Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Menggagalkan rencana sang kekaiti.chapter 45


__ADS_3

Tampaklah ada seseorang itu tersenyum jahat diatas singgasananya dan orang itu ketakutan dong menjauh dari singgasananya dan tampak seseorang itu masih tersenyum jahat dan orang itu berkata.


"Si-siapa kamu sebenarnya!."


Tampaklah seseorang itu masih tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.


"Saya bukanlah siapa-siapa."


"Tapi."


Seketika seseorang itu ketawak jahat kecil dan seseorang itu berkata.


"Kamu telah membuat sesuatu hal bodoh ya."


Tampak seketika seseorang itu tersenyum dan sebenarnya seseorang itu adalah avi yang lagi duduk diatas singgasana orang itu(tangan kanan kekaiti)dan tampak orang itu ketakutan dong dan seketika avi turun dari singgasana itu dan seketika avi berubah menjadi sosok hitam,mata berwarna putih.


Tampaklah orang itu mangkin ketakutan dong dan orang itu berkata.


"I-itu tidak mungkinkan?!."


"Mana mungkin raja kegelapan null telah bangkit!!!."


Tampaklah avi senang dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kamu telah membuat keuangan negara ini menjadi buruk ya."


Tampaklah orang itu masih ketakutan dan orang itu berkata.


"A-apa maksudmu raja kegelapan null!."


"Aku yang melakukannya?!."


"Eheh,kamu salah be-."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seketika avi bergerak dengan sangat cepat sekali dan memegang kepalah orang itu dan tampak orang itu mangkin tambah ketakutan dong dan avi berkata.


"Sekarang waktunya kamu akan mendapatkan hukumannya."


Orang itu berkata.


"Ja-jangan!."


"A-aku mohon!."


"Ja-jangan!."


Avi berkata.


"Tidak akan."


Tampaklah orang itu mangkin ketakutan dong dan setelahnya avi menjumpai orang yang bernama refli itu dan tampak avi menyamar lagi dan tampak setelahnya tampak orang itu ketakutan dong karena hari itu orang itu ketakutan kepada avi dan orang itu berkata.


"A-apa maumu mo-mo-monster!."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Tenang saja,tidak sakit kok."


Tampaklah orang itu mangkin ketakutan dong dan tampak setelahnya dua orang yang avi cari sudah avi tangkap dan tampak mereka berdua diikat tali dan mereka berdua ada didalam kastil raja negara jomblo.


Tampak avi dan raja negara jomblo ada didepan mereka berdua dan avi berkata.


"Baik."


"Saya telah menangkap mereka,berarti saya tugas saya telah selesai ya."


"Haaaaaa."


"Aku mohon jangan ada beginian lagi ya,raja."


Raja berkata.


"Ehg!."


"Be-begitu ya."


"Iya,kamu telah selesai dengan tugas ini avi."


Avi berkata.


"Iya."


"Baik,saya pamit pergi ya raja."


Raja berkata.


"Iya,avi."


Tampaklah avi mau memgambil sesuatu barang disebuah meja dan avi mengambilnya dan tangan kanan kekaiti berkata.


"Eheh!."


"Kamu curang sekali ya,raja negara jomblo!!!."


"Kamu bekerja sama dengan raja kegelapan null!."


"Kamu memang licik sekali kamu raja negara jomblo!!!."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Dia bukanlah licik atau curang."


"Tapi."


"Akulah sendiri yang menerimanya."


Kaget dong orang itu dan orang itu berkata.


"Gi-gimana mungkin!."


"Kamu pastih berbohongkan!."


"Raja kegelapan null!!!."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Kamu caritau sendirilah jawabannya itu."


Tampak seketika avi menghilang dan tampak kebesokan harinya tampak avi ada diruangan avi kerja tapi avi memangku dua anaknya dan tampak avi senang dan tampak avi tersenyum dan avi berkata.


"Haaaa."


"Begitu ya."


"Kayaknya anaknya dari mereka berdua memang lucu sekali ya."


"Tapi."


Avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya anaknya vema dan mila mereka memang memiliku DNAku ya."


"Haaaaa."


"Karena pada mereka bayi."


"Aku mengambil darah mereka berdua."


"Melihat DNA mereka berdua."


"Tapi."


"Haaaa."


"Memang mereka memiliki DNAku didalam mereka."


"Padahal aku tidak pernah melakukan hal begituanlah?."


