
Tampaklah Avi berlari menuju garis akhir walaupun Avi berpura-pura tidak cepat dan Avi pun memenangkan pertandingan tersebut walaupun pada urutan kelima belas,sebenarnya peserta dalam pertandingan tersebut berjumlah enam puluh orang murid dari beberapa kelas walaupun yang kalah sekitar empat puluh lima orang murid dan mereka kalah karena lari halang rintang tersebut begitu panjang sekali dan sangat banyak halangan diberbagai jalan didalam pertandingan tersebut apalagi banyak hal membuat para murid yang kalah itu langsung kalah dengan beberapa hal itu tersebut yang mana seperti jebakan-jebakan ataupun jaraknya begitu panjang sekali kalau dilalui begitu saja,tampaklah pertandingan kedua adalah latihan menembak dengan jarak satu juta dua meter lebih dengan sebuah pistol yang sudah disiapkan oleh para guru yang bertugas untuk menyiapkan pistol diatas sebuah meja kecil di setiap murid dan tampaklah para peserta atau murid yang ikut pertandingan itu sedang bersiap-siap diposisi mereka masing-masing begitu juga dengan Avi yang sedang bersiap-siap dengan posisinya.
Tampaklah pertandingan pun dimulai,tampaklah Avi yang sedang membidik kearah target tempat yang harus dituju dan tampaklah Avi mencoba membaca mata angin,menghitung jarak gravitasi dan menghitung beberapa hal untuk mengenai target dengan tepat,tampaklah para murid-murid mulai menembak tanpa menghitung dan menentukan jarak yang harus bisa mengenai target yang disediakan tersebut,tampaklah tembakan-tembakan para murid tidak mengenai tepat ditengahnya dan akan tetapi beberapa hal orang hampir mengenai target tepat ditengahnya akan tetapi mereka beramai-ramai dipuji oleh murid-murid yang menonton disitu dan walaupun mereka hanya hampir mengenai target tepat ditengahnya akan tetapi para murid yang memuji mereka semua seketika terdiam karena ada yang tepat menembak pada target bagian tengah apalagi murid-murid disitu tidak menyadarinya kalau ada yang berhasil menembak pada target tepat ditengahnya dan sebenarnya penembak yang berhasil menembak tepat ditengahnya adalah Avi walaupun sudah dari tadi Avi sudah menembaki target tersebut tepat pada bagian tengahnya,tampaklah para murid hanya terdiam karena mereka tidak percaya kalau ada yang berhasil menembak tepat ditengahnya dan tampaklah para murid marah karena tidak percaya dengan hal tersebut apalagi tidak terima kalau ada orang bisa menembak dengan tepat,para penentu kemenangan tidak mau menerima kemarahan dan perkataan para murid yang tidak terima disitu.
Tampaklah pertandingan kedua selesai dan tampaklah para penentu kemenangan menyuruh para peserta pertandingan untuk beristirahat,tampaklah Avi yang ingin kembali ketempat duduk yang sudah disiapkan untuk istirahat akan tetapi Avi dilempari beberapa hal kearahnya seperti saus,sampah botol,ataupun plastik berisi air dan tampaklah Avi hanya tersenyum dibalik topengnya sambil jalan ketempat duduk yang sudah disiapkan untuk beristirahat,tampaklah iza yang melihat hal tersebut dari jauh kalau Avi dilempari beberapa dan iza memutuskan untuk membantu membersihkan hal-hal bekas lemparan tersebut dari pakaian Avi,tampaklah Avi sedang berpikir tentang gimana membersihkan bekas-bekas lemparan tersebut dari pakaiannya dan Avi berkata.
"Apakah aku harus mencuci pakaian ini-kah?."
"Tapi akan lama keringnya kalau menunggu pakaian ini mengering?."
"Hmmmmmm?."
Tampaklah Avi yang masih memikirkan hal tersebut dan tampaklah iza sudah didepan Avi,Avi pun tidak menyadarinya kalau iza akan sudah didepannya dan Avi berkata.
"Eh,kenapa ada disini?."
