
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi ada ditempat kerjanya akan tetapi avi seperti menatap tajam sesuatu dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaa."
"Kenapa bisa jadi begini sih?."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi yang sudah terlihat pasrah sekali karena para istri avi ribut diruang kerja avi dan tampaklah mereka meributkan siapa yang akan menjadi terbaik menjadi seorang istri bagi avi dan tampaklah avi yang sudah pasrah sekali akan tetapi seketika avi merasakan sesuatu yang akan terjadi dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Kayaknya akan ada penyerangan lagi kayaknya?!."
"Aku harus cepat menggagalkan penyerangan bahaya itu tersebut."
Seketika avi berdiri dari kursinya dan seketika avi berpindah tempat dan tampaklah para istri avi terdiam dong karena avi tidak ada disitu dan serena berkata.
"Omong-omong dimana my lord ya?."
"Apakah dia pergi lagikah."
"Haaaaaaaaaaa."
Tina berkata.
"Mana ada serena."
Serena berkata.
"Hah?!."
"Apa yang kamu bilang!."
Tampaklah keributan istri-istri avi mangkin besar saja dan tampaklah avi menatap tajam kesuatu tempat dan tampaklah avi ada diatas dahan pohon akan tetapi disamping avi ada tujuh jenderal avi disitu dan bans berkata.
"Gimana my lord?."
"Apakah kita serang mereka sebelum mereka menyerang duluan?,my lord."
Avi berkata.
"Tidak,jangan dulu menyerang mereka."
"Aku tau ini akan mendekati suatu tujuan yang aku tidak sukai sekali kalau itu tertuju kesitu."
Terkejut dong tujuh jenderal avi itu tersebut dan fahar berkata.
"Apa maksud anda my lord?."
Avi berkata.
"Tidak,tidak apa-apa."
Fahar berkata.
"Begitu ya,my lord."
Avi berkata didalam dirinya.
"Aku tidak suka kalau itu tertuju kesitu karena arah itu adalah."
"Aku akan menjadi sosok raja kegelapan null paling kuat dan paling ditakuti seluruh dunia."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Setiap kali aku bertindak dan aku kerjakan akan tertuju satu lokasi yaitu."
"Menjadi sosok raja kegelapan paling ditakuti!."
"Karena aku melihatnya dari kaca tipis berisi semua yang akan terjadi kepadaku."
"Aku sebenarnya tidak percaya dengan hal begituan."
"Akan tetapi aku menganggapnya hanya sesuatu seperti difilm-film saja."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi menatap tajam kearah orang-orang yang avi lihati dari tadi itu dan sety berkata.
"My lord."
Avi berkata.
"Ada apa sety?."
Sety berkata.
"Apa yang sebenarnya tujuan yang anda tidak sukai itu tersebut?."
Tampaklah para jenderal avi melihat kearah avi semua dan avi menyadarinya dong soal itu tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaa."
"Oh,begitu ya."
"Soal itu."
"Ehem."
"Sesuatu yang aku tidak sukai itu berupa masalah baru yang akan terjadi berikutnya."
"Karena kalau itu terjadi masalah itu maka akan terjadi masalah berikutnya yang begitu bermacam-macam."
Sety berkata.
"Begitu ya,my lord."
Avi berkata.
"Iya."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Tapi kalau itu tersampai apakah kalian siapkah masalah baru itu tersebut kepada kalian semua?."
Terkejut dong tujuh jenderal avi itu tersebut dan refor berkata.
"Apa maksud anda apa itu tersebut?."
Avi berkata.
"Ha,soal itu."
"Suatu masalah begitu serius sekali akan tetapi itu akan menjadi hal paling membuatmu tidak percaya dengan hal itu tersebut."
"Yah,aku tidak bisa bilang itu kepada kalian."
"Karena kalian tidak akan percaya dengan akhir dari semua masalah-masalah itu tersebut."
Rifer berkata.
"Oh,begitu ya my lord avi."
"Saya dan kami semua sudah mengetahuinya sekarang soal masalah itu tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah disuatu hari tampaklah ada seseorang laki-laki bertanduk yang lagi duduk dikursi singgasananya itu tersebut dikastilnya dan laki-laki itu berkata.
"Kart."
