
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang duduk diatas sebuah batu besar sambil makan jagung meletus dan seketika muncullah tujuh jenderal avi dalam keadaan berlutut dihadapan avi dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Apa yang membuat kalian kesini?."
Bans berkata.
"Lapor my lord!."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Mereka bertujuh berkata.
"Kita serang orang-orang bodoh itu sekarang juga!."
Terkejut dong avi yang mereka katakan itu tersebut dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Tu-tungguh dulu?."
"Serang sekarang juga?."
"Apa maksud kalian itu tersebut?."
"Siapa yang mau kalian serang itu tersebut?."
Mereka berkata.
"Para musuh yang memakai baju berwarna merah!."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah avi yang masih kebingungan yang apa terjadi tentang hal itu tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaa."
"Begitu ya,kenapa kalian mau menyerang mereka itu tersebut?."
"Apakah itu pentingkah soal itu tersebut?."
Mereka menjawab.
"Penting sekali,wahai my lord!."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah avi yang sudah pasrah saja dengan hal itu tersebut dan mereka berkata.
"Kapan kita menyerang mereka?wahai my lord."
Avi berkata.
"Ha,soal itu."
"Kayaknya tungguh saja sampai aku siap makan jagung meletus ini tersebut."
"Dan baru kita menyerang mereka itu tersebut."
Mereka berkata.
"Baik!."
Tampaklah disuatu negara tampak damai sekali akan tetapi seketika sebuah sihir kearah kesitu dong dan terjadilah ledakkan besar sekali dinegara itu tersebut dan tampaklah para warga kota dan yang lain ketakutan dong dan tampaklah mereka berlarian untuk menyelamati mereka masing-masing dari sihir ledakkan itu tersebut.
Tampaklah para monster kearah situ dan tampaklah monster bersayap mengarah kesitu sambil membawak sudah bahan peledak seperti bom dan tampaklah monster bersayap itu menjatuhkannya kekota itu dong dan tampaklah para warga kota mangkin ketakutan sekali dong dan tampaklah mereka berlarian kemana untuk menyelamati diri sendiri.
Tampaklah para pasukan merah datang kesitu sambil mengandari kuda perang dan tampaklah para pasukan merah itu masuk kekota negara itu dong dan tampaklah mereka mulai masuk dengan begitu banyaknya dan tampaklah pasukan merah itu mulai membunuh para warga yang sedang bersembunyi dan ada sebagian ada yang bertarung akan tetapi mereka berakhir dibunuh juga ditempat.
Tampaklah ada tujuh seseorang yang memimpin pasukan merah itu tersebut begitu juga para pasukan monster-monster itu tersebut dan tampaklah tujuh pemimpin pasukan merah itu tersenyum jahat dong dan ketawak jaha sekali dengan perasaan begitu senang.
sekali akan tetapi sebuah sihir kearah disitu dan tampaklah sihir itu meledakkan sebagian pasukan merah begitu para pasukan monster-monster.
Tampaklah tujuh orang itu terkejut dong dan tampaklah mereka kesal sekali dong soal itu tersebut dan tampaklah tujuh orang itu pergi untuk melihat siapa yang menembakkan sihir itu tersebut dan tampaklah tujuh orang itu keluar dari.
kota itu tersebut dan tampaklah mereka berhenti berjalan karena ada sekelompok orang-orang dan diatas sekelompok orang-orang itu tersebut ada dua kapal besar yang bisa terbang.
Tampaklah yang mana sekelompok orang-orang itu bersama dua kapal besar bisa terbang ada avi dan para bawahannya yang lainnya dan tampaklah avi menggunakan topeng yang dia beli waktu itu dan tampaklah tujuh pemimpin pasukan merah menatap tajam avi dan para bawahan avi itu tersebut dan tsmpaklah seketika mereka tertawak dong dan tampaklah avi dan para bawahannya bingung karena mereka seketika tertawak dan avi berkata.
"Kenapa kalian bertujuh ketawak?."
"Apa yang lucu?."
Salah satu tujuh pemimpin pasukan merah berkata.
"Tidak,tidak apa-apa."
"Hanya saja?."
Tampaklah orang itu menatap tajam avi dan menatap rendah avi dan avi berkata.
"Ada apa?."
