
"Jadi makanya aku buat ini."
Iza berkata.
"Sungguh orang tidak kerjaan sepertimu sudah terlalu gila sekali ya."
Avi berkata.
"Baiklah,waktunya memainkan mobil ini tersebut!."
Iza berkata.
"Memainkan mobil tersebut?."
"Apakah kamu bisa mengendarai tank?."
Avi berkata.
"Tenang saja."
"Aku punya ini!."
Iza berkata.
"Itukan alat pengontrol?."
"Untuk apa alat tersebut?."
Avi berkata.
"Ha,sebenarnya aku sudah menyambungkan alat kontrol itu ketank itu."
"Jadi aku bisa mengendalikan tank tersebut dengan mudah."
"Jadi tank itu,sudah menjadi mobil remot kontrol!."
Iza hanya terdiam saja dan iza berkata.
"O-oh,begitu ya."
Avi berkata.
"Waktunya memainkan mobil remot kontrol ini."
"Karena waktunya memainkannya."
"Dengan cara penghancuran!."
Iza berkata.
"Tungguh-tungguh,tungguh sebentar!."
"Apa?."
"Penghancuran?."
"Apakah kamu jangan-jangan akan menghancuri semua bangunan dengan rudal tank!?."
Avi berkata.
"Iya,kenapa?."
Iza berkata.
"Mana mungkin itu!."
"Mana mungkin kamu memiliki rudal tank?!."
"Rudal tank saja milik militer dan dilindungi negara,kenapa kamu bisa memiliki rudal tank?!."
Avi berkata.
"Ha,aku membuatnya."
Iza terkejut sekali dengan hal tersebut dan iza berkata.
"A-apa!."
"Ka-kamu membuat sebuah rudal tank?!."
"Manalah bisa kamu membuat rudal tank?!."
"Rudal tank saja susah dibuat tau?!."
Avi berkata.
"Bukannya buat rudal tank mudah sekali?."
"Kenapa kamu bilang susah?."
Iza berkata.
"Woi,kamu tidak tau seberapa susah membuat sebuah rudal tank!."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi sebenarnya itu sangat mudahlah bagiku."
"Apalagi aku pernah membuat bom nuklir dengan hulu ledak sebesar 2,2 juta."
"Itupun aku membuatnya tidak ada kerjaan sama sekalipun."
"Aku membuatnya dengan mencampur beberapa senyawa dengan beberapa lainnya dan menaruhnya ketempat bolah kaca yang berukuran sama dengan kelereng."
"Tapi aku menyimpannya suatu kota kayu dan menguburnya ditanah karena aku takut kalau bom nuklir itu meledak."
Izapun hanya bisa terdiam dengan perkataan avi tersebut dan tampaklah avi sedang duduk sendirian dikursi taman sekolah,tampaklah iza melihat kalau avi duduk sendirian ditaman sambil melihat kearah langit dan izapun berjalan mendekati avi,iza seketika duduk disamping avi dan avi seketika menjauh dari iza dengan jarak satu meter dan iza berkata.
"Kenapa kamu diam saja disini?."
"Bukannya kamu biasanya suka melakukan apa saja?."
"Seperti memainkan senjata api dari semua mobil perang dan sampai memecahkan semua kaca-kaca jendela digedung sekolah."
"Kenapa kamu diam saja disini?."
Avi berkata.
"Ha,sebenarnya aku sakit gigi."
"Jadi dari aku diam saja disini."
Iza berkata.
"O-oh,begitu ya."
Tampaklah iza melihat kearah langit dan iza berkata.
"Aku ingin bertanyak kepadamu."
"Apa yang kamu takuti dan kamu sedihi?."
Avi berkata.
"Tidak ada satupun aku takuti ataupun kesedihan kecuali atas dosa yang aku perbuat."
Iza berkata.
"Apakah kamu tidak memiliki rasa takutkah akan sesuatu?."
Avi berkata.
"Ha,sebenarnya ada."
"Yaitu akan dosa yang aku lakukan tanpa aku sadari."
"Apalagi kalau tuhan marah kepadaku dan tidak mau lagi kepadaku,itulah yang aku takuti."
Iza berkata.
"Bukan itu maksudku."
Avi berkata.
"Apakah ada yang lebih menyakitkan kalau tuhan meninggalimu dan tidak mau lagi kepadamu?."
