Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Menunduki negara terbesar ketiga.chapter 111


__ADS_3

Tampaklah pada suatu hari tampaklah avi yang sedang berdiri sambil melihat seseorang yang sedang pingsan disebuah tempat tidur yang mana seseorang yang pingsan tersebut adalah budak yang diselamat oleh dery dan tampaklah disamping avi,ada para bawahan avi disiti juga yang mana mereka sedang melihat budak tersebut dengan wajah kebingungan sekali dan dery berkata.


"Apakah ini memang benarkah?."


"Apalah kekaisaran torbot itu masih memperbudak seorang manusia-kah?."


"Kan peraturan negara mereka tertulis kalau perbudakan negara mereka tidaklah boleh dilakukan."


"Tapi kenapa ada seorang budak pada negara jajahan mereka ya?."


Fery berkata.


"Memang aneh sih."


"Tapi kalau dilihat kondisi badan orang ini."


"Lukanya begitu parah sekali walaupun sudah aku mengobati luka-luka orang ini tersebut."


"Tapi kenapa ya,negara yang tertulis peraturan yang melarang hal sesuatu."


"Tapi kenapa masih ada yang melakukannya ya?."


Tampaklah budak atau orang itu terbangun dari pingsannya dan tampaklah dia duduk ditempat tidurnya dan melihat kearah avi dan orang itu berkata.


"Siapa kamu?."


"Aku ada dimana sekarang?."


"Dan kenapa aku ada disini?."


Avi berkata.


"Ha,aku avi."


"Kamu ada dirumah sakit."


Orang itu berkata.


"Rumah sakit?."


"Apa itu?."


Avi berkata.


"Rumah yang lagi sakit."


Tampaklah orang itu kebingungan dengan perkataan avi tersebut dan avi berkata.


"Tenang saja,itu hanya candaan saja."


"Kamu ada diruang pengobatan."


"Karena kamu pingsan dengan luka begitu parah sekali ditubuhmu."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Kenapa kamu bisa menjadi budak ya?."


"Kan perbudakan sudah dihapus pada beberapa negara."


"Kenapa kamu bisa menjadi budak ya?."


"Kan sistem perbudakan telah dihapuskan?."


Orang itu berkata.


"Ha,aku sebenarnya bukan daerah sini."


"Tapi aku dibudaki oleh kekaisaran torbot."


"Walaupun yang melakukannya adalah para bangsawan yang ingin orang-orang miskin menjadi budak mereka."


"Aku dijual oleh orang tua kepada salah satu bangsawan dikekaisaran torbot,untuk dijadikan budak dari bangsawan itu tersebut."


"Aku,tidaklah suka dengan orang tuaku yang sampah tersebut."


"Karena mereka,membuatku semenderita ini tersebut!."


"Aku ingin sekali membunuh orang tu-."


Seketika avi menutup mulut orang itu dengan tangan kanannya dan avi berkata.


"Janganlah kamu berbicara yang menyakitimu."


"Karena itu akan terus menyakiti dirimu sendiri."


Tampaklah avi tidak menutup mulut orang itu dan avi berkata.


"Aku ingin bertanyak kepadamu."


"Lebih sakit mana,orang tuamu telah tiada saat kamu kecil atau orang tuamu yang tidak menganggapmu anaknya sendiri?."


Orang itu berkata.


"Menurutku adalah."


"Orang tua yang tidak menganggap anaknya sendiri."


"Itu lebih menyakitkan dari pada orang tua yang sudah tiada pada saat kita kecil."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Apakah itu benar?."


"Apakah kamu tidak pernah merasakan tentang orang tuamu tiada saat kamu kecil-kah?."


"Yang mana kalau orang tuamu tiada saat kamu kecil,kamu tidak pernah merasakan rasa kasih sayang orang tua."


"Kamu tidak pernah merasakan kehangatan orang tua kepadamu,dan kamu terus diejek oleh orang lain tentang dirimu yang tidak mempunyai orang tuan karena orang tuamu telah tiada saat kamu kecil."


"Yah,itu masih sebagian."


"Tapi aku tidak bisa menyebut sebagiannya apa,karena aku tidak mau menceritakan yang tidak ada guna bagiku."


"Aku tau rasa sakit apa ketika kamu tidak dianggap anak sendiri oleh orang tuamu."


"Aku tau seberapa sakit hal tersebut dirasakan."


"Tapi janganlah kamu mencoba ingin membalas dendam kepada orang tuamu tersebut."


"Karena mereka-lah yang melahirkanmu walaupun orang tuamu adalah orang tua angkat juga."


