
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang sedang bersantai diruangan kerjanya dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Kayaknya kekacauan yang dilakukan kekaiti mangkin melebar saja."
"Haaaaaaaa."
"Kayaknya peperangan ini tersebut tidak dapat dihentikan secara alami kayaknya."
"Peperangan ini tersebut akan melajut sampai begitu lama sekali."
"Untuk siapa yang kalah duluan."
"Haaaaaaaaaa."
"Kayaknya peperangan ini seperti tidak masuk akal saja deh."
"Karena kenapa kekaiti mulai menyerang kami."
"Padahal aku dan para bawahanku tidak pernah melakukan pembalasan deh?."
"Apalagi menyerang mereka secara fisik,tulisan dan lain sebagainya."
"Haaaaaaaaaa."
"Kayaknya ini ulah seseorang ya."
"Yang membuat kami berperang satu sama lain."
"Haaaaaaaaa."
"Kayaknya candaan mereka terlucu sekali ya."
Seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata didalam dirinya.
"Memang mereka terlihat lucu dan manis sekali ya."
"Wahai orang-orang melakukan provokasi."
Tampaklah para pelayan avi kebingungan dong karena avi tersenyum jahat dan tampaklah peperangan avi dan kekaiti yang begitu mengerikan sekali dan sampai-sampai banyak mayat-mayat berserakan dimana-mana karena para jenderal avi dan bawahan avi lainnya.
Tampaklah peperang tersebut masih berlanjut hari ke hari,minggu ke minggu,bulan ke bulan dan begitu sebagainya.
Tampaklah orang-orang yang mengadu domba avi dan kekaiti tampak bersenang-senang dengan mereka lakukan tersebut dan sampai-sampai merayakannya karena keberhasilan mereka tersebut yang berupa mengadu domba avi dan kekaiti.
Tampaklah peperang tersebut membuat kerajaan-kerajaan lain ketakutan semua karena peperang tersebut yang begitu mengerikan sekali bagi mereka apalagi ayah vema saja begitu ketakutan yang berupa seorang raja negara jomblo.
Tampaklah avi yang tersenyum saja yang apa terjadi berikutnya dan tampaklah avi ada diruang kerjanya dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Sangat menarik sekali ya."
"Wahai orang-orang bodoh."
Tampaklah disuatu hari tampaklah tujuh jenderal avi ada diruang kerja avi dalam keadaan berlutut didepan avi dan bans berkata.
"My lord."
Avi berkata.
"Ada apa bans?."
Bans berkata.
"Gimana kita akhiri saja peperangan ini dengan kekuatan kami sebenarnya yang kami sembunyikkan didalam diri kami semua?."
Avi berkata.
"Tidak,itu tidak usah dulu."
Terkejut dong para jenderal avi dan dery berkata.
"Kenapa anda bisa menghabisi kekaiti sekali serang dengan kekuatan kami sebenarnya?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak suka dengan cara kalian yang begitu terburu-buru saja."
"Aku hanya ingin bermain saja dengan mereka saja."
Terkejut dong para jenderal avi dan para jenderal avi berkata.
"Ha-hanya ingin bermain saja?!."
Avi berkata.
"Iya,itu benar."
"Aku sebenarnya juga begitu malas hanya kekuatan dapat menghancurkan negara sekali serang."
"Apakah kalian tau dampak itu semua terjadi kalau kalian melakukan itu?."
Mereka menggelengkan kepalah mereka semua dan mereka semua menjawab.
"Tidak,my lord?."
Avi berkata.
"Dampaknya adalah."
"Kerajaan-kerajaan lain merasa tidak suka dengan kita."
"Dan ketakutan kepada kita karena hal seperti itu."
"Dan kita dianggap monster atau penjahat saja."
"Aku sebenarnya sudah mengetahui dampak apa yang terjadi kepada kalian semua dan apa yang ada disini semua terjadi."
"Aku hanya memberitau kalian hanya sebagian saja."
"Sebagiannya aku tidak akan memberitau kalian semua."
