
Sungguh menyenangkan ya."
"Sungguh menyenangkan."
"Hari-hari bersamanya,wahai tuanku."
"Memang sungguh mengangumkan."
"sungguh memang mengangumkan."
"Dulu yang mana kami bertiga melayaninya."
"Akan tetapi itu akan berakhir kekacauan yang sangat besar sekali."
"Sungguh mengangumkan."
"Dulu kami selalau melayaninya dengan kesenangan dan kebahagian akan tetapi."
"Kami walaupun tidak sepenuhnya mengurus dan melayaninya akan tetapi."
"Memang sungguh mengangumkan."
"Pada dulu kami melihatnya pertama kali,kami langsung terkagum-kagum dengannya."
"Walaupun kami dianggap seperti anak kecil baginya."
"Dan akan tetapi kami selalu ada disampingnya walaupun seperti anak kecil baginya."
"Sungguh mengangumkan."
"Sungguh mengangumkan."
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang sudah pasrah saja karena para istrinya ribut diruang kerjanya avi dan avi berkata.
"Jadi kenapa yang kalian ributkan."
Seketika mereka terdiam semuanya dan tampaklah para istri avi ketakutan sekali dan avi seketika menyadari sesuatu dan avi seketika tersenyum dan tampaklah para istri avi kebingungan dengan hal tersebut dan serena berkata.
"Kenapa anda seketika tersenyum?."
"Apa yang sedang terjadi?."
Avi berkata.
"Tidak,tidak apa-apa."
"Jadi kenapa kalian ribut pada hari ini?."
Tampaklah avi menatap tajam kearah para istrinya dan para istri avi seketika ketakutan semuanya dan mereka berkata.
"Kami tidak maksud apapun!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi apakah memang benarkah tidak ada yang terjadi?."
"Kalian ribut seperti meributi sesuatu."
Tampaklah para istri avi seketika makin ketakutan saja dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat."
"Mereka ketakutan lagi ya."
"Memang sungguh aku mengerikan sekali ya,sebagai tulang punggung keluarga."
Serena berkata.
"Kenapa kami tidak hamil sama sekalipun!."
Terkejut avi dan avi kebingungan dengan hal tersebut dan avi berkata.
"Apanya hamil?."
Serena berkata.
"Kenapa kami semua tidak hamil kecuali vema dan mila!."
Tampaklah serena cemberut dan avi tersenyum karena avi sudah mengerti yang maksud serena apa dan avi berkata.
"Ha,mungkin beberapa hari lavi kayaknya?."
Serena berkata.
"Be-begitu ya,my lord."
Tampaklah para istri avi malu sendiri dan tersenyum bahagia begitu dan avi tampak avi sudah pasrah saja dengan maksud mereka apa tersebut,tampaklah rini begitu kebingungan sekali dan sebenarnya rini adalah wanita berambut merah selain mila yang mana rini telah dinikahi avi waktu itu bersamaan menikah dengan wanita berambut putih selain azura,laura atau lain sebagainya.
Tampaklah avi berjalan mendekati rini yang lagi duduk disebuah kursi meja didapur dan avi seketika duduk dikursi tersebut dan avi berkata.
"Kamu kenapa rini?."
"Apa yang membuatmu kebingungan sekali?"
Rini berkata.
"Tidak,tidak apa-apa my lord avi."
"Hanya saja."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Rini berkata.
"Kayaknya tidak bisa menjadi terbaik bagi andalah."
"Karena apa saja yang aku lakukan selalu tidaklah benar."
"Dan aku selalu membuat kesalahan saja."
"Mungkin memang diriku tidak bisa menjadi istri terbaiklah bagi anda."
"Haaaaaaaaaaa."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Walaupun kamu selalu saja membuat kesalahan mengerjakan pekerjaan seorang istri."
"Tapi kamu masih tetap terbaik loh,bagiku."
Tampaklah avi tersenyum didepan rini dan rini terkejut dan runi berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
Seketika rini terrsenyum dan avi seketika mengelus kepalah rini dan terkejut rini dan seketika rini malu sekali dengan hal tersebut dan avi tersenyum,tampaklah kekaiti yang lagi duduk dikursi singgasananya akan tetapi tatapannya berubah seperti orang jahat dan tampaklah para bawahan kekaiti yang berlutut dihadapan kekaiti tampak ketakutan sekali karena kekaiti berubah dari kekaiti dulunya.