Orang itu berkata.
"Hanya saja kalian begitu lemah sekali loh?."
Seketika kesal dong para bawahan avi karena mereka dikatakan lemah sekali dan refor berkata.
"Apa maksudmu!."
"Hah!."
"Woi,apa maksudmu itu tersebut?!."
"Hah!."
"Apakah kamu tidak tau yang kalian ren-."
Seketika avi mengangkat tangan kanannya dan seketika refor terdiam dan avi menurutkan lagi tangan kanan avi itu tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi tersenyum jahat sekali dong dibalik topengnya itu tersebut dan tampaklah orang itu dan pemimpin para pasukan merah kebingungan sekali dong kerena perkataan avi tadi itu tersebut dan orang itu berkata.
"Woi!."
"Kamu jangan mengaku kuat deh."
"Kalian itu han-."
Seketika sebuah tombak menusuk orang itu tersebut dan tampaklah orang itu tewas ditempat dong dan tampaklah para pemimpin pasukan merah terkejut dong soal itu tersebut dan mereka terlihat tidak percaya yang apa terjadi itu tersebut karena kecepatan tombak itu tidak dapat dilihat oleh mereka berenam itu tersebut dan tampaklah yang melempar tombak itu tersebut germa dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Woi,germa."
Germa berkata.
"Baik,ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Apakah kamu yang melempar tombak itu tersebutkah?."
Germa berkata.
"Iya,my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah germa kebingungan dong yang apa terjadi dan germa berkata.
"Ada apa my lord?."
"Kenapa anda begitu tampak pasrah sekali?."
Avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Tidak,tidak apa-apa."
"Ha,baiklah kalau begitu."
"Kayaknya para musuh-musuh ini sudah menyerang kota ini ya?."
Bans berkata.
"Kayaknya memang sekali,wahai my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya,bans."
Tampaklah para pemimpin pasukan merah marah besar dong karena mereka mengira mereka dianggap lemah dimata avi dan para bawahannya itu tersebut dan salah satu para pemimpin pasukan merah berkata.
"Oh,begitu ya?."
"Eheh,begitu ya?."
"Kalian menganggap kami lemah ya?."
"Tapi kalianlah sebaliknya."
"Kalianlah yang lemah sekali."
"Jangan perkataan kalian mengaku kuat deh."
"Karena perkataan kalian pastih begitu benar adanya."
"Pastih kalian akan terbunuh juga oleh kami semua."
"Karena kami adalah orang paling kuat diantar orang kuat lainnya."
Seketika avi tersenyum dong dibalik topengnya itu tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Ha,baiklah kalau kalian berbicara begitu."
Orang itu berkata.
"Oh,begitu ya?."
"Kamu berbicara seolah kuat ya?."
"Ha,baiklah."
"Baik,kita serang mereka sekarang."
Seketika para pemimpin pasukan merah mulai bergerak menyerang dong dan avi menyadarinya soal itu tersebut dan avi berkata.
"Serang mereka itu tersebut."
Para bawahan avi berkata.
"Baik,my lord."
Tampaklah para jenderal avi mulai bergerak menyerang dong dan sekali tebasan saja sudah banyak yang tewas pemimpin pasukan merah itu tersebut dan tampaklah tinggal satu orang pemimpin pasukan merah disitu dan tampaklah orang itu sudah terkepung oleh para bawahan avi dan tampaklah orang itu tidak berdaya lagi dan tampaklah orang masih berdiri dengan pedangnya yang tertancap ditanah dan orang itu berkata.
"Kurang ajar kalian ya."
"Berani-beraninya kalian semua!!!."
Bans berkata.
"Menyeranglah tidak ada satupun yang bisa lagi kamu lakukan."
"Karena cara terbaik lebih baik menyerang dari pada dirimu diperbudak oleh seseorang karena sebuah tahtah saja."
Orang itu berkata.
"A-aku tidak akan menyerang begitu saja."
"Sebelum tidak darahku berakhir!!!!!."
"Baiklah,ayo kita bertarung lagi."
Bans berkata.
"Oke,baiklah kalau itu mau."
