
Tampaklah disuatu hari tampaklah dewan yang waktu itu yang mana dia ingin berbuat jahat kepada avi dan tampak dewan tersebut sedang begitu marah sekali sambil duduk disebuah kursi,tampaklah sekelompok orang-orang berjubah hitam sedang berlutut dihadapan dewan tersebut dan dewan itu berkata.
"Kurang ajar!."
"Gimana itu bisa terjadi!."
"Kenapa kalian gagal,menghancurkan orang tersebut!."
Salah satu orang-orang berjubah hitam berkata.
"Maafkan kami tuan."
"Kami tidak bisa membuat orang itu membuat orang itu hancur atas deritanya yang mana itu adalah tugas anda berikan kekami semua."
"Tapi setiap saat kami ingin melakukan tugas yang anda berikan kekami semua."
"Kami tidak bisa melakukannya kedia tersebut."
"Karena setiap saat digagalkan terus-menerus oleh penghalang berbentuk bulat setengah yang mana penghalang tersebut melindungi dia tersebut."
"Apalagi ada saja orang-orang mengganggu kami semua,pada setiap saat kami ingin melakukannya secara terang-terangan."
"Kami sebenarnya tidak mengetahui kenapa kami bisa gagal."
"Tapi sepertinya ada seseorang yang mengetahui rencana kita buat."
"Atau mungkin orang itu sendiri yang sudah mengetahui dari awal,wahai tuanku."
Dewan itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Penghalang yang melindungi dia ya?."
"Cukup menarik juga ya."
"Apalagi orang-orang yang menghalangi kalian setiap saat melakukannya secara terang-terangan ya."
"Hmmmm,cukup menarik juga ya."
Seketika dewan itu tersenyum jahat dan dewan itu berkata.
"Lakukan misi baru lagi."
"Yang mana kalian harus raja iblis itu terprovokasi oleh kalian dan terus buat dia menyerang kota atau negara tersebut."
"Karena aku tidak menyukai orang itu tersebut."
"Apalagi aku merasa tidak suka kepadanya pada waktu itu yang mana dia sangat begitu mudah sekali memenangkan pertandingan waktu itu."
"Lakukanlah segera!."
Orang-orang itu menjawab.
"Baik!."
Tampaklah gamad yang lagi berjalan disebuah lorong gelap dan gamad seketika berhenti berjalan dan gamad berkata.
"Bantailah atau bunuhlah mereka tanpa sisah wahai bawahanku."
Tampaklah dibelakang gamad ada orang-orang yang berlutut dihadapan gamad dan orang-orang itu berkata.
"Baik,wahai tuanku."
Sebenarnya orang-orang dibelakang gamad yang berlutut dihadapan gamad adalah para bawahannya yang mana gamad memiliki begitu banyak bawahan yang mana para bawahannya adalah para raja dari beberapa raja kekegelapan lainnya yang gamad tundukan dan yang mana para bawahan gamad terdiri dari drakula,raja kegelapan,vampir,dan lain sebagainya,tampaklah para bawahan gamad mulai membantai habis yang gamad suruh tersebut yang mana gamad menyuruh para bawahannya untuk membunuh para raja kegelapan dari dunia lain yang ingin mengincar avi.
Tampaklah para bawahan gamad sudah menyelesaikan tugas mereka dan mereka berlutut lagi dihadapan gamad dan para bawahan gamad berkata.
"Wahai tuanku,kami telah sudah menyelesaikan tugas kami yang anda berikan kepada kami semua."
Gamad berkata.
"Oh,begitu ya."
"Baguslah begitu."
"Baiklah kita kembalik sekarang juga."
Tampaklah seketika gamad tersenyum jahat dan para bawahan gamad berkata.
"Baik,wahai tuanku!."
Tampaklah gamad yang lagi berjalan-jalan seperti orang yang tidak mempunyai masalah sambil memainkan kincir angin kecil ditangan kanannya dan seketika gamad berhenti berjalan karena xeza dan rifer yang sedang mencari sesuatu sambil melihat sekitarnya,tampaklah xeza dan rifer berhenti berjalan karena ada gamad didepan mereka berdua dan xeza berkata.