Izapun terdiam dan iza berkata.
__ADS_1
"Oh,begitu ya."
"Apakah ketakutanmu hanya kepada tuhan?."
Avi berkata.
"Iya,aku takut dengan tuhan."
Iza berkata.
"Apakah kamu tidak memiliki rasa sedihkah?."
Avi berkata.
"Sebenarnya aku ada rasa sedih."
"Yaitu ketika dosa yang aku lakukan tidak diampuni oleh tuhan."
"Dan itulah yang membuatku sedih sekali."
Iza berkata.
"Apakah ada hal lain selain itukah?."
Avi berkata.
"Apanya?."
"Aku tidak tau maksudmu tersebut?."
Iza berkata.
"Maksudku adalah apakah kamu memiliki rasa sedih atas orang yang kamu sayangi atau orang yang sangat berharga bagimu yang tiba-tiba meninggalkanmu?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Kenapa kamu ingin tau kali dengan hal begituan?."
"Padahal itu tidak berguna bagimu sendiri."
Iza berkata.
"Tidak,sebenarnya itu berguna bagiku sendiri."
"Karena aku dapat mengetahui apa rasa sedih itu sebenarnya."
"Katakanlah apa rasa sedihmu tersebut?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak mau menceritakan hal sesuatu yang tidak berguna bagiku sendiri."
"Untuk apa aku menceritakan hal sesuatu yang tidak ada guna bagiku sendiri?."
"Kalau itu hanya membahas masalah tidak berguna sama sekali."
Iza berkata.
"O-oh,begitu ya."
"Tapi aku ingin tau masa lalumu gimana?."
"Jadi,aku mohon kepadamu."
"Apakah kamu bisa menceritakan tersebutkah?."
Avi berkata.
"Tidak akan aku ceritakan tentang apapun itu dari diriku yang dulu."
"Karena tidak berguna bagiku sendiri menceritakan tentang masa lalu duluku."
Iza berkata.
"Tapi aku mohon kapadamu,ceritakanlah."
"Aku mohon kapadamu."
Avi berkata.
"Kenapa kamu ingin tau kali dengan hal begituan?."
"Padahal tidak berguna bagimu sendiri loh."
Iza berkata.
"Tidak,sebenarnya itu berguna bagiku sendiri."
Tampaklah iza menunjukan wajah imutnya dan avi seketika ingin muntah dan avi berkata.
"Baiklah,aku akan ceritakan."
"Tapi aku singkat saja."
Iza berkata.
"Baik,itu tidak apa-apa menurutku."
Avi berkata.
"Aku dulu seorang anak yatim karena orang tuaku tewas karena ketabrakan pada saat aku berusia lima tahun,aku dulu ikut dalam tabrakan tersebut akan tetapi aku selamat dari hal seperti itu."
"Aku masih kecil dirawat oleh kakek dan nenekku disebuah desa."
"Ayahku dan ibuku menikah dengan suku yang berbedah."
"Aku hidup dengan kakek dan nenekku disebuah desa,aku hidup begitu kebahagian karena kakekku suka kali mengajariku tentang apa saja yang aku tidak ketahui dari sebuah agama yang aku anut sekarang ini pada masa dulu diriku."
"Nenekku juga terkadang membuat masakan yang aku sukai."
"Tapi kebahagian itu tidak lama,karena kakek dan nenekku tewas karena pesawat yang mereka tumpangi masuk kelaut karena hal sesuatu yang rusak dari mesin pesawat,apalagi pada saat itu aku berusia sebelas tahun."
"Aku tau kalau itu akan terjadi karena aku tau kalau tuhan akan mengambil orang yang kita sayangi dari kita,yang mana sudah diajari oleh kakekku dulu."
"Pesawat yang tumpangi kakek dan nenekku itu sebenarnya menujuk pulang kepulau aku berada yang bernama pulau sulawesi dan pada waktu itu aku tidak ikut dengan kakek dan nenekku karena aku tinggal sendirian dirumah."
"Sebenarnya kakek dan nenekku habis pulang dari negara yang harus dikunjungi oleh agamaku."
"Aku hanya bisa diam saja ketika mayat kakek dan nenekku sudah ditemukan dilaut dan penguburan mereka,aku hanya diam tersenyum saja."