Tampaklah orang itu bersiap-siap mau menyerang semua para bawahan avi tapi masih dalam tidak berdaya sama sekali akan tetapi seketika bans bergerak dengan begitu cepat sekali dan tampaklah orang itu badan bagian dada orang itu tertebas dong dan orang itu.
kesakitan dong dan orang itu jatuh ketanah dan tewas ditempat dan tampaklah avi yang sudah mengetahui hal itu tersebut dan tampaklah avi memalingkan wajahnya karena perbuatan bans itu suatu yang berlebihan bagi avi dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya bans terlalu berlebihanlah."
"Karena aku sudah memberitau kalau musuh sudah tidak berdaya tidak usah dibunuh."
"Karena itu sebuah hawa nafsu saja bagi kita."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya bans tidak mendengarkan itu ya kayaknya?."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi dan para bawahan avi lainnya telah mulai memasuki kota negara kerajaan itu tersebut dan tampaklah para bawahan avi mulai membunuh satu demi satu pasukan merah dan pasukan monster-monster dengan membabi buta dan tampaklah warga-warga yang masih bisa bertahan disitu melihat dan menyksikan hal itu.
tersebut dan tampaklah para warga kebingungan dong karena mereka tidak tau siapa avi dan para bawahan avi yang sebenarnya yang membunuh satu demi satu pasukan merah dan pasukan monster-monster itu tersebut.
Tampaklah avi mulai membuka pintu istana kerajaan itu tersebut dan avi mulai masuk kedalam istana kerajaan itu tersebut bersama tujuh jenderal avi dan tampaklah didalam istana kerajaan itu tersebut sudah banyak mayat-mayat berserakan dimana-mana dan.
tampaklah avi mencoba membuka pintu ruang tahtah raja dan tampaklah avi terkejut dong karena ada seseorang wanita bertanduk yang memakai baju hitam ketat yang sedang menusuk-menusuk mayat raja negara itu tersebut.
Tampaklah wanita itu menyadarinya dong kalau avi ada disitu dan wanita itu membalikkan badannya dan avi langsung memalingkan wajahnya kekanan dan wanita itu berkata.
"Wah-wah-wah."
"Kayaknya ada para kesatria dari kerajaan lain ya,datang kesini?."
"Apakah kalian tidak taukah kalau aku."
Tampaklah wanita itu duduk disinggasana raja itu tersebut dan wanita itu berkata.
"Aku adalah raja kegelapan paling ditakuti dari raja kegelapan lainnya."
Seketika ada yang berkata.
"Benarkah begitu?."
Terkejut dong wanita itu tersebut dan tampaklah seketika muncullah tiga puluh enam orang yang mana mereka adalah raja kegelapan sebenarnya dan wanita itu terkejut sekali dong karena tiga puluh enam raja kegelapan ada disitu dan seketika para raja kegelapan itu berlutut dihadapan avi dan tampaklah avi terkejut dong dan tampaklah avi kebingungan sekali dong karena hal itu tersebut dan si A berkata.
"Apakah kamu mengaku raja kegelapan ya?."
"Apakah kamu taukah siapa orang ini sebenarnyakah?."
Terkejut dong wanita itu tersebut karena perkataan raja kegelapan si A itu tersebut dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Kenapa kalian muncul kesini ya?."
Si G berkata.
"Kami merasa ada ancaman besar yang akan terjadi terhadap anda,wahai tuanku."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Baiklah kalau begitu,kita akhir saja permainan ini tersebut ya."
Seketika terkejut dong para bawahan avi begitu juga para raja kegelapan itu tersebut dan tampaklah avi seketika melepas topengnya itu tersebut seketika avi menatap tajam wanita itu tersebut dan seketika setengah tubuh avi menjadi sosok hitam yaitu wujud asli avi dan avi berjalan mendekati wanita itu tersebut dong dan wanita itu seketika ketakutan sekali dong karena dia sudah tau siapa avi sebenarnya.
Tampaklah avi berhenti didepan wanita itu yang mana wanita itu duduk disinggasa raja kerajaan itu tersebut dan avi seketika menatap tajam wanita itu tersebut dong dan tampaklah wanita itu mulai mangkin ketakutan sekali dong dan avi berkata.
"Siapa yang mempermainkan peperangan ini tersebut?."
"Dan juga kenapa kamu memakai hal-hal itu tersebut?."
Tampaklah wanita itu mangkin ketakutan sekali dong dan avi berkata.
