Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Bertemu dengan para pahlawan dan para raja kegelapan didunia lain.chapter 96


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah para istri avi sedang berjalan kehutan dan tampaklah seketika para istri avi berhenti berjalan dan tampaklah para istri avi ada ditengah padang rumput luas dan serena berkata.


"Ha,bahan yang kita cari seperti cukup susah juga ya."


Freci berkata.


"Yah,kamu benar serena."


"Sangat begitu susah sekali ya,mencari bahan yang kita cari tersebut."


Serena berkata.


"Yah,gimana lagikan."


"Yah,walaupun kita sudah diberi izin oleh my lord avi."


"Tapi my lord avi begitu perhatian sekali dengan kita semua."


"Kalau terjadi apa-apa dengan kita semua."


"Apalagi kita dilarang keluarkan karena sebagai istri harus ada dirumahkan."


"Tapi yang mana kita ingin mencari bahan yang kita cari."


"Yang mana aku meminta izin kepada my lord avi."


"Tapi kayaknya my lord avi ingin dia saja mencarinya untuk kita tapi aku mengatakan kepada my lord avi kalau itu tidak usah."


"Karena yang mana my lord avi sebagai suami kitakan?."


"Dan yang mana kita tidak harus membuat seorang suami kelelahan dengan suatu barang atau benda yang kita minta tersebut."


Seketika para istri avi lainnya tersebut dan mereka berkata.


"Begitu ya."


"Kamu benar serena."


Serena berkata.


"Oh iya."


"Vema,tina dan mika tidak ikut ya?."


Freci berkata.


"Iya,mereka tidak ikut dengan kita."


"Yang mana kalau tidak salah mereka ingin merawat anak-anak mereka sih."


"Tapi anak-anak mereka sungguh melelahkan kalau diurus."


Luara berkata.


"Iya,kamu benar freci."


"Tapi kalau punya anak begitu sih."


"Tapi kita tidak boleh bilang anak kita sendiri seperti atau hal lain sebagainya."


"Karena anak itu anak kita sendiri."


Freci berkata.


"Begitu ya,laura."


Serena berkata.


"Tapi tampaknya my lord avi begitu kelelahan sekali ya."


"Dengan tugas-tugasnya yang my lord terima."


Mila berkata.


"Kamu memang benar sih,serena."


"Kayaknya my lord avi sedang sangat begitu kelelahan sekali ya,kalau dilihat."


Sebenarnya avi tidak kelelahan dengan tugas-tugasnya tapi sebaliknya avi malahan makin bersemangat saja dengan tugas-tugasnya yang dia terima karena avi memang tidak ada kerjaan sama sekalipun,serena berkata.


"Ha,vily?."


"Topimu itu kenapa kamu harus setiap hari memakainya?."


Vily berkata.


"H-ha,aku me-merasa nyaman saja dengan topi ini tersebut."


Serena berkata.


"Begitu ya."


"Tapi."


"Topimu itu kalau tidak salah dibuati oleh my lord avi ya."


"Yang mana topimu itu mirip dengan topinya zers tapi lambang ditopimu berbedah dengan milik zers ya."


Vily berkata.


"Iya,ada apa dengan topiku ini tersebut serena?."


Serena berkata.


"Ha,tidak apa-apa."


"Hanya saja topimu mirip saja dengan topi milik zers."


Vily berkata.


"Ha,kalau tidak salah kata avi."


"Topinya milik zers adalah topi kapten angkatan kelautan."


"Tapi kalau aku topiku kalau tidak salah topi angkatan udarah kalau tidak salah."


"Tapi avi mengatakan kalau lambang ditopi berbedah dengan lambang angkatan udarah."


"Hanya saja aku merasa cocok saja dengan topi buatan avi."


"Karena aku merasa diriku terlihat keren didepan avi kalau memakai topi ini tersebut."


Serena berkata.


"O-oh,begitu ya,vily."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang lagi bersantai diruang kerjanya sambil duduk dikursi kerjanya dan tampaklah seketika muncullah seseorang yang mana seseorang itu adalah seseorang yang memanggil avi dan para bawahan avi keruangan diberada secara tiba-tiba yang mana pada waktu itu dan avi berkata.


"Ha,kenapa kamu datang kesini ya?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,aku tidak ada kerjaan sih."


