
Tampaklah disuatu hari tampak avi yang sedang duduk dikursinya akan tetapi mila memeluk avi pada saat duduk dan tampak mila sangat nyaman dengan tubuh avi dan tampak mila masih memeluk avi dikursinya dan mila berkata.
"Oh iya,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa mila?."
Mila berkata.
"Pada saat aku melihat kapal terbang itu."
"Seperti mirip dengan kapal yang ada diduniaku dulu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Mila berkata.
"Walaupun saya waktu itu tidak berkumpul ditengah kota."
"Tapi saya melihatnya dari jendelah."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Mila berkata.
"Anda sudah taukan saya adalah seseorang dunia lain."
"Saya bukan berasal dari sini."
"Waktu itu saya pernah menceritakan tentang jadi diri saya sebenarnya."
"Namun."
"Saya melihat pada kapal terbang yang mirip dengan kapal selam tempur."
"Saya yakin anda seseorang yang berasal dari bumi."
"Karena anda menciptkan kapal selam tempur."
"Yang mana kapal selam biasanya dipakai oleh kemiliteran laut."
"Tapi itu khusus kapal selam tempur."
"Tapi kalau kapal selam biasa atau tidak ada senjatanya."
"Yah,tidak apa-apa dipakai dimana pun."
Avi seketika tersenyum dan mila hanya terbengong saja melihat avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kamu sudah mengetahui diriku sebenarnya."
Mila berkata.
"Iya."
"Karena aku."
"Menyukaimu."
Tampak avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Mila berkata.
"A-anu?!."
"A-apakah boleh nanti mala-."
Dan seketika serena masuk keruangan dan tetkejut dong serena dan mendekati meja avi dan membentak meja sambil berkata.
"Apa yang kamu lakukan mila!."
Mila hanya tersenyum dan mila berkata.
"Eheee,begitu ya."
"Tadi aku habis melakukan hal mesum kepada my lord."
Dan seketika serena kesal dan cemburu dan serena berkata.
"A-apakah itu benar my lord!."
"Ke-kenapa anda mudah kali tergoda dengannya."
Dan tampak avi tersenyum dan avi berkata.
"Jangan salah paham dulu."
Tampak serena mangkin cemburu dan serena berkata.
"Apanya jangan salah paham?!."
"Anda jelas-jelas melakukan beginian!."
"Di depanku."
Avi berkata.
"Apakah kamu tidak menyadariku dari tadi ada disinikah?serena."
Kaget dong serena dan kebingungan dan serena berkata.
"Apa maksud anda?!."
Avi berkata.
"Kamu sedang berbicara sama siapa sih?."
Kaget dong serena dan serena berkata.
"Ehg!."
"Apa yang anda katakan?."
Avi berkata.
"Woi,lihat aku disini."
"Dari tadi aku ada disini."
Dan seketika serena mangkin bingung dong dan avi berkata.
"Woi,aku ada dikursi panjang."
T3rkejut dong serena dan mangkin bingung serena dan serena berkata.
"Kursi panjang?."
Dan serena melihat kearah kursi panjang ada dibelakangnya dan terkejut dong serena palagi mila dan serena berkata.
"Ehg!."
"My lord?!."
Tampak serena kebingungan sampai-sampai melihat kana dan kiri dan serena berkata.
"Ehg!."
"M-my lord ada dua?!."
Avi berkata.
"Tidak."
"Aku tetaplah aku."
"Dari tadi kalian berbicara dengan sebuah boneka yang aku kendalikan."
Kaget dong serena dan mila panik dong dan avi berkata.
"Yah,kalian percaya tidak apa-apa."
Tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus disebuah mangkuk besar dan tampak serena tidak percaya yang dia lihat apalagi mila sangat panik dan malu dan avi pun sadar tersebut dan avi berkata.
"Kalau kalian tidak percayakah?!."
Aku seketika avi mengangkat tangan kirinya dan seketika avi yang duduk dimejanya menghilang dan tampak serena dan mila hanya terdiam saja dan avi berkata.
