Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Merusuh ketempat para musuh berada.chapter 74


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang sedang duduk diatas dahan pohon sambil makan jagung meletus dan melihat kearah langit dan avi berkata.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah dua naga waktu itu sudah menjadi bawahan cia ya?."


"Kayaknya mereka berdua terus-menerus mendapatkan latihan begitu berat sekali ya."


Tampaklah avi ada diruang kerjanya tampaklah avi sudah pasrah saja dikursi kerjanya karena para istrinya ribut diruang kerjanya avi dan avi berkata didalam dirinya.


"Haaaaaaaaaaaaa."


"Tidak ada habisnya deh."


"Begini terus."


Avi seketika teringat sesuatu dan avi seketika berdiri dari duduk dikursi kerjanya dan avi berpindah tempat dan seketika para istrinya avi mengetahui kalau avi pergi dari situ dan serena berkata.


"Kenapa my lord avi pergi lagi ya?."


"Kan ini salahmu tina!."


Tina berkata.


"Apa!."


"Kan kamukan,serena!!!."


Serena berkata.


"Apa!."


"Awas dirimu tina!!!!."


Dan Mereka ribut lagi dan avi melihat sesuatu dari jarak jauh sambil berdiri diatas dahan pohon dan tampak avi melihat sebuah kota dari jarak jauh yang mana kota itu dekat lautan dan tampaklah avi sedang berjalan dikota itu tersebut dan tampaklah seketika lefa berlari kearah avi dan bersujud dihadapan avi dan avi berkata.


"Ehg?!."


"Tu-tungguh lefa?!."


"Ke-kenapa bersujud didepanku?."


"Berdirilah aku tidak suka disujuti begitu."


Lefa berkata.


"Baik,my lord."


Tampaklah lefa menggantinya dengan berlutut dihadapan avi dan tampaklah orang-orang yang ada disitu terkejut karena ada keberadaan avi dan mereka semua seketika berlutut dihadapan avi dan terkejut dong dengan hal itu tersebut dan avi berkata.


"Ehg?!."


"Tu-tungguh sebentar kalian berlutut dihadapanku?."


"Kan banyak orang-orang melihatku karena kalian berlutut dihadapanku."


"Apalagi mereka dari kota lain kekota ini tersebut."


Orang-orang itu berkata.


"Kami adalah bawahanmu."


"Jadi selayaknya kami berlutut dihadapanmu."


"Karena anda adalah tuan kami semua."


Avi berkata.


"Ehg?!."


"Be-begitu ya."


"Haaaaaaaaaaaaa."


"Ha,baiklah kalau begitu."


Sebenarnya kota dekat lautan adalah kota milik avi dan kota itu dtinggali oleh orang-orang flora yang menjadi bawahan avi diwaktu itu dan avi berkata.


"Jadi lefa."


"Ada apa kamu memanggilku kemari?."


Lefa berkata.


"Baik,my lord."


"Apakah kami harus berdagang dengan kepulauan lagikah,my lord?."


"Karena kami menerima ajakan berdagang kekota lain dan negara pulauan lainnya."


Avi berkata.


"Berdagang?kepulauan lainnya?."


"Hmmmmmm?."


"Begitu ya,berarti harus ada kapal ya?."


"Tapi biasanya kapal pada zaman dulu aku ketahui terbuat kayu."


"Tapi?."


Avi berkata didalam dirinya.


"Apakah aku harus membuat kapal kargo atau kapal barangkah?."


"Tapi."


"Kayaknya jangan deh."


"Karena nanti begitu mengerikan sekali deh."


"Kalau dibikin karena pastih teknologinya tidak masuk akal lagi ya."


"Haaaaaaaaaaaaaaa."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Hmmmmm?."


"Sedikit begitu susah sekali ya?."


"Apakah kamu siapkah lefa untuk berdagang dengan negara luar dan kepulau lainnya?."

__ADS_1


Lefa berkata.


"Iya,my lord."


"Kami siap kapanpun itu my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Okelah,kalau begitu."


"Hmmmmm?."


"Nanti aku akan memberitaumu lagi tentang perdagangan kekota pulau lainnya."


Lefa berkata.


"Baik,my lord."


Tampaklah avi membalikkan badannya dan berjalan kearah pulang dan tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi ada diruang kerjanya dan tampaklah avi sedang bersantai diruang kerjanya dan avi seketika menyadari sesuatu yang akan terjadi berikutnya dan avi berkata.


"Apa?!."


"Itu tidak mungkinkan?."


Tampaklah serena bingung dong yang ada disamping avi dan serena berkata.


"Ada apa my lord?."


"Apa yang sedang terjadi,my lord?."


Avi berkata.


"Tidak,tidak apa-apa kok."


"Hanya saja?."


"Hmmmmmm?."


Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.


"Tidak jadilah aku katakan."


Serena berkata.


"Ada apa my lord?."


"Anda mau mengatakan apa,my lord?."


Avi berkata.


"Tidak,tidak jadi kok."


"Aku takut kamu akan takut dengan perktaanku kalau aku mengatakannya."


