
Pada pagi hari terlihat avi sibuk menyelesaikan tugas yang ada, dan beberapa menit kemudian avi telah selesai tugasnya.
Dan beberapa menit kemudian datang lah seseorang, mereka berkata.
"Permisih my lord maaf mengitu mendadak kami datang dan tampa bilang."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa."
Avi tersenyum melihat mereka dan beberapa menit kemudia mereka selesai, dan avi berkata.
"Eehh, haaa."
"Aku ingin tanyak."
Mereka menjawab.
"Tanyak apa my lord."
Avi menjawab.
"Tentang penempa besi, karena aku banyak melihat baju zirah kalian terlihat rusak dan begitu juga pedang kalian."
Salah satu mereka menjawab.
"Eehh, maaf lancang my lord."
"Kami memang bukan ahlinya, kami minta maaf kalau baju zirah kami dan pedang kami terlihat tidak bagus."
Mereka minta maaf sambil menudukkan kepalah mereka, avi menjawab.
"Begitu ya, tapi kalian mendapatkan pedang, baju zirah, dan juga anak busur dari mana kalian bilang kalian bukan ahlianya?."
Salah satu mereka menjawab.
"Eahg, dulu kami belum mempunyai apa-apa hanya menggunakan balok kayu yang sudah tumbang."
"Karena itu kami dulu tidur di gua karena tidak mempunyai alat pemotong kami pun tidur di gua."
"Tapi gak berapa lama ada 70 ribu petualang melewati gua kami."
"Seketika menyerang dengan babi buta tampa rasa takut, menyerang secara tampa di peringati."
"70 ribu petualang tewas dan ras kami ada sekitar 45 yang tewas dan banyak terluka."
"Dan itu mengapa kami mempunyai kapak, pedang, busur, dan baju zirah selainnya seperti pisau dan anak busur."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
"Tapi aku ingin tanyak."
Mereka menjawab.
"Tanyak apa my lord."
Avi menjawab.
"Nama ras kalian apa."
Mereka menggelengkan kepalah mereka dan avi berkata.
"Begitu ya, gak ada nama ras."
"Tapi aku melihat kalian, kalian seperti manusia binatang."
Mereka menjawab.
"Kami bukan ras manusia binatang."
Mereka berkata secara bersamaan, dan mereka bertengkar satu sama lain dan satu persatu berbicara secara bertengkar mereka saling bilang.
"Mungkin kita mirip."
"Mana mungkin."
"Mirip."
"Tidak."
Seketika serena datang dan melihat mereka berisik maka serena memukul meja dengan keras dan berkata.
"Woi, kalian kalau berisik di luar bukan di sini, apakah kalian punya sopan santun."
Mereka terdiam seketikan dan serena berkata lagi.
"Kalau kalian mempermasalahkan hal debat maka pakai lah ruangan untuk debat bukan disini."
"Apa kalian punya sopan santun, kalian debat di depan lord avi."
Mereka berkata.
"Kami minta maaf lord avi."
"Dan kami tidak menyangka hal tersebut tidak lah sopan."
Avi menjawab.
"A-ah, ya aku maafkan tapi kalian boleh berdebat di depan ku tapi harus sopan hal suara maupun diri."
"OKE."
Mereka berkata.
"Baik."
Avi berkata.
"Oke lah kalau kalian tidak tau nama ras kalian maka akan aku nama."
Mereka terkejut beserta serena, dan mereka berkata.
"Ta-tapi my lord."
Avi menjawab.
"Aku kalian takut hal tersebut."
Mereka mengangguk, dan avi berkata.
"Baiklah akan ku namai ras kalian."
Avi berkata didalam dirinya.
"Apa yang cocok ya."
"Mereka seperti manusia tapi ada nama ras lain yaitu ras manusia binatang dan banyak ras yang sama seperti mereka."
"Apa ya."
"Hmm, ooh, baiklah."
Avi berkata.
"Baik aku sudah dapat yaitu."
"Nama ras kalian adalah N.S.A."
Serena menjawab.
"N.S.A. apa artinya?."
Mereka menjawab.
"Iya, apa artinya lord."
Avi menjawab.
"Artinya adalah Null soul animals."
Mereka berkata.
"Null soul animals?."
Avi menjawab.
"Null soul animals adalah."
"Kalian pernah bilang kalau jiwa kalian adalah null."
Mereka mengangguk.
Avi menjawab.
"Maka karena itu aku memakai null, soul adalah jiwa dan animals adalah binatang."
"Jadi intinya kalian adalah binatang jiwa null."
"Kalian pernah bilah kalau kalian kenak lukak besar maupun kecil lukak kalian sembuh satu detik doang."
