaklah pemuda ini ingin mendaftar menjadi juru masak tuan raja!."


Tampaklah raja terkejut karena sang raja menempelkan kertas surat tersebut untuk mencari koki baru dikastil tersebut dan raja terkejut karena teralalu cepat sekali ada seseorang yang mendaftar dan raja menjawab.


"Begitu ya,baiklah."


Tampaklah sang raja membelok-beokkan janggut tersebut kekanan dan kekiri janggut tersebut dan prajurit berkata.


"Baik."


"Akan tetapi apakah itu benarkah raja tentang tersebut yang menempelnya digerbang kerajaan?."


Raja menjawab.


"Iya,itu memang diriku yang menempelkannya?dan saya memang menyuruh penjaga yang menempelkannya."


Prajurit berkata


"Begitu ya,baik saya mengerti raja."


Raja berkata.


"Jadi dia yang mau mendaftar ya?."


Prajurit menjawab.


"Iya,raja."


Raja berkata.


"Begitu ya."


"Jadi anak muda kamu memang mendaftarkan bukan melaporkan sesuatukan?."


Avi menjawab.


"Iya,raja saya hanya mendaftar saja."


Raja berkata.


"Begitu ya?."


Terlihatlah sang raja kebingungan karena sang raja kebingungan akan hal yang terjadi karena otak sang raja tidak mengerti hal tersebut dan seketika sang raja sudah mendapatkan ide dan raja berkata.


"Baikla,kalau begitu gimana kedapur dulu untuk mengetesmu?!."


Avi menjawab.


"Baik!."


Terlihatlah raja berdiri seketika dan tampaklah raja berjalan menunjuk dapur begitu juga avi dan prajurit itu mengikuti sang raja kedapur dan setelah didapur tampaklah terlihat besar akan tetapi ada satu orang yang lagi membuat makanan,orang tersebut membikin salad sayur.


Terlihatlah orang tersebut sangat sibuk walaupun hanya satu doang dibuat dan raja berkata.


"Ehem."


Orang itu berhenti dan berjalan dihadapan sang raja dan memberi hormat keraja dan orang itu berkata.


"Ada apa raja kesini!."


Raja menjawab.


"Ada orang baru yang akan menjadi koki dan kamu harus mengajari dia menu-menu yang ada dikerajaan."


Orang itu berkata.


"Baik,raja!."


Raja berkata.


"Hei,anak muda!."


Avi menjawab.


"Ada apa raja?."


Raja berkata.


"Kalau kamu disini harus menjadi koki dulu habis itu menjadi juru masak."


Avi menjawab.


"Baik."


"Begitu ya,kalau begitu saya mengerti raja."


Raja berkata.


"Begitu ya,baik kalau begitu kamu harus belajar ya."


Avi menjawab.


"Iya,raja."


Seketika sang raja pergi meninggali avi didapur dan orang itu melihat avi dan orang itu berkata.


"Woi,gimana kita membuat sesuatu untuk melihat kehebatanmu memasak."


Avi menjawab.


"Baik."


Avi pun mulai memotong sayur karena orang tersebut sudah memberitahu resep yang akan dibuatnya dan tampaklah avi memotong sayur dengan mudah dan cepat sampai-sampai orang tersebut sampai tercengang yang apa dia lihat.


Terlihatlah potongan avi sangatlah bagus sampai-sampai sayur saja dipotong menjadi potongan persegi dan itu membuat orang tersebut mangkin kaget dong karena avi bisa memotong sayur dengan mudah apa lagi memotong menjadi persegi,dan orang itu berkata didalam dirinya.


"Gila!gimana dia dengan mudah memotong sayur menjadi persegi?."


Tampaklah avi mulai menuangkan sayur dan lainnya dipanci dan tampaklah mulai matang,setelahnya telah selesai masakan tersebut dan avi mengasihkan kepada orang itu karena untuk mengetes apakah enak ataukah tidak sama sekali.


Tampaklah orang tersebut mulai mencobain masakan avi dan kaget dong orang tersebut karena enak dari masakannya dan orang itu berkata didalam dirinya.


"I-ini enak sekali!."


"Tapi gimana mungkin dia melebihi masakanku?!."


