Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Menyerang kekaiti secara besar-besaran.chapter 89


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah kekaiti yang lagi tersenyum jahat karena dia sudah tau rencananya akan digagalkan oleh avi dan kekaiti berkata.


"Begitu ya."


"Kamu sungguh bisa menyadari rencanaku ya."


"Padahal aku merahasikannya sama siapapun."


"Tapi kamu bisa tau rencanaku ya."


"Tapi kenapa dia bisa tau ya dengan rencanaku buat?."


"Tapi yang jelas kita lihat seberapa dia bisa mengetahui rencanaku segera."


Tampaklah avi yang lagi duduk dibawah pohon dan avi berkata.


"Ha,terlalu badut ya."


"Ha,apakah orang jahat disini didesain seperti seorang badutkah?."


"Karena setiap saat orang jahat akan panik sekali kalau mereka akan menuju kematiannya."


"Dan yang mana ekspresi wajah mereka seperti badut saja kalau lagi buat lucu apalagi perkataannya yang begitu lucu kalau didengar."


"Hmmmm,tapi apakah seorang badut bisa menjadi badutkah?."


"Hmmmmmmmm?."


"Masih menjadi misteri yang susah dipecahkan dengan otak kita."


Tampaklah avi seketika berdiri dari duduknya dan avi berjalan balik pulang kekotanya dia tinggal,tampaklah avi yang lagi berjalan dikotanya yang dia tinggali,tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan melihat tyga yang lagi kebingungan dengan yang dia ingin buat,tampaklah avi berjalan mendekati tyga yang lagi memikirkan sesuatu tersebut dan avi berkata.


"Kamu kenapa tyga?."


"Apa yang membuatmu bingung begitu?."


Tyga berkata.


"Ha,my lord."


"Hanya saja material ini terlalu lemah kalau menjadi alat pelindung tubuh."


"Haaaaaaaaa."


"Saya tidak tau gimana yang saya lakukan ini kedepannya dengan pembuatan alat pelindung tubuh ini tersebut."


Avi berkata.


"Alat pelindung tubuh?."


"Material apa yang kamu cari biar cocok dengan alat pelindung tubuh?."


Tyga berkata.


"Ha,soal itu ya my lord."


"Material saya cari itu berupa material berwarna gelap seperti besi kalau jadi tapi berwarna hitam."


"Dia campuran emas dengan material lainnya."


"Yang mana namanya adalah netherf."


"Dan nama material dari dua campuran itu adalah netherit."


Avi berkata.


"Oh,netherit ya."


"Tapi alat pelindung apa yang kamu maksud,tyga?."


"Alat pelindung tubuhkan baju zirah dan perisai juga bisa kalau menjadi alat pelindung tubuh."


Tyga berkata.


"Ha,soa itu ya my lord."


"Alat pelindung yang saya maksud adalah dada untuk wanita,wahai my lord."


Terkejut avi dan avi berkata.


"Ehg?!."


"Pelindung dada untuk wanita?."


"Bukannya bisa pakai baju zirahkan?."


"Kan sama-sama melindungi tubuh."


"Apalagi baju zirah lebih baik karena melindungi seluruh tubuhkan."


Tyga berkata.


"Memang benar sih,my lord."


"Tapi."


"Haaaaaaaaaaa."


"Orang itu memaksaku membuat pelindung dada untuknya."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Semoga selamat bekerja ya."


"Tapi aku belum pernah dengan ada material bernama netherit?."


Tyga berkata.


"Netherit itu adalah material paling kuat,mudah dibuat berbagai apapun itu dan banyak lain sebagainya."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Seperti baja damaskus saja ya."


"Tapi material paling lemah apa tyga?."


Tyga berkata.


"Kalau tidak salah mitrillah,my lord."


"Karena dulu dianggap kuat tapi dia mudah rapuh dengan netherit kalau diadu."


"Apalagi netherit pada posisi kesatu yang menjadi material terbaik dan terkuat diantara lainnya."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Kalau kamu mencari nether ada pada fahar karena dia suka menggali tidak jelas untuk apa dia menggali tanah sampai dalam."


