Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Mencaritau pedang terlangkah.chapter 30


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampak terlihat seorang wanita yang pernah bersepakat dengan avi menjadi pembelah kasus kakeknya dan tampak disedang berjalan menujuk yang dia akan datangi.


Tampaklah setelahnya tampak wanita tersebut mendatangi dua seseorang yang mana dua wanita itu adalah wanita berjubah merah dan wanita yang pernah avi jumpai pada saat menyamar menjadi kakek-kakek tua berambut putih dan marah-marah tidak jelas karena soal raja kegelapan null.


Tampaklah mereka sedang berkumpul disuatu meja yang mana meja mereka tempati adalah sebuah restoran dan wanita itu duduk dikursinya sambil berkata.


"A-aku minta maaf kalau aku lama sekali!."


Wanita berjubah merah berkata.


"Tidak apa-apa kok."


Wanita itu berkata.


"Be-begitu ya!."


"Terima kasih banyak!."


Wanita berjubah merah berkata.


"Iya,sama-sama."


"Oh iya."


"Aku turut berduka cita tentang kakekmu masuk penjara."


Wanita itu berkata.


"A-aha,tidak apa-apa kok."


Wanita berjubah merah berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah seketika wanita yang pernah bersepakat dengan avi tampak sedih begitu dan tampaklah sadar kalau orang itu tampak sedih dan wanita berjubah merah berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kamu tampak sedih begitu?."


Wanit itu menjawab.


"Tidak apa-apa!."


Wanita berjubah merah berkata.


"Ada apa,apakah kamu punya masalahkah?."


Tampaklah wanita itu tampak terdiam saja dan wanita itu berkata.


"Sebenarnya!."


"Seharusnya aku mempercayai perkataannya dari awal."


"Kalau akhirnya kakekku masuk penjara."


Wanita berjubah merah tampak kebingungan karena perkataan wanita tersebut dan wanita berjubah merah berkata.


"Be-begitu ya."


"Tapi siapa yang kamu bilang?."


Wanita itu menjawab.


"Seorang kakek-kakek tua."


Tampaklah seketika dua orang kaget karena seorang kakek-kakek tua dan mereka berdua berkata.


"Seorang kakek-kakek tua?!."


Wanita itu mengangguk kepalahnya dan berkata.


"Iya,benar."


Wanita berjubah merah tampak kebingungan karena perkataan wanita tersebut dan berkata.


"Begitu ya."


"Tapi siapa kakek-kakek tersebut?."


Wanita itu berkata.


"Kakek-kakek itu adalah pembelahku didepan hakim."


"Tapi seharusnya aku percayai perkataannya."


"Karena orang tersebut sudah tau tentang kasus tersebut."


"Haaa,walaupun aku yang mengajak kakek-kakek tersebut adalah aku."


"Yah,karena aku yang memaksaku."


"Dan kakek-kakek tersebut menolak tapi seketika dia menerimanya."


Wanita berjubah merah pun seketika paham walaupun dia sendiri belum sepenuhnya paham dan wanita berjubah merah berkata.


"Begitu ya?."


"Tapi siapa ya kakek tersebut?."


"Hmmm?."


Tampak wanita berjubah merah tampak memikirkan hal tersebut dan wanita itu berkata.


"Tapi aku masih penasaran."


"Kenapa dia berubah ya?."


Dan seketika dua wanita itu kaget karena perkataan wanita tersebut dan mereka berdua berkata.


"Apa maksudnya?!."


Wanita tersebut berkata.


"Pada waktu itu."


"Aku melihatnya berubah."


"Kakek-kakek berambut hitam berubah menjadi seorang anak muda."


Tampaklah wanita berjubah merah kaget karena perkataan wanita tersebut dan wanita berjubah merah berkata.


"Berubah?!."


"Berambut hitam!."


Wanita tersebut berkata.


"Iya."


"Aku tidak salah menjumpanya pada saat aku sedih."