"Karena kalian akan tau apa yang telah kalian lakukan tersebut itu."
"Dan menyesal yang apa terjadi karena kalian melakukannya hal tersebut itu."
"Jadi intinya aku tidak akan menerima yang kalian ucapkan itu tersebut."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
Sety berkata.
"Anu,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa sety?."
Sety berkata.
"Apa yang kita lakukan berikutnya my lord?."
"Kan saya tau kalau peperangan ini tersebut masih berlanjut."
"Jadi apa yang kita lakukan berikutnya my lord?."
Avi berkata.
"Ha,soal itu."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Ikuti saja yang aku perintah terhadap kalian semua yang aku ucapkan."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord!."
Tampaklah setelahnya tampaklah avi menulis sesuatu disebuah kertas dan mengirimkannya dengan cara memanahnya dan panah surat tersebut melaju sangat begitu cepat sekali dan menancam disebuah tanah disuatu bangunan ditempati kekaiti berada pada wilayah kekaiti berkuasa.
Tampaklah ada seseorang wanita melihat panah surat tersebut ketika dia mau masuk kedalam bangunan tersebut dan wanita itu mengambilnya dan membaca surat dianak panah tersebu itu dan kaget dong wanita tersebut dan tampaklah dia berlari menujuk ruangan sang kekaiti berada dan tampaklah wanita itu telah masuk ruangan kekaiti sambil berkata.
"Tuan!."
"Tuan!."
"Gawat tuan!."
Kekaiti berkata.
"Ada apa?."
Tampaklah wanita itu seketika berlutut didepan kekaiti yang sedang duduk disinggasananya dan wanita itu berkata.
"Ada sebuah surat untuk anda!."
Kekaiti berkata.
"Sebuah surat?."
Wanita itu berkata.
"Iya,tuan."
"Lihatlah tuan."
Tampaklah wanita itu menunjukkan panah surat tersebut itu dan mengasihkannya kepada kekaiti dan kekaiti membaca surat yang berada dianak panah tersebut itu dan kekaiti terkejut dong dan kekaiti menggulung surat itu kembalik keanak panah tersebut itu dan kekaiti berkata.
"Begitu ya."
"Begitu menarik sekali ya."
Tampaklah seketika kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berkata.
"Sudah aku tau kalau ada seperti ini."
"Memang menarik sekali ya."
Tampaklah para bawahan kekaiti diruangan tersebut ketakutan semua karena kekaiti tersenyum jahat sekali dan tampaklah sang kekaiti sedang menunganggi sebuah kuda api berwarna biru dan tampaklah kekaiti sedang menunggu seseorang dipadang rumput luas dan tampaklah dari kejauhan tampak ada seseorang yang menunganggi kuda biasa saja sedang berjalan menujuk kekaiti yang sedang menunggu seseorang.
Tampaklah seseorang itu sudah berhenti didepan kekaiti dan tampaklah seseorang itu menggunakan sebuah topeng diwajahnya dan menggunakan pakaian hitam pekat dan tampaklah kekaiti tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.
"Maaf menunggu lama kakaiti."
Kekaiti berkata.
"Tidak masalah soal itu."
Dan sebenarnya orang bertopeng itu adalah avi yang memakain topengnya yang dia beli waktu dulu dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
Kekaiti berkata.
"Jadi ada apa kamu menyuruhku kesini?."
Avi berkata.
"Aku raja negara ex tizio."
Kekaiti terkejut dong dan kekaiti berkata.
"Ra-raja negara ex tizio?!."
Avi berkata.
"Begitulah."
"Kalau tidak percaya ya tidak apa-apa sih."
Kekaiti berkata.
"Ehem."
"Baiklah,kalau begitu."
"Jadi ada apa seorang raja negara ex tizio menyuruhku kesini?."
Avi berkata.
"Apakah kamu tidak taukah kalau peperangan ini bagaikan mengadu domba kita saja."
"Jadi aku mau berdamai karena merasa begitu."
Terkejut dong kekaiti dan kekaiti berkata.
