
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk dikursi kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.
"Oh iya."
"Kalau tidak salah wanita waktu itu sedang buat kue ya?."
"Sama serena kalau tidak salah."
"Tapi."
"Untunglah tidak adalah drama para istri ribut satu sama lainnya."
"Karena aku lelah membuat mereka terdiam biar tidak ribut lagi."
"Haaaaaaaaaaa."
"Tapi wanita itu untuk apa dia buat kue ya,sama serena?."
"Hmmmmmm?."
"Padahal pada saat itu aku ingin balik pulang kekota ini tersebut tapi wanita itu denganku."
"Haaaaaaaaaaa."
"Hal hasil dia ikut."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi kalau tidak salah dia berambut cokelat muda dan mata kanannya ditutupi oleh rambutnya kalau tidak salah?."
"Tapi kenapa dia menutupi mata kanannya ya,dengan rambutnya?."
"Kan bahaya sekali kalau berjalan dengan mata terbuka satu saja karena mata satunya ditutupi oleh rambutnya."
"Tapi dia juga kalau tidak salah dia kayaknya mirip dengan istilahnya orang dingin dan pemalu ya?."
"Hmmmmm?."
"Mungkin begitulah."
Tampaklah seketika avi menaruh mangkuk jagung meletusnya keatas meja dan avi seketika berdiri dari duduknya dan avi menghilang seketika,tampaklah avi yang lagi jalan-jalan dikota yang dia tinggal dan tampaklah avi melihat waktu waktu itu sedang membawak sebuah kue keatas sebuah bukit,tampaklah avi mengikuti wanita itu tersebut secara diam-diam,tampaklah seketika wanita itu berhenti berjalan dan menaruh kuenya dibawah pohon dan tampak wanita itu seperti berdoa dibawah pohon tersebut,tampaklah avi sudah menyadarinya kalau dia akan melakukan hal begituan dan avi seketika tersenyum,avi berjalan mendekati wanita itu tersebut dan avi berkata.
"Kamu sedang ngapain disini,vily?."
Sebenarnya nama sebenarnya wanitu itu adalah vily dan vily berkata.
"Ha,aku hanya berdoa saja kepada tuhan."
"Walaupun doaku tidak dijawab sama sekalipun."
Avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Sama saja kamu berdoa kepada tuhan."
"Karena kamu berdoa sama sebuah pohon."
"Hal hasil doamu tidak jawablah karena kamu berdoa bukan kepada tuhan langsung."
Seketika vily terkejut kalau dia salah dengan yang dia lakukan tersebut dan vily berkata.
"Begitu ya,avi."
"Aku salah lagi yang aku lakukan ya."
Avi berkata.
"Tidak,kamu tidak salah."
"Tapi kamu sendiri gimana cara berdoa kepada tuhan sebenarnya-kan?,vily."
Vily berkata.
"Begitu ya,avi."
Tampaklah avi duduk ditanah begitu juga vily duduk ditanah dan avi berkata sambil melihat kearah langit.
"Hei,vily."
"Kenapa antusias ingin menjadi terbaik didunia ini?."
"Seperti selalu ingin terbaik dalam urusan apapun kayak ingin hebat dalam bertarung."
Vily berkata.
"Karena aku hanya orang biasa dari sebuah desa."
"Akan tetapi semua berubah ketika kekaiti menjajah desaku,akupun antusias untuk menjadi terbaik meraih menjadi seseorang yang kuat diantar kuat lainnya."
"Untuk membunuh kekaiti suatu saat nantinya karena dia sudah membuat orang-orang menderita karenanya."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi menurunku itu tidak ada gunanya sama sekalipun."
"Karena mau sebanyak apapun mengejar dunia untuk menjadi terbaik."
"Coba kamu celupkan tanganmu kelautan maka hanya tersisah ditanganmu hanya sedikitkan?."
"Begitulah dunia kalau dikejar maupun menjadi terbaik didunia ini tersebut."
"Karena tidak akan habisnya kalau mengejar dunia apalagi ingin menjadi terbaik didunia ini tersebut."
"Karena kamu tidak akan mendapatkannya sama sekalipun karena dunia itu sangat begitu licik sekali."
Vily seketika terdiam tertunduk kepalahnya dan vily berkata.
"Begitu ya,avi."
Avi berkata.
"Aku tidak ada maksud apapun tentang kenapa kamu ingin menjadi hebat bertarung karena itu hanya misalnya saja."
"Tapi kalau kamu hebat dalam bela diri atau berpedang maka berlatihlah setiap saat walaupun sangat begitu melelahkan sekali."
"Tapi kamu harus sadar kalau itu hanya sebuah titipan karena seberapa hebat kamu atau seberapa kuat kamu."