"Apakah kalian sudah percayakah?!."
Tampak serena masih kebingungan apa yang terjadi dan tampak mila malu seketika karena mila memeluk sebuah boneka avi kendalikan dan mila hanya duduk dikursi avi dan avi pun menyadari mereka kalau mereka masih belum percaya dan avi berkata.
"Apakah masih belum percaya?."
Serena berkata.
"Tidak,belum my lord?!."
"Se-sebenarnya apa yang terjadi?."
Avi berkata.
"Oh,soal itu."
"Pada saat aku sendirian diruangan ini."
"Aku berpikiran untuk mengambil makanan ringan."
"Tapi pada saat aku mau keluar."
"Aku berpikiran untuk menaruh sebuah seseorang."
"Aku pun mempunyai sesuatu cara."
"Dan aku pun menaruh boneka yang mirip denganku."
"Dan mudah dikendalikan."
"Untuk menjadi penyelesaian tugas."
"Kalau kamu datang keruanganku."
"Tapi pada saat aku balik keruanganku sambil membawak makanan."
"Aku melihat mila memeluk bonekaku yang aku kendalikan."
"Dan duduk bersama."
"Tapi mila tidak menyedariku telah masuk keruangan."
"Dan aku pun duduk dikursi panjang ini tersebut."
"Sambil memperhatikan mila lakukan."
"Tapi kamu juga tidak menyadariku juga."
"Haaaa."
"Kalian berdua kayak anak-anak saja ya?."
"Dengan tipuan yang aku buat."
"Tidak menyadariku ada disini."
Dan mereka terdiam dan seketika malu dan avi pun sadar hal tersebut dan avi berkata.
"Apakah kalian malukah hal tersebut?."
Serena menjawab.
"Ti-tidak my lord!."
"A-akan tetapi!?."
"A-aku minta maaf kalau aku tidak menyadari anda!."
Mila berkata.
"I-iya,aku juga tidak menyadari anda ada disitu dari tadi."
"Aku benar-benar minta maaf my lord!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baik,aku maafkan kalian berdua."
"Tapi?."
"Jangan tertipu lagi ya."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan mereka berdua pun sadar dan mereka berdua berkata.
"Ba-baik!my lord!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi ada apa kamu kemari serena?."
Serena berkata.
"Saya mau mengasihkan ini."
Avi berkata.
"Mengasihkan?."
Dan serena mengasihkan sebuah kertas tiga lembar yang dijepait kertas dan avi membacanya dan avi pun paham dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Zers dan fahar bekerja sama menjelajahi batas daerah ini ya."
"Tapi?."
"Mereka memakai kapal terbang itu ya."
Serena menjawab.
"Iya,benar sekali my lord."
"Zers dan fahar sedang mencaritau tentang batas daerah ini tersebut."
"Akan tetapi my lord?!."
Avi berkata.
"Ada apa serena?."
Serena menjawab.
"Sepertinya mereka ingin menguasai semua daerah."
"Sampai batas dua negara yang bertetangga."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kayaknya mereka terlalu terburuh-buruh ya."
"Haaaaa."
"Kayaknya mereka sedang mengincar laut ya."
Serena menjawab.
"Iya,benar sekali my lord."
"Mereka berdua mengincar perairan laut."
"Dan tidak mau ada yang menguasai laut didaerah ini."
Tampak avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Serena menjawab.
"Iya."
Tampaklah avi mengerjakan surat-surat yang dibawak serena dan setelahnya avi telah menyelesaikan surat-surat tersebut dan avi berkata.
"Haaaa."
"Akhirnya telah selesaia."
Dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Sepertinya aku baca itu sepertinya."
Dan tampak serena kebingungan apa yang terjadi dan tampak mengeluarkan buku dari skills ruang hitam dan tampak avi melihat buku itu dan avi membacanya dan terkejut dong avi melihat isi bukunya dan avi berkata.
"Wow!."
"Ini memang mirip sih?."
