
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi bersantai diruang kerjanya sambil duduk dikursi meja kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Kayaknya aktifitas yang biasa yang aku lakukan dibumi,tidak bisa lagi disini ya."
"Karena yang aku lakukan akan dikerjakan oleh mereka."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Aku sangat merindukan aktifitas yang aku lakukan dibumi."
"Yang mana aktifitas yang aku lakukan dibumi adalah."
"Membantu mengangkat barang orang lain yang dalam kesusahan."
"Ataupun memberi penjelasan yang tidak mengerti."
"Yah,biasanya masih banyak sih."
"Yang aku lakukan dibumi."
"Tapi terkadang aku suka bermain-main dengan anak-anak yatim disuatu panti asuhan."
"Karena biasanya aku setiap hari kepanti asuhan."
"Tapi kenapa ya,banyak orang-orang yang suka dengan hal-hal tidak ada gunanya sama sekali ya?."
"Seperti berpacara,suka hal-hal kotor seperti film dewasa,dan suka dengan hal yang benar-benar memang tidak ada gunanya sama sekalipun."
"Padahal dunia ini terlalu sederhana sekali."
"Dan dunia bukanlah hal sesuatu yang harus didapatkan."
"Karena dunia mau dia dikejar dengan sekuat tenaga."
"Maka dia makin menjauh terus-menerus karena dunia hanya mempermainkan yang mengejarnya saja."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Oh iya."
"Kalau tidak salah sudah satu bulan ya,aku menikah denganya."
"Kalau tidak salah namanya gicy ya?."
Sebenarnya nama gicy adalah nama dari nama gubernur negara feresdy yang menikah dengan avi dan avi berkata.
"Kalau tidak salah sudah satu bukan menikah dengannya ya."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi aku sekarang sudah mempunyai dua puluh istri."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Mempunyai istri sebanyak dua puluh orang begitu pusing sekali ya."
"Satu saja sudah bikin pusing bagiku."
"Apalagi dua puluh orang istri."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Makin membuatku pusing saja."
"Karena aku tidak pandai menjadi seorang suami yang terbaik bagi istri-istriku."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Ha,tapi kalau tidak salah gicy itu sudah tidak menjadi gubernur dari negara feresdy."
"Karena pernikahanku dengannya akan tetapi dia merahasikan itu dari orang-orang negara feresdy,apalagi gicy keluar dari jabatan gubernurnya tanpa sebab apapun dia katakan keraja negara feresdy tersebut kalau dia ingin keluar dari jebatannya tersebut."
"Dan juga aku membuat suatu pengumuman tentang kalau gicy ada dibawah perlindunganku karena dia berada disini,apalagi aku merahasikan identitasnya dari negara lain."
Tampaklah avi yang lagi duduk dikursi meja ditaman bunga dan tampaklah istri-istri avi ada disitu akan tetapi istri-istri avi yang lagi melihat-lihat bunga ditaman bunga tersebut,tampaklah avi seketika teringat sesuatu dan avi seketika memegang ujung rambut depannya dan avi berkata.
"Ha,kayaknya rambutku mulai panjang ya?."
"Kayaknya aku harus memotongnya-lah."
"Atau dibotak saja ya?."
"Ha,itu cukup bagus juga ya."
"Baiklah kalau begitu,kayaknya aku botakin sajalah rambut ini tersebut."
"Karena terlalu panjang sekali."
Seketika para istri avi terkejut dengan perkataan avi tersebut dan vema berkata.
"A-apakah anda mau membotakin rambut andakah?."
Avi berkata.
"Ha,iya."
"Karena cukup bagus juga kalau botak."
Seketika para istri avi berkata.
"Itu tidak boleh!."
"Anda jangan botak!."
Avi terkejut dengan hal tersebut dan avi berkata.
"Ehg?."
"Tidak boleh botakkah?."
Para istri avi berkata.
"Tidak boleh!."
Avi berkata.
"Kan cukup bagus jugakan kalau botak?."
Para istri avi berkata.
"Itu tetap tidak boleh!."
Avi terkejut dengan hal tersebut dan avi berkata.
"Ehg?."
"Kenapa tidak boleh?."
"Kan padahal aku waktu kecil aku sering kali botak dan sampai-sampai kinclong kurang kinclong."
