Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Peperangan dimulai.chapter 69


__ADS_3

Tampaklah avi yang masih ada disuatu ruangan dengan kaisar dan raja negara jomblo disitu dan tampaklah avi seketika menyadari sesuatu dong dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Kayaknya pasukan para musuh sudah mulai mendekati kesini sepertinya ya."


Terkejut dong mereka berdua dan kaisar itu berkata.


"Apa?!."


"Pasukan para musuh sudah mulai mendekati kesini?!."


Avi berkata.


"Begitulah."


"Kayaknya ini adalah sesuatu pertempuran sangat begitu sengit sekali kayaknya."


"Karena para musuh itu dipimpin oleh para jenderal mereka sendiri yang berjumlah tujuh belas orang jenderal."


Terkejut dong mereka berdua dan raja negara jomblo berkata.


"Apa?!."


"Para jenderal dari para musuh yang memimpinnya?!."


Avi berkata.


"Iya,itu benar."


"Kayaknya ini adalah suatu pertempuran yang begitu sangat-sangat menyeramkan sekali ya."


Seketika mereka berdua ketakutan dong karena perkataan avi itu tersebut yang begitu menakutkan sekali bagi mereka berdua dan mereka berdua berkata.


"Ehg!."


"Pe-pertempuran sa-sangat be-begitu menyeramkan!!!!!."


Tampaklah avi dan para pasukan avi sudah ada menungguh kedatangan para musuh itu akan tetapi disitu ada kaisar dan raja negara jomblo juga disitu juga dan tampaklah para musuh sudah datang dan tampaklah para musuh berhenti berjalan dan tampaklah.


pasukan avi dan pasukan para musuh saling bertatapan satu sama lain dan tampaklah para jenderal para musuh telihat terfokus kearah avi karena avi memakai sebuah topeng yang dia beli waktu itu mereka mengira dia adalah jenderal para pasukan didepan mereka itu tersebut.


Tampaklah seketika para jenderal para musuh tersenyum jahat dong karena mereka meremehkan pasukan avi dan avi juga dan seketika salah satu para jenderal para musuh berkata.


"Serang!!!!!!."


Seketika para musuh bergerak mau menyerang kearah pasukan avi dan avi menyadarinya soal itu tersebut dan avi berkata.


"Serang!!!!!!."


Tampaklah para pasukan avi dan para musuh saling bertarung satu sama lain tanpa ampun sama sskalipun dan tampaklah seketika kapal induk terbang nanggala pimpin muncul disitu dan seketika kapal induk terbang nanggala pimpin menembakkan rudal-rudal misil dan juga rudal-rudal nuklir dan tampaklah pesawat tempur mulai menjatuhkan bom-bom dari atas dan.


tampaklah para musuh banyak terkenak serangan itu tersebut dan para musuh banyak yang telah gugur semua dan tampaklah artileri mulai bermunculan keatas tanah dari dibawah tanah dan seketika artileri itu tersebut mulai menembaki para musuh dengan bom-bom secara otomatis.


Tampaklah para musuh banyak yang mulai gugur dimedan perang karena terkenak bom artileri itu tersebut dan tampaklah para jenderal para musuh ketakutan dong yang lagi sedang mengandari sebuah kuda biasa saja dan tampak seketika mereka ketakutan melihat kearah avi yang sudah membelah dua para musuh dengan.


begitu mudah sekali dan tampaklah seketika avi tersenyum jahat dong dibalik topengnya itu tersebut dan tampaklah avi berjalan mendekati para jenderal para musuh itu tersebut dan.


seketika para jenderal para musuh itu makin ketakutan sekali dong dan avi seketika berhenti berjalan didepan para jenderal para musuh itu tersebut dan tampaklah avi yang masih tersenyum jahat dibalik topengnya itu tersebut dan tampaklah para jenderal para musuh makin ketakutan sekali dong dan avi berkata.


"Baik,sekarang siapa yang akan dijadikan sate bakar ya."


Seketika para jenderal para musuh makin ketakutan sekali dong dan salah satu para jenderal para musuh itu berkata.


"A-apa maksudmu manusia aneh?!."


"A-apanya yang menjadi terakhir menjadi sate bakar?!."


