
Tampaklah pada suatu hari avi yang lagi bersantai akan tetapi setelahnya dan fahar berkata.
"Permisi,my lord!."
Avi berkata.
"Iya,masuklah fahar!."
Tampaklah fahar dan lainnya masuk dan setelahnya mereka berlutut dihadapan avi dan avi berkata.
"Jadi,ada masalah apa kalian semua datang kesini?."
Fahar menjawab.
"Ada yang kami tunjukkan kepada anda."
Avi berkata.
"Menunjukkan?."
Fahar menjawab.
"Iya,benar my lord."
"Ada yang penting kami tunjukkan kepada anda."
Avi kaget dong yang dikatakan fahar dan avi berkata.
"Ehg!."
"Yang penting?."
Tampaklah fahar dan yang lain berdiri dan fahar mendekati avi dan mengasih sebuah gulungan kertas dan avi pun paham dan akan tetapi avi tampak kebingungan dan avi berkata.
"Apa maksudnya ini fahar?."
Fahar menjawab.
"Maksud saya adalah."
"Kami ingin membangun sebuah kastil,my lord."
Avi tampak kebingungan dan kaget dan avi berkata.
"Ehg!tungguh sebentar?."
"Membangun kastil?!."
"Ehg?."
Fahar menjawab.
"Iya,my lord."
"Kami ingin menggantikan bangunan ini dengan kastil,my lord."
Tampaklah avi masih kebingungan dan seketika avi paham yang fahar maksud dan avi berkata.
"Haaa,begitu ya?."
"Akan tetapi itu terlalu berlebihan menurutku."
Tampaklah fahar kebingungan dan fahar berkata.
"Kenapa berlebihan,my lord?."
Avi menjawab.
"Karena untuk apa kastil kalau kota atau negara ini tidak ada yang dikunjungikan?."
Seketika fahar kaget dong dan avi berkata.
"Haaa."
"Hei fahar,aku tau maksudmu."
"Tapi kamu dan lain terlalu berlebihan."
"Aku tidak mengejek kerajamu tapi ini terlalu berlebihan."
"Karena untuk apa dibangun kastil dan setelahnya hanya rusaka seketika."
"Kita tidak tau kapankah kita dijajah atau dihancuri?."
"Kalau kita membangun kastil akan banyak mengundang perusuhan."
"Yang mana seperti perebutan tahtah mau wilayah."
"Kamu mengertikan fahar?."
Fahar berlutut dan fahar berkata.
"Baik,saya mengerti my lord!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku benar-benar minta maaf kalau perkataanku membuatmu jadi sedih begitu?."
Fahar menjawab.
"Tidak apa-apa my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Sebenarnya aku setuju yang kamu bilang."
"Tapi kita harus bersyukur yang kita punya sekarang."
"Yang mana kalau kita berlebihan maka itu membuat tidak bagus untuk kita semua."
Fahar berkata.
"Begitu ya."
"My lord."
Tampaklah fahar dan lainnya keluar dan pada saat fahar keluar ruangan avi dan dia berkata.
"Kalau begitu saya permisi keluar my lord."
Avi berkata.
"Iya."
Dan setelahnya fahar keluar dari ruangan tersebut dan setelahnya tampaklah avi yang berpindah tempat kepurpustakaan dan setelahnya avi tampak memasuki sebuah ruangan dipurpustakaan.
Dan tampaklah setelahnya avi melihat kaca tipis yang dia pegang dan avi seketika terkejut yang dia lihat dan seketika avi menatap tajam kaca tersebut dan setelahnya avi berpindah tempat.
Tampaklah ada yang lagi berdebat antara wanita dan laki-laki dan laki-laki tersebut berkata.
"Aku harus pergi meninggalkanmu!."
Tampaklah wanita tersebut menarik baju laki-laki tersebut yang mau berjalan dan laki-laki tersebut berhenti dan wanita tersebut berkata.
"Tidak,tungguh sebentar!."
Laki-laki tersebut berkata.
"Ada apa?!."
Wanita tersebut berkata.
"Ke-kenapa kamu meninggalkanku?!."
"Kamu jaha sekali!."
Tampaklah wanita tersebut menangis dan laki-laki tersebut berkata.
"Karena aku harus berperang melawan raja kegelapan."
"Dan apa lagi raja kegelapan zaman dahulu sudah bangkit."
"Dan yang mana itu merusak ekosistem dunia ini."
"Dan karena itu aku harus berperang."
Wanita tersebut berkata.
"Begitu ya."