Tampaklah para istri avi terdiam dan memikirkan tentang avi yang masih kecil dan berkepalah botak,seketika para istri avi hanya terdiam saja karena mereka ingin tertawak tapi mereka takut akan marah avi kepada mereka semua karena mereka menertawakan avi,avi berkata.
"Aku harus aku apai ya,dengan rambut sepanjang ini?."
"Apalagi kalian melarangku untuk membotakinnya?."
Seketika para istri avi tersenyum dan mila berkata.
"Tenang saja,wahai my lord."
"Biar kami yang akan mengatasi masalah rambut anda tersebut."
Tampaklah avi seketika bingung dan avi berkata.
"Ehg?."
"Be-begitu ya."
Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang lagi duduk dikursi meja kerjanya yang ada diruang kerjanya dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaa."
"Iya,sih mereka sudah mengatasi rambutku yang panjang ini tersebut."
"Tapi hanya dirapikan saja dan tidak dipotong mendek pulak."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya aku sama saja ya,dengan satu pahlawan disuatu komik."
"Yang mana nama pahlawan ini adalah mas kulin dari komik pahlawan tempat tidur,yang mana dia berambut panjang sekali dan sampai-sampai seperti wanita kalau dilihat."
"Karena saking panjangnya rambutnya."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Mempunyai rambut panjang tidak enak menurutku."
"Karena banyak kutu dan mudah gatal-gatal dikepalah karena debu-debu menempel dikepalah dan itu membuat kepalah gatal."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah seketika muncullah seseorang itu didepan avi dan avi kebingung dengan kedatangan seseorang itu karena dia jarang datang keruangan pada hari senin tapi dia muncul pada hari senin dan avi berkata.
"Ha,kenapa kamu datang kemari ya?."
"Padahal kamu jarang datang kesini pada hari seninlah?."
"Kenapa kamu datang kesini ya?."
Seseorang itu berkata.
"H-ha,soal itu."
Tampaklah seseorang itu tampak gerogi sekali dan avi menyadarinya hal tersebut dan avi berkata.
"Kenapa kamu segerogi begitu ya?."
"Apa yang membuatmu segerogi begitu?."
Seseorang itu berkata.
"H-ha,tidak apa-apa!."
"Hanya saja apakah sety mau menerimaku atau tidak ya?."
Avi seketika terkejut dengan perkataan seseorang tersebut dan avi seketika tersenyum karena sudah mengetahui maksud perkataan seseorang itu tersebut dan avi berkata.
"Apakah kamu mau melamar setykah?."
Makin gerogi seseorang itu dan seketika seseorang itu menganggu kepalahnya dan seseorang itu berkata.
"Sa-saya ingin melamarnya."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Gimana kita tanyak langsung kestynya,mungkin dia menerimamu atau tidak sama sekali."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Baik,aku sebisa mungkin biar diterimanya!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah avi,seseorang itu dan juga sety sedang duduk disuatu ruangan dan avi mulai menceritakan kepada sety tentang kenapa dia disuruh datang ketempat ruangan avi berada tersebut dan avi menceritakan kalau seseorang itu ada yang mau dia katakan kepada sety,setelah sety mendengar cerita asli tentang dia disuruh datang keruangan avi berada yang mana seseorang itu melamarnya dan seketika sety tersenyum dan sety menerima lamaran dari seseorang itu tersebut,avi juga menanyakan tentang pemberian apa yang dia kasih kepada sety,seseorang itu menjawab kalau dia hanya mempunyai dua ratus koin emas saja dan dua sebuah pedang,avi seketika tersenyum karena avi mengetahuinya kalau seseorang itu masih ragu yang apa yang dia berikan kepada sety dan avi mengatakan kalau itu sudah cukup bagi pemberian kepada sety yang akan menjadi istri dia,seketika senang seseorang itu tersebut dan setelahnya seseorang itu menikah dengan sety walaupun seseorang itu sedikit malu-malu sekali.
Tampaklah avi dan seseorang itu sedang berjalan-jalan didalam hutan dan seketika avi berhenti berjalan begitu juga seseorang itu berhenti berjalan juga dan avi berkata.
"Ha,kita sebenarnya mau kemana ya?."
Seseorang itu berkata.
"Yah,jalan-jalan tidak jelaslah."
"Karena aku juga tidak tau kemana sih."
"Hehehehehehehe."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Kayaknya ada beberapa monster-monster ya,yang mulai mendekati kita berdua."
Seseorang itu berkata.
"Ha,monster?."
