Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Perancangan sistem perang untuk menyerang para musuh.chapter 67


__ADS_3

Tampaklah avi terdiam karena orang itu juga begitu sedih juga dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kamu juga sedih begitu juga?."


Orang itu berkata.


"Ka-karena ka-kami sa-sangat begitu ta-takut sekali,wahai raja kegelapan."


Avi berkata.


"Ketakutan?."


"Apa yang membuat kalian ketakutan?."


Orang itu berkata.


"Ka-kami takut dengan para orang-orang seperti manusia atau sebagainya."


"Ka-karena bentuk kami yang begitu jelek sekali kalau dilihat bagi mereka."


Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi aku menganggap kalian tidak jelek kok."


"Malahan mangkin cantik loh."


"Karena wajah dan tubuh kalian seperti seseorang ratu paling cantiklah."


"Walaupun kalian mengira begitu."


Seketika para wanita itu terkejut dan seketika malu sekali dong para wanita itu tersebut dan orang itu berkata.


"Be-begitu ya,wahai raja kegelapan."


"Ka-kami seperti seorang ratu cantik sekali ya?."


Tampaklah orang itu seketika tersenyum dong dan tampaklah para wanita itu tersenyum bahagia sekali dan begitu senang sekali dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.


"Jadi kalian mau kemana habis ini?."


"Karena aku dan para bawahanku akan pergi dari sini loh."


Seketika para wanita itu terdiam dong dan salah satu para wanita itu berkata.


"Begitu ya,wahai raja kegelapan."


Avi berkata.


"Apa yang kalian lakukan berikutnya?."


Seketika para wanita itu tersenyum sepakat satu sama lainnya dan avi kebingungan dong karena tersenyum sepakat begitu dan avi berkata.


"Jadi kalian akan kemana pergi setelah inikah,wahai para wanita?."


Seketika para wanita itu berlutut dihadapan avi dong dan avi terkejut dong karena mereka para wanita itu semua berlutut didepan avi dan para wanita itu berkata.


"Jadikan kami bawahanmu,wahai raja kegelapan."


"Kami menaruh setia kepadamu karena kami menyadarinya kalau andalah orang yang paling tepat untuk kami semua."


Terkejut dong avi karena perkataan para wanita itu tersebut dan avi berkata.


"Ehg?!."


"Be-begitu ya."


"A-apakah kalian yakinkah menjadi bawahanku?."


Para wanita itu berkata.


"Iya,wahai raja kegelapan."


"Kami mohon jadikan kami bawahanmu juga!."


"Kami menaruh setia kepadamu."


"Jadi kami mohon wahai raja kegelapan!."


Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Haaaaaaaaaaaaaaaa."


"Baik-baik-baiklah kalau soal itu tersebut."


"Aku menerima kalian menjadi bawahanku juga."


Seketika mereka para wanita itu tersebut senang sekali dong dan para wanita itu berkata.


"Baik,terima kasih banyak wahai raja kegelapan!."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama kok."


"Ha,kayaknya komandomu adalah fahar ya."


Tampaklah fahar terkejut dong yang avi katakan itu tersebut dan Para wanita itu berkata.


"Baik,wahai raja kegelapan!."


"Kami akan mematuhi yang anda katakan itu dan juga tuan fahar juga itu tersebut!."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah fahar berjalan mendekati avi dan berkata membisikkan ketelinga avi.


"A-anu,my lord."


Avi berkata.


"Ada apa?."


Fahar berkata.


"Ke-kenapa saya harus menjadi komando para wanita ini tersebut ya?."


Avi berkata.


"Yah,karena kamu juga robotkan?."


"Seharusnya sesama robot tuannyakan walaupun mereka setengah manusia robot."

__ADS_1


"Dan tidak sepertimu seorang robot sesuangguhnya."


Fahar berkata.


"Be-begitu ya,my lord."


"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaa."


"Kayaknya aku harus bersiap-siap deh."


"Karena para wanita biasanya terus-menerus membuat masalah saja dari pada para laki-laki."