"Jadi aku datang kemari."


"Walaupun aku dilarang sih,datang kemari."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah serena mendengari percakapan avi dan seseorang itu dari balik pintu ruangan avi dan serena berkata dengan nada suara kecil.


"My lord sedang berbicara sama ya?."


"Kenapa ada suara seseorang yang belum pernah aku kenal sama sekalilah?."


"Sama siapa ya,my lord berbicara?."


Avi berkata.


"Jadi kamu datang kesini karena tidak ada kerjaan sama sekali ya?."


"Jadi untuk apa datang kesini karena tidak ada kerjaan sama sekalilah?."


"Kan kamu bisa mengerjakan aktifitas lainnya-kan?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,aku tidak tau sih aktifitas apa yang bagus dilakukan."


"Karena terlalu tidak bagus sama sekali bagiku."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seseorang itu berkata.


"Oh iya."


"Kamu juga tidak ada kerjaan ya?."


Avi berkata.


"Apa maksudmu?."


Seseorang itu berkata.


"Karena kamu lagi bersantai begitu diruangan ini tersebut."


Avi berkata.


"Iya,sih."


"Tapi aku memang tidak ada kerjaan sama sekali sih."


"Karena setiap saat aku mau melakukan suatu tugas yang mana itu adalah tugasku."


"Tapi para bawahanku-lah yang mengerjakan semuanya tugasku tersebut."


"Walaupun aku sudah bilang kepada mereka kalau itu adalah tugasnya tapi mereka tetap tidak memperdulikannya."


"Dan pada akhirnya mereka tetap mengerjakam semua tugasku yang mana itu adalah tugasku sebenarnya."


Seseorang itu berkata.


"Begitu ya."


"Aku juga sama sih."


Seketika avi dan seseorang itu berkata.


"Kita memang tidak kerjaan sama sekalipun yang harus dikerjakan!!!!!."


Seketika serena kaget yang lagi mendengari percakap avi dan seseorang itu dari balik pintu dan seketika seseorang itu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya dan menaruhnya kemeja avi dan seseorang itu berkata.


"Oh iya."


"Kamu tau benda ini tidak?."


Avi berkata.


"Benda?."


"Aku tidak tau benda apa ini?."


Seseorang itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Jadi benda apa ini ya?


Seseorang itu berkata.


"Benda ini adalah blok perkataan netizen."


Seketika avi terdiam karena nama benda itu cukup aneh bagi avi dan avi berkata.


"E-ehg?!."


"Blok perkataan netizen?."


Seseorang itu berkata.


"Iya,nama benda ini adalah blok perkataan netizen."


Avi berkata.


"Waw,memang nama yang cukup aneh ya."


"Bagi orang-orang menamainya ya."


Seketika seseorang itu terkejut dan seseorang itu berkata.


"Ehg!."


"Be-begitu ya."


"Kamu benar sih."


Avi berkata.


"Jadi benda ini apa gunanya ya?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,kalau tidak salah benda ini dapat melakukan apapun."


"Kalau kamu memasuki sebuah kode rahasi."


"Yah,benda ini dapat mengecilkan suatu dunia sebesar kelereng."


"Atau sebesar batu krikil."


"Atau juga menjadi suatu partikel."


"Atau juga bisa menjadi suatu partikel-partikel kecil."


"Yah,walaupun harus memasuki suatu kode dengan asal-asalan saja sih."


"Akupun sendiri tidak tau kode apa yang bisa sih."


"Ha,tapi aku kalau tidak salah pernah memasuki sebuah kode dengan asal-asalan sih."


"Tapi akhirnya apel yang ada aku makan menjadi sangat begitu kecil sekali seperti sebuah kelereng."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Benda ini cukup bahaya juga ya."


Seseorang itu seketika mengambil benda tersebut seketika benda itu menjadi kecil seperti kelereng dan seseorang itu berkata.


"Ha,memang benar sih."


"Benda ini sangat begitu menakutkan."


"Kalau orang salah saja yang memasuki suatu kode yang bisa maka akan terjadi hal sesuatu masalah begitu bahaya sekali loh."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seseorang itu berkata.


"Tapi."