"Tapi?."
"Kayaknya lebih baik membacanya saja."
Tampak serena dan mila kebingungan karena tidak tau apa yang terjadi dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya!."
"Buku ini adalah sebuah novel yang aku baca waktu aku smp."
"Kalau tidak salah namanya adalah."
"Bapakku terhebat sepanjang sejarah!begitulah namanya kayaknya?."
"Karena tidak tau tentang novel ini?."
"Tapi cerita ini tentang masa depan bumi yang jatuh ketangan robot dan alien."
"Ceritanya ini adalah menceritakan seorang bapak-bapak yang menyelamkan bumi dari kehancuran."
"Bapaknya si ferda seorang pahlawan yang sangat kuat sekali."
"Tapi buku ini kayaknya telah berhenti diproduksi lagi."
"Karena pengarangnya telah tiada."
"Ini buku yang sangat aku suka."
"Selain buku-buku novel lainnya."
"Yah,aku waktu smp suka membaca novel tentang pahlawan."
"Dan apalagi kuat sekali."
"Kalau tidak salah nama bapaknya si ferda pada buku cerita ini adalah."
"Jarwo kalau tidak salah?."
"Si jarwo pada waktu muda sangat berbakat dengan silat apalagi strategi penyerangan."
"Karena dia sangat jenius sekali tentang penyerangan."
"Tapi ya ini sebuah buku cerita saja yang dikarang oleh manusia."
"Bukan cerita asli."
Dan avi telah selesai membaca bukunya dan avi menutup bukunya dan avi kedua tangannya keatas untuk menghilangkan lelah dikedua tangannya dan avi menurutkan tangannya dan avi berkata.
"Baik."
"Kayaknya pergi sebentar sepertinya."
Dan tampak avi berdiri dari kursinya dan berpindah tempat dan tampak setelahnya tampak avi berjalan-jalan dihutan akan tetapi melihat seseorang yang pingsan penuh luka dan avi berhenti berjalan dan mendekati seseorang tersebut.
Tampak avi terus melihat orang tersebut tampak pakaian orang tersebut seperti pakaian seorang pendeta dan avi berkata.
"Siapa orang ini sebenarnya?."
"Dan kenapa dia ada disini?."
"Kalau diperhatikan seperti seorang pendeta digereja ya?."
"Tapi untuk apa dia kesini."
"Dan apa yang terjadi dengan orang ini tersebut?!."
Tampaklah orang tersebut masih belum bangunan tampak luka-lukanya telah sembuh dan avi terus melihat orang tersebut dan memikirkan orang tersebut dan avi berkata.
"Siapa orang ini sebenarnya?."
Fery berkata.
"My lord!."
"Apakah tidak apa-apakah orang ini disini?."
"Saya takut dia seorang mata-mata."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa kok."
"Kamu waktu itu seperti itu jugakan?."
Kaget dong fery dan fery berkata.
"I-iya!."
__ADS_1
"A-akan tetapi my lord?!."
"Dia seorang pendeta."
"Cukup aneh kalau dia ada disini penuh luka?."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Mungkin lebih baik kita tungguh saja dia sadar kembalik."
Fery berkata.
"Iya,my lord."
Dan seketika orang itu bergerak dan membuka matanya dan berdiri dan melihat sekitar dan avi berkata.
"Kamu telah sadar ya?."
Pendeta itu kaget dong dan tampak kebingungan dan avi pun sadar hal tersebut dan avi berkata.
"Sebenarny apa yang terjadi kepadamu yang penuh luka?."
Orang itu berkata.
"Ha,ini ada dimana ya?."
Avi berkata.
"Ini ada dirumah sakit."
Tampak pendeta itu kebingungan dan orang itu berkata.
"Rumah sakit?."
Avi berkata.
"Iya."
Pendeta itu tampak masih kebingungan apa yang terjadi kepadanya dan orang itu berkata.
"Kamu siapa?."
Avi berkata.
"Aku?."
Orang itu mengangguk dan berkata.