"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa."


Avi berkata.


"Begitu ya,fahar."


Seketika fahar mundur dan kembalik ketempatnya semula berdiri dan fahar berkata.


"Haaaaaaaaaaaaaaa."


"Kayaknya aku bersiap-siap kayaknya deh."


"Karena wanita terkadang membuatku pusing sekali."


"Karena sudah merasakannya karena nona serena terus-menerus memarahiku kalau membuat kesalahan saja."


"Haaaaaaaaaaaaaaaaa."


"Memang para wanita paling sulit deh."


"Dihadapi."


"Haaaaaaaaaaaaaaa."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang sedang bersantai diruang kerjanya akan tetapi para pelayan avi ada disitu yang mana mereka ada disamping avi semua akan tetapi tampak dina tidur dipakuan kaki avi yang sedang duduk dikursi kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Kayaknya nanggala mulai terbiasa ya dengan kapal induk terbang itu tersebut ya."


"Yang mana kelompok orang-orang bersama nanggala juga sudah terbiasa juga dengan kapal induk terbang itu tersebut."


"Apalagi kalau zers."


"Yang mana zers juga sudah begitu ahli sekali dengan serangan-serangan yang ditembakkan oleh kapal selam terbang itu tersebut."


"Oh iya."


"Kayaknya juga kalau tidak salah fahar melatih para wanita itu tersebut ya?."


"Apalagi dia seterus-menerus bersabar dengan para wanita itu tersebut yang terus-menerus salah terus-menerus."


"Tapi kayaknya juga fahar tidak sadar kalau para wanita itu sangat begitu dicintai oleh para wanita-wanita itu ya."


"Yang mana banyak para wanita-wanita itu terkagum-kagum dengan fahar lakukan dan fahar kerjakan."


"Ada juga para wanita yang berpura tidak mengerti dan tau caranya untuk bertarung."


"Akan tetapi para wanita itu mau terus-menerus disisi fahar ya."


"Sungguah drama romantis sekali ya."


"Kalau dibilang atau diingat ya."


"Tapi?."


"Haaaaaaaaaaaaaaaaaa."


"Apa-apaan ini dina?."


"Dia hanya kerjaannya tidur sajalah."


"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa."


"Seharusnya seorang istri itu tidak terus-menerus tidur saja kerjaannya."


"Tapi dina ini!."


Seketika serena kesal sekali dong karena tidak tahan rasa cemburunya hal itu tersebut dan serena berkata.


"Apa-apaan dina ini!."


"Kenapa anda mengizinkan dina tidur dipangkuan kaki anda yang sedang duduk dikursi kerja anda itu tersebut!."


"Ka-kami jarang dilakukan begituan!."


"Kenapa dina dimanjakan begitu!."


"Kenapa wahai my lord avi!!!!."


Tampaklah avi sudah pasrah saja dong dan avi berkata.


"Haaaaaaaaaaaaaaaaa."


"Tidak,aku tidak memanjakannya loh."


"Tapi dia sendirilah yang tidur dipangkuan kakiku yang aku sedang duduk dikursiku."


Serena berkata.


"Be-begitu ya,my lord."


"A-apakah anda juga akan memperlakukan kami juga begitukah?."


"Seperti dina tidur dipangkuan kaki anda,my lord."


Tampaklah avi sudah pasrah saja dong dan avi berkata.


"Haaaaaaaaaaaaaa."


"Begitu ya."


Seketika avi menatap tajam serena dan avi berkata.


"Ha,baiklah kalau itu maumu serena."


Seketika serena ketakutan sekali dong dan serena berkata.


"Ba-baik,te-terima kasih banyak my lord!!!!!."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Haaaaaaaaaaaaaaaa."


Seketika dina bangun dong karena suara berisik serana itu tersebut dan dina seketika duduk dikursi dan dina seketika melihat sekitarnya karena kebingungan sekali yang apa terjadi dan seketika dina senang dong karena ada avi disampingnya yang sedang duduk dikursi dan seketika dina memeluk avi.