"Tapi janganlah sekali-kali ingin membalas dendam terhadap orang tuamu yang mana mereka pernah menyakitimu."


"Tapi ingatlah,mereka berdua tetaplah orang tuamu loh."


"Jadi bersabarlah kalau kamu menerima hal tersebut."


"Kalau kamu tidak tahan maka adukanlah kepada tuhan."


"Kalau kamu tidak tau tuhan sesungguhnya apa,sebut saja nama tuhan saja."


"Maka kamu akan diberi petunjuk oleh tuhan sesungguhnya."


"Jadi aku ingin bertanyak kepadamu."


"Apa gunanya kamu ingin berbalas dendam terhadap orang tuamu yang mana mereka telah menyakitimu?."


"Kan makin buruk saja masalah yang kamu terima-kan."


"Kamu pikir itu akan cepat selesai yang kamu rasakan?."


"Kan tidak?."


"Jadi janganlah kamu kamu membalas dendam terhadap orang tuamu walaupun kamu dijual oleh orang lain yang mana mereka menganggapmu pengganggu saja."


"Maka bersabarlah dengan hal tersebut itu."


Orang itu berkata.


"O-oh,begitu ya."


Tampaklah orang itu tampak sedih sekali dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Hei,apakah kamu tau seberapa besar ketika kamu bersabar terhadap masalahmu tersebut itu?."


Orang itu berkata.


"Tidak,saya tidak tau?."


Avi berkata.


"Kalau bersabar dengan masalah yang terima maka tuhan akan menggantikannya dengan hal sesuatu yang kamu tidak ketahui."


"Walaupun kamu harus berjuang dengan apa yang kamu terima dengan bersabar."


"Tapi ingat juga,kamu pikir akan diberi kekayaan,tahtah,kekuasaan atau lain sebagainya."


"Tapi ingatlah,tuhan akan memberikanmu yang melebihi itu tersebut."


Tampaklah orang itu terdiam terbengong saja dan seketika orang itu tersenyum dan avi berkata.


"Hei,siapa namamu?."


Orang itu berkata.


"Saya tidak mau lagi memakai nama pemberian dari orang tua saya."


"Karena arti nama dari pemberian orang tua saya,begitu buruk sekali."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Apakah kamu mau aku beri sebuah nama kepadamu?."


"Kalau tidak mau,ya tidak apa-apa."


Orang itu berkata.


"Iya,mau."


"Karena saya tau kamu itu orangnya bagaimana."


"Jadi saya mau diberi nama oleh anda."


Avi berkata.


"Baiklah kalau begitu."


"Namamu adalah maja."


Orang itu berkata.


"Maja?."


"Apa artinya tersebut?."


Avi berkata.


"Kamu cari sendiri artinya apa."


Avi seketika tersenyum dan tampaklah orang itu kebingungan sekali,tampaklah avi yang lagi duduk dimeja kursi kerjanya yang mana didepan avi ada sety yang berdiri didepan avi dan maja yang ada lagi berdiri disamping avi dan avi berkata.


"Apakah kamu yakinkah sety?."


"Apakah kamu yakin ikut peperangan ini?."


Sety berkata.


"Iya,my lord."


"Saya sangat yakin,wahai my lord."


Avi berkata.


"Kan kamu baru melahirkan tiga bulan lalu?."


"Kenapa kamu ikut peperangan ini tersebut?."


Sety berkata.


"Walaupun saya sudah melahirkan tiga bulan lalu."


"Tapi saya tidak akan terima diam saja ketika ada penentangan dengan agama kita."


"Aku tidak akan biar begitu saja ketika orang-orang menentang adanya agama kita."


Avi berkata.


"Apakah yakinkah sety?."


"Karena kondisi tubuh belum sembuh sempenuhnya."


Sety berkata.


"Saya tidak apa-apa,wahai my lord."


"Saya tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh saya ini tersebut."


"Walaupun saya ikut dalam peperangan."


"Tapi kalau soal anak saya."


"Maka saya menitipkannya kegamad,yaitu suami saya wahai my lord."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Apakah kamu sangat yakinkah ikut dalam peperangan ini tersebut,sety?."


Sety berkata.


"Iya,saya sangat yakin wahai my lord."


"Saya juga akan kondiri tubuh saya tetap sehat walaupun dalam peperangan kali ini tersebut."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Baiklah kalau begitu."


"Aku mengizinkanmu ikut pada peperangan ini tersebut."


Sety berkata.


"Baik,saya mengerti wahai my lord."


Tampaklah sety keluar dari ruang kerja avi tersebut dan maja berkata.