Seketika seseorang itu memakan benda itu kemulutnya dan avi seketika terkejut dengan hal tersebut dan seseorang itu berkata.


"Ha,tapi benda ini bisa dimakan loh."


"Rasanyapun bisa seperti nanas."


"Tapi akan berbedah sih rasanya kalau setiap orang memakannya."


Avi seketika bingung dan avi berkata.


"Waw,tidak masuk akal apalagi ini ya."


"Sebuah benda mematikan bisa dimakan layaknya sebuah permen ya."


"Sungguh tidak masuk akal sama sekali ya."


Seseorang itu berkata.


"Kamu kenapa ya?."


Avi berkata.


"Tidak,tidak apa-apa.'


Seseorang itu berkata.


"Tenang saja soal benda itu yang bisa dimakan."


Avi berkata.


"Tidak berbahayakah?."


Seseorang itu berkata.


"Tenang saja."


"Itu tidak apa-apa."


"Hanya saja benda itu ada kekurangannya sih."


"Yang mana benda itu tidak baik menjadi suatu permainan."


"Karena tidak begitu menyenangkan sekalipun bagiku."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seseorang itu berkata.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah benda itu jarang ada sih."


"Tapi tenang saja aku masih memilikinya satu toples kaca penuh dengan ukuran seperti tadi tersebut."

__ADS_1


"Tapi kalau tidak salah aku dikasih tuhan ya."


"Apalagi biasanya aku memakannya setiap hari."


"Seperti makan ringan saja bagiku apalagi begitu enak sekali kalau dimakan setiap harinya."


Avi berkata.


"H-ha,begitu ya."


"Tapi kamu memiliki orang tuakah?."


"Karena pada waktu itu aku tidak melihat orang tuamu ditempat kamu tinggal."


Seseorang itu berkata.


"Ha,aku tidak mempunyai orang tua sih."


"Karena sejak lahir aku tidak tau orang tuaku siapa."


"Karena pada masih bayi aku dirawat oleh seseorang."


"Akan tetapi setelah aku sudah dewasa,aku sadar kalau seseorang merawatku tidak pernah aku melihatnya lagi."


"Karena pada saat bayi aku melihat sebuah cahaya saja yang begitu terang-benderang sekali."


"Aku juga tidak tau siapa yang merawatku waktu itu?."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


Seseorang itu berkata.


"Kamu kenapa begitu?."


"Apakah kamu tau siapa yang merawatku-kah?."


Avi berkata.


"Yah,tapi aku tau siapa orang merawatmu."


"Tapi aku tidak bisa bilang siapa orang yang merawatmu waktu kecil."


Seseorang itu berkata.


"Begitu ya."


"Oh iya."


"Gimana kita jalan-jalan gimana?."


Avi berkata.


"Ehg?."


"Jalan-jalan?."


"Woi,kitakan sama-sama laki-lakikan?."


"Manalah boleh?."


Seseorang itu berkata.


"Woi,jangan berpikiran begitulah."


"Aku tidak semenjijik seperti yang orang menyukai sesama jenis kelamin loh."


Avi berkata.


"Ha,begitu ya."


"Tapi kenapa kamu mau mengajaku jalan-jalan ya?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,karena kitakan tidak ada kerjaankan?."


"Jadi sesama tidak ada kerjaankan jalan-jalan entah kemana saja itu mengaksikan loh."


Avi berkata.


"Ha,begitu ya."


"Baiklah,aku terima perkataanmu tersebut."


Seseorang itu berkata.


"Okelah kalau begitu."


"Waktunya kita berangkat sekarang juga!!!."


Seketika avi dan seseorang itu menghilang entah kemana,tampaklah seketika masuk keruangan avi karena perkataan seseorang tersebut dan serena terkejut karena avi tidak ada diruangannya dan serena berkata.


"Ha!!!!!."


"Aku harus gimana sekarang!."


"M-my lord diculik!!!."


Tampaklah avi dan seseorang seketika muncul disuatu kota kerajaan yang mana mereka berdua muncul diatas jempatan dikota kerajaan tersebut dan yang mana avi dan seseorang itu muncul pada dunia lain dan avi seketika kaget karena mereka berdua muncul atas jempat disuatu kota kerajaan dan avi berkata.


"Ha,kita ada dimana ya?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,dikota kerajaan kayaknya."