"Dan kakek tersebut menanyaiku tentang kesedihanku."


"Pada saat aku melihat kakek itu memiliki warna rambut yang tidak ada didunia ini."


"Yaitu warna hitam."


Tampaklah seketika mereka berdua kaget karena perkataan wanita tersebut dan mereka berdua berkata.


"Berambut hitam!."


Wanita itu berkata.


"Iya."


Wanita berjubah merah tampak kebingungan dan wanita berjubah merah berkata.


"Begitu ya."


"Rambut warna hitam ya!."


"Hmmm?."


"Tapi kenapa ya?."


"Hmmm."


Tampaklah mereka bertiga tampak kebingungan dan memikirkan hal tersebut dan seketika wanita yang pernah marah-marah tidak jelas karena raja kegelapan teringat sesuatu dan berkata.


"Ehg!."


"Aku juga pernah berjumpa dengan seorang kakek-kakek tua yang cukup aneh."


Seketika mereka berdua kaget dong karena perkataan wanita tersebut dan mereka berkata.


"Cukup aneh?!."


Wanita(sebut simarah)berkata.


"Iya,karena kakek tersebut mendatangiku pada aku marah-marah tidak jelas karena raja kegelapan."


"Dan berkata denganku."


"Dan yang mana kata-katanya membuatku tersentuh."


"Walaupun aku tidak mengerti sama sekali."


Dan seketika wanita berjubah merah teringat sesuatu terhadap kakek-kakek yang dikatakan wanita(simarah) tersebut dan wanita berjubah merah berkata.


"I-itu tidak mungkin!."


Tampaklah mereka kedua kebingungan karena wanita berjubah merah tampak sangat kaget sekali dan merak berdua berkata.


"Ada apa?."


Wanita berjubah merah berkata.


"A-aku tau orang tersebut!."


Tampaklah mereka berdua tampak tidak percaya karena perkataan wanita berjubah merah tampak menipu dan wanita(simarah)berkata.


"Apakah kamu taukah orang tersebut?."


Wanita berjubah merah berkata.


"Iya,aku tau."


"Karena orang itu adalah orang yang aku cari tersebut!."


Dan seketika mereka berdua tampak kaget karena perkataan wanita berjubah merah dan mereka berdua berkata.


"Yang kamu cari?!."


Wanita berjubah merah berkata.


"Iya,karena orang itu."


"Selalu saja kabur dariku."


"Kalau saja!."


Tampaklah wanita berjubah merah itu berbohong karena sebenarnya dia sangat menginginkan avi dan tampaklah mereka berdua tampak mangkin kebingungan dan mereka berdua berkata.


"Be-begitu ya."


Wanita(simarah)berkata.


"Jadi gimana dengan kakek yang terjadi dengan kakek yang membelamu?."


Wanita itu seketika paham dan wanita itu berkata.


"Kakek itu berubah menjadi sosok anak muda yang memakai jubah."


"Dan setelah orang itu berubah."


"Dia langsung menutup kepalahnya dengan penutup kepalah jubahnya."


"Dan kakek tersebut berubah menjadi anak muda berambut putih."


Dan seketika wanita berjubah merah sangat kaget sekali dan sampai-sampai berdiri dan sambil memukul meja dan berkata.


"Berambut putih!!!."


Wanita(simarah)tampak melihat wanita berjubah merah dan setelahnya kearah wanita tersebut dan berkata.


"Berambut putih?."


Wanita itu menjawab.


"Iya."


Wanita berjubah merah berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah wanita berjubah merah tersenyum seketika dan tampaklah wanita itu tampak kebingungan karena melihat wanita berjubah merah tersenyum dan terlihat aneh dan wanita itu berkata.


"Kamu kenapa tersenyum begitu?."


"Apakah kamu mengetahuinya atau urat sarafmu telah putuskah?."