__ADS_1


"Kayaknya mempunyai istri begitu melelahkan ya."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Tidak juga."


"Mempunyai istri hal sesuatu yang tidak melelahkan sama sekalipun."


"Tapi malahan makin kita semangat saja ketika kita mempunyai istri."


"Walaupun kamu terus dimarahi oleh istri kita karena pulangnya lama sekali,tidak makan,kenapa beli barang tidak berguna dan lain sebagainya."


"Tapi selain itu,maka aku tidak bisa apa-apa."


"Aku hanya bisa pasrah saja kepada tuhan saja."


"Kalau dimarahi oleh istri ada manfaatnya tapi kecuali dari itu."


"Maka kamu harus memakai kepintaranmu dan coba berdoa juga kepada tuhan didalam hati untuk meredahkan amarah istrimu tersebut."


"Yah,mempunyai istri saja sudah membuat pusing saja."


"Apalagi sudah lebih,maka bersiap-siap saja terus direbuti oleh istri-istrimu tersebut."


Maja berkata.


"Oh,begitu ya my lord."


"Tapi kenapa anda menikah lebih dari satu,wahai my lord?."


Avi berkata.


"Ha,soal itu ya."


"Aku sebenarnya ingin sekali menikah hanya satu istri saja."


"Tapi tuhan berhendak,aku menikah lebih dari satu orang istri."


"Yah,walaupun aku tau mereka seorang ditinggal mati oleh suami mereka terdahulu atau diceraikan oleh suami mereka."


"Tapi aku menikahi mereka bukan dari nafsu tapi aku menikahi mereka karena ada suara yang menyuruhku menikahi mereka."


"Yah,walaupun itu bukan suara dari sosok hitam pekat yang biasanya bermain catur bersamaku pada saat aku tertidur."


"Tapi suaranya itu memang benar-benar berbedah dari sosok hitam pekat bermain catur denganku pada saat aku tertidur."


Maja berkata.


"Siapa sosok hitam pekat yang bermain dengan anda ketika anda sedang tertidur?."


Avi berkata.


"Tidak bukan siapa-siapa."


"Aku tidaklah tau siapa dia."


"Tapi dia mempunyai banyak sekali ilmu pdan itupun belum aku ketahui."


"Yang mana ilmu yang dia punyai hampir mirip dengan ilmu yang ada diagama islam."


"Tapi aku tau kalau dia seorang beragama islam karena mengatakannya kepadaku juga."


Maja berkata.


"Oh,begitu ya my lord."


Tampaklah para bawahan avi bersiap-siap mau menyerang suatu tempat yang mana para bawahan avi itu sedang bersembunyi direrumputan,dan diatas pohon dengan baju kamuflase yang mana para bawa avi itu dipimpin oleh sety yang mana sety sedang membidik suatu seseorang dan yang mana sety sedang membidik seorang pemimpin kelompok yang sedang menyakiti seorang seorang wanita dan karena itulah para bawahan avi yang sedang bersiap-siap ingin menyerang suatu tempat akan tetapi ada sebuah kelompok dari tempat tersebut menganggu rencana yang sudah ditetapkan oleh sety,tampaklah pemimpin kelompok itu terus menyakiti seorang wanita dan salah satu para bawahan avi berkata kepada sety.


"Jenderal sety,apakah memang sampai menembak dari jarak sejauh ini?."


"Kan jarak dari senjata AWM-kan hanya sekitar beberapa meter saja,tapi anda menembak jauh dari meter yang sudah ditetapkan oleh senjata tersebut?."


Sety berkata.


"Tenang saja."


"Itu akan bisa,percaya saja kepada tuhan kalau tembakan ini akan mengenai pemimpin kelompok tersebut."


"Kalau memang tuhan berhendak."


"Jarak segini memanglah bagus untuk membidik dia tapi aku tidak tau apakah kenak atau tidak."


"Kalau gravitasinya dan ketinggiannya sudah cukup karena aku sudah mencoba merumuskannya dan menghitungnya."


"Tapi kalau jaraknya,aku tidak tau kenak atau tidak?."


"Tapi kita lihat saja apakah kenak atau tidak."


"Aku hanya percaya kepada tuhan dengan tembakanku ini tersebut,kalau tuhan menghendakinya."


Bawahan avi yang berbicara kepada sety itu berkata.


"Baik,saya mengerti wahai jenderal sety."


Tampaklah sety menembakan senjatanya tersebut kearah pemimpin kelompok tersebut dan tampaklah wanita yang disakiti oleh pemimpin kelompok tersebut hanya pasrah saja tapi seketika pemimpin kelompok terjatuh kenak dengan tidak bernyawa,tampaklah orang kelompok itu terkejut semua tentang tewasnya pemimpin mereka begitu juga wanita yang disakiti tersebut dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"A-apa yang sebenarnya terjadi?."