"Abaikan saja monster-monster tersebut."
"Mereka itu lemah-lemah semua tau dan tidak ada gunanya untuk bunuh."
Avi berkata.
"Ha,tenang saja."
"Sebenarnya aku ingin mencari material dari monster-monster yang mulai mendekati kita berdua."
"Apalagi terkadang aku setiap hari melakukannya."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
Avi seketika tersenyum jahat dan seketika avi mengambil pedang kerisnya dari dalam skills ruang hitam dan avi berkata.
"Waktunya kita mulai sekarang."
Seketika avi bergerak menyerang monster-monster tersebut dengan kecepetan tinggih sekali walaupun hanya dua persen kecepatan saja yang avi keluarkan kecepatannya,tampaklah monster-monster itu mulai berjatuhan dan terbunuh semuanya bagaikan waktu berhenti,tampaklah avi sudah ada diatas tumpukan-tumpukan mayat-mayat monster yang dia bunuh dengan keadaan duduk dan sampai-sampai menjulang keatas,tampaklah seseorang itu hanya terdiam terbengong saja yang dia lihat tersebut karena dia tidak bisa melihat avi sedang membunuh monster-monster tersebut dan dia tidak bisa juga melihat kalau avi sudah selesai monster-monster tersebut dengan begitu cepat sekali dan seseorang itu berkata.
"I-itu tidak mungkinkan?."
"Mana mungkin kekuatan sekuat itu dan aku juga sampai-sampai tidak menyadarinya sama sekalipun?."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Kan kamu bilang bisa melihat kecepatan secepat itu?."
"Padahal aku hanya bergerak menyerang monster-monster ini dengan kecepatan biasa-biasa saja."
"Apalagi apakah kamu memang tidak menyadariku menyerang monster-monster inikah?."
Seseorang itu menganggu dan berkata.
"Iya,aku tidak bisa menyadarimu saat kamu bergerak menyerang monster-monster tersebut."
"A-apakah kecepatanmu,secepat itukah?."
Avi berkata.
"Ha,aku tidak tau sih seberapa cepat aku?."
"Tapi."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Hanya yang tau bukan aku loh."
__ADS_1
"Jadi jangan menganggapku hebat dan ahli."
"Karena ini bukanlah miliku,karena kehebatan dan keahlianku ini hanya sementara saja."
"Jadi jangan menganggapku hebat ataupun ahlinya ya."
Seketika seseorang itu tersenyum dan seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi."
Seketika seseorang itu tertawak jahat dan seseorang itu berkata.
"Apakah kamu mau bertarung denganku?."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Bertarung?."
"Untuk apa?."
Seseorang itu berkata.
"Pakai nanyak pula."
"Yah,bertarung satu sama lainlah."
"Yang mana aku bisa mengetahui seberapa kuat dirimu sebenarnya."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya."
"Tapi kenapa harus bertarung ya?."
"Kan bisa hal lainnya?,selain bertarung?."
"Misalnya mengangkat batu besar diatas dipunggung dan berjalan sampai digunung sana."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Cukup menarik juga ya."
"Tapi itu masih belum apa-apanya bagiku."
"Jadi lebih baik kita bertarung saja gimana?."
"Karena kita masing-masing akan mengetahui seberapa kuat kita berdua."
Avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaa."
"Okelah kalau begitu."
"Aku menerimanya."
Seseorang itu berkata.
"Oke,sudah sepakatkan?."
"Jadi kita bertarung satu sama lainnya."
Tampaklah avi seketika berdiri dari duduknya dan seketika turun dari tumpukan mayat monster-monster tersebut dan avi seketika memasuki semua mayat-mayat monster tersebut kedalam skills ruang.
hitamnya,tampaklah avi yang sudah mau bersiap-siap bertarung dengan seseorang itu tersebut dan seketika avi dan seseorang itu mulai saling menyerang satu sama lainnya dengan menggunakan pedang mereka masing-masing,tampaklah pertarungan mereka begitu benar-benar sengit sekali walaupun avi hanya terlihat tenang dan biasa saja dan tampaklah seseorang itu tampak kesusahan sekali untuk.
menahan dan menyerang avi,tampaklah pertarungan mereka berdua begitu mengerikan sekali yang mana langit menjadi merah sekali dan tanah-tanah mulai berlubang-lubang begitu besar sekali,gunung-gunung juga berhancuran sekali dan hutan-hutan terpotong dan terbakar semua,tampaklah pertarungan mereka begitu mengerikan sekali dan.
tampaklah pedang seseorang itu terlempar sangat begitu jauh sekali karena pedang seseorang itu tidak mampu menahan kekuatan dari pedang avi yang bergesekan satu sama lainnya,tampaklah seseorang itu menggunakan bela diri dan tampaklah avi juga menggunakannya juga akan tetapi avi lebih ahli bela diri karena avi pernah mengikuti pencak silat dari sekolah dasar sampai kuliah,tampaklah seseorang itu terus-menerus kenak hajar oleh avi karena avi sangat begitu ahli sekali dalam bela diri.