"Tapi akhir-akhirnya ditutup lagi oleh fahar dengan tanah."


Tyga berkata.


"Begitu ya,my lord."


"Baik,saya akan meminta nethe sama fahar nantinya."


Avi berkata.


"Iya."


"Kalau begitu aku pamit pergi dulu ya,tyga."


Tyga berkata.


"Iya,my lord."


Tampaklah avi berjalan lagi dan tampaklah avi sedang duduk dikursi kerjanya yang ada diruang kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.


"Kalau tidak salah aku tidak pernah melihat yang namanya status kekuatan ya?."


"Tapi sudah berapa banyak perubahan pada status kekuatan tersebut ya?."


"Hmmmmmm."


"Kayaknya aku harus melihatnya-lah lebih baik."


Tampaklah avi mencoba melihat ingatannya untuk melihat status kekuatannya,tampaklah avi seketika terkejut kalau kekuatannya bertambah makin kuat saja dan sampai-sampai sudah melebihi yang sebelumnya dan avi berkata.


"Ehg?!."


"Gi-gimana mungkin ini!."


"Aku sudah makin mengerikan saja ya."


"Haaaaaaaaaa."


"Rasanya aku ingin kekuatan semengeri inilah."


"Karena bisa-bisa aku dianggap tuhan oleh para makhluk yang ada didunia ini tersebut."


"Haaaaaaaaaaaaa."


"Memang tidak masuk akal apa lagi ini ya."


"Haaaaaaaaaaaaa."


"Kekuatanku makin mengerikan sajalah."


"Memang tidak masuk akal ya,didunia ini tersebut."


"Haaaaaaaaaaaaaa."


Tampaklah kekaiti yang lagi minum sambil duduk dikursi singgasananya tersebut dan kekaiti seketika tersenyum jahat dan kekaiti berkata.

__ADS_1


"Baik,waktunya kita mulai sekarang."


"Seberapa kamu tau rencenaku buat,wahai orang misterius."


Seketika kekaiti tersenyum jahat dan tertawak jahat,tampaklah avi yang lagi duduk dikursi meja disebuah ruang kosong tidak barang sama sekalipun kecuali kursi meja yang avi duduki tersebut,tampaklah avi yang lagi memainkan sebuah catur,tampaklah seketika bans muncul dihadapan avi dengan keadaan berlutut dihadapan avi dan bans berkata.


"Lapor my lord."


Avi berkata.


"Ada apa bans?."


Bans berkata.


"Sepertinya pasukan kekaiti mulai mengeluarkan pasukan terbaik mereka,wahai my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya,bans."


Bans berkata.


"Jadi apa yang kami harus lakukan,wahai my lord."


Avi berkata.


"Hmmmmmmm?."


"Mungkin serang mereka dan cari sebuah benda bernama azoto."


Bans berkata.


"Baik,my lord."


"Saya akan melakukan yang anda perintah tersebut."


Avi berkata.


"Be-begitu ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Dia tidak tau apa itu azoto."


"Sangat tidak bisa dia temui azoto sebenarnya."


"Apalagi itu tidak sebuah benda ataupun barang."


"Karena itu tidak mungkin bisa ambil apalagi dilihat dengan mata telanjang."


"Haaaaaaaaaaa."


Bans berkata.


"Baik,kalau begitu saya pamit pergi my lord."


Avi berkata.


"Iya."


Seketika bans menghilang dari hadapan avi,tampaklah para jenderal avi dan para bawahan avi sedang mau bersiap bertempur,tampaklah pertempuranpun dimulai,tampaklah pertempuran itu begitu mengerikan sekali tapi para bawahan avi begitu kelelahan sekali karena kekuatan para bawahan kekaiti naik tinggih sekali dari para bawahan avi,tampaklah para bawahan avi bertarung terus-menerus walaupun sudah kelelahan sekali,tampaklah para bawahan kekaiti mengejek para bawahan avi begitu lemah sekali tapi para bawahan avi hanya diam saja dan para bawahan avi mundur dari pertempuran dan pemimpin pasukan kekaiti berkata.