"Siapakah yang sekarang yang menyelamatimu ini tersebut?."
Wanita itu berkata.
"Ti-tidak ada sama sekali!."
"Ha-hanya dirimulah yang bisa menyelamatiku!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Ha,baiklah kalau begitu."
Seketika avi mengambil pisaunya dari skills ruang hitam dan menusukkannya ketubuh wanita itu tersebut dan wanita itu seketika tewas ditempat dong dan tampaklah avi mayat wanita itu terhisap oleh skills avi yaitu skills ruang hitam dan avi menaruh mayat raja itu dilantai.
yang masih ada disinggasana itu tersebut dan avi seketika duduk disinggasana itu tersebut sambil duduk gaya orang jahat dan tampaklah ada seseorang wanita berlari kearah kerajaan negara itu tersebut dan
tampaklah wanita berlari masuk.
keiastana itu tersebut dan tampaklah wanita berlari kearah ruang tahtah raja dan seketika dia membuka pintu ruang tahtah itu tersebut dia terkejut sekali dong karena ada seseorang disitu dan tampaklah orang-orang itu sedang berlutut dihadapan seseorang yang duduk disinggasana raja negara itu tersebut.
Tampaklah wanita itu mulai masuk kedalam ruang tahtah itu tersebut dalam keadaan ketakutan sekali dong walaupun ditatap tajam oleh orang-orang yang sedang berlutut dihadapan seseorang tapi wanita itu berjalan kearah orang yang duduk disinggasana raja negara itu tersebut dan tampaklah wanita itu berhenti berjalan dan tampaklah wanita itu ada didepan orang itu tersebut dan tampaklah wanita itu.
terkejut dong karena wanita itu menyadari sosok yang sedang duduk disinggasana raja negara itu tersebut dan tampaklah sosok disinggasana itu setengah hitam dan setengah manusia yang mana itu adalah avi dan wanita itu berkata.
"I-itu tidak mungkinkan?!."
"Ma-mana mungkinkan?!."
"Ma-mana mungkin kamu orang itu tersebut?!."
__ADS_1
Avi berkata.
"Ada apa?."
"Kamu siapa dan ada urusan apakah kesini?."
Wanita itu berkata.
"Ka-kamu ma-mana mungkinkan waktu dulu?!."
Avi berkata.
"Apanya?."
Wanita itu berkata.
"Ka-kamukan sosok hitam yang pernah menyelamatiku dari perkosaan seseorang laki-laki."
"Ka-kamu juga pernah menyelamati juga waktu itu juga."
"Se-selama ini aku mencari dirimu."
"A-aku tidak dapat menemuimu dimanapun itu kecuali waktu itu."
"A-aku sudah menyadari kalau dirimu adalah seorang."
"Raja kegelapan dari raja kegelapan lainnya."
Seketika terkejut semua orang diruangan itu tersebut dong dan avi seketika avi tersenyum jahat dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kamu orang waktu itu ya."
"Waktu pertama kali aku muncul dan aku masih belum tau apa-apa sama sekali."
"Jadi ada apa dengankukah?."
Wanita itu berkata.
"So-soal itu."
Tampaklah seketika ada seseorang wanita yang datang kesitu juga dan wanita itu berjalan kearah avi dan wanita itu berhenti didepan avi dan tampaklah avi memalingkan wajahnya kearah kanan dan wanita yang kenal avi kebingungan sekali dong karena avi memalingkan wajahnya dan wanita kenal avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kamu memalingkan wajahmu kearah kanan?."
Avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Bisakah kamu tutupi tubuh temanmu itu tersebut menggunakan kainkah?."
Wanita kenal avi terkejut dong begitu juga wanita teman wanita kenal avi itu tersebut dan wanita kenal avi berkata.
"Ehg?!."
"Tu-tungguh sebentar?."
"Tutup dengan kain?."
"Apa maksudnya?."
Avi berkata.
"Yah,aku tidak suka dengan cara pakaian temanmu itu tersebut."
Wanita kenal avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika teman wanita kenal avi tersenyum jahat dong karena dia mengira kalau avi malu karena payudarahnya itu tersebut dan teman wanita itu berkata.
"Ho-ho-ho,begitu ya."