Dan seketika wanita(simarah)kaget dong karena perkataan wanita itu sedikit berlebihan dan wanita berjubah merah berkata.


"Tidak apa-apa."


"Orang yang kamu maksud yang seorang kakek-kakek tua."


"Adalah."


"Seseorang aku mencarinya sejak dulu."


Tampaklah mereka kaget dong dan tampak mereka berdua tampak kebingungan karena perkataan wanita berjubah merah dan mereka berdua berkata.


"Sejak dulu?!."


Wanita berjubah merah berkata.


"Orang itu suka menyamar menjadi orang lain."

__ADS_1


"Dan dia menyamar menjadi kakek-kakek yang kalian maksud."


"Dia menggunakan serbuk penyamar."


"Yang mana serbuk penyamar sangat mahal."


"Tapi aku tidak tau dia dapat dari mana."


"Orang itu suka kali menyamar menjadi orang lain dan suka mendatangi kota-kota lain."


Mereka berdua berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah mereka berdua tampak memikirkan hal tersebut dan mereka berdua berkata.


"Apakah orang itu buronankah?."


Wanita berjubah merah berkata.


"Tidak,bukan!."


Wanita itu berkata.


"Jadi apa ya?."


"Hmmm?."


Tampaklah seketika wanita itu teringat sesuatu dan tersenyum dan wanita itu berkata.


"Begitu ya?."


Tampaklah mereka berdua kebingungan dong karena perkataan wanita tersebut dan wanita berjubah merah berkata.


"Apa maksudmu?."


Wanita(simarah)berkata.


"Iya,apa maksudmu sebenarnya?."


Dan tampak seketika wanita(simarah)seketika teringat sesuatu dan tersenyum saja dan wanita(simarah)berkata.


"Begitu ya?!."


Tampaklah seketika wanita berjubah merah mangkin bingung dong karena kedua temannya tampak tersenyum bagaikan ada direncanakan mereka berdua dan wanita berjubah merah berkata.


"Kalian berdua kenapa sih?."


"Tersenyum begitu?."


Mereka berdua berkata.


"Apakah kamu menyukai orang itu?!."


Kaget dong wanita berjubah meraha karena mereka sudah mengetahuinya dan terlihat malu dan wanita berjubah merah berkata.


"A-apa yang kalian katakan sih?!."


"Ti-tidak ada maksud lain dengan orang tersebut!."


"A-aku tidak menyukainya!."


Mereka berkata.


"Begitu ya?!."


Dan seketika wanita berjubah merah mangkin malu dan wanita berjubah merah berkata.


"A-apa maksud kalian?!."


Wanita(simarah)berkata.


"Apakah kamu mencarinya karena kamu menyukai orang tersebutkah?."


Wanita berjubah merah tampak terdiam dan malu dan wanita berjubah merah berkata.


"A-apa yang katakan tadi!."


"A-aku tidak ada kaitannya hal tersebut!."


Mereka berdua berkata.


"Begitu ya!."


"Ternyata benar kamu mencintai orang tersebut!."


Dan mangkin malu wanita berjubah merah dan wanita berjubah merah berkata.


"Apa yang kalian katakan sebenarnya!!!!!!."


Tampaklah avi bersantai diruangannya dan tampak avi memainkan sebuah benang yang berbentuk bulat diputar-putarkan dijarinya dan sambil duduk dikursi mejanya.


Tampak avi memikirkan sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Sebenarnya lokasi pedang yang pernah dikatakan serena waktu itu."


"Tapi dimana ya tempat pedang itu berada?."


"Hmmm?."


Tampaklah avi memikirkan hal tersebut dan tampak serena melihat avi karena avi sedang memikirkan sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.


"Menurutku kayaknya pedang itu muncul tapi orang-orang tidak mengetahui tempatnya."


"Tapi dimana ya?."


"Hmmm?."


Dan seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata didalam dirinya.


"Lebih baik mencaritau aja."