"Ha,gamad."
Gamad berkata.
"Ada apa?."
Xeza berkata.
"Apakah kamu lihat my lordkah?."
Seketika gamad terdiam saja karena gamad memindahkan avi tanpa tujuan entah kemana dan gamad berkata.
"H-ha,mungkin my lord sedang bereksperimen mungkin."
"Karena terkadang my lord suka melakukan hal begituankan."
Gamad berkata didalam dirinya.
"Gawat sudah!."
"Aku memindahkan avi entah kemana!."
"Aku saja memindahkan dia entah tujuan kemana!."
"Gawat sudah aku!."
Xeza berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi biasanya my lord aku dapat merasakan kehadirannya maupun dia ada diwilayah sangat jauh dari sini."
"Tapi aku tidak dapat merasakan kehadiran dibeberapa sekitar dari sini?."
"Tapi kemana ya,my lord pergi?."
Rifer berkata.
"Tapi jarang juga my lord akan menghilangkan kehadirannya dari dunia ini tersebut."
"Apalagi my lord biasanya akan kembalik lagi kekota ini."
"Karena dia tidak suka pergi lama-lama."
Gamad berkata.
"A-anu?."
"Se-sebenarnya aku memindahkan my lord kedunia lain."
"Karena aku mendapatkan hawa yang ingin mengincar my lord."
"Jadi aku memindahkan my lord kedunia lain."
Seketika xeza dan rifer marah sekali karena gamad seenak hati memindahkan avi kedunia lain dan xeza berkata.
"Hah?."
"Kamu memindahkan my lord kedunia lain?."
"Kemana kamu pindahi my lord sekarang ini,gamad?."
Tampaklah xeza dan rifer menatap tajam kearah gamad dengan aura begitu mengerikan sekali dan seketika gamad ketakutan sekali dan gamad berkata.
"Se-sebenarnya,a-akupun tidak tau aku memindahkan avi kemana?."
"Ka-karena aku memindahkan avi dengan tujuan tidak tau kemana?."
Tampaklah semakin tajam tatapan xeza dan rifer begitu juga aura mereka berdua mulai makin mengerikan saja ketika gamad memberitau kalau gamad memindahkan avi entah kemana dan xeza berkata.
"Cari sekarang gamad."
"Dimana my lord sekarang berada."
"Sebelum kamu taukan kalau kamu tidak menemukan my lord."
Seketika xeza tersenyum jahat dan seketika gamad makin ketakutan sekali karena gamad sebenarnya pernah dihukum oleh xeza karena gamad pernah berbuat salah apalagi hukuman yang diberikan oleh xeza begitu mengerikan sekali,gamad berkata.
"Ba-baik!."
"Aku akan mencari my lord sekarang!."
Rifer berkata.
"Cari sekarang gamad!!!."
"Dimana my lord avi berada!."
Gamad berkata.
"Ba-baik!."
"Aku akan mencari my lord sekarang juga!."
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi membaca buku sambil duduk dikursi taman sekolah dan tampaklah seketika avi dikagetin oleh wanita waktu itu,tampaklah avi kaget dan terkejut walaupun avi hanya berpura-pura saja karena avi sudah menyadarinya kalau wanita itu akan mengagetinnya,tampaklah wanita itu duduk disebelah avi walaupun dengan berjarakan satu meter dan wanita itu melihat kalau avi sedang membaca buku begitu serius sekali dan wanita itu berkata.
"Kamu sedang mengapain avi?."
"Kenapa kamu begitu serius kali begitu?."
Avi berkata.
"Ha,aku sedang membaca buku ini."
"Yang mana aku hanya ingin tau tentang orang yang mengaku raja kegelapan itu tersebut."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Kenapa kamu ingin tau kali tentang raja kegelapan yang banyak orang tidak sukai itu tersebut?."
