
Tampaklah avi yang lagi mengerjakan sebuah surat-surat dan tampaklah setelah tampak berhenti menulis tampak avi kebingungan karena ada lagi fahar yang berlutut dihadapan avi dan avi berkata.
"Ehg!baju?."
Fahar berkata.
"Iya,my lord."
"Karena menurut saya lebih baik mempunyai baju khas sebuah jenderal my lord."
Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah avi memikirkan hal tersebut dan avi seketika mengetahuinya dan avi berkata.
"Tapi?."
"Kenapa kamu bilang harus ada baju khas untuk sebuah jenderal?."
"Kan bisa pakai baju biasa mereka pakaikan?."
"Lagi pula sebuah jenderal tidak terlihat kuat dari sebuah pakaiannya."
"Akan tetapi ketekatannya dan keberanian itulah sebuah jenderal sejati."
Fahar berkata.
"Be-begitu ya,my lord."
Tampaklah fahar tampak sedih dan avi tersenyum dan mengeluar sebuah mangkuk yang berisi jagung meletus untuk dimakannya dan tampak avi memakan jagung meletus itu dan avi berkata.
"Akan tetapi?."
Tampaklah fahar kebingungan dan fahar berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Aku bisa membuatnya."
Tampaklah fahar tampak senang dan avi berkata.
"Akan tetapi?."
Seketika fahar kebingungan dan avi berkata.
"Apakah kalian benar-benar butuh itukah?."
"Lagian pula tidak ada hal berguna pakaian khas jenderal."
"Walaupun menghadiri sebuah negeri dengan pakaian biasa saja tidak apa-apakan."
Fahar berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Akan tetapi?."
"Kami ingin terlihat keren disemua negara dengan baju buatan anda,my lord!."
Avi tampak sudah pasrah dan avi sudah paham maksud fahar dan avi berkata.
"Itu sama saja mau dapat dipuji orang saja."
"Haaaaa."
"Baiklah,aku akan membuat baju untuk kalian semua."
Tampak fahar sangat senang dan fahar berkata.
"Terima kasih banyak my lord!."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
Avi tampak memikirkan bentuk baju apa yang cocok untuk mereka dan avi berkata didalam dirinya.
"Hmmm?."
"Kalau bentuk baju banyak sih?."
"Tapi?."
"Khusus untuk jenderal perang begitu tidak aku paham sekali."
"Karena bentuk baju khusus untuk jenderal tentara begitu mudah sih."
"Tapi?."
"Aku harus membuatnya bagus."
"Haaaa."
Ssketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Baiklah!."
"Aku harus membuat baju seperti."
"Kapten bajak laut zaman dulu."
"Sedikit perubahan aku buat."
Tampaklah avi membuat baju itu berbedah-bedah yang mana kegunaan dan kemampuan baju itu berbedah-bedah avi bikin dan tampak setelahnya tampak tujuh para jenderal avi tampak senang dan tampak menyukainya dan avi berkata.
"Apakah kalian menyukainyakah?."
Mereka semua berkata.
"Sangat saya suka my lord!."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Haaa,begitu ya."
"Baiklah,kalian sudah secara resmi aku akan tugasih kalian semua."
"Kesuatu peperangan."
Mereka seketika berlutut dihadapan avi dan mereka berkata.
"Baik,my lord."
Avi berkata dengan nada suara kecil.
"Ha,walaupun belum aku putuskan sih?."
"Haaaa."
"Begitulah."
Tampaklah avi yang lagi santai diruangannya sambil memakan jagung meletus dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Kalau tidak salah."
"Negara waktu itu yang diserang bans dan yang lainnya."
"Sudah banyak aku bangun perumahan."
"Dan juga para tahanan kerajaan itu."
"Seperti raja,anak raja,istri sang raja dan lain sebagainya."
"Telah aku beri kesempatan akan tetapi?."
"Haaaa."
"Mereka seketika berlutut dihadapanku."
"Pada saat aku memberi kesempatan kepada mereka semua."
"Tapi kecuali siorang itu."
