Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Mendapatkan senjata baru.chapter 85


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi sedang berjalan kesuatu tempat yang mana avi menujuk sebuah kota kerajaan dengan mengenakan jubah hitam pekatnya dan yang mana kota itu begitu besar sekali dan luas sekeli seperti kota yang sangat mewah dan megah,tampaklah avi sudah memasuki kota tersebut dan avi berjalan dikota tersebut dan melihat-lihat sekitarnya untuk melihat apa yang bagus dengan kota tersebut dan avi berkata sambil berjalan.


"Waw,sangat mewah sekali ya."


"Dan luas sekali ya."


Seketika avi berhenti berjalan dan avi kebingungan sekali karena ada seseorang wanita yang lagi duduk ditepi sungai karena dikota itu mempunyai sungai didalam kotanya dan tampak avi bingung karena wanita itu terlihat sedih sekali ditepi sungai tersebut dan avi berkata.


"Ehg?."


"Orang itu lagi sedihkah?."


"Tapi sebenarnya aku bisa membuat dibahagia lagi."


"Tapi sama saja seperti orang berlagak dekat dengannya."


"Tapi kalau dia laki-laki maka gampang membuatnya bahagia kembalik karena aku sangat suka membuat seseorang bahagia kembalik kalau seseorang lagi sedih."


"Tapi aku harus gimana ya?."


"Baiklah,aku mencobanya saja."


Tampaklah avi berjalan mendekati wanita tersebut dan avi duduk ditepi sungai itu dekat dengan wanita itu akan tetapi avi duduk sebelas meter saja dari wanita tersebut dan tampak wanita itu begitu sedih sekali dan sampai-sampai dia ingin bunuh diri saja dan wanita itu berkata.


"Rasanya aku bunuh diri saja."


"Karena aku benar-benar sampah."


Seketika avi berkata.


"Kekuatan dari dalam."


"Kekuatan dari dalam."


"Kekuatan dari dalam!!!."


"Kekuatan dari dalam!!!!!."


Tampaklah wanita itu langsung melihat kearah avi dan wanita itu bingung sekali karena avi tampak ingin membelah batu kecil yang ada didepannya dengan kekuatannya walaupun avi tidak mengeluarkan kekuatannya dan wanita itu seketika tersenyum dan tampaklah berlagak bisa membelah batu kecil tersebut dan berpura-pura bodoh akan tetapi dari kejauhan ada gunung seketika terbelah menjadi dua bagian karena tekanan angin yang avi timbulkan keluar dari tubuh avi walaupun avi tidak mengeluarkan kekuatannya sama sekalipun.


Tampaklah wanita itu masih memperhatikan avi saja terus-menerus dan avi sadar kalau dirinya dilihati terus-menerus dan avi melihat kearah wanita tersebut dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kamu melihatku terus?."


Wanita itu berkata.


"Tidak,tidak apa-apa."


"Hanya saja kenapa kamu kayak seperti mau ingin membelah batu kecil itu tersebut?."


"Tapi walaupun kekuatanmu tidak muncul sama sekalipun."


Seketika avi tersenyum dan avi seketika melihat kearah langit dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kamu memang benar."


"Tapi kenapa kamu terlihat sedih begitu?."


Tampaklah avi melihat kearah wanita tersebut dan seketika terkejut dan wanita itu berkata.


"Ehg?."


"Apa maksudmu?."


Avi berkata.


"Kenapa kamu terlihat sedih begitu?."


"Apa yang membuatmu sedih begitu?."


Wanita itu seketika terdiam tertunduk kebawah dan wanita itu berkata.


"Itu bukanlah urusanmu."


"Ini adalah urusanku sendiri."


"Aku tidak mau ada seseorang yang ikut dengan urusanku ini tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau kamu sedih janganlah melakukan bunuh diri."


"Sama saja kamu akan makin dapat kesedihan sepenuhnya."


"Apakah kamu tau."


"Kalau dunia ini memang tempat bersedih."


"Bukan tempat bersenang-senang."


"Karena dunia ini hanya membuat menderita saja."


"Walaupun orang-orang bilang kalau dunia tempat bersenang-senang dan perkataanku ini pastih dibilang tidak baik diucapkan untuk orang yang sedih."


"Karena orang sedih maka makin sedih lagi."


"Walaupun begitu kamu janganlah sedih terhadap sesuatu hal."


"Karena suatu hal itu tidak baik disedihi walaupun seperti ibu sudah tiada ataupun barangmu yang hilang."


"Walaupun begitu janganlah kamu sedih karena suatu hal."


"Tapi bersedihlah atas dosamu sendiri karena kesedihan hanya khusus untuk dosamu saja."


"Karena dosa ini lebih menyedihkan dari seluruh hal."