Serena berkata.


"Ehg?!."


"Be-begitu ya,my lord."


Avi berkata didalam dirinya.


"Yaitu menjadi raja para raja kegelapan."


Tampaklah disuatu hari tampaklah avi terlihat membuat sesuatu disebuah ruangan yang begitu besar sekali dan tampaklah avi keluar dari ruangan itu tersebut dan tampak avi keluar dari bawah tanah karena yang mana ruangan besar itu tersebut ada dibawah tanah karena avi membuatnya dibawah tanah akan tetapi ruangan itu juga menujuk lautan luas dan tampaklah avi ada diruang kerjanya akan tetapi para jenderal avi ada disitu juga dan tampak mereka sedang keadaan berlutut dihadapan avi dan avi berkata dengan menatap tajam kearah para jenderalnya itu tersebut.


"Bebasilah kerajaan-kerajaan yang jatuh ketangan para musuh itu tersebut."


"Sebelum terlambat."


Tampaklah para jenderal avi seketika ketakutan sekali karena tatapan avi begitu mengerikan sekali bagi mereka dan para jenderal avi berkata.


"Baik,my lord!."


Tampaklah para bawahan avi menyerang kerajaan-kerajaan yang jatuh kekuasaan ketangan para musuh itu tersebut dan tampaklah para jenderal avi terus-menerus melakukan penyerangan kepenjuru kerajaan yang jatuh ketangan para musuh itu tersebut dan tampaklah para jenderal avi sedang beristirahat sambil duduk ditumpukan mayat-mayat para musuh itu tersebut dan zers berkata.


"Oh iya."


"Kenapa my lord kali ini ya?."


"Karena hari seperti marah sekali begitu?."


Bans berkata.


"Entahlah."


"Aku juga tidak tau zers."


Germa berkata.


"Apakah my lord sudah bosan dengan perperangan para musuh ini tersebutkah?."


Dery berkata.


"Kayaknya tidaklah begitu."


"Karena hari kemarin saja my lord tersenyum-senyum saja."


"Tapi entah kenapa my lord kayak sedikit marah sekali ya?."


"Entahlah juga aku tidak tau dengan hal itu tersebut."


Sety berkata.


"Apakah my lord sudah kelelahankah karena terus-menerus mendapatkan serangan dari para musuh?."


Para bawahan avi berkata.


"Entahlah."


"Kami juga tidak tau juga."


Tampaklah avi seketika tersenyum dong yang ada diruang kerjanya dan avi berkata.


"Kerja bagus sekali ya."


"Karena aku bercanda."


"Sebenarnya tadi gigiku sakit makanya aku berkata-kata sedikit sih."


"Karena gigiku yang dalam keadaan sakit sih."

__ADS_1


"Tapi."


"Keluarlah kalian sistem serbu."


Tampaklah seketika terbukalah sebuah batu bersamaan avi mengatakan itu tersebut dan tampaklah batuan itu ada ditebing jurang dekat laut dan terbuka kearah kanan dan kiri dan tampaklah ada sebuah ruangan yang begitu besar sekali dan keluarlah sebuah kapal dan beberapa kapal juga keluar juga dari kapal selam,kapal induk,kapal-kapal kecil perang lainnya dari ruangan yang ada didalam ditebing jurang lautan itu tersebut dan tampaklah setelahnya tebing jurang lautan itu tertutup lagi keposisi semulanya.


Tampaklah kapal-kapal yang keluar dari ruangan ditebing jurang lautan itu seperti pergi kearah suatu tempat dan tampaklah para jenderal avi dan para bawahan avi lainnya tampak sedang menyerang sebuah kota kerajaan yang jatuh ketangan para musuh itu tersebut dengan cara membabi buta dan.


tampaklah ada dua seorang wanita seketika berhenti berjalan dan melihat sebuah kota kerajaan yang telah penuh kehancuran sekali dan seketika mereka berdua berlari kearah kota kerajaan yang hancur itu tersebut dan seketika mereka berdua berhenti berjalan dan terkejut.


melihat ada mayat-mayat yang ditumpuk menunjulang dan tampak ada seseorang yang duduk ditumpukan mayat-mayat itu tersebut dan ada juga yang berdiri dan orang-orang itu menatap tajam kearah mereka berdua dan mereka berdua seketika ketakutan sekali dong dengan hal itu tersebut dan sebenarnya orang-orang yang ada disitu adalah para bawahan avi dan para jenderal avi dan orang yang disebelah kanan berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"O-orang-orang yang ada disini orang-orang jahat semua!!!!!!."


"Aku harus gimana ini sekarang juga!."


"Gawat!."


"A-aku buang air dicelana da-dalamku."


Dery berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kalian berdua diam saja didepan kami semuanya?."


Mereka berdua berkata.


"Ba-baik!."