"Jika kalian di bunuh jantung kalian masih hidup dan kembalik hidup karena inti kalian ada di dalam jiwa kalian."
"Yah, kalau inti jiwa kalian yang ada di tengah tertusuk maka jiwa kalian tewas."
"Yah, aku mengambil yang kalian bilang kepadaku waktu dulu."
Kepalah mereka tunduk kebawah, avi menjawab.
"Baiklah, intinya kalau kalian tidak suka maka bilang padaku."
"Ooh iya, aku lupa bilang."
"Aku akan mengajari kalian cara membuat beton yang kokoh untuk membangun rumah kalian."
"Baik kalau begitu aku keluar sebentar."
Avi keluar berkeliling desa, mereka menyapa avi dengan ramah sambil tersenyum.
Sampai nya di ujung desa avi teringat dan avi berkata.
"Ooh iya, aku baru ingat kalau desa ini kekurangan pencahayaan."
"Setahuku aku menemui mereka menggunakan api yang di dalam sebuah wadah kaca."
"Mereka pernah bilang kalau mereka tidak pandai dalam sihir pencahayaan, yah."
"Aku tidak peduli akan hal sihir maupun apa, karena sihir membuat orang rusak akan hal mental, keimanan, dan pikiran mereka."
"Mereka yang memakai sihir setahuku terlihat gila akan hal bicara yang tidak jelas maupun tatapan mereka."
"Yah, sudahlah lebih baik aku harus mencari pandai besi."
Avi melihat kelangit dan mencengkram tangannya kelangit, kebesokan harinya.
Avi mau pergi mencari pandai besi akan tetapi, lefa (mantan kepalah suku) berkata.
"My lord apakah anda pergi sendirian."
Avi menjawab.
"Iya, ada apa?."
Lefa menjawab.
"Tidak ada, namun my lord itu terlalu bahaya."
Avi menjawab.
"Bahaya?."
Lefa menjawab.
"Iya, karena anda pergi sendirian."
"Karena dari itu saya dari itu, saya akan memerintahkan prajurit untuk mengawal anda."
Avi menjawab.
"Tidak, tidak usah karena terlalu mencolok kalau mereka ikut."
"Dan apa lagi aku hanya ingin melihat-lihat kota yang ada orang pandai besi."
Lefa menjawab.
"Baik, saya mengerti."
"Semoga anda selamat di jalan."
Avi menjawab.
"Iya."
Avi membelokan kuda nya dan berkata.
"Pergi ya."
Avi pun pergi kekota untuk mencari pandai besi, avi memakan perjalanan selama 10 hari karena kekota itu sangat lah jauga di karenakan dari desa sampai kekota itu sangat jauh."
Avi pu telah sampai di kotanya, avi pun masuk di kotanya.
Kota itu penuh dengan penduduk dan juga pedangang, kota itu adalah bekas kastil raja iblis.
Di karenakan tidak di pakai para petualang dan warga memakainya dan merubahnya menjadi kerajaan, ya di karenakan tempat nya mewah bagaikan sebuah istana yang terbuat dari emas dan sungai-sungai yang mengalir dari bukit yang di tinggal kerajaan itu.
Avi melihat kemewahan kerejaan itu di karenakan di belum tau akan kerajaan semewah ini tapi avi teringat tentang kerajaan semewah ini dari cerita, dan avi berkata di dalam dirinya.
"Ooh iya, teringat akan hal tentang kerajaan yang mewah."
"Aku teringat tentang kerajaan pada jaman abad pertengahan dan juga tentang cerita kerejaan."
"Aku hanyak teringat tentang buku sejarah pada zaman dahulu."
"Tentang kerajaan mewah seperti ini akan tidak lama."
"Akan hancur."
Terlihatlah seseorang yang terhadap orang lain, avi mengetahui tersebut di karena kan dia kasihan melihat orang itu.
Avi pun berjalan ketempat orang itu, avi berkata kepada orang itu sambil jalan.
"Woi, apakah anda tidak sadar anda di lihat orang."
Avi berhenti berjalan dan tersenyum tapi orang itu melihat avi dengan jijik dan orang itu berkata.
"Cih."
"Woi, untuk apa kau mencampuri urusan orang, bodoh!."
Avi menjawab.
"Aku tidak mencampuri urusan orang lain, akan tetapi aku hanya memperingati anda karena di lihati banyak orang."
Orang itu terkejut apa yang di bilang avi dan ternyata benar kalau dia di lihati banyak orang dan orang itu pergi dengan rasa malu.
Avi pun lengah akan hal tersebut dan avi berkata.
"Apakah anda baik-baik saja?."
Orang itu berkata.
"Yah, terima kasih banyak anak mudah."
"Kenapa kamu menolongku."
Avi menjawab.
