
Tampaklah avi ada disebuah ruangan bersama bans,zers,lefa,fery,fahar dan tampak ada seorang wanita memperbaiki sebuah mesin dan tampak avi memperhatikannya dari tadi dan wanita itu berkata.
"Baik!."
"Kayaknya saya telah selesai my lord."
Avi berkata.
"Hmmmm,begitu ya?."
"Tapi apa yang kamu buat itu tersebut?."
Wanita itu berkata.
"Hehehe."
"Itu adalah rahasia my lord."
"Anda lihatlah apa yang terjadi ketika saya mengaktifkannya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah wanita itu memulai mengaktifkan mesin tersebut dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Kalau tidak salah dia wanita waktu itu ya."
"Pada waktu dia mengaku tuhan."
"Tampaknya dia sudah menganggapku tuannya?."
"Haaaaaaaa."
"Tampaknya begitulah."
"Karena waktu itu dia bilang mau menjadi bawahanku."
"Aku juga menolaknya sih."
"Tapi aku terpaksa menerimanya."
"Haaaaaaaa."
Tampakalah mesin itu telah aktif dan tampak wanita itu menaruh sebuah apel disebuah meja kecil sambil berkata.
"Anda perhatikanlah maha karyaku,my lord!!!."
Avi berkata.
"Iya."
Tampaklah mesin tersebut menembak laser hijau kearah apel tersebut dan tampak seketika apel tersebut menghilang dan seketika yang lain kaget dong dan lefa berkata.
"Di-dimana apel tersebut menghilang?!."
Wanita itu berkata.
"Perhatikanlah dengan seksama."
Seketika apel itu muncul dimeja kecil itu tapi ada dua apel dimeja kecil tersebut dan tampaklah wanita itu senang dong karena berhasil dengan ciptaannya itu dan tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kamu membuat mesin ruang waktu ya?."
Wanita itu berkata.
"Iya,my lord!."
"Tapi."
"Mesin ini bukan mesin ruang waktu,tapi."
"Mesin ini adalah penggandaan saja,my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kamu membuat mesin penggandaan untuk memproduksi sebuah barang atau lainnya lebih banyak ya."
Wanita itu berkata.
"Iya,my lord."
"Saya membuat mesin ini tersebut untuk memproduksi barang dengan banyak dengan mesin ini tersebut."
"Kalau my lord mengizikannya menggunakannya."
"Saya hanya menunjukkan kepada anda untuk melihat maha karyaku ini tersebut."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baik,aku izinkan kamu menggunakan mesin ini tersebut!."
Wanita itu berkata.
"Baik!."
"Terima kasih banyak,my lord."
Tampaklah wanita itu senang dong dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya wanita ini tersebut sangat pintar ya."
"Bagaikan ilmuan sajalah."
"Wanita berambut pink tapi ada warna kuning dan bermata cokelat."
"Kayaknya mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi ya."
Tampaklah kebesokan harinya tampaklah germa,gemy sedang berlutut dihadapan avi yang ada diruangan kerjanya dan germa berkata.
"Ada apa anda memanggil kami kesini,my lord?."
Avi berkata.
"Haaaaaaa."
"Baiklah."
"Carilah sebuah material sekarang juga!."
Mereka berdua menjawab.
"Baik!."
Tampaklah avi melempar sebuah kertas menggunakan kedua jarinya dan ditangkap germa dan tampak setelahnya tampaklah avi yang sedang bersantai diruang kerjanya dan avi berkata.
"Baiklah."
"Kayaknya aku pergi sebentarlah."
Tampaklah avi berdiri dari kursinya dan tampaklah avi berjalan menujuk keluar ruangan akan tetapi avi terkelincir sebuah lendir dan tampaklah wanita yang membuat mesin penggandaan masuk keruangan avi kerja dan berjalan menujuk avi dengan perasaan senang sampai-sampai menutup matanya dan berkata sambil berjalan.