"Haaaaa."


"Tapi kayaknya aku terima sajalah."


Tampaklah avi tersenyum melihat anaknya avi dan beberapa setelahnya tampaklah vio dan zio ada didepan avi dan mereka berdua ada diruangan avi kerja dan avi berkata.


"Jadi ada apa vio dan zio?."


Seketika mereka berlutut dihadapan avi dan zio berkata.


"My lord."


Avi berkata.


"Ada apa?."


Zio berkata.


"Sebenarnya saya ingin pergi untuk menyebar agama saya ini,my lord."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Kamu ingin menyebar agama islamkah?."


Zio berkata.


"Iya,my lord."


"Karena saya sudah tau banyak tentang agama islam."


"Dan jadi berpikir untuk menyebar agama islam,my lord."


Tampaklah avi tersenyum karena avi sudah mengetahui maksud zio dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baik,aku izin kamu pergi untuk menyebar agama islam."


Zio berkata.


"Baik,terima kasih banyak my lord."


Avi berkata.


"Iya."


"Jadi vio kamu sedang apa kesini?."


Vio berkata.


"Sebenarnya my lord."


"Saya ingin menemani zio menyebar agama islam."


"Membantu menyebar agama islam."


"Saya juga akan melindungi zio dari bahaya."


"Dan karena saya dulunya seorang prajurit kerajaan."


"Jadi saya cocok ikut dengan menemani zio menyebar agama islam,my lord."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baik,aku izinkan kamu juga pergi."


Vio berkata.


"Baik,terima kasih banyak my lord."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama."


"Jadi kalian mau menyebar agama islam ya."


Mereka berdua berkata.


"Iya,my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kalau kamu ingin menyebar agama islam."


"Kamu harus bersabar dengan orang-orang yang tidak suka dengan agama islam."


"Dan kamu juga harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain dengan benar."


"Jangan ada sesuatu kesalahan menyebar agama itu."


"Karena agama itu akan sesat kalau ada kesalahan menyebar agama."


Mereka berdua berkata.


"Baik,my lord!."


Tampaklah avi tersenyum dan tampaklah avi yang lagi bersantai diatas dahan pohon dan avi berkata.


"Haaaaa."


"Disini memang nyamannya."


"Haaaaa."


Tampaklah avi kebingungan dong karena ada sebuah pintu yang berlambang dan avi berkata.


"Ehg!."


"Pintu apa itu?."


"Kok cukup aneh ya?."


"Apalagi mencurigakan?."


"Karena dari tadi tidak ada pintu itulah?."


"Hmmm?."


"Baiklah aku mencaritau pintu itu."


Tampak avi berdiri dan melompat kebawah dan berjalan mendekati pintu itu dan setelahnya avi mencoba memikirkan pintu itu dan melihat seluruh pintu itu dan setelahnya avi mencoba memikirkan hal tersebut lagi dan avi berkata.


"Hmmmm?."


"Pintu apa ya?."


"Haaaa."


"Tapi ini pintu apa ya?."


Tampaklah avi membuka pintu itu dan tampak avi kaget dong karena didalam pintu itu ada sebuah ruangan yang ada kursi dengan meja besar berbentuk bulat dan avi berkata.


"Ehg!."


"Ruangan apa ini sebenarnya?."


"Hmmmm?."


"Lebih baik aku masuk sajalah."


Tampaklah avi masuk kedalam pintu itu dan tampak avi merasa kagum dengan ruangan itu karena ruangan itu begitu mewah sekali dan avi seketika berjalan mendekati salah kursi itu sambil berkata.


"Waw!."


"Menakjubkan sekali!."


"Ini sangat mewah sekali."


"Bagaikan dicerita dikerajaan-kerajaan zaman dulu ya."


"Karena ruangan ini begitu mewah sekali kayak didalam cerita kerajaan zaman dulu ya."


Tampaklah setelahnya avi duduk disalah satu kursi disitu dan avi melihat sekitar dengan rasa kagum sekali dan seketika avi kaget dong karena ada suara seseorang yang masuk keruangan itu dari sebuah lorong ruangan dan suara orang-orang itu mangkin mendekat dan avi panik dong karena suara orang-orang itu tidak satu tapi ada tiga puluh enam orang.