Tampaklah para bawahan avi semuanya tersenyum jahat dong dan tampaklah mereka berdua makin ketakutan sekali dong dan tampaklah kapal-kapal yang keluar dari tebing jura lautan itu sudah sampai disuatu kota kerajaan dan kapal-kapal itu mulai menembaki rudal-rudal kearah kota kerajaan itu tersebut dan


tampaklah banyak bangunan-bangunan dari kota kerajaan itu tersebut hancur seketika karena terkenak ledakan rudal-rudal itu tersebut dan tampaklah rudal-rudal itu ada juga menghantam istana kerajaan itu tersebut dan tampaklah orang-orang didalam istana itu semua ketakutan semua karena suara nyaring dari ledakan besar itu tersebut yang ada.


diistana kerajaan itu tersebut dan tampaklah orang-orang yang ada didalam istana itu tersebut tertunduk ketakutan semua dan semua orang mulai banyak menyebut kata tuhan seperti 'tuhan selamatkan kami' dan lain sebagainya dan ada juga yang berdoa.


kepada tuhan untuk meminta perlindungan dari tuhan dan tampaklah raja yang lagi didalam istana yang lagi duduk dikursi singgasananya tampaklah dia kesal sekali dong dan marah besar sekali dengan penyerangan dari kapal-kapal dari tebing jurang lautan itu tersebut.


Tampaklah kapal-kapal itu terus-menerus ketempat yang jatuh ketangan para musuh dan membuat pemain peperangan tersenyum jahat dong pada saat bawahannya melaporkan serangan-serangan yang lakukan kapal-kapal itu tersebut dan para bawahan avi semuanya dan tampaklah avi juga tersenyum jahat juga melihat hal itu tersebut dan tampaklah avi sedang duduk dikursi kerjanya yang ada diruang kerjanya itu tersebut dan avi berkata.


"Kayaknya semakin tidak masuk akal sama sekali ya."


"Karena aku hanya ingin membuat kerusuhan ini tersebut."


"Berupa ingin mereka akan sadar dengan yang mereka lakukan itu tersebut."


"Akan tetapi itu sebaliknya malahan."


"Kenapa mereka tidak tampak tidak sadar-sadar ya."


"Haaaaaaaaaaaa."


"Untuk apa kita tergila-gila yang ada didunia ini ya?."


"Tapi malahan kita tinggal sementara saja didunia ini tersebut."


"Dan apa juga kita tergila-gila dengan dunia ini tersebut ya."


"Tapi itu tidak ada gunanya sama sekalipun."


"Tapi ada juga yang orang banyak sebaliknya."


"Mereka menginginkan menjadi terbaik didunia."


"Akan tetapi dunia sendiri memperbudaknya."


"Memang bodoh ya."


"Haaaaaaaaaaaaa."


"Sebenarnya aku tidak suka menjadi terbaik didunia."


"Maupun aku berada sekalipun."


"Aku hanya menginginkan terbaik disisi tuhan saja."


"Aku juga tidak suka namanya seperti tokoh utama."


"Lebih baik cerita ondel-ondel lebih terbaik dari cerita lainnya."


"Haaaaaaaaaaaa."


"Tidak bisa menyebutkan lainnya sih."


"Karena aku melakukan yang apa yang harus dilakukan."


"Seperti mengubah orang-orang tidak tersesat lagi dengan dunia ini tersebut."


"Karena aku yang melakukannya karena tuhan saja."


"Karena tuhanlah lebih tau yang apa denganku."


"Dan apa yang lebih baik bagiku sendiri."


"Karena aku tidak tau rencana tuhan apa."


"Tapi aku hanya melakukan yang sesuatu semestinya saja."


Tampaklah avi seketika tersenyum dong dan tampaklah kapal-kapal dan para bawahan avi semuanya sudah banyak membuat mayat-mayat beserakan dimana-dimana dan tampaklah para bawahan avi semuanya dan kapal-kapal itu berjalan menujuk satu tujuan yaitu ketempat sang pemain perpeperangan itu tersebut dan tampaklah pemain itu tersenyum dong yang lagi duduk dikursi singgasananya itu tersebut.


Tampaklah para bawahan avi semuanya berhenti berjalan semuanya dan kapal-kapal itu tersebut juga berhenti dilaut dan bersiap-siap mau menyerang dilaut dan tampaklah tempat pemain itu sudah dikepung oleh para bawahan avi yang mengepung tempat itu diberapa tempat akan tetapi dilaut dijaga kapal-kapal itu tersebut dan tampaklah tempat pemain itu seperti sebuah kota negara dan tampaklah para bawahan avi semua tersenyum jahat dong semuanya dan bans berkata.


"Jadi ini ya,tempatnya."


Dery berkata.


"Begitulah kayaknya sepertinya."


"Apakah kita akan berperang habis-habisankah disini?."


Seketika para bawahan avi semuanya tersenyum dong semuanya dan mereka berkata.


"Sepertinya begitulah."


Avi berkata.


"Sungguh manis sekali ya."


"Padahal ini hanya bercanda sajakan."


"Jadi bersenang-senanglah kalian semuanya."

__ADS_1


Tampaklah avi tersenyum dong yang lagi duduk dikursi kerjanya yang ada diruang kerjanya itu tersebut


__ADS_2