"Orang ini tiba-tiba terjatuh tidak bernyawa."


"Kenapa bisa terjadi?."


"Siapa yang membunuh dia?."


"Padahal tapi aku tidak dapat merasakan aura kehadiran seseorang?."


"Walaupun dia menggukan kecepatan tinggih sekali."


"Tapi aku sama sekalipun tidak merasakan kehadiran orang yang membunuh orang itu tersebut?."


Tampaklah orang-orang kelompok itu masih panik sekali dengan hal tersebut dan mereka mencoba menyerang secara asal dengan sihir untuk mencaritau tempat orang yang membunuh pemimpin mereka tersebut,tampaklah orang-orang kelompok itu sudah menyerah dan masih begitu panik sekali karena satu orang dikelompok mereka jatuh tidak bernyawa,tampaklah seketika orang-orang dikelompok itu terkejut semua karena mereka telah dikelilingi oleh para bawahan avi yang sudah menodong senjata api mereka kearah orang-orang kelompok tersebut dan tampaklah wanita yang disakiti terkejut dengan hal tersebut juga karena dia juga tidak menyadari kehadiran para bawahan avi dan salah satu orang dikelompok itu berkata.


"Be-berani-beraninya kalian menodongkan senjata dihadapan kami semua!."


"Apakah kalian tidak tau siapa kami semua?!."


"Hah?!."


Sety berkata.


"Kalian ya?."


"Ha,kalian adalah orang-orang menentang agama kami."


"Padahal kami tidak ada penentangan diagama kalian tersebut?."


"Aku melakukan ini hanya ingin agama ini tidak hancur diinjak-injak oleh kebodohan orang-orang yang mereka sendiri tidak mengetahuinya kebenarannya."


"Apakah kalian tau,kalian sama seperti orang-orang dulu."


"Suka menentang agama yang menurut kalian tidak sukai."


"Jadi siapa yang menyelamati kalian dari tujuh puluh orang bersenjata?."


Salah satu orang kelompok itu berkata.


"Ti-tidak ada."


"Ha-hanya kamu-lah yang bisa menyelamati-ku."


Sety berkata.


"Apakah itu ya?."


"Yang mana sesungguhnya yang bisa menyelamati kalian bukanlah aku tapi tuhan sesungguhnya yang bisa menyelamati kalian semua."


Tampaklah orang-orang kelompok terdiam tertunduk dan tampaklah badan mereka bergemeran entah kenapa bagaikan mereka ketakutan sekali walaupun tidak ada satupun aura begitu mengerikan yang terbuka disitu,tampaklah para bawahan avi mulai mengikat tangan orang-orang kelompok tersebut dengan tali dan sety yang seketika berjalan kearah mayat pemimpin kelompok itu akan tetapi wanita yang disakiti oleh kelompok itu memberhentikan jalan sety,setypun seketika berhenti berjalan dan sety berkata.


"Iya,ada apa ya?."


Wanita itu berkata.


"A-anu,se-sebenarnya kalian siapa ya?."


"Ke-kenapa kalian menolongku?."


Sety berkata.


"Aku tidaklah suka kalau seorang wanita disakiti."


"Yang mana sama saja menyakiti hati seorang wanita."


"Aku tidak mau harga diri seorang wanita diinjak-injak begitu saja dengan kekerasan begituan."


"Wanita juga mempunyai kehormatan juga."


Wanita itu berkata.


"Oh,begitu ya."


Sety berkata.


"Kenapa kamu bisa disakiti begitu oleh orang-orang kelompok itu tersebut?."


Wanita itu berkata.


"Sebenarnya aku dihianati oleh seorang laki-laki yang aku sukai."


"Padahal aku sudah berpacaran dengan dia tapi dia menghianatiku."


"Yang mana dia mencintai seorang wanita lain yang mana menurut dia,wanita lain itu lebih cantik dariku."


"Dia mengusirku seenak hati dia,dia berpacaran dengan seorang putri kerajaan."


"Makanya dia dapat mengusirku seenak hatinya karena mencoba mengoda putri kerajaan itu untuk mengusirku dari negara kerajaan tersebut."


"Padahal aku masih mencintainya."


"Kenapa?."


"Kenapa dia menghianatiku?!!!."


"Apakah aku tidak laku-kah untuk dia?."


"Apakah aku ada salah-kah?."


"Aku sebenarnya kesepian sekali."