"Pastih kamu akan menjadi lemah kalau tuhan berhendak membuat lemah karena kalau kamu melakukan sebuah kesesatan dengan kekuatanmu tersebut."
Seketika vily terbengong saja dengan perkataan avi tersebut dan vily seketika tersenyum dan vily berkata.
"Begitu ya,avi."
Avi berkata.
"Ha,vily diatas rambutmu ada daun diatas kepalahmu tersebut."
Vily terkejut dan vily berkata.
"Ehg?."
"Begitu ya,avi."
"Ha,baik sudah aku bersihkan."
Tampaklah vily terus-menerus memperhatikan avi yang lagi melihat kearah langit walaupun mereka duduk berjaraan lima meter,tampaklah seketika vily jatuh cinta terhadap avi,tampaklah sifat mesumnya keluar ketika melihat avi dengan begitu lama sekali,tampaklah avi menyadari kalau vily sedang menarik napas begitu berat sekali dan avi berkata.
"Kamu kenapa vily?."
"Kenapa kamu menarik napas begitu berat sekali ya?."
Seketika vily tersenyum jahat dan avi menyadarinya hal tersebut dan vily berkata.
"Ha-hanya saja."
"A-aku."
Avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Sifat mesum vily muncul!."
"Kenapa setiap saat orang jatuh cinta terhadapku selalu mengeluarkan sifat mesum mereka!!!!!!."
"Memang tidak masuk akal apalagi kali ini."
"Haaaaaaaaaa."
Vily berkata.
"A-aku menyukaimu avi!."
"Aku sangat begitu mencintaimu avi."
__ADS_1
Avi terkejut dan bingung dengan hal tersebut dan avi berkata.
"Ehg?."
"Be-begitu ya,vily."
Vily berkata.
"Tolong menikahlah dengan diriku!."
"Jadikan aku istrimu juga,avi."
Avi seketika tersenyum karena avi sudah mengetahui maksud vily apa dan avi berkata.
"Apakah kamu yakinkah menikah denganku?."
"Yah,mungkin kamu mempunyai seseorang laki-laki yang kamu sukai selain akukan?."
Vily berkata.
"Tidak,aku tidak mempunyai seseorang laki-laki yang aku sukai."
"Selain dirimu,avi."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,perkataanmu aku terima."
"Baik,aku akan menikahimu."
Vily seketika senang sekali dan vily berkata.
"Terima banyak avi!."
"Hore!."
"Akhirnya!."
Tampaklah avi hanya tersenyum saja,tampaklah beberapa hari berlalu tampaklah avi yang lagi berdiri disamping vily yang lagi membidik sebuah monster dengan senjata awm sambil berbaring ditanah dengan mengenakan pakaian pelayan dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Kayaknya vily pada hari ini mau diajari memakai senjata api ya?."
"Karena aku tadi ingin membunuh monster dengan senjata api tersebut."
"Tapi vily melihat aku membawak senjata api itu tersebut dan sangat ingin mencoba memakai senjata api tersebut dan dia ingin aku mengajarinya."
"Walaupun dia benar-benar sudah hebat memakai senjata api runduk."
"Tapi dia sudah benar-benar mirip dengan penembak jitu saja."
"Apalagi aku tidak tau kenapa aku teringat kalau teman-teman kuliahku suka dengan seorang wanita yang mengenakan pakaian pelayan sambil membawak senjata api."
"Karena mereka bilang kalau itu adalah hal paling disukai oleh laki-laki umumnya."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi aku sama sekali tidak tau apa maksud mereka apa."
"Karena laki-laki umumnya suka beribadah atau menolong sesama orang lain yang dalam masalah."
"Tapi sukaan laki-laki mereka katakan aku sudah tau kalau paling disukai oleh orang-orang tidak ada kerjaannya sama sekalipun."
"Karena mana mungkin seorang pelayan adalah seorang prajurit tentara."
"Apalagi aku sudah tau kalau mereka katakan itu pada suatu negara yang suka begituan."
"Karena indonesia sendiri terasa kayak orang gila saja yang dikatakan oleh orang yang sudah tua kalau mereka menunjukkan kepada didepan mereka."
"Apalagi terkadang orang yang sudah tua itu akan mengatakan kayaknya dia harus dibawak kerumah sakit jiwa karena dia sudah gila."
"Jadi begitulah akhir ceritanya."
Tampaklah vily terus-menerus menembaki para monster-monster dengan sangat mudah sekali dan tampak vily sudah hebat sekali memakai senjata api walaupun bidikannya ada yang salah juga,tampaklah vily yang sudah selesai membunuh monster-monster yang menjadi targetnya dan vily berdiri dari berbaring ditanah dan avi berkata.