Seketika avi mengkin tersenyum jahat dong dan avi seketika tertawak jahat kecil dan avi berkata.


"Yah,dagingmulah?."


"Yah,apalagikan?."


Seketika para jenderal para musuh itu makin ketakutan sekali dong dan salah satu para jenderal para musuh berkata.


"Da-daging ka-kami?!."


"A-apa kamu gilakah?!."


"A-apakah kamu kanibalisme?!!!."


Avi berkata.


"Yah,mungkin begitulah."


"Karena negaraku dilahirkan juga melakukan kanibalisme."


"Tapi itu dulu,untuk menjadi kekuatan ketebalan atau keabadian menurut negaraku."


"Tapi?."


"Makan daging kalian memang benar-benar enak loh."


"Apalagi disate."


"Hemm,mangkin enak saja kalau diingat."


"Apakah kalian mau mencoba merasakan daging kalian sendirikah disatekah?."


Seketika para jenderal para musuh benar-benar mangkin ketakutan sekali dong dan sampai-sampai buang air kecil dicelana dong karena perkataan avi itu tersebut dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Mereka buang air kecil dicelana."


"Kayaknya aku terlalu berlebihan ya."


"Candaanku ini tersebut."


"Haaaaaaaaaaaaaa."


Avi seketika tersenyum jahat dong dibalik topengnya itu tersebut dan tampaklah berjalan perlahan demi perlahan mendekati para jenderal para musuh itu tersebut sambil memegang sebuah pedang dan sambil berkata.


"Baik,waktunya sudah tiba ya."


"Aku benar-benar tidak tahan lagi ya."


"Dengan daging kalian itu tersebut."


Seketika mereka mangkin ketakutan dong dan seketika para jenderal para musuh pingsan dong dikuda mereka itu tersebut dan tubuh para jenderal para musuh itu tersebut terjatuh ketanah dari kuda-kuda mereka itu tersebut dan avi seketika berhenti berjalan dan


tampaklah avi kebingungan sekali dong karena mereka seketika pingsan begitu saja apalagi tubuh mereka terjatuh dari kuda-kuda mereka masing-masing dan seketika avi jongkok didepan para jenderal para musuh dan didepan kuda-kuda milik mereka masing-masing dan avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Mereka benar-benar pingsan ya."


"Dari ketakutan itu tersebut hal yang aku katakan itu tersebut?."


"Kayaknya aku tidak usah berbicara begituanlah."


"Haaaaaaaaaaa."


Avi berkata dengan muluntnya.


"Kayaknya lebih baik aku membawak mereka ini semua kekotalah."


"Karena mungkin aku akan menanyakkan sesuatu kepada mereka ini semua untuk mendapatkan informasi lanjut."


Tampaklah dikebesokan harinya tampaklah avi lagi memandangi kapal induk terbang nanggala pimpin itu tersebut yang lagi berhenti diudarah akan tetapi disamping avi ada kekaisaran dan raja negera jomblo disitu dan kaisar itu berkata.


"Wah,kerennya kalau dilihat dari bawah ya."


"Rasa aku ingin mempunyai kapal besar terbang inilah."


Avi berkata.


"Ehg?."


"Begitu ya."


Kaisar berkata.


"H-ha,avi."


"Apakah aku boleh mempunyai kapal besar terbang inikah?."


"Atau beritau aku cara buat kapal besar terbang ini tersebut?."


Avi berkata.


"Tidak,aku tidak akan memberitau mau apalagi memberikan kapal terbang ini tersebut."


"Karena kapal ini akan menjadi hal berbahaya sekali kalau jatuh ketangan yang salah."


"Karena kapal ini yang apa kamu kira adalah sesuatu menakutkan sekali bagi para makhluk kalau jatuh ketangan yang salah."


Kaisar itu berkata.


"Begitu ya,avi."


"Memang benar sih begitu."


"Tapi kalau dipikir-pikir memang benar juga."


"Karena sistem persenjatan perang kapal ini tersebut."


"Begitu menakutkan sekali kalau terjatuh ketangan yang salah maka."


"Akan menjadi benar-benar yang paling berbahaya bagi para makhluk."