"Mengadu domba!."
Avi berkata.
"Iya."
"Kita sedang diadu domba seseorang."
"Aku tidak pernah melakukan apa-apapun."
"Kecuali dulu."
Kekaiti berkata.
"Benar sih?."
"Aku merasa begitu?."
"Tapi?."
"Apakah kamu benar-benar tidak melakukannyakah?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak pernah melakukannya sama sekalipun."
"Oh,maaf aku lupa mengenal diriku."
"Ehem."
"Aku adalah avi day lict."
Kekaiti berkata.
"Iya,salam kenal juga avi."
"Kamu juga bisa menyebutku kekaiti saja."
"Karena aku malas mengasih nama asliku kepada orang lain."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi aku kesini untuk berdamai saja."
Kekaiti berkata.
"Oke,baik."
"Aku terima berdamaimu ini."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Terima kasih banyak atas menerima permintaan berdamai ini tersebut."
Kekaiti berkata.
"Iya,sama-sama."
"Aku juga malas berperang terus-menerus yang selalu mengeluarkan dana saja."
"Haaaaaaaa."
__ADS_1
"Kayaknya kali ini kita berdamai ya."
Avi berkata.
"Iya."
Kekaiti berkata.
"Apakah kamu benar-benar tidak memiliki seorang wanitakah?."
Tampaklah kekaiti menatap tajam avi dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Apanya mempunyai seorang wanita?."
Kekaiti berkata.
"Iya,seorang wanita."
Avi berkata dengan keadaan kebingungan.
"Ha,kalau salah ditempat tinggalku banyak seorang wanita sih."
"Siapa yang wanita kamu sebut itu tersebut?."
Kekaiti berkata.
"Oh,begitu ya."
"Ehem."
"Pada waktu itu ada seorang wanita berambut ungu kehitam-hitaman dan mata berwarna ungu."
"Dia berpakaian gelap."
"Ehem."
"Dia mengaku sebagai utusanmu dari negara ex tizio."
"Tempatmu tinggal tersebut."
"Dia berkata menyatakan perang didepanku yang mana aku masih duduk disinggasanaku."
"Dia berkata begitu,aku pun marah dong aku mencoba membunuhnya."
"Pada saat aku menyuruh bawahanku membunuh orang tersebut."
"Tapi."
"Dia berhasil kabur entah kemana."
"Aku menyuruh semua para bawahanku mencarinya."
"Akan tetapi para bawahanku tidak menjumpainya diberapa daerah kotaku dan kotaku kuasai."
"Aku juga merasa kayak ini aku diadu domba saja deh."
"Kayaknya memang benar kayaknya ini seperti kita diadu domba saja."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah seketika kekaiti menatap tajam avi dan berkata.
"Apakah kamu benar-benar tidak taukah orang tersebutkah?."
"Kalau benar kamu mengetahuinya."
"Beritau siapa orang tersebut itu."
Avi berkata.
"Tidak."
"Aku tidak mengenalnya sama sekali."
"Karena aku jarang ada seorang wanita berambut ungu kehitam-hitaman apalagi bermata ungu dan berpakaian hitam."
"Aku juga tidak mengenal orang tersebut."
"Apalagi daftar seseorang yang ada ciri-ciri tersebut karena aku selalu memantau setiap seseorang dari manapun itu."
Kekaiti berkata.
"Begitu ya."
"Kayaknya sudah jelas ini adalah adu domba yang dilakukan seseorang ya."
Seketika kekaiti kesal dong dan kekaiti berkata.
"Kurang ajar!."
"Awas saja kalau aku menemuinya!."
"Aku akan merobek-robek tubuhnya tersebut tanpa tersisah sama sekali!."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah seseorang wanita berambut ungu kehitam-hitaman dan mata berwarna ungu dan berpakaian hitam yang sedang berjalan kehadapan seorang raja negara tersebut dan dia berhenti didepan raja tersebut yang ada disinggasananya dan raja itu berkata.
"Wahai wanita?."
"Kenapa kamu datang kemari?."
