Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Terpecah belah peperangan akibat raja kegelapan.chapter 23


__ADS_3

Tampaklah ada sekelompok yang lagi berkumpul disebuah ruangan dan tampaklah mereka kebingungan dan juga ketakutan yang mereka lihat dan si D berkata.


"Gimana mungkin ini terjadi!."


Si Z berkata.


"Apanya?."


Si D berkata.


"Gimana mungkin raja kegelapan bangkit begitu saja!."


Si Z berkata.


"Yah,kan sudah aku katakan kalau raja kegelapan telah bangkit."


"Akan tetapi kalian tidak memperdulikannya."


Si D berkata.


"Perkataanmu memang benar."


"Akan tetapi."


"Kamu lihatlah dia yang begitu ketakutan sekali karena bertemu raja kegelapan."


Tampaklah si Z kaget dong yang apa dikatakan si D dan si Z berkata.


"Ehg!."


"Dia berjumpah raja kegelapan?habis itu ketakutan begitu saja?."


Si D berkata.


"Iya,itu benar."


"Apakah raja kegelapan sedang tidak mau lagi menjadi raja kegelapankah?."


Tampaklah si Z tersenyum dan si Z berkata.


"Hei,itu tidaklah mungkin."


"Untuk apa dia."


Tampaklah seketika si Z terdiam sejenak dan si D bingung dong dan si D berkata.


"Untu apa dia?."


Si Z berkata.


"Untuk apa dia membantai manusia?."


Terkejut dong mereka semua dan si D berkata.


"Gimana mungkin!."


"Gimana mungkin raja kegelapan masuk kedalam masa paling jahat."


"Seperti manusia umumnya!."


Si Z berkata.


"Iya,itu mungkin bisa sih?."


"Akan tetapi untuk apa dia membunuh manusia dan juga untuk apa raja kegelapan."


"Membunuh manusia dengan wujut manusianya tersebut."


Tampaklah mereka kebingungan semua dan seketika ada yang mengangkat tangan dan orang itu berkata.


"Gimana kita membuat sebuah peperangan yang mana untuk melihat raja kegelapan null."


Si Z berkata.


"Cukup bagus juga rupanya."


"Akan tetapi apakah raja kegelapan akan muncul?."


Orang itu berkata.


"Iya,itu mungkin pastih."


Si Z berkata.


"Begitu ya."


Orang itu berkata.


"Karena raja kegelapan suka dengan peperangan."


Tersenyum dong semua orang dan si Z berkata.


"Woi!."


"Itu tidak sebenarnya benar."


"Raja kegelapan zaman dahulu lebih suka membaca buku dan juga main balok-balok kayu yang ditumpukkan."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


"Banyak yang aku tidak ketahui ya?."


Tampaklah mereka tersenyum jahat dan mereka berkata.


"Perkataanmu tadi sangatlah menari!."


"Tentang peperangan antar makhluk manusia!."


"Untuk memancing raja kegelapan untuk keluar!."


"Dan mengetahui niatan raja kegelapan!."


Tampaklah mereka tersenyum jahat semua orang dan terlihatlah avi dibeberapa harinya dan terlihatlah avi yang lagi melihat kaca tipis yang dipegang dan avi berkata.


"Ini tidak mungkin terjadi!."


"Tapi kenapa setiap saat ada saja yang membuatku terkejut begini."


Tampaklah avi berpindah tempat yang mana tadinya ada diperpustakaan dan sekarang ada disamping sebuah pohon dan tampaklah avi memasuki kaca tersebut keskillsnya yaitu ruang hitam dan tampaklah avi berjalan yang dia tujui.


Tampaklah ada sekelompok seseorang yang lagi berperang dan juga mereka saling bertatapan dengan musuh dengan berkata.


"Wahai kerajaan kort!."


"Kamu memang seorang penghianat!."


Mereka menjawab.


"Kalianlah penghianat sebenarnya!."


Mereka berkata.


"Tidak,bukan kami!."


"Tapi kalianlah!."


"Kalian egois untuk memperluas kekuasaan kerajaan kalian!."


Mereka menjawab.


"Iya,kenapa!."


"Kamu irikah?!."


Mereka berkata.


"Begitu ya!."


"Kalau begitu serang!!!!."


Tampaklah para prajurit-prajurit kedua kerajaan tersebut mulai bergerak dan tampaklah avi sedang berjalan santai dipinggir peperangan tersebut sambil berkata.


"La-la-la-la."