"Kalau tidak salah kota ini ada disalah satu dunia lain kayaknya."


Avi berkata.


"Ehg?."


"Tungguh sebentar."


"Dunia lain?."


"Woi,manalah bisa loh kalau masuk kedunia lain seenak hatikan?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,sebenarnya aku sering sih pergi kedunia lain setiap saat karena tidak ada kerjaan sama sekali sih."


"Jadi kita nikmati sajalah didunia lain ini tersebut."


"Walaupun sebentar."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seketika avi dan seseorang itu tersenyum jahat dan tampaklah avi dan seseorang bersenang-senang menikmati kota kerajaan tersebut bersama-sama dan sampai-sampai menantang pahlawan dunia lain tersebut,sampai-sampai juga pahlawan dunia lain tersebut sudah merasa putus asa dan sampai-sampai pahlawan dunia lain tersebut ingin bunuh diri tapi avi dan seseorang itu juga harus terlibat mengatasi masalah mereka berdua lakukan yang mana mereka berdua membuat pahlawan merasa putus asa itu biar tidak jadi bunuh diri.


Tampaklah avi dan seseorang itu pergi lagi kedunia lain,tampaklah mereka berdua juga bersenang-senang juga dan menikmati kota kerajaan dan juga sambil banyak bertengkar dengan para pahlawan dan para kesatria walaupun para pahlawan dan kesatriapun dikalahkan begitu mudah sekali walaupun dibuat pingsan,tampaklah avi dan seseorang itu juga bersenda gurau terhadap semua kerajaan yang mereka berdua setiap kali datang kedunia lain,tampaklah avi sudah mendatangi sepuluh miliar dunia lain ada juga dunia lain seperti dibumi yang mana seperti mempunyai teknologi canggih sekalidan juga membunuh orang-orang yang mengaku tuhan.


Tampaklah setelahnya tampaklah avi dan seseorang itu sedang berdiri diatas dinding disuatu kota kerajaan,tampaklah ada seorang wanita yang lagi memperhatikan avi dan seseorang tersebut dari bawah dan wanita itu berkata.


"Kalian berdua tampannya!!!!."


"Apakah kalian pahlawankah?."


"Tolong bisakah kita berpacarankah?."


"Kalian begitu tampan sekali!!!."


Seketika avi dan seseorang itu tersenyum jahat dan avi berkata.


"Ha,kayaknya ada yang mengemis ya?."


Seseorang itu berkata.


"Oh,memang benar sih."


"Dia sedang mengemis begitu."


Seketika wanita itu marah-marah terhadap avi dan seseorang itu tersebut dan wanita itu berkata.


"Kurang ajar kalian berdua!!!!."


"Berani-beraninya kalian berdua!!!!."


"Eheh,apakah itukah perkataan seorang pahlawankah?."


"Hah?."


"Pantesan tidak laku ya?."


"Orangnya aja begitu."


Seketika avi dan seseorang itu makin tersenyum jahat dan avi berkata.


"Woi-woi-woi,kami tidak lagi jualan loh."


"Untuk apa kami disebuat tidak laku?."


"Hah?."


"Apakah kami jualankah?."


Seseorang itu berkata.


"Apalagi kami tidaklah tertarik dengan seorang wanita."


"Apalagi wanita itu aneh ya."


"Karena biasanya seorang wanita suka kali mengoda laki-laki."


Avi berkata didalam dirinya.


"Ha,kayak dia terlalu berlebihanlah bicara terhadap seorang wanitalah."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Tapi perkataanmu juga cukup aneh juga ya."


"Karena kamu berbicara dengan siapa?."


"Padahal kami tidak suatu katapun terhadapmu."


Seketika wanita marah sekali dan wanita itu berkata.


"Kurang ajar kalian berdua!!!!!."


"Kalian itu seperti ******."


Seseorang itu berkata.


"Hahahahahaha."


"Disensorkan perkataanmu tersebut."


"Tapi."


Seketika avi dan seseorang itu menatap tajam kearah wanita tersebut dan seseorang itu berkata.


"Tapi kami tanyak sekarang."


"Siapa kamu berbicara sekarang ini didepanmu."


"Kamu tidak tau siapa kami berdua ini siapa?."


"Hah?!."