Tampaklah setelahnya seseorang itu menyerah dan avi tidak menyerang lagi terhadap seseorang itu tersebut dan avi berkata.
"Apakah sudahkah?."
"Karena aku merasa tidak enak bertarung denganmu tanpa tujuan apapun."
Seketika seseorang itu tersenyum dan seketika seseorang itu tertawak dan seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Kamu sungguh mengerikan sekali ya."
"Dan kamu sungguh kuat sekali ya."
"Tapi kamu masih merahasiakan kekuatan aslimu sepenuhnya."
"Memang layak harus dilayani kayaknya."
Seketika seseorang itu berlutut dihadapan avi dan avi seketika terkejut melihat seseorang itu berlutut dihadapannya dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Ke-kenapa kamu berlutut dihadapanku ya?."
Seseorang itu berkata.
"Hahahahahahaha."
"Pakai nanyak pula."
"Baiklah kalau begitu,aku akan beritau kekamu."
"Aku sudah mengetahui seberapa kuat dan mengerikan dirimu sebenarnya."
"Walaupun kamu masih merahasiakan kekuatan asli sebenarnya."
"Tapi aku bertarung dengan dirimu seolah aku sedang dipermainkan dan diperlemah oleh dirimu."
"Padahal aku sangat kuat sekali loh."
"Tapi aku mengakaui dirimu sebagai tuanku."
"Walaupun aku tidak menganggapmu seorang tuhan karena tuhan sesungguhnya ada."
"Apalagi tuhan sesungguhnya itu lebih kuat dari berdua-kan?."
"Apalagi istriku juga adalah salah satu bawahanmu juga."
"Jadi sudah aku putuskan kalau aku akan melayanimu sebagai tuanku."
"Walaupun aku tidak menganggapmu seorang tuhan."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi apakah kamu yakinkah menjadi bawahanku?."
"Padahal aku sudah menganggapmu bagai sahabat sejatiku."
Seketika seseorang itu tersenyum dan seseorang itu berkata.
"Iya,aku sangat yakin sekali."
"Walaupun kamu menganggapku bagai sahabat sejati untukmu."
"Apalagi aku tidak tau melayani siapa lagi."
"Karena aku selalu tidak ada kerjaan sama sekalipun."
"Apalagi aku tidak ada seseorang pun yang dapat aku layani kecuali mengerjakan tugas dari tuhan berikan kepadaku saja."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Aku terima kamu sebagai bawahanku sekarang."
Seseorang itu berkata.
"Baik,terima kasih banyak telah menerimaku sebagai bawahanmu."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
"Oh iya."
"Aku masih belum tau nama aslimu?."
"Karena kamu tidak pernah memberitau nama aslimu-lah kalau tidak salah?."
Seseorang itu berkata.
"Ha,nama asliku ya."
"Nama asliku adalah navas gustav."
"Tapi aku tidak akan memakai nama asliku itu tersebut."
"Karena nama asliku ini hanya pengambilan dari beberapa nama yang aku ambil sembarangan."
"Jadi aku ingin,andalah yang memberi nama kepadaku."
Avi berkata.
"Ha,nama ya?."
"Nama yang bagus apa ya?."
"Apakah kamu yakin kalau aku memberi nama kepadamu-kah?."
Seseorang itu berkata.
"Iya,saya sangat yakin sekali."
"Wahai tuanku."
Avi berkata.
"Ha,kalau begitu."
"Namamu adalah gamad."
Seseorang itu berkata.
"Gamad?."
"Apa itu artinya?."
Avi berkata.
"Adalah."
"Rahasia."
"Hehehehehehe."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Baiklah kalau begitu."
"Nama saya adalah gamad."
"Saya akan patuh kepada anda pada hari."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Mohon kerja samanya ya,gamad."