Dan seketika orang terberhenti dan mereka berkata.


"Tungguh sebentar!."


"Siapa orang itu?."


"Apakah orang itu pihakmu?."


Mereka menjawab.


"Tidak,bukan!."


"Apakah itu pihakmu tersebut?."


Mereka berkata.


"Bukan,orang itu bukan dari pihak kami."


Kedua prajurit tentara itu tersebut menatap avi dan mereka berkata.


"Jadi siapa dia sebenarnya?!."


Tampaklah avi berhenti seketika jalannya karena avi sadar kalau dia dilihati dan avi berkata.


"Ehg?!."


"Ada apa?."


"Apakah ada masalahkah?."


Seketika semua kedua prajurit itu berkata.


"Serang dia!!!!."


Seketika mereka menyerang avi karena mereka mengira avi adalah provokator antar kerajaan untuk menyerang antar kerajaan dan seketika tampaklah meraka kalah seketika.


Tampaklah mereka berjatuhan beserakkan dan avi berkata.


"Haaaa."


"Sepertinya hari ini yang lucu ya."


"Karena aku jalan saja dituduh musuh yang mengadu domba negara."


"Saling menyerang."


"Haaa."


"Baiklah,kalau begitu."


"Aku balik saja."


Seketika avi berpindah tempat dan beberapa hari berlalu dan tampaklah avi ada disungai yang lagi melihat ikan disungai dan tampaklah avi mau kembalik kekota dan akan tetapi pada beberapa meter dari sungai.


Tampaklah seketika tergelincir karena sebuah lendir dari sebuah hewan monster dan tampaklah avi tergelincirnya sampai-sampai mengikuti jalur lendir itu berada dan tampaklah avi masih tergelincir lendir tersebut dan avi berkata.


"Huhaaaaa!."


"A-ahg,a-aku harus apa?!."


"Oh!."


Avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.


"Oh!lebih baik berpindah tempat saja."


"Sepertinya tepat sekali."


"Lebih baik aku melakukannya."


Seketika avi berpindah tempat dan tampaklah ada sekelompok orang yang lagi berkumpul disuatu ruangan dan tampaklah mereka semua tersenyum jahat dan salah satu berdiri dari kursinya dan si W berkata.


"Woi!."


"Mana yang kamu bilang raja kegelapan akan datang?."


Si Z berkata.


"Iya,aku tau kok."


"Walaupun kita tidak berhasil memancingnya keterlibatan ini."


"Kita tetap bisa membuat kerusuhan diseluruh dunia."


Si Q berkata.


"Akan tetapi."


Dan seketika avi berpindah tempat disitu akan tetapi dia tetap tergelincir karena sepatunya masih ada lendir hewan tersebut dan tampaklah avi tergelincir dengan begitu cepat sambil berkata.


"A-ahaaa!."


"Ke-kenapa sepatuku seperti ini sih!!!."


"Haaaa!."


Tampaklah avi hampir menabrak dinding diruangan tersebut akan tetapi avi langsung berpindah tempat dan tampaklah meraka terkejut dong yang mereka lihat dan si Z berkata.


"Eheee!."


"Gi-gimana mungkin ra-raja kegelapan ke-kemari?!."


Tampaklah mereka berdebat dan si Q berkata.


"Jangan bercanda!."


"I-itu tidak mungkin ra-raja kegelapan datang kesini?!."


"Ha-habis itu pergi lagi!."


Tampaklah mereka berselisi dan si Z berkata.


"Akan tetapi aku sudah mengetahuinya kalau dia hanya berpura-pura tergelincir disini."


"Untuk melihat kita semua."


Tampaklah mereka terkejut yang apa dikatakan si Z tersebut dan tampaklah avi yang sudah berpindah tempat dan seketika dia menabrak sebuah pohon dan seketika dia pusing dan setelahnya avi berdiri dan avi berkata.


"A-aduh sakitnya!."


"Haaa."


"Kayaknya aku harus berhati-hati akan hal begituan."


"Adu!."


"Haaa."


Tampaklah avi berjalan untuk kembalik kekotanya dan kebesokkan harinya tampaklah avi yang lagi melihat sesuatu batu yang terpecah menjadi dua yang ada dibawah pohon dan dia langsung jongkok dan menyentuhnya.


Tampaklah pada saat avi mengangkat tangannya dan tampak ada sesuatu serbuk cahaya yang mirip seperti suatu berlian yang dihancurkan sampai halus.