"Tidak boleh dibiarin begitu saja!?."


"Aku harus cari cara lain?!."


Orang itu berkata.


"Enak."


"Memang enak."


"Akan tetapi ini sedikit ada yang kurang yaitu rasa sup ini kurang pada bumbu ladamu."


"Dan karena itu kamu harus banyak berlatih ya."


Tampaklah orang tersebut memukul bahunya avi karena rasa kagum makanan tersebut dan avi menjawab.


"Baik,saya akan belajar banyak."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah avi tersenyum karena avi sudah tau kalau orang tersebut iri kepada avi dan orang tersebut berkata.


"Baik,kalau begitu aku antar kepada putri karena putri memintakan membuat salad sayur dan sup daging tersebut."


Avi berkata.


"Iya,semoga tuan putri menyukainya."


Orang tersebut berkata.


"Ya,pastih tuan putri suka?!."


"Baik,kalau begitu aku antar."


Avi berkata.


"Iya."


Dan setelah orang tersebut keluar dari dapur menunjuk kamar sang putri untuk mengantarkan makanan tersebut dan setelahnya orang tersebut telah datang kekamar sang putri dan orang itu berkata.


"Permisi,tuan putri aku mengantarkan makanan yang anda minta!."


Tuan putri tersebut membuka pintu kamarnya dan putri berkata.


"Iya."


"Kamu mengantarkan makanan yang aku minta sebelumnya?!."


Orang itu menjawab.


"Iya,ini yang anda minta sebelumnya walapun anda minta kemarin."


"Aku telah membikinnya dengan enak!."


Putri itu berkata.


"Begitu ya,masuklah!."


Orang itu menjawab.


"Baik tuan putri."


Tampaklah orang tersebut memasuki kamarnya sang putri dan orang itu berkata.


"Permisi."


Orang itu mulai berjalan menunjuk kedalam kamar sang putri dan putri menjawab.


"Duduklah dikursi ini."


Orang itu berkata.


"Baik."


Tampaklah orang tersebut mulai duduk dikursi yang ada dikamar tuan putri begitu juga sang putri duduk dikursi dan memakan makanan yang dibawak orang tersebut disebuah meja dan terlihatlah tuan putri dengan sangat nafsu sekali.


Dan setelahnya tuan putri telah selesai makan dan putri berkata.


"Ahah,enak!."


"Kamu memang pandai memasak ya?."


Orang itu menjawab.


"Bisa aja tuan putri bilang begitu!."


"Heehe."


Terlihatlah tuan putri tersenyum melihat orang tersebut dan putri berkata.


"Hemm,begitu ya."


"Jadi omong-omong apakah sup ini bukan buatanmu bukan?."


Terlihatlat tuan putri tersenyum untuk memindiskriminasi orang tersebut dan terlihatlah orang itu pucat seketika dan orang itu berkata.


"A-apa yang anda bilang?."


Putri menjawab.


"Yah,aku tau kamu bukanlah yang membuat sup ini karena kamu tidaklah bisa membuat sup dengan sempurna?!."


Orang itu kaget dong karena tuan putri bisa tau kalau dia tidak bisa membikin sup yang terenak dan orang itu mengaku dan berkata.


"Baik,aku mengaku."


"Orang yang membuat sup ini adalah orang baru yang bertugas menjadi koki seperti aku."


"Walaupun dia lebih muda dariku tapi dia cukup handal memasak dan apa lagi dia memasak begitu mudah dan gampang."

__ADS_1


Terkejut dong tuan putri akan tetapi seketika tuan putri jatuh cinta terhadap orang yang membuat sup tersebut yang sebenarnya adalah avi yang membuat sup tersebut dan putri berkata.


"Ja-jadi dia yang membuat sup dia ya?."


Orang itu menjawab.


"Iya."


Putri berkata.


"Begitu ya."


"Jadi namanya siapa?."


Orang itu menjawab.


"Avi day lict."


Putri berkata.


"Avi day lict ya?."


Orang itu menjawab.


"Iya,ada apa tuan putri?."


Putri berkata.


"Bu-bukan apa-apa!."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


Orang itu pun berdiri dari kursinya dan berkata.