Tampaklah para bawahan kekaiti itu tidak berani mengangkat kepalah mereka semua karena mereka kekutan sekali karena perubahan kekaiti tersebut dan kekaiti berkata.
"Jajahlah desa-desa diberbagai tempat."
"Ambil beberapa orang-orang diberbagai desa tersebut."
"Dan paksa mereka berhubungan intim untuk mendapatkan anak-anak mereka untuk dikerja paksakan."
"Kalau sudah melahirkan maka paksa mereka lagi berhubungan intim untuk mendapatkan anak-anak mereka secara terus-menerus."
Seketika kekaiti tersenyum jahat dan para bawahannya berkata.
"Baik,tuan!."
Tampaklah avi yang lagi duduk dikursi kerjanya yang ada diruang kerjanya tampak avi yang lagi menutup kedua matanya dan avi membuka matanya dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Dia sudah berubah ya."
"Sungguh mengangumkan ya."
Seketika tersenyum jahat karena avi sudah mneyadari kalau kekaiti sudah berubah sifatnya dan terkejut para pelayan avi yang ada disamping avi karena avi tersenyum jahat dan berbicara sendirinya dan serena berkata.
__ADS_1
"Ada apa,my lord?."
"Apa yang sedang terjadi?."
Avi berkata.
"Tidak,tidak apa-apa."
"Hanya saja kakiku kram."
Terkejut para pelayan avi dan mereka berkata.
"Ehg?!."
"Be-begitu ya,my lord."
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi makan keripik kentang sambil duduk ditumpukan monster-monster yang membukit dan seketika ada bunyi terndengar oleh avi.
"Kriting."
Seketika avi terkejur dengan bunyi tersebut dan avi bingung dengan bunyi tersebut dan avi melihat didalam ingatannya kalau pencapaiannya sudah masuk yang ketujuh untuk menjadi raja kegelapan sesungguhnya paling mengerikan dan avi terkejut dengan hal tersebut.
"Sungguh menyenangkan sekali ya,tuanku."
Seketika ada sebuah retakan seperti kaca yang terpecah dan retakan itu ada didepan avi dan retakan itu pun pecah menjadi sebuah gerbang kekegelapan,tampaklah keluarlah tiga orang dari dalam gerbang kekegelapan tersebut dan gerbang kekegelapan itupun menghilang akan tetapi tiga orang itu sudah ada didepan avi dan mereka bertiga menatap tajam kearah avi dan avi berkata didalam dirinya.
"Sungguh tidak masuk akal apalagi kali ini!!!!."
"Kenapa ada tiga orang asing yang keluar dari gerbang kekegelapan!."
"Si-siapa tiga orang itu tersebut?."
Tampaklah mereka bertiga masih menatap tajam kearah avi akan tetapi seketika pandangan penglihatan mereka bertiga berubah dan pandangan mereka melihat kalau avi berubah menjadi sosok hitam pekat dan mata berwarna putih cerah,seketika kaget dan terkejut dengan hal tersebut dan tampaklah seketika mereka bertiga seperti tidak percaya yang mereka lihat tersebut dan orang yang bagian tengah berkata.
"I-itu tidak mungkinkan?."
"Tu-tuan!."
Tampaklah seketika mereka bertiga berlutut dihadapan avi dan mereka bertiga berkata.
"Lama tidak berjumpah,tuan."
Tampak avi terkejut mereka bertiga berlutut dihadapannya dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Tu-tungguh dulu sebentar."
"Ke-kenapa kalian berlutut dihadapanku dan kalian kenapa memanggilku dengan sebutan tuan begitu?."
Orang bagian tengah berkata.
"Ada apa tuan?."
"Apakah anda tidak ingat kamikah?."
"Kami biasanya melakukan begini untuk menghormati anda."
"Apakah tidak ingat kamikah,tuan?."
Avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata.
"Tidak."