"Maka janganlah kamu makin dalam kesedihanmu tersebut."


Tampaklah wanita hanya terdiam saja dan wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Kamu memang benar ya."


"Aku selama ini yang salah ya."


Avi berkata.


"Kamu tidaklah salah."


"Tapi yang melainkan yang salah adalah dunia sendiri."


"Untuk apa kita diperbudak oleh dunia."


"Tapi kita menyadarinya kalau ada kesedihan yang akan datang kepada kita sendiri."


Avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Apakah kamu taukah."


"Kalau sedihan bukanlah yang harus diterus-terusin."


"Janganlah kamu larut dalan kesedihanmu tersebut."


"Kesedihan bukanlah kehidupanmu."


"Kamu bukanlah sampah dan kamu bukanlah yang salah."


"Tapi yang melainkan adalah dunia yang membuatmu sedih dan menderita begitu."


"Kamu jadi jangan bersedih dengan suatu hal."


"Karena suatu hal bukanlah hal sangat tidak bagus sekali tapi kecuali kamu bersedih atas dosa sendiri lakukan."


Avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan tampak avi seketika berdiri dari duduknya dan avi berjalan yang avi tuju dan tampaklah wanita itu terdiam saja dan mengingat perkataan avi tersebut dan wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Aku tidak boleh sedih suatu hal ya."


Seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.


"Kamu memang hebat ya."


"Bisa membuat bahagia kembalik lagi."


Tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan dikota tersebut dan avi seketika berhenti berjalan dan melihat kalau ada pedagang yang menjual sebuah makanan yang begitu enak sekali dan avi berjalan mendekati pedagang tersebut dan avi membeli makanan tersebut dan tampak avi yang lagi makan-makanan yang dia beli tadi tersebut sambil duduk disebuah kursi taman dan avi berkata.


"Ini cukup enak juga ya."


Tampaklah avi sudah menyelesaikan makanannya tersebut dan tampak avi seketika melihat kearah langit dan avi berkata.


"Memang melelahkan ya."


"Walaupun aku hanya ingin jalan-jalan saja dikota ini tersebut."


"Karena aku tidak kerjaan sama sekalipun kenapa aku jalan-jalan dikota ini tersebut."

__ADS_1


"Tapi?."


"Kenapa dikota ini kayak pernah aku lihat ya?."


"Dimana ya?."


"Kita ini sangat mirip sekali disebuah buku sejarah pada saat dibumi ya."


"Tapi apa ya nama kotanya dalam buku sejarah itu ya?."


"Tapi baiklah,aku jalan-jalan lagilah."


Tampaklah avi berdiri dari duduknya dan avi berjalan lagi dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan tampak avi melihat sekitarnya karena avi ingin membuat sesuatu ditaman tersebut dan avi seketika duduk ditanah dan avi langsung membuat sesuatu dengan material yang dia sudah siapkan dan avi seketika tertawak dan avi berkata.


"Akhirnya sudah selesai juga!."


"Boooomm-booomm,boooommm."


"Mamang resing mau lewat."


"Boooommm-booomm."


Tampaklah wanita yang tadi melihat avi yang lagi berbicara sendiri sambil duduk ditanah dan duduk didepan sebuah pohon besar ditaman tersebut dan wanita itu bingung karena dia bingung karena wanita itu tidak mengetahui avi yang lagi gapain disitu dan wanita itu berjalan mendekati avi dan wanita itu berkata.


"Kamu sedang gapain disini?."


Seketika panik dan ketakutan sekali dan avi langsung menaruh benda yang dibuatnya secara diam-diam didalam skills hitamnya tersebut dan avi melihat kearah belakangnya dan avi terkejut karena wanita tadi itu ada dibelakangnya dan avi berkata.


"A-ada apa ya?."


"Ka-kamu kenapa ada disini ya?."


Wanita itu berkata.


"Ha,karena aku melihatmu ada disini yang lagi duduk ditanah tapi kamu duduk didepan disebuah pohon."


"Itulah yang membuatku bingung."


"Tapi kenapa kamu ada didepan pohon ini tersebut?."


"Kamu lagi sedang gapain sebenarnya?."


Avi berkata.


"Ehg?!."


"Ti-tidak apa-apa."


"Aku hanya masih ingin membelah batu kecil ini tersebut dengan kekuatanku sendirinya."


Seketika wanita itu tertawak karena perkataan avi yang begitu lucu baginya dan wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Tampak avi bingung karena wanita itu tertawak dan tidak lagi sedih dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah avi berdiri dudiknya dan avi berkata.


"Kalau begitu aku pamit pergi dulu ya."


Wanita terdiam dan avi berjalan lagi akan tetapi wanita itu berkata.


"Tungguh sebentar."


Avi seketika berhenti berjalan dan avi membalikan tubuhnya dan avi berkata.