"Apakah kamu malu dengan payudarahkukah?."
Avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Tidak,aku tidak malu dengan hal itu tersebut."
"Tapi."
"Aku malu sekali kalau seluruh tubuh wanita yang harus ditampakkan begitu jelas sekali."
"Karena bajumu itu terlalu ketat sekali dan juga kamu memakai rok pendek untuk dilihati banyak orang laki-lakikan?."
Terkejut dong teman wanita itu tersebut dan teman wanita itu terdiam dong dan teman wanita itu berkata.
"Begitu ya.
"Tapi ini sangat trend loh."
"Apakah selama ini kamu tidak pernah melihat beginiankah?."
"Padahal semua laki-laki suka beginian loh."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi apakah kamu taukah adab memakai pakaiankan?."
Teman wanita itu berkata.
"Adab pakai pakaian?."
"Iya,aku tau soal itu tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau kamu tau kenapa kamu memakai sebuah pakaian yang membuatmu mendapat dosa."
"Dan tidak baik untukmu itu tersebut."
"Apalagi banyak diperhatikan banyak laki-laki."
"Apakah kamu taukah kalau memakai pakaian buat untuk menunjukkan kepada kepada banyak orang."
"Untuk apa kamu memakai pakaian begituan?."
"Kami Hanya memamerkan auratmu saja kepada banyak orang saja."
"Apakah kamu tau kalau hewan lebih trend loh."
"Karena untuk apa kamu berpakaian tapi ketat dan tipis begituan?."
"Kan lebih baik telanjang bulatkan?."
"Dari pada berpakaian."
"Kamu berpakaian begitu bagaikan berpakaian tapi telanjang saja."
Terkejut dong teman wanita itu tersebut dan tampak terdiam teman wanita itu tersebut dong dan teman wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Aku sekarang sudah tau tentang apa yang aku belum aku ketahui itu tersebut."
Avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Begitu ya."
"Kamu lebih baik berpakaian bisa saja dan tidak usah menunjukkan auratmu itu tersebut."
"Berpakaianlah seperti orang normal dari pada berpakaian terbuka seperti orang gila saja bagiku."
Teman wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Tampak kebingungan don wanita kenal avi itu tersebut dan wanita itu berkata.
"Ehg?!."
"Ha,tidak apa-apa karin."
"Kamu tidak usah sedih begitu dong."
"Mungkin dikatakan orang ini memang benar adanya."
Teman wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi?."
Seketika teman wanita itu melihat kearah avi dan teman wanita itu berkata.
"Kenapa kamu duduk disinggasana raja negara ini tersebut?."
"Apalagi banyak mayat-mayat berserakan dimana-mana dikota dan dalam istana ini juga."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Aku bukanlah siapa-siapa kok."
"Aku hanya seseorang yang bodoh karena terus-menerus ditipu oleh dunia."
Terkejut dong semua para bawahan avi karena perkataan avi tadi itu tersebut dan tampaklah teman wanita itu terkejut dong dan teman wanita itu berkata.
"Be-begitu ya."
"Kayaknya lebih baik kita pulang saja dina."
"Karena kayaknya tempat ini aku sudah mengetahui orang itu tersebut."
Tampaklah wanita kenal avi terkejut dong karena perkataan teman wanita itu tersebut dan sebenarnya nama wanita kenal avi itu adalah dina dan dina berkata.
"Be-begitu ya."
"A-akan tetapi?."
Teman dina seketika kebingungan dong karena perkataan dina itu tersebut dan teman dina berkata.
"Ada apa dina?."
Dina berkata.
"Apakah kamu bisa tinggali akukah?."
"Karena aku masih ada urusan sama dia itu tersebut."
Teman dina masih kebingungan dong dan teman dina berkata.
"Begitu ya."
"Baik,aku mengerti dina."
Seketika teman dina itu berjalan keluar rungan tahtah istana itu tersebut dan setelahnya avi tidak memalingkan wajahnya lagi dan avi berkata.
"Jadi ada urusan apalagi denganku?."
Dina berkata.
"A-anu!."
"A-aku mengucap terima kasih banyak atas menyelamatiku dari permasalah begitu besar sekali bagiku."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Untuk apa kamu mengucap terima kasihl terhadapku?."