"Kalau begitu aku kembalik kedapur ya tuan putri?."


Putri menjawab.


"Ya."


Orang itu berkata.


"Kalau begitu permisi keluar."


Orang itu pun keluar dari kamar tuan putri dan setelah sampainya orang tersebut didapur dan orang itu mendekati avi yang lagi makan timun sambil duduk dikursi,setelah orang itu ada dihadapan avi dan orang itu berkata.


"Sepertinya kita berhasil avi!."


Avi menjawab.


"Begitu ya,akan tetapi apakah kamu ada rasa iri begitu?."


Orang itu kaget dong kalau avi bisa tau yang apa dipikirannya dan berkata.


"A-apa yang kamu maksud?."


Avi menjawab.


"Mungkin kamu pastih ada rasa iri."


"Tapi aku tidak menuduhmu mempunyai rasa iri kepada seseorang."


"Akan tetapi janganlah kamu terus kamu timbun rasa iri tersebut karena akan berbahaya bagimu."


Orang itu berkata.


"Begitu ya,terima kasih banyak ya."


Avi menjawab


"Ya,sama-sama."


Dan setelahnya avi makan jagung meletus dibalkon didapur dan terlihat avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk dikursi sambil melihat-lihat pemandangan luar,dan tampaklah sang putri datang dapur mencari sesuatu dan putri berkata sambil melihat sekitar mencari sesuatu.


"Diamana ya?."


"Dimana dia ya?."


Tampaklah tuan putri tidak menemukan yang dia cari dan avi berkata dibalkon sendirian.


"Sepertinya hari ini apakah bisakah?."


"Sepertinya tidak."


Terdengarlah ada suara dibalkon seketika juga tuan putri mencari sumber suara itu tersebut dan setelahnya dia menemukannya yang ada dibalkon dan melihat seseorang yang lagi makan dan putri berkata.


"Siapa kamu?."


Avi terkejut dong ada suara wanita yang dibelakangnya dan avi berkata.


"Aku koki disini,namaku avi day lict."


Tuan putri terkejut dong ternyata tuan putri cari adalah avi dan putri berkata.


"A-apakah kamu avi day lict?."


Avi menjawab.


"Ya,ada apa?."


Putri berkata.


"Ti-tidak apa-apa kok."


"Hemm."


"A-apakah kamu yang membuat sup itu?."


Avi menjawab.


"Ya."


Avi kaget don ternyata dibelakangnya adalah tuan putri dan tuan putri berkata.


"A-aku adalah seora-."


Avi menjawab.


"Tuan putri fers kan?."


Tuan putri terkaget dong karena avi tau identitasnya dan putri berkata.


"Eh,iya aku adalah seorang putri bernama fers."


"Kenapa kamu tau identitasku?."


"Padahal aku belumlah memberitahui?."


Avi menjawab.


"Dari raja,yaitu aku mengetahuinya dari ayahmu."


Putri berkata.


"Begitu ya."


"Hei avi."


Avi menjawab.


"Ada apa?."


Putri berkata.


"A-apakah kamu memiliki pasangan ataukah pacar?."


Avi menjawab.


"Tidak ada."


Putri berkata.


"Heee,begitu ya."


Avi terkejut dong seketika dan pasrah seketika karena nada suara itulah yang membuatnya sudah pasrah saja dan putri berkata.


"Ke-kenapa kamu berbicara dengan begitu singkat?."


"Dan tidak seperti orang umumnya?."


Avi menjawab.


"Tidak juga,aku tidak tau kalau gaya berbicaraku singkat."


Avi pun berdiri dari kursi dan berjalan menunjuk kewastafel untuk membarsihkan piring-piring yang kotor disana dan mau melewati putri tersebut akan tetapi putri itu berkata.


"Tungguh sebentar?!."


Seketika avi berhenti berjalan dan avi berkata.


"Ada apa putri?."


Putri menjawab.


"A-apakah kamu mau berpacaran samaku?."


"Kumohon!?."


Avi berkata.


Putri menjawab.


"Begitu ya,akan tetapi kenapa?."


Avi berkata.


"Kan anda seorang putrikan?."


Putri menjawab.