"Ada apa ya?."


"Jadi apalagi ya?."


Wanita itu berkata.


"Apakah kamu akan lagi berjalan-jalan kota ini lagikah?."


Avi berkata.


"Entahlah?."


"Aku hanya ingin berjalan-jalan dikota ini tersebut."


"Aku tidak tau kemana sih."


"Jadia ada apa dengan hal tersebut?."


Wanita itu berkata.


"A-anu."


"Dan membuat sadar kalau kesedihan tidak harus ada selamanya kepada diriku."


"Jadi aku."


"Terima kasih banyak."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu,dah sampai jumpah lagi ya."


Wanita itu berkata.


"Tungguh sebentar."


Avi berkata.


"Ada apa lagi ya?."


Wanita itu berkata.


"Siapa kamu sebenarnya?."


"Kenapa kamu bisa membuat bahagia lagi?."


Avi berkata.


"Aku bukanlah siapa-siapa."


"Kalau kebahagianmu itu muncul pada dirimu sendiri."


"Aku hanya mengatakan seharus apa yang membuat seseorang tidak bersedih lagi."


"Aku tidak hebat membuat orang bahagia."


"Tapi aku bisa membuat orang merasa tenang saja."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Dah,sampai jumpah lagi."


Tampaklah avi berjalan ketempat yang avi tuju dan tampaklah avi melihat sekitarnya akan tetapi dengan tatapan tajam sekali karena avi ingin mencari yang dia cari dan avi seketika berhenti berjalan dan avi mendengar dari orang penduduk disitu sedang membahas tentang yang dilakukan oleh kekaiti yang begitu berlebihan sekali dan avi berkata didalam dirinya.


"Begitu ya."


"Kekaiti melakukan kesalahan lagi ya."


"Kayaknya mungkin aku tidak bisa lagi menghalangi kekaiti berbuat jahat ya."


"Ha,mungkin hanya tuhan saja yang bisa sih."


"Karena aku melakukan hanya bisa sebisa mungkin."


"Tapi tuhan yang lebih tau dariku sendiri tentang masalah ini tersebut."


Tampaklah avi berjalan lagi dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan avi seketika duduk dibawah pohon dan avi melihat keatas langit dan avi berkata.


"Kenapa ya,aku melakukan hal beginian."


"Padahal aku ragu-ragu dengan yang aku lakukan selama ini."


"Karena aku takut yang aku lakukan adalah kesalahan."


"Aku bukanlah siapa-siapa apalagi orang bukanlah orang hebat."


"Aku tidak suka dengan hal beginian sebenarnya."


"Aku adalah orang indonesia tapi biasanya orang indonesia tidak ikut campur dengan urusan orang lain atau hal lain sebagainya."


"Tapi biasanya ada juga yang mau ikut campur dengan urusan orang lain."


"Tapi memang tidak suka melakukan beginian."


"Aku bukanlah orang hebat tapi aku melainkan orang biasa saja."


"Tidak hebat sama sekalipun dengan urusan apapun."


"Tapi aku ragu dengan aku lakukan selama ini sebenarnya."

__ADS_1


"Karena aku melakukan hal beginian karena aku sedang bercanda saja."


"Tapi aku masih ragu dengan candaan yang aku lakukan."


"Karena candaanku hanya ingin menikmati dunia ini sebagai film fantasi saja."


"Tapi kayaknya aku sadar kalau itu berlebihan saja."


"Ha,tapi aku sebagainya tidak usah lagi melakukan beginianlah."


"Aku lebih baik diam saja sebaik begitu."


Tampaklah ada seseorang yang lagi duduk dikursi singgasananya begitu mewah sekali dan seseorang itu seketika tersenyum jahat dan seseorang itu tertawak dan seseorang itu berkata.


"Sungguh menyenangkan sekali ya."


"Tapi."


"Kenapa senjata pedang ini yang tidak aku harapkan!."


"Kenapa!."


"Haaaaaaaaaaaa."


"Tapi baik aku buang saja."


"Dan aku buat lagi yang baru."


Tampaklah seseorang itu membuang pedangnya tersebut kesuatu gerbang kekegelapan dan tampak pedang itu jatuh kedunia avi berada dan tampak avi bingung karena ada sebuah sesuatu yang akan jatuh dekat dan avi berkata.


"Apa!."


"Apakah itu sebuah meteorkah?!."


"Tapi itu tidak terlihat seperti meteor."


"Benda apa yang jatuh kearahku?."


Tampaklah benda itu sudah jatuh dekat avi berada dan tampak benda yang jatuh itu adalah pedang yang dibuang seseorang itu dari gerbang kekegelapannya dan tampaklah avi terkejut dan bingung karena avi melihat sebuah pedang berwarna hitam tapi begitu bagus sekali dan terlihat keren dan avi berkata.