"Aku tidak menangis atas kematian mereka karena aku tau kalau menangis untuk orang yang sudah tiada itu tidak berguna sama sekalipun."
"Untuk apa menangisi orang sudah tiada."
"Yah,untukmu pastih kebingungan sekali tapi begitulah yang ada diagamaku."
"Yang mana diagamaku diajari jangan terlalu larut dalam kesedihan walaupun orang dia cintai atau dia sayangi telah tiada ada didepannya."
"Aku dulu hidup tanpa keluarga maupun saudara dan hidup dengan sendirian,melakukan pekerjaan dengan sendirian seperti mencuci maupun memasak."
"Tapi begitulah aku pada masa dulu,apalagi aku pernah dituduh sebagai pencuri."
"Padahal aku hanya duduk diam saja pada teras toko karena tidak ada kerjaan sama sekalipun dan akupun bukan pencurinya."
"Aku dulu bekerja dengan sendirian dan aku juga berguru dengan seratus orang yang berbedah untuk ingin tau banyak tentang agamaku anut ini tersebut."
"Jadi begitulah,ceritaku pada masa dulu."
Iza berkata.
"Oh,begitu ya."
Avi berkata.
"Kenapa kamu ingin sekali tau tentang masalah hal seperti itu?."
"Padahal itu sama sekali tidak berguna bagimu sendiri?."
Iza berkata.
"Ha,sebenarnya aku dulu mempunyai orang tua yang baik sekali kapadaku tapi mereka dibunuh oleh seseorang pada dihadapanku."
"Aku ingin tau cerita masa lalumu,apalagi kamu seorang raja iblis dan pastih memiliki cerita masa lalu juga."
"Tapi kalau aku mendengarnya dengan teliti,maka kamu memiliki cerita begitu sedih sekali
"Tapi kenapa kamu tidak hidup dengan saudara-saudaramu?."
"Dimana saudara-saudaramu itu?."
__ADS_1
Avi berkata.
"Aku tidak tau saudara-saudaraku ada dimana."
"Karena kakek dan nenekku tidak pernah menceritakannya kepadaku apalagi orang tuaku."
"Tapi mengetahui kenapa itu bisa terjadi."
Iza berkata.
"Apa yang kamu ketahui tersebut?."
Avi berkata.
"Kakekku dan nenekku sebenarnya diusir oleh orang tua mereka masing-masing karena mereka berdua masuk keagama yang aku anut sekarang ini."
"Apalagi kakek dan nenekku dulu beragama lain tapi mereka seketika diusir ketika masuk keagama yang saat ini yang aku anut ini."
"Apalagi ayahku juga diusir oleh orang tuanya karena ayahku masuk keagama yang sama yang aku anut sekarang."
Iza terdiam saja dan iza berkata.
"Begitu ya."
"Kamu sungguh memiliki cerita masa lalu begitu sedih sekali dari miliku."
"Tapi sekarang aku tau,kalau ada lebih sedih dariku."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Cerita masa lalu itu bukan seberapa sedih kamu atau seberapa bahagia kamu pada saat dimasa lalu."
"Tapi cerita masa lalu,ya cerita masa lalu."
"Aku tidak dapat mengatakannya yang sebenarnya karena tidak berguna bagiku sendiri."
Iza berkata.
"oh,begitu ya."
"Aku tidak tau seberapa sakit dirimu kalau aku ada diposisimu."
"Tapi aku sudah tau seberapa sakit tersebut kalau aku menerimanya."
Avi berkata.
"Untuk apa kamu bersedih kepadaku kalau aku bukan orang disedihkan."
"Ketahuilah kalau mempunyai keluarga dan orang tua itu pastih hidupnya akan penuh kebahagian dari pada hidup dengan seseorang yang bukan keluarganya."
"Beruntunglah bagi orang yang mempunyai keluarga dan orang tua karena mereka bisa tersenyum lebar dan tertawak bahagia sekali."
"Tapi orang menganggap keluarga dan orang tua itu tidak berguna maka dia memang benar-benar bodoh sekali."
"Karena mereka tidak tau seberapa bahagianya mempunyai keluarga dan orang tua dari pada mempunyai orang yang kamu anggap berharga tapi bukan keluargamu,pastih dia tidak dapat kebahagian dari saat dia mempunyai keluarga atau orang tua."