Dan seketika avi berdiri dari kursinya dan berpindah tempat dan tampaklah serena terkejut karena avi pergi secara tiba-tiba dan serena berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?."


"Tadi tampak my lord tersenyum jahat begitu dan seketika pergi entah kemana."


"Haaa!."


"Tapi kenapa ya?."


Dan mila berkata.


"Hei,serena?!."


Serena menjawab.


"Ada apa mila?."


Mila berkata.


"My lord pergi kemana?."


"Tadi aku tidak melihatnya keluar?."


Serena menjawab.


Mila berkata.


"Iya,karena aku disampingmu."


"Aku tidak bisa melihat my lord."


Serena menjawab.


"My lord berpindah tempat."


"Kayaknya ada terjadi hal sesuatu karena my lord tersenyum jahat."


Mila berkata.


"Begitu ya."


"Tapi sepertinya my lord mempunyai rencana sepertinya."


Serena menjawab.


"Mungkin begitu."


Tampaklah avi yang sudah masuk kedalam kastil kerajaan dan tampak avi berjalan-jalan dilorong kastil karena mencari tau tentang pedang tersebut dan avi seketika berhenti berjalan dan berbalikkan badannya kearah suatu baju zirah yang begitu bagus dan mewah sekali.


Tampak avi melihatnya terus dan seketika avi tersenyum jahat dan tampaklah tiga wanita yang mana wanita itu adalah wanita berjubah merah,wanita(simarah),dan wanita yang pernah bersepakatan menjadi pembela karena kasus kakek wanita tersebut.


Tampak tiga wanita itu berjalan dilorong kastil dan wanita berjubah merah berkata.


"Sepertinya kita sudah menyelesaikan tugas dari sang raja."


"Haaa,lelahnya!!!."


Wanita itu berkata.


"Iya,sangat lelah sekali."


"Karena kita dipanggil sang raja."


Wanita berjubah merah berkata.


"Iya,kamu benar sekali!."


Tampaklah avi telah memakai baju zirah tersebut dan tampak cocok dengan avi dan avi bolak-balik melihat baju zirah dari sapatu sampai helem dan tampak sampai-sampai melihat tampak serius dan membolak-balik melihat sambil berkata keras.


"UOooh!."


"Baju zirah ini sangat bagus!."


"Uoooh!apalagi helem zirah ini!."


"Ini sangat bagus!."


Dan tampak seketika tiga wanita itu berhenti berjalan seketika karena ada avi didepan mereka yang lagi melihat baju zirah yang avi pakai dan avi pun sadar dan terdiam saja dan wanita berjubah merah berkata.


"Ka-kamu!."


"Ka-kamu tidak akan kabur lagi!sekarang!."


Avi berkata.


"Ehg!."


"Apakah begitukah?."


Wanita berjubah merah berkata.


"Apa!."


Dan seketikan avi berbalikkan badannya dan berlari sambil melepaskan zirah tersebut dan seketika wanita berjubah merah menyadarinya dan wanita berjubah merah berkata.


"Woi!jangan lari kamu!."


Dan tampaklah tiga wanita itu mengejar avi yang lagi lari dan avi seketika melompat kejendelah dan avi lompat pada badan depan dan sambil berkata.


"Iyahooouuu!!!!."


Dan tiga wanita itu menyadarinya dan melihatnya tapi seketika avi menghilang seketika dan wanita berjubah merah berkata.


"Kamu tidak akan kabur lagi dariku."


"Kalau kita bertemu lagi."


Dan tampaklah avi tampak sangat kelelahan dan avi berkata.


"Haaa!."


"Dimana ya tempat pedang itu ada berada ya?."


"Haaaa."


Tampaklah avi tidak sadar kalau refor dan sety ada didepannya yang lagi berlutut dan refor tampak melihat avi tampak seperti kecewa dan refor berkata.


"Ada masalah apa my lord?."


Avi menyadarinya dan avi berkata.