Avi berkata.
"Ha,aku ingin tau saja."
"Karena aku tidak tau mengapain lagi selain baca buku ini saja."
"Walaupun aku tidak mencarinya sampai keakar-akarnya karena tidak ada gunanya bagiku saja."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Hei,avi."
Avi berkata.
"Iya,ada apa?."
Wanita itu berkata.
"Apa yang kamu lakukan kalau kamu menjadi sosok paling ditakuti dan memimpin seluruh raja kegelapan?."
Avi berkata.
"Kenapa kamu berkata begitu?."
Wanita itu berkata.
"Karena aku tidak tau sih kenapa aku berkata begitu."
"Tapi kalau tidak salah kalau orang yang mengaku raja kegelapan itu mengatakan kalau ada satu sosok yang dapat memimpin beberapa raja kegelapan lainnya."
"Karena saking kuatnya dan paling ditakuti seluruh makhluk maupun raja kegelapan dari dunia lainnya."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi kalau aku menjadi sosok raja kegelapan yang dapat memimpin raja kegelapan lainnya."
"Mungkin aku hanya diam saja dan membantu orang-orang secara sembunyi-sembunyi saja."
"Karena biasanya raja kegelapan itu mempunyai mata-mata atau para bawahannya yang begitu hebat-hebat sekali."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Avi berkata.
"Tapi menurutku menjadi raja kegelapan itu tidak ada gunanya sama sekalipun bagiku."
"Karena untuk apa menjadi seorang raja tapi hanya mementingkan diri sendiri."
"Apalagi menundukan raja kegelapan lainnya mungkin tidak bisa."
"Karena aku bukanlah orang paling kuat dalam hal menundukan siapapun."
"Aku bukanlah siapa-siapa."
"Apalagi aku bukanlah tuhan dapat menundukan orang-orang sehebat itu."
"Tapi aku tetaplah aku."
"Aku memang tidak sehebat orang lain."
"Tapi kalau bisa maka aku akan memimpin dengan bercanda saja."
"Karena tidak mungkin jugakan memimpin raja kegelapan lainnya?."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Aku ingin bertanyak kepadamu lagi."
Avi berkata.
"Tanyak apa?."
Wanita itu berkata.
"Apa yang membuatmu bahagia dan apa yang membuatmu sedih?."
Avi berkata.
"Ha,soal itu ya."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Kalau soal kebahagian banyak sih yang dapat membuatku bahagia."
"Tapi kebahagian itu bukan dari kekayaan,kekuasaan,kekuatan,maupun hal lainnya."
"Tapi aku yang dapat membuatku bahagia adalah rasa bersyukur saja yang aku dapatkan dari pemberian tuhan."
Wanita itu berkata.
"Kenapa harus rasa bersyukur dari pemberian tuhan?."
"Kan kebahagian itu bisa kekayaan ataupun hal lain sebagainya yang mana secara orang-orang umumnya ketahui."
__ADS_1
Avi berkata.
"Kamu taukan kalau orang yang mempunyai kekayaan itu tidak mendapatkan kebahagian."
"Yang mana suka berselingkuh,bertaruh,beli-beli hal tidak berguna sama sekalipun bagi dirinya sendiri,apalagi terkadang suka bunuh diri karena masalah yang dia dapatkan dari kekayaan yang dia miliki tersebut."
"Kalau hal lainnya,ya mungkin kekuatan itu tidak membuat kebahagian juga karena kekuatan saja tidak dapat membuat bahagia."
"Kalau kekuatanmu itu tidak diguna dengan tepat."
"Kekuatan itu bisa membuat bahagia tapi itu tidaklah lama."
"Karena kekuatan akan membuatmu merasakan ingin mendapatkan terus-menerus kekuatan yang mana itu tidaklah ada gunanya sama sekalipun bagiku."
"Apalagi kalau hal lainnya,ya sama tidak membuatmu bahagia selamanya."
