Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Mencari hal menarik dari musuh.chapter 40


__ADS_3

Tampaklah seorang yang bergaya duduk dengan rambut putih dan mata yang berubah menjadi merah dan hitam yang duduk di samping sebuah sungai, tepat di depan sebuah kastil. Seseorang lari menuju ke arahnya dan kemudian membungkuk sebagai bentuk penghormatan. Orang itu bertanya, "Apa yang kamu inginkan di sini? Dan kenapa kamu terburu-buru seperti itu?" Orang itu menjawab, "Laporan tuan! Penyerangan yang Anda rencanakan telah terjadi!" Orang itu terkejut dan menatap tajam si pelapor, "Siapa yang melakukan penyerangan itu?!" Pelapor itu menjawab, "Asal-usulnya adalah dari kerajaan Ex Tizio." Orang itu mengangguk dan mengucapkan, "Saya melihat mereka adalah jenderal perang yang kuat dan sadis dari negeri itu."


Tiba-tiba, orang itu tersenyum jahat dan berkata, "Apa mereka benar-benar kuat seperti itu?" Pelapor itu dengan tegas menjawab, "Ya, Tuan. Mereka adalah makhluk yang lama terkunci dan diikat. Karena mereka memiliki kekuatan yang luar biasa." Orang itu kembali terkejut ketika pelapor menyebutkan tentang tiga naga legendaris yang dimiliki oleh raja di negeri itu. Sementara itu, Avi dan Sevi berjalan-jalan di taman hiburan kota tersebut setelah berkonsultasi tentang tempat yang ingin mereka kunjungi.


Kemudian, Avi berdiri di depan sebuah gua di bagian dalam gunung. Saat dia berjalan ke dalam, dia menemukan seseorang yang diikat di atas lingkaran batu persembahan dan ditempelkan pada empat tiang batu. Orang itu ternyata seorang wanita berambut perak yang terbangun ketika dia melihat Avi. Wanita itu bertanya tegas kepada Avi, "Apakah kamu datang di sini untuk membunuhku?" Avi dengan jujur menjawab bahwa tidak. Wanita itu segera mengutuk dirinya sendiri dan meminta Avi untuk membunuhnya karena dia merasa dirinya adalah makhluk yang sangat buruk dan menjijikan. Avi menolak dan percaya bahwa dia tidaklah begitu jahat dan membuat wanita itu tersenyum dan mengeluarkan sifat baiknya kembali.


"Usahakan untuk tidak menilai seluruh manusia hanya karena kejadian yang kamu alami."


"Karena setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda."


"Ada mereka yang jahat, namun juga ada mereka yang baik."


"Seperti saya yang datang dan menghiburmu saat kamu sedih."


"Tidak semua manusia sama, jadi jangan terus mencari kesalahan pada semua orang."


"Walaupun kamu pernah mengalami penderitaan karena manusia, ini bukan berarti semua manusia jahat."


"Wanita yang cantik seperti kamu seharusnya memiliki hati yang lebih luas dan memaafkan kesalahan orang lain."

__ADS_1


"Tapi jika memang masih terlalu sulit untuk memaafkan, cobalah untuk tidak membalasnya dengan perbuatan yang sama."


"Tetaplah berusaha untuk menjadi orang yang baik dan tidak terpengaruh oleh kejahatan manusia lainnya."


Seketika wanita itu merenung dan mengangguk perlahan, dan air mata yang tadinya mengalir sudah berhenti.


Avi kemudian bangkit dan melangkah pergi, memberi kesempatan pada wanita itu untuk merenung dan memikirkan lagi tentang perkataannya.


"Kata-katamu tampaknya tidak masuk akal," kata Avi dengan tegas. "Kecoapun bisa hidup terus menerus bahkan jika serangan sepatu dibuat dengan sangat kuat. Begitu juga dengan raja-raja yang kuat, mereka memiliki kekuatan dan kesempatan untuk mengatasi tantangan yang sulit. Kita tidak boleh meremehkan kekuatan musuh hanya karena kita merasa bahwa kita lebih unggul."


Dia berbalik ke arah Mila, Vema, dan Serena. "Kalian dengar itu? Kita harus siap menghadapi raja yang kuat dan jangan pernah meremehkan musuh kita. Setiap orang punya kekuatan dan kelemahan mereka sendiri-sendiri."


Semua orang setuju dengan perkataan Avi. Mereka berjanji untuk selalu siap menghadapi segala kemungkinan dan tidak pernah meremehkan kekuatan musuh. Laura, yang telah bergabung dengan mereka, juga menyambut pemikiran Avi.


Mereka semua merasa lebih kuat dan siap menghadapi tantangan berikutnya, berkat perkataan bijak Avi. Kami harus selalu siap menghadapi tantangan, dan tidak pernah meremehkan kekuatan musuh kita.


"Kalau dipijak atau dipukul, tetap akan selamat begitu juga jika dilempar dengan benda."