"Tidak aku lepasih begitu saja."
"Haaaa."
"Tapi sang raja negara itu dan yang lain."
"Tampak tunduk dan patuh terhadap aku."
"Apakah mereka?."
"Haaaa."
"Tapi aku sudah tau kayaknya."
"Yaitu!."
"Tungguh apa ya?."
"Aku juga tidak tau kayaknya?."
"Aku juga tidak tau penyebab mereka tunduk dan patuh tersebut?."
Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Begitu ya."
"Aku banyak buku komik tentang patuh mereka begitu saja."
"Pastih ada hal lain sepertinya."
"Karena mereka berpura-pura tunduk dan patuh begitu saja."
"Tapi pada saat dikasih atau meminjamkan kekuatan atau hal lain."
"Mereka akan tampak tujuan mereka sebenarnya."
"Kalau mereka tidak bereksperesi begitu."
"Mereka pastih benar-benar memahami orang yang menundukkan mereka."
"Tapi orang yang berbohong,pastih menunjukkan sifat aslinya dibelakang."
"Atau ditempat yang orang menundukkan mereka tidak ketahui."
"Mereka akan berkata'mudah sekali ditipu orang itu ya'."
"Saking mudahnya ditipu begitu saja orang itu'."
"Dan mereka akan ketawak jahat setelahnya."
"Yah,itulah yang aku ketahui dari seseorang yang berbohong."
"Sama sepertinya wanita."
"Tapi tidak semua wanita begitu sih."
"Haaaa."
"Tapi aku harus mencaritaunya."
Dan seketika avi berdiri dan berpindah tempat dan seketika juga serena,vema,mila datang keruangan avi tapi mereka kaget dong karena avi tida ada diruangannya dan serena berkata.
"Ehg!."
"My lord avi tidak ada disini?."
Mila tampak sedih dan berkata.
"Haaaa."
"Sepertinya my lord sedang ada kerjaan kayaknya."
"Padahal aku berdandan cantik untuk my lord."
"Tapi?."
"My lord tidak ada disini."
Vema berkata.
"Tenang saja mila."
"My lord tidak membencimu kok."
"Hanya saja my lord lagi ada kerjaan kayaknya."
Seketika mila tampak senang dan mila berkata.
"Apakah benarkah!."
Serena berkata.
"Iya."
"My lord tidak membencimu."
"Baiklah,kalau begitu gimana kita tungguh my lord pulang gimana."
Mereka berdua berkata.
"Iya!."
Tampaklah avi ada didalam hutan dan tampak seketika avi berhenti berjalan dan melihat kearah batu berlumut dan avi mendekati batu itu dan melihatnya dengan teliti tentang batu itu dan tampak kebingungan dan avi berkata.
"Ini sangat aneh sekali?."
"Karena."
"Kenapa batu ini tampak sedang mengupil begitu!!!."
"Haaa."
"Memang aneh sih."
"Sejak kapan batu ini ada?."
"Padahal aku sering lewat sini untuk pulang kekota."
"Baiklah,kalau begitu."
Seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Gimana aku akan mencoba main-mainlah dengan batu ini!."
Seketika senyuman jahat avi mangkin tersenyum jahat dan tampak avi mncoba menusuk mata batu itu dengan jari telunjuknya sambil berkata.
"Oh,tidak ada hal aneh ya?."
"Ini terlihat normal sih."
"Tapi?."
Avi menusuk semua batu itu dari mulut batu itu,hidung batu itu dan lain sebagainya dan tampak avi sangat kelelahan karena dia banya menusuk semuanya dibatu itu dengan jari telunjuknya dan avi berkata.
"Tidak akan aku biarkan begitu saja!."
"Pastih ada hal aneh!."
"Karena?."
"Aku hanya ingin tau saja sih."
"Yang ada dibatu ini."
Seketika avi melihat kearah atas batu itu dan langsung menepuknya batu tersebut dan avi berkata.
"Ehg!."
"Tidak ada hal terjadikah?!."