"Tapi kalau kita hidup dengan rasa syukur kepada tuhan berikan kekita maka akan membuat kita bahagia selama-lamanya."
"Apalagi terkadang ada saja yang membuat kita senang secara tiba-tiba karena saking bersyukurnya kita kepada tuhan berikan kekita."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Tapi ada satu juga yang membuatku bahagia secara yakin selama-lamanya."
"Yang mana itu adalah."
"Janji tuhan itu pastih benar-benar ada."
"Yang mana janji tuhan itu adalah yang mana kita mendapatkan kesusahan maka tuhan akan memberikan kita kebahagian kalau kita bersabar terus-menerus dengan kesusahan kita terima tersebut."
"Tapi ada satu membuatku sedih,yaitu."
"Yang mana banyak orang-orang bodoh yang menganggap agama itu sebagai candaan saja."
"Aturan-aturan agama suka kali dicanda-candain."
"Yang mana juga terkadang banyak orang-orang bodoh yang mengaku hebat dan mengerti."
"Tapi sebenarnya dia bodoh sekali."
"Tapi orang-orang bodoh terkadang ingin diakui oleh orang-orang."
"Tapi padahal tidak ada gunanya sama sekalipun bagiku."
"Kalau ingin diakui oleh orang-orang."
"Karena lebih baik diakui oleh tuhan dari pada makhluk ciptaan tuhan itu sendiri."
"Kamu bayangkan apakah kamu ingin diakui oleh makhluk ciptaan tuhan sendiri atau diakui oleh tuhan sendiri?."
"Kalau kamu memilih makhluk ciptaan tuhan maka itu tidaklah lama karena hanya sebentar saja."
"Tapi kalau ingin diakui oleh tuhan maka semua hal sesuatu yang kita inginkan maka semua bisa dapatkan dengan begitu mudah sekali."
"Tapi kalau kita beribadah kepada tuhan tanpa merasa dirinya hebat ataupun benar."
"Maka itu akan jadi pastih nantinya."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Kamu benar-benar hebat sekali avi."
"Aku sama sekali tidak mengetahuinya."
Avi seketika melihat kearah langit dan avi berkata.
"Tidak,aku bukanlah orang hebat."
"Aku tidak sehebat dia."
"Karena dia lebih hebat dariku."
"Aku masih kalah dengan dia."
"Dia lebih mulia dariku."
"Aku hanyalah orang biasa dari kedudukanku tapi dia orang paling istimewa dariku."
"Karena dia orang paling mulia."
"Aku bukanlah siapa-siapa dia tapi aku hanya mengikuti perkataan-perkataan dia saja."
"Aku bukanlah orang paling ahli dalam begituan tapi dia lebih ahli lagi dariku."
Wanita itu berkata.
"O-oh,begitu ya."
Tampaklah seketika langit menjadi ungu dan tampaklah turunlah sosok dari langit,tampaklah sosok itu membawak para bawahannya dan mulai menghancurkan kota-kota ditempat avi berada,tampaklah sosok sangat begitu marah sekali dan sosok itu berkata.
"Kurang ajar!."
"Siapa yang berani-beraninya yang mengaku lebih hebat dariku!!!."
"Akulah lebih hebat dari siapapun itu!!!."
Tampaklah banyak orang-orang banyak mulai bertarung dengan para bawahan sosok itu tersebut dan tampaklah dewan yang ingin berbuat jahat kepada avi itu seketika tersenyum jahat diatas berdiri salah satu bangunan dikota tersebut karena dia yang membuat kekacauan tersebut,tampaklah para guru dan para murid-murid sekolah avi berkumpul dan para guru menyuruh murid-murid disekolah avi untuk menyerang para bawahan sosok itu,tampaklah para murid-murid disekolah avi mulai bertarung satu sama lain dengan para bawahan sosok tersebut tapi avi juga ikut bertarung dengan para bawahan sosok tersebut walaupun berpura-pura lemah,tampaklah seketika terbukalah suatu gerbang kekegelapan diatas langit dan tampaklah sosok itu kaget dan terkejut begitu juga yang lain hanya terdiam terbengong saja,tampaklah keluarlah tiga sosok laki-laki tampan dengan aura begitu mengerikan sekali,tampaklah mereka sudah turun ditanah dan sebenarnya tiga sosok itu adalah xeza,rifer,dan gamad.