Seketika wanita itu ketakutan sekali dan seketika wanita itu kabur dari avi dan seseorang itu dan tampaklah mereka berdua sedang bercanda tapi seseorang itu tertunduk lemas karena dia sudah mengatakan sesuatu hal kasar terhadap wanita,tampaklah avi dan seseorang itu ada diatas atap salah satu rumah penduduk disebuah kota kerajaan dan seseorang itu berkata.


"Apa yang kita lakukan dengan mahkota-mahkota ini ya?."


"Hanya saja ini terlalu banyak sih."


"Apalagi aku tidak suka pakai sebuah mahkota."


Avi berkata.


"Benar sih."


"Aku juga tidak mau memakai sebuah mahkota."


"Tapi."


"Hanya saja kita mendaparkan mahkota-mahkota ini tidak sengaja ya."


"Yang mana mahkota-mahkota ini disimpat kota kayu."


"Yang mana kota kayu itu disimpat digudang sampah."


"Hmmmm?,memang aneh sih."


"Tapi."


Seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Kita buat lembur mahkota-mahkota ini semua menjadi sebuah emas batangan besar sekali."


"Karena untuk apa pakai mahkota emas tapi tidak ada gunanya memakai sebuah mahkota-kan."


"Kecuali hanya untuk mengatakan dirinya seorang raja saja sih."


"Tapi mahkota-mahkota ini bisa mendapat banyak uang sekali."


"Yang mana kalau dijual."


"Tapi kalau tidak salah akan mendapat lima belas ribu uang koin emas ya."


Seseorang itu berkata.


"Woi,itu saja sudah uang harianku kalau membeli suatu makanan atau barang."


Avi berkata.


"Ha,begitu ya."


Tampaklah avi dan seseorang itu mulai bersenang-senang dengan beberapa dunia lain yang mereka berdua datangi dan tampaklah avi dan seseorang itu lagi berdiri diatas menara lonceng,tampaklah seketika berdua melihat wanita begitu cantik sekali dari kejauhan dan seseorang itu berkata.


"Ayo,kita kurungi dia!!!."


Avi berkata.


"Gaskan!!!."


"Kita ambil organ dalam tubuhnya saja!."


"Karena tidak penting juga selain dalam tubuh."


"Tapi rasanya kita seperti penculik anak ya?."


Seseorang itu berkata.


"Iya,sih."


"Karena tidak butuh wanita secantik apapun."


"Selain mengambil organ dalam tubuhnya karena organ dalam tubuh bisa dijual mahal loh."


"Tapi rasanya kita sudah seperti penculik anak ya."


"Haaaaaaaaaaaaa."


"Memang tidak ada kerjaan sama sekali itu sangat tidak begitu mengenakan ya."


"Karena entah mau mengapain kalau hanya diam saja dikursi atau ditempat tidur."


"Rasanya seperti mayat sajalah lama-lama kalau tidak ada kerjaan ya."


Avi berkata.


"Ha,begitu ya."


Tampaklah avi dan seseorang itu yang lagi diatas jembatan disuatu kota kerajaan didunia lain dan tampaklah seketika mereka berdua tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.


"Woi-woi-woi."


"Apakah seorang pahlawan hanya suka dikelilingi wanita-wanitakah?."


"Kan seharusnya seorang pahlawan itu membela keadilankan?."


Tampaklah seseorang sedang berbicara dengan pahlawan dengan kelompok wanita-wanitanya yang mau lagi melewati bawah jembatan dan seketika pahlawan itu tertawak dan pahlawan itu berkata.


"Ha,begitu ya."


"Ada apa denganku?."


"Apakah ada yang salahkah?."


"Ataukah mungkin kalian berdua iri denganku-kah?."


Seketika avi dan seseorang itu tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.


"Hahahahahaha."


"Ha,iri ya?."


"Untuk apa iri dengan dikelilingi semua wanita."


"Padahal tidak gunanya sama sekalikan dikelilingi banyak wanita?."


"Apalagi kamu juga sendiri tidak menikahi mereka semuakan?."


"Hah?."


"Jawablah pertanyaanku ini tersebut."


Pahlawan itu berkata.


"Oh,begitu ya."


"Kamu mulai makin seperti seorang yang iri ya?."


"Okelah kalau begitu."