__ADS_1


dong dan seketika kesal sekali dong ssrena dan tampaklah avi yang sudah pasrah sekali karena hal itu tersebut dan tampaklah dina mengejek serena dong dengan tangannya ditarus kebawah mata dan ditarik kebawah dan menjulur lidahnya dan tampaklah serena mangkin kesal dong dengan hal itu tersebut dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja dengan hal itu tersebut.


Tampaklah avi suatu hari tampaklah avi yang sedang berkumpul dengan para bawahannya disuatu ruangan dan tampaklah avi dan para bawahannya duduk disebuah kursi dengan meja besar dan panjang didepan mereka semua itu tersebut dan avi berkata.


"Baiklah,kalau begitu kita mulai sekarang juga."


Tampaklah seketika avi menekan sesuatu tombol dimeja itu tersebut dan seketika muncullah hologram peta diatas meja panjang itu tersebut dan tampaklah para bawahan avi takjub dong dengan hal begituan dan avi berkata.


"Baik,kita perhatikanlah seksama."


"Banyak para musuh yang tidak tau dari mana itu."


"Tampak banyak menyerang beberapa desa-desa apalagi menunduki sebuah kota kerajaan."


"Banyaknya para orang-orang itu menyerang beberapa kota dan desa secara membabi buta."


"Haaaaaaaaaaaaaaa."


"Sebenarnya aku begitu malas sekali dengan adanya peperangan ini tersebut."


"Sebenarnya aku bisa mengatasih peperangan ini berakhir dengan cara satu detik saja sudah siap."


"Tapi kita harus berpura-pura bodoh dan lemah sekali bagi pemain pengendali peperangan ini tersebut."


"Tapi ya,banyak negara-negera kerajaan mendesakku untuk diminta tolong terjadap peperangan ini tersebut."


"Yah,aku juga tidak bisa monolaknya begitu saja karena mereka terus-menerus meminta kepadaku."


"Aku terpaksa deh,menerimanya hal itu tersebut."


"Haaaaaaaaaaaaaa."


"Tapi kalau ini aku atasih maka tidak masuk akalkan?."


"Dan kalian juga merasa bosankan karena tidak ada peperangankan."


"Karena peperangan itu berakhir begitu cepat sekali."


"Yah,mungkin begitulah."


"Akan tetapi?."


Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.


"Aku akan menikmatinya saja dengan peperangan ini saja."


"Ha,baik."


"Waktunya perancangan sistem peperangan yang aku buat."


"Perhatikanlah ini tersebut."


Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.


"Perancangan sistem peperangan yang aku buat adalah."


"Kita harus mempermainkan balik pengendali peperangan ini tersebut."


"Karena aku ingin tau apa yang terima kalau dia sudah benar-benar terpojok."


"Yang pertama adalah penyerangan secara sembunyi-sembunyi."


"Yag kedua adalah secara terang-terangan."


"Yang ketiga penggallah semua orang-orang itu kecuali yang sudah menyerah saja."


"Yang keempat seranglah titik markas sembunyi pemain pengendali peperangan ini tersebut."


"Yang kelima adalah membom bardir semua orang-orang para musuh itu secara membabi buta tanpa ampun sama sekalipun."


"Dan keenam adalah kita bunuh para jenderal dari pemain pengendali peperangan ini tersebut."


"Apakah kalian tau kalau ini adalah sebuah permainan saja."


"Kita sedang bermain permainan peperangan saja."


"Yang mana aturan menang ini adalah membuat pengendali pasukan-pasukan musuh itu tersebut dalam keadaan gelisah sekali."


"Karena peraturan ini harus dilakukan untuk mendapatkan kemenangan yang cukup bagus sekali bagi permainan ini tersebut."


"Baik,waktunya kita mulai sekarang juga."


Para bawahan avi berkata.


"Baik,my lord!."