Tampaklah xeza melihat sekitarnya dan xeza berkata.
"Apakah disini benar-benar my lord beradakah?,gamad!."
Gamad seketika ketakutan sekali dan gamad berkata.
"I-iya."
"Aku merasakan kehadiran my lord avi disini."
"Tapi?."
Tampaklah seketika gamad menatap tajam sosok tersebut dan sosok itu seketika ketakutan sekali dan sosok itu berkata.
"I-itu tidak mungkinkan!."
"Ka-kamukan!?."
"Gi-gimana mungkin kamu datang kesini?!."
"Pa-padahal aku sudah merahasikan aksiku ini tersebut darimu."
"Gi-gimana bisa kamu menyadariku ada disini!."
Tampaklah dewan itu marah sekali karena sosok itu yang dia provokasi tapi sosok itu ketakutan sekali kapada gamad dan dewan itu berkata.
"Itu tidak mungkinkan!!!."
"Gimana mungkin sosok itu takut dengan orang itu tersebut!."
Gamad berkata.
"Kenapa kamu ada disini?."
"Bukannya kamu sudah berjanjikan tidak melakukan hal perbuatan yang samakan?."
Sosok itu berkata.
"A-aku ingin bertanyak kepadamu."
"Ke-kenapa kamu juga ada disini juga?."
Gamad berkata.
"Aku sedang mencari tuanku yang aku pindahi entah kemana karena ulah trio dulumu tersebut yang ingin mengincar tuanku."
Sosok itu berkata.
"Tuan?."
"Apakah kamu dikalah sosok yang lebih hebat darimu-kah?."
Gamad berkata dengan makin menatap tajam kearah sosok itu tersebut.
"Kamu bisa diam tidak?."
"Aku bukanlah dikalahkan oleh dia tapi dia lebih hebat dan kuat dariku tau."
"Tapi kenapa kamu ada disini?."
"Hah?."
"Jawab cepat sekarang!."
Sosok itu seketika makin ketakutan sekali dan sosok itu berkata.
"Ba-baik!."
"A-aku disini karena ada salah satu dari manusia-manusia ini berkata dengan diriku."
"Kalau ada lebih hebat dariku,walaupun aku sedikit aneh saja dengan perkataan manusia tersebut."
"Jadinya aku datang kesini dengan marah sekali."
Gamad berkata.
"Oh,begitu ya."
"Baiklah,aku akan mencarikan manusia yang bilang kepadamu itu tersebut."
Seketika kedua tangan gamad sudah ada manusia yang dimaksud sosok tersebut yang mana manusia yang sosok itu maksud adalah dewan yang ingin berbuat jahat kepada avi dan bawahannya,tampaklah mereka dalam keadaan tidak bernyawa karena tadi gamad sudah mengetahui maka gamad menusuk titik lemah orang tersebut,tampaklah sosok itu terkejut dan kaget karena manusia yang dia maksud sudah ada dikedua tangan gamad dan sosok itu berkata.
"Gi-gimana bisa?!."
"Gi-gimana mungkin secepat itu?!."
Gamad berkata.
"Jadi kamu sudah taukan siapa manusia tersebut?."
"Okelah kalau begitu."
"Ini tidak berguna lagi."
Tampaklah gamad tidak memegang mayat-mayat orang tersebut dan gamad berkata dengan tatapan tajam sekali kearah sosok itu tersebut.
"Woi,kamu ingatkan janjimu dulu?."
"Yang mana kamu berjanji tidak melakukan hal sesuatu yang sama lagikan."
Seketika sosok itu makin ketakutan sekali dan sosok itu berkata.
"I-itu bisa aku jelaskan kepadamu tentang masalah ini tersebut!."