"Apalagi jatuh ketangan orang bodoh yang terus-menerus menginginkan kekuatan begitu besar sekali."


"Haaaaaaaaaaa."


"Pastih kapal ini satu-satunya yang menjadi hal paling menakutkan sekali kalau kegenerasi keberikutnya ya."


Avi berkata.


"Ehg?!."


"Begitu ya."


"Kamu benar ya,kaisar."


Seketika avi tersenyum sampai melihat kearah kapal induk terbang nanggala pimpin itu tersebut dan tampaklah avi sedang berjalan-jalan dikota avi tinggali itu tersebut akan tetapi disamping avi ada azura dan seorang wanita yang waktu itu yang berambut pink dan tampaklah avi berjalan kearah pasar jual-beli dagang dan azura berkata.


"Anu,my lord avi?."


Avi berkata.


"Ada apa azura?."


Azura berkata.


"Kita gapain kesini ya,my lord avi?."


Avi berkata.


"Ha,soal itu ya."


"Kamu lihatlah bentar lagi gapain kita kesini."


Azura berkata.


"Begitu ya,my lord avi."


Tampaklah avi seketika memasang penjepit rambut berbentuk bunga melati dan avi berkata.


"Baik,sudah selesai sekarangkan."


Azura terkejut dong karena avi memasang sebuah penjepit rambut berbentuk bunga melati dan azura berkata.


"Ehg?!."


"Ke-kenapa a-anda membelikan saya ini ya,my lord avi?."


Avi berkata.


"Hmmm?."


"Mungkin terlihat cocok sih denganmu."


"Jadi aku juga membelikanmu juga."


"Jadi begitulah."


"Kamu memang benar-benar cantik loh azura."


"Kalau memakai penjepit rambut ini tersebut."


Tampaklah avi tersenyum didepan azura dan seketika azura tersenyum dong dan azura berkata.


"Begitu ya,my lord avi."


"Aku cantik ya."


Tampaklah azura tampak begitu senang sekali karena avi memberi sebuah penjepit rambut dan memasangkannya kerambut azura langsung dan sampai-sampai azura tersenyum-tersenyum sendiri dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.


"Ada apa azura?."


"Kenapa kamu tersenyum-tersenyum sendiri ya begitu?."


Azura berkata.

__ADS_1


"Ehg?!."


"Ti-tidak apa-apa kok,my lord."


"Ha-hanya saja saya malu menerima ini tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya,azura."


Azura berkata.


"Iya,my lord."


Tampaklah wanita yang bersama avi terus memperhatikan mereka berdua yaitu avi dan azura dari tadi dan tampaklah melanjutkan berjalan lagi dan tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi ada diruang kerjanya sambil bersantai dikursi kerjanya itu tersebut akan tetapi para istri avi ribut diruangan avi kerja itu tersebut dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja dengan hal itu tersebut dan avi menyadarinya kalau permasalah istrinya mulai memperpanjang dan avi berkata.


"Haaaaaaaaaaaa."


"Woi,kenapa berisik sekali."


"Bisa diam tidak."


Seketika para istri avi diam ketakutan sambil berkata.


"Baik,my lord avi!."


Avi berkata.


"Haaaaaaaaaa."


"Jadi ada apa kalian ribut disini?."


"Apa permasalahan terjadi kekalian itu tersebut?."


Serena berkata.


"Soal itu."


Seketika serena sangat kesal sekali dong tapi serena menahan rasa kesalnya itu tersebut dan serena berkata sambil jari telunjuk tangan kanan serena kearah azura.


"Kenapa azura bisa-bisanya mendapatkan penjepir rambut!!!."


"Aku tidak mendapatkannya juga,my lord avi."


Avi sudah menyadari hal itu tersebut dan avi berkata.


"Haaaaaaaaa."


"Baik-baik-baiklah."


"Nah ini untukmu juga serena."


Tampaklah avi menunjukkan penjepit rambut didepan serena dan serena mengambilnya itu tersebut dan tampak serena begitu senang sekali dengan hal itu tersebut dan serena berkata.


"Wah indahnya."


"Terima kasih banyak my lord avi."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama kok."


