Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
SANG PAHLAWAN YANG MENJADI PELAYAN.chapter 2


__ADS_3

Setelah itu avi melihat ada penginapan, penginapan itu tertulis: koceng babuf terkece.


Avi memasuk kedalam penginapan tersebut, dan melihat banyak orang.


Orang-orang melihatnya, seketika juga avi menyadari kalau dia di lihati semua orang.


Karena dia malu di lihati terus avi melanjut jalan menuju meja pesan, avi berkata sama sang pemilik penginapan.


"Haa, apakah ada kamar."


Pemilik penginapan berkata.


"Ada berapa?."


Avi menjawab.


"Haa, satu kamar aja."


Pemilik penginapan berkata.


"Baik, satu kamar."


"Tapi berapa hari?."


Avi menjawab.


"Oo, haa, satu hari saja."


Pemilik penginapan menjwab.


"Baik, satu hari itu setara 12 uang koin cokelat."


Avi menjawab.


"Haa, baik."


Avi mengeluarkan uang nya dan mengasikannya, dan avi berkata.


"Aaah, ini uang nya."


Pemilik penginapan menjawab.


"Baik uang mu cukup."


"Ini kunci kamar mu, kamar ada di lantai dua."


Avi menjawab.


"Yah, terimah kasih banyak."


Avi pun menaiki tangga menuju lantai dua, setelah di lantai dua.


Avi masuk kamar yang ia ginapi, avi lansung berbaring di tempat tidurnya.


Dan seketika avi duduk di tempat tidurnya, avi melihat lagit amat cerah ke oren-orenan.


Avi berkata di dalam diri nya.


"Haa, ini sangat lelah sekalih."


"Mungkin besok aku harus cari pekerjaan karena aku butuh uang."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Haa, baiklah besok aku cari pekerjaan, sambil berkeliling kota untuk mencari pekerjaan yang layak."


"Aku tidak tau tempat apa ini tapi aku harus cari informasi tentang dunia ini."


Avi menatap langit dan avi mengangkat tangan nya ke langit dan mencengkramnya.


Kebesokan hari nya avi berkeliling kota sambil mencari pekerjaan, apakah ada atau tidak.


Beberapa menit kemudian avi tidak menemukan pekerjaan tapi avi masih semangat mencarinya, avi berkeliling sebanyak lima kali.


Dan setelah avi udah sepenuh nya berkeliling kota, avi sudah hampir di depan gerbang.


Tampak lah ada seseorang menyuruh nya berhenti, avi gak mendengari nya.


Seseorang itu berkata lagi.


"Woi, berhenti."


"Cih, kau tidak mendengarinya."


"Tidak cara lain selain memaksakan nya berhenti dengan cara bertarung."


Seseorang itu mengambil busurnya dan menembakan nya ke avi, avi menyadari kalau ada busur yang ke arah nya dan avi dengan sigap mengambil anak busur itu dengan tenang nya.


Seseorang itu terkejut dan kaget karena avi menangkap anak busur itu dengan tenangnya, seseorang itu berkata.


"Cih, cemana bisa dia mengambil nya dengan mudah."


"Padahal itu sangat cepat, seharusnya tanganya atau badan kenak."


"Tidak ada cara lain."


Seseorang itu menyerang avi menggunakan pedang nya, dengan gerakkan yang sangat cepat.


Kecepatan seseorang itu lebih cepat kilat dan cahaya,dia menggunakan pedang level dan tinggat kelangkaan.


Yang sangat tinggih, level pedang itu sekitar 1235 dan tingkat kelangkaan setarah mitos Key.


Mitos key adalah tingkatan paling tinggi, dia berada pada urutan ketiga.


Apa yang di maksud mitos key? Key artinya kunci, maka mitos key adalah titik pembukaan seluruh tingkat seperti rumor,gosep, legenderi, mitos, lict rumor legenderi, dan lain-lainnya.


Tapi ada satu tingkatan mitos key tidak bisa terbuka satu tingkatan ini, yaitu legend big king.


Kalau pedang mitos key mau masuk ketingkatan tersebut harus mengorbankan tujuh pedang tingkatan yang berbedah, yaitu rumor, gosep, lengenderi, lict rumor, rumor king, lengend king try, try rumor gosep.


Pedang yang harus di korbankan berbeda-beda setiap tingkatannya tapi tingkatan legend big king belum apa-apanya sama tingkatan pedang ini yaitu pedang tingkatan pertama dan tingkatan awal, pedang satu ini tidak bisa di buat atau mengorbankan sesuatu.