"Ta-tapi."
"Ke-kenapa kamu harus ikut berperang?!."
"Kan kamu bisa tidak ikut?!."
Tampaklah wanita itu masih menangis dan laki-laki itu berkata.
"Karena aku seorang pahlawan."
"Dan karena itulah."
"Aku seorang pahlawan harus menyelamati semua manusia dunia ini dari raja kegelapan."
"Aku harus ikut dengan pahlawan lainnya untuk membantai raja kegelapan beserta bawahannya."
"Tanpa tersisa satupun!."
Wanita itu berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah laki-laki itu berbalikkan badannya dan memeluk wanita tersebut sambil berkata.
"Begitu ya,terima kasih banyak."
Dan ada seseorang berkata.
"Waw!darama yang sangat bagus sekali."
"Memang sangat bagus!."
Tampaklah seketika laki-laki itu kaget dong dan sadar dan setelahnya laki-laki itu melihat kearah kanan dan dimana laki-laki itu melihat seseorang yang lagi duduk disebuah dinding batu ditempatnya berada.
Dan tampaklah wanita tersebut sangat terkejut yang dia lihat sekarang dan laki-laki itu berkata.
"Siapa dirimu sebenarnya!."
Seseorang itu berkata.
"Aku hanya orang biasa saja."
Laki-laki itu berkata.
"Mana mungkin!."
Tampaklah laki-laki itu ketakutan melihat seseorang itu yang memakai jubah hitam dan pakai masker dan sebenarnya seseorang yang berjubah hitam adalah avi yang lagi tidak segaja berpindah tempat didinding tersebut dan avi hanya melihat perdebatan mereka dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah."
"Aku jadi bangga melihat abang dan kakak disini sambil berpelukkan disni."
"Apakah kalian tidak takut dosakah?."
Tampaklah avi tersenyum jahat didalam maskernya dan tampaklah laki-laki tersebut sangat kesal dan laki-laki tersebut berkata.
"Eheh,dosa ya?."
"Apakah itu pentingkah bagiku tersebut?."
Avi berkata.
"Aku sangat bangga melihat abang dan kakak yang berpelukkan."
"Akan tetapi."
"Itu sangat sayang sekali."
"Kenapa kalian melakukan hal bodoh tersebut?."
Tampaklah laki-laki tersebut kebingungan yang apa dikatakan avi dan laki-laki tersebut berkata.
"Kenapa berpelukkan tidak boleh?."
"Kan berpelukkan bolehkan?."
Avi menjawab.
"Berpelukkan bedah lawan jenis adalah dosa bang."
"Kita tidak boleh berpelukkan kalau lawan jenis."
"Tapi kalau sesama jenis boleh bang."
Laki-laki tersebut berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Jadi kenapa para pahlawan mau menyerang raja kegelapan?."
Tampaklah avi menatap tajam orang tersebut dan laki-laki tersebut berkata.
"Aku tidaklah tau?."
"Kenapa para pahlawan lain menyerang."
__ADS_1
"Yang aku ketahui ada laporan kalau raja kegelapan telah bangkit."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku ingatkan kepadamu jangan ikut perang tersebut."
Kaget dong laki-laki tersebut karena perkataan avi dan laki-laki tersebut berkata.
"Kenapa tidak boleh?."
"Kan harus membunuh raja kegelapan adalah pekerjaan pahlawan."
"Jadi kenapa tidak boleh?."
Avi berkata.
"Karena aku merasa sedikit ganjil saja."
"Karena tentang laporan tersebut."
Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!sepertinya dia orang ya."
"Tapi kenapa orang yang waktu itu ya?."
Laki-laki tersebut berkata.
"Apakah kamu adalah mata-mata raja kegelapan?."
Avi berkata.
"Apa maksudmu tersebut?."
Laki-laki tersebut berkata.
"Karena gerak-gerik bicaramu seperti seorang mata-mata."
"Dan apa lagi dirimu secar terang-terangan berkata tidak boleh menyerang raja kegelapan."
Tampaklah avi tersenyum jahat didalam maskernya dan avi berkata.
"Begitu ya."
Dan avi berdiri dari duduknya dan avi berkata.
"Terserah dirimu percaya atau tidak?."
Dan seketika avi menghilang dan laki-laki tersebut kaget dong karena avi bisa menghilang dan laki-laki tersebut berkata.
"Siapa orang tersebut sebenarnya?."
Dan tampaklah ada sekelompok seseorang yang lagi debat disebuah ruangan dan salah satu berkata.