Gamad berkata.
"Baik,tuanku."
Avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Aku pergi sebentar dulu ya."
Gamad berkata.
"Baik,saya mengerti tuanku."
Tampaklah seketika avi pergi menjauh gamad,tampaklah setelahnya gamad berdiri dan berkata.
"Keluarlah wahai encient buildku."
Seketika encient build itu muncul dihadapan gamad dalam keadaan berlutut dihadapannya dan salah satu ancient build itu berkata.
"Ada apa anda memanggil kami,wahai tuanku?."
Gamad berkata.
"Kayaknya mereka mulai berulah lagi sepertinya."
"Jadi kalian atasi-lah mereka tersebut ya."
"Karena aku tidak suka kalau mereka berulang kedunia ini tersebut."
"Apalagi membuat tuanku kelelahan karena ulah mereka tersebut."
Para ancient build itu berkata.
"Baik,kami mengerti tuan."
"Baik,kami akan mengerjakan yang apa anda katakan tersebut kepada kami semua."
Seketika para encient build itu menghilang dari hadapan gamad dan sebenarnya encient build itu adalah bawahan dari gamad dan encient build itu adalah raja kegelapan juga yang sudah tundukan oleh gamad pada waktu dulu,seketika gamad tersenyum jahat dan gamad berkata.
"Begitu ya."
"Kalau mereka sampai membuat tuanku kelelahan karena mereka."
"Maka aku tidak tanpa pikir akan membunuh mereka semua tanpa ampun sama sekalipun."
"Karena mereka melakukan ulah yang tidak ada gunanya sama sekalipun bagi mereka sendiri."
Tampaklah gamad seketika tersenyum dan kebesokan harinya tampaklah avi yang lagi bersantai diruang kerjanya sambil duduk dikursi meja kerjanya dan avi berkata.
"Ehg?."
"Undangan dari kerajaan timur?."
Tampaklah zulky ada berdiri didepan avi dan zulky berkata.
"Iya,my lord."
"Ini surat undangannya,wahai my lord."
Tampaklah zulky menyerahkan surat tersebut kepada avi dan avi membaca surat tersebut dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
__ADS_1
"Kayaknya kerajaan timur ini ingin membicarakan sesuatu ya,kepadaku?."
"Tapi kenapa harus mengundangku segalah ya?."
"Hmmmmmmmm?."
"Kayaknya aku akan pergi kekerajaan timur tersebut."
Zulky berkata.
"Baik,saya mengerti wahai my lord."
Tampaklah avi sudah ada duduk berhadap-hadapan dengan raja dari kerajaan timur tersebut disuatu ruangan dan avi berkata.
"Jadi ada apa anda mengundangku kesini ya?."
"Padahal hanya ingin membicara hal sesuatu tidak pentingkan?."
Raja itu seketika tersenyum dan raja itu berkata.
"Aku mengundangmu bukanlah hal itu tersebut."
"Melainkan ingin bertanyak denganmu."
"Tapi sebelum itu."
"Kalau dirimu menganggapku ingin bertanyak hal tidak penting."
"Maka itu bohong karena yang aku tulis disurat itu bohong ya."
"Karena aku ingin memancingmu keluar dari kerajaanmu."
"Karena banyak kerajaan-kerajaan yang sudah sekali membuatmu keluar dari kerajaanmu tersebut."
"Bagaikan ratu semut saja kalau diperhatikan ya."
"Tapi aku ingin bertanyak denganmu,avi raja dari kerajaan ex tizio."
Avi berkata.
"Tanyak apa?."
Raja itu berkata.
"Aku ingin bertanyak sesuatu kepadamu."
"Katanya kamu hebat dan ahli dari perkataan yang dikatakan oleh seseorang ya?."
"Apalagi yang mengatakan itu adalah nomis sang gubernur dari negara jomblo."
"Jadi apakah kamu bisa menjawab pertanyaanku inikah,avi."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Iya,mungkin bisa."
Raja itu berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Aku ingin bertanyak kepadamu,avi."
"Gimana kamu bisa mengatur satu negara begitu mudah sekali ya?."
Avi berkata.
"Ha,aku hanya melakukan yang apa bisa."
"Karena aku bukanlah ahli dalam pemerintahan."
"Apalagi aku hanya melakukan yang sebisa mungkin saja."
"Karena aku tidak mau mengatakan yang tidak berguna bagiku saja."