Pedang ini sangat amat langka tidak ada satu pun yang dapat menumukan tingkatan tersebut kecuali mendapatkannya harus menunggu selama 99999 tahun lama nya maka pedang itu akan muncul, pedang itu muncul pada bulan keenam, tanggal enam, hari sabtu.


Banyak orang-orang yang menungguh kedatangan pedang itu, pada zaman dulu di dunia ini pedang itu pernah muncul dan di pakai seseorang pria.


Pria itu mendapatkan gelar ketika ia mengangkat pedang itu, sudah mendapatkan pedang itu banyak orang yang mau membunuh pahlawan tersebut tapi semua rencana mereka gagal semua tidak berhasil.


Setelah mereka lakukan, pahlawan tersebut telah berhasil membunuh raja iblis.


Raja iblis lah masik banyak pahlawan itu membunuh raja iblis hampir setengah raja ibli di dunia itu, setelah mengalahkan raja iblis pahlwan itu mati di tempat di kastil raja iblis.


Semua heboh kalau pahlawan kalah, semua orang panik dan sebagian orang yang mengingin kan pedang itu.


Semua orang kaget dong, baik yang menghawatir akan pahlawan maupun yang menginginkan pedang itu.


Seorang tidak percaya apa yang ada di cerita seseorang tersebut, seseorang itu menceritakan apa yang terjadi.


Pahlawan mati di tempat dan pedang itu hilang seketika orang-orang tidak percaya kalau pedang itu harus mengorbankan nyawa sendiri, ini adalah cerita pedang tingkatan tertinggih yang membuat orang serakah akan kekuatannya.


Avi menangkap pedang itu dengan tenang, seseorang itu pun jatuh seketika avi menangkap pedang itu.


Seseorang itu pun berdiri dan kaget apa iya lihat, seseorang itu berkata.


"Se-sebenar kamu siapa kek-kenapa kamu bisa menangkap pedang itu dengan tenang."


Avi menjawab.


"Pedang ini, apakah ini milik mu."


"Ini pedangmu."


Avi mengambalikkan pedang tersebut, dan seseorang itu berkata.


"Siapa kau sebenarna."


Avi menjawab.


"Aku, aku hanya orang biasa."


Seseorang itu menjawab.


"Mana mungkin seseorang menangkap pedang tingkat atas dengan mudah."


Avi berkata.


"Pedang tingkat atas?, aku pikir tadi pedang itu pedang mainan."


Seseorang itu menjawab.


"Pe-pedang mainan."


"Pedang mainan kata mu, mana mungkin ini pedang mainan."


"Sipa kau sebenarnya."


"Apakah jangan-jangan kau adalah iblis yang menyamar menjadi manusia."


Avi menjawab.


"Woi, mana mungkin aku iblis."


"Iblis aja aku tidak tau wujutnya."


Seseorang itu menjawab.


"Eeah, mana mungkin apakah kamu bodoh atau kah pura-pura tidak tau."


Avi pu mangkin bingung dan avi menjawab.


"Eeeh, apa yang kau maksud nona."


"Aku tidak mengerti sama sekali sama nona bilang, nona udah menyerang aku sekarang aku di bilang iblis apa maksudnya."


Seseorang menjawab.


"Apakah kamu pikun kah, kamu seseorang yang amat misterius dari gerak-gerik mu aja mencurigakn."


Avi menjawab.


"Mencuringakan gimana mungkin gerak kan ku biasa aja, apa ku lakukan biasa aja."


Seseorang itu menjawab.


"Bodoh, aku tidak peduli sama kau."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Avi tersenyum doang, seseorang itu jijik sama avi karena dia tersenyum.


Dan datang lah prajurit kerajaan menujuk avi dan seseorang itu, prajurit itu menghadam seseorang itu.


Salah satu prjurit kerajaan membisik ketelinga seseorang itu, prajurit itu berkata di telinga seseorang itu.


"Nona siapa dia?."


Seseorang itu menjawab dengan suara kecil.


"Dia iblis yang lagi nyamar, karena gak dia mengakuinya."


Prajurit itu berkata.


"Iblis mana mungkin."


"Tapi apakah harus kami singkirkan."


Seseorang itu menjawab.


"Yah, singkirkan."


Prajurit itu menjawab.


"Siap."


Salah satu prajurit itu datang di depan avi dan berkata.


"Keluar kau iblis laknan."


Prajurit itu seketika mengeluarkan pedang dan prajurit lain juga.


Avi menjawab.


"Tu-tunggu sebentar."


Prajurit itu berkata.


"Diamlah kau iblis busuk."


Avi mangkin bingung dan avi menjawab.


"Baiklah, kalau kalian berkata demikian."