Seketika orang nama kart itu muncul didepan laki-laki bertanduk itu dengan kedaan berlutut didepan laki-laki bertanduk itu tersebut dan tampaklah seketika laki-laki tersenyum jahat dong dan laki-laki itu berkata.
"Kart mulai segera permainan yang aku rancang itu tersebut."
Kart berkata.
"Baik,tuanku."
Seketika orang yang bernama kart itu menghilang dari laki-laki bertanduk itu tersebut dan tampaklah laki-laki bertanduk itu seketika tersenyum jahat begitu senang sekali dong dan tampaklah avi menyadari sesuatu hal terjadi berikutnya.
Tampaklah peperangan dimana-mana dari beberapa negara dan tampaklah beberapa negara gugur dimedan perang itu tersebut dan tampaklah para raja-raja beberapa negara kesusahan sekali dong menghadapi pasukan monster-monster dan pasukan merah dari musuh.
__ADS_1
beberapa negara dan tampaklah laki-laki bertanduk itu seketika tersenyum jahat dong dan laki-laki itu seketika juga ketawak jahat dong sambil duduk disinggasananya ada didalam kastilnya itu tersebut.
Tampaklah seluruh kerajaan-kerajaan mulai tidak bisa lagi mempertahankan negaranya karena para pasukan monster dan pasukan merah terus-menerus muncul dan menyerang beberapa negara dan tampaklah avi terkejut dong diruang kerjanya karena tumpukkan surat dimeja kerjanya dong dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Tu-tungguh dulu?!."
"I-ini semua surat dari beberapa negara?!."
"Da-dan dikirim kesini?!."
Serena berkata.
"Iya,my lord."
"Mereka kayaknya ingin meminta bantuan kepada anda kayaknya,my lord."
Avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Baiklah,kalau begitu kirim para tujuh jenderal kesana juga."
Serena berkata.
"Baik!."
Tampaklah satu negara tidak dapat menahan pasukan monster-monster itu dan pasukan merah itu tersebut akan tetapi seketika muncullah sebuah kapal induk bisa terbang yang mana itu adalah kapal induk terbang nanggala pimpin dan tampaklah para orang-orang dikota itu terkejut dong dan terbengong semua dong dan seketika kapal induk terbang nanggala mulai menembakkan beberapa rudal dan beberapa tembakkan lainnya.
Tampaklah pasukan-pasukan monster dan pasukan-pasukan merah dipukul mundur oleh kapal induk terbang nanggala pimpin itu tersebut dan tampaklah orang-orang didalam kota terbengong semua dong karena mereka tidak percaya sekali dong hal itu tersebut yang mana para musuh dipukul mundur oleh kapal induk terbang nanggala pimpin itu tersebut.
Tampaklah nanggala muncul didepan raja yang menyaksikan hal itu tersebut dan raja itu terbengong juga dong dan nanggala berkata.
"Apakah anda raja negera inikah?."
Raja itu berkata.
"I-iya,saya adalah raja negara ini tersebut."
"Kamu siapa ya?."
Nanggala berkata.
"Saya adalah salah satu jenderal dari negara ex tizio."
"Saya diutus oleh my lord avi kesini."
Terkejut dong raja itu dong dan raja itu berkata.
"A-avi!."
"Ra-raja negara ex tizio!."
Nanggala berkata.
"Iya,benar sekali."
"Saya diutus kemari untuk membantu anda."
Raja itu berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah raja itu melihat kearah kapal induk terbang nanggala pimpin itu tersebut dan raja itu berkata.
"A-apakah selama ini negara ex tizio mempunyai alat perang mematikan inikah?."
Nanggala berkata.
"Saya tidak bisa memberitau anda soal itu tersebut."
"Karena my lord avi pernah bilang kalau itu adalah suatu rahasia negara dan tidak boleh diberitau kepada orang lain."
Raja itu berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah para jenderal avi yang juga sudah memukul mundur para pasukan merah dan para pasukan monster-monster dan tampaklah avi sudah pasrah saja dong karena peperangan itu tersebut dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Karena peperangan pada kali ini dan peperangan lainnya yang ada didunia ini."
"Begitu tidak masuk akal sama sekali."
"Karena aku belum tau penyebab peperangan ini tersebut meletus."
"Dan juga aku tidak tau penyebab tujuan orang yang melakukan peperangan ini tersebut."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi?."