"Tapi itu hanya masih dasarnya saja ya."
Raja itu berkata.
"Begitu ya."
"Kata sinomis itu kalau tidak salah."
"Kamu itu tidak seperti raja umumnya,yang mana kamu biasa melakukan aktifitas tidak seharusnya seorang raja melakukannya."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Aku ingin bertanyak kapadamu."
"Apa gunanya jabatan menurutmu yang baik itu?."
Raja itu berkata.
"Ehg!."
"Hmmmmmm?."
"Apa ya?."
"Jabatan yang baik itu apa ya?."
Avi berkata.
"Untuk apa jabatan kalau tidak melakukan suka kebaikan?."
"Kan sia-siakan jabatannya kalau melakukan suatu kebaikan."
"Jabatan itu sebenarnya bukan miliki kita,jadi untuk apa digunakan begitu serius sekali."
"Walaupun dia pemimpin negara,dia tetap harus tegas mengatasi negaranya yang dia pemimpin."
"Tapi jabatan ini sebenarnya bukanlah hal sesuatu yang perlu-lah bagiku."
"Karena hanya gajimu saja yang naik malahan."
"Untuk apa jabatan begitu tinggih sekali tapi dia sendiri tidak melihat sekitarnya."
"Yang mana orang-orang kelaparan,dia malahan makan-makanan begitu mewah sekali tanpa memikirkan orang sekitarnya yang sedang kelaparan."
"Orang bodoh mana yang mempunyai jabatan begitu tinggih sekali tapi tidak berbuat baik bagi sekitarnya."
"Apalagi berbuat baik hanya ingin dapat pujian dan perhatian orang-orang saja."
"Sebenarnya jabatan pemimpin negara itu sebenarnya sederhana tapi masalah kepemimpinan negaranya yang dibuat begitu berat sekali."
"Jabatan itu harus memperhatikan sekitarnya,bukan tidak memperhatikan sekitarnya."
"Jabatan itu harus berbuat baik bagi sekitarnya,bukan tidak buat baik ya."
"Jabatan itu sebenarnya bukanlah milik kita sebenarnya."
"Dan apalagi jabatan itu hanya sementara saja."
"Apalagi terkadang orang-orang yang memiliki jabatan begitu tinggih sekali tidak memperdulikan sekitarnya."
"Apalagi tidak memperdulikan seberapa susah orang-orang disekitarnya."
"Orang yang mempunyai jabatan tinggih itu harus berbuat baik,bukan tidak berbuat baik ya."
"Tapi anda janganlah melakukan sama seperti suatu masa itu tersebut."
"Yang mana suatu masa ini sudah benar-benar sudah berkembang sekali dengan teknologinya yang begitu canggih sekali."
"Mereka berlombah-lombah menciptakan dan mendapatkan hal sesuatu yang baru dan begitu canggih sekali."
"Akan tetapi mereka lupa dengan tuhan mereka sendiri yang selalu memperingati mereka dan selalu menungguh mereka kembalik kepadanya."
"Tapi masa ini sudah benar-benar bodoh sekali walaupun pintar dalam suatu hal tapi mereka bodoh dengan yang sedang terjadi kepada mereka dapatkan."
"Yang mana mereka sedang dipermainkan oleh dunia,biar mereka selalu sibuk dengan dunia yang selalu mereka lakukan setiap harinya."
"Yang mana masa ini banyak sekali orang-orang menarik-narik tidak jelas."
"Apalagi kebodohan dianggap keren."
"Orang bodoh mana hal bodoh dianggap kerenkan?."
"Tapi begitulah suatu masa itu tersebut."
"Pemimpin negara tidak memperdulikan orang-orang sekitarnya."
"Pemimpin negara pada masa ini selalu memperdulikan diri sendiri dan keluarganya saja dari pada orang-orang sekitarnya."
"Banyak kejahatan-kejahatan dianggap biasa saja."
"Apalagi harga diri selalu dijual loh."
Raja itu berkata.
"Ehg?."
"Harga diri dijual?!."
"Woi,mana bisa harga diri dijual?."
Avi berkata.
"Yah,begitulah pada masa ini tersebut."
"Yang mana banyak harga diri dijual kepada seseorang yang mereka kejar."
"Rasanya anehkan kalau harga diri dijual."
"Bagaikan berdagang saja tapi harga diri."
"Yah,pada masa ini membenar-benar buruk sekali."