"Aku akan keluar dan ingat aku bukan lah iblis karena aku tidak mengetahui bentuk iblis sebenarnya."


Avi pun menuruti permintaan tersebut, avi pun keluar dari kota tersebut.


Avi berjalan melewati beberapa pohon, setelah avi berjalan avi pun beristirahat.


Avi pun menghidup kan api unggut dan membakar ikan, setelah itu avi memakan ikan yang iya bakar.


Setelah itu avi bersandar di suatu pohon dan avi teringat akan hal di bilang orang itu katakan, avi melihat langit malam.


Avi duduk dan berkata.


"Hmm."


"Iblis?apakah aku tidak lah mungkin karena aku yah tetaplah aku."


"Apa di dunia ini iblis mempunyai kekuatan besar."


"Masih misteri."


"Tapi di bilang 'tidak orang biasa', apakah kekutan ku sengerikan itu."


Avi memengang tangan nya sambil mencengkram nya, avi menjawab.


"Ahh, yah sudalah tidak ku pikirin juga."


"Tapi yang aku pikirin iyalah apakah dunia ini adalah surga atau sebuah planet atau dunia seperti bumi."


"Tapi yang sekarang aku kemana ya."


Avi melihat langit malam sambil tersenyum.


Kebesokan harinya avi masih berjalan menujuh kota selanjutnya, avi telah berjalan beberapa hari.


Sangking lama nya avi terlihat bosan karena dia tidak tau yang ia kerjakan, karena bosan tidak ada kerjaan dia hanya berjalan saja.


Avi pun beristirahat dan duduk di sebuah batu dan avi berkata.


"Haa, tidak kemana."


"Aku pun tidak tau mau kemana."


Avi berkata sambil melihat langit dan avi berkata.


"Baiklah kalau begitu lebih baik tidak usah di pikirin."


"Hmm, udah waktu nya yah."


"Lebih baik aku beribadah dulu."


Avi pun melakukan ibadah dan setelah avi telah selesai beribadah, avi melanjutkan berjalan dan avi berkata.


"Oo iya, waktu di dunia ini agak mundur dua jam dari bumi karena dunia ini siang sangat lah lama dan juga pagi."


Avi masih berjalan tapi seketika ada yang mengepungnya dari semak-semak, kelompok tersebut semua orang di semak-semak keluar dan menodongkan senjata ke avi dan mereka berkata.


"Siapa kamu dan mau apa kamu di sini manusia."


Avi menjawab.


"Aku?."


Mereka mengangguk dan mereka berakata.


"Apakah kamu di suruh untuk memata-matain desa kami atau menghancurkan desa kami."


Avi menjawab.


"Desa?."


"Aku tidak mengerti apa kalian maksud, tapi kalau di suruh aku tidak suruh."


"Sebenarnya aku hanya lewat doang."


Mereka menurun kan senjata akan tetapi ada seseorang dari salah satu mereka berkata.


"Jangan terlaruh percaya omongan manusia, manusia suka menipu kita."


Mereka mengangkat senjata lagi dan menodongkan senjata mereka ke avi, avi pun mangkin tidak mengerti sama sekali dan avi berkata.


"Baiklah kalau kalian menganggam ku musuh kalian."


Merekan pun bingung dan mereka berkata.


"Aahh, baiklah kita bawak di di hadapan ketua jangan mengambil tindakan yang aneh."


Mereka setuju dengan salah satu mereka, avi pun di bawak ke desa mereka.


Avi diikat tali sambil iringi penjaga yang memengang senjata, setelah sampai didesa dan avi melihat desa itu sudah hancur bagaikan desa tersebut sudah tidak layak di tinggal.


Sampai lah avi ketempat ketua suku mereka,salah satu mereka berkata di hadapan kepalah suku mereka.


"Ketua lapor kalau kami menangkap manusia."


Kepalah suku pun kaget karena mereka menangkap manusia karena kepalah suku hanya menggammati kan area sekitar dan melihat kondisi area, kepalah suku menjawab.


"Menangkap manusia, kan ku suruh kalian hanya melihat sekitar."


Yang melaporkan menjawab.


"Tetapi kepalah suku, tidak mungkin juga kami bisa melepasi manusia tersebut."


"Kami menangkap nya karena manusia tersebut sangat mencuringakan, manusia itu bilang hanya numpang."


"lewat akan tetapi manusia ini malah menuju jalan kedesa."


Kepalah suku berkata.


"Apa kalian bodoh!."


"Kan hanya lewat doang kalian menangkap nya."


Yang melapor berkata.


"Tetapi ketua, dia sendikit mencuringankan."


Kepalah suku.