"Iya,kamu."
Avi berkata.
"Hanya orang biasa saja kok."
Orang itu berkata.
"Orang biasa saja?."
"Oh,begitu ya."
Dan tampak fery tampak marah sampai-sampai tangannya dikepal sangat erat karena marah dan fery berkata sambil menujuk jari telunjuk kepada pendeta tersebut.
"Berani-beraninya dirimu!."
"Berkata yang tidak sopan!."
"Dia hadapan yang penguasa!."
Kaget dong sang pendeta dan avi hanya terdiam dan avi tampak pasrah dan avi berkata.
"Tenanglah fery."
Dan fery seketika marahnya meredah dan pendeta tersebut hanya terdiam sambil melihat kearah avi dan pendeta itu menatap tajam avi dan orang itu berkata.
"Omong-omong ini ada diderah mana?."
Avi berkata.
"Didaerah hutan terbantai berdarah huta."
Dan seketika pendeta itu kaget dan panik seketika dan orang itu berkata.
"Apa!!!!!!?."
"Hu-hu-hutan terbantai berdarah huta!."
Avi berkata.
"Iya."
"Ada apa?."
Tampak orang itu sangat ketakutan dan tidak percaya yang terjadi dan orang itu berkata.
"Ti-tidak apa-apa kok!."
"Ta-tapi kenapa ada seseorang berani membikin rumah disini?."
"Kenapa kamu membikin rumah didaerah hutan ini?."
Avi hanya tersenyum saja dan tampak fery tampak kesal dan avi pun sadar dan avi berkata.
"Karen-."
Fery berkata.
"Ini adalah sebuah negara."
Kaget dong orang itu dan terdiam dan orang itu berkata.
"Ne-negara!!!!."
Avi berkata.
"Iya,itu benar."
"Ini adalah sebuah kota negara."
Tampak orang itu hanya terdiam dan tampak kebingungan dan avi berkata.
"Kenapa kamu ada diderah ini?."
Orang itu berkata.
"Aku adalah seorang pendeta."
"Aku lari dari kepungan prajurit kerajaan."
"Aku yang dianggap sesat oleh semua warga kota aku tinggal."
"Aku berlari mencarai negara ex tizio."
"Untuk bersembunyik untuk menghindari prajurit-prajurit kerajaan yang aku tinggali tersebut."
"Karena yang aku ketahui kalau negara ex tizio tempat yang membantu orang-orang yang kurang mampu."
Tampak avi tersenyum dan avi berkata didalam dirinya.
"Sejak kapan aku berkata begitu?."
"Aku tidak ada berkata demikian."
"Aku membantu orang-orang yang kesusahan."
"Tapi kalau itu benar-benar kesusahan."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Begitu ya."
Orang itu berkata.
"Ini ada dinegara mana?."
Avi berkata.
"Ex tizio."
Kaget dong orang itu dan orang itu berkata.
"E-ex tizio!."
Avi berkata.
"Iya."
Tampak orang itu masih tidak percaya dan tampak kebingungan dan orang itu berkata.
"A-apakah kamu berbohongkah?!."
Avi menggelengkan kepalahnya dan avi berkata.
"Tidak,aku tidak berbohong."
"Ini memang negara ex tizio."
"Aku percaya atau tidak percaya ya tidak apa-apa sih."
Tampaklah orang itu terdiam dan seketika orang itu paham dan orang itu berkata.
"Baik,aku percaya kamu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi omong-omong kenapa kamu terluka dan berlari kemari?."
Orang itu seketika terdiam dan tampak wajah orang itu dan orang itu berkata.
"Itu gara-gara para dewa!."
"Mereka menghianati aku!."
"Gara-gara mereka aku jadi seperti ini!."
Tampaklah avi kebingungan dan orang itu berkata lagi.
"Tapi ini semua gara-gara para pendeta tertinggih yang menghianati aku."
"Karena gara-gara aku membantu penjahat tingkat tinggih."