"Kenapa semua pahlawan sudah menujuk kekastil kita semua?!."
Si W berkata.
"Iya,kenapa semua pahlawan datang kekastil kita semua."
"A-apakah jangan-jangan mereka ingin berperangkah?!."
"Padahal kita tidak ada satupun menyerang mereka apalagi negara mereka sendiri?!."
Si Q berkata.
"Entahlah mereka kenapa mau mengadakan perang?!."
"Ataukah jangan-jangan!."
Si W berkata.
"Apa jangan-jangan?."
Si Q berkata.
"Ataukah jangan-jangan ini yang dibilang raja kegelapan waktu itu?!."
"Tentang kita yang tidak menjaga dunia ini dari kesesatan?!."
Si G berkata.
"Bisa jadi itu?!."
"Akan tetapi kenapa?."
Si D berkata.
"Entahlah?."
"Kayaknya ini seperti diatur oleh seseorang sepertinya menurutku?."
Semua terkejut dong dan mereka berkata.
"Mana mungkin itu!!!."
Tampaklah mereka masih debat dan ada seseorang yang lagi ada diatas pohon dan ternyata itu adalah avi yang melihat seseorang misterius yang lagi menyerang pahlawan.
Tampaklah avi tersenyum jahat didalam maskernya tersebut dan avi berkata didalam dirinya.
"Begitu ya?."
"Dia ya orang yang membuat kerusuhan tersebut ya?."
"Sudah aku duga."
"Tapi walaupun itu bukan dugaanku."
"Karena aku dikasih tuhan petunjuk saja."
"Ehemmm."
Tampaklah para pahlawan yang lagi menyerang orang misterius tersebut dan tampaklah para pahlawan mulai kewalahan menghadapi orang misterius tersebut dan tampaklah orang tersebut seperti tidak ada perasaan apapun dan salah satu pahlawan berkata.
"Kurang ajar!."
"Ba-bagaimana iblis ini sangat kuat sekali!."
"Aku harus cari cara membunuh iblis tersebut."
"Kalau tidak iblis ini akan membunuh para warga kota dan desa setempat."
Dan seketik pahlawan tersebut menyerang secara tiba-tiba akan tetapi dia seketika ditebas sampai-sampai tubuhnya terbelah dua karena tebasan pedang orang misterius tersebut.
Tampaklah para pahlawan banyak yang berjatuhan tidak bernyawa karena akibat orang misterius tersebut dan setelah orang tersebut merasa senang akan tetapi seketika orang tersebut melihat seseorang yang lagi berjalan menunjuknya.
Tampaklah orang itu tersebut tersenyum jahat karena sangat senang dan ternyata orang yang dilihat orang misterius tersebut adalah avi yang lagi berjalan menunjuknya dan setelahnya avi sudah ada dihadapan orang misterius tersebut dan orang misterius tersebut tersenyum jahat.
Dan seketika orang tersebut secara tiba-tiba menyerang dan akan tetapi tidak ada satupun yang mengenai avi karena avi memakai pedangnya untuk menghalau serangan tersebut.
Tampaklah orang itu sangat kesal akan tetapi wajahnya masih datar dan tidak ada eksperesi apapun dan tampaklah avi tersenyum jahat didalam maskernya dan avi berkata.
Orang itu tersebut tersenyum jahat dan orang itu berkata.
"Apakah ada masalahkah bagimu tersebut?."
Avi menjawab.
"Tidak,sama sekali."
"Akan tetapi kenapa kamu menyerang mereka tanpa sebab apapun?."
Orang itu tersebut masih tersenyum jahat dan orang itu berkata.
"Karena manusia tidak berguna."
"Karena."
Tampaklah orang tersebut menangis dan orang itu berkata.
"Karena manusia penghianat!."
Tampaklah avi tersenyum melihat orang tersebut didalam masker dan avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika terkejut dong orang tersebut yang dikatakan avi dan orang itu berkata.
"Apa yang kamu katakan?!."
"Apakah tau rasa sakit tersebut!!!."
"Haa!!!."
Tampaklah avi masih tersenyum didalam maskernya dan avi berkata.
"Iya,aku pernah merasakan rasa sakit tersebut."
Orang tersebut berkata.
"Kamu bohongkan!!!."
"Kamu hanya berkata-kata kosong doang!."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak berkata kosong?."
"Aku tau kalau rasa sakit seorang yang dihianati memang sakit."
"Akan tetapi."
"Jangan terlalu percaya tentang dunia ini."