"Kalian tetaplah bodoh karena numpang lewat dan arah nya kedesa kita kalian menangkap nya."


"Kalau begitu bawak kan di kesini."


Avi pun di bawak sambil di ikat tali, avi pun sudah di berhadapan sama kepalah suku.


Kepalah suku sangat bingung karena manusia diam terus, kepalah suku berkata.


"Wahai manusia, untuk apa kamu kehutan ini dan arah jalan kedesa ini."


Avi menjawab.


"Aku hanya numpang lewat dan tidak sengaja jalan itu ke arah desa ini."


Kepalah suku sudah mengetahuinya dan kepalah suku berkata.


"Lepas kan."


Avi pun sudah bebas dan avi menjawab.


"Terima kasih banyak."

__ADS_1


Avi mensujutkan badannya untuk berima kasih, kepalah suku menjawab.


"Eeah, iya sama , tolong berdiri lah aku jadi ragu."


Avi pun berdiri dan avi berkata.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama desa ini."


Kepalah suku menjawab.


"Kami di serang oleh iblis, monster dan manusia merekah bekerja sama."


Avi menjawab.


"Ooh, begitu ya."


"Oh, kalau begitu aku pamit."


Avi pun berjalan akan tetapi kepalah suku berkata.


"Tunggu sebentar."


Avi pun berhenti dan membelokkan badannya, kepalah suku berkata.


"Apakah kamu bisa melindungi desa kami dari serangan tersebut."


Avi pun kaget karena kepalah suku tersebut meminta sambil sujut di hadapannya, avi berkata.


"Kenapa harus aku, kan bilang manusia adalah musuh kalian."


Kepalah suku berkata.


"Itu memang iya kalau mereka menyerang kami, kalau mereka berteman maka juga begitu."


"Kenapa yang harus di pilih karena kamu manusia mempunyai kekuatan yang sangat tinggi, tidak seperti kami."


Avi sudah mengetahui nya maka avi berkata.


"Baiklah aku terima."


Mereka sangat legah dan semua mengeluarkan suara: ouuh.


Avi berkata.


"Apa yang kalian berikan kepada ku kalau sudah ku lindungi."


Mereka terdiam tadi nya mereka mengeluarkan kata :ouuuh, sekarang mereka terdiam seketika.


Kepalah suku menjawab.


"Kalau begitu kami semua tunduk dan patuh terhadap dirimu."


Avi kaget mereka semua yang ada di ruang sujut di hadapan avi dan avi berkata didalam nya.


"Tadinya aku berpikir tidak meminta hal aneh, aku tidak mau meremoti mereka tapi sayang malah begini."


Avi menjawab.


"Baiklah aku terima."


Mereka pun senang, avi menjawab


"apakah ada korban jiwa atau ada yang terluka."


Kepalah suku menjawab.


"Tidak ada korban jiwa tapi banyak yang terluka oleh serangan tersebut."


Avi menjawab.


"Oh, begitu ya."


"Baiklah kalau begitu apakah kalian bisa mengantari ku ketempat yang terluka."


Kepalah suku menjawab.


"Baiklah, kalau begitu ikuti aku."


Avi pun mengikuti kepalah suku ketempat yang terluka, telah sampai lah avi dan yang lain ketempan yang terluka dan avi menjawab.


"Teralu parah banyak kali dan luka sangat besar."


"Kepalah suku menjawab.


"Itu memang benar, kami hanya semampunya kami gak begitu ahlinya."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Baiklah aku melakukan penyembuhan."


Kepalah suku berkata.


"Oooo"


"Apa anda bisa melakukan nya, akan tetapi ini terlalu banyak."


Avi menjawab.


"Bisa."


Avi berkata di dalam diri nya.


"Menyembuhin mereka cemana ya, akan waktu lama menyembuhin mereka."


"Baiklah aku cari cara, pakai apa ya."


Avi masih memikirkan cara nya seketika avi mendapatkan jawaban tampa di sadari avi memetik jarinya, seketika juga avi bisa melakukan penyembuhan tampa melakukan apa pun karena tidak di sadari avi memetik jarinya dan sembuhlah mereka yang terluka.


Avi pun kaget karena dia tidak melakukan apa pun dan seketika mereka terkejut hanya petikan jari bisa menyembuhkab, kepalah suku berkata didalam dirinya.


"Tidak mungkin mana mungkin seseorang manusia bisa melakukan yang begitu saja."


"Pada manusia umum nya tidak dapat melakukannya, tapi orang ini dapat melakukannya dengan mudah."


"Tidak salah dia kuat."


Avi berkata.


"Aaah, karena sudah selesai kalau begitu."