"Mereka semua menuduhku menjadi orang jahat dan sesat."
"Aku menyesal sekali!."
"Aku tidak akan mempercayai tu-."
Dan seketika avi menutup mulut orang itu dengan tangannya dan avi berkata.
"Jangan kamu berkata begitu."
Tampak orang itu terkejut dong dan avi berkata.
"Karena perkataan lebih sakit dari sebuah pukulan."
"Ingat!."
"Tuhan tidak meninggali hambanya."
"Karena ada hikmah dari pelajaranmu tersebut."
"Karena mungkin tuhan yang kamu puja."
"Bukan tuhan sesungguhnya."
"Karena dia mau kamu mencari dirinya."
"Untuk menyembahnya."
"Kamu tidak tau tuhan sesuangguhnya."
"Kamu hanya menyembah patung saja."
"Itu tidak termasuk menyembah tuhan."
"Karena patung adalah benda."
"Bukan tuhan."
"Walaupun membikinnya menjadi sosok yang kamu anggap tuhan."
"Kamu jangan asal menyembah saja."
"Karena kamu menganggap orang kuat sekali dan tidak tertandingi."
"Menjadi tuhan."
"Maka kamu harus kamu ketahui."
"Mereka mempunyai kematian."
"Kalau umur mereka panjang."
"Karena mereka diberi kesempatan untuk beribadah dan balik kepadanya."
"Karena mereka orang-orang sesat."
"Tuhan bisa menghapus kekuatan sebuah makhluk."
"Kalau orang itu sombong dan mengaku tuhan."
"Kalau orangnya baik dan rajin beribadah."
"Maka tuhan akan memberinya kekuatan lagi."
"Tapi sebuah ujian dari tuhan."
"Adalah sebuah kecintaannya kepada seorang hambanya."
"Seperti sedang sial atau tertimpa musibah."
"Jadi pikir-pikirkanlah perkataanmu tersebut."
Dan seketika orang itu terdiam dan avi melepaskan tangannya dari mulut orang tersebut dan orang itu berkata.
"Be-begitu ya."
"Penjelasanmu tersebut memang benar sekali."
"Tapi."
"Apakah benar tuhan tidak marahkah?."
Avi berkata.
"Tidak akan."
"Kalau kamu membuatnya benar-benar marah."
"Karena tuhan lebih suka hamba-hambanya berbuat baik."
"Dan rajin beribadah."
Orang itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Jangan terlalu dipikirin."
"Karena keputusan ada didalam dirimu sebenarnya."
"Percaya atau tidak percaya ada didalam dirimu yang menentukan."
"Setiap orang akan berbedah-bedah pendapat tentang tuhan sesungguhnya."
Dan kebesokan harinya tampak avi sedang mencari sesuatu dihutan dan pada saat avi berjalan,avi melihat seseorang yang cukup parah lukanya dan tampak tangan kanannya setengah terputus entah kemana dan avi mendekati orang tersebut dan mengangkat orang tersebut dan berpindah tempat.
Tampak orang itu tersebut ada dirumah sakit yang avi bangun dan tampak orang tersebut masih terbaring ditempat tidur dan tampak luka-lukanya hilang akan tetapi avi tidak bisa menyembuhkan tangan orang tersebut dan tampak avi terus melihat orang tersebut dan avi berkata.
"Sepertinya dia belum sadar ya?."
Fery berkata.
"Iya,my lord."
Avi berkata.
"Dia ada bersampingan dengan pendeta itu tersebut."
"Akan tetapi sipendeta sudah sembuh luka-lukanya."
"Dia masih mau dirumah sakit."
"Seperti masih kepikiran waktu kemarin."
Fery berkata.
"Iya,sepertinya memang benar my lord."
Avi berkata.
"Tangan orang itu sama dengan para bawahan fahar yang dari manusia."
"Yang mana luka-luka pada penggerak tubuh tidak bisa disembuhkan."
"Bagaikan lukanya dalam waktu yang lama sekali."
Fery berkata.