"Hahahahahaha!."


"Sungguh lemah sekali mereka ya!."


"Apakah ini para bawahan orang itu yang disebutkan oleh tuan kekaiti."


"Tapi orang itu tidak melatih para bawahannya ya."


"Sungguh lemah sekali ya."


Tampaklah para bawahan kekaiti terus-menerus mengejek para bawahan avi karena para bawahan avi yang mereka kira lemah sekali dan avi menyadari kalau para bawahannya mundur dari pertempuran untuk menghindari masalah baru lainnya yang kenak nantinya,tampak seketika avi tersenyum jahat sambil main catur diruang kosong tersebut dan avi berkata.


"Sungguh kamu benar-benar licik ya,kekaiti."


Tampaklah para bawahan avi sudah begitu kelelahan sekali disebuah gunung batu dan avi seketika berkata dikepalah mereka.


"Aku izinkan kalian menggunakan kekuatan asli kalian semuanya."


"Tapi kalian harus mengatur kekuatan asli kalian sebaik-baiknya karena kekuatan kalian begitu mengerikan sekali."


"Aku izinkan kalian memakai kekuatan asli kalian semuanya."


Seketika para bawahan avi terkejut dengan suara yang ada didalam kepalah mereka semuanya dan zers berkata.


"Apa maksud my lord ini tersebut?."


"Aku belum mengerti dengan maksud my lord?."


Seketika mereka menyadarinya dengan maksud perkataan avi tersebut dan seketika para bawahan avi tersenyum jahat seketika dan mereka berkata semuanya.


"Ho,begitu ya."


"Itu ya,maksud anda sebenarnya ya."


Zers berkata.


"Baiklah,waktunya kita mulai sekarangkan."


Germa berkata.


"Iya,kamu benar zers."


"Waktunya kita lakukan dengan cepat."


Tampaklah para bawahan avi berubah menjadi sosok yang lain karena mereka sudah berapa kali berevolusi tanpa mereka sadari,tampaklah pakaian mereka juga berubah seperti seorang jenderal perang kerajaan saja,tampaklah seketika mereka tersenyum dan dery berkata.


"Waktunya sudah dimulai."


Tampaklah para bawahan kekaiti menjadi para bawahan avi tapi seketika mereka diserang habis-habisan oleh seseorang yang mana itu adalah para bawahan avi dan tampaklah para bawahan kekaiti terkejut kalau didepan mereka benar-benar sudah tidak masuk akal sama sekalipun dan pemimpin pasukan kekaiti berkata.


"Si-siapa kalian sebenarnya?!."


Dery berkata.


"Woi-woi,kamu sudah lupa dengan kamikah?."


"Padahal kami hanya beristiraha beberapa menit saja kamu sudah lupa dengan kami semua."


Seketika para bawahan kekaiti terkejut semuanya dan pemimpin pasukan kekaiti berkata.


"Apa jangan-jangan kalian orang itu tersebut!."


"Mana mungkin kalian bisa berubah menjadi orang lain apalagi kalian menjadi sangat kuat."


"Mana mungkin kalian orang-orang itu tersebut!."


Dery berkata.


"Ini adalah wujud asli kami sebenarnya."


"Kami tadi itu masih menggunakan wujud palsu kami sebenarnya."


"Karena kekuatan asli kami dikunci oleh tuan kami semuanya."


Seketika dery tersenyum jahat dan pemimpin pasukan kekaiti berkata.


"I-itu tidak mungkin!."


Dery berkata.


"Baiklah,waktunya dimulai."


Seketika para bawahan avi menyerang para bawahan kekaiti semuanya dengan begitu sadis sekali dan mengerikan sekali,tampaklah para bawahan kekaiti mulai terbunuh semuanya akan tetapi banyak yang kabur tapi mereka tetap dibunuh oleh para bawahan avi tanpa sisah satupun orang,tampaklah para bawahan avi sudah membunuh semua para bawahan kekaiti dan dery berkata.


"Baiklah,waktunya kita kita serang kekaiti berada tersebut."