"Aku akan menjawab pertanyaanmu tersebut."


"Jawabanku adalah."


"Manalah aku taulah."


"Dasar *****."

__ADS_1


Seseorang itu berkata.


"Yah,disensorkan kata kasarmu tersebut oleh penulis cerita inikan."


"Ha,tapi."


"Jawabanmu itu tidak sambungannya dengan pertanyaanku tersebut."


Seketika seseorang itu menatap tajam seseorang tersebut dan seseorang itu berkata.


"Woi,apakah kamu taukah."


"Kalau seorang pahlawan itu tidak semestinya dapat pujian dari seorang."


"Yang mana seorang pahlawan sebenarnya adalah pahlawan yang memang benar-benar membela keadilan tanpa dapat pujian apapun dari seseorang."


"Apalagi kamu taukah."


"Ada orang-orang bodoh yang merasa hebat tapi dirinya sendiri tidak mengetahui kalau dia sendiri makin jauh dari tuhan loh."


"Apalagi apakah kamu memang benar laki-laki sejatikah?."


Pahlawan itu berkata.


"Eheh."


"Hahahahahahaha."


"Iyalah aku memang benar laki-laki sejatilah."


"Perkataanmu cukup aneh juga ya."


Seseorang itu berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kamu tau laki-laki sejati itu adalah."


"Seseorang yang tidak mudah tergoda oleh godaan seorang wanita."


"Biasanya laki-laki sejati itu menjadi pemimpin tanpa dapat pujian apapun dari seseorang."


"Tapi laki-laki sejati juga tidak mudah terpengaruh dengan dunia yang membuat dirinya sendiri rusak dari hal-hal buruk yang mana bisa membuatnya jauh dari tuhan sendiri."


"Laki-laki sejati juga suka tersenyum siapa saja mau dia miskin ataupun seorang raja sekalipun."


"Laki-laki sejati juga selalu tidak pentang menyerang untuk mempertahankan harga dirinya sendiri tanpa bantuan siapapun kecuali bantuan dari tuhan."


"Jadi kamu sudah taukan laki-laki sejati gimana."


"Jadi janganlah kamu mengaku laki-laki sejati loh."


Seketika pahlawan itu marah sekali dan pahlawan itu berkata.


"Kurang ajar kamu!!!."


"Dasar kamu!!!!."


"Janganlah kamu seolah berlagak suci!!!."


"Kamu itu juga seorang pendosa jugakan!."


"Jadi jangan berlagak suci!."


"Laki-laki biasanya juga suka beginiankan."


"Jadi janganlah kamu berlagak suci."


"Kamu juga sama dengan laki-laki biasanya."


Seketika seseorang tertawak jahat dan seketika aura itu terbuka dan seseorang itu berkata.


"Aku memanglah bukan seseorang yang suci."


"Aku jugapun bukanlah laki-laki sejati karena ada yang lebih sejati dari diriku sendiri."


"Mungkin masih banyak lagi lebih hebat dariku tentang kesejatian seorang laki-laki."


"Tapi apakah kamu taukah kamu."


"Kalau seorang tidak terima kalau mereka sendiri salah."


"Biasanya mereka tertawak seolah candaan saja atau juga terdiam seperti orang bodoh."


"Yang mana dia sendiri menganggapnya biasa saja."


"Atau juga mengata-ngatakan tidak perlu,misalhnya seperti tadi yang mana dengan jangan berlagak suci."


"Itu biasanya orang-orang yang terima kalau dirinya salah."


"Manusia-manusia ini aneh ya."


"Memang benar sih,kalau didalam suatu kitab suci yang pernah aku baca kalau manusia itu menganggap hal baik itu sebagai candaan saja."


"Tapi manusia itu bodoh sekali karena dia sendiri hanya ingin dapat pujian seseorang."


"Padahal tidak gunanya sama sekalipun bagiku."


"Karena perkataan saja harus didapatkan dari mulut seseorang."


"Manusia ini aneh ya."


"Sedikit-dikit ingin dapat pujian dari seseorang."


"Tapi manusia ini aneh juga karena dia sendiri mudah sekali dibodohi oleh dunia."


"Dengan semua yang ada dunia ini sajikan terhadapmu."