"Ehg?."


"Sebuah pedang?."


"Jatuh dari langit?."


"Kayaknya tidak mungkinkan?."


Avi seketika berdiri dari duduknya dan avi berjalan mendekati pedang yang tertancap itu tersebut dan avi mencoba memikirkan hal tersebut dan avi berkata.


"Ini tidak mungkinkan?."


"Apakah ada orang yang melempar pedang ini dari jarak jauhkah dan sampai kesini?."


"Mungkin terlihat tidak masuk akal kalau begitu tapi."


"Ini pedang dari mana ya?."


"Apakah memang ada orang tidak ada kerjaan yang lagi terbang langsung membuang pedang ini dari atas langitkah?."


"Mungkin begitulah kayaknya?."


"Baiklah,kalau begitu."


"Aku akan mencabut pedang ini tersebut."


Tampaklah avi mencabut pedang itu tersebut dari tanah dan avi melihat-lihat pedang itu tersebut dan avi seketika ingat sesuatu dan avi langsung mengambil pedang kerisnya dari skills ruang hitam miliknya dan avi mencoba membantingkan pedang itu dengan pedang keris yang dipunya dan avi berkata.


"Pedang ini mirip."


"Tapi bentuknya yang tidak mirip."


"Tapi yang mirip itu kekerasan pedang ini sama dengan pedang keris ini tersebut."


"Dan ketahannya hampir sama apalagi beberapa keahlian pedang kerisku hampir sama semua dengan pedang ini tersebut."


"Tapi siapa ya membuat pedang ini tersebut?."


"Apalagi siapa ya melempar atau menjatuhkan pedang ini dari atas langit ya?."


"Tapi pedang bentuk ini hampir mirip dengan pedang raja jahat saja pada sebuah film fantasi."


"Tapi."


"Hore!!!!!."


"Pedang ini yang aku cari selama ini!!!."


"Karena aku ingin tau gimana merasakan pedang itu tersebut!!!."


"Tapi kayaknya aku sudah tau gimana rasanya pedang itu."


"Tapi apakah aku harus mengembalikan pedang ini yang punya?."


"Ha,mungkin sepertinya."


"Tapi."


Tampaklah avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Ini bukanlah miliku."


"Karena pedang ini memang sangat berharga sekali kalau dilihat."


Tampaklah wanita waktu tadi itu sedang berjalan tapi dia melihat avi yang lagi berdiri sambil memegang dua pedang dikedua tangannya dan wanita itu bingung karena avi terdiam saja dan wanita itu seketika tersenyum dan wanita itu berjalan mendekati avi,tampaklah avi menyadari kalau wanita itu yang lagi berdiri dibelakangnya dan avi membalikan badannya dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kamu ada datang kesini ya?."


"Apakah ada masalahkah lagi denganku?."


Wanita itu menggelengkan kepalahnya dan wanita itu melihat kearah langit dan wanita itu berkata.


"Aku hanya saja kenapa kamu seperti ada masalah begitu?."


"Dan kamu kenapa memegang dua pedang dikedua tanganmu?."


"Apa yang sedang terjadi sebenarnya?."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Tidak,tidak apa-apa."


Avi seketika memasuki dua pedang itu kedalam skills ruang hitamnya dan avi berkata.


"Jadi kenapa kamu ada disini?."


"Kenapa kamu ada dibelakangku tadi?."


Wanita itu berkata.


"Tidak apa-apa."


"Hanya saja apakah kamu seorang pahlawankah?."


"Karena kekuatanmu yang tidak dapat dilihat sedikitpun."


"Karena dari tadi aku tidak bisa melihat kekuatanmu sebenarnya."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Aku hanya orang biasa saja."


"Aku bukanlah seorang pahlawan."


"Tapi aku seorang biasa saja."


"Aku bukanlah siapa-siapa."


"Tapi aku tidak bisa memberimu lagi siapa diriku sebenarnya."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Dah,sampai jumpah lagi."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Mamang resing diaktifkan."


Terkejut wanita itu karena perkataan avi tersebut dan seketika avi sudah menghilang begitu saja dan wanita itu kebingungan sekali dan wanita itu berkata.


"Ehg?."


"Mamang resing?."


"Apa itu ya?."


Seketika wanita itu menghilang dan wanita itu terpindah tempat keatas langit dan wanita itu terkejut dan dia panik karena dia akan jatuh kebawah dari ketinggian seratus ribu meter dari permukaan dunia tersebut dan wanita itu langsung mendarat disungai dan wanita itu langsung marah dan wanita itu berkata.

__ADS_1


"Kurang ajar!!!!!!."


"Kenapa aku menyembutnya!!!!!."


__ADS_2