"Iya,aku seorang putri."


"Tapi kenapa kamu tidak mau?."


Avi berkata.


"Mana mungkin aku bisa berpacaran sama anda."


"Sebenarnya aku sudah melihat banyak kisah sang putri yang mencintai seseorang dari rakyat biasa."


"Akan tetapi itu akan menjadi permasalahan yang mangkin rumit dan aku sudah tau banyak."


"Akhir cerita tersebut dan dari cerita itu adalah cerita dari semua putri yang mencintai seseorang biasa dan menjadi tragedi yang amat menyeramkan."


"Dan dari itulah aku tidak bisa menerimanya."


Putri berkata.


"Be-begitu ya."


"A-akan tetapi kenapa kamu begitu tampan menjadi koki kerajaan?."


"Apakah kamu seorang kesatria dari kerajaan lain yang lagi nyamar?."


Avi menjawab.


"Tidak,aku hanya orang biasa saja."


"Bukan kesatria atau pangeran."


Avi pun berjalan lagi menunjuk wastafel tersebut untuk membersihkan piring-piring tersebut dan dua hari berlalu,terlihatlah avi yang ada balkon dapur yang lagi melihat pemandangan luar dan avi berkata.


"Sepertinya aku harus kembaliklah sepertinya?."


"Yah,mungkin disini aku banyak belajar."


"Akan tetapi disini tidaklah ada pelajaran yang bermanfaat karena disini adalah semua orang berlomba-lomba."


"Menjadi orang yang terbaik akan tetapi menjadi terbaik untuk hartahnya doang."


"Haaa,akan tetapi ya sudahlah lebih baik tidak usah dipikirin."


Terlihatlah avi berjalan menunjuk raja dan setelahnya avi berlutut dihadapan raja dan avi berkata.


"Raja,ada yang mau saya katakan."


Raja menjawab.


"Apakah ada masalah avi?."


Avi berkata.


"Tidak ada raja."


"Akan tetapi ada yang mau saya kasih."


Raja menjawab.


"Apa itu avi?."


Avi mendekati raja dan memberikan sebuah surat karena surat itu untuk membuat akting dan karena sebenarnya orang itu sedang mengintip avi dan karena itulah avi membuat sebuah surat untuk akting.


Tampaklah raja kebingungan dan raja berkata.


"Ini apa maksudnya avi?."


Avi memberi kode kalau ada yang menguping pembicaraan itu dan raja pun sadar dan berapa lama orang itu pergi dan avi menjawab.


"Saya akan keluar raja."


Raja kaget dong dan raja berkata.


"Ehg,tungguh sebentar avi!."


"Keluar?."


Avi menjawab.


"Iya,saya akan keluar dari sini


Raja pun sudah mengerti dan raja berkata.


"Kenapa kamu mau keluar avi?."


Avi menjawab.


"Karena saya tau kalau ada seseorang yang begitu benci saya."


"Jadi lebih baik pergi karena aku menginjak ekor harimau atau disebut aku menginjak karirnya."


Raja berkata.


"Begitu ya,akan tetapi bisa jelaskan lebih lengkap?."


Avi menjawab.


"Baik."


"Pada saat hari kesatu saya bekerja."


"Pada waktu itu raja menggelar pestah dan mengundang raja-raja dipenjuruh negeri kesini."


"Pada saat saya menyimpapkan makanan dan mau mengantarnya akan tetapi saya ketinggalan sesuatu pada waktu itu."


"Saya mencarinya dan setelahnya orang itu atau biasa disebut dengan nama dert."


Raja berkata.


"Dert?."


Avi menjawab.


"Iya,raja."


"Pada saat itu dert menaruh racun kesalah satu makanan untuk meracuni salah satu raja."


Raja berkata.


"Siapa yang mau diracuni tersebut?."


Avi menjawab.


"Anda."


Raja kaget dong dan raja berkata.


"Apa!."


"Gimana mungkin?!."


Avi menjawab.


"Entahlah raja akan tetapi waktu itu dert berkata begitu pada waktu itu."


Sebenarnya dert memang membenci sang raja karena terhadap masa lalunya pada saat kecil yang mana sang raja dulu masih mudah,membunuh ayah dan ibunya tampak raja ketahuinya dan inilah yang membuat dert mau membunuh raja.