"Ha,tidak apa-apa!."


Tampak refor mangkin penasaran karena avi tampak begitu kecewa dan refor berkata.


"Anda kenapa wahai my lord?."


Avi menjawab.


"Haaa."


"Sebenarnya aku mencari pedang yang amat langkah."


"Tidak ada satupun orang yang mendapatinya."


Refor berkata.


"Begitu ya my lord."


"Akan tetapi pedang apa yang anda cari wahai my lord?."


Avi menjawab.


"Ha,pedang itu tidak salah namanya adalah dharbaaxo."


Dan seketika refor kaget dong karena refor tau pedang tersebut dan sebenarnya nama pedang peringkat satu adalah dharbaaxo,dharbaaxo adalah bahasa somalia yang artinya penebas.


Tampak refor tidak percaya sekali karena avi tidak mengetahuinya dan avi pun menyadarinya kalau refor tampak panik begitu dan avi berkata.


"Ada apa refor?."


"Kenapa kamu begitu panik sekali?."


Refor berkata.

__ADS_1


"Apakah anda tidak mengetahui pedang tersebutkah?."


Avi berkata.


"Tidak."


"Tapi kenapa?."


Refor berkata.


"Yang anda katakan itu adalah pedang peringkat atas yaitu satu dan pada urutan kesatu."


"Pedang itu adalah pedang yang jarang ada."


"Tapi anda benar-benar tidak taukah tentang pedang tersebutkah?."


Avi berkata.


"Iya,aku tidak tau pedang tersebut."


Refor berkata.


"Begitu ya my lord."


"Pedang yang anda katakan adalah sety,wahai my lord!."


Kaget dong avi dan kebingungan karena perkataan refor dan avi berkata.


"Ehg!sety?!."


Refor menjawab.


"Iya,my lord."


"Sety merupakan pedang peringkat satu yang anda katakan."


"Yaitu dharbaaxo."


"Sety adalah dharbaaxo yang anda katakan."


Tampaklah avi masih kebingungan dan avi berkata.


"Ehg!sety?."


"Sety adalah dharbaaxo?."


"Apakah itu benarkah?."


Refor menjawab.


"Iya,benar sekali my lord!."


Avi berkata.


"Akan tetapi memang dia pedang tingkat tinggih tapi apakah."


"Dia pedang peringkat kesatu dan urutan kesatu?."


Refor menjawab.


"Iya,my lord."


"Sety memang pedang peringkat kesatu dan urutan kesatu."


Avi berkata.


"Kenapa dulu ada pedang dharbaaxo yang muncul beberapa ribu tahun sekali?."


Refor menjawab.


"Itu adalah pecahan dari sety."


"Tapi itu adalah hanya sementara kalau pecahan itu muncul."


"Karena tidak mungkin pedang paling mengerikan bagi iblis akan muncul secara dalam waktu yang lama."


"Kalau pedang itu secara waktu lama ada didunia."


"Pedang itu akan jatuh ketangan yang salah."


"Yang mana akan terjadi peperangan dimana-mana."


"Dan karena itu pecahannya sety hanya sebentar saja."


"Tapi kalau sety memang benar-benar pedang dharbaaxo."


Avi pun seketika melihat kearah sety dan seketika avi pun paham dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Terima kasih banyak refor."


"Telah memberitahu diriku."


Refor menjawab.


"Itu adalah tugas seorang bawahan yang harus mengingatkan tuannya."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Jadi kalian berdua gapain kesini?."


Refor menjawab.


"Lapor my lord."


"Tugas kami telah selesai!."


Avi berkata.


"Iya."


"Kalau begitu."


"Sety!."


Sety menjawab.


"Iya,ada my lord!."


Avi berkata.


"Gimana kamu ikut denganku."


"Untuk mengetahui apakah kamu memang benar-benar pedang tersebut atau tidak!."


Sety menjawab.


"Baik,my lord!."