Tampaklah para istri avi lain menatap tajam kearah serena karena mereka cemburu hal itu tersebut dan seketika para istri avi ribut lagi dong sambil menunjuk-nunjukkan jari telunjuk mereka itu tersebut kearah serena dan avi sudah menyadari hal itu tersebut lagi dan tampaklah avi sudah pasrah hal itu tersebut dan avi berkata.


"Haaaaaaaaaa."


"Kayak mereka mulai ribut lagi ya."


"Haaaaaaaaaaa."


Tampaklah wanita yang berambut waktu itu memperhatikan avi da para istrinya dari awal karena wanita itu ada dari tadi diruangan avi kerja dan seketika wanita itu tersenyum dan seketika wanita itu berjalan kearah depan avi dan seketika wanita itu berhenti berjalan didepan avi dan wanita itu berkata.


"My lord harus menginterogasi para jenderal musuh itu tersebut untuk mendapatkan informasi yang didapatkan dari mereka itu tersebut."


Seketika avi tersenyum dong dan seketika para istri avi terdiam dari keributan mereka buat dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kayaknya benar sih begitu."


"Hanya saja kayaknya mereka benar susah sekali ditanyak."


"Haaaaaaaaaaa."


"Mungkin habis ini aku akan menginterogasi orang-orang itu tersebut."


"Karena yang menginterogasi orang-orang itu adalah fahar dan bawahannya saja."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,my lord."


Seketika para istri avi menatap tajam kearah wanita itu dong karena mereka cemburu karena wanita benar-benar lebih cantik dari mereka itu tersebut dan seketika avi tersenyum karena menyadari sesuatu yang akan terjadi berikutnya dan avi berkata.


"Ha,benar-benar cantik ya,hari ini ya?."


Terkejut dong wanita itu tersebut karena perkataan avi itu tersebut dan wanita itu berkata.


"Ehg?!."


"Apanya cantik my lord dari saya hari ini tersebut?."


Avi berkata.


"Pakaianmu."


"Pakaianmulah yang membuatmu begitu cantik sekali."


"Sampai-sampai kamu seperti bunga melati dan bunga mawar saja ya."


Terkejut dong wanita itu tersebut dan seketika wanita itu tersenyum dong dan wanita itu berkata.


"Begitu ya,my lord."


Seketika wanita itu tersenyum lagi dong dan tampaklah wanita itu tidak bisa menahan sifat mesumnya yang begitu berat sekali itu tersebut karena perkataan avi itu tersebut karena dulu wanita itu benar-benar seorang wanita begitu mesum sekali akan tetapi raja.


kegelapan null lah yang membuatnya tidak mesum lagi karena raja kegelapan null lah yang mengunci sifat mesum wanita itu tersebut dihati wanita itu tersebut dan seketika mata wanita itu seketika muncul sebuah sebuah cahaya berwarna pink dimata wanita itu dan berbentuk hati dan seketika avi menyadarinya itu tersebut karena avi sudah mengetahuinya kalau dirinya sudah membuka sesuatu hal dari wanita itu tersebut dan avi berkata.


"A-ada apa dengan dirimu ya?."


"Ke-kenapa da-dari tadi ka-kamu menarik napas begitu berat sekali ya?."


Tampaklah para istri avi pun kebingungan dong dengan hal itu tersebut dan seketika serena,mika,mila tersenyum jahat dong karena mereka bertiga mengetahui hal itu tersebut dong dan avi berkata.


"A-ada apa denganmu ya?."


"A-apakah kamu sak-."


Seketika wanita itu berkata.


"Aku tidak sakit loh."


Tampaklah seketika wanita itu tersenyum dong dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.


"Ja-jadi apa dong?."


"Kalau tidak sakit dirimu,jadi kenapa kamu menarik napas begitu berat sekali begitu?."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,my lord avi."


Seketika wanita itu tersenyum dong dan tampaklah wanita itu menarik napas begitu berat sekali karena sifat mesumnya tidak dapat ditahan lagi olehnya itu tersebut dan avi menyadarinya kalau wanita itu tidak dapat menahan lagi sifat mesumnya lagi dong dan avi berkata.


"Ja-jadi kenapa ya?."


"A-ada apa dengan dirimu ya?."