"Yah, karena anda tampa sedih akan hal begituan."
Orang itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kamu tidak usah membantuku walaupun aku terlihat sedih."
Avi menjawab.
"Apakah ada seseorang yang gak peduli terhadap seseorang yang lagi sedih?."
Orang itu berkata.
"Begitu ya."
"Ooh, omong-omong kamu siapa, apakah kamu orang sini?."
Avi menjawab.
"Tidak, aku bukan orang sini."
"Aku baru sampai kemari."
Orang itu menjawab.
"Begitu ya kamu seorang petualang."
Avi menjawab.
"Ya."
Orang itu berkata.
"Oh iya, namaku adalah tyga."
Avi menjawab.
"Oo, namaku avi day lict salam kenal."
Orang itu menjawab.
"Iya, salam kenal."
"Oh, kalau begitu saya permisi."
Avi menjawab.
"Iya."
Tyga pun pergi, dan avi berkeliling kota itu dan menginap di penginapan.
Kebesokan harinya, avi berkeliling kota mencari pandai besih tapi tidak ketemu.
Avi masih mencari seorang pandai besi dan avi berkata di dalam dirinya.
"Aahh, belum ketemu juga yang pandai besi."
"Orang yang pandai besi lah banyak akan tetapi tidak ada yang mau berkerja samaku."
"Hmm."
Avi melihat ada ke gaduhan di rumah seorang pandai besi, avi pun ke sana melihat apa yang terjadi.
Terlihat lah orang yang begaduh adalah tyga dan seorang yang tidak di kenal, tyga berkata.
"Kan sudah ku bikin yang sama."
Orang yang memarahi tyga berkata.
"Mana mungkin ini tidaklah sama."
"Dasar penipu."
Mereka bertengkar karena tyga tidak sesuai pesanan orang itu, orang itu berkata.
"Kamu lah satu-satunya orang yang tidak bisa membuat pedang yang di harapkan raja."
Tyga menjawab.
"Kan sudah kubilang aku gak palah mengerti tentang pedang itu."
Orang itu pun marah dan menendang tyga, dan teman-teman tyga bilang ke tyga.
Kalau tyga tidak usah mangkin mencari masalah, orang itu mendekati tyga dan memengang baju tyga.
Dan orang itu berkata.
"Woi, kau tidak kesempatan lagi."
Orang itu melepaskan baju tyga dan mundur kebelakang, dan orang itu berkata.
"Kau harus di hukum."
Setelah orang itu berkata begitu, orang itu mengaktifkan sihir magma untuk membunuh tyga dan teman-teman tyga.
Avi mengetahui dia mau membunuh tyga dan avi bergerak cepat untuk membatalkan sihir orang itu dan menghisapnya menggunakan skills ruang hitam.
Avi telah mengaktifkan skills nya yaitu ruang hitam dan berhasil menghisapnya, orang itu mengetahui avi ada di hadapannya orang itu pun mundur sangat jauh dan orang itu berkata.
"Siapa kamu."
Avi menjawab.
"Aku hanya orang biasa."
Orang itu berkata.
"Cih, sialan."
__ADS_1
"Apakah kamu iblis yang lagi nyamar."
Avi menjawab.
"Tidak."
"Aku hanya orang biasa dan juga aku bukan iblis."
Orang itu menjawab.
"Sial, jadi siapah kamu."
"Kenapa gerakanmu sangat cepat bagaikan waktu telah berhenti."
Avi menjawab.
"Baiklah, aku hanya orang biasa saja."
"Akan tetapi kamu bilang gerakanku sangat cepat bagaikan waktu berhenti."
"Apa maksudnya?."
Orang itu berkata.
"Baik."
"Aku tidak mempuanyai maksud lain dari kataku tersebut."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
Avi pun tersenyum jahat, avi berkata.
"Omong-omong kamu telah melakukan tidakan kriminal ya."
"Yaitu mencoba membunuh orang bersembunyi."
Orang itu berkata.
"Begitu ya, aku memang melakukannya karena akau ingin membunuhnya sebagai hukumannya."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
"Woi, apakah kamu tau kah."
"Kalau hukuman bukan lah secara bebas melakukannya."
"Karena kalau bebas melakukannya maka orang itu bodoh hal pelajaran pendidikan."
"Yah, tepatnya apakah kamu lupa kalau kamu secara bebas melakukan hal bodoh seperti hal memberi hukuman."
"Maka kamu sendiri yang mendapat imbasnya."
Orang itu berkata.
"Cih."
"Kau kutu buku sekali."
Avi menjawab.
"Lebih baik menjadi kutu buku dari pada orang yang tidak punyai ilmu pendidikan."
Orang itu berkata sambil berlari untuk menyerang avi.