Xeza berkata.


"Iya,kamu benar dery."


"Karena kekaiti membuatku tidak suka karena avi sudah tidak mau tersenyum lagi apalagi tatapannya sudah berubah oleh karena kekaiti perbuat tersebut."


"Nah,waktunya kita mulaikan dery."


Dery berkata.


"Kamu benar xeza."


"Kayaknya kekaiti membuatku marah karena my lord tidak tersenyum lagi karenanya."


"Waktunya kita serang mereka tersebut."


Tampaklah kekaiti seketika terkejut kalau para bawahannya sudah dibantai habis oleh para bawahan avi semuanya dan kekaiti tersenyum jahat dan seketika tertawak jahat dan kekaiti berkata.


"Ha,begitu ya."


"Kamu sungguh memang benar sudah mengetahui rencanaku ya,wahai orang misterius."


Tampaklah seketika diserang oleh seseorang yang mana seseorang itu adalah para bawahan avi yang sudah sampai ditempat kekaiti berada,tampaklah kekaiti terkejut kalau perkiraannya salah lagi dan tampaklah para bawahan avi menyerang kekaiti dengan jumlah begitu banyak sekali dan tampak para bawahan kekaiti begitu kesusahan sekali menghadapi para bawahan avi semuanya karena para bawahan avi begitu kuat sekali,tampaklah seketika kekaiti tertawak jahat kalau perkiraannya bisa salah lagi dan kekaiti berkata.


"Waw,sungguh kamu sudah diluar perkiraanku ya."


"Wahai orang misterius."


Seketika kekaiti tersenyum jahat dan tampaklah para bawahan avi sudah masuk keruangan kekaiti berada dan seketika kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berdiri dari duduknya dan kekaiti berkata.


"Waw,sungguh kalian sudah masuk keruanganku ya."


"Tapi kalian tidak bisa menangkapku loh?."


Hild berkata.


"Tidak."


"Kamu tetap bisa kami tangkap kekaiti."

__ADS_1


Kekaiti berkata.


"Ho,begitu ya."


"Tapi."


Seketika kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berkata.


"Aku belum bisa bermain-main dengan kalian semua."


Seketika kekaiti menghilang dari ruangan itu tersebut dan seketika hild tersenyum dan hild berkata.


"Oh,begitu ya."


"Baiklah,kalau itu kemauanmu kekaiti."


"Tapi kamu tetap akan ditangkap oleh tuanku nantinya."


Tampaklah para bawahan avi melaporkan kepada avi tentang tugas mereka yang sudah mereka selesaikan dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang lagi jalan-jalan dikotanya tinggal dan avi seketika berhenti berjalan karena orang yang waktu itu yang avi selamatkan yang mana dia raja negara benua waktu itu tersebut dan tampak orang itu sedang duduk menikmati sebuah teh disebuah restoran,tampaklah avi berjalan mendekati orang itu tersebut dan avi seketika duduk dikursi meja didepannya dan avi berkata.


"Jadi kenapa ada direstoran ini ya?."


"Kamu sedang ngapain disini?."


Seketika terkejut orang itu karena orang itu tidak menyadari kalau avi ada didepannya yang lagi duduk dikursi didepannya dan seketika orang itu bergemetar ketakutan sekali dan orang itu berkata.


"H-ha,avi."


"A-aku hanya meni-menikmati teh saja sih."


"Hehehehehe."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapikan kamu selalu fahar jadi kenapa kamu minta saja sama fahar sebuah teh karena dia juga hebat buat teh dengan begitu enak sekali."


Orang itu berkata.


"Ta-tapi saya kurang sopan kalau minta begituan kepada seorang jenderal anda."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi apa yang akan lakukan berikutnya?."


"Karena kamu raja negarakan."


"Dari negaramu yang hancur tersebut."


Orang itu seketika terdiam saja dan orang itu berkata.


"Saya tidak tau selanjutnya apa."


"Tapi biarkan saya belajar dengan anda tentang gimana menjadi seorang pemimpin negara yang baik dan hebat sekali."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi tidak ada gunanya kamu menjadi pemimpin negara kalau itu akan diambil lagi oleh tuhan."