Tampaklah avi tersenyum kearah sety dan tampak setelahnya tampak avi ada disebuah bukit dan bersama sety dibelakangnya.


Tamapklah avi melihat pepohonan hutan didepannya dan avi berkata.


"Sety!."


Seketika sety belutut didepan avi dan sety berkata.


"Baik,my lord!."


Dan seketika sety berdiri dan sety berjalan menujuk samping tangan kanan avi dan avi berkata.


"Apakah kamu telah siapkah?."


Sety menjawab.


"Iya,saya telah siap my lord."


"Tapi apakah saya bisa berubah menjadi pedangkah?."


Avi berkata.


"Iya,bisa."


Sety berkata.


"Begitu ya my lord!."


"Terima kasih banyak my lord!."


Dan seketika sety berubah menjadi sebuah pedang tampak sety kaget dong karena dia berubah menjadi wujut aslinya karena sety pernah mencoba berubah menjadi kewujut aslinya dan tampak avi kaget tapi avi sudah paham tersebut dan avi langsung wujut asli sety dan ternyata benar kalau sety merupakan dharbaaxo dan avi berkata didalam dirinya.


"Kayak memang benar kalau sety adalah dharbaaxo sebenarnya."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata didalam dirinya.


"Begitu ya."


"Lebih baik mencobanya saja."


Sety berkata didalam dirinya.


"Memang benar kalau avi adalah orang yang dapat dipercaya."


"Aku selalu akan disampingmu berada my lord."


Avi berkata.


"Ada apa sety?."


Kaget dong sety dan sety menjawab.


"Tidak ada apa-apa kok my lord!."


Avi berkata.


"Tadi kamu mengatakan sesuatu begitu?."


Mangkin kaget dong sety karena sety perkataannya tadi diketahui avi dan sety menjawab.


"Ehg!."


"Ti-tidak ada mengatakan apapun my lord!."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu."


"Gimana kita mulai sekarang."


Sety menjawab.


"Iya,my lord!."


Avi berkata.


"Kalau begitu."


"Kita mulai sekarang."


Tampaklah seketika avi menebas pepohonan dan seketika terpotong semua bagaikan pakai pisau tajam pada sebuah kertas.


Tampak avi kaget karena sekali tebas bisa memotong semua pohon dan seketika terbakar dan avi berkata didalam dirinya.


"Ehg!."


"Ini memang mengerikan pedang ini."


"Begitu ya,banyak orang mencari pedang ini."


"Ini bisa gawat kalau jatuh ketangan yang salah."


"Yang mana akan terjadi peperangan dan pembunuhan dimana-mana."


"Karena pedang ini."


Tampaklah seketika kaget kalau hutan mau terbakar habis dan avi seketika sadar dan avi berkata.


"Lebih baik memadamkan api tersebut!."


Dan seketika avi memetik jarinya dan seketika turun air dan tersiram semua api tanpa tersisa dan avi berkata.


"Haaa."


"Kayaknya bahaya sekali kalau hutan terbakar habis."


"Lebih baik tidak usah didaerah ini untuk mengetes pedang ini tersebut."


"Haaa!."


Tampaklah seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.


"Ehg!."


"Begitu ya."


Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Ora wedi ireng."


Dan seketika muncullah sebuah setengah bulatan berwarna hitam dan besar 24,luas 212 meter dan seketika meledak dan menimbulkan angin kencang sekali dan setelahnya avi sangat kaget sekali.


Karena semua hutan dibawah bukit hilang entah kemana karena daya ledakan tinggih dan tampak avi tidak percaya yang terjadi dan avi berkata.


"Ehg!."


"Ke-kenapa menjadi begini!."


"Padahal aku bercanda."


"Aku tadi mengatakan ora wedi ireng yang mana itu adalah bahasa jawa."


"Dan artinya takut hitam tiada."


"Tapi."

__ADS_1


"Kenapa menjadi seperti iniiiii!!!!."


__ADS_2