Seketika batu itu bercahaya dan seketika avi berpindah tempat dan tampak avi ada disebuah ruangan semua putih selain lantainya yang terbuat dari kaca bening dan avi melihat sekitar dan avi berkata.
"Ini ada dimana ya?."
Tampaklah avi kebingungan dan seketika avi paham yang apa terjadi dan avi berkata.
"Oh,begitu ya!."
"Jadi se-."
Seketika avi terdiam dan tampak badan avi tidak bergerak sama sekali dan tampak mata avi tertutup seperti sedang tertidur dan seketika avi membuka matanya dan berjalan yang dia tuju.
Dan tampak avi berhenti berjalan tampak didepan avi ada sebuah naga putih yang dirantai berapa tiang dan naga putih itu menatap tajam avi dan naga itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Kamu telah bangkit ya."
"Raja kegelapan null."
"Apa tujuan datang kesini?."
"Apakah kamu berencana mau perang lagikah?."
"Atau ada hal lain semestihnya kamu rencanakan."
"Apakah kamu mau merencana membunuhku?."
Avi berkata.
__ADS_1
"Tidak,bukan."
Kaget dong naga itu dan naga itu kebingungan dan naga itu berkata.
"Apa maksudmu?!."
Avi berkata.
"Aku datang sini hanya melihat dirimu saja."
"Tapi."
"Aku tidak merencanakan perang."
"Dan juga tidak membunuhmu."
Naga itu masih menatap tajam avi dan naga itu berkata.
"Begitu ya."
"Jadi apa maksudmu tersebut."
Avi tersenyum jahat dan seketika avi mengeluarkan sesuatu dari skills ruang hitam dan avi melihatkannya kepada naga itu yang mana avi menunjukkan video yang ada dikaca tipis avi punya.
Tampak kaget dan terkejut naga itu karena sang naga tidak mengetahui hal tersebut didalam kaca tipis tersebut dan naga berkata.
"Ehg!."
"Apa maksudmu ini?!."
Avi tersenyum dan avi berkata.
"Semua yang ada disini telah aku kendalikan."
"Tapi."
"Aku tidak berencana seperti seorang tuhan."
"Aku hanya memperbaiki mereka perbuat."
"Tapi?."
Tampaklah naga itu kebingungan dan berkata.
"Tapi apa?."
Avi berkata.
"Tapi."
"Mereka telah banyak melakukan hal yang tidak seharusnya."
"Lihatlah ini!."
"Mereka telah banyak membunuh bawahanku."
"Dengan berbabi buta."
"Mereka sendirilah yang merusak semuanya."
"Padahal bawahanku semua adalah sebuah manusia."
Seketika kaget dang terkejut naga tersebut dan naga itu berkata.
"Ehg!."
"Manusia?!."
Avi berkata.
"Mereka manusia pada umumnya."
"Aku merawat mereka semua."
"Aku mendapati mereka keadaan terlantar,kelaparan,dan ditinggali orang tuanya."
"Aku merawat mereka semua."
"Tapi."
"Mereka berevolusi menjadi monster,biasanya kalian sebut iblis."
"Tapi aku hanya memberikan mereka makanan biasa manusia makan."
"Tapi begitulah yang terjadi."
"Aku sudah tau karena ini adalah tuhan yang bisa melakukannya."
"Aku merawat mereka bagaikan anak sendiri."
"Tapi mereka setelah besar."
"Mereka bersujud didepanku dan berlutut didepanku."
"Tapi sebenarnya waktu dulu aku memang mempunyai bawahan iblis."
"Sebelum anak-anak itu ada."
"Tapi."
"Para manusia dan para pahlawan membabi buta membunuh mereka semua."
"Padahal mereka baik dan ramah sekali dibergai orang."
"Tapi padahal mereka hanya ingin hidup tenang."
"Tapi mereka dibunuh para pahlawan itu."
"Sebenarnya kenapa aku banyak memiliki daerah-daerah didunia ini."
"Karena mereka akan banyak saling merebutkan daerah."
"Dan karena itu aku melindungi daerah-daerah didunia ini."