"Kecoa akan mati setelah terbunuh beberapa kali."

__ADS_1


"Haaaaa..."


"Kepintaran orang ini tidak digunakan ya?" orang itu berkata.


"Sebenarnya aku ingin tahu, bagaimana manusia akan saling berperang dan melawan raja kegelapan. Cerita tentang raja kegelapan itu terlalu aneh. Dia hanya ingin berdamai saja. Menurutku, lebih baik jika manusia menyerang raja kegelapan. Cerita tentang raja kegelapan menjadi musuh manusia seharusnya lebih menarik. Akan tetapi..." Seketika orang itu tertawa jahat. "Menurutku, raja kegelapan sangat aneh, seperti manusia pada umumnya. Dia bukanlah iblis yang menakutkan. Cerita tentang raja kegelapan null itu membosankan. Aku lebih suka melihat manusia berperang melawan raja kegelapan. Menurutku, itu lebih baik."


Tiba-tiba, avi menatap tajam orang itu dan berkata dalam hatinya, "Dia memang aneh. Mungkin dia sendiri tidak sadar kalau dirinya yang aneh, karena dia hanya ingin serangan dan perang antara manusia dan raja kegelapan."


Sementara itu, Serena, Vema, Mila, dan Laura sedang minum teh dan makan kue di ruangan lain. Laura bertanya, "Siapa sebenarnya Avi? Kenapa Avi sangat kuat?" namun tiba-tiba malu dan meminta maaf atas pertanyaannya.


Mila menjawab, "Avi hanyalah manusia biasa yang suka membuat orang tersenyum. Kami tidak tahu darimana kekuatannya berasal, tapi dia bisa mengalahkan monster tingkat atas dengan mudah bagaikan memotong kertas basah. Dia memiliki sisi misterius dan terkadang membuat orang merasa tidak nyaman jika dia tidak tersenyum. Namun, Avi selalu membantu orang tanpa memperdulikan siapa yang ia bantu, dan kami salut padanya. Namun, jika Avi benar-benar menjadi raja kegelapan, kami tidak bisa memastikannya karena dia tidak suka mengeluarkan kekuatannya terlalu sering."


Laura kemudian mempertanyakan alasannya mengapa ia ingin tahu tentang Avi, dan Vema menyimpulkan bahwa Laura menyukai Avi. Laura pada awalnya menyangkal, tetapi kemudian bersikap jujur dan mengakui perasaannya. Vema memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan itu, dan bahkan mengajukan dirinya untuk membantu Laura menjadi istri Avi, jika Laura memang benar-benar mencintainya.


Di tempat lain, Avi berjalan di hutan dan tiba-tiba berhenti berjalan. Dia menundukkan kepalanya sejenak sebelum mengangkat kepala dan tersenyum jahat, lalu pergi dari tempat tersebut. Kemudian, di ruangannya, ratu roh suci terkejut ketika seseorang tiba-tiba muncul di sudut dinding dan menegurnya.


Tampilan ratu roh menjadi tajam saat dia menatap orang yang memakai jubah hitam. Orang itu adalah avi yang tersenyum jahat sembari berkata, "Woi. Kamu sekarang sudah seenak hati ya, melakukan hal bodoh itu selama aku tidak ada ya." Ratu terkejut ketika menyadari siapa orang itu. "Sejak kapan kamu bangkit, Raja Kegelapan Null?!" tanyanya. Avi hanya tersenyum jahat dan menjawab, "Pintu gerbang itu terbuka, kamu sekarang sudah seenak hati ya, tapi kenapa kamu melakukan hal tidak perlu begitu? Kamu sama seperti mereka itu. Mereka adalah penghianat. Kalau begitu, sampai jumpa lagi." Seketika avi menghilang dan gerbang roh itu tertutup. Ratu tampak kaget dan tidak percaya dengan yang dia dengar. "Gimana mungkin? Woi, apa maksud dari 'Raja Kegelapan Null'?" Avi muncul kembali untuk menjelaskan bahwa perkataannya adalah teka-teki. Setelah dia sadar akan maksud avi, ratu itu malu dan berpikir untuk menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan avi.


Keesokan harinya, Hild sedang bermain boneka dan memasak. Dia terkejut melihat avi tiba-tiba muncul di depannya. Hild ketakutan dan berpikir bahwa dia akan dimarahi, tetapi avi hanya menyarankannya untuk memainkan sesuatu yang lebih cocok untuknya dan memuji boneka yang dia sukai. Hild merasa lega dan senang dengan perkataannya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Laura datang menemui avi dan menyatakan perasaannya. Avi awalnya hanya menganggap itu sebagai candaan, tetapi ketika Laura bersungguh-sungguh dan memintanya untuk menikahinya, akhirnya dia menerima lamaran tersebut.


Beberapa waktu setelah pernikahan mereka, Laura memeluk avi dan avi mengeluh bahwa dia tidak suka dengan romantika.


__ADS_2