"My lord saya sudah berhasil membuat mesin wak-."
Seketika dia terjatuh terkelincir dan tampaklah dia tidak sengaja menembakkan mesin tersebut kearah avi yang masih menyimbangkan badannya dari lendir tersebut dan avi terkejut dong karena ada sebuah laser hijau menujuknya dan avi menghindarinya dan sayang avi terjatuh karena terkelincir dan avi pun tertembak laser tersebut dan avi pun menghilang entah kemana.
Tampaklah wanita itu panik dong dan wanita itu berkata.
"M-my lord!."
"A-anda ada dimana!."
"My lord!!!!."
Tampaklah avi yang terjatuh dari pola aneh dan tampaklah wujud avi berubah dan tampaklah avi berdiri dan melihat sekitar dan avi berkata.
"Ehg!."
"Wujudku berubah?."
"Tapi ini ada dimana ya?."
"Kenapa disini banyak bangunan gendung-gendung bertingkat?."
"Ini ada dimana ya?."
"Haaaaaaaaaa."
"Kayaknya ulahnya ya."
"Haaaaaaaaaaa."
"Sebenarnya aku bisa kembalik sih."
"Dengan begitu mudah sekali."
"Tapi."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Aku akan menikmati disinilah."
"Tapi begitu ya."
"Teknologi disini seperti masa depan sajalah."
"Tapi kayaknya aku terlempar keplanet yang mempunyai teknologi maju ya."
"Tapi."
Tampaklah avi berjalan dan tampaklah seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Masa ini sepertinya sudah kelewat batas ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Kenapa aku harus datang kesini ya?."
"Padahal sedang masih perang dengan kekaiti."
"Tapi ya begitulah."
"Aku pun tidak tau apa-apa dengan hal ini tersebut."
"Oh iya."
"Omong-omong kayaknya aku sadar sekarang."
"Kenapa ya semua yang aku lakukan tidak ada tujuan atau titik cerita ya?."
"Bagaikan aku bisa melewati semua kejadian cerita atau masalah cerita ini tersebut."
"Haaaaaaaaa."
"Tapi begitulah."
"Aku tidak menganggapnya aku sebagai tokoh utama sebuah cerita buku komik."
"Aku ya tetaplah aku."
"Aku tidaklah bukan siapa-siapa sih."
"Setahuku kalau sebuah cerita-cerita yang ada disebuah buku fiksi."
"Biasanya ada alur atau apalah itu."
"Tapi kayaknya alur ceritaku berbedah ya?."
__ADS_1
"Hmmmmm?."
"Mungkin begitulah kayaknya?."
Tampaklah avi berhenti disebuah taman dan melihat sebuah air mancur yang begitu cantik dan indah dan tampaklah ada seorang wanita yang sedang berjalan-berjalan ditaman itu juga dan tampaklah wanita itu kebingungan dong karena ada seorang laki-laki terdiam sambil melihat air mancur dan wanita itu berkata.
"Siapa laki-laki tersebut ya?."
"Dia terdiam sambil melihat air mancur."
"Padahal banyak orang-orang yang duduk dikursi taman bersama pasangannya."
"Kayaknya aku menyapanyalah."
"Karena aku akan memberitaunya kalau terdiam ditaman saja adalah hal bodoh."
Tampaklah wanita itu tersenyum dan berjalan menujuk laki-laki tersebut dan sebenarnya laki-laki dilihat wanita itu tersebut adalah avi yang lagi melihat air mancur dan tampaklah wanita itu berhenti dibelakang avi dan wanita itu berkata.
"Kamu sedang gapain disitu?."
"Woi!."
"Yang lagi berdiri melihat air mancur!."
Avi membalikkan badannya dan tampaklah avi kebingungan dong karena avi tidak tau siapa dia sebenarnya dan avi berkata.
"Iya."
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"Kamu sedang gapain berdiri saja didepan air mancur ditaman ini?."