Tampaklah orang-orang itu sudah sampai tapi mereka seketika terkejut dong dan seketika mereka ketakutan dong karena ada seseorang yang lagi duduk disebuah kursi yang mana itu adalah avi dan mereka tampak ketakutan dong dan sebenarnya avi masuk keruangan raja kegelapan berkumpul dan si A berkata.


"Gi-gimana mungkin itu!."


"Ra-ra-raja kegelapan null!!!."


Si W berkata.


"A-apa ya-yang te-terjadi!."

__ADS_1


"Ke-kenapa bi-bisa a-ada ra-raja ke-kegelapan nu-null!."


Si E berkata.


"Gimana mungkin raja kegelapan null datang kemari!."


"Apa jangan-jangan!."


Avi berkata.


"Ha,anu?."


Seketika mereka ketakutan dong dan seketika mereka berlutut dihadapan avi dan tampak avi kebingungan dong dan mereka semua berkata.


"La-lama tidak berjumpah raja kegelapan null!."


Avi berkata.


"Ha,i-iya."


"Ha,itu?."


"Hmmm?."


"Apa ya?."


Tampaklah mereka mangkin ketakutan dong karena perkataan avi yang menurut mereka akan dimarahi dan avi berkata.


"Kalian kenapa begitu?."


Kaget dong mereka karena perkataan avi dan avi berkata.


"Kenapa kalian berlutut begitu?."


"Akukan bukan siapa-siapa kaliankan?."


Seketika mereka terkejut dan kaget dong karena perkataan avi tadi yang mereka pikir adalah sebuah merendah diri sendiri bagi avi dan mereka berkata.


"Apa maksud anda berkata begitu,raja kegelapan agung?."


Seketika bingung dong avi dan avi berkata.


"Ehg?!."


"Apa maksud kalian?."


"Padahal aku hanya orang bia-."


Si Z berkata.


"Anda bukanlah orang biasa saja."


"Anda adalah tuan kami semua."


"Jadi anda tidak perlu berkata begitu,tuan!."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi?."


Avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Aku tidak tau mereka siapa?!."


"Karena aku memang tidak tau mereka semua?!."


Mereka kebingungan dong dan si E berkata.


"Ada apa raja kegelapan null?."


Avi berkata.


"Ehg!tidak apa-apa kok."


Si E berkata.


"Begitu ya,raja kegelapan null."


Avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.


"Aku ingin tanyak sesuatu kepada kalian semua."


Mereka menjawab.


"Tanyak apa raja kegelapan null?."


Avi berkata.


"Tapi bisakah kalian duduk dulu sebentar dikursi."


Mereka menjawab.


"Baik!."


Tampaklah mereka semua mulai duduk dikursi dan si U berkata.


"Jadi anda tanyak apa,raja kegelapan null?."


Avi berkata.


"Siapa orang seenak hatinya menyerang semua banyak ras."


Terkejut dong mereka semua dan mereka berkata.


"Menyerang semua ras?!."


Avi berkata.


"Iya."


"Siapa orang seenak hati melakukan peperangan besar-besaran diseluruh kota atau negara ras seperti manusia?."


Mereka tampak kebingungan dong dan si Z berkata.


"Apakah ada seseorang yang melakukan peperangan ini sebagai."


"Provokator untuk membuat kita yang salah?."


"Karena kita raja kegelapankan?."


"Yah,walaupun kita bukan raja kegelapan sebenarnya."


Si R berkata.


"Iya,itu benar sekali."


"Kayaknya orang itu mau membuat semua ras seperti manusia."


"Menyerang kita semua."


"Padahal kita tidak melakukan apapun."


"Tapi beda cerita waktu itu sih."


Si Y berkata.


"Iya,itu benar sekali kayaknya."


"Kayaknya orang itu seenak hatinya melakukan ini."


"Dan dia mau dia akui raja kegelapan seluruh dunia kayaknya."


"Peperangan besar-besaran itu adalah hal bodoh dilakukan."


"Karena banyak mengeluarkan keuangan,tenaga,pemikiran,taktik penyerangan dan lain sebagainya."


"Yah,walaupun membosankan juga kalau perang terus."


"Kita juga malas berperang selain gak ada kerjaan sama sekali."


"Haaaaa."


"Begitulah pemikiranku,raja kegelapan null."


Avi berkata.


"Iya,itu benar sekali."


"Tapi."


Mereka menjawab.


"Baik,raja kegelapan null!."