"Aku merasa seperti dihianati beberapa kali oleh orang yang aku cintai."


Sety seketika tersenyum dan sety berkata.


"Hei,apakah kamu tau tentang yang kamu lakukan tersebut?."


"Kamu bagaikan berjualan tapi kamu berjualan harga dirimu loh."


"Untuk apa kamu menjual harga dirimu untuk seorang laki-laki yang bukan siapa-siapamu?."


"Kamu menjual harga dirimu,bagaikan kamu merendahkan kedudukanmu sebagai seorang wanita."


"Apakah kamu pikir kalau kamu itu sepian?."


"Apakah kamu yakin?."


"Apakah kamu pikir selama ini kamu kesepiankah?."


"Apakah tidak tau kalau ada sosok selalu melihatmu setiap dua puluh empat jam setiap harinya melihat dirimu."


"Mau itu kamu tidur atau saat kamu makan."


Wanita itu berkata.


"Siapa orang melihatku setiap dua puluh empat setiap harinya?."


"Aku tidak pernah melihat sosok tersebut disekitarku?."


"Apalagi sampai-sampai melihatku?."


Sety berkata.


"Kamu tau siapa sosok tersebut?."


Wanita itu berkata.


"Iya,siapa sosok tersebut."


Sety berkata.


"Yaitu malaikat pencabut nyawa."


Seketika terdiam wanita itu dan sety berkata.


"Pastih kamu tidak mempercayainya."


"Tapi itu memanglah benar."


"Malaikat pencabut nyawa selalu melihatmu dua puluh empat jam setiap harinya."


"Kamu pikir kamu itu kesepian?."


"Kan ada malaikat pencabut nyawa selalu melihat dirimu setiap harinya."


"Kan kamu tidak kesepian."


"Nah,kalau kamu kesepian maka bercerita kepada malaikat pencabut nyawa tersebut."


"Walaupun kamu harus menyadari kedatangannya,yah walaupun malaikat pencabut nyawa sedikit terlambat."


"Karena saking banyaknya nyawa makhluk-makhluk yang dia harus cabuti."


"Yah,walaupun dia tidak terlihat."


"Tapi kalau wujudnya dilihat kepadamu maka tubuhmu akan meleleh karena saking mengerikannya wujud asli malaikat pencabut nyawa tersebut kalau dilihatkan kepada kita tentang wujud aslinya."


"Kamu pikir kalau kamu paling dihianati?."


"Kamu pikir kamu saja merasa seperti dihianati seribu kali?."


"Hei,apakah kamu lupa kalau ada yang satu orang yang banyak sekali orang-orang menghinatinya walaupun dia setiap saat menerima dan membantu permasalahan orang-orang yang menghianatinya dengan disambut dengan ramah dan sangat lembut sekali oleh dia."


"Apakah kamu tau siapa orang yang terus-menerus dihianati oleh orang-orang?."


Wanita itu berkata.


"Tidak,aku tidak tau siapa orang tersebut?."


Sety berkata.


"Dia adalah tuhan."


"Kamu pikir kamu saja dihianati?."


"Tuhan juga dihianati oleh makhluk-makhluk ciptaannya."


"Berpacaran hal sesuatu perbuatan yang buruk bagimu sendiri."


"Kamu pikir kalau berpacaran itu bisa sampai kepernikahan?."

__ADS_1


"Dan hidup tenang?."


"Begitu?."


"Tapi tidak begitu."


"Malahan kalau berpacaran tidak sampai kepernikahan."


"Kalau sampai pernikahan kehidupan kekeluargaanmu tidak akan tenang."


"Malahan makin buruk saja kehidupan pernikahanmu tersebut."


"Kalau tidak percaya."


"Yah,tidak apa-apa."


"Tapi kamu tidak melihat suatu keluarga yang mana sang suami dan sang istri mulai berkeluarga dari berpacaran tapi kehidupan mereka makin buruk saja."


"Malahan adanya perselingkuhan,perceraian,pertengkaran entah setiap harinya dan lain sebagainya."


"Tapi walaupun itu masih sebagiannya saja."


"Tapi kamu cari sendiri kalau kamu masih bingung."


"Tentang semua keluarga dimulai dari berpacaran."


Seketika sety tersenyum dan tampaklah wanita tertunduk terdiam dan sety berkata.


"Kalau kamu menyukai seorang laki-laki maka mulai-lah dari pernikahan,bukan dari berpacaran."


"Karena langsung menikah adalah hal sesuatu mengasyikan dari pada berpacaran."


"Karena adalah hal sesuatu yang kamu tidak bisa kamu temui diberpacaran."