"Padahal itu sudah begitu lama sekalikan?."
Dina berkata.
"So-soal itu."
"A-aku pada saat kamu menyelamatiku."
"Aku tidak sempat berterima kasih kepadamu."
"Apalagi kamu tidak bisa dijumpai dimana pun itu."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah itu masalahmu itu sudah selesaikah denganku?."
"Kalau udah,lebih baik pergilah dari sini."
"Karena kamu akan menda-."
Dina berkata.
"Belum sama sekali!."
Seketika terkejut dong dan avi berkata.
"Ehg?masih belum?."
Dina berkata.
"I-iya,sa-saya masih belum selesai dengan masalah denganmu."
Avi berkata.
"H-ha,begitu ya."
"Jadi apa masalahmu itu tersebut lagi?."
Dina berkata.
"So-soal itu."
Tampaklah avi kebingungan dong karena dina tampak malu sekali dong dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Apa yang membuatmu malu sekali begitu?."
Dina berkata dengan malu.
"So-soal itu."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Dina berkata dengan malu.
"Bisakah jadikan aku menjadi pacarmu!."
Terkejut dong avi dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Tu-tungguh ssbentar?."
"Pacaran?."
"Ehg?."
Dina berkata.
"Iya,pacaran."
"Apakah kita boleh pacarankah?."
Tampaklah avi kebingungan dong yang apa dikatakan dina itu tersebut dan seketika avi tersenyum dong karena avi sudah mengerti yang dina maksud itu tersebut dan dina berkata.
"Begitu ya."
"Tapi?."
"Aku tidak bisa."
"Karena aku tidak mau melakukannya karena agamaku melarang berpacaran sama sekali."
Dina berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah dina tampak sedih dong dan dina terdiam menunduk dan seketika dina tersenyum dong dan avi berkata.
"Kamu kenapa begitu sedih sekali?."
Dina berkata.
"A-anu!."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Dina berkata.
"Gimana kita menikah!."
Terkejut dong avi yang dikatakan dina itu tersebut dan seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku tidak mau menikah dengan seseorang."
Dina berkata.
"Begitu ya."
__ADS_1
"Tapi?!."
"Tidak."
"Aku tetap akan menikah denganmu!."
"Walaupun pacaran juga tidak terima."
"Kecuali menikah denganmu!."
"Walaupun tetap tidak terima juga!."
"Tetap akan menikah denganmu!."
Seketika avi terkejut dong dan seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kenapa kamu mau menikah denganku?."
"Padahal kita hanya berjumpah dua kali tapi sudah begitu lama sekali."
"Kenapa kamu menikah denganku?."
"Padahal aku bukan siapa-siapa yang kamu sukaikan?."
Dina berkata.
"So-soal itu?."
Tampaklah dina malu sekali dong dan tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kamu begitu malu sekali?."
Dina berkata dengan malu sekali.
"Ka-karena kamulah seseorang yang paling aku cintai apalagi kamu seseorang yang aku sukai sekali."
"Jadi kamulah orang yang paling aku sukai dari orang lainnya."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Kenapa bisa menjadi begini sih!!!!."
"Kenapa aku bisa membuat seseorang jatuh cinta terhadapku begitu mudah sekali!!!!!."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Padahal aku tidak suka menikah loh."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi aku diagamaku juga harus menikah kalau yang bisa saja."
"Tapi kayaknya ini adalah sesuatu yang membuatku tidak tau sama sekali."
"Karena."
"Rencana tuhan tidak dapat diketahui sama sekalipun!!!!!!."
Dina berkata.
"A-apakah bolehkah sa-saya menikah denganmu?."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Iya,kamu boleh menikah denganku."
Seketika senang sekali dong dina dan dina berkata.
"Hore,akhirnya!."
"Benarkah demikian?."
Avi berkata.
"Iya,kamu boleh menikah denganku."
Dina berkata.
"Be-begitu ya."
"Akhirnya-akhirnya!."
"Hore!!!!!!."
Tampaklah avi seketika tersenyum dong dan tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi menikah dengan dina dan avi juga melakukan perang lagi dengan para musuh itu tersebut dan tampaklah avi dan para bawahan lainnya terus-.
menerus menyerang para musuh begitu membabi buta tanpa ampun sama sekalipun dan tampaklah para bawahan avi menyerang para musuh disuatu tempat dekat pohon besar dan tampaklah para bawahan avi sudah membunuh semua para musuh itu tersebut.