Avi berkata(waktu itu).


"Hei dert."


Dert terkejut dong dan avi berkata.


"Kamu lagi gapain kamu sama makanan itu tersebut?."


Dert berkata dengan percaya diri.


"Aku akan membunuh raja dengan meracuninya dimakanan sang raja."


Avi menjawab.


"Apakah kamu gila ya dert?!."


Dert berkata.


"Iya,aku gila karena sang raja duluh pernah membunuh orang tuaku pada saat aku kecil."


"Dan karena itu aku akan membunuh sang raja dan mendudukki tahtah kerajaan!."


Avi tampak bingung dong dan avi berkata.


"Hei dert,apakah kamu tau kalau membunuh seseorang manusia ada konsekuensinya dert."

__ADS_1


"Dan karena itu jangan dilakukan walaupun kamu sangat membencinya."


Dert berkata.


"Berisik!sekali kamu."


"Bisa diam sedikit saja kenapa?."


"Jangan banyak bicara!."


Avi menjawab.


"Woi dert,kalau kamu sebenci-bencinya kamu benci terhadap manusia."


"Jangan dimasukkan didalam hati."


Dert berkata.


"Eheh,kamu sok tau saja."


Avi menjawab.


"Aku sudah merasakan kebencian."


"Akan tetapi kakekku pernah bilang kalau benci terhadap manusia janganlah mangkin dalam dihati."


"Hei dert,tolong hentikan."


Tampaklah dert terdiam akan tetapi dert tersadar lagi akan tetapi dia telah menaruh racun dimakanan tersebut dan avi pun mengikatnya memakai tali yang dibawak avi tadi dan avi pun menggantikan makanan tersebut.


Dan setelahnya dert dibawak ketempat ruang bawah tanah dan avi berkata.


"Hei dert,siapakah yang kamu mau bunuh tadi?."


Dert menjawab.


"Raja edris."


Avi berkata.


"Raja edris?."


Terlihatlah avi terkejut dan avi berkata.


"Jangan bercandah."


Dert menjawab.


"Iya,aku tidak bercanda sekarang!."


Dan terlihatlah menghajar habis-habisan dert dan inilah cerita tentang hari pertama kerja avi yang menjadi rusuh dan avi berkata(waktu sekarang).


"Jadi itulah ceritanya raja."


Tampaklah wajah raja pucat seketika beserta kaget karena dert mau membunuh raja karena raja duluh tidak sengaja membunuh orang tua dert karena sang raja duluh termakan oleh amarahnya dan raja berkata.


"Be-begitu ya,aku duluh tidak ingat aku tidak sengaja membunuh ayah dan ibu dert karena amarahku ya?!."


Avi menjawab.


"Raja."


"Dan karena itulah lebih baik membaca surat itu raja."


"Karena walaupun dert tidak sedang menguping tau mengintip."


"Dia tetap akan membunuhku karena aku juga menggagalkan aksinya tersebut."


"Walaupun aku tidak tau kenapa dia mau membunuhku juga mungkin aku menginjak karirnya."


"Sebagai koki kerajaan karena dert sangat mencintai putrimu tersebut wahai raja."


Raja hanya terdiam diri karena perkataan avi tersebut dan raja berkata.


"Begitu ya,baiklah."


"Aku mengerti."


"Karena perkataanmu tidak membuatku tidak mengerti,aku paham artinya tersebut."


"Baiklah,kalau begitu aku baca."


Avi menjawab.


"Ya."


Terlihatlah raja membaca surat tersebut yang bertuliskan.


"Pergilah penghianat,jangan kesini lagi kamu wahai penghianat besar dan kamu hanya mendapatkan keuntungan dari kebohonganmu akan tetapi kamu akan mendapat kosekuensinya nanti dan kamu adalah makhluk berdosa,maka pergilah."


Setelah raja berkata begitu dari membaca habis surat tersebut dengan mengingatnya dari otaknya dan avi berkata dengan akting.


"Ta-tapi raja!."


Raja menjawab.


"Gak ada tapi-tapi,pergilah!."