"Dan terkadang kalau langsung menikah,ada saja kejadian lucu dan pastih kamu merasa lebih nyaman dari berpacaran."


"Kalau kamu berpacaran maka kamu tidak akan merasa nyaman atau merasa ada yang kurang."


"Dan kalau berpacaran langsung menikah maka kamu pastih merasa ada yang kurang."


"Kalau tidak percaya,ya tidak apa-apa."


"Aku tidak bisa menyakinimu dengan paksa karena kamu sendirilah yang memutuskannya."


"Yah,walaupun aku tidak hebat dari pemimpinku."


Wanita itu berkata.


"Siapa pemimpinmu?."


Sety berkata.


"Dia adalah sosok yang memimpin kami."


"Dan juga mengajari beberapa hal yang kamu pastih terkejut dengan hal tersebut."


"Aku ada yang pertama kali aku terkejut."


"Yang mana dia mengajari tentang harga diri wanita dan kehormatannya yang harus dilindungi biar tidak diinjak-injak oleh orang lain begitu saja."


"Aku pada saat itu aku terobsesi dengan ingin sekali melindungi harga diri seorang wanita dan kehormatannya biar tidak diinjak-injak begitu saja oleh orang lain."


"Walaupun aku tidak sehebat dia mengajari orang lain tapi aku tetap berusaha dengan yang apa aku tuju."


"Yang itu menjaga harga diri seorang wanita dan kehormatannya biar tidak diinjak-injak begitu saja."


Wanita itu berkata.


"Bawakan aku kepemimpinmu tersebut."


"Ingin menanyai hal sesuatu kepada pemimpinmu tersebut."


Sety berkata.


"Ha,baiklah kalau begitu."


"Aku akan membawakmu kepemimpinku tapi masalah misiku masih belum selesai."


"Jadi kamu bisa tungguh dulu ya."


Wanita itu berkata.


"Iya,tidak apa-apa."


"Aku juga tidak memperdulikan hal tersebut."


Tampaklah para bawahan avi dan sety sudah menyerang tempat para penentang tersebut dan kembalik kekota avi berada,tampaklah para bawahan avi dan sety sudah sampai dikota avi berada dan tampaklah sety dan wanita itu sedang berdiri,tampaklah wanita itu kebingungan tentang kenapa mereka berhenti berjalan dan wanita itu berkata.


"Kamu bilang kita akan menjumpai pemimpinmu?."


"Tapi kenapa kita berhenti berjalan?."


Sety berkata.


"Itu pemimpin kami yang ada lagi dibawah pohon itu tersebut."


Wanita itu berkata.


"Ehg?."


"Dia pemimpinmu?."


"H-ha,kamu sedang bercandakah?."


"Manalah ada orang biasa seperti dia pemimpinmu?."


"Lihat dia,dia memakai pakaian tidak mewah malahan pakaiannya biasa-biasa saja apalagi pakaiannya ada yang berlubang-lubang?."


"Apalagi dia tertidur dengan kain tidak mewah?."


Sety seketika tersenyum dan sety berkata.


"Apakah seorang pemimpin harus mengenakan pakaian mewah-kah?."


"Dia memang terlihat biasa-biasa saja tapi dia tetaplah pemimpin kami semua."


"Dia memakai pakaian itu karena dia lebih menyukai baju seperti itu dari pada pakaian mewah."


"Walaupun setiap saat suka kali berlubang karena terkadang tersangkut duri pohon,tersangkut besi bangunan dan lain sebagainya."


"Dia terkadang tertidur karena saking kelelahannya yang dia lakukan setiap malamnya."


"Yang mana dia tidak tidur pada malam hari karena ada saja masalah terjadi yang mana harus mengerjakannya pada malam hari itu juga dan terkadang dia beribadah kepada tuhan pada malam hari."


"Dia tertidur dibawah pohon itu kebiasaannya karena saking lelahnya dia."


"Walaupun dia tertidur hanya lima menit saja,dia juga dikasih kain selimut oleh orang-orang disekitar."


"Karena kasihan dengan dia tertidur dengan kondisi sepanas ini."


"Tapi dia terkadang merapikan kain tersebut dibawah pohon tersebut setiap kali bangun,biar diambil kembalik oleh pemilik kain tersebut."


Wanita itu berkata.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah wanita itu terdiam tertunduk menyesal sambil melihat kearah avi yang lagi tertidur dan avipun bangun dari tidurnya tersebut,tampaklah avi kebingungan sekali karena disamping sety ada seorang wanita yang dia belum kenal sama sekali dan avi berkata.