"Walaupun teknologi begitu canggih sekali."
"Pada masa ini tersebut sudah benar-benar buruk sekali."
"Jadi anda jangan meniru orang-orang dari masa itu tersebut ya."
Raja itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi apa yang membuatmu tidak berharap dengan seseorang ya?."
"Karena nomis juga mengatakan kalau kamu tidak berharap banyak dengan seseorang."
"Ataupun tidak ada sama sekalipun."
"Apa yang membuatmu tidak berharap begitu kepada seseorang ya?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Woi-woi,kenapa anda menanyakan yang hal tidak ada gunanya sama sekalipun."
"Ha,baiklah aku akan menjawabnya."
"Dunia dia ini sebenarnya pahit."
"Tapi lebih pahit lagi berharap dengan seseorang."
"Karena akan mendapatkan kepahitan akhir-akhirnya."
"Karena aku pernah mendapatkannya,yang mana dulu aku sangat berharap dengan seseorang tapi dia malah berhianat."
"Jadi itulah janganlah terlalu berharap dengan seseorang walaupun dia terlihat baik."
"Yah,walaupun aku berharap sama seseorang itu hanya ingin menguji coba tentang seberapa pahitnya berharap dengan seseorang."
"Tapi ya,aku sudah tau seberapa pahit berharap dengan seseorang."
"Yah,walaupun aku menggunakan dari kata seseorang yang mana dia panglima perang dari salah satu sahabat dari orang paling mulia."
"Tapi sebenarnya aku percaya dengan seseorang tapi terkadang aku harus memikirkan tindakan yang harus aku lakukan sebelum tindakan aku pilih adalah salah."
"Tapi aku bukanlah orang paling benar."
"Karena masih banyak lagi lebih hebat dariku."
"Aku juga bukanlah orang paling tau karena masih banyak lagi orang yang lebih tau dariku."
"Aku mengatakan tadi itu hanya hal dasar saja."
"Masih banyak yang belum aku ketahui tapi aku harus banyak belajar dari orang-orang terdahulu yang lebih tau dariku."
"Yang mana pernah aku pelajari dari buku-buku atau tulisan-tulisannya."
"Apakah anda taukah,dunia ini sederhana sekali."
"Hal masalah takdir yang tuhan berikan itu selalu baik."
"Tapi walaupun terkadang perlu air mata untuk menerimanya."
"Tapi dunia ini sebenarnya tidak bagus dikejar karena akan membuat kita kelelahan saja terus-menerus mengejarnya."
"Seberapa lama dan seberapa cepat kita mengejar dunia."
"Maka dunia akan makin menjauhi dari kita."
"Banyak orang bodoh selalu mengejar dunia tapi itu sangat begitu melelahkan sekali."
"Apalagi pilih mana kamu mengejar dunia atau mengejar tuhan?."
"Kalau kamu mengejar dunia maka kamu menganggap dunia ini sebagai tuhanmu."
"Tapi sebenarnya dunia bukanlah tuhan apalagi tuhan sesungguh selalu melihat kita dari beberapa tempat."
"Dari tempatnya begitu gelap,tuhan masih bisa melihat kita dari jauh."
"Apalagi dunia ini hanya sementara saja dan dunia ini hanya sederhana kalau didapatkan."
"Dunia ini kalau kamu mendapatkannya maka hanya beberapa persen saja."
"Seperti kamu mencelup jari telunjukmu kelautan dan mengangkatnnya lagi."
"Dan hitunglah tetesan air yang ada dijari telunjukmu tersebut yang terangkat keatas."
"Begitulah dunia sebenarnya kalau didapatakan ya."
Raja itu hanya terdiam terbengong saja dan raja itu berkata.
"Begitu ya."
"Penjelasanmu membuatku tidak mengerti sama sekali?."
"Tapi ada sebagian aku mengerti dari perkataanmu tersebut."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Kalau anda tidak mengerti tidak apa-apa juga."
"Aku tidak memaksa anda mengertikannya."
"Hanya saja aku memperingati anda tentang dunia ini benar-benar buruk sekali kalau dikejar."
"Dunia sebenarnya sedang mempermainkan kita."
"Apalagi sekali saja salah dari jalan kebenaran maka bersiap-siaplah."
"Dunia sedang ingin mempermainkanmu."
__ADS_1
Raja itu hanya terdiam terbengong saja dan avi seketika tersenyum saja.