Seketika avi tersenyum jahat dong dan avi berkata.
"Kayaknya peperangan ini sudah ada pemain dalam peperangan ini tersebut ya?."
"Karena aku sudah merasakannya kalau pemain peperangan ini tersebut sudah mulai bergerak."
"Hmmm?tapi?."
"Kayaknya seru jug ya."
"Kalau aku juga mempermainkannya juga ya?."
"Itu sangat begitu terhibur sekali tapi sedikit psikopat sekali bagiku."
"Ha,baiklah."
"Mungkin aku akan mempermainkannya kembaliklah."
"Karena aku tidak suka adanya hal namanya peperangan tanpa jelas sama sekali."
Seketika avi ketawak jahat kecil dong diruang kerjanya dan avi berkata.
"Bans."
Seketika bans muncul diruang kerja avi sambil keadaan berlutut dihadapan avi dan bans berkata.
"Ada apa my lord avi?."
Avi berkata.
"Bunuhlah orang bangsawan yang menghianatiku yang bernama keriz dinegara lembol."
Bans berkata.
"Baik,my lord."
"Saya mengerti sekarang."
Seketika bans menghilang dihadapan avi dan tampaklah bangsawan keriz itu sedang berjalan-jalan dihalaman istana kerajaan dan tampaklah dewan tersenyum bahagia sekali dan akan tetapi sebuah pisau menusuk dijantungnya dari belakang tubuhnya itu tersebut dan tampaklah bangsawan itu kesakitan dong karena yang menusuk bangsawan itu adalah bans.
Tampaklah dewan itu terjatuh dan dewan itu pun tewas ditempat dong dan tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang bermain catur disebuah ruangan dengan sendirian dan tampaklah avi menatap tajam catur itu dan tampaklah avi sangat begitu fokus sekali kecatur itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya sambil main catur.
"Oh iya."
"Kayaknya pemain itu sudah mengeluarkan peliharan-peliharannya ya?."
Seketika avi tersenyum jahat dong dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya aku harus menambahkan permainan baru ya."
"Kepada mereka itu tersebut."
"Kayaknya bagus juga sih."
"Tapi kita lihat dulu apa yang mereka lakukan itu tersebut."
Tampaklah pahlawan-pahlawan diseluruh negara kerajaan begitu kelelahan sekali disuatu pada rumput luas dan banyak yang telah tewas ditempat itu tsebut dan tampaklah disitu masih ada pahlawan-pahlawan dan prajurit-prajurit yang masih bertahan tapi mereka dalam keadaan tidak berdaya karena luka-luka yang mereka terima dari peperangan itu tersebut.
Tampaklah pasukan-pasukan monster dan pasukan-pasukan merah telah berdatangan kesitu dan tampaklah para pahlawan dan para prajurit sudah pasrah saja yang mereka akan terjadi dan tampaklah para pahlawan itu seketika kesal dong karena mereka tidak berdaya akan peperangan itu tersebut dan salah satu pahlawan berkata.
"Cih!."
__ADS_1
"Kesal."
"Kenapa mereka teru-menerus bertadangan sih!."
"Kenapa tidak ada habisnya pasukan mereka itu tersebut!!!!!!!."
"Aku tidak mempunyai kekuatan lagi untuk bertarung."
"Aku harus gimana cara menghabisi pasukan mereka itu semua."
"Sebelum mereka membunuh diriku dan yang lain semuanya."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Kayaknya tidak ada harapan lagi kayaknya."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Tinggal pasrah saja kepada tuhan yang apa terjadi berikutnya kepadaku dan mereka semua itu tersebut."
Tampaklah pahlawan itu melihat keatas langit akan tetapi seketika muncullah sebuah kapal besar tapi bisa terbang yang mana kapal itu adalah kapal induk terbang nanggala pimpin itu tersebut dan terkejut dong pahlawan itu begitu juga para pahlawan lainnya dan para prajurit terkejut dengan kejadian itu tersebut dan tampaklah kapal induk terbang nanggala pimpin mulai menembai para pasuka monster-monster itu tersebut begitu pasukan merah lainnya dengan membabi buta.
Tampaklah para pahlawan dan para prajurit tersisah terkejut dong dan kaget dengan kengerian kapal induk terbang nanggala pimpin itu tersebut dan tampaklah pahlawan itu hanya terdiam terbengong saja menyaksikan hal itu tersebut dan pahlawan itu berkata.