Tampaklah avi aberjalan datang kesitu dan tampaklah avi memakai topengnya yang dia beli waktu itu dan tampaklah avi berhenti berjalan didepan para bawahannya dan tampaklah seketika para bawahan avi berlutut didepan avi dan avi berkata.
"Apakah kalian membunuh semua orang-orang inikah?."
Mereka menjawab.
"Iya,my lord."
"Kami membunuh semua orang-orang ini tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Bans berkata.
"Tapi my lord ada sesuatu tempat didaerah ini yang saya temui."
Avi terkejut dong dan avi kebingungan dong yang bans katakan itu tersebut dan avi berkata.
"Tempat yang kamu temui didaerah ini tersebut?."
Bans berkata.
"Iya,my lord."
"Menemukan suatu tempat yang ditutupi oleh papan kayu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Dimana tempat itu berada bans?."
Bans berkata.
"Baik,saya akan mengantari anda ketempat kesana itu tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya,bans."
Tampaklah avi berjalan begitu para bawahannya ketempat bans katakan itu tersebut dan tampaklah avi berhenti berjalan begitu juga para bawahannya dan tampaklah bans membuka semua papan kayu yang dipasang paku dibawah disuatu pohon besar dan.
tampaklah papan-papan kayu itu sudah semua dibuka dan tampaklah ada sebuah lorong jalan rahasia dibawah pohon besar itu tersebut dan avi terkejut dong soal itu tersebut begitu para bawahannya yang lainnya dan avi berkata.
"Ada sebuah jalan rahasia dibawah pohon ini ya?."
Bans berkata.
"Iya,my lord."
"Apakah kita masuk kedalamnyakah,my lord?."
Avi berkata.
"Iya,sepertinya."
Bans berkata.
"Baik,saya mengerti."
"Baik,saya akan duluan akan masuk kedalam ruang rahasia ini tersebut."
"Karena saya takut ada jebakan diruang rahasia itu tersebut yang akan mengenai anda."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baik,aku izinkan kamu masuk duluan kesitu."
"Tapi kamu harus juga hati-hati dengan jebakan disitu juga."
Bans berkata.
"Baik,my lord."
Tampaklah bans masuk kedalam lorong jalan rahasia itu tersebut dan tampaklah avi meluncur kebawah tanah dan tampaklah bans sudah sampai suatu ditempat didalam lorong jalan rahasia itu tersebut dan bans berkata dengan telepati kepada avi.
"My lord."
"Saya sudah sampai kedalam lorong jalan rahasia itu tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baik,aku akan turun kesitu juga."
Bans berkata.
"Baik,my lord."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Kayaknya bans sudah sampai kebawah deh kayaknya."
"Kayaknya kita harus juga masuk kedalam lorong jalan rahasia itu tersebut."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
Tampaklah para bawahan avi masuk kedalam lorong jalan rahasia itu tersebut dan ada sebagian menjaga diluar untuk melindingi avi dan tampaklah avi masuk juga kedalam lorong jalan rahasia itu tersebut dan tampaklah meluncur kebawah lorong jalan rahasia itu tersebut dan tampaklah avi sudah sampai dibawah dan tampaklah avi dan para bawahannya berjalan diruangan itu untuk mencaritau rungan itu apa sebenarnya.
Tampaklah ruangan itu hanya lurus saja dan tidak ada rungan apapun dirungan bawah tanah itu tersebut dan tampaklah avi dan para bawahannya berhenti berjalan dan tampaklah mereka semua terkejut sekali dong karena ada enam puluh manusia yang berupa wanita semua disitu yang sedang tertidur pulas disebuah penjara besi akan tetapi mereka tidak seperti manusia karena mereka.
sebagian tubuhnya adalah mesin dan kayak mereka terlihat seperti manusia setengah robot dan avi mangkin terkejut karena soal itu tersebut dan seketika avi tersenyum.