Tampaklah avi memikirkan hal tersebut dan seketika avi paham hal tersebut dan avi melihat orang-orang itu semua dan avi melihat orang-orang itu sedang bersantai dan avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya raja kegelapan orangnya seperti orang elegan saja ya?."


"Haaaaa."


"Tapi ada yang separuh orang tidak begitu."


"Malahan merusuh saja."


"Haaaaa."


Tampak si Z kebingungan dong karena avi tampak bingung dan si Z berkata.


"Ada kenapa raja kegelapan null?."


Avi berkata.


"Ehg!tidak apa-apa kok."


Si Z berkata.


"Begitu ya,raja kegelapan null."


"Tapi?."


"Kenapa anda tidak mau lagi menjadi raja kegelapan lagi?."


Tampaklah avi yang sudah pasrah karena avi tidak tau apa-apa tentang raja kegelapan dan avi berkata.


"Ha,soal itu?."


"Ehem."


"Apakah ada keuntungannyakah menjadi raja kegelapan?."


Terkejut dong si Z begitu juga yang lain dan avi berkata.


"Apakah pekerjaan raja kegelapan itu hanya bagaikan mencari kesenangan saja karena merasa kebosanankah?."


Kaget dong mareka semua dan si F berkata.


"Apa yang anda katakan?!."


"Kan anda pernah menjadi raja kegelapan juga!."


Avi berkata.


"Ha,soal itu."


"Aku pernah merasakan sih."


"Hehehehe."


Mareka kaget dong dan terdiam karena perkataan avi memang benar dan avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Perkataanku memang benar."


"Aku sebenarnya belum pernah menjadi raja kegelapan?."


"Aku tidak pernah taulah?."


"Hmmm?."


"Apakah orang raja kegelapan null itu mirip dengankukah?."


"Tapi?."


"Haaaaa."


"Menjadi raja kegelapan tidak menyenangkan kayaknya."


"Hanya bagaikan pengangguran sajalah."


"Haaaaa."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Menjadi raja kegelapan itu membosankan menurutku saja."


"Hanya berperang setiap saat kalau merasa membosankan."


"Bagi kalian saja."


"Tapi begitulah aku ketahui."


"Aku juga tidak mau menjadi raja kegelapan."


"Karena kalau dunia ini sangat membosankan."


Terkejut dong mereka semua dan avi berkata.


"Dunia ini hanya berlulang-ulang saja begitu saja."


"Mau mengejar dunia ini sangat susah sekali."


"Karena dunia ini akan mangkin menjauh terus kalau mengejarnya."


"Dan kita akan lelah sendiri untuk mendapatkan dunia ini."


"Untuk menjadi terbaik."


Tampaklah avi tersenyum dan tampak mereka semua terdiam saja dan tampak avi yang ada diruangan kerjanya tampak avi yang lagi melihat kaca tipis yang dipegangnya dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Rencananya telah dimulai ya."


"Tapi."


Seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Sebagian sudah aku gagalkan rencana kekaiti itu."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Memang lucu sekali ya dan imut sekali mereka itu semua."


Tampaklah avi mangkin tersenyum jahat dan avi berkata.


"Lebih baik aku harus caritau lagi apa yang terjadi berikutnya."


Tampaklah beberapa hari kemudian tampak avi yang lagi membaca sebuah surat diruangan kerjanya dan avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah avi menaruh surat itu dimejanya dan tampak serena bingung dong dan serena berkata.


"Ada apa my lord?."


"Apa yang terjadi?."


Avi berkata.


"Ha,tidak apa-apa kok."


"Tapi kayaknya negara bernama gerty memgundangku datang kesana."


Serena berkata.


"Begitu ya,my lord."


"Jadi anda akan pergi kesana ya."


Avi berkata.


"Begitulah."


"Tapi kayaknya aku pergi sendirilah."


"Bagaimana aku pergi kekerajaan lainnya."

__ADS_1


Tampak serena tampak sedih dan serena berkata.


"Begitu ya,my lord."


Tampaklah avi menyadarinya dan avi berkata.


"Ada apa serena?."


Serena berkata.


"Tidak apa-apa kok,my lord."


"Hanya saja."


Avi berkata.


"Ada apa serena?."


Serena berkata.


"A-apakah boleh saya ikut denganmu my lord?."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Kan aku hanya pergi sebentar saja."


"Bukan lama sekali."