Avi membalikkan badannya dan menujuk jari telunjuknya kearah atas air mancur tersebut sambil berkata.
"Itu sebenarnya apa?."
Tampaklah wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Itu hanya hiasan saja bagi air mancur."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kenapa hiasannya terbuat dari emas murni?."
Terkejut dong wanita tersebut karena menurutnya avi tidak tau apa-apa dengan sebuah yang ada dikota tersebut dan bagaikan orang desa menurutnya dan wanita itu berkata.
"Apa yang kamu katakan?."
"Itu memang terbuat dari emas murni."
"Apakah kamu tidak tau apa-apakah tentang hal beginian?."
Avi menggelengkan kepalahnya dan berkata.
"Tidak."
"Aku tidak tau apa-apa tentang hal tersebut itu?."
Wanita itu berkata.
"Haaaaaaaa."
"Woi,kamu bagaikan orang desa saja ya."
"Hal beginian tidak tau."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Terima kasih banyak telah memberitau saya."
"Kalau begitu saya pamit pergi."
Tampaklah avi membalikkan badannya dan berjalan untuk melihat-lihat kota tersebut dan tampaklah wanita itu hanya terdiam saja dan tampaklah dia tersenyum dan mengejar avi yang sedang berjalan dan wanita itu berkata sambil mengejar avi yang sedang berjalan.
"Woiii!."
"Tungguh sebentar!."
Avi pun berhenti berjalan dan avi membalikkan badannya dan avi berkata.
"Ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"Sebenarnya kamu siapa ya?."
Avi berkata dengan kebingungan.
"Apanya?."
"Aku?."
Wanita itu berkata.
"Iya!dirimu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Wanita itu berkata.
"Sebenarnya kamu siapa?."
"Kenapa kamu tidak masuk sekolah?."
Avi berkata.
Wanita itu berkata.
"Iya."
"Karena biasanya para anak-anak disemua kota beberapa negara."
"Harus masuk sekolah kecuali yang sudah lulus sekolah."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Begitu ya."
"Ini seperti dibumi sajalah."
Wanita itu berkata.
"Kenapa kamu tidak masuk sekolah?."
"Kan kamu kalau tidak salah berumur tujuh belas tahunlah kalau tidak salah."
"Karena aku bisa tau dari fisikmu itu dan juga cara bicara,nada suara dan lain sebagainya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Terima kasih banyak telah memberitauku hal tersebut."
Wanita itu berkata.
"Tidak apa-apa kok."
"Kan semua orang taulah hal tersebut itu."
Avi berkata.
"Apakah pendaftaran sekolah disini sudah habiskah?."
"Aku tidak tau apa-apa tentang kota ini tersebut?."
"Dan juga mengerti hal-hal yang ada disini semua?."
Tampaklah wanita itu tertawak dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Haaaaaaa."
"Kamu bagaikan barus saja keluar sebuah gua ya.'
"Baru melihat hal-hal beginian."
"Baiklah,kalau begitu aku kasih tau deh."
"Pendaftaran sekolah,baru saja pada hari ini."
"Jadi kamu mendaftarlah disekolah ya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Kamu malu-malu kucing ya?."
"Melihat diriku kamu malu ya."
"Memang dasar laki-laki begitu ya."
Avi berkata.
"Tidak."
"Aku tidak ada yang aku malui."
"Kalau begitu,sampai jumpah lagi wanita cantik jelita bermata emas."
Tampaklah avi membalikkan badannya dan berjalan lagi dan tampaklah wanita itu seketika malu sekali karena avi menyebutnya cantik jelita dan wanita itu berkata.
"Kurang ajar!!!."
"Dirimu!."
Tampaklah wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Kamu menyebutku wanita cantik jelita bermata emas ya."
Tampaklah wanita itu tersenyum senang sambil melihat avi yang lagi berjalan menjauh darinya dan tampaklah avi mendatangi sebuah sekolah dan langsung mendaftar dan pergi lagi dari sekolah tersebut itu dan tampaklah avi menginap disebuah hotel dan seketika avi langsung berbaring ditempat tidur dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaa."