Tampaklah avi berjalan mendekati mereka itu tersebut dan tampaklah avi membuka pintu penjara itu tersebut dong menggunakan kekuatannya dan tampaklah enam puluh wanita itu terbangun dong karena suara pintu penjara itu tersebut yang terbuka oleh avi dan avi seketika terkejut dong karena mereka semua terbangun dari tidurnya dan tampaklah enam puluh wanita itu terbengong dong karena tidak mengetahui sebenarnya avi tersebut dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Ha,sebenarnya kalian siapa wahai wanita-wanita disini semua?."
"Kenapa kalian ada disini ya?."
Salah satu wanita itu berkata.
"A-anu?."
"A-anda siapa ya?."
"A-apakah kalian dari salah satu orang-orang jahat memakai baju merahkah?."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Tidak,aku tidak ada kaitannya dengan orang-orang itu tersebut."
"Aku hanya orang bi-."
Zers berkata.
"Dia merupakan raja kegelapan loh."
Seketika terkejut dong para wanita itu tersebut dan avi tampaklah sudah pasrah saja karena zers berkata begitu dan tampaklah para wanita itu tidak percaya dong dan mereka saling berkata.
"Apa ra-ra-raja kegelapan!."
"Ra-raja kegelapan!."
"I-itu tidak mungkinkan!."
"Ke-kenapa raja kegelapan ada disini!."
Begitulah yang mereka katakan itu tersebut dan avi berkata.
"Ha,ehem."
Seketika para wanita itu terdiam dong dan avi berkata.
"Ha,mungkin begitulah."
"Tapi ada yang aku tanyakkan kekalian."
Salah satu para wanita itu berkata.
"Ba-baik,a-anda ma-mau tanyak a-apa ya?."
Avi berkata.
"Siapa kalian sebenarnya?."
"Kenapa kalian ada ditempat ini ya?."
"Padahal ini suatu tempat begitu sempit sekali."
Tampaklah para wanita itu terdiam semua dong dan salah satu para wanita mengangkat tangan kanannya sambil berkata.
"A-anu?!."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Orang itu berkata.
"A-apakah anda tidak menyakiti kamikan,wahai raja kegelapan?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak akan menyakiti kalian semua."
"Karena ya untuk apa melakukan itukan bagiku itu tersebut."
"Karena tidak ada gunanya sama sekali loh."
Orang itu berkata.
"Be-begitu ya,wahai raja kegelapan."
"Ra-raja kegelapan,sebenarnya kami adalah seorang manusia yang diculik oleh orang-orang jahat yang mengenakan pakaian merah itu tersebut."
"Kami dijadikan sebagai percobaan oleh orang-orang jahat itu tersebut."
"Kami terus-menerus mendapatkan siksaan dari mereka semua itu tersebut."
"Dan kami juga dijadikan sebagai alat pemuas hasrat mereka semua itu tersebut."
"Da-dan kami menderita setiap saat oleh mereka melakukan hal-hal begituan itu tersebut setiap harinya."
"Da-dan kami sudah ti-tidak ada harapan lagi karena mereka melakukan hal begituan kepada kami semua."
"Da-dan aku dan yang lainnya tersiksa oleh mereka semua itu tersebut melakukannya."
Seketika orang itu menangis dong sejadi-jadinya dan avi seketika tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalian dijadikan budak pemuas hasrat saja ya."
"Begitu ya."
Seketika avi tersenyum jahat dong dan tampaklah para wanita itu kebingungan dong karena avi tersenyum jahat seketika dan avi berkata.
"Woi,apakah kalian mau bebaskan?."
Para wanita itu berkata.
"I-iya,wahai raja kegelapan."
"Kami mau bebas dari sini."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kalian sebenarnya sudah bebas dari awal tadi itu tersebut."
Para wanita itu berkata.
"Begitu ya,wahai raja kegelapan."
Tampaklah wanita itu tampak sedih sekali dong dan avi menyadarinya dong hal itu tersebut dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kalian begitu sedih sekali ya?."
"Padahal seharusnya kalian senang dong dan semangat jugakan?."
"Kenapa kalian tampak sedih begitu ketika aku mengatakan kalian sudah bebas dari awal?."
Salah satu para wanita itu berkata.
"Ka-karena soal itu wahai raja kegelapan?."
Tampaklah avi kebingungan dong karena orang itu juga sedih begitu juga.
(Awal musim ketiga bagian satu)
__ADS_1