Tampaklah avi yang lagi melihatnya dan tampaklah avi sadar kalau jarinya berubah dan avi berkata.


"Ehg!."


"Berubahkah?."


"Ke-kenapa jari bisa berubah?."


"Akan tetapi kenapa hanya serbuk doang bisa berubahkan jariku?."


Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu aku ambil saja batu ini sepertinya."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan mengambil batu tersebut dan tampaklah beberapa hari kemudian avi pergi kekota akan tetapi penampilannya berubah yang mana dia berambur keriting berwarna hitam dan mata berwarna abu-abu.


Tampaklah berkeliling kota tersebut yang mana kota tersebut kota yang cukup mewah dan bagus dan avi berkata didalam dirinya.

__ADS_1


"Kayaknya berhasil."


"Aku tau kalau ini bisa merubahkan wujut penampilanku."


"Tampaknya berhasil karena mereka semua tidak ada seorang pun tau diriku."


"Kecuali tuhan."


Tampaklah ada kesatria tampan dan berambut kuning seperti mau memasuki sesuatu pintu gerbang kesuatu dunia lain dan tampaklah kesatria itu tersenyum dan akan tetapi avi berkata.


"Itu pintu gerbang apa?."


Seketika orang kaget dong dan terdiam karena ada seseorang yang berkata dan kesatria itu berbalikkan badannya dan melihat ada seseorang yang begitu jelek wajahnya dan tampaklah kesatria itu tersenyum habis itu ketawak karena tampangnya orang tersebut dan ternyata itu avi dan kesatri berkata.


"Omong-omong kenapa orang sepertimu ada disini?."


Tampaklah kesatria itu ketawak terbahak-bahak dan tampaklah avi yang kebingungan yang dikatakan kesatria itu dan avi berkata.


"Eh,aku ingin tanyak."


"Itu pintu gerbang menujuk mana?."


Kesatria menjawab.


"Itu menujuk kedunia naga tinggal."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi kenapa anda mau kesana?."


Kesatria itu menjawab dengan sombongnya.


"Ehem,karena itu adalah tugas kesatria."


Tampaklah avi bingung yang dikatakan kesatri tersebut dan avi berkata.


"Wahai kesatria!kamukan belum berkata apapun dengan tugas tersebut?."


Tampaklah terkejut yang dikatakan avi dan kesatri berkata.


"Ku-kurang ajar!."


"Berani-beraninya kamu!."


"Haa,aku ditugaskan untuk kesana."


"Untuk menjumpai raja para raja naga untuk bernegosiasi dengan raja naga."


"Untuk menangani peperangan karena peperang yang ada dimana-mana."


"Haa."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi apakah bisa raja naga itu berhentikan peperangan?."


Kesatri berkata.


"Aku pun tidak tau?."


Avi berkata.


"Kalau begitu apakah aku boleh ikutkah?."


"Kalau begitu aku ikut kalian."


Tampaklah kesatria itu kaget dong dan kesatria berkata.


"Eheh,kamu itu lemah loh."


"Untuk apa kamu ikut?."


Avi berkata.


"Aku ada yang aku minta kepadanya karena ada seseorang yang memintaku mau kesana."


Tampaklah kesatria itu bingung dong karena perkataan seseorang itu sedikit aneh begitu juga para prajurit disampingnya terus dan kesatri berkata.


"Begitu ya."


"Baiklah,aku mengerti."


"Kalau begitu kamu boleh ikut sekarang."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Iya."


Dan seketika avi dan yang lain masuk kepintu gerbang dunia naga dan setelahnya tampaklah mereka disambut oleh raja naga dan raja naga berkata.


"Selamat datang wahai tamuku!."


"Ehemm."


Tampaklah raja naga tersebut melihat avi dengan tatapan tajam karena dia tau kalau avi sedang menyamar menggunakan serbuk penyamar dan kesatria berkata.


"Wahai raja naga!."


"Aku ada yang ingin aku minta."


Raja naga menjawab.


"Baik,aku akan mengiakan permintaanmu tersebut."


"Akan tetapi kamu harus melawanku untuk membuktikan apakah kamu mampu bisa membuktikannya."


Kesatri berkata.


"Baik,saya terima raja naga."


Dan setelahnya dia kelelahan karena tidak bisa mengalahkan raja naga tersebut dan sampai-sampai dia jatuh karena tidak tahan akan kelelahannya tersebut dan setelahnya raja berkata.


"Baik,kalau begitu aku mengiakan permintaanmu tersebut."