"Tapi lebih bahagia lagi kalau ada tuhan disitu,maka tambah bahagia lagi."
Tampaklah iza hanya terdiam terbengong saja dan tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang jalan-jalan dihalaman sekolah,avi seketika berhenti berjalan karena avi melihat ada murid-murid sedang latihan menembak dan tampaklah iza melihat kalau avi sedang diam berdiri sambil melihat kearah murid-murid sedang menembak,iza pun berjalan mendekati avi dan iza berkata.
"Kenapa kamu ada disini?."
"Kenapa kamu terdiam begitu?."
Avi berkata.
"Ha,kalau dipikiri lagi kalau sekolah ini seperti bukan sekolah umumnya tapi melainkan sekolah untuk melatih menjadi militer."
Iza berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi begitulah pada sekolah ini."
"Aku tau kalau mana sekolah membawak senjata api ataupun senjata hal lain sebagainya."
"Yang mana seperti senjata api ini."
Tampaklah iza memegang sebuah pistol dan avi berkata.
"Sebuah pistol?."
"Kenapa kamu bawak pistol?."
Iza berkata.
"Kan sudah aku bilang kalau sekolah ini bebas bawak senjata api maupun senjata lainnya."
"Tapi senjata-senjata api disini sangat hebat sekali loh."
"Dari senjata api yang ada dimiliter umumnya."
Avi berkata.
"Apanya yang hebat dari senjata api umumnya?."
Iza berkata.
"Kalau akurasi tembak dan kecepatan tembak begitu melebihi senjata api militer umumnya."
"Yang mana kecepatan tembak senjata yang aku pegang ini adalah 0000000000000000000000,000000000000000000000000,000001 perdetik."
Tampaklah avi hanya terdiam saja dengan hal tersebut dan avi berkata.
"A-apakah secepat itukah?."
"Ma-mana mungkin senjata api secepat itu?."
"Pa-pada umumnya senjata api tidak memiliki kecepatan secepat itulah?."
Iza berkata.
"Kan sudah aku katakan kalau senjata api disini lebih hebat sekali dari senjata api yang ada dimiliter."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
Tampaklah seorang murid berlari mendatangi avi yang sedang berbicara dengan iza dan tampaklah orang itu sudah didepan avi dan orang itu berkata.
"I-ini ada surat untukmu."
Tampaklah orang itu menyerahkan surat tersebut kepada avi dan avi berkata.
"Surat untukku?."
"Dari siapa?."
Tampaklah avi mengambil surat itu dari orang itu dan orang itu berkata.
"Itu adalah surat resmi pertandingan."
"Karena kamu telah terpilih menjadi peserta pertandingan itu tersebut."
Avi hanya bisa terdiam saja dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Saya minta maaf kalau membuatmu selelah itu,karena mengantari surat ini kepadaku."
"Seharusnya aku sendiri yang mengambilnya."
Orang itu berkata.
"Tidak,itu tidak apa-apa."
"Karena itu sudah menjadi tugasku yang mengantari surat kepada murid-murid lain."
"Kalau saya pamit pergi ya."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Iya,terima kasih banyak telah mengantari surat ini tersebut."
Orang itu berkata sambil berjalan.
"Iya,sama-sama."
__ADS_1
Tampaklah orang itu pergi menjauh dari avi dan tampaklah avi hanya terdiam saja sambil melihat surat tersebut ditangan kanannya,tampaklah beberapa hari kemudian tampaklah pertandingan itupun dimulai dan tampaklah banyak murid-murid ikut dalam pertandingan walaupun pertandingan tersebut hanya dipilih secara tidak sengaja.
Tampaklah pada pertandingan awal,avi dipandangan rendah oleh murid-murid karena avi terlihat lemah dimata murid-murid tersebut walaupun dimata murid-murid kelas sama dengan avi,avi dianggap kuat karena akan cara bertarungnya walaupun hanya menggunakan unsur fisika saja pada pertarungan dan tampaklah pertandingan itu dimulai,tampaklah pertandingan awal adalah lomba lari halang rintang untuk mengetahui siapa yang tercepat dan melatih kecepatan buat murid-murid yang ikut pertandingan tersebut walaupun murid tersebut kalah dalam pertandingan awal tersebut,tampaklah avi dengan begitu mudah melewati semua halangan disitu dengan mudah.