"Tapi."
"Mereka merebut daerah aku miliki,sesudah aku menghilang."
"Tapi kamu lihat mereka sedang saling memperebutkan wilayah."
"Dan sekarang mereka ingin menguasai daerah-daerah bawahanku terakhir."
"Mereka hanya ingin kekuatan dan kekuasaan saja mereka inginkan."
"Mereka hanya semena-menanya saja."
"Aku sempat berkata dengan bawahanku terakhir untuk mempertahankan daerah itu."
"Sebelum terjadi hal mengerikan terjadi."
Tampaklah terkejut dong naga itu dan tampak kebingungan dan naga itu berkata.
"Jadi begitu ya."
"Tapi?."
Seketika naga itu menatap tajam avi dan naga itu berkata.
"Kenapa waktu itu kamu membuat terluka dan mau terbunuh?."
"Aku adalah salah satu naga terbaik."
"Biasanya para manusia menyebutku."
"Naga suci."
"Jadi aku adalah naga suci-."
Avi berkata.
"Woi,mana ada didunia ini suci?!."
"Setiap makhluk akan membuat kesalahan."
"Seperti tadi kamu sombong dan iri."
"Itu adalah kesalahanmu."
"Itu adalah dosa."
Seketika tampak kesal naga itu dan avi berkata.
"Kamu pikir kamu malaikat yang tidak mempunyai dosa dan terus beribadah kepada tuhan."
"Orang suci itu kalau tuhan berhendak menyebutnya suci."
"Tapi."
"Kita bisa suci kalau kamu mandi atau membersihkan dosamu tersebut."
"Yah,kamu masih tidak tau isyarat itu."
"Dan membersihkan seluruh tubuhmu tersebut."
"Tapi ya jarang ada orang-orang suci yang tuhan kehendaki."
"Kecuali para nabi dan rasul."
"Mereka barulah suci."
"Tapi mereka tetap mempunyai dosa juga seperti makhluk lainnya."
Tampaklah naga itu kebingugan dong dan naga itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Jadi kamu maksud aku tidak sucikah?."
Avi berkata.
"Iya."
Naga itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku diciptakan dari sebuah bunga putih dan banyak orang-orang menyebutku suci."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Naga itu berkata.
"Tapi."
Seketika naga itu menatap tajam avi dan naga itu berkata.
"Kenapa kamu melukaiku waktu itu?!."
"Dan mau membunuhku?!
Avi berkata.
"Membunuhmu?."
Naga itu berkata.
"Iya,kenapa kamu mau membunuhku?!."
Avi berkata.
"Orang yang melukaimu adalah seseorang pahlawan yang ingin mengambil intimu tubuhmu itu."
"Kamu diserang dia pada waktu kamu menyeburkan api dari mulutmu."
"Kamu diserangnya beberapa kali dari balik monster."
"Kamu diserang pada waktu perang besar yang dilakukan manusia untuk merebut wilayahku."
"Dan sebenarnya aku bisa mengasih wilayahku dengan gratis."
"Tanpa tumpah darah sama sekali."
"Aku hanya ingin damai saja sama mereka."
"Haaa,tapi begitulah para manusia itu."
"Pada waktu kamu terjatuh ditanah dalam kondisi terluka parah sekali."
"Dan dia ingin membunuhmu."
"Aku langsung membunuhnya karena aku melihatmu mau dibunuh."
"Begitulah aku membununya."
"Dan begitu pula ketika kamu melihat diriku didepanmu waktu itu."
"Dan kamu mengira aku menyerangmu dan mau membunuhmu."
"Tapi sebaliknya aku membantumu tersebut."
"Karena aku sudah berjanji sama mereka berdua."
Naga itu tampak terdiam dan naga itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Pada waktu itu aku membawakmu kesini dan menyembuhkanmu."
"Dan merantaimu untuk tidak kabur dari ruangan ini."
"Karena kamu akan jadi incaran mereka semua."
Naga itu berkata.
"Begitu ya."
Tampak naga itu sudah mengetahui semuanya dan avi berkata.