"Makanya aku ada disini!."
Gamad berkata.
"Woi,janji tetaplah janjikan?."
"Janji harus ditepatikan?."
"Kamu sudah melanggar janjimu kepadaku."
"Sebanyak lima puluh lima kali tau."
"Jadi sekarang sudah lima puluh enam kali sekarang kamu sudah melanggar janji yang kamu buat tersebut kepadaku."
"Jadi janjimu sudah berakhir dan sekarang hukumanmu yang kamu terima."
Tampaklah sosok itu makin ketakutan sekali dan sosok itu berkata.
"A-aku bisa jelasin kenapa aku datang kesini!."
"A-aku mohon jangan hukum aku!."
"Aku mohon kepadamu!."
Gamad seketika tersenyum jahat dan seketika gamad tertawak jahat dan gamad berkata.
"Woi-woi-woi,manalah bisa."
"Kamu sendirikan yang bilang kepadaku."
"Dan kamu sendirilah yang buat perjanjian tersebut."
"Jadi."
Seketika gamad tersenyum jahat dan seketika gamad menatap tajam sosok itu tersebut dan gamad berkata.
"Kamu tetaplah harus dihukum atau kalau tidak dibunuh."
"Kamu pilih sekarang juga tau."
"Kamulah yang berbuat salahkan."
"Jadi kamu sendirilah yang harus menerima penyesalanmu tersebut."
Seketika sosok itu benar-benar makin ketakutan sekali dan seketika gamad melemparkan pisau kepalah sosok itu tersebut dan seketika sosok itu jatuh tidak bernyawa,tampaklah yang lain hanya terdiam terbengong saja dan tampaklah seketika xeza,rifer dan gamad mendengar kalau ada yang lagi makan makanan ringan dipertarungan tersebut dan tampaklah itu adalah avi,tampaklah yang lain juga melihat kearah avi semua dan avi seketika berhenti makan makanan ringan tersebut dan salah satu orang-orang disitu berkata.
"Woi,kenapa kamu enak sekali makan ditengah kehancuran begini!?."
"Kamu sebaiknya tewas saja sana!."
"Kamu kalau dilihat tidak ada kerjaan sama sekalipun selain makan saja!."
Tampaklah gamad hanya menghela napas saja karena mulai ribut disitu dan xesa berkata.
"Ada-ada saja ya."
"Hal-hal begituan diperbesari ya."
"Jadi dimana my lord berada sekarang,gamad?."
Gamad berkata.
"H-ha,mungkin daerah disini sepertinya."
"Jadi tenanglah xeza."
"Hehehehe!."
Tampaklah avi dilemparkan kedepan xeza,rifer dan gamad,tampaklah mereka bertiga seketika menatap taja kearah avi dam avi seketika berdiri,tampaklah avi menghela napas dan avi berkata.
"Ada-ada saja ya."
"Padahal aku hanya ingin bersantai saja."
"Hmmmmmm?,tapi aku tidak mementingkannya juga."
"Jadi ada kenapa kalian disini?."
Tampaklah yang lain kaget dan terkejut karena seolah avi lebih hebat dari mereka bertiga dari perkataan avi tadi tersebut menurut yang lainnya,tampaklah yang lain marah-marah karena avi seolah hebat dari mereka bertiga yang mana itu xeza,rifer dan gamad dan mereka bertiga terkejut kalau didepan mereka adalah avi sebenarnya,seketika mereka bertiga berlutut dihadapan avi dan tampaklah yang lainnya terdiam terbengong saja karena mereka bertiga berlutut dihadapan avi dan mereka bertiga berkata.
"Maafkan kami my lord!."
"Kalau kami kurang sopan tadi!."
"Yang mana tidak mengetahui kalau itu anda sebenarnya!."
"Maafkan kami,wahai my lord!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Iya,aku maafin."
__ADS_1
Xeza berkata.
"Apakah anda baik-baik sajakah disini,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Yah,begitulah."