Iza berkata
"aku mau membantumu membersihkan pakaian bekas lemparan tadi."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapikan akan lama sekali mengeringkannya?."
Iza berkata.
"Tenang saja,aku meminjamkan suatu alat biar pakaianmu cepat mengering."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Terima kasih banyak ya,telah membantuku."
"Tapi apakah ada alat seperti itu?."
"Setahuku hanya ada di mesin cuci ataupun pengering rambut ataupun setrika."
"Tapi apakah ada alat seperti itu?."
Iza berkata.
"Ada,ini dia alatnya."
Tampaklah iza memegang sesuatu alat seperti sebuah anting dengan batu berlian berwarna biru berukuran sedang dan tampaklah Avi kebingungan dengan alat tersebut dan Avi berkata.
"Apakah itu alatnya?."
"Apakah alat itu bisa mengeringkan pakaian dengan cepat-kah?."
Iza berkata.
"Iya,bisa."
"Memakainya tinggal tekan tombol kecil ini dan maka sebuah panas akan muncul dari batu permata tersebut."
"Panas yang dihasilkan batu permata itu,cukup bisa mengeringkan pakaian dengan satu menit saja."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Terima kasih banyak ya,telah meminjamkan alat ini tersebut."
Iza berkata.
"Iya,sama-sama."
"Kalau begitu,aku pamit pergi ya."
"Karena aku ada urusan lain."
"Ini alatnya,aku kasih ke kamu."
Tampaklah iza mengalihkan alat tersebut ke avi dan iza pun pergi meninggalkan avi,tampaklah setelahnya tampaklah iza lagi berbicara dengan teman-temannya yang mana teman-temannya itu adalah orang yang sama ikut dalam pasukan khusus waktu itu dan seketika iza kaget kalau Avi datang keruangan tempat dia berbicara dengan teman-temannya apalagi dia makin kaget kalau Avi tidak memakai topengnya,tampaklah Avi berjalan kearah iza dan seketika berhenti berjalan dan Avi berkata sambil membalikan alat punya iza yang dia pinjamkan kepada Avi waktu tadi.
"Ini alatmu,terima kasih banyak ya telah meminjamkan alat itu tersebut kepadaku."
Iza berkata.
"I-iya,sama-sama."
Avi berkata.
"Kalau begitu,aku pamit pergi ya."
__ADS_1
Tampaklah teman-teman iza banyak jantung cinta kepada Avi karena ketampanan wajah Avi dan salah satu teman iza berkata.
"Tunggu sebentar."
Avi seketika berhenti berjalan dan Avi membalikan badannya kearah teman-teman iza yang berkata itu dan Avi berkata.
"Iya,ada apa ya?."
Tampaklah teman-teman iza makin salah tingkah karena mereka tidak sanggup menahan diri mereka akan ketampanan wajah Avi dan salah satu teman iza berkata.
"Kamu siapa ya?."
"Kenapa seorang laki-laki setampan mu ada disini?."
"Seharusnya seorang dirimu pasti tidak mungkin datang kesini?."
"Siapa kamu sebenarnya?."
Avi berkata.
"Aku hanya orang biasa-biasa saja."
"Dan aku bukan orang siapa-siapa."
"Kalau begitu,aku pamit pergi ya."
Tampaklah Avi pergi keluar dari ruangan tersebut dan setelahnya tampaklah teman-teman iza memuji-muji ketampanan Avi,tampaklah teman-teman iza banyak mengatakan kalau Avi itu seperti malaikat saja ataupun seorang dewa akan tetapi iza hanya diam saja sambil tersenyum dengan hal-hal dikatakan oleh teman-temannya dan iza berkata.
"Apakah kalian tidak ingat tentang dia?."
"Bukannya kalian dulu pernah bertemu dengan dia,apalagi bersama denganku juga."
Salah satu teman iza berkata.
"Tidak,kami tidak ingat kalau kami pernah berjumpa dengan orang itu?."
"Kapan kami pernah berjumpa dengan orang itu,iza?."