"Walaupun kamu tidak bisa mengalahkanku."


Kesatria itu menjawab.


"Terima kasih banyak raja naga."


"Akan tetapi ada orang yang juga mau meminta kepadamu wahai raja naga."


Raja berkata.


"Siapa?."


Kesatria itu menunjuk jari telunjuknya kepada avi dan kesatria berkata.


"Dia wahai raja naga."


Raja naga berkata.


"Dia!?."


Kesatria berkata.


"Iya,raja naga."


"Kenapa anda terkejut begitu?."


Raja naga berkata.


"Tidak apa-apa."


"Baik,wahai anak muda disana."


"Apakah kamu sedang menyamarkah?."


"Aku sudah mengetahuimu tersebut."


Seketika orang-orang kaget dong begitu juga kesatria karena dia langsung tidak menyadarinya dan avi pun berjalan menunjuk raja naga tersebut dan avi berkata.


Avi pun berubah kewujut aslinya dan sebenarnya avi menghilangkan serbuk penyamar tersebut dan avi berhenti didepan raja naga dan avi berkata.


"Sebelum aku katakan permintaku."


"Aku ingin tanyak kepadamu."


Raja naga menjawab.


"Tanyak apa?."


Avi berkata.


"Apakah kamu benar-benar bisa membantu permasalahan ini."


"Karena setiap permintaan orang yang ada disini ada permasalahan perang."


Raja menjawab.


"Iya,mungkin."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu."


"Aku mulai."


Dan seketika avi berjalan dan mengeluarkan pedangnya tersebut dan seketika raja naga panik dong karena dia tau tentang pedang yang avi pegang tersebut dan raja naga berkata.


"Gi-gimana mungkin!."


"Pe-pedang itukan!."


Avi berkata.


"Ayo kita mulai petarungannya."


Dan seketika avi menyerang dengan kecepat tinggih sampai-sampai raja naga jatuh dan tampaklah avi tersenyum jahat dan avi bergerak kebahu raja naga tersebut dan sambil mengarahkan pedangnya keleher raja naga.


Dan tampaklah avi mulai menggesekkan pedangnya keleher raja naga dan sambil tersenyum jahat dan seketika bawahan raja naga itu marah dong dan salah satunya berkata.


"Be-beraninya kamu melakukannya keraja naga!."


"Tidak aku biark-."


Raja naga berkata.


"Hentikan naga fild!."


Dan seketika naga yang bernama fild berhenti dan raja naga berkata.


"Kamu tidak tau tentang pedang ini tersebut."


"Walaupun kamu raja naga juga akan tetapi kamu masih junior."


"Kamu belum mengetahui apa-apa tentang pedang ini tersebut."


"Kalau pedang ini satu saja menusuk ketubuh naga."


"Maka dia akan mati ditempat."


Seketika bawahan raja naga terkejut dong dan orang itu berkata.


"A-akan tetapi raja naga!."


Raja naga berkata.


"Aku sudah mengetahui pedang ini tersebut dari dulu."


"Dulu ini pedang ini ditahan disebuah kotak rahasia dan ditutup pintu besi."


"Dan juga dirantai disekelilingnya."


"Akan tetapi raja kegelapan zaman dahulu mencoba membukanya akan tetapi dia malah."


"Dimarahin oleh dewa dan juga seketika dia terdiam saja."


"Dan saat itulah banyak orang tidak mengetahui pedang itu lagi."


"Karena tempatnya dirahasiakan."


Avi berkata.


"Apakah pembicaraanmu telah selesaikah?."


Tampaklah avi tersenyum jahat dibalik penutup jubah avi yang berwarna hitam dan raja naga berkata.


"Ba-baik!."


"A-apa permintaanmu tersebut!?."


Avi berkata.


"Bagus sekali."


"Permintaanku adalah."


"Berkatalah sama semua raja kegelapan yang bodoh tidak artinya."


"Sampaikanlah kalau nasib mereka akan datang menjumpai mereka."


Tampaklah avi ketawak jahat kecil dan juga tersenyum jahat dan raja naga berkata.


"Ba-baik!."


"Saya akan memberitau mereka tentang tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Baguslah begitu."


"Baik,aku pergi sekarang."


Dan avi langsung turun dari badan raja naga dan berjalan menujuk pintu gerbang kembalik dan pada saat avi berjalan,avi berkata.


"Jangan lupa katakan kepada mereka tersebut."