"Ada keperluan apa kepadaku?."
Wanita itu berkata.
"Salam kenal saya adalah raja kegelapan null yang telah bangkit kembali."
Terkejut dong semua orang yang ada diruangan tersebut dan salah satu berkata.
"Ma-mana mungkin itu!."
"Mana mungkin kamu raja kegelapan null yang telah bangkit kembali!."
Wanita itu berkata.
"Hahaha,lucu sekali."
"Kalau kalian tidak percaya ya tidak apa-apa sih."
"Aku hanya tidak kerjaan sama sekali."
"Jadi ya aku bangkit dan mau merusuh kedaerah kesini."
Tampaklah orang-orang itu mulai ketakutan dong karena orang-orang tersebut mulai percaya kalau wanita itu raja kegelapan null yang telah bangkit kembali dan wanita itu berkata.
"Hahahahaha."
"Kalian mulai ketakutankah kepadaku?."
"Nah sekarang takutlah kepadaku sekarang juga!."
"Akulah sang penguasa kegelapan!."
"Aku adalah raja kegelapan null yang telah bangkit kembali!."
"Untuk menguasai seluruh dunia!."
Semua orang ketakutan dong dan seketika ada yang berkata.
"Ho-ho-ho,begitu ya."
"Ada yang mengaku diriku ya?."
Seketika wanita itu merasakan aura yang sangat kuat sekali dan sampai-sampai waktu berhenti dan wanita itu sadar dong kalau dibelakangnya ada seseorang yang mempunyai aura sangat kuat sekali dan wanita itu mencoba memutarkan tubuhnya kebelakang dengan perasaan ketakutan sekali.
Tampaklah wanita itu terkejut karena ada sosok hitam bermata berwarna putih cerah dan wanita itu berkata.
"I-itu tidak mungkinkan!."
Seketika sosok hitam tersebut memegang kepalah wanita itu tersebut dan sosok hitam itu memutar tubuh wanita tersebut kedepan dan sosok hitam itu berkata.
"Wahai wanita muda?."
"Tapi siapakah raja kegelapan null sekarang?."
Wanita itu berkata.
"Di-dirimu wahai raja kegelapan null!."
Sosok hitam berkata.
"Jadi untuk apa dirimu mengaku diriku kalau dirimu tidak mengetahui diriku sepenuhnya."
"Seperti orang bodoh yang tidak bercermin saja."
"Apakah kamu tau kalau aku tidak suka dengan hal kekejaman tau."
"Walaupun diriku terlihat kejam."
"Aku terpaksa melakukannya karena aku juga tidak mau semua manusia atau ras lainnya membuat hal kebodohan."
"Walaupun aku bukan tuhan sekali pun."
"Tapi aku mau menjadi tokoh jahat tapi mengubah jalan cerita dengan aksiku tersebut tau."
Wanita itu berkata.
"I-iya-iya-iya saya mengetahuinya sekarang wahai raja kegelapan null!."
Sosok hitam itu berkata.
"Jadi siapa sosok raja kegelapan null sekarang,hah?."
Wanita itu berkata.
"Di-dirimu wahai raja kegelapan null!."
Sosok hitam berkata.
"Begitu ya."
"Waktunya sskarang juga kayaknya."
Seketika sosok hitam itu menusuk wanita tersebut menggunakan pedangnya dan wanita itu tewas dong dan sosok hitam itu hilang begitu juga wanita tersebut itu dan waktunya kembali semula dan sebenarnya sosok hitam adalah avi yang menggunakan wujud aslinya dan sebenarnya avi terpaksa melakukannya tersebut itu.
Tampaklah raja dan orang-orang disitu kebingungan sekali karena hilangnya wanita tersebut itu dan tampaklah avi yang menggunakan jubah hitamnya dan masker hitamnya juga dan tampak avi yang sedang berjalan dipadang rumput luas dihutan dan tampak avi melihat sebuah patung dipadang rumpu tersebut dan avi berkata.
"Ha,ada sebuah patung?."