"Kamu sudah selesaikah menembaki monster-monster tersebut?."
Vily berkata.
"Iya,sudah avi."
Avi seketika mengelus kepalah vily dan avi berkata.
Seketika vily tersenyum dan tampaklah kebesokan harinya tampaklah kekaiti yang sedang tersenyum jahat sambil duduk dikursi singgasananya dan seketika kekaiti tertawak jahat dan kekaiti berkata.
"Waw-waw-waw,sungguh mengangumkannya mereka."
"Sudah membuatku rugi begitu banyak sekali ya."
"Dan sungguh mereka lebih baik mereka dikrekkin saja."
Seketika para bawahan kekaiti yang ada diruangan kekaiti berada dan sambil berlutut dihadapan kekaiti dan tampak mereka ketakutan semuanya karena aura kekaiti makin meningkat sekali dan kekaiti berkata.
"Lebih baik kita serang untuk mendapatkan keuntungan bagiku."
Seketika kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berkata.
"Wahai para bawahanku."
"Seranglah mereka untuk mendapatkan keuntungan bagiku,wahai para bawahanku."
Para bawahan kekaiti berkata.
"Baik,tuan!."
Tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk dikursi kerjanya akan tetapi avi sambil melihat keributan yang dibuat oleh para istrinya didepannya dan avi berkata didalam dirinya.
"Sungguh benar-benar drama yang sangat bagus sekali ya."
"Sampai-sampai benar sudah melebihi sebuah drama difilm."
"Keributan dibuat para istriku tidak ada hentinya."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Aku tidak tau masalah apa yang terjadi kepada mereka tapi aku tidak ikut campur karena aku lebih baik diam saja."
"Dari pada kenak diributi apalagi aku tidak tau caranya meredahkan ributan istri."
"Haaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi seketika menyadari sesuatu dan avi seketika tersenyum jahat dan avi seketika menaruh mangkuknya keatas mejanya dan avi seketika berdiri dari duduknya dan avi seketika menghilang dihadapan para istrinya,tampaklah para istri avi terdiam semuanya karena avi menghilang begitu saja,tampaklah para istri avi ribut lagi dan tampaklah avi muncul ditempat para bawahannya latihan,tampaklah para bawahan avi sadar kalau avi ada disitu dan para bawahan avi seketika berlutut dihadapan avi dan xeza berkata.
"Ada apa anda datang kemari,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Kayaknya mereka akan menyerang kearah kita."
Seketika para bawahan avi terkejut semuanya karena perkataan avi tersebut dan bans berkata.
"Apa maksud anda tentang mereka akan menyerang kearah kita,wahai my lord?."
"Siapa yang akan menyerang kita,my lord?."
Avi berkata.
"Kekaiti."
Seketika terkejut para bawahan avi semuanya dan seketika nizan tertawak jahat dan nizan berkata.
"Apakah kami boleh membunuh mereka,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Tidak,kalian tidak usah ikut dengan peperangan ini tersebut."
Tampaklah seketika para bawahan avi terkejut semuanya karena avi menyuruh mereka tidak usah ikut dengan peperangan tersebut dan fahar berkata.
"Akan tetapi my lord."
"Kenapa kami tidak boleh ikut dengan peperangan tersebut,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Karena aku akan memakai mereka."
Seketika avi tersenyum jahat dan tampaklah para bawahan avi kebingungan semuanya,tampaklah para bawahan kekaiti itu sedang terbang menujuk kearah kota avi berada akan tetapi mereka adalah manusia setengah robot yang bikin oleh kekaiti,tampaklah seketika mereka berhenti berjalan karena kapal induk terbang nanggala pimpin seketika muncul dihadapan mereka semuanya,tampaklah para bawahan kekaiti merendahkan para bawahan avi dan tampaklah manusia-manusia setengah robot turun dari atas kapal induk terbang nanggala pimpin tersebut karena manusia-manusia setengah robot yang turun dari kapal induk nanggala pimpin adalah para bawahan fahar.
Tampaklah para bawahan avi mulai menyerang para bawahan kekaiti,tampaklah bertarung begitu sengit sekali dan tampaklah mereka memakai senjata api tapi para bawahan avi mempunyai senjata api yang begitu canggih sekali,tampaklah fahar juga ikut berperang dengan para bawahannya dan tampaklah bom-bom berjatuhan karena nanggala yang menjatuh bom-bom itu tersebut dari kapal induk terbangnya karena nanggala tidak kerjaan karena dia hanya melihat saja dari dalam kapal induk terbangnya dan tampaklah vily ikut berperang juga.
Tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk diatas sebuah pohon dan sambil melihat peperangan tersebut dari jarak kejauhan dan avi berkata.
"Oh iya."