"Ahem."


"Kepalah suku buatlah mereka para warga yang bisa ikut serta perang kumpul kan mereka dan juga."


"Yang tidak maka kumpulkan mereka ke suatu tempat untuk berlindung."


Kepalah suku berkata.


"Baik."


Mereka melakukan persiapan kedatangan para musuh, karena informasi dari kepalah suku avi telah melakukan strategis rencana.


Para musuh sudah datang, parah musuh berkata.


"Hahaha."


"Kita akan memusnakan ras lemah ini."


"Uhahahaaa."


Tampa di sadari mereka telah masuk perangkap, parah pemanah dari ras yang di pimpin avi telah bersiap menembak tinggal perintah menyerang dan avi sudah merasa ini sudah tepat avi berkata.


"Tembak."


Mereka memanahi para musuh, musuh terlihat panik karena para penyerang dari ras di pimmpi avi telah menyerang beserta pemanah.


Terlihat para musuh sedikit demi sedikit tewas karena udah kenak hujan panah di atas pohon dan dia atas batu besar, para penyerang yang menggunakan pedang telah membaban habis musuh dan tak lama musuh tewas.


Semua besorakan, mereka terlihat senang.


Dan kebesokan hari nya mereka berlutut di hadapan avi dan mereka mengucap.


"Terima kasih banyak."


Mereka mengucap bersamaan dan mereka berkata.


"Kami tunduk dan patuh terhadap dirimu, kami selalu mematuhi LORD kami."


Mereka mengucap bersamaan dan telihat kebingungan dan kaget terhadap begituan, dan sekarang avi sedang membangun rumah dan cara mereka tidak tau seperti mengelolah jalan yang baik dan merawat tumbuhan dan lain-lain nya.


Karena mereka tidak mengerti hal begituan, mereka hanya pandai berburu dan bertarung.


Tampak lah ada seseorang yang munujuk kedesa avi tinggal, avi dan lainnya sedang berkumpul tentang hal apakah merekah bisa melakukan perbaikan jalan dan lain-lainnya


Tampak lah seseorang itu adalah perempuan karena dia menggunakan jubah tidak dapat di kenalinya, tampak lah wanita telah memasuki tempat avi berkumpul dengan lainnya dan salah satu ada yang melaporkan.


"Lapor lord avi."


Avi menjawab.


"IYA."


Yang melapor.


"Ada seseorang yang ingin berjumpa dengan anda."


Avi menjawab.


"Siapah."


Yang melapor.


"Saya tidak tau my lord, apakah dia boleh masuk."


Avi menjawab.


"Iya."


Yang melapor.


"Baik, kalau begitu saya undur diri lord."


Dan setelah itu masuk seseorang itu masuk dan orang itu berkata.


"Permisih."


"Apakah anda yang nama avi day lict?."


Avi menjawab.


"Iya."


"Kenapa kamu tau namaku dan nama panjangku."


Orang itu menjawab.


"Oh, soal itu aku sudah tau."


"Wahai raja iblis yang agung."


Mereka terkejut karena perempuan itu bilang avi dengan sebutan raja iblis, karena suasana mengarah ke arah nya avi berkata.


"Begitu ya, tapi kenapa kamu menyebutku raja iblis."


Orang itu menjawab.


"Karena kamu sudah di tetap kan dan sudah di ketahui semua orang."


Avi menjawab.


"Tu-tungguh dulu, sudah di tetap kan dan sudah di ketahui semua orang, apa maksudnya?."


Orang itu menjawab.


"Karena anda sudah terlahir menjadi raja iblis sebelum bervolusi menjadi raja iblis."


"Kalau sudah di ketahui semua orang ialah anda sudah di ramalkan telahir."


"Tapi tidak semua orang tau tentang anda telah lahir."


Avi menjawab.


"Begitu ya sudah di ramalkannya."


Orang itu menjawab.


"Iya."


Avi menjawab.


"Tapi aku gak begitu gerti, apa maksud dari raja iblis, raja iblis itu apa?."


Orang terkejut karena seorang raja iblis tidak mengetahui raja iblis karena semua orang tau raja ibli dan orang itu menjawab.


"Apakah anda tidak tau atau tidak tau karena tau."


Avi menjawab.


"Iya memang aku tidak tau karena aku tidak tau."


Semua orang terkejut karena orang yang sudah di ketahui semua orang tidak mengetaui tentang raja iblis dan lefa (mantan kepalah desa) menjawab.


"Apakah anda tidak mengetahuinya."


Avi menjawab.


"Iya."


Avi berkata di dalam dirinya.


"Sebenar raja iblis itu apa?."