"Ha,sety."


"Siapa dia?."


Sety seketika berlutut kearah avi dan sety berkata.


"Lapor my lord."


"Peperangan dengan penentang-penentang itu telah selesai,wahai my lord."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya sety."


"Terima kasih banyak sety telah memenangkan peperangan tersebut."


Sety berkata.


"Iya,sama-sama wahai my lord."


"Sebenarnya orang disamping saya adalah seorang yang diusir dari negaranya."


"Tapi dia disiksa oleh orang-orang dari penentang tersebut,wahai my lord."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya sety."


Sety berkata.


"Tapi dia ingin bertanyak sesuatu kepada anda,wahai my lord."


Avi berkata.


"Tanyak apa?."


"Kamu ingin bertanyak apa?."


Wanita itu berkata.


"Saya ingin bertanyak sesuatu kepada anda."


"Yaitu tentang."


Tampaklah wanita itu menceritakannya kepada avi yang dia ingin tau selama itu dan tampaklah avi hanya tersenyum saja,tampaklah disuatu hari tampaklah avi menyuruh gamad untuk memerangi kerajaan siga yang mana kerajaan itu adalah pulau kedua yang dikelilingi oleh benua-benua dan kerajaan tersebut adalah tempat begitu banyak sekali perdagangan apalagi sebagai tempat beberapa hal seperti kesenian bangunannya,teknologinya,peradabannya yang maju yang mana lebih maju dari kekaisaran torbot,dan tempat pusat perdagangan dari barat dan timur.


Tampaklah gamad sudah ada dipulau kerajaan siga berada dan langsung memerangi kerajaan tersebut,tampaklah banyak para prajurit kerajaan siga sudah tidak bisa menahan pertahanan mereka dari serangan-serangan para bawahan avi yang dipimpin oleh gamad dan tampaklah para bawahan avi sudah paksa masuk kedalam kerajaan tersebut,tampaklah para prajurit kerajaan siga banyak yang berlari kearah kastil kerajaan siga tersebut dan tampaklah para bawahan avi menyadarinya hal tersebut dan para bawahan avi mengejar para prajurit kerajaan siga tersebut,tampaklah para bawahan avi sudah paksa masuk kedalam kastil kerajaan siga tersebut dan tampaklah para bawahan avi yang sudah memasuki ruang tahtah kerajaan,tampaklah didalam ruang tahtah tersebut tampak ada para menteri kerajaan siga dan seorang ratu yang sedang duduk dikursi singgasananya,tampaklah ratu kerajaan siga menatap tajam para bawahan avi yang sudah masuk keruangannya dan ratu itu berkata.


"Aku ingin bertanyak kepada kalian,sebelum kalian merebut tahtah kerajaan ini tersebut."


"Karena aku sudah tau kalau kalian akan menyerang kerajaan ini."


"Karena aku yang menjadi pemimpin penentang bagi agamamu tersebut."


"Aku ingin bertanyak kepada kalian."


"Kalian bilang kalau tuhan sesungguhnya ada?."


"Apalagi dua orang yang dianggap tuhan itu,kalian bilang sebagai ciptaan tuhan sesungguhnya?."


"Apakah itu benar?."


Gamad berkata.


"Apakah ada,tuhan itu ada dua?."


"Maka siapa tuhan sesungguhnya kalau tuhan ada dua?."


Tampaklah ratu itu seketika tersenyum karena terkejut dengan jawaban gamad yang singkat sekali tapi dapat memahami dirinya dan ratu itu menyuruh pelayannya untuk mengambil suatu ramuan botol kaca,setelahnya tampaklah sang ratu itu sudah ada ditangannya sebuah ramuan berbotol kaca dan ratu itu berkata.


"Apakah kalian tau ramuan apa ini?."


Gamad berkata.


"Tidak,kami tidak tau ramuan apa itu?."


Ratu itu berkata.


"Ramuan ini adalah sebuah racun yang paling-paling mematikan."


"Yang mana dapat membunuh pahlawan sekalipun dengan 00000,000001% tetesan air ramuan ini tersebut,dapat membunuh pahlawan."


"Walaupun memakai sihir yang bisa membatalkan efek racun,tapi itu tidak menghalangi racun ini tersebut untuk membunuh seseorang yang berani meminumnya."


"Banyak orang-orang yang tidak berani meminum racun ini kecuali dia ingin tewas saja."


"Walaupun raja kegelapan sekalipun,karena racun ini pernah membunuh salah satu raja kegelapan pada masa dulu."


"Yang mana dilakukan oleh seorang pahlawan."