"Aku tidak peduli omongan mu."
"Lebih baik mati kau kutu buku."
Avi mengetahuinya dan seketika juga avi memengang senjata orang itu dengan mudah, akan tetapi orang itu terhempas karena ada tekanan angin yang kuat.
Seketika orang itu terjedut dinding dengan kuat sampai-sampai dia pingsan, avi pun berhasil mengalahkannya akan tetapi tyga berkata.
"A-apakah tidak apa-apa sama hal beginian."
Avi menjawab.
"Tidak."
"Tidak apa-apa kok."
Avi tersenyum dan seketika ada seseorang masuk mencari orang yang pingsan itu dan dia berkata.
"Sialan, apa yang kau lakukan."
Avi menjawab.
"Oh, dia."
"Tadi dia tergelincir habis itu menabrak dinding dan pingsan."
Tyga dan teman-teman hanya terkejut dan terbengong apa yang avi bilang mengeluarkan suara hanya:eah.
Orang itu pun terkejut apa yang avi bilang, orang yang dia anggap gagah itu apapun itu malah tidak gagah akan tergelincir dan orang itu berkata.
"Woi, ikut kami kesidang karena kamu bikin kesalahan."
Avi menjawab.
"Woi, bukankah sudahku bilang orang itu tergelincir dan kenapa kami kenak imbasnya."
Orang itu berkata.
"Diamlah!, Kalian tetap lah tersangkah."
Avi,tyga dan yang lain di bawak di sidang, sampainya di sidang, avi berkata kepada tyga.
"Eah,aku minta maaf aku membawa kalian ke hal beginian iya uwak."
Tyga berkata.
"Iya, aku maaf kan dan ap-."
"Apa kamu bilang uwak."
Teman-teman tyga juga tau karena diri mereka dan tyga membawak avi kesini.
Raja pun datang,raja ini orangnya terlihat gagah memakai baju zirah putih bercampur hitam dan apa lagi raja di negara ini memakai topi badut dan juga pakai kaca mata yang ada hidungnya dibawahnya juga ada kumis.
Sidang pun dimulai,para pembawak sidang sudah berbicara dan berkata.
"Avi dan teman-temannya menjadi tersangka karena avi tidak membantu zes yang lagi pingsan."
Zes adalah orang yang terhempas oleh anginnya avi saat dia bertarung, pembawak sidang berkata.
"Undang-undang tersangka termasuk kriminal karena tidak membantu orang penting kerajaan dari pingsan."
Avi pun ketawak akan tetapi di hanya tersenyum tapi dia tidak akan hal tersebut, pembawak sidang berkata.
"Kenapa kamu tersenyum, begitu senang."
Avi menjawab.
"Tidak aku tidak tersenyum melainkan hanya tersenyum melihat yang ada."
Pembawak sidang binggung apa yang di bilang avi dan pembawak sidang berbicara.
"Apa maksud mu."
Avi menjawab.
"Maksudnya aku hanya tersenyum melihat keadaan saja."
Orang lain di sidang berbicara dengan nada halus dan kecil, membicara avi, mereka berkata sama orang lain:lihat itu orang aneh,memang aneh,iya aneh."
Avi pun tau kalau dia di bicarain dan avi tersenyum jahat, dan saatnya pembawak sidang mau telah memukul palunya.
Raja memberhentikannya dan raja berkata.
"Lihat semua!."
"Orang ini tidak takut mati akan hal perbuatan dan sekali kalau ada seperti orang ini maka setelah kalian mati tubuh kalian dan teman kalian di lemparkan ke kolam buaya iblis."
"Wahai anak mudah kenapa kamu tidak takut akan hal begituan dan katakan lah kepada kami wahai anak mudah yang agung."
Raja itu berbicara sambil berdiri dan avi berkata di dalam dirinya.
"Raja aneh,apakah dia selalu begitu."
"Apakah dia tidak mempunyai rasa malukah?."
Raja itu berkata.
"Ada apa wahai an-."
Avi berkata.
"Baiklah."
"Anda bilang kenapa aku tidak takut mati."
Raja itu pun berkata.
"Iya benar wahai anak mudah."
Avi menjawab.
"Aku tidak lah taku akan hal kematian karena kematian memanglah sudah di tetapkan."
"apakah anda berbicara atau berkata begitu anda adalah seorang tuhan?."
"Ingat!,aku pernah melihat atau mendengar beberapa raja yang mengaku dirinya tuhan."
"Dan apa lagi bicara mu itu dengan nada suara mu dan katamu itu sama seperti mereka."
"Dan apa lagi orang yang berbicara begitu adalah orang aneh."
Raja seketika marah apa yang di bilang avi terhadap dirinya,raja itu berkata.