Avi berkata.


"Baiklah begitu."


"Aku pergi."


Setelahnya avi meninggalkan ruangan


tersebut dan ternyata benar dert menguping pembicaraan dari atas langit-langit diatas ruangan tersebut yang lagi ada disebuah balok kayu panjang diatasnya karena kerajaan tersebut masihlah belum mencabut balok-balok tersebut.


Dari atas karena belum sepenuhnya balok-balok tersebut karena mereka takut atap akan roboh karena waktu dulu pernah roboh dan karena itulah balok-balok tersebut adalah sisa-sisa konstruksi.


Dan setelah avi sudah meninggalkan kastil tampaklah dia memakan sesuatu dan dia memakan cumi-cumi bakar dan setelah disudah mangkin jauh jarak kastil itu dan seketika ada lingkaran hitam pekat.


Dan menghisap avi dan avi pun terjatuh dan avi pun berdiri,tampaklah avi melihat yang ada disekitar akan tetapi avi tampak tidak mengetahuinya.


Sebenarnya pada saat ada lingkaran hitam tersebut ada dibawah kakinya,avi sadar akan tetapi lingkaran tersebut lebih cepat menghisap avi sebelum avi sadar.


Tampaklah avi melihat sesuatu yang terantai dan tampaklah avi mendekati sesuatu tersebut dan setelahnya avi melihat sesuatu tersebut yang ternyata adalah naga hitam yang dirantai akan tetapi tidak sehitam rifer karena naga tersebut hitamnya tidak terlalu pekat.


Tampaklah naga tersebut terbangun pada saat dia berdiri dan mau menyerang avi akan tetapi naga tersebut tersetrum seketika dari rantai itu tersebut dan tampaklah naga itu tampak lemah tak berdaya dan avi berkata.


"Hei,naga!."


Dan seketika naga tersebut berkata dengan mulutnya.


"Ada apa?."


Avi berkata.


"Kamu siapa?."


"Dan dimana ini?."


Naga berkata.


"Ini adalah penjara keabadian."


"Dan aku adalah salah satu naga simalapetaka."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Hmm,tungguh sebentar."


"Kamu bilang kamu salah satunya?."


Naga berkata.


"Ya,aku salah satunya."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Akan tetapi berarti ada naga simalapetaka ya?."


Naga berkata.


"Ya,akan tetapi hanya dua saja."


Avi menjawab.


"Dua?!."


Naga berkata.


"Ya,tapi hanya aku dan yang satu yang gak aku ketahui."


"Dia adalah naga lebih kuat dariku tapi dia menyembunyikannya."


Avi menjawab.


"Begitu ya,akan tetapi aku ada disini?."


Naga berkata.


"Aku tidak tau kenapa kamu ada dipenjara keabadian."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Terlihatlah avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Hei naga,kenapa kamu bisa terikat rantai?."


Naga menjawab.


"Aku tidak mengetahuinya karena aku tidak mengetahuinya?."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi apakah kamu mau lepas dari rantai ini tersebut?."


Naga menjawab.


"Ehem,kamu tidak akan bisa melepaskan rantai tersebut."


"Karena aku sudah berapa kali aku mencoba menghancuri rantai tersebut dan malahan aku yang menjadi lemah tak berdaya."


Avi berkata.


"Begitu ya,baiklah kalau begitu."


Seketika avi mendekati rantai tersebut dan menjulurkan jari telunjuknya dan tangan tersebut menyentu rantai,seketika semua rantai hancur.


Tampaklah avi kaget dong karena avi tadi hanya ini menyentu rantai akan tetapi hancur itulah yang membuat avi kaget dan setelahnya hancur dan tampaklah naga itu kaget juga karena rantai itu tidak akan mampu dihancurkan.


Kecuali raja kegelapan null karena null lah yang merantai naga tersebut karena tugas yang diberikan orang yang dianggap tuhan didunia itu tersebut dan tampaklah naga tersebut berdiri dan berkata.


"Ah,terima kasih banyak telah menghancurkan rantai tersebut!."


Avi menjawab.


"Iya,sama-sama."


Naga itu melihat avi dengan tatapan tajam karena mencium bau orang yang pernah yang merantainya dan naga itu berkata.