"Aku hanya melakukan hal sesuatu biasa aku lakukan."
"Yaitu mencari pelajaran yang menarik saja."
Xeza berkata.
"Oh,begitu ya my lord."
Seketika xeza tersenyum dan seketika avi memegang topeng yang dibeli waktu itu dari dunianya yang itu,tampaklah avi memakai topeng tersebut kewajahnya dan seketika wujud avi berubah menjadi wujud asli manusia avi yang mana berambut putih dan mata berwarna merah,tampaklah yang lainnya hanya terbengong saja karena avi berubah wujudnya dan gamad berkata.
"Ehg?."
"Anda tadi berubah wujud?."
Avi berkata.
"Ha,begitulah."
"Karena waktu disini sudah habis jadi aku berubah wujudku yang ini."
Gamad berkata.
"Ehg?!."
"Waktu yang sudah habis?."
"Didunia ini tersebut?."
Avi berkata.
"Ha,begitulah."
"Karena aku datang kesini ada waktunya."
"Yang mana sudah ada didalam kepalahku tentang waktu aku tinggal disini."
Gamad berkata.
"Oh,begitu ya my lord."
Avi berkata.
"Apakah masalahmu itu sudah kamu selesaikan,gamad?."
Tampaklah seketika gamad ketakutan sekali karena perkataan avi tadi seolah avi sedang marah sekali dan gamad berkata.
"I-iya,wahai my lord."
"Masalah yang itu sudah saya selesaikan."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Baiklah,waktunya kita pulang sekarang."
Seketika mereka bertiga berdiri dan gamad berkata.
"Anu,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa gamad?."
Gamad berkata.
"Gimana kehidupan anda disini,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Aku kehidupanku biasa-biasa saja disini."
"Tidak ada satupun yang menarik."
"Hanya terkadang aku disini tersenyum-tersenyum sendiri."
"Yah,mungkin dijelasi akan susah."
"Jadi begitulah."
Gamad berkata.
"Oh,begitu ya wahai my lord."
Avi berkata.
"Baiklah,waktunya kita pulang sekarang."
"Karena selama ini kekuatanku terkunci oleh waktu disini,jadi sekarang aku bisa kembalik sekarang."
Tampaklah wanita itu berlari kearah avi dan seketika berhenti berjalan dan wanita itu berkata.
"Tu-tungguh sebentar avi."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"Aku ingin bertanyak kepadamu."
"Siapa kamu sebenarnya?."
"Kenapa kamu bisa berdiri didepan tiga sosok mengerikan itu tersebut?."
Avi berkata.
"Ha,aku hanya orang biasa saja."
"Jadi jangan lagi bertan-."
Gamad berkata.
"Dia adalah raja para raja kegelapan lainnya."
"Dia adalah sosok paling kuat diantara raja kegelapan lainnya."
"Jadi jangan berani-berani kalian mengejek tuanku loh."
"Apalagi tadi kalian melempar tuanku sampai jatuh ketanah tadi."
Tampaklah seketika gamad menatap tajam kearah orang-orang disitu dan tampaklah orang-orang disitu ketakutan semuanya dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Sigamad ini."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Aku sebenarnya tidak mau dibilang raja para raja kegelapan."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Tapi sigamad ini berkata-kata tidak ada gunanya sama sekalipun."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Jadi selama ini kamu seorang pemimpin raja kegelapan lainnya ya."
"Apakah kamu benarkah begitu?."
"Tentang kamu seorang pemimpin raja kegelapan lainnya?."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya tersebut dan avi berkata.
"Yah,begitulah."
"Maaf ya,aku tidak memberitaumu."
"Aku tidak mau kalau diriku diketahui seorang raja kegelapan juga."
Wanita itu berkata.
"Kenapa kamu tidak memberitauku selama ini kalau dirimu seorang raja kegelapan juga!."
Tampaklah seketika wanita itu menangis dan wanita itu berkata.
"Kenapa kamu tidak memberitauku!."
"Avi bodoh!."