"Yah,walaupun kita berbicara berdua disini dengan rahasia."
"Tapi tuhan akan menjadi pihak ketiga yang mendengarkan kita berbicara disini."
"Karena tuhan bisa tau dimana makhluknya berada."
"Maupun secara rahasia atau sembunyik-sembunyik."
"Akan tetap ketahuan."
Kaget dong naga itu dan naga itu berkata.
"Ehg!."
"Tuhan mendengari kita?!."
"Mana mungkin dewa isji dan riol sedang mendengari kita."
Avi berkata.
"Isji dan riol bukanlah tuhan."
"Melainkan hanya ditugaskan tuhan sesungguhnya."
"Pertam kita diciptakan hanya melihat mereka berdua saja."
"Dan tuhannya isji dan riol sedang mendengari kita sekarang."
Naga itu kaget dong dan kebingungan dan naga itu berkata.
"Ehg!."
"Begitu ya."
Tampaklah naga itu tampak tersenyum dan naga itu berkata didalam dirinya.
"Memang benar dia baik sekali."
Tampak avi kebingungan dong karena naga itu tampak memikirkan sesuatu dan avi berkata.
"Apakah kamu baik-baik sajakah?."
Naga itu berkata.
"Iya,aku baik-baik saja kok."
"Tapi apakah kamu bisa melepasih aku?."
Avi berkata.
"Melepasih kamu?."
Naga itu berkata.
"Apakah tidak bolehkah?."
Tampaklah seketika avi terkejut dong dan avi berkata.
"Woi!jangan kamu memakai nada suara imut wanita."
"Haaaa."
"Kamu memang wanita sih."
"Haaaa."
__ADS_1
"Baiklah,aku boleh aku lepasih."
Tampaklah naga itu senang sekali dan naga itu teringat sesuatu dan naga itu berkata.
"Gimana kamu melepasih aku?."
Avi berkata.
"Tenang saja soal itu."
Tampaklah naga itu terkejut dong dan kebingungan dong dan naga itu berkata.
"Apa maksudmu?."
Avi berkata.
"Baiklah,kita mulai sekarang."
"Ica-ica,aca-aca,sim salabin ala katabra!."
Naga itu kaget dong dan naga itu berkata.
"Mantra apa itu?!!!."
Seketika avi memetik jarinya dan seketika rantai-rantai ditubuh naga itu seketika hancur menjadi debu dan sangat kaget dan terkejut naga itu dong dan naga itu berkata.
"Heeee!!!."
"Gimana mungkin itu?!!!."
Avi berkata.
"Oh,soal itu."
"Aku hanya bercanda!."
Kaget dong naga itu dan naga itu berkata.
"Apa maksudmu bercanda?!."
Tampaklah avi tersenyum dan avi memetik jarinya dan seketika naga itu berubah menjadi wanita cantik dan naga hanya terdiam karena naga itu tidak tau apa yang terjadi kepadanya dan seketika naga itu sadar kalau itu adalah avi yang melakukannya.
Tampaklah naga itu tersenyum dan naga itu berkata didalam dirinya.
"Begitu ya."
"Dia sangat kuat sekali."
"Dan sampai-sampai naga tingkat tinggih bisa berubah menjadi manusia."
"Biasanya hanya naga tingkat rendah saja yang bisa berubah menjadi manusia."
"Tapi naga tingkat atas tidak bisa berubah menjadi manusia."
"Walaupun menaikkan angka tingkatannya."
"Atau merevolusikannya."
"Haaaa."
Tampaklah naga itu melihat kearah avi dan naga itu berkata.
"Tapi dia memang hebat dan kuat sekali kalau disebut raja kegelapan."
Avi berkata.
"Gimana kita keluar dari sini gimana?."
Naga itu berkata.
"Iya."
Dan seketika avi dan naga itu berpindah tempat dan tampak mereka berdua sudah ada ditempat sebelumnya avi masuk keruangan itu dan avi berkata.
"Kita telah keluar dari situ!."