"Untuk apa kamu ikut serena?."


Serena berkata.


"So-soal itu."


"A-aku hanya ingin pergi bersama anda saja,my lord."


"Aku hanya ingin tau saja yang anda lakukan."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baik,kamu boleh ikut denganku."


Tampaklah serena senang dong dan serena berkata.


"Terima kasih banyak my lord."


Seketika vema dan mila masuk dong dan mereka berdua berkata.


"Tidak adil!."


"Kenapa serena saja yang diajak!."


Tampaklah mereka berdua cemburu dan avi menyadarinya dong dan avi berkata.


"Ehg!."


"Bukannya kalian mempunyai bayikan?."


"Jadi kalian tidak usah ikut."


"Karena kalian berduakan merawat bayi kaliankan?."


Tampaklah mereka berdua mangkin cemburu dong dan mereka berdua berkata.


"Kan laura dan tina bisa merawat bayi kami."


"Anda tidak pernah mengajak kami berdua,my lord!."


Tampaklah mereka berdua pakai wajah imut mereka dan avi sudah menyadarinya dong dan avi berkata.


"H-ha,boleh kok."


"Baik,kalian boleh ikut denganku."


Tampaklah mereka berdua senang dong dan tampak serena yang cemburu dan avi berkata.


"Padahal hanya pergi sebentar saja."


"Kalian malahan ikut."


"Haaaaa."


"Hanya sebentar saja kalian ikut."


"Haaaaaa."


"Tapi kayaknya ya sudahlah."


"Haaaaa."


Tampaklah dua hari berlalu tampak avi yang sudah bersiap-siap dengan yang dibutuhkan dan tampak vema,mila,serena ada dibelakang avi dan avi berkata.


"Baik,kalau begitu kita pergi sekarang juga."


"Oh iya."


"Kayaknya aku harus menghidupkan alat penyamar deh."


"Karena aku sedikit tidak suka kalau menganggapku hal aneh lainnya."


Tampaklah mereka tersenyum saja dan vema berkata.


"Tenang saja,my lord."


"Kami tidak apa-apa kok tentang hal itu tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu,kita pergi sekarang juga."


Mereka menjawab.


"Baik!."


Seketika avi dan yang lain berpindah tempat dan tampak avi dan yang lain ada disebelah pohon dan tampak didepan mereka ada sebuah kota dan avi berkata.


"Baik."


"Kalau begitu kita pergi sekarang juga."


Mereka bertiga menjawab.


"Baik,my lord!."


Tampaklah avi berjalan begitu juga mereka bertiga yang menujuk kota itu dan tampak mereka sudah ada didalam kota dan tampak avi dan yang lainnya dilihati terus karena vema,mila,serena memakai baju pelayan dan avi ada didepan mereka.


Tampaklah avi yang mulai panik dong karena avi merasa tidak nyaman dan avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Aku terus dilihati saja."


"Kayaknya memang benar yang aku ketahui."


"Haaaaa."


Tampaklah avi dan yang lain berhenti dan avi berkata.


"Baik."


"Kalian bertiga disini saja ya."


"Karena aku merasa tidak nyaman kalau kalian masuk keistana kerajaan."


Mereka menjawab.


"Baik,my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu,dah."


Tampak avi berjalan menujuk istana kerajaan dan yang lagi menyamar jadi orang jelek dan tampak avi yang mulai masuk istana dan tampak avi yang terus dibisik-bisikan orang lain dan yang mana mereka berkata.


"Lihat itu."


"Apakah orang itu tuan dari pahlawan terkenal itu?."


"Tapi menjijikkan sekali ya."


"Menjadikan tiga pahlawan terkuat menjadi seorang pelayan begitu."


"Dan apalagi dia jelek."


Tampaklah avi yang mulai tidak nyaman dan avi terus masuk kedalam istana dan tampak avi sudah masuk kedalam ruangan tahtah yang mana raja negara itu berada dan tampak setelahnya tampak avi berdiri didepan raja itu yang lagi duduk disinggasananya dan raja berkata.


"Apakah kamu avi?."


"Raja negara ex tizio?."


Avi berkata.


"Iya."


Raja berkata.


"Yang aku ketahui kalau avi adalah seorang pemuda yang tampan."


"Tapi."


Seketika raja itu menatap tajam avi dan raja berkata.


"Kamu sangat jelek dan buruk sekali ya rupanya."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya,raja."