"Ehg?!."
"A-apakah memang adakah alat perang semengerian itukah?!."
Seketika ada yang berkata.
"Begitu ya,apakah semenakutkan begitukah kapal induk terbang itu tersebut?."
Terkejut dong pahlawan itu karena ada seseorang berkata begitu dan tampaklah pahlawan itu melihat sekitarnya untuk mencari siapa yang berbicara tadi itu tersebut dan tampaklah seketika muncullah.
seseorang didepan pahlawan itu tersebut dan terkejut dong pahlawan itu tersebut dan tampaklah seseorang itu adalah nanggala dan tampaklah nanggala menatap tajam pahlawan itu tersebut dan nanggala berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kamu begitu terkejut sekali begitu?."
Pahlawan itu berkata.
"Ti-tidak apa-apa."
"Ka-kamu siapa sebenarnya?."
"Kenapa kamu muncul didepanku seketika begitu saja?."
Tampaklah seketika nanggala tersenyum jahat dong dan nanggala berkata.
"Begitu ya."
"Aku bukanlah siapa-siapa."
"Aku hanya seseorang yang harus melayani seorang tuanku saja."
Pahlawan itu berkata.
"Seseorang?."
Nanggala berkata.
"Iya."
"Tuanku itu adalah pecipta kapal induk terbang itu tersebut."
Pahlawan itu berkata.
"Be-begitu ya."
Nanggala berkata.
"Tapi aku seorang jenderal yang ditugasi oleh tuanku kesini."
"Karena tampaknya pasukan beberapa negara kerajaan tidak mampu mengalahkan semua pasukan musuh ya?."
Pahlawan itu berkata.
"Begitu ya."
"A-anu,a-apakah dirimu seb-."
Seketika muncullah germa,germy dan germa berkata.
"Woi,hentikanlah pemibicaranmu sama orang lain itu tersebut."
"Kamu hanya buang-buang waktu sajalah."
"Woi,nanggala."
"My lord sudah menungguh kita,ayo kita melapor sekarang juga."
Nanggala berkata.
"Baik-baik-baiklah begitu."
Seketika nanggal,germa-germy dan kapal induk terbang nanggala menghilang dong seketika dan tampaklah pahlawan itu kaget sekali dong yang apa terjadi barusan itu tersebut dan pahlawan itu berkata.
"Ehg?!."
"Ehg?!."
"Ke-kemana mereka menghilang semua?!."
Tampaklah para jenderal avi dan para bawahan avi sedang berlutut dihadapan avi disuatu ruangan dan tampaklah avi sedang berdiri dijendelah untuk melihat kearah luar jendelah dan avi berkata.
"Jadi apakah belum selesaikah mereka semua itu tersebut?."
Sety berkata.
"Belum my lord avi."
Dery bsrkata.
"Saya juga merasa belum,my lord avi."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah para jenderal avi dan para bawahan avi lainnya kebingungan sekali dong karena avi terlihat seolah seperti orang jahat bagi mereka itu tersebut dan bans berkata.
"Anda kenapa my lord?."
"Apa yang sedang terjadi,my lord?."
Avi berkata.
"Tidak,tidak apa-apa kok."
"Kayaknya peperangan ini tersebut kayaknya tidak masuk akal sama sskali ya?."
Seketika avi tersenyum dong dan terkejut dong para jenderal avi dan para bawahan avi lainnya itu tersebut dan rifer berkata.
"A-apa maksud anda itu tersebut?."
"Wahai my lord avi."
Avi berkata.
"Tidak,tidak ada maksud apapun kayaknya."
"Hanya saja?."
Seketika avi tersenyum jahat dong dan tampaklah para jenderal avi dan para bawahan avi lainnya kebingungan dong yang avi katakan itu tersebut dan avi berkata.
"Kayaknya peperangan ini masih akan berlanjut ya?."
"Kayaknya aku harus memikirkan dengan matang-matang sekali ya."
"Terhadap masalah peperangan kali ini tersebut."
Seketika avi tersenyum jahat dong dan tampaklah para bawahan avi semua terdiam saja dan tidak tau apa yang terjadi yang dikatakan avi itu tersebut.
...---------------------------------------------...
(Akhir musim kedua)
__ADS_1