Dan seketika avi sadar dan melihat belakang dan tampak naga itu berlutut dihadapan avi dan avi berkata.
"Ehg!."
"Kenapa kamu belutut dibelakangku?."
Naga itu berkata.
"Mulai sekarang."
"Jadikan aku bawahanmu raja kegelapan?!."
"Aku mohon?!."
Avi pun sadar dan tersenyum dan avi berkata.
"Baiklah."
"Kamu sekarang adalah bawahanku."
"Mohon kerja samanya ya."
Naga itu berkata.
"Baik!."
Tampak naga itu senang sekali dan avi berkata.
"Gimana kita kekota gimana?."
Naga itu berkata.
"Baik,my lord."
Avi berkata.
"Baiklah,kita berangkan sekarang."
Avi seketika berjalan dan naga itu berdiri dan berjalan dibelakang avi dan sebenarnya avi itu bukanlah avi melainkan raja kegelapan null yang yang mengambil kesadaran avi dan begitulah raja kegelapan yang bisa mengetahui letak naga itu ditempatkan karena ruangan putih itu sangat luas sekali bagaikan didalam black hole.
Tampaklah avi sedang berkumpul dengan yang lainnya dan yang mana disitu ada sety,zers,tyga,azre,fahar dan lain sebagainya dan avi berkata.
"Baik,aku perkenalkan teman baru kita."
"Dia adalah cia."
Tampaklah mereka semua hanya terdiam dan sebenarnya avi sudah kembalik dikesadaran avi sebenarnya dan avi pada saat sudah sadar sangat kaget akan hal begituan dan avi sudah paham hal tersebut dan memberinya nama yaitu cia dan cia berkata.
"Nama saya cia."
"Salam kenal semua."
Mereka seketika tersenyum dan mereka berkata.
"Iya!."
"Salam kenal cia!."
Tampaklah mereka saling kenal dengan cia dan tampak avi tersenyum jahat dan tampak kebesokan harinya tampak avi lagi santai diruangan kerjanya akan tetapi tampak tiga istri avi memeluk avi pada saat avi duduk dan tampak avi sudah pasrah dan avi berkata.
"Ha,kalau begitu aku per-."
Serena berkata.
"Tidak akan!."
"Anda akan pergi lagi pada waktu kemarin!."
Mila berkata.
"Itu benar."
"Anda jangan pergi lagi."
"Kan kami istri anda."
Tampaklah wajah avi tampak mau mual karena nada suara mila dan avi berkata.
"Baiklah."
"Aku tidak akan pergi lagi."
Tampaklah mereka bertiga senang dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaa."
"Sebenarnya sudah aku bilang kepada mereka jangan terlalu manja."
"Tapi mereka begitu kayaknya."
"Tapi begitulah mereka."
"Haaaa."
Seketika tujuh jendedal avi masuk kedalam ruang kerja avi dan setelahnya mereka berlutut dihadapan avi dan mereka berkata.
"Ada apa anda memanggil kami my lord?!."
Avi berkata.
"Ha,soal itu."
"Ehem."
"Kalian akan aku tugaskan keperangan."
Tampaklah mereka kebingungan dan zers berkata.
"Peperangan?!."
Avi berkata.
"Iya."
"Akukan waktu itu berkata dengan aku akan menugaskan kalian kepeperangan."
Mereka berkata.
"Baik,my lord."
Avi berkata.
"Kalian harus mendamaikan mereka semua."
Dan avi melempar sebuah surat dengan kedua jari kanan avi dan ditangkap rifer dan avi berkata.
"Lakukan segera!."
Mereka semua menjawab.
"Baik,my lord!."
Dan setelahnya mereka pergi dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaa."
"Kayaknya aku seperti orang jahat saja dari nada suaraku tadi."
"Haaaaa."
"Apalagi cara bicaraku benar-benar seperti orang jahat."
"Apalagi ada wanita disampingku bagaikan benar-benar seperti orang jahat."
"Aku tidak mau menjadi orang jahat!!!!!."