Tampaklah avi tersenyum jahat lagi dan seketika avi menghilang sebelum masuk kepintu gerbang tersebut dan raja naga berkata didalam dirinya.


"Haaa."


"Sebenarnya siapakah dia sebenarnya?."


Dan tampaklah avi yang tertidur disebuah pohon dan avi bangun dan seketika avi kaget dan avi berdiri dan avi berkata.


"Ehg!."


"Ini dia mana ya?."


Tampaklah avi melihat sekitar karena tidak tau avi dimana dan avi berkata.


"Tu-tungguh sebentar!?."


"Seharusnya tadi aku berjalan menujuk raja naga."


"Dan habis itu?."


"Ehg!."


"Lah kenapa aku tidak ingat?."


"Padahala aku berjalan habis itu aku tidak tau apa lagi?."


Dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.


"Ehg!."


"Apakah aku pada saat jalan aku seketi tidurkah?."

__ADS_1


"Habis itu aku dibawak kesini karena mereka tidak tau dimana tempatku berada."


"Haaaa."


"Mereka memang jahat sekali."


Tampaklah ada sekelompok orang yang lagi berkumpul dan tampaklah mereka lagi bersantai diruangan tersebut dan seketika orang-orang itu menyadari ada yang lagi datang dan seketika muncullah seekor naga yanga mana dia adalah raja naga dan mereka berkata.


"Mengapain kamu disini makhluk tidak ada adab!."


Raja naga berkata.


"Aku disini untuk menyampaikan sesuatu kepada kalian."


Salah satu menjawab.


"Apa yang kamu mau sampaikan?."


Raja naga berkata.


"Ada seseorang yang memintaku untuk menyampaikan pesannya."


"Yang mana katanya adalah nasib kalian akan datang menjumpai kalian semua."


Dan seketika mereka terkejut dong dan si Z berkata.


"Si-siapa yang berbicara tidak sopan begitu!."


Raja naga menjawab.


"Aku tidaklah tau siapa dia sebernya?."


Salah satu berkata.


"Begitu ya?."


"Akan tetapi sepertinya pahlawan ini mengancam kita ya?."


Si Z berkata.


"Entahlah."


"Aku juga tidak tau siapa yang mengancam."


Raja naga berkata.


"Akan tetapi kalian harus berhati-hatilah."


Si W berkata.


"Kenapa?apa yang terjadi?."


Raja naga berkata.


"Pada saat dia bertarung denganku."


"Dia mengeluarkan pedang yang bisa membunuh naga mau pun raja naga sekali pun."


Terkejut dong semua orang dan si A berkata.


"Pe-pedang itukah?!."


Raja naga berkata.


"Iya,kamu taukan?."


Si A berkata.


"Akan tetapi kenapa ada ditangannya?."


Raja naga berkata.


"Entahlah?."


"Aku tidaklah tau karena dia cukup mencurigakan."


"Tapi hati-hatilah samanya."


"Tampaknya dia juga mau membunuhku."


"Dan apa lagi mau membunuh kalian semuanya."


Seketika si Z teringat tentang siapa yang mengancam mereka dan si Z berkata.


"Begitu ya."


Seketika orang-orang terkejut dong dan si W berkata.


"W-woi!."


"A-apakah kamu taukah?siapa orang sebenarnya?."


Si Z berkata.


"Iya."


Si W berkata.


"Begitu ya."


Dan raja naga berkata.


"Baik,kalau kalian tau siapa orang tersebut."


"Baik,aku balik karena tugasku telah selesai."


Dan seketika setelahnya tampak mereka masih memikirkan siapa orang yang mengancam mereka dan si T berkata.


"A-anu."


"Siapa orang yang mengancam kita?."


"Kamukan sudah tau orangnya dan jadi siapa orang tersebut?."


Si Z berkata.


"Orang itu adalah."


"Raja kegelapan null."


Dan seketika terkejut dong yang apa dikatakan si Z dan tampaklah mereka tidak percaya yang apa dikatakan si Z dan si O berkata.


"Gi-gimana mungkin!."


"Raja kegelapan null yang melakukannya tersebut!."


Si Z menjawab.


"Aku percay atau tidak tapi yang pastih itu memang raja kegelapan yang telah."


"Mengetahui tentang kita lakukan."


"Yang mana kita memprovokator antar kerajaan."


"Yang mana terjadi peperangan antar negara."


"Dan raja kegelapan sudah mengetahui kalau kita membuat kerusuan kita buat tersebut."


"Yang mana raja kegelapan null tidak menyukai tentang peperangan."