"Tapi anda tanyaklah pada diri anda kalau mengejek orang lain."


Raja berkata.


"Baiklah."


"Kita cukupkan candaan ini tersebut."


"Lebih baik membahas kerja samanya,avi."


Avi berkata.


"Iya,raja."


Tampaklah avi dan raja mulai berbicara satu sama lain dan tampak setelahnya tampak avi dan raja menanda tangani perjanjian sebuah surat dan tampak setelahnya tampak avi berjalan menujuk kemereka bertiga dan tampak vema,mila,serena mulai menjadi pusat perhatian orang lain dan yang mana mereka berkata.


"Lihat itu."


"Kenapa tiga pahlawan terkuat memakai pakaian pelayan ya?."


"Tapi mereka imut memakai pakaian pelayan tersebut!."


"Tapi tampak mereka menungguh seseorang ya."


"Tapi siapa orang mereka tungguh ya?."


Tampaklah avi yang sudah sampai mereka bertiga dan avi berkata.


"Yo,vema,mila,serena."


"Kayaknya aku sudah selesai dengan urusan ini."


Tampaklah avi yang mangkin tidak nyaman dong karena orang-orang mangkin membisik-bisikan avi dan avi berkata dengan nada suara kecil.


"Haaaaa."


"Ini yang terjadi kalau kalian ikut."


"Karena akan menjadi pusat perhatian banyak oranglah."


"Haaaaaa."


"Baik,kalau begitu kita pulang sekarang."


Mereka berkata.


"Baik,my lord!."


Tampak orang-orang kaget dan terkejut dong karena vema,mila,serena berkata 'my lord'tampak avi dan yang lain berjalan menujuk pintu keluar kota itu tersebut dan tampak avi mematikan alat penyamarnya dan kaget dong orang-orang karena penampilan avi berubah menjadi tampan sekali.


Tampaklah sang kekaiti ada dikastilnya dan yang lagi duduk disinggasananya dan tampak seseorang berlari keaeahnya dan setelahnya seseorang itu berlutut dihadapan kekaiti dan seseorang itu berkata.


"Gawat!tuan!."


Kekaiti berkata.


"Ada apa?."


Seseorang itu berkata.


"Rencana anda itu telah digagalkan seseorang!."


Terkejut dong kekaiti dan menatap tajam seseorang itu dan kekaiti berkata.


"Apa?."


"Rencana aku berikan telah digagalkan?!."


"Apakah kamu berbohongkah?."


Seseorang itu berkata.


"Tidak,tuan!."


"Karena rencana anda yang ingin mengahancurkan salah satu negara telah digagalkan."


"Dan rencana yang ingin merusak ekonomi semua negara telah digagalkan lagi."


"Apalagi orang-orang yang anda perintahkan untuk menghidupkan sihir sangat kuat."


"Yang ada diberbagai pulau dan negara telah digagalkan."


"Karena mereka telah tertangkap oleh pihak kerajaan."


"Begitu juga orang-orang lainnya."


"Tampak mereka ditangkap semua oleh semua negara yang menjadi target penghancuran."


"Karena ada seseorang yang mengetahui rencana kita buat,tuan."


"Dan orang itu memberitau pihak kerajaan lain juga."


Kekaiti berkata.


"Gi-gimana mungkin bisa?!."


"Ke-kenapa seseorang memberitau kerajaan-kerajaan lain!."


"Tentang rencana aku!."


"Awas saja dirimu yang merusak rencanaku!."


Tampaklah avi yang tersenyum jahat disebuah dahan pohon dan sambil duduk didahan pohon dan avi berkata.


"Sesuatu rencanaku ya."


"Karena aku menerima tugas dari raja negara jomblo bagian rencanaku juga."


"Karena itu ada hubungannya dengan rencana kekaiti."


"Apalagi negara yang waktu itu aku datangi itu."


"Karena aku memberitau raja negara itu tentang ada sekelompok orang mencurigakan."


"Dan aku memberitau sang raja negara itu."


"Mereka memang terlihat."


"Lucu dan imut mengemaskan sekali."


Tampaklah avi mangkin tersenyum jahat dan avi berkata.


"Mari kita lihat lagi apa yang dilakukan sang kekaiti itu."


"Karena aku hanya ingin main-main saja."


"Karena aku sedang bercanda saja."

__ADS_1


__ADS_2