"Kayaknya aku nikmati sajalah kayaknya hal ini tersebut."
Tampaklah avi tersenyum dan tampaklah avi yang lagi berjalan kesekolah dengan pakaian sekolahnya dan tampaklah avi yang mau masuk kegerbang sekolah tapi seketika wanita yang pada kemarin mengejutkannya dan wanita itu berkata.
"Pagi!."
Tampaklah avi yang sudah tau hal tersebut dan tampaklah avi yang sudah pasrah dengan hal begituan dan avi berkata.
"Iya,selamat pagi juga."
Tampaklah wanita itu kebingungan dong karena tampak panik padahal sudah avi sudah pasrah hal begituan dan wanita itu berkata.
"Ada apa?."
__ADS_1
Avi berkata.
"Tidak apa-apa kok."
Tampaklah avi berjalan lagi menujuk kesekolah dan wanita itu berkata sambil berjalan.
"Begitu ya."
"Jadi kamu mendaftar sekolah ini ya."
Avi berkata.
"Iya."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Jadi kita akan berteman disekolah ya."
Tampaklah avi memalingkan wajahnya dan berkata.
"Entahlah?."
Tampaklah wanita itu wajahnya cemberut dan avi menyadarinya dan avi langsung tetap memalingkan wajahnya dengan perasaan pasrah saja dan tampaklah didalam sekolah tampaklah ada avi dan para murid lainnya yang sedang berkeliling bersama pemandu untuk melihat-lihat sekolah tersebut.
Tampaklah avi yang sudah didalam kelas dan tampaklah avi duduk dikursi belakang dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaa."
"Kayaknya disini memang benar-benar canggih ya."
"Kayak seperti diplanet luar angkasa ya."
"Dengan penuh teknologi canggih."
"Ini seperti aku datang diplanet alien saja ya."
"Seperti difilm-film ya."
"Haaaaaaaaaa."
"Tapi kayaknya aku langsung tau kalau ada sebagian yang tidak menyukaiku ya."
Tampaklah seketika avi tersenyum dan tampaklah avi yang ada dilapangan perpedangan didalam sekolah tersebut bersama murid yang lain dan tampak seorang guru ada didepan avi dan para murid lainnya dan guru tersebut berkata.
"Baik."
"Perkenalkan saya adalah guru kalian!."
"Saya adalah versy."
"Saya akan melatih kalian hebat berpedang pada kali ini!."
Semua murid berkata.
"Baik,ibu guru!."
Tampaklah para murid mulai dites oleh guru tersebut dengan satu persatu dan tampaklah avi yang terakhir dan guru berkata.
"Majulah avi!."
Avi berkata.
"Baik,ibu guru."
Tampaklah avi maju kedepan dan tampaklah avi memegang pedang kayu dan tampaklah avi bersiap-siap mulai ketika guru tersebut berkata dan guru berkata.
"Baik."
"Mulai sekarang juga!."
Tampaklah avi tersenyum dan tampak avi menyerang target sebagai pengetesan dan tampaklah avi berpura-pura lemah dan setelahnya guru berkata.
"Baik."
"Berhenti sekarang avi."
Avi pun berhenti dan avi berkata.
"Baik."
Tampaklah avi mencoba membeli makanan ringan dimesin makanan dan tampaklah avi digosipi oleh murid-murid lainnya yang sedang berjalan dan tampaklah avi mengetahuinya dan avi tidak memperdulikan hal tersebut dan tampaklah seketika avi mau berjalan kedepan duduk kursi dilorong tersebut wanita itu(wanita yang waktu masuk sekolah itu)keluar dari sebuah ruangan dekat dengan avi beli mesin makanan tersebut dan tampaklah dia berjalan menujuk avi dan tampaklah dia ada didepan avi dan avi berkata.