Tampaklah orang itu bingung yang dikatakan avi dan orang itu berkata.
"Apa yang kamu maksud tersebut?."
Avi menjawab.
"Karena dunia memang tidak seharusnya dipercaya."
"Karena dunia memperdaya seorang manusia dari kekayaan."
Orang itu berkata.
"Begitu ya."
"Tetapi kenapa begitu demikian?."
Avi menjawab.
"Karena dunia membuat kita lalai dengan kita kerjakan sekarang."
"Yang mana kita sering kali tidak beribadah kepada tuhan."
Dan terkejutlah orang tersebut dan seketika menangis sejadi-jadinya dan sambil berkata.
"Be-begitu ya!."
"Te-terima kasih banyak telah menyadariku!."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
Dan tampaklah avi mendekati orang tersebut dan memeluk orang tersebut yang lagi nangis sejadi-jadinya dan avi berkata.
"Kamu harus kuat ya."
Orang itu menjawab.
"Iya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Itu memang benar kalau dunia memperdaya manusia dengan kekayaan dunia."
"Yang mana manusia lupa dengan tuhan sesungguhnya yang lagi menungguh mereka untuk beribadah."
"Dunia memang kejam dan licik."
Dan setelahnya orang tersebut sudah tidak menangis lagi dan avi berkata.
"Jadi kamu akan pergi kemana?."
Orang itu menjawab.
"Saya tidak tau kemana?."
Avi terkejut dong yang dikatakan orang tersebut dan avi berkata.
"Ehg!begitu ya."
"Tapi sebelum kamu kemana tinggal?."
Orang tersebut berkata.
"Dulu saya tinggal dengan tuan saya."
"Akan tetapi."
Dan seketika orang tersebut menangis dan orang tersebut berkata.
"Tuan saya menghianati saya."
"Dan karena itulah saya menjadi begini."
"Yang mana saya membunuh seorang manusia dan termasuk tuan saya sendiri."
Avi mengangkat tangannya kepalah orang tersebut dan mengelus kepalah orang tersebut dan sambil berkata.
__ADS_1
"Begitu ya."
Dan sebenarnya avi bisa tau siapa orang pembohong dan sama orang tidak berbohong sama sekali dan tampaklah orang itu seketika merasa nyaman dan avi menurunkan tangannya dari kepalah orang tersebut dan avi berkata.
"Jadi apakah kamu mau ikut denganku?."
Orang itu terkejut dong dan orang itu berkata.
"Ehg!ikut dengan anda?!."
Avi berkata.
"Iya."
"Aku tidak memaksamu sih."
"Tapi kamu sendirilah yang milih."
Tampaklah orang itu kebingungan karena memikirkan masalah tersebut dan orang itu berkata.
"A-akan tetapi a-apakah anda akan meninggali saya?."
"Seperti tuan saya sebelumnya."
Avi menjawab.
"Tidak akan aku meninggalkanmu."
"Kalau dirimu merasa ragu."
"Yah,tidak usah dipaksa karena aku tidak memaksamu memikirkan hal tersebut."
Orang itu berkata.
"Begitu ya."
Dan avi berbalikkan badannya dan mau berjalan akan tetapi seketika orang itu berkata.
"Saya akan ikut dengan anda!."
Seketika avi berhenti berjalan dan avi berkata.
"Ehg!apakah kamu yakinkah?."
Orang itu berkata.
"Iya,saya yakin."
"Karena saya merasa anda orang yang dapat dipercaya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Orang itu berkata.
"Anu,maaf."
Avi berkata.
"Ada apa?apakah ada masalahkah?."
Orang itu berkata.
"Tidak,sama sekali."
Avi berkata.
"Jadi apa?."
Orang itu berkata.
"Anu,apakah anda mempunyai tuan lagikah?."
Avi berkata.
"Tidak."
"Kenapa kamu berkata begitu?."
Orang itu berkata.
"Oh,soal itu tidak ada kaitan apapun."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu kita pergi sekarang!."
Orang itu berkata.
"Baik!."
Avi dan orang itu berjalan bersama dan orang itu berkata didalam dirinya.
"Sepertinya orang ini memang dapat aku percayai."
"Karena pemahaman dan pemikirannya dapat dipercaya."
"Karena aku bisa tau seseorang itu berbohong dari cara bicara dan eksperesi wajah."
"Walaupun dia memakai masker dan ditutup kepalahnya dengan jubah."
"Dapat bisa mengenali seseorang pembohong."