"Itu memang benar my lord."
"Akan tetapi."
"Pada saat aku menjahit tangannya."
"Aku tidak menemukan apa-apa yang mencurigakan sama sekali dengan tangannya."
"Apalagi aku menutup tangannya dengan pembalut luka."
"Akan tetapi?."
"Sudah beberapa yang mencoba menyembuhkannya dengan skills penyembuh."
"Tidak berhasil juga."
"Ini seperti kayak kutukan."
"Dari seseorang."
Tampaklah fery mencoba memimirkan hal tersebut dan tampak avi hanya tersenyum dan avi berkata.
"Menurutku."
"Kutukan tidak semudah itu dijadikan kutukan."
"Kutukan itu hanya tuhan yang bisa."
"Akan tetapi kalau tuhan yang berkehendak kepada seseorang."
"Kutukan itu tidak sembarangan dikasih keseseorang."
"Karena tuhan tidak membiarkan hal tersebut."
"Kecuali tuhan yang berkehendak."
Tampaklah tangan kiri orang tersebut bergerak avi menyadarinya dan fery sangat terkejut dan avi tampak tersenyum dan avi berkata.
"Sepertinya orang itu telah sadar."
Fery berkata.
"Iya,my lord."
Tampak orang itu membuka matanya dan berdiri dan melihat sekitar dan avi mendekati orang tersebut dan avi berkata.
"Kamu telah sadar ya."
Orang itu tampak kebingungan apa yang terjadi dan orang itu berkata.
"Ini ada dimana?."
Avi berkata.
"Ini ada dirumah sakit."
Orang itu berkata.
"Rumah sakit!."
Avi berkata.
"Iya."
Dan orang itu sadar dong kalau tangan kanannya tidak merasakannya dan orang itu melihat tangan kanannya dia kaget dan tekejut dan orang itu berkata.
"Ehg!."
"Ta-tanganku!!!!."
Avi berkata.
"Tenanglah."
Orang itu berkata.
"Mana aku bisa tenang!."
"Kalau tangan kananku tidak ada!!!."
Avi berkata.
"Tenanglah."
__ADS_1
"Tidak apa-apa tentang tanganmu."
"Aki bi-."
Orang itu berkata.
"Gimana bisa tau!."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Orang itu berkata.
"Dimana tangan kananku berada?!."
Avi berkata.
"Aku pada saat aku melihatmu pingsan dihutan pada keadaan luka banyak dan tangan kanan telah putus begitu."
"Sebenarnya kamu kenapa tanganmu putus dan banyak luka begitu."
Tampaklah orang itu tampak sedih dan orang itu berkata.
"Ka-karena."
Avi tampak kebingungan dan avi berkata.
"Karena apa?."
Orang itu berkata.
"Karena aku seseorang yang dituduh penjahat."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Orang itu berkata sambil tersenyum dan orang itu berkata.
"Iya."
Orang itu berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya aku memang seorang penjahat tingkat atas."
"Aku mencoba kabur dari penjara kastil."
"Tapi aku diserang habis-habisan."
"Dan aku memcoba lari kehutan terbantai berdarah huta."
"Tapi sepertinya orang ini tampak polos sekali ya."
"Mudah kali ditipu dengan tipuan wajahku dan nada suaraku tersebut."
"Aku seorang penjahat yang membunuh seorang putri dikerajaan aku tinggal."
"Aku ditangkap pada aku ada dirumah dimalam hari."
"Dan dihukum penjara seumur hidup."
"Hmm,tapi kayaknya."
"Orang ini dapat dipercaya."
Dan tampak avi menyadari isi hati orang itu tersebut dan avi seketika tersenyum dan sebenarnya orang itu adalah seorang penjahat kelas kakap karena dia banyak membunuh orang-orang penting berbagai daerah kerajaan dan orang itu banyak dijuluki sang penjahat tersembunyi karena dia membunuh secara sembunyi-sembunyi.