Tampaklah rifer dan beberapa jenderal avi yang lain ada dipesawat kargo dan mau melompat keluar dan sebenarnya avi menyuruh mereka menggunakan pesawat kargo karena kecepatan pesawat kargo avi bikin terbalikan kecepatan pesawat umumnya dibumi dan tampak rifer dan yang lain melompat setelah mereka menemukan tempat mereka turun.
Tampaklah mereka terjun diudarah dengan sangat cepat dan fahar berkata.
"Yahuuuu."
Tampaklah mereka sudah jatuh ketempat mereka suruh turun dan rifer berkata.
"Ayo,bergerak!."
Seketika mereka menyebar dan mulai menyerang yang pasukan-pasukan yang disuruh avi dan tampak mereka banyak membantai orang-orang dengan mengerikan dan setelahnya tampak mereka bertujuh mau memasuki sebuah kota dan setelahnya mereka membantai orang-orang yang avi suruh bunuh.
Tampaklah mereka sangat senang sekali banyak memukul mundur pasukan-pasukan yang terjadinya peperangan dan mereka tampak mangkin mengerikan mereka membunuh orang-orang itu dan setelahnya mereka tampak kelelahan sekali dan tampak mereka mencoba istirahat sebentar.
Tampak mereka duduk ditumpukkan-tumpukkan mayat mereka kalahkan dan fahar berkata.
"Haaaa,lelahnya!."
Zers berkata.
"Iya."
"Tapi sepertinya satu kota lagi kayaknya yang kita harus menghancurkannya."
Refor berkata.
"Iya."
"Tapi kayaknya ini sangat menyenangkan sekali ya."
Rifer berkata.
"Iya."
"Hanya kali ini saja sih."
"Tapi begitulah."
"Tapi kalau my lord avi ingin menguasai dunia."
"Kita bisa banyak membunuh orang-orang untuk my lord menguasai dunia."
"Tapi."
Seketika rifer tersenyum jahat dan rifer berkata.
"My lord tidak suka begituan."
"Yah,kalau saja my lord ingin menguasai dunia."
"Maka kita terus akan selalu setia kepadanya dan membantunya menguasai dunia."
Refor berkata.
"Iya,itu benar sekali."
Sety berkata.
"Eheh,tapi my lord tidak suka akan hal bodoh menurut my lord avi."
"Karena my lord bisa tau mana yang terbaik dan mana yang tidak terbaik."
Seketika mereka terdiam dan seketika tersenyum jahat dan mereka berkata.
"Iya!."
"Tapi kalau ingin menguasai dunia."
"Maka."
"Kita harus membunuh semua orang!."
Seketika mereka semua tersenyum jahat dan tampak mereka mulai menyerang negara terakhir yang harus diserang dan banyak membantai orang-orang dan setelahnya tampak banyak mayat-mayat yang ditumpuk mereka dan rifer berkata.
"Baiklah."
"Tugas kita telah selesai."
Mereka berkata.
"Iya!."
Rifer berkata.
"Gimana kita kembalik sekarang?!."
Mereka berkata.
"Iya!."
"Kemenangan kita adalah untuk my lord avi!."
Dan seketika mereka berpindah tempat dan tampak mereka setelahnya tampak mereka berlutut dihadapan avi dan mereka berkata.
"My lord!."
"Tugas kami sudah selesai kami kerjakan!."
Avi berkata.
"Iya."
Seketika avi tersenyum jahat dan tampak mereka bertujuh kebingungan karena avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Seperti yang udah aku yakin sekarang."
"Kalau mereka akan melakukan hal peperangan lagi."
"Karena kita telah merusak rencana mereka tersebut."
Dan seketika avi ketawak jahat dan mereka bertujuh ketakutan dan avi berkata.
"Sekarang kamu akan pergi kemana tikus kecil!."
Dan mereka semua ketakutan dan sebenarnya avi sedang bermain sebuah permainan dari boneka avi kendalikan dan seketika kalah dan avi berkata didalam dirinya.
__ADS_1
"Kenapa bisa kalah!!!!!!."