"Apakah disini benar-benar ada patungkah?."
"Sebaiknya aku kesana sajalah!."
Tampaklah avi berjalan menujuk patung tersebut dan avi berhenti berjalan didepan patung tersebut itu dan avi mencoba memikirkan hal tentang patung tersebut dan seketika patung itu berkata.
"Wahai manusia!."
"Siapakah dirimu sebenarnya?."
"Dan mau apa kamu kemari?."
Seketika avi tersenyum jahat dibalik maskernya tersebut dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Menarik sekali ya."
Tampaklah avi tersenyum jahat dibalik maskernya dan patung itu ketakutan dong karena sudah menyadarinya kalau avi tersenyum jahat dibalik maskernya tersebut dan patung berkata.
"Ehem."
"Jadi ada apa kamu wahai manusia kemari?."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Dan kayaknya sekarang waktunya ya."
"Menghancurkan patung!!!!."
Kaget dan terkejut dong patung tersebut dan ketakutan sekali karena itu sebuah penyamaran dari sebuah skills dan patung itu berkata.
"Tu-tungguh sebentar!."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Patung itu berkata.
"Ehem."
"Apakah kamu tidak takut dosakah menghancurkan patung inikah?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak peduli soal itu tersebut."
"Waktunya penghancuran patung!."
Patung itu kaget dong dan mulai mangkin takut sekali dan patung itu berkata.
"Tu-tungguh sebentar dulu."
"Ehem."
"Aku adalah seorang dewa."
"Kalau kamu menghancurkan patung ini tersebut."
"Kamu akan mendapatkan kutukan loh?."
"Aku juga selalu akan menghukumu terus-menerus."
Seketika avi mangkin tersenyum jahat dibalik maskernya tersebut itu dan avi berkata.
"Waktunya pembantaian masal!."
Seketika patung itu mangkin ketakutan sekali dong dan patung itu berkata.
"Tu-tungguh dulu sebentar!."
"Wo-woi,aku seorang dewa loh!."
"Ke-kenapa kamu berkata--berkata begitu?."
"Seolah dirimu-."
Avi berkata.
"Waktunya penghancuran!."
"Aku tidak peduli sama patung tersebut!."
"Tapi aku hanya mengincar siapa yang ada didalam patung tersebut."
"Dan membunuhnya ditempat tanpa tersisah sama sekali pun!."
"Aku tidak peduli siapa dirimu."
"Tapi aku hanya ingin membunuhmu saja!."
"Waktunya penghancuran!!!!."
Seketika avi mengambil sebuah pedangnya dan mau menghancurkan patung tersebut akan tetapi patung itu seketika berubah menjadi wanita cantik yang jatuh kearah avi sambil berkata.
"Tidak!!!!!!!."
Tampaklah avi terjatuh ketanah karena wanita itu mendorong jatuh ketanah dan avi bangun dong dan duduk ditanah dan avi kaget dong karena ada seorang wanita cantik dipangkuannya dan avi berkata.
__ADS_1
"Ehg?!."
"Siapa wanita cantik ini tersebut?."
"Aku tidak melihatnya dari tadi deh?."
"Siapa ya wanita ini tersebut ya?."
Wanita itu mulai bangun dong dan melihat kearah avi dan seketika wanita itu malu dong dan seketika menjauh dari avi dan wanita itu berdiri dan wanita itu berkata.
"Aku minta maaf!.'
"Aku benar-benar minta maaf soal tadi!."
"Aku minta maaf!."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
"Tidak apa-apa kok."
Tampaklah avi berdiri dari duduknya dan tampaklah wanita itu terkagum-kagum dengan ketampanan wajah avi karena penutup kepalah jubah avi terbuka dan membuat rambut avi keterlihatan dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Apakah ada yang salahkah?."
"Halo?."
Wanita itu berkata.
"Ehg?!."
"He,soal itu tidak apa-apa!."
"Tidak apa-apa!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika wanita tidak tahan lagi dengan apa yang ditahannya dan seketika memeluk avi sangat begitu erat sekali dan avi kaget dong yang apa terjadi itu tersebut dan avi berkata.