Dan beberapa hari telah berlalu tampak avi ada disamping orang itu dirumah sakit yang mana dia sedang masih belum sembuh dan tampak orang itu duduk ditempat tidur dan avi berkata.
"Apakah luka tanganmu sudah sembuh?."
Orang itu menjawab.
"Belum."
"Masih belum sepenuhnya sembuh."
"Masih ada rasa sakit."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Dan seketika avi teringat sesuatu dan mengambil sebuah barang dari skills ruang hitam yang mana barang tersebut adalah tangan penganti berupa tangan robot dan avi berkata.
"Oh iya,ini dia."
Tampaklah orang itu kebingungan karena tidak tau barang tersebut dan orang itu berkata.
"Apa itu?."
Avi berkata.
"Oh ini!."
"Ini adalah tangan palsu."
Tampak orang itu masih kebingungan dan orang itu berkata.
"Tangan palsu?."
Avi berkata.
"Iya."
"Tangan ini untukmu mempermudah mengambil dan makan."
Orang itu masih belum mengerti sama sekali dan orang itu berkata.
"Tapi percuma sajakan."
"Kalau tangan tidak bisa dikendalikan."
"Kalau juga bisa dikendalikan skills pengendali barang dan makhluk."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Tenang saja."
"Kamu bisa mengendalikannya."
Kaget dong orang itu dan orang itu berkata.
"Ehg!."
"Bi-bisa aku kendalikan?!."
Avi berkata.
"Iya."
"Apakah kamu tidak tau tentang tangan palsukah?."
Orang itu menggelangkan kepalahnya dan berkata.
"Tidak belum."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya apakah mereka belum taukah?."
"Padahal tangan palsu sudah ditemukan pada abad pertengahan."
"Pada kerajaan romawi."
"Haaaa."
"Tapi ini sangat berbedah dengan dibumi."
"Ini bukan bumi."
"Melainkan dunia yang tidak aku ketahui."
"Yah,karena dunia ini mempunyai banyak ciri-ciri seperti dibumi."
"Tapi paling banyak yang tidak ada dibumi."
"Haaaa."
Dan avi berkata dengan mulutnya.
"Berikan tangan kananmu."
Orang itu berkata.
"Baik."
Avi langsung memegang tangan kanannya dan membuka pembalut luka tangannya dan tampak orang itu hanya terdiam saja dan tampaklah luka ditangan kanannya telah hilang dan avi langsung memakainya ketangan kanannya dan avi berkata.
"Baik,telah selesai."
Dan orang itu mencoba tangan palsunya dan orang itu berkata.
"Iya,ini benar dikendalikan."
"Tapi aku begitu terbiasa."
Avi berkata.
"Cobalah terbiasalah iya."
Orang itu berkata.
"Iya."
"Tapi kenapa anda menolongku?."
"Padahal aku hanya orang asing?."
Avi hanya tersenyum dan avi berkata.
"Karena setipa orang harus tolong-menolong satu sama lain."
"Tanpa memandang siapa orangnya."
"Mau orang jahat atau orang baik."
"Karena setiap orang sama."
Tampaklah orang itu tersenyum dan orang itu berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah avi yang lagi bersantai diruangan kerjanya sambil meminum teh dan seketika masuk sang pendeta dan berjalan mendekati avi dan setelahnya pendeta itu berkata.
"Tolong ajarkan tentang agamamu?!."
Kaget dong avi dan avi berkata.
"Ehg!agamaku?."
Pendeta berkata.
"Iya."
"Aku ingin tau tentang agamamu."
Tampak avi kebingungan dan avi berkata.
"Tapi dari mana kamu bisa tau tentang agamaku yang berbedah?."
Pendeta berkata.
"Karena bawahan anda yang memberitau tersebut."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baik,aku akan mengajarimu tentang agamaku."
Tampaklah pendeta itu tampang senang dan avi berkata.
"Gimana kita belajar sekarang."
Pendeta berkata.
"Baik!."