"Ada apa?."
Tampaklah wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Sedang gapain disini?."
Avi berkata.
"Aku hanya membeli makanan ringan saja."
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"Tidak,tidak apa-apa."
Tampaklah avi berjalan begitu juga wanita itu tersebut dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi sepertinya."
Tampaklah wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Kamu digosipi ya."
Avi berkata.
"Entahlah."
"Aku tidak perduli hal tersebut itu."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kenapa kamu tetap tenang?."
"Biasanya seorang laki-laki setahuku kalau dia digosipi karena dia lemah."
"Biasanya mencoba berlatih menjadi terbaik dan menjadi terkuat."
"Tapi kenapa kamu tidak begitu?."
Avi berkata.
"Untuk apa menjadi terbaik disebuah dunia?."
"Kalau itu akan hilang seketika kalau dia mati."
"Itu tidaklah dibawak kecuali amal ibadahmu itu tersebut."
"Menjadi yang terkuat untuk apa kalau menjadi terkuat akan hilang kalau tuhan berhendak."
"Karena kekuatan tidak sepenuhnya abadi loh."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi terkejut dong dan tampaklah wanita itu bingung dong karena avi terkejut sesuatu dan avi seketika berlari dan tampaklah yang sebenarnya avi malah mengelus sebuah manikin yang berkepalah botak dan tampaklah wanita itu tampak kebingungan sekali dong dan wanita itu berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi ada didalam kelas dan tampaklah seorang guru ada didepan semua murid dikelas avi dan guru berkata.
"Baik."
"Tulislah sesuatu hal ya memalukan bagi kalian disuatu kertas yang ibu siapkan didepan kalian itu tersebut."
Semua murid berkata.
"Baik,ibu guru!."
Tampaklah avi yang sudah pasrah karena avi mempunyai hal paling memalukan baginya dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya aku bisa pasrah sajalah."
"Haaaaaaaa."
"Karena tidak mungkin jugakan kalau aku menulisnya."
"Haaaaaaaaaa."
"Karena hal paling memalukan bagiku adalah."
"Ehem."
"Pada aku masih kecil aku dikejar angsa pada saat aku melempar sebuah batu kerikil kepalah salah satu angsa."
"Aku pun dikejarnya."
"Dan juga aku pernah dikejar sapi sampai lima puluh sapi."
"Karena pada saat aku masih kecil berjalan-jalan karena merasa bosan."
"Tapi."
"Aku tidak ada kerjaan."
"Aku melempar sebuah batu sedang kesebuah kepalah salah satu sapi disebuah lapangan bolah yang sedang memakan rumput."
"Tapi."
"Aku pun dikejar habis-habisan sampai-sampai aku masuk televisi dan masuk berita dimana-mana."
"Aku pun malu sampai sekarang."
"Karena aku tidak ada dikerjaan melempar batu sedang kearah salah satu sapi disitu."
"Haaaaaaaaaa."
"Tapi aku sebaliknya dikejar habis-habisan dikejar lima puluh sapi sampai ujung desa."
"Haaaaaaaaaaa."
"Kayaknya tidak usahlah aku tulis."
"Karena aku akan ditertawakkan hal beginian."
"Haaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah setelahnya tampak ibu guru memegang kertas milik avi dan membacanya dan guru berkata.
"Baik."
"Punya avi adalah."
"Masuk selokan karena dikejar ayam."
Tampaklah murid lainnya hanya terdiam pada saat guru tersebut berbicara tentang hal paling memalukan avi yang ada dikertas tersebut dan tampaklah avi sudah pasrah saja dan avi berkata didalam dirinya.
"Untunglah bukan itu yang aku tulis."
"Kalau itu aku tulis!."
"Aku akan benar-benar ditertawakkan."
"Haaaaaaaa."
"Aku mohon jangan ada lagi beginian kenapa!!!!!!!!!!."
__ADS_1