"Sial."
"Tangkap mereka dan hukum mereka sekarang jug!."
Prajurit yang ada di sidang itu telah bergerak untuk menangkap avi dan teman-temannya, tapi avi tau dia memotong tali yang ada di tangannya menggunakan pisau batunya.
Dan avi bergerak cepat untuk bergerak untuk membebaskan tyga dan teman-temannya, setelah itu avi berkata sama raja.
"Sampai jumpa kakek aneh!."
Avi mengeluarkan magma yang di hisapnya saat dia bertarung sama zes, magma itu sangat banyak dan avi berpindah tempat.
Terlihat lah magma itu terus banyak tidak henti sampai tempat sidang penuh dengan magma, tempat sidang itu di amankan agar magma itu tidak mengalir keluar.
Raja meminta prajuritnya untuk siagah akan hal begituan,dan raja berkata.
"Woi!, Serw."
Serw pun datang di hadapan raja dan raja berkata.
"Siapa nama laki-laki itu dan lainnya."
Serw berkata.
"Siap."
"Nama laki-laki itu adalah avi dan lainya adalah tyga,rety,furg,weld,azre,refa,zera."
"Dan itulah nama-namanya dan tidak ada lagi."
Raja itu berkata.
"Avi ya."
"Aku pernah dengar,dimana yah?."
Serw berkata.
"Apakah anda kenal avi?."
Raja berkata.
"Tidak."
Serw berkata.
"Oooh, begitu ya."
"Tapi kenapa anda kenal avi."
"Siapa dia."
Raja berkata.
"Entalah aku tidak tau,entah kenapa aku teringat akan nama avi."
Serw berkata.
"Begitu ya,jadi anda sangat tidak asing nama avi ya."
Raja berkata.
"Yah,entah kenapa aku teringat dan tidak asing akan namanya."
"Tapi dimana aku mendengarnya ya."
Raja sedang mengigat nama avi dan sudah mengigatnya, yaitu pada dia masih mudah.
Dari ingatan raja itu kalau avi adalah raja bagi raja ketakutan, dia menginggat dari seseorang pendeta yang menyampaikan yaitu.
"Raja mudah anda harus ingat ini."
"Beberapa tahun lagi akan ada nama seorang raja bagi raja kegelapan."
"Yang bernama avi day lict."
"Dia akan memerintahkan banyak bawahannya beserta raja kegelapan lainnya yang ada di kendalinya."
"Tidak satu pun yang mampu membunuh maupun menghancurkan istanah maupun negaranya karena para bawahan raja kegelapan sangatlah kuat dan ada satu akanku sampaikan yaitu kalau dia telah lahir atau bangkit maka tidak ada satu pun yang mampu yang menghalanginya karena satu jari saja di dapat atau mampu membunuh seseorang sebanyak mungkin sekitar 10.000.00. ORANG."
Raja menginggat akan hal tentang avi dan raja berkata.
"Kita sudah bisa apa-apa lagi."
Raja itu tersenyum setelah berkata, serw melihat raja tersenyum dan mendegar kata raja maka serw berkata.
"Apa maksud anda."
Raja berkata.
"Apakah nama orang itu adalah avi day lict bukan."
Raja tersenyum lagi dan mengerti kata raja dan serw berkata.
"Iya."
"Tapi siapa dia apakah dia terkenal."
"Apakah dia petualang paling hebat peringkat SSSSR atau pahlawan yang terhebat."
Raja berkata.
"Dia bukanlah petualang peringkat tertinggi ataupun pahlawan terhebat."
"Melainkan raja bagi raja kegelapan."
Serw berkata.
"Raja kegelapan,apa maksud anda?."
Raja berkata.
"Kamu tidak tau dia adalah AVI DAY LICT."
"Sang raja kegelapan yang di takuti."
"Dia adalah seseorang yang mengerikan."
Serw berkata.
"Apakah kita harus mengutus pahlawan untuk membunuhnya?."
Raja berkata.
"Apakah kamu bodoh,dia tidak bisa di kalahkan oleh pahlawan."
"Sebanyak apapun pahlawan dia tidak akan mampu di bunuh atau pun tergores oleh pedang."
"Satu jari saja dia mampu membunuh semua manusia."
"Sebaik kita diam saja karena akan terjadi perang kalau dia telah muncul."
"Aku tadi bicara tidak sopan di karenakan semangatku akan tetapi aku menyesal."
"Sekarang negara kita sudah di tandai olehnya,mungkin pada dia ingin mengusai dunia maka negara kita yang pertama di serang karena kita membuantnya marah."
Ternyata tidak avi tidak menandai kerajaan tersebut menjadi musuh malahan avi tidak peduli, raja berkata.