"Padahal kami sendiri tidak tau apa-apa tentang kami yang pernah berjumpa dengan orang itu?."
Iza berkata.
"Oh,begitu ya."
"Kalian tidak ingat ya."
Salah satu teman iza berkata.
"Kenapa orang sangat dekat kali denganmu?."
"Siapa dia sebenarnya,iza?."
"Apakah kalian jangan-jangan berpacaran-kah?."
Iza berkata.
"Eh?."
"Pacaran dengan dia?."
"Sejak kapan aku bilang begitu?."
"Padahal kami tidak berpacaran."
"Tapi apakah kalian tau,kalau dia itu adalah orang yang selalu kalian sebut sebagai orang jelek bertopeng."
Seketika teman-teman iza terkejut semua dengan hal tersebut dan iza berkata.
"Jadi apakah kalian tidak tau tentang dia-kah?."
"Padahal kalian setiap hari jumpa dengan dia,loh."
"Apakah kalian tetap tidak ingat dia-kah?."
Tampaklah teman-teman iza terdiam tertunduk karena mengetahui hal tersebut dan salah satu teman iza berkata.
"Apakah itu benar kalau laki-laki tampan tadi itu,orang itu?."
"Pasti kamu berbohong kan iza?."
Iza berkata.
"Tidak,aku sedang berbohong dengan hal begituan."
"Apakah perkataan ku tadi terlihat berbohong kah?."
Salah satu teman iza berkata.
__ADS_1
"Kayaknya tidak sepertinya."
Tampaklah iza seketika tersenyum dan iza berkata sambil menunjukan suatu video dari suatu alat.
"Lihatlah ini semua,kalau kalian tau siapa orang yang duduk di kursi itu pada kehancuran kota waktu itu?."
Tampaklah teman-teman iza terkejut sekali dengan apa yang mereka lihat tersebut dan mereka tidak percaya kalau ada Avi yang lagi duduk disebuah kursi pada kejadian waktu itu,iza berkata.
"Percaya sekarangkan siapa orang didalam video ini tersebut?."
Salah satu teman iza berkata.
"Ini tidak seperti sebuah editan,tapi ini memang benar adanya."
"Kalau itu benar,maka berarti orang itu adalah!?."
Semua teman iza berkata.
"Raja iblis!."
Iza berkata.
"Iya,itu benar."
Salah satu berkata.
"Apakah kita selama ini ditipu oleh orang itu-kah?."
"Kalau selama ini,dia di seorang raja iblis."
"Apakah kita harus membunuhnya-kah?."
Iza berkata.
"Itu tidaklah perlu,karena tidak berguna bagi kita."
"Untuk apa membunuh dia,kalau kekuatannya sehebat itu."
"Pasti kita langsung tewas duluan."
Salah satu teman iza berkata.
"Memang benar juga sih."
"Tapi,aku pikir tadi kalau dia itu seperti anak dari orang-orang penting."
"Tapi salah kira,ternyata dia seorang raja iblis."
"Haaaaaaa."
"Tapi kenapa raja iblis setampan itu ya?."
"Malahan melebihi ketampanan murid peringkat pertama malahan."
Iza berkata.
"Oh,begitu ya."
"Dia melebihi murid peringkat pertama ya."
Tampaklah Avi yang ingin memasuk kedalam arena pertandingan akan tetapi Avi seketika berhenti berjalan karena iza ada didepannya yang mana dia lagi menunggu avi dan Avi berkata.
"Kenapa kamu ada disini?."
"Bukannya kamu akan pergi bersama temanmu?."
Iza berkata.
"Tidak,aku tidak jadi ikut dengan mereka."
"Ha,aku ingin bertanya kepadamu."
Avi berkata.
"Tanya apa?."
Iza berkata.
"Kenapa kamu ikut dalam pertandingan ini?."
"Bukannya aku bisa menolaknya-kan?."
Avi berkata.
"Oh,soal itu."
"Aku ikut pertandingan ini ada alasan lain,tapi itu bukan hal sesuatu yang buruk yang kamu pikirkan loh."
__ADS_1