Tampaklah avi sudah bersiap-siap memakai bajunya dan avi langsung pergi berperang dengan para bawahannya dan tampaklah para bawahan avi itu menyerang dengan sembunyi-sembunyi karena mereka melakukan yang kesatu dari.


peraturan permainan yang avi bilang itu tersebut dan tampaklah bans dan orang-orang lainnya sudah menyerang para musuh itu secara sembunyi-sembunyi dan mereka tampak membunuh orang-orang pentinggih bagi para musuh itu tersebut.


Tampaklah bans sudah berhasil membunuh semua para petinggih-petinggih para musuh itu tersebut dan tampaklah para bawahan avi menyerang tempat para musuh itu menunduki sebuah kota secara terang-terangan karena peraturan permainan avi bilang.


itu tersebut dan tampaklah para bawahan avi menyerang semua para musuh tanpa sisah sama sekalipun dan tampaklah para bawahan avi juga memenggal kepalah para musuh itu tanpa ampun sama sekali karena mereka melakukan itu dengan peraturan permainan avi bilang itu tersebut dan kapal induk terbang nanggala pimpin dan kapal selam terbang zers pimpin itu.


tersebut menembakkan sebuah rudal misil kearah kanan kapal itu tersebut dan begitu juga para bawahan avi lainnya menembakkan sihir kearah kanan yang tempat kapal terbang besar itu tersebut dimenembakkan rudal misilnya dan mereka lakukan itu dengan


peraturan keempat dari permainan avi.


bilang itu tersebut dan tampaklah para bawahan avi melakukan hal kelima dari permainan avi bilang itu tersebut yaitu membom bardir para musuh itu secara membabi buta disebuah kota yang para musuh menunduki itu tersebut dan.


tampaklah dua kapal terbang besar bisa terbang itu tersebut terus-menerus menyerang para musuh secara membabi buta tanpa ampun sama sekalipun dan tampaklah para bawahan avi melakukan hal yang keenam dari.


peraturan permainan itu tersebut dan tampaklah para bawahan avi memasuki sebuah bangunan yang ada disebuah kota para musuh duduki dan tampaklah para bawahan avi menyerang para jenderal para musuh itu secara sadis.


dan membabi buta dan tampaklah avi berjalan mendekati bangunan itu tersebut yang mana avi mendekati bangunan para bawahan avi membunuh para jenderal para musuh-musuh dan tampaklah avi memasuki bangunan itu tersebut dan avi seketika berhenti berjalan karena avi melihat kearah suatu.


buku yang terbuka disebuah meja panjang disitu tersebut dan tampaklah avi berjalan mendekati buku itu tersebut dan avi ssketika mengambilnya dan membacak buku itu tersebut dan seketika avi terkejut dong karena isi buku itu tersebut dan avi menaruh buku itu tersebut lagi kemeja panjang itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.


"Haaaaaaaaaaaaaaaa."


"Judul buku ini aneh sekali ya."


"Karena judul buku ini tersebut adalah."


"Otak ikan yang terkilir."


"Haaaaaaaaaaaa."


"Memang buku aneh sekali ya."


"Kalau secara judul sih."


"Haaaaaaaaaaa."


Tampaklah avi berjalan kearah suatu rungan dibangunan itu tersebut dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan didepan pintu ruangan karena para bawahan avi ada disitu beserta mayat-mayat dari para jenderal musuh itu yang berserakan dimana-mana dan.


tampaklah seketika para bawahan avi berlutut dihadapan avi dong dan tampaklah avi berjalan masuk kedalam ruangan itu tersebut dan seketika avi berhenti berjalan disuatu jendelah dan tampaklah avi berdiri didepan jendelah diruangan itu tersebut dan avi berkata.


"Kayaknya kita harus menungguh pemain peperangan ini tersebut mengetahuinya."

__ADS_1


"Karena aku sudah mangkin terhibur terus-menerus kapan itu karena ulahnya itu tersebut."


Seketika avi tersenyum jahat dong dan seketika avi tertawak jahat sambil melihat kearah luar jendelah itu tersebut dan tampaklah para bawahan terkejut semua dong karena yang avi katakan itu tersebut.


__ADS_2