"Gimana kita tanding."


Avi menjawab.


"Tanding?."


Naga berkata.


"Iya,untuk melihatmu apakah hebat atau tidak?."


"Kalau tidak kuat maka kamu tidak akan bisa keluar dari sini karena akulah yang bisa keluar dari sini."


Terlihatlah avi terpaksa memilihnya bertanding dan avi berkata.


"Baiklah,aku terima."


Tampaklah naga itu tersenyum meremehkan dan naga berkata.


"Kalau kamu kalah atau lemah maka kamu harus menjadi bawahanku."


Avi menjawab.


"Baik,akan tetapi kenapa harus bertaruh?."


"Kan bertaruh tidaklah baik?."


Naga berkata.


"Eheh,ini adalah salah satumu milih hidup atau mati?."


Avi menjawab.


"Aku pilih mati."


Kaget dong sinaga dari perkataan avi dan naga berkata.


"Be-begitu ya."


"Akan tetapi kita tetap akan bertanding!."


Avi menjawab.


"Begitu ya,baik."


Naga berkata.


"Marih bertanding."


Avi menjawab.


"Gaskan."


Tampaklah mereka mulai dan tampaklah mereka menyerang dengan sekuat mungkin karena mereka mau melihat titik buntu musuh akan tetapi avi mulai menyerang dengan begitu cepat akan tetapi avi tidak mengeluarkan kecepatan aslinya.


Yang dikeluarkan avi untuk kecepatannya adalah sekitar empat persen doang dan terlihatlah sinaga tidak berdaya berhadapan serangan avi karena avi begitu cepat dan serangannya begitu sangat mengerikan.


Tampaklah sang naga tidak berdaya lagi dan terlihatlah sang naga dari tadi terjatuh terus dan akhirnya naga terjatuh dan avi mengarahkan pedangnya kepada sinaga dan naga berkata.


"Ba-baik aku menyerah!."


"To-tolong turun dari badanku!?."


Avi pun turun dari badan naga tersebut dan naga itu berdiri dan avi membalikkan badannya untuk melihat sisi lain akan tetapi seketika sinaga berlutut dihadapan avi dan naga berkata.


"Saya sudah menyerah dan sekarang saya telah mengakui anda sebagai tuan saya."


Kaget dong avi dan membalikkan badannya dan avi berkata.


"Ehg,tungguh duluh."


"Apa maksudmu?."


Naga berkata.


"Aku telah mengakui anda sebagai tuan saya."


Avi berkata.


"Tidak,tungguh dulu."


"Kenapa kamu bilang begitu?padahal kamu tidak ada taruhan seperti itulah?."


Naga berkata.


"Soal itu."


"Aku mengakui anda sebagai orang yang lebih tepat menjadi tuan saya."


Avi berkata.


"Ta-tapikan kamu sendiri kalau kamu yang bilang aku lemah?."


Naga berkata.


"Sebelumnya begitu akan tetapi setelahnya saya tau anda sangatlah kuat sekali."


"Apakah anda tidak menyukainyakah?."


Avi berkata.


"Tidak,tapi kenapa?."


"Haaa,baiklah aku terima!."


Tampaklah naga itu terlihat senang dan avi berkata.


"Baik,sekarang kamu adalah bawahanku sekarang."


Naga berkata.


"Baik,my lord."


Avi berkata.


"Baiklah,sepertinya kita harus keluar dari sini?."


Naga menjawab.


"Iya,my lord."


Tampaklah naga tersebut berdiri dan naga berkata.


"Kalau begitu kita pergi."


"Naiklah my lord dipunggungku?."


Avi menjawab.


"Iya."


Tampaklah avi menaiki punggung badan naga tersebut dan naga berkata.


"Baik,kalau begitu ayo pergi!."

__ADS_1


Seketika mereka berpindah tempat dan tampaklah naga dan avi terbang diatas awan dan menunjuk kenegara avi dan setelahnya mereka sampai dan melihat jauh kota negara avi dari jauh,dan begitulah avi sudah ada dikotanya tersebut dan terlihatlah avi tersenyum melihat kota tersebut.


__ADS_2