__ADS_1
"Kalau tidak salah vily juga ikut peperangan ini tersebut ya."
"Karena setelah aku menyampai kepada para bawahanku tentang siapa yang aku kirimkan kemedan perang."
"Akan tetapi vily berjalan mendekatiku karena hal tersebut dan dia bilang kalau dia ingin ikut berperang juga."
"Karena dia ingin menunjukan hasil latihannya kepadaku."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Walaupun aku tidak tau maksud dia apa sebenarnya?."
Tampak seketika avi terkejut karena vily seorang manusia setengah robot karena avi tidak mengetahui kalau dia seorang setengah robot dan avi berkata.
"Apa?gimana itu mungkin?."
"Dia seorang setengah robot?."
"Tungguh sebentar,kenapa aku tidak tau dia seorang manusia setengah robot?."
"Apalagi dia tidak memberitauku kalau dia seorang manusia setengah robot."
Tampaklah seketika avi tersenyum karena avi sudah mengetahui apa maksud hal tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku sudah tau sekarang kenapa dia tidak dapat aku ketahui."
"Mungkin karena ulah tuhan ya."
"Memang susah diketahui ya,rencana tuhan ya."
Tampaklah peperangan itu begitu mengerikan sekali karena para bawahan fahar begitu bersemangat sekali karena adanya peperangan tersebut apalagi vily yang begitu hebat sekali memakai senjata api,tampaklah para bawahan kekaiti mulai berkurang begitu banyak sekali dan setelahnya para bawahan kekaitipun tewas terbunuh semuanya,tampaklah peperangan tersebut dimenangkan oleh para bawahan avi dan merekapun seketika senang sekali kalau mereka menang dalam peperangan tersebut,tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang lagi duduk dibawah pohon dekat tepi jurang dan tampaklah viola yang lagi berjalan kearah avi dan setelahnya dia duduk disamping avi dan avi berkata.
"Ada apa viola?."
"Kenapa kamu ada disini ya?."
Viola berkata.
"Tidak,saya hanya ingin duduk bersama anda saja."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Viola berkata.
"Anu,avi?."
Avi berkata.
"Ada apa viola?."
Viola berkata.
"Kenapa tau tentang komik yang lagi terkenal dan novel terkenal juga?."
Avi berkata.
"Kan aku dari bumi."
"Apa maksudmu,viola?."
Viola berkata.
"Begitu ya,avi."
"Tapi maksudnya adalah kenapa anda begitu paham cerita sebuah komik dengan begitu jelas sekali apalagi sebuah novel?."
"Apakah anda seorang pencinta buku komik dan novelkah?."
Avi berkata.
"Tidak,aku bukan pencinta komik atau sebuah novel."
"Tapi aku hanya saja tidak sengaja membacanya diwaktu sma saja sih."
Terkejut viola karena perkataan avi tersebut dan viola berkata.
"Ehg?!."
"Diwaktu sma!."
Avi berkata.
"Iya,ada apa viola?."
Viola berkata.
"Berapa umurmu diwaktu dibumi?."
Avi berkata.
"Kalau tidak salah tiga puluh tujuhlah kalau tidak salah."
Terkejut viola karena umur avi diwaktu dibumi sudah tau sekali dan viola berkata.
"Ehg!."
"U-umur anda tiga puluh tujuh tahun pada diwaktu dibumi?!."
Avi berkata.
"Iya."
"Kenapa kamu begitu terkejut sekali kalau umurku diwaktu dibumi?."
Viola berkata.
"Tidak,tidak apa-apa avi."
"Hanya saja aku terkejut kalau anda sudah sangat begitu tua sekali."
"Seperti om-om sajalah."
Avi berkata.
"Ha,karena aku selalu masuk kuliah walaupun sudah tamat beberapa kali."
Terkejut viola karena perkataan avi tersebut dan viola berkata.
"Ehg?!."
"Begitu ya,avi."
Seketika viola tersenyum dan viola berkata.
"Walaupun anda sudah berumur sangat begitu tua sekali."
"Tapi kamu masih muda menurunku."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi mungkin karena umurku disini dua puluh tiga tahun sih."
"Kalau diingat sudah tualah kalau umur segitu bagiku."
Seketika viola tersenyum dan viola berkata.
"Begitu ya,avi."
"Kamu sangat berbedah sekali dengan laki-laki umumnya ya."
"Memang sungguh menarik sekali ya."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Apa maksudmu?."
Viola berkata.
"Tidak,tidak apa-apa avi."
"Kamu memang benar layak menjadi seseorang yang sangat hebat sekali ya."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Be-begitu ya."
Seketika viola tersenyum dan viola berkata.
__ADS_1
"Kamulah raja kami semuanya,wahai avi."