"Apakah kamu tau kah bekas kerajaan ini adalah ajudan raja kegelapan itu."
"Dia menghilang setelah pahlawan masuk keistanah ini,pahlawan itu melihat ajudan raja kegelapan lagi nagis."
"Dan beserta benyanyi dan ajudan itu berkata:wahai sosok yang mulia kenapa anda menghilang."
"Seketika juga ajudan itu pergi menghilang,ini adalah cerita pemusnahan ajudan raja kegelapan."
"Ini adalah turun-menurun di ceritakan."
"Oh,iya panggilkan putriku."
Serw berkata.
"Baik."
Setelah beberapa menit putri raja tersebut datang dan menemuinya dan dia berkata.
"Apa ayah memanggil saya."
Raja berkata.
"Oh putriku suaramu terlalu kasar,oh putriku yang manis."
Putri itu berkata.
"Ih,jijik najis dengan kata ayah."
Putri itu pun pergi meninggalkankan ayahnya karena jijik akan hal ayahnya bilang,raja itu berkata.
"Oh putriku kenapa engkau meninggalkan ayah,oh putrikuuuuuuu!."
Avi dan yang lain sedang istirahat terlihat mereka memakan ikan bakar dan setelahnya mereka sudah selesai,dan avi berkata.
"Eeah,sekarang kalian mau kemana?."
Tyga berkata.
"Kami tidak tau kemana."
Azre berkata.
"Kami tidak tau kemana kami tuju tapi kami mungkin akan menuju kota tempat yang layak."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
Tyga menjawab.
"Kamu sekarang kemana avi?."
Avi menjawab.
"Yah,mungkin akan pulang kedesa."
"Di karenakan aku tidak menemukan pandai besi?."
Tyga terkejut apa yang avi bilang dan tyga berkata.
"Apa kamu bilang desa kamu mencari pandai besi."
Avi menjawab.
"Yah."
Tyga menjawab.
"Begitu ya,apakah kami bisah karenakan kami pandai besi juga."
"Walaupun tidak kami bersungguh-sungguh."
Avi menjawab.
"Eeeag,kalian penempa besi!."
Tyga menjawab.
__ADS_1
"I-iyah,heehe."
Tyga berkata didalam dirinya.
"Anak mudah ini agak lain dari anak mudah umumnya,dia hanya tersenyum dan ketawak dan cara bicaranya sopan."
Avi menjawab.
"Ada apa uwak tyga."
Tyga menjawab.
"Tidak apa-apa kok."
"Hmm,ehee."
"Tadi kamu bilang uwak lagi."
Avi menjawab.
"Iyah kenapa rupanya apakah ada salah,kan umur anda sudah tua."
Tyga menjawab.
"Woi,aku belum menuju 200 tahun,umurku sekarang adalah 120 dan begitu juga teman-temanku."
Avi menjawab.
"Aeeeh,kan itu sudah melebih tua lebih tepatnya aku harus memanggil anda uwak tingkat atas."
Tyga menjawab.
"Woi!,itu melebih itu lebih tepatnya kau mengejek."
Azre dan teman-teman tyga ketawak karena tingkah laku tyga dan begitu juga tyga dan mereka ketawak bersama.
Setelah itu tyga berkata kepada avi.
"Apakah kami boleh tinggal di desamu."
"Dan apakah kepalah desah akan melaporkan pada kerajaan yang kami tinggal?."
Avi menjawab.
"Tidak kok."
"Yah,mungkin kepalah desa hanya menerima kalian semua dan tidak melaporkannya."
Mereka pun senang dan tersenyum bahagia,dan tyga berkata.
"Oh iya,nama desamu apa?."
Avi menjawab.
"Ah,soal itu aku tidak tau karena desaku tinggal tidak mempunyai nama."
Tyga menjawab.
"Oh begitu ya."
"Daerah mana?."
Avi menjawab.
"Ah,soal daerah mana,kalau daerahnya ada di hutan Gel yang ada di utarah."
Tyga dan lain panik dong dan tyga menjawab.
"Hutan gel yang ujung utarah?."
Avi menjawab.
"Iya."
Mereka panik dong,tyga menjawab.
"Tidak mungkin daerah kawasan itu penuh monster mengerikan!."
Avi menjawab.
"Monster mengerikan,apakah ada monster mengerikan di kawasan itu?."
Tyga menjawab.
"Iya."
"Aku pernah dengar cerita seorang master serikat mengutus 70 ribu petualang menuju hutan di karenakan ada monster yang begitu mengerikan."
"Nasib para petualang itu tidak dapat di ketahui karena telah di habis."