Dan setelahnya tampaklah avi sedang berkumpul dengan yang lain dan yang mana disitu ada tyga,fery,sety,serena,fahar,rifer,refor,dan lain sebagainya dan avi berkata.
"Jadi aku akan memperkenalkan teman baru kita."
"Dia adalah Gersy."
Gersy berkata.
"Namaku adalah gersy."
"Dan sebagai pembantu avi."
Dan seketika kaget dong dan setelahnya mereka paham yang terjadi dan sebenarnya sebelum avi balik kekota,avi sempat memberik nama kepada orang tersebut dan sekarang nama orang tersebut adalah gersy dan gersy berkata.
"Mohon kerja sama ya?."
Mereka menjawab.
"Iya."
Dan mereka mulai berkenalan dan avi tampak senang dan tersenyum melihat mereka dan akan tetapi serena menyadarinya kalau avi tersenyum melihat mereka dan serena tersenyum juga kepada avi dan beberapa hari setelahnya.
Tampaklah avi memikirkan masalah peperangan tersebut dan yang mana avi setiap hari melihat petarungan tersebut diseluruh kastil raja kegelapan dan tampaklah avi pusing akan hal tersebut dan avi berkata.
"Haaa."
"Sepertinya peperangan tersebut masih lanjut ya."
"Aku melihat peta kertas dimejaku."
"Aku bisa tau kalau peperangan tersebut mengalami kerugian."
"Yah,itu hanya tuhan sih yang memberitau."
"Tapi."
"Hmmm."
"Kenapa masih berperang ya?."
Tampaklah serena masuk keruangan avi dan berlutut sebentar dihadapan avi dan setelahnya berdiri dan memberikan sebuah teh dan avi berkata.
"Terima kasih ya serena."
Serena menjawab.
"Iya,sama-sama my lord!."
Tampaklah avi meminum teh tersebut dan avi seketika sadar kalau serena sudah mengeluarkan kata-kata aneh dan gerak-gerik aneh.
Tampaklah avi hanya meminum teh dengan menutup matannya dan setelahnya avi berkata.
"Ada apa serena?."
Serena menjawab.
"Tida apa-apa my lord!."
Avi berkata.
"Jadi apa?."
"Kenapa kamu tampak aneh begitu?."
"Apakah kamu tidak tahan buang air kecilkah?."
Serena menjawab.
"Tidak,my lord."
"Saya tidak sedang menahan buang air."
"Akan tetapi."
Avi tampaklah kebingungan dan avi berkata.
"Jadi apa?."
Serena berkata.
"A-apakah boleh!?."
Avi tampak kebingungan yang apa serena katakan dan avi berkata.
"Hmm,ada apa?."
Serena berkata.
"A-apakah boleh saya tidur bersama anda malam ini?."
Dan seketika mila dan vema yang mengintip dari belakang pintu terkejut yang dikatakan serena dan avi pun sadar kalau mereka sedang mengintip dan avi berkata.
"Haaaa."
"Hei serena!."
Serena menjawab.
"Ada apa my lord?!."
Avi berkata.
"Aku ingin tanyak kenapa kamu ingin tidur bersama?."
Seketika serena terkejut dong yang apa dikatakan avi dan serena berkata.
"Ah!soal itu?."
"A-aku ingin selalu bersamamu terus disetiap malam!."
Tampaklah avi hanya pasrah saja dan avi berkata.
"Haaa,begitu ya."
"Akan tetapi untuk apa?."
Seketika serena kaget dong dan avi berkata.
"Apakah itu haruskah?."
Serena menjawab dengan gerogi.
"So-soal itu?!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi tidaklah perlu demikian pula."
Dan seketika serena kaget dong dan serena berkata.
"Ta-tapi my lord?!!!."
Avi berkata.
"Ada apa serena?."
Serena berkata.
"Ke-kenapa anda berkata begitu demikian?."
Avi berkata.
"Karena itu tidaklah penting sama sekali bagiku tersebut."
Dan seketika serena terkejut dong dan serena berkata.
"Ke-kenapa!!!!!!."
Tampaklah kebesokan harinya gersy membantu membangun perumahan dan jalan menujuk desa peri tersebut dan tampaklah avi bersantai meminum teh dikursinya diruangannya dan tampaklah para raja kegelapan tampak gelisah dan marah diruangan mereka berkumpul dan si Z berkata.
"Aku sudah tau ini adalah kalau kami tidak mengerjakan perintah raja kegelapan null."
"Aku memang payah ya."
"Raja kegelapan null!."
__ADS_1