"Ehg!."
"Ada apa?."
"Kenapa kamu memelukku?."
Wanita itu berkata.
"Soal itu?."
"Aku menyukaimu!."
Tampaklah wanita itu memeluk avi lagi dengan begitu erat sekali dan avi menyadari sesuatu hal yang ganjil dan avi berkata didalam dirinya.
"Tu-tungguh sebentar!."
"Aku mempunyai firasat buruk kayaknya."
"Karena kedua matanya bersinar diberbentuk hati."
"Apakah itu hal normalkah?."
"Tapi tungguh sebentar!."
"Itu tidak masuk akan sama sekali!!!!."
Seketika sebuah cincin muncul dijari tengah tangan kanan avi dan cincin itu berwarna hitam dan batu permata berwarna ungu dicincin tersebut itu dan avi sadar dong hal tersebut dan avi berkata.
"Bisakah kamu lepasi aku sekarang juga."
Wanita itu berkata.
"Tidak akan."
"Kamu akan pergi lagikan."
Tampaklah avi mencoba memaksa lepasi avi dari pelukan wanita tersebut dan avi pun berhasil bebas dari pelukan tersebut itu dan avi berkata sambil melihat cincin dijari tengahnya.
"A-apakah ini sebuah cincinkah?."
"Tapi."
"Kenapa ada sebuah cincin dijari tengahku secara tiba-tiba!!!!."
Tampaklah avi mencoba melepasi cincin tersebut tapi avi tidak berhasil melepasi cincin tersebut dari jari tengahnya dan avi mencoba memaksa lepasi cincin tersebut dari jari tengahnya tersebut dan avi berkata.
"Ke-kenapa cincin ini tersebut dilepas sih!!!."
"Apa-apa dengan cincin ini tersebut!."
"Ha,sebenarnya apa cincin ini tersebut!!!!!!!."
Dan avi berkata(masa sekarang).
"Dan begitulah ceritanya waktu tadi tersebut."
Tampaklah vema,serena,tina,mila,laura,freci,vilsy sedang kebingungan sekali didepan avi yang mana ada diruang kerja avi dan ssbenarnya tadi itu cerita waktu beberapa menit tadi dan serena berkata.
"Begitu ya,sebuah cincin aneh ya?."
"Hmmmmm?."
"Sedikit aneh sekali bagiku ya."
"Hmmmm?."
Tina berkata.
"Iya,itu benar sekali."
"Memang sedikit aneh sekali secara alami."
"Hmmmm?."
Avi berkata.
"Jadi sekarang dia telah menjadi budakku."
"Karena sebuah cincin ini tersebut."
"Aku tidak gimana sistem perbudakkan didunia ini tersebut."
Laura berkata.
"Begitu ya,perbudakkan ya?."
Avi berkata.
"Yah,aku pun tidak tau apa yang berikutnya aku lakukan keberikut harinya."
"Karena aku tidak suka dengan perbudakkan apalagi menjadi budak milikiku."
"Haaaaaaaaa."
"Aku juga tidak gimana caranya membebaskan dirinya dariku."
Laura berkata.
"Iya,sih my lord."
"Ini cukup aneh sekali."
"Karena budak biasa menjadi alat pemuas seksual."
"Yang mana dia dijadiin sebagai alat pemuas hasrat saja."
"Ada juga sebagai budak pelayan yang mana budak tersebut selalu harus melayani tuannya atau majikannya."
"Ada juga budak pertemanan yang mana dia sebagai seseorang teman tapi dia seorang budak tapi sebaliknya."
"Budak tersebut harus melindungi atau melayani temannya tersebut yang mana temannya adalah majikannya sendiri."
"Ada juga budak pertahan yang mana dimenjadi perisai bagi majikannya sendiri."
"Tapi satu seribu sayang."
"Budak tersebut harus mengorbankan tubuhnya untuk tuannya sendiri saja."