"Aku pikir mana ada desa yang menempati hutan itu,kalau kepalah desanya bodoh atau cari mati."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
Avi hanya tersenyum dikarenakan cerita tersebut adalah cerita yang telah dia dengar,dan berkata di dalam dirinya.
"Ahh,gawatlah kalau mereka ketakutan."
"Haaa."
Tyga menjawab.
"Kamu kenapa,apakah kamu tidak tau kah?."
Avi menjawab.
"Sebenarnya aku sudah tau sih,heee."
Tyga hanya tersenyum dan berkata.
"Begitu ya,kalau sudah yah sudahlah akan tetapi mana ada seseorang manusia membuat desa di hutan itu selain petualang tingkat tinggi atau manta pahlawan."
"Yah,intinya kalau dia orang biasa mungkin dia kesulitan akan penyerangan monster itu."
"Oh iya,ada apa saja nama-nama ras di desa itu."
"Yah,walaupun begitu manusia memiliki ras seperti sang rofa yang selalu main musik dia suka musik."
Avi menjawab.
"Begituya."
"Hmm."
"Nama ras satu-satunya ialah N.S.A."
Tyga menjawab.
"Ras N.S.A.?."
Avi menjawab.
"Iya."
Tyga menjawab.
"Ras N.S.A,aku gak begitu tau tentang ras ini dikarenakan tidak pernah ada nama ras itu."
"Apakah nama ras ini adalah ras dahulu?."
Avi menjawab.
"Tidak,nama ras ini baru-baru ini."
"Yah,belum resmi sih,heee."
Tyga menjawab.
"Baru resmi eh bukan belum resmi."
"Kamu bilang baru-baru di namakan!."
Avi menjawab.
"Iya."
Tyga menjawab.
"Begitu yah."
"Dan apa cirih mereka yah seperti dia suka masak atau menyuci?."
Avi menjawab.
"Yah,kalau ciri-cirinya yah."
"Mereka mempunyai telinga yang berbedah-bedah dan telinga dan tampang mereka seperti binatang."
Tyga dan lain hanya bilang:ouuuh,tyga berkata.
"Apakah ras manusiah binatang?."
Avi menjawab.
"Tidak."
"Lebih tepatnya mereka mirip binatang yang berbeda-bedah dan juga mereka berjalan bagaikan manusia dan badan mereka tegak,kekar."
Tyga menjawab.
"Eeeh,itu tidak mungkin itu bukanlah manusia binatang melainkan si monster yang tadiku ceritakan."
"Si suka perang meraka di sebut begitu dikarenakan orang-orang menyebutnya si suka perang."
Avi menjawab.
"Oh begitu yah,heee."
Avi berkata di dalam dirinya.
"Eeehh,gawatlah sudah."
Tyga menjawab.
"Apakah mereka mirip binatang yang berdiri seperti manusia?."
Avi menjawab.
"Iya ada apa rupanya?."
Tyga dan yang lain terkejut akan hal itu,dan tyga berkata.
"Apakah ada ras lain atau orang lain selain mereka?."
Avi menjawab.
"Tidak ada,selain aku dan pelayan yang aneh itu."
Tyga menjawab.
"Eh,selain dirimu dan seorang pelayan?."
"Apakah pelayan tersebut manusia?."
Avi menjawab.
"Iya."
Tyga menjawab.
"Begitu ya rupanya."
"Huuuu,haa."
Tyga tunduk seketika dan berkata.
"Siapa kepalah desanya dan sebutkan namanya."
Tyga mengeluarkan suara serius dan tidak sedang bercanda,avi menjawab.
"Ah,soal itu kalian mungkin tidak mempercayaiannya."
Tyga menjawab.
"Siapa kepalah desanya,kami selalu percaya terhadap dirimu."
Tyga masih suarah serius dan begitu juga yang lain dan avi berkata.
"Kepalah desanya adalah aku."
"Aku lah kepalah desa tersebut."
Mereka terkejut tapi tyga tidak terkejut dikarenakan dia sudah lelah terkejut dan tyga berkata.
"Haa,begitu ya kamu kepalah desanya."
Tyga tunduk lagi dan baru terkejut,dan tyga berkata.
"Mana mungkin kamu bisa menundukkan monster itu dengan mudah dan menjadikan mereka warga desamu?."
"Apakah kamu petualang tingkat tertinggi yaitu SSSR?."
Avi menjawab.
"Mana lah mungkin aku seorang petualang dan apa lagi aku hanya orang biasa saja."
Tyga menjawab.
"Mana mungkin orang biasa saja bisa menundukkan monster tersebut."
Tyga menginggat kejadian terjadi dengan baru-baru ini dan tyga berkata.
"Begitu yah."
"Percaya terhadap dirimu."
Tyga seketika juga tunduk bagaikan seorang kesatria,yang lain pun terkejut karena tyga tunduk bagikan di hadapan seorang raja dan azre bertanya.