"Apalagi dunia bukanlah surga tapi melainkan tempatmu beraktifitas menjadi terbaik terhadap tuhan."


"Dan dunia bukanlah tempat bermain tapi melainkan tempatmu beribadah terhadap tuhan sesungguhnya."


Seketika pahlawan itu makin marah walaupun dirinya sendiri ketakutan sekali dengan aura seseorang itu tersebut dan sebenarnya aura yang dikeluarkan oleh seseorang itu hanya satu persen saja yang dikeluarkan oleh seseorang itu tersebut dan pahlawan itu berkata.


"Kurang ajar kamu!!!!."


"Berani-beraninya kamu mengejek dunia sebagai begituan!!!."


"Eheh,tapi kamu ini irikan denganku yang dikelilingi oleh wanita-wanitakan?."


Seketika seseorang itu tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.


"Iri ya?."


"Untuk apa iri dengan seseorang yang selalu mendapatkan dosa dari seorang wanita yang mengelilinginya."


"Aku beritau deh."


"Yang paling aku irikan yang itu."


"Yang mana aku iri dengan seseorang yang selalu benar-benar taat terhadap tuhan dan selalu belajar terhadap ilmu-ilmu pengetahuan."


"Karena tuhan juga suka dengan seseorang yang selalu belajar terhadap ilmu pengetahuan loh."


Seketika pahlawan itu benar-benar makin marah walaupun dia sendiri masih ketakutandengan aura seseorang itu tersebut yang masih ada dan pahlawan itu berkata.


"Kurang ajar kamu!!!!!."


"Berani-beraninya mengejekku!!!."


"Kamu janganlah berlagak pintar juga."


"Karena kamu juga bodohkan."


"Karena untuk apa belajar kalau pelajaran itu-itu saja."


"Tidak ada yang menarik sama sekalipun dipelajari."


Seseorang itu berkata.


"Oh,begitu ya."


"Kamu taukan istilah."


"Belajarlah sampai keakar-akarnya."


"Nah kamu cabut itu akarnya maka kamu pelajarilah akar tersebut dengan teliti."


"Dan apa susahnyakan belajar."


"Apalagi kamu jugakan istilah belajarlah setinggih langit."


"Nah kamu hanya buat tangga setinggih langit."


"Nah pelajarilah langit-langit tersebut dengan detail sekali."


"Maka apa susahnya belajarkan."


"Kan masih banyakkan yang harus dipelajari."


"Tapi kamu sendirilah tidak mempelajari didaerahmu sekitar."


"Misalnya seberapa beratkah,seberapa besarkah massa tersebut,dan lain-lain sebagainya."


"Kan banyak yang kamu bisa pelajari didaerahmu sekitar."


"Tapi kamu sendiri tidak memakai otakmu memikirkan apa saja pengetahuan yang harus dipelajari."


" tapi kamu sendiri tidak peduli dengan pelajaran ilmu pengetahuan."


"Kamu itu hanya ingin selalu terlihat keren didepan banyak orang-orang."


"Padahal tidak gunanya sama sekali loh."


"Tapi lebih hebat dan mengaksikan kalau belajar ilmu pengetahuan."


"Karena lebih seru dan lebih banyak pengetahuan yang kamu pelajari."


"Dan kamu juga bisa menyebar ilmu-ilmu pengetahuanmu tersebut terhadap semua orang loh."


"Tapi kamu janganlah menyebar kesesatan terhadap semua orang."


"Karena membuat mereka seperti orang gila tidak pakai celana saja bagiku."


"Tapi kamu janganlah sombong dengan ilmu-ilmu pengetahuanmu tersebut."


"Karena ilmu pengetahuanmu tersebut bukanlah milikmu tapi milik tuhanlah."


"Dan kamu juga akan jadi bodoh kalau kamu sombong dengan ilmu pengetahuanmu miliki."


"Karena tuhan sendirilah yang membuatmu bodoh begitu."


"Jadi kamu sudah mengetahuinya sekarangkah?."


Seketika seseorang itu tersenyum dan seseorang itu berkata.


"Dah,kalau begitu kami berdua pamit pergi ya."


Seketika avi dan seseorang itu menghilang begitu saja,tampaklah avi dan seseorang itu sedang berdiri diatas dinding kerajaan dan avi berkata.