Avi dan sang pendeta belajar bersama dan setiap hari tampak sipendeta mulai memahaminya dan mulai mengerti dan tampak orang itu juga diajari avi menggunakan tangan palsunya dan tampak orang itu mulai bisa mengendalikan tangan palsunya.
Tampak mereka berdua berdiri didepan avi yang sedang duduk diruangan kerjanya dan avi tampak kebingungan karena avi tidak tau apa-apa dan avi berkata.
"Jadi ada apa kalian berdua kesini?."
"Apakah kalian mau kembalikkah?."
Dan mereka berdua seketika berlutut dihadapan avi dan sipendeta berkata.
"Kami tidak bermaksud mau pulang."
"Melainkan."
Tampaklah avi tampak kebingungan dan avi berkata.
"Jadi apa?."
Mereka berdua berkata.
"Tolong jadikan kami bawahanmu!."
Tampaklah avi kaget dong dan kebingungan dan tampak serena melihat avi yang sedang berpikir dan avi berkata.
"Ehg!apa maksud kalian?."
Mereka berdua berkata.
"Kami ingin mengabdi kepada anda."
"Jadi kami mohon!."
"Jadikan kami bawahan anda!."
Tampak avi masih kebingungan dan seketika avi paham dan avi berkata.
"Jadi kenapa kalian mau menjadi bawahanku?."
Seketika mereka berdua saling melihat dan sipendeta berkata.
"Saya mengabdi kepada anda adalah."
"Saya ingin selalu berada disamping anda."
"Dan mendapatkan ilmu agama anda yang belum aku ketahui tersebut."
Avi berkata.
"Kan lebih baik berguru dari pada menjadi bawahankan?."
Sipendeta menggelangkan kepalahnya dan berkata.
"Tidak,bukan."
"Saya ingin selalu berada disamping anda."
"Karena saya tidak tau kemana saya menyembah tuhan."
"Selain tuhan agama anda."
"Berguru merupakan sedikit bagus."
"Tapi itu berarti saya akan berpisah dengan anda."
"Saya belum sepenuhnya paham betul tentang agama anda."
"Jadi lebih baik saya menjadi bawahan anda."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kenapa mau menjadi bawahan?."
Sipendeta menjawab.
"Saya mempunyai alasan tertentu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Dan kamu kenapa mau menjadi bawahanku?."
Orang itu berkata.
"Saya banyak melihat sosok anda yang sangat hebat akan tetapi anda menyembunyikannya."
"Apalagi anda baik."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berkata.
"Baik?."
Orang itu menjawab.
"Iya."
"Anda banyak menolong orang-orang yang sedang dapat musibah."
"Tapi anda tidak mau mendapatkan apa-apa dari orang lain."
"Dan saya mempunyai alasan tersendiri tentang mengapa saya mau menjadi bawahan anda."
Avi tampak tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Mereka berdua berkata.
"Iya,my lord!."
Mereka berdua berkata didalam dirinya.
"Alasan kami adalah karena!."
"Anda sosok paling kami cintai!."
"Entah kenapa,tapi kami!."
"Selalu mau berada disamping anda!."
Avi berkata.
"Oh iya!."
"Nama kalian berdua siapa?."
Mereka berdua berkata.
"Nama kami?."
Avi mengangguk dan berkata.
"Iya,nama kalian?."
Tampaklah mereka berdua saling melihat satu sama lain dan sipendeta berkata.
"Nama saya adalah zio."
Avi berkata.
"Begitu ya,namamu zio ya."
"Salam kenal zio!."
Zio berkata.
"Iya,my lord."
Avi berkata.
"Namu siapa?."
Orang itu berkata.
"Namaku adalah vio,my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya,namamu vio ya."
"Salam kenal vio."
Vio berkata.
"Baik,my lord."
Avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!nama mereka memakai kata terakhir 'IO'."
"Haaaa,memang benar manusia sangat entahlah."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Mohon kerja samanya ya."
"Zio dan vio!."
Mereka berdua berkata.
"Baik,my lord!."
__ADS_1