"Aku ingat kalian bertiga."
"Wahai pelayanku."
Tampaklah avi seketika tersenyum jahat lagi dan mereka bertiga berkata.
"Baik."
Tampaklah mereka bertiga berdiri dan orang bagian tengah berkata.
"Kenapa wujud anda berubah menjadi wujud manusia,tuan?."
Avi berkata.
"Ha,ini hanya wujud palsu saja."
Terkejut mereka bertiga dan orang bagian tengah berkata.
"Ha,begitu ya tuan."
Seketika avi berubah menjadi wujud aslinya yaitu sosok berwarna hitam pekat dan mereka bertiga makin terkejut kalau mereka tidak mengetahuinya dan avi berkata.
"Inilah wujud asliku sebenarnya."
Orang bagian tengah berkata.
"Begitu ya,tuanku."
Seketika mereka bertiga tersenyum dan tampaklah avi bingung dengan hal tersebut dan avi berkata.
"Kenapa kalian bertiga seketika tersenyum begitu?."
Mereka bertiga berkata.
"Tidak,tidak apa-apa tuanku."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Be-begitu ya."
"Ha,baiklah kalau begitu."
Avi seketika berdiri dari duduknya dan avi seketika melompat dari tumpukan mayat-mayat monster tersebut dan avi seketika mengaktifkan skills ruang hitamnya dan seketika mayat-mayat monster itu terhisap keruang hitam tersebut dan tampaklah mereka bertiga hanya terbengong saja dan avi menyadarinya hal tersebut dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kalian terbengong begitu?."
Orang bagian tengah berkata.
"Tidak,tidak apa-apa tuanku."
"Hanya saja."
Seketika mereka bertiga tersenyum dan orang bagian tengah berkata.
"Anda makin kuat ya,wahai tuanku."
Tampaklah tiga orang itu seketika tersenyum dan avi berkata.
"Ehg?."
"Begitu ya."
"Oh iya."
"Nama kalian bertiga siapa ya?."
"Aku tidak ingat nama kalian?."
Orang bagian tengah berkata.
"Oh,begitu ya wahai tuanku."
"Nama saya adalah xeza,wahai tuanku."
"Dia adalah civ,wahai tuanku."
"Dan dia adalah karil,wahai tuanku."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah kekejaman kekaiti makin meningkat dan tampaklah orang-orang dimau melakukannya yang kekaiti suruh mereka tetap akan mendapatkan hukuman begitu berat sekali yaitu mengeksperimen orang-orang tersebut yang tidak mau menurut dengan perintah kekaiti,tampaklah mereka dieksperimenkan seperti dipaksa tidak tidur sama sekalipun sampai beberapa bulan,bereksperimen memisahkan organ tubuh ketubuh yang lain untuk disatukan kembalik dan lain sebagainya.
Tampaklah banyak desa-desa dijajah terus-menerus oleh kekaiti secara besar-besaran dan tanpa ampun sama sekalipun dan banyak orang-orang dijajah tersebut ada sebagian dieksperimeni sebagai bom waktu tapi manusia itu sendiri sebagai bom waktunya yang mana banyak orang-orang dijajah tersebut banyak yang telah mati karena kegagalan terus-menerus walaupun ada yang berhasil akan tetapi itu tetap tewas karena tidak tahan menahan rasa sakit yang mereka terima.
Tampaklah kekaiti memaksa orang-orang dijajah tersebut dikerja paksain oleh kekaiti dan terkadang mereka terkenak hukuman karena tidak patuh dengan perintah kekaiti dan tampaklah orang-orang banyak yang menangis sejadi-jadinya karena nasib yang mereka terima tersebut dan tampaklah avi yang sudah mengetahuinya kalau kekaiti makin berbuat jahat seenak hatinya dan avi mencoba memikirkan gimana mengatasi permasalahan tersebut cepat selesai biar tidak ada lagi sepenuhnya dan seketika avi mendapatkan sebuah jawabanya dan avi seketika tersenyum jahat.
__ADS_1
Tampaklah avi yang lagi berjalan menujuk sebuah kota akan tetapi avi menyamar menjadi orang waktu itu tersebut dan tampaklah avi sudah memasuki kota tersebut akan tetapi ada seseorang yang berkata.