"Setahuku iblis tidak mempunyai raja karena iblis sendiri lah satu-satunya."


"Tidak mempunyai raja."


Orang itu menjawab.


"Baiklah, saya akan menjawab pertanyaan anda."


"Apa ini pertanyaan seorang raja yang di takuti dan berkata demikian itu tidak masuk akal, baik saya akan menjawabnya."


"Raja iblis ialah seorang raja bagi iblis dan monster tapi beda sama naga."


"Karena naga tidak mengakui raja iblis, kenapa naga tidak mengakui karena."


"Raja iblis tidak seorang raja kompoten dan adil bagi monster dan iblis dan karena itu naga tidak termasuk monster tapi ada sebagian orang menggamnya sebagai monster."


Avi menjawab.


"Begitu ya, raja iblis ialah raja bagi iblis dan monster ya."


Oran itu menjawab.


"Iya."


Avi menjawab.


"Apa maksud kedatangan mu kemari."


Orang itu menjawab.


"Saya kemari adalah."


"Jadi kan saya menjadi pelayanmu my lord."


Avi menjadi binggung dan avi berkata.


"Apa maksud mu menjadi pelayan ku."


Orang itu menjawab.


"Saya hanya ingin menjadi pelayan mu my lord."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Tapi apakah kamu disuruh seseorang untuk mematai-mataiku atau di seruh seorang perempuan tersebut."


Semua orang telah memengang pedang karena mereka takut tentang hal tersebut dan orang itu berkata.


"Begitu ya."


"Aku tidak di utus oleh seseorang."


"Tapi apa yang anda maksud tentang perempuan itu."


"Apakah perempuan tersebut musuh anda atau juga perempuan itu sudah mengetahui anda telah lahir."


Avi menjawab.


"Perkata kedua aku tidak lah tau karena masalah perempuan sebaik jangan teralu dalam."


Orang itu menjawab.


"Apa maksud anda."


Avi menjawab.


"Yah, pertanyaan mu yang kudua tentang perempuan itu adalah salah semua."


"Karena perempuan itu bukan lah musuh dan mau pun dia tidak mengetahui tentang raja iblis itu."


Orang berkata.


"Ooh, begitu ya."


"Tapi siapah perempuan itu?."


Avi menjawab.


"Ceritanya agak rumit tapi aku akan menjadi kan nya simpel."


"Pada sebelum aku kemari aku tinggal di sebuah kota yang bernama ZX."


Orang berkata.


"Kota ZX."


Avi berkata.


"Yah, kenapa aku bilang tentang perempuan itu karena perempuan itu."


"Menyerang ku secara tiba-tiba dan dia bilang gerak-gerik ku mencuringakan."


"Padahal hanya satu hari aku tinggal di kota itu, aku dibilang gerak-gerik ku mencuringakan padahal tidak."


"Kalau tidak salah namanya merie tapi nama nya bukan nama asli."


Orang itu berkata di dalam dirinya.


"Sialan si bodoh sok keren itu keputusan bodoh."


Orang itu berkata.


"Kalau begitu saya akan membereskan orang tersebut."


Orang berdiri dan mau berjalan tapi avi berkata.


"Tungguh sebentar."


Orang itu pun berhenti berjalan dan avi berkata.


"Lebih baik tidak usah karena untuk kamu membalas orang tersebut."


Dan orang itu membelokkan badan nya dan menghadap evi sambil berlutut, orang itu berkata.


"Baik."


"Tapi tidak boleh di biarkan orang tersebut."

__ADS_1


Avi menjawab.


"Tidak, untuk kamu membalasnya kalau tidak mendapatkan untung."


Orang itu berkata.


"Baik."


"Saya my lord tolong jadi saya menjadi pelayanmu."


Avi menjawab.


"Baiklah,tapi ingat aku tidak memaksamu."


"Tapi kalau kamu sama seperti orang yang sama maka."


Avi tersenyum jahat, itu membuat orang itu ketakutan dan berkata.


"Maka dia akan ku makan."


Avi tersenyum lagi , lagi dan lagi orang itu mangkin ketakutan.


Dan begitu juga dengan semua orang, dan orang itu berkata.


"Baik."


Avi sebenarnya tersenyum dia sedang jahil karena tidak tahan akan jahilan maka dia tersenyum, avi berkata.


"Ooh iya, nama mu siapa?."


Orang itu menjawab.


"Namaku adalah serena."


Nama orang itu adalah serena, orang itu membuka penutup kepalahnya dan terlihat dia berambut kuning dan mata berwarna biru dan avi berkata di dalam dirinya.


"Begitu yah, berambut pirang dan juga mata berwarna biru."