Tampaklah seketika wanita itu bergerak begitu cepat sekali kearah avi dan tampaklah wanita itu sudah berhasil memeluk avi yang lagi duduk dikursi kerjanya itu tersebut dan tampaklah wanita itu memeluk begitu erat sekali karena sifat mesumnya yang sudah.


tidak ditahan lagi oleh wanita itu tersebut dan tampaklah wanita itu memeluk avi dengan sambil menarik napas begitu berat sekali karena sifat mesumnya yang begitu berat sekali olehnya dan tampaklah para istri terkejut hal itu tersebut dan tampaklah para istri avi terbengong semua dong dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja dong dan avi berkata.


"A-ada apa ya?."


"Ke-kenapa kamu memelukku?."


"Bi-bisakah kamu mele-."


Wanita itu berkata.


"Tidak akan my lord avi."


"Apakah dirimu mau melakukan hal begituankah my lord avi kepadaku?."


Avi berkata.


"Haaaaaaa."


"Kayaknya tidaklah."


"Aku jug-."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,my lord avi."


"Kalau begitu."


"Apakah aku boleh menikah denganmu,wahai my lord avi?."


Tampaklah avi terkejut dong karena wanita itu berbicara ditelinga avi sebelah kanan akan tetapi wanita itu mengeluarkan suara-suara aneh yang dikeluarkan oleh wanita itu tersebut dan tampaklah avi mangkin ketakutan dong dengan hal itu tersebut dan avi berkata.


"Ehg?!."


"A-apakah kamu yakinkah?."


Wanita itu berkata.


"Iya,saya yakin wahai my lord aviku."


Avi berkata.


"Be-begitu ya."


"Haaaaaaaaaaa."


"Apakah kamu benar-benar berbohong karena hawa nafsukah?."


Tampaklah avi menatap tajam wanita itu tersebut dan wanita itu terkejut dong karena avi tidak ketakutan sama sekali lagi dan seketika wanita itu tersenyum dong dan wanita itu berkata.


"Begitu ya,my lord aviku."


"Aku benar-benar sangat begitu yakin sekali,wahai my lord aviku."


"Karena aku."


Seketika sifat mesum wanita itu tersebut mangkin berat lagi dong dan avi seketika menyadarinya hal itu tersebut dan wanita itu berkata.


"Aku memang benar-benar mencintaimu,wahai my lord aviku."


"Aku sangat suka denganmu,wahai my lord aviku."


Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baik,aku terima hal itu tersebut."


"Kamu boleh menikah denganku."


Wanita itu berkata.


"Baik!."


"Terima kasih banyak,wahai my lord avi suamiku."


Seketika avi terkejut dong karena wanita itu mengatakan itu dengan nada suara sangat begitu mesum sekali dan tampak avi sudah pasrah sekali hal itu tersebut dong dan avi berkata didalam dirinya.


"Kenapa setiap kali aku mengatakan sesuatu hal bagus kepada wanita."


"Membuat mereka begitu mesum sekali!!!!!!!!."


"Tidak masuk akal apa lagi ini tersebut!!!!!!."


Tampaklah dua hari berlalu dan tampaklah avi berdiri didepan banyak orang dikota avi tinggali itu tersebut dan avi berkata.


"Baik."


"Kita mulai sskarang juga."


"Apakah kalian bisakah memakai senjata celurit senjata khas suku madura-kah?."


Tampaklah orang-orang banyak disitu kebingungan sekali dong karena mereka tidak mengetahuinya dan tampaklah mereka saling bertanyak satu sama lain dan saling memimirkan hal itu tersebut dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.


"Kalau ada yang bisa maka."


"Kalian akan mendapatkan gelar asep atau scp."


Terkejut dong orang-orang banyak disitu dan tampaklah mereka saling bertanyak satu sama lain dong dan seketika ada yang mengangkat tangan dong dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.


"Majulah kalau kamu bisa."


Orang yang mengangkat tangan berkata.

__ADS_1


"Baik,my lord."


Tampaklah orang mengangkat tangan berjalan kearah avi dan seketika orang itu berhenti berjalan didepan avi dan seketika orang itu berlutut dihadapan avi dong dan avi berkata.


"Apakah