"Tungguh sebentar."
Avipun berhenti berjalan dan membalikan badannya dan melihat seorang wanita yang mengenakan jubah cokelat yang mana wanita itu adalah waktu itu yang mana avi meninggalinya secara tiba-tiba dan wanita itu berjalan mendekati avi dan berhenti berjalan didepan avi dan avi berkata.
"Ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"Lama tidak berjumpah dengan anda."
Tampaklah wanita itu membuka penutup kepalahnya dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kamu ya."
"Jadi ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"Kenapa anda meninggali saya pada waktu itu secara tiba-tiba?."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Aku tidak bisa memberitaumu."
"Tapi mungkin itu terbaik untukmu."
"Karena kalau kamu ikut denganku maka kamu akan mendapatkan masalah baru lagi yang kamu akan terima."
Seketika wanita terdiam terbengong saja dan seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Kalau begitu saya pamit pergi du-."
Wanita itu berkata.
"Tungguh sebentar."
"Apakah saya boleh ikut menemani anda berkeliling kota ini tersebut."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Iya,boleh."
Wanita itu berkata.
"Terima kasih banyak telah menerima permintaan saya."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
Tampaklah avi berjalan lagi begitu juga wanita itu ikut berjalan dengan avi,tampaklah mereka berkeliling kota tersebut dan setelahnya avi berhenti berjalan begitu juga wanita itu tersebut berhenti berjalan dan avi berkata.
"Kalau begitu aku pamit pergi dulu ya."
Wanita itu berkata.
"Anda mau kemana habis ini?."
Avi berkata.
"Yah,mungkin keluar dari kita ini tersebut."
"Karena aku hanya ingin membeli barang itu tersebut saja."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Wanita itu seketika tersenyum dan avi berkata.
"Kalau begitu aku pamit pergi dulu ya."
Avi seketika berjalan kearah luar dari kota tersebut akan tetapi wanita itu berkata.
"Tungguh sebentar."
Avi seketika berhenti berjalan dan avi berkata.
"Iya,ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"A-apakah saya boleh i-ikut de-dengan a-and-."
Avi berkata.
"Tidak usah,itu perlu."
"Jadilah kamu sendiri jangan ikut dengan seseorang yang kamu tidak kenali."
Avi berjalan lagi dan tampaklah wanita itu terdiam saja dan tampaklah avi sudah mulai menjauh dari wanita itu tersebut dan tampak penyamaran avi sudah avi hilangi dan tampak wanita itu terkejut dengan wujud asli avi yang mana wujud avi yaitu wujud manusia berambut putih tersebut,tampaklah avi sudah keluar dari kota tersebut akan tetapi avi berhenti berjalan karena wanita itu mengejar avi sampai keluar dari kota tersebut.
Tampaklah avi membalikan badannya dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kamu mengejarku?."
Wanita itu berkata.
"A-apakah a-anda seorang anak mudakah?."
Avi berkata.
"Iya."
"Ada apa?."
Wanita itu seketika tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi."
Avi bingung karena perkataan wanita itu seolah menyedihkan dan avi berkata.
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya,anda akan pergi lagi ya."
"Jadi aku sendirian lagi ya."
"Aku pikir akan menemui lagi dengan anda dan berpetualang lagi."
"Akan tetapi."
Seketika wanita itu menangis dan wanita itu mengatakan kesedihannya yang dia terima pada saat avi meninggalinya yang mana dia sering uangnya dirampas dan lain sebagainya dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Wanita itu seketika memeluk badan avi karena tidak tahan menahan kesedihannya yang dia terima tersebut dan avi seketika tersenyum dan avi mengelus kepalah wanita itu sambil berkata.
"Begitu ya,kamu mendapati suatu masalah ya."
"Kamu boleh ikut denganku."
"Apakah kamu yakinkah ikut denganku?."
Wanita itu berkata.
"Iya,aku sangat yakin."
Avi berkata.
"Begitu ya."
__ADS_1
Seketika avi tersenyum saja sambil mengelus kepalah wanita itu tersebut.