"Haaa."


Serena menjawab.


"Ada apa my lord."


Avi menjawab.


"Tidak, tidak apa apa kok."


Avi tersenyum karena dia hanya tersenyum tidak gapain, beberapa minggu berlalu sejak serena datang ke desa avi dan sekarang dia telah menjadi pelayan sesungguhnya


Terlihat juga avi sedang sibuk tentang surat-surat tersebut, serena selalu berada di samping avi.


Dan siap juga tugas avi, sangking lelah lelahnya mengangkat kedua tangan dengan tinggi dan avi berkata.


"Ooh iya, serena kenapa kamu memakai pakaian tersebut terlihat baju mu mudah kali kotor."


Serena berkata.


"Tidak, karena aku seorang pelayan jadi mudah kotor pakaian."


Avi menjawab.


"Ooh, begitu ya."


"Kenapa kamu bilang tidak."


Serena menjawab.


"Karena saya lebih suka baju ini, apakah telihat aneh."


Avi menjawab.


"Tidak terlihat aneh, tapi kan ada lebih layak lagi."


Serena menjawab.


"Tidak, ini lebih layak."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Ooh iya, kamu mengajari menjahit sama penduduk untuk menggantikan aku."


Serena menjawab.


"Iya, karena anda mempunyai banyak tugas maka saya melakukan."


Avi menjawab.


"Begitu yah."


Avi berkata di dalam dirinya


"Sebenarnya aku menciptakan mesin jahit tampak orang-orang tidak mengetahuinya."


"Begitu juga serena mesin jahit ku bikin sangat lah moderet sekali."


"Dan aku mengajari mereka menjahit menggunakan mesin ini dan aku mengajari serena menggunakan mesin tersebut."


"Yah, aku banyak bikin baju bagus dan layak malah serena memilih baju itu."


"Yah, terlihat tidak asing, sebenarnya aku menjibplak ingatan ku tentang busana."


"Yah, mungkin terlihat curang ya begitulah tapi ku pertanyakkan."


"Tapi aku sekali pernah aku meminum kafe pada aku di bumi kenapa harus baju itu."


"Banyak orang memakai itu baju pelayan ya sih,tapi tidak seperti pelayan."


"Setahuku baju pelayan baju seperti kantoran atau baju biasa-biasa aja."


"Yah,mungkin begitu sebenar baju pelayan yang di pakai serena."


"Sebenarnya kalau ada di bumi baju itu sangat ketat sampai terlihat lekuk tubuh dan atas terbuka aurat perempuan."


"Tidak salah aku pernah datang ke kafe ya hanya mengerjakan tugas dari dosen."


"Aku melihat pakain pelayannya aja aku tunduk kepala karena aku melihat atas karena aku takut dosa."


"Teman-temanku hanya biasa terlihat juga muka,mata mereka,mereka mesum.


"Dari itu aku membuat baju itu mirip tapi tidak ketat dan juga di atas tidak terbuka dan juga rok nya panjang dan juga pedingin seperti batu angin dingin."


"Karena tidak ada kain yang sejuk dan juga bahan membuatnya aja tidak ada."


"Maka dari itu aku memasukkan batu tersebut."


Serena menjawab.


"Aehg,apakah anda baik-baik ajakah."


Avi menjawab.


"Iya."


"Ada apa."


Serena menjawab.


"Tidak, adi anda menutup mata sambil tersenyum."


Avi menjawab.


"Ooh be-begitu ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Gawat aku di curigai karena aku tersenyum sambil menutup mata."


Serena menjawab.


"Apakah anda menghayal hal mesum atau anda,apakah mempunyai skills tembus pakaian dan bisa tembus mata anda."


Avi menjawab.


"Woi, mana ada skills begituan dan juga mana mungkin aku menghayal hal-hal kotor."


Serena menjawab.


"Begitu yah,hmm."


Avi berkata.


"Haaa."


"Baiklah kalu begitu aku keluar sebentar


Serena menjawab.


"Keluar."


Avi menjawab


"Iyah, hanya sebentar."


Serena menjawab.


"Begitu yah,kalau begitu apakah saya boleh menemani anda."


Avi menjawab


"Menemaniku."


Serena menjawab.


"Ya."


Avi menjawab.


"Begitu yah, baiklah kamu boleh menemani ku."


Serena menjawab.


"Baik, terima kasih banyak."


Avi menjawab.


"Baiklah kalau begitu."


Avi dan serena keluar dari ruangan dan avi menjawab.


"Haa, serena."


Serena menjawab.


"Ada my lord."


Avi menjawab


"Kamu bilang kamu pahlawan."