"Seharusnya kamu beritau aku kalau dirimu seorang raja kegelapan juga!."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya tersebut dan avi berkata didalam dirinya.
"Waw,sungguh drama cukup bagus juga."
"Ha,kayaknya kurang makanan ringan saja sih melihat drama sebagus ini."
"Tapi dia menangis dan seharusnya aku berkata."
"Aku menangis."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Ha,aku tidak mau kalau diriku dimanfaati oleh orang-orang yang mengaku dirinya kuat tapi dia sebenarnya tidaklah kuat sama sekalipun."
"Aku tidaklah suka memberitau hal-hal tidak berguna sama sekalipun bagiku."
"Jadi jangan menangis lagi ya."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah wanita itu seketika tersenyum dan avi berkata.
"Baiklah,waktu kembalik kedunia kita berasal."
"Karena masalah disini sudah diatasi walaupun sedikit aneh saja menurutku."
Wanita itu berkata.
"Tu-tungguh sebentar avi."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"A-apakah aku boleh ikut keduniamu-kah?!."
Tampaklah yang lain terkejut semuanya dan avi tersenyum dibalik topengnya tersebut dan avi berkata.
"Kenapa kamu ingin ikut denganku?."
Wanita itu berkata.
"Karena aku ingin bersamamu terus."
"Karena aku tidak bisa tanpa bantuanmu selama ini."
"Jadi apakah aku boleh ikut denganmu-kah?."
Avi berkata.
"Tidak,maaf."
"Aku tidak bisa membawakmu keduniaku."
"Karena akan terjadi hal sesuatu akan datang kalau dirimu ikut denganku."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Tampaklah wanita itu tampak sedih begitu dan avi berkata.
"Waktunya kita pergi sekarang juga."
"Ders."
Seketika avi menghilang dari situ dan tampaklah seketika wanita itu terjatuh tertunduk menangis karena dia benar-benar sudah menyesal kalau dia tidak terus bersama avi tiga tahun tersebut apalagi dulu dia tidak mempercayai avi dan dia tidak mempercayai perkataan avi apalagi dia terkadang mengejek avi tapi dia sekarang menyesal kalau yang avi lakukan untuk membantunya tapi dia sendiri tidak mempercayainya dan tidak menerima bantuan avi,wanita itu berkata.
"Kenapa harus begini."
"Kenapa harus begini sih."
"Kenapa?."
"Kenapa?."
"Kenapa tuhan?!."
"Kenapa?!."
"Aku tidak mempercayai dulu."
"Padahal dia selalu membantuku dan mengajariku beberapa hal."
"Tapi."
"Aku malah tidak mempercayainya apalagi perkataannya waktu itu."
"Sungguh bodoh diriku."
"Karena penyesalanku makin bertambah karena ulahku sendiriku yang aku perbuat."
"Padahal aku bisa terus-menerus bersamanya."
"Tapi apakah waktu bisa diulangkah?."
"Kayaknya tidak sepertinya."
"Aku sendirilah yang harus menerima kepahitan tanpa bantuan avi lagi."
"Padahal avi banyak sekali mengajari beberapa hal yang tidak aku ketahui."
"Seperti berharap kepada seseorang akan mendapatkan kepahitan pada akhirnya dan lain sebagainya."
"Tapi sepertinya diriku tidak akan bertemu dengan dia lagi."
"Aku juga sudah tau kalau wujudnya itu hanya palsu saja."
"Tapi kenapa dia tidak mengaku dirinya raja kegelapan?."
"Yah,tapi kayaknya sama saja dia memberitau kalau dirinya raja kegelapan kalau diriku tidak mempercayai perkataannya."
"Memang sungguh bodoh sekali ya,diriku."
"Yang mana aku tidak mempercayainya sama sekalipun."
"Walaupun diriku bersama avi sekarang hanya satu bulan saja."
"Tapi menurutku itu terlalu sebentar saja."
"Tapi."
__ADS_1
"Aku akan menemuimu lagi ya."
"Avi."