"Oh iya."


"Kita mau kemana lagi ya?."


"Atau pulang saja?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,satu lagi tempat yang ingin aku datangi."


"Yaitu entah kemana!."


Avi berkata.


"Ehg?."


"Begitu ya."


Seseorang itu berkata.


"Sudah saatnya pergi."


Seketika avi dan seseorang itu menghilang secara tiba-tiba,tampaklah ada satu ruangan yang mana diruangan itu berisi orang-orang yang disebut raja kegelapan atau raja iblis yang lagi berkumpul diruangan tersebut,tampaklah seketika dinding ruangan para raja kegelapan itu hancur sekali denngan suara berkata.


"Permisi maaf menganggu ya."


Tampaklah kaget dan terkejut semua raja kegelapan diruangan tersebut dan salah satu raja kegelapan berkata.


"Itu tidak mungkinkan?!."


"Di-dia-kan!."


"So-sosok paling menakutkan diantara raja kegelapan lainnya."


"A-apalagi orang disampingnya sama kuatnya dengan sosok mengerikan tersebut."


"Apalagi kekuatan masih dirahasia olehnya."


"Ba-bagaikan dua saudarah yang sudah lama berpisah."


Seseorang itu berkata.


"Yo,kami hanya numpang lewat saja ya."


Salah satu raja kegelapan berkata.


"Jangan bercanda kamu!."


"Mana mungkin kamu hanya ingin numpang lewat!."


Seseorang itu berkata.


"Hah?."


"Ha,ada kalian semua wahai raja kegelapan tidak ada kerjaannya sama sekali."


"Walaupun aku juga tidak ada kerjaan sih."


"Tapi apakah marahkah dengan hal begituan?."


"Padahal aku sudah sopan masuk kesini loh."


Seketika semua raja kegelapan diruangan itu tersebut berkata.


"Mana mingkin!."


"Itu tidak sama sekali sopan!!!."


Seseorang itu berkata.


"Hah?."


"Ha,begitu ya."


"Baiklah kalau begitu."


Sebenarnya itu ribut dengan avi dan seseorang itu tersebut dan avi berkata.


"Ha,apakah memang adakah manusia mempunyai tanduk dikepalahnya?."


Seseorang itu berkata.


"Ha,biasanya itu jarang sih."


"Manusia atau makhluk mempunyai tanduk setauku."


Avi berkata.


"Kalau tidak salah."


Seketika avi dan seseorang itu tersenyum jahat dan avi berkata.


"Ha,kalau tidak salah manusia atau makhluk yang mempunyai tanduk biasanya enak dimakan loh."


"Apalagi ditumis loh."


Seketika avi tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.


"Ha,itu memang benar sih."


"Biasanya makhluk yang mempunyai tanduk bisa dimakan."


"Apalagi mempunyai dua kaki dan bisa berjalan."


Avi berkata.


"Kalau tidak salah aku pernah memakan manusia bertanduk."


"Kalau tidak rasanya begitu enak sekali seperti rasa daging sapi."


"Apalagi daging manusia itu enak juga kalau panggang loh."


"Apalagi aku juga pernah makan raja kegelapan loh."


"Yang mana dia juga mempunyai tandukan dikepalahnya."


Seketika semua raja kegelapan yang ada diruangan itu ketakutan semuanya dan seketika mereka berkata.


"Dia benar-benar kanibal!!!!."


Avi berkata.


"Jadi ada yang minat mau dibunuh dan dimakan untuk teman-temanmu?."


Seketika mereka semua ketakutan semuanya dan raja kegelapan berkata semua.


"Tidak,terima kasih banyak!."


"Kami tidak minat sama sekalipun dengan hal tersebut!."


Sebenarnya avi sedang bercanda padahal avi belum pernah makan daging-dagingan begituan kecuali daging sapi dan avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Kalau ada minat maju sini kalau ada yang mau."


Seketika mereka berkata semua.


"Tidak,terima kasih banyak dengan tawaran anda!."


Seketika avi dan seseorang itu tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.


"Baiklah kalau begitu."


"Kami pamit pergi dulu ya."


Seketika avi dan seseorang itu menghilang entah kemana dan tampaklah raja kegelapan disitu hanya terdiam saja dan terbengong dengan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2