"Hei tyga kenapa kamu tunduk begitu bagaikan seorang kesatria yang lagi tunduk terhadap rajanya?."
Tyga menjawab.
"Karena aku sudah mengetahui siapa dia."
Azre bertanya lagi.
"Siapakah dia tyga,kita kan baru ketemu dia dan kenapa kamu begitu tunduk?."
Tyga menjawab.
"Apa kamu lupa dengan si NULL si kejam?."
Azre bertanya.
"Iya aku tau,tapi siapakah dia."
Tyga menjawab.
"Apakah lupa nama si null itu?."
Azre menjawab.
"Tidak aku tidak tau namanya?."
Tyga menjawab.
"Kamu harus banyak baca buku ya."
"Apakah kamu lupa sama penyelamat ras kita pada zaman dahulu,masah kesusahan ras kita.?"
Azre menjawab.
"Eah,aku tidak tau tapi pernah mendengarnya dari ibuku dulu.?
Tyga menjawab.
"Nama penyelamat kita adalah AVI DAY LICT."
"Si null kejam raja bagi raja kegelapan."
"Dulu null si kejam yang di anggap raja paling jahat bagi seluruh ras,akan tetapi si raja kegelapan ini menyelamatkan ras kita dari kesusah akan makan,minuman,dan tempat tinggal."
"Dia selalu membantu kita setiap saat mau kondisi apa pun itu,ras kita dulunya menganggap dia jahat malahan sebaliknya ternyata dia baik terhadap rasa kita dulu."
"Dia mengajari banyak hal terhadap kita,akan tetapi si null raja kegelapan itu pun menghilang dan hilang null penyelamat kita,kita selalu berusaha akan lebih baik dikarenakan raja kegelapan yang selalu ada telah hilang."
"Dampak hilangnya itu mengakibankan kita penurunan ras karena dampak kekurangan bahan makan sejak dahulu semua orang bahu-membahu untuk menjadi baik dikarena hilangnya raja ras kita."
"Dan sekarang apakah kamu lupa nama sang penyelamat kita?."
Azre menjawab.
"Tidak,sama sekali."
"Jadi nama sang penyelamat ras kita dulu adalah AVI DAY LICT?."
Tyga menjawab.
"Iya."
"Apakah kamu lupa nama orang ini dan nama panjangnya?."
Azre menjawab.
"Kalau tidak salah adalah avi day lict?."
"Eah."
Azre pun tunduk apa yang di lakukan tyga,dan lain berkata.
"Kalian sedang apa?."
"Iya gapain kalian?."
Tyga pun menjelasikannya dan mereka pun tunduk di lakukan tyga,avi pun dari tadi bingung dari tadi apa yang mereka lakukan dan avi berkata.
"Sebenarnya kalian sedang apa,dari tadi aku melihat kalian sedikit aneh?."
Tyga menjawab sambil tersenyum.
"Tidak ada,kami hanya melakukan ini karena anda telah kembali."
Tyga tersenyum melihat avi dan avi berkata.
"Menungguku kembalik?,kan aku tidak pergi dari tadi aku disini?."
"Kalian sebenarnya melakukan apa sih?."
Mereka hanya tersenyum dan tyga berkata.
"Tidak,kami hanya melakukan ini untukmu doang."
"Hmm."
"Walaupun anda tidak mengerti yah tidak usah di pikirin."
Tyga tersenyum itu membuat avi mangkin bingung dan berkata.
"Baiklah,aku mengerti."
"Sebaiknya kalian berdirilah karena aku merasa gerogi akan hal begituan."
Mereka pun berdiri dan tyga lainnya hanya tersenyum melihat avi dan avi berkata.
"Eeehh,oh iya."
"Apakah kamu mempunyai sebuah senjata yang kamu bikin?."
Tyga menjawab.
"Ada akan tetapi hanya pisau doang,bukan pedang."
"Aku mintaf akan hal begituan."
Avi menjawab.
"Tidak apa-apa."
Tyga mengeluarkan pisaunya di saku celananya dan terlihat pisau itu terlihat mewah dan terlihat kuat,avi melihat pisau itu terlihat terpukau akan hal kecantikan pisau dan kemewahannya.
Avi berkata.
"Pisau ini terlihat kuat dan mewah!."
"Apakah pisau ini tingkatnya adalah mitos king?."
Tyga terkejut kalau avi mengetahui tingkat pisau tersebut dan tyga menjawab.
"Itu memang benar,ini adalah pisau tingkat mitos king."
Avi hanya tersenyum dan avi berkata.
"begitu ya."
Tyga dan lainnya telah menjadi bawahan avi.
__ADS_1