"Racun ini adalah kumpulan dari beberapa racun mematikan yang ada didunia ini."


"Dan dijadikan satu kesuatu tempat,dan menjadi racun paling-paling mematikan didunia ini tersebut."


"Apakah kalian mau meminumnya?."


"Dan tunjukan kekuatan tuhan sesungguhnya yang kalian percaya tersebut?."


"Dengan meminum racun ini tersebut."


Seketika gamad tertawak dan tampaklah orang-orang disitu hanya terdiam kebingungan sekali karena gamad tiba-tiba tertawak dan gamad berkata.


"Tidak ada suatu kematian atas allah."


"Berikan ramuan racun itu kepadaku."


Tampaklah sang ratu mengasihkan kepada pelayannya untuk mengasihkan ramuan tersebut kepada gamad dan tampaklah gamad yang sudah memegang ramuan tersebut dan gamad berdoa sebelum gamad meminum ramuan tersebut sampai habis,tampaklah orang-orang dari kerajaan siga tersebut terkejut semua yang mana mereka tidak dapat mengetahui bacaan apa atau bahasa apa yang dibacakan oleh gamad dan tampaklah gamad meminum habis ramuan tersebut dan langsung membuang botolnya kelantai apalagi sampai-sampai botol kaca pecah dilantai karena gamad yang membuang botol tersebit kelantai,tampaklah orang-orang dari kerajaan siga terkejut dan terdiam terbengong saja karena gamad biasa-biasa saja tanpa adanya efek samping maupun kekuatan sihir gamad yang dikeluarkan untuk membatalkan efek ramuan tersebut,seketika ratu itu tersenyum dan ratu itu berkata.


"Aku sekarang sudah mengetahuinya kalau tuhan sesungguhnya memang ada selain dua orang itu."


"Aku mengetahuinya sekarang."


"Kalau tuhan sesungguhnya memanglah benar-benar kuat sekali ya."


"Aku telah mengakui sekarang!."


"Kalau pasukan dari agama itu memang benar-benar sudah tidak dikalahkan lagi!."


"Sekarang siapa lagi yang akan menentang pasukan agama itu?!."


"Aku telah mengakui pasukan dari agama itu memang benar-benar sudah tidak dikalahkan dari siapapun itu!."


"Aku akan menyerahkan tehtah kerajaanku ini kepada mereka,yang mana sudah yang aku janjikan kepada mereka."


"Jadi sekarang,aku bukanlah lagi ratu kalian semua."


"Tapi kalian harus tunduk perintah dari orang memerintah mereka-mereka tersebut."


Tampaklah sang ratu itu hanya tersenyum saja dan sebenarnya gamad memang benar-benar tidak memakai kekuatan aslinya untuk membatalkan efek ramuan tersebut akan tetapi itu memang adanya yang mana tanpa siapun membantu gamad memindahkan efek ramuan tersebut atau hal lainnya yang dapat untuk membatalkan efek ramuan tersebut akan tetapi itu benar-benar tanpa bantuan siapun yang dapat membatalkan efek ramuan tersebut,tampaklah kaisar torbot terkejut sekali tentang kerajaan siga yang telah ditundukan oleh para bawahan avi dan tampaklah kaisar tidak percaya hal tersebut,tampaklah para menterinya dan para gubernurnya hanya diam semua pada kursi-kursi mereka yang mereka sedang duduki tersebut dan kaisar torbot itu berkata.


"Ini tidak mungkin terjadi?!."


"Gimana seharusnya ramalan itu tidak seperti itu?!."


"Gimana bisa ramalan bisa berubah?!."


"Siapa merubah ramalan tersebut?!."


"Apalah siperamal norka itu berbohongkah?."


"Gimana mungkin ramalan tersebut berubah?."


"Aku sudah tidak ada cara lain,aku harus pakai cara hal itu tersebut."


"Aku akan mendatangi para raja naga untuk minta bantuan mereka."


"Untuk dapat menaklukan negara sekecil itu."


"Mereka benar-benar berani sekali mereka membuatku marah sekali."

__ADS_1


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah kaisar torbot itu mendatangi para raja naga dan meminta bantuan mereka untuk menghancurkan negara avi tersebut,tampaklah para raja naga kebingungan sekali dengan permintaan kaisar torbot tersebut dan mereka menyetujuinya tapi kaisar torbot harus membayar apa yang harus menjadi atas penembusan permintaan tersebut dan kaisar torbot itu menyetujuinya hal tersebut,tampaklah ada seseorang yang seketika tersenyum yang lagi sedang duduk dikursi singgasananya.


__ADS_2