"Karena itu bukanlah milikmu sepenuhnya."


Seketika orang itu terdiam dan orang itu berkata.


"Begitu ya,avi."


Avi berkata.


"Janganlah kamu memaksa dirimu menjadi pemimpin negara kalau kamu kesusahan dalam menanggapi masalah negaramu tersebut."


"Apalagi kalau kamu masih mau menjadi pemimpin negara."


"Maka pimpinlah yang baik dan janganlah kamu menjadi seorang seenak hati bersenang-senang dengan kekayaan hasil jabatanmu tersebut."


Orang itu berkata.


"Oh,begitu ya avi."


Avi berkata.


"Baiklah,kamu janganlah bersedih karena kamu ingin menjadi pemimpin negara."


"Karena seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab begitu besar sekali apalagi pemimpin negara."


"Tapi menurunku menjadi pemimpin negara itu tidak enak sama sekali."


"Karena setiap saat akan terhasut oleh perbuatan sesuka hati untuk mendapatkan kekayaan yang begitu berlimpah."


"Baiklah,aku pamit pergi dulu ya."


Tampaklah avi seketika berdiri dari duduknya dan avi berjalan lagi,tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan dikotanya yang lain sambil mengenakan jubah berwarna hitam pekat dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan karena ada seorang wanita yang lagi jongkok dengan keadaan bersedih ditepi jalan kotanya tersebut,tampaklah avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berjalan mendekati wanita itu tersebut dan avi berkata.


"Kamu kenapa wahai wanita yang sedang bersedih?."


Seketika wanita itu mengangkat kepalahnya keatas dan wanita itu berkata.


"Kamukan orang waktu itukan?."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Jadi kamu wanita waktu itu ya."


"Jadi kenapa bersedih begitu?."


"Kan sudah aku bilang kalau kesedihan jangan terlalu diberlebihan begituan."


"Karena itu tidak baik bagimu."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Tapi aku merasa aku ingin bunuh di-."


Avi berkata.


"Jangan kamu ucapkan kata begituan."


Wanita itu terkejut dengan perkataan avi tersebut dan avi berkata.


"Janganlah kamu berkata-kata yang tidak baik bagimu sendiri."


"Perkataanmu itu bukanlah perkataan yang begitu baik bagimu."


"Apalagi kalau kamu melakukan dari perkataanmu tersebut."


"Karena masalah sesuatu janganlah bunuh diri."


"Karena bunuh diri bukanlah cara terbaik bagimu."


"Karena sama saja kamu tersiksa oleh yang kamu lakukan tersebut nantinya."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Seketika wanita itu menangis dan wanita itu berkata.


"A-aku tidak tau harus gimana aku harus menghadapi masalahku ini tersebut."


"Rasanya-rasanya tuhan itu tidak a-."


Avi berkata.


"Jangan katakan itu."


"Kamu tidak boleh mengatakan tidak baik bagimu."


"Tuhan itu adil tapi kamu sendiri tidak menyadarinya."


"Kalau masalahmu janganlah kamu keluhkan karena kalau kamu keluhkan maka sama saja tidak habisnya dengan masalahmu tersebut."


"Lebih baik kamu menerima masalahmu tersebut dengan sabar dan berdoa kepada tuhan dengan masalahmu tersebut kepada tuhan."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Seketika wanita itu makin menangis dan seketika wanita itu memeluk avi dengan keadaan menangis dan avi terkejut dengan hal tersebut dan avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Bisakah kamu jangan memelukku beginian?."


"Karena aku tidak suka dipeluk."


Wanita itu berkata.


"Tidak,aku tidak mau melepasi pelukanku terhadapmu karena aku merasa nyaman kalau memelukmu beginian."


"Karena kesedihanku bisa meredah didekatmu."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kamu janganlah nangis lagi ya."


Wanita itu berkata.


"Yah,aku berjanji tidak akan menangis lagi."

__ADS_1


Avi berkata.


"Begitu ya


__ADS_2