Tampaklah mereka terdiam dan si Z tersenyum melihat mereka dan salah satunya mengangkat tangan dan orang itu berkata.


"Ke-kenapa raja kegelapan null mengetahuinya?."


Si Z menjawab.


"Kan waktu itu dia datang kesinikan?."


"Walaupun hanya sebentar doang dan habis itu pergi."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah si Z tersenyum melihat mereka semua dan si Z berkata.


"Lebih baik kita hentikam segera."


"Karena lebih buruk lagi kalau raja kegelapan membelah manusia."


"Akan tetapi kita harus menungguh raja kegelapan kembalik seperti dulu lagi."


"Karena dia tidak suka dengan kerusakan atas keegoisan kita lakukan maupun manusia."


Tampaklah avi yang lagi santai diruangannya dan masuklah serena dan berjalan menujuk avi dan berlutut dihadapan avi dan serena berkata.


"Lapor my lord!."


Avi menjawab.


"Ada apa serena?."


Serena berkata.


"Baik."


"Ada surat yang harus anda baca!."


Avi menjawab.


"Surat?yang harus aku baca?."


Serena berkata.


"Iya,my lord."


Serena berdiri dan serena mendekati meja avi dan mengeluarkan surat tersebut dan serena berkata.


"Ini adalah sebuah surat yang harus anda baca."


"Karena surat ini tertulis khus anda yang harus baca."


"Dan surat ini dijelaskan semua negara yang kacau-balau akibat perang."


"Dan yang mengirimkan surat ini adalah negara jomblo."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Serena berkata.


"Maafkan saya my lord,saya lupa mengasihkan surat ini kepada anda."


Avi menjawab.


"Tidak apa-apa kok."


Dan serena mengasihkan surat kepada avi dan avi membaca surat tersebut dan seketika avi kaget dong karena kecauan sangat buruk sekali karena perluasab daerah dan kekuasaan dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Ini sangat aneh kali?."


"Seketika kerajaan-kerajaan mulai meluas kekuasaan."


"Ini cukup aneh?."


"Hmmm?."


Serena berkata.


"Saya sudah mengetahuinya my lord."


Avi kaget dong yang dikatakan serena dan avi berkata.


"Kamu sudah mengetahuina?!."


Serena berkata.


"Iya,my lord."


"Seluruh kerajaan-kerajaan mulai bergerak untuk memperluaskan wilayah."


"Untuk kepentingan mereka masing-masing."


"Yang mana mereka dihasut oleh salah satu orang yang berkata kalau."


"Kerajaan yang tinggihlah yang mampu mengalahkan raja kegelapan yang bangkit."


"Seketika orang-orang percaya dan sekarang mereka telah termakan."


"Oleh hasutan tersebut."


"Yang mana dari timut sampai barat,berperang."


"Utara sampai selatan berperang juga."


"Dan yang mana seluruh negara dan semua pulau berperang satu sama lain."


"Dan menujuk mereka inginkan."


"Yaitu kekuasaan yang sangat luas."


"Dan ini juga mereka mendapatkan kerugian yang cukup besar."


"Yang mana para korban mangkin banyak dan juga kerugian negara cukup besar."


"Dan itulah orang-orang berusahan mati-matian untuk menjadi terbaik antara terbaik."


"Dan yang mana juga kalau mereka menyerah atau sudah tidak sanggup."


"Maka kerajaan atau wilayah kerajaan tersebut milik kerajaan yang menyerang kerajaan tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Ini cukup aneh sih?."


"Seketika sudah perang."


"Karena pehasutan begitu tidak begitu bagus."


"Malahan malah terhasut dan kerajaan lain begitu."


"Menurutku itu tidaklah tidak bagus."


"Karena untuk apa kita memperluas wilayah kalau hanya sebuah penghasutan."


"Yang mana yang menghasut malah dapat untung karena penghasutannya tersebut."


"Haaa."


"Sudah tau akhir cerita tersebut."


Serena kaget dong karena avi tau akhir peperangan tersebut dan serena berkata.


"A-akhir cerita?!."


Avi menjawab.


"Iya."


"Karena aku sudah tau banyak tentang negara yang dihasut oleh seseorang."


"Habis itu menyesal."


"Karena mereka mengira baik malahan tidak sebaliknya."


"Haaa."


"Memang cerita yang cukup lucu sekali."


"Hemmm."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.

__ADS_1


"Kita tungguh saja akhir cerita ini tersebut."


__ADS_2