Serena menjawab.


"Yah, itu memang benar ada apa my lord."


Avi menjawab.


"Setahuku pahlawan adalah seseorang yang telah menang dalam pertempuran dalam membelah negeri."


"Tapi apakah kamu seorang tentara dan telah melewati perang."


Serena menjawab.


"Tidak bukan, aku bukan seorang tentara aku hanya orang biasa."


Avi menjawab.


"Itu membenar tapi setahuku orang biasa bisa menjadi pahlwan karena dia membelah negerinya."


Serena menjawab.


"Begitu yah, anda mempunyai banyak ilmu akan tetapi bukan lah seseorang yang habis perang."


"Karena saya menjadi pahlawan karena gelar yang saya dapat."


Avi menjawab.


"Begitu ya, gelar ya."


"Tapi kamu bilang ada 50 pahlawan setiap kota atau negeri."


Serena menjawab.


"Iya itu memang benar akan tetapi kami pahlawan wajib harus tidak ikut mencapuri urusan keluarga sendiri."


"Aku juga salah satu nya aku jarang berjumpa dengan keluarga yaitu ayah dan ibuku."


Avi menjawab.


"Ooh, begitu ya, maaf kalau aku menanyakkannya."


Serena menjawab.


"Tidak, tidak apa-apa."


Avi menjawab.


"Kamu bilang, kamu di utus tuhan untuk menjadi pelayanku apakah itu benar?."


Serena menjawab.


"Yah itu benar, aku di utus oleh tuhan akan tetapi bukan tuhan yang mengutus."


"Yah, lebih tepat nya hanya menyampaikan doang."


Avi menjawab.


"Apakah malaikat?."


Serena menjawab.


"Tidak bukan, lebih tepat nya naga yang di utus."


Avi menjawab.


"Ooh, naga ya bukannya malaikat setahuku banyak cerita tentang penyampai atau utusan yaitu malaikat."


Serena menjawab.


"Yah, itu memang benar tapi kenapa di utus hanya naga."


"Sebenar para dewa menghilang beberapa triliun tahun lalu, tapi saat naga itu menyampai kan kalau dia di utus oleh dewa."


"Saat itu aku masih kebinggungan antara percaya terhadap hilangnya atau masih ada."


"Huuhaaa."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Mereka berdua berbicara di depan jendelah sambil melihat ke arah pohon, avi menjawab.


"Kamu juga kamu pernah bilang kalau dewa yang bilang tuhan,mereka tercipta."


Serena menjawab.


"I-i-iya."


"Itu memang benar."


Avi menjawab.


"Berarti mereka bukan lah tuhan melainkan hanya seorang yang di utus untuk menjaga dunia."


Serena menjawab.


"Iya, itu memang benar akan tetapi tunggu dulu perkataan anda memang benar sedikit aneh."


"Berarti mereka bukan tuhan."


Avi menjawab.


"Yah itu benar."


Serena menjawab.


"Cih, berarti mereka bukan tuhan melainkan hanya menjaga doang."


"Berarti mereka menyembah yang bukan tuhan melainkan seorang yang di tugas oleh tuhan."


Avi menjawab.


"Yah, begitu lah."


Serena menjawab.


"Tapi aku kenak di tipu doang."


Avi menjawab.


"Yah, karena kamu sedang di uji, dunia ini telah di uji dengan berat."


"Yah, lebih tepat kita di dunia ini di uji begitu berat mungkin ini sudah sepadan yang ada di dunia ini."


"Tuhan tidak menguji hambanya begitu berat."


Serena menjawab.


"Begitu ya."


"Ooh iya, ciri-ciri perempuan itu apa."


Avi menjawab.


"Haa, kalau tidak salah ciri-ciri nya yaitu."


"Berambut cokelat mudah, mata berwarna kuning dan juga kalau tidak salah yaitu bagian pinggangnya tinggi."


"Woi, jangan menatam ku dengan tatapan begitu aku bukan orang mesum."


Serena menjawab.


"Begitu ya."


Serena berkata di dalam dirinya.


"Memang benar si merie si bodoh itu."


"Cih, kalau aku berjumpa nya udah kubunuh dia tapi aku harus berada di sisinya."


"Hmm."


Avi menjawab.


"Ada apa serena, dari tadi tersenyum."


"Apa kamu memikir hal mesum."


Serena menjawab.


"Ma-mana mungkin."


Serena menjawab pertanyaan avi dengan malu dan pipih yang merah, avi berkata.


"Baiklah kalau begitu aku kita keluar."


Serena menjawab.


"Iya baik."


Mereka pun pergi keluar

__ADS_1


__ADS_2