"Biasanya alat sistem pengendali budak bisa sebagai rantai kalau dipegang kesetrum atau kalau dia melawan sama majikannya sendiri."
"Ada juga sistem alat budak ada sebagai sistem ukir."
"Biasanya diukir ditangan atau tempat lainnya disemua tempat tubuh sang budak tersebut."
"Ada juga sistem pengendali budak dari sebuah mantra."
"Biasanya sang budak dimantrain beberapa mantra sebagai pengendali budak tersebut dan biar juga tidak melawan sama sekali dengan majikannya sendiri."
"Dan begitulah saya ketahui my lord avi."
"Tapi kalau sistem budak anda ini cukup jarang sekali atau tidak ada sekali pun?."
Avi berkata.
"Entahlah?."
"Aku juga tidak mengetahuinya sama sekali."
Laura berkata.
"Begitu ya,my lord."
Tampaklah avi tidak menyadarinya karena tanpa avi sadari kalau auranya terkunci rapat oleh cincin tersebut itu dan tampaklah wanita berambut putih itu tidak bisa menahan sesuatu dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Apakah kamu tidak tahan buang airkah?."
Wanita itu berkata.
"Tidak,bukan sama sekali!."
"Tapi hanya saja?."
Seketika mata wanita tersebut menjadi mata berbentuk hati ditengah bolah matannya dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Apa itu ya?."
Seketika wanita itu berjalan menujuk kekursi avi yang avi sedang duduk didepannya dan wanita itu berhenti berjalan disamping kiri avi dan avi sudah menyadarinya dong kalau itu akan terjadi olehnya dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Ada apa ya?."
"Kenapa kamu kesini ya?."
Seketika wanita itu memeluk avi yang masih sedang duduk dikursi dan yang lain terkejut semua dong yang mereka lihat tersebut itu dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja yang apa terjadi berikutnya dan avi berkata.
"Ke-kenapa kamu memelukku ya?."
Wanita itu berkata.
"Karena aku menyukaimu."
Avi terkejut dong dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Me-menyukai?."
Wanita itu berkata.
"Waktunya sekarang juga."
"Aku akan menikmatimu sekarang juga."
"Karena aku budakmu."
Seketika wanita itu mencium avi dimulut avi dan yang lain terkejut semua dong dan mereka kesal dong serena berkata.
"Apa-apa ini!."
"Hah!."
"Kenapa kamu mencium my lord avi!."
Vema berkata.
"Biasa kami dicium hanya didahi saja!."
"Kamu curang!."
"Kamu belum apa menikah sudah mencium my lord avi!!!!."
"Curang sekali!!!!."
Tampaklah avi ciuman wanita tersebut dihadang oleh tangan avi pada mulutnya agar tidak tercium oleh wanita tersebut karena avi tidak suka berciuman sama seseorang kecuali ditangan dan lain sebagainya tapi dimulut dia tidak menyukainya dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya aku harus menyikirkan dulu wanita ini tersebut."
"Kayaknya mereka mulai cemburu kayaknya."
Tampaklah memaksa wanita itu menjauhkan mulut wanita tersebut dari mulut avi yang masih dilindungin tangan kanannya dan avi pun berhasil menjauhkan wanita tersebut dari mulut avi dan tampaklah wanita itu cemberut dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.
"Haaaaaaaaaa."
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan sebenarnya?."
Wanita itu berkata.
"Aku hanya ingin melakukan itu saja kepadamu."
"Aku tidak tau kenapa aku ingin melakukan hal begituan."
"Akan tetapi."
"Aku merasa nyaman disisimu saja."
Avi terkejut dong dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Be-begitu ya."
Wanita itu berkata.
"Tadi tolong jadikan istrimu juga!."
"Aku ingin selalu disisimu terus-menerus!."
Semua orang terkejut dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,aku akan menjadikanmu istrimu juga."
Tampaklah yang lain terkejut dong dan tampaklah wanita itu tersenyum saja dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Terima kasih banyak avi."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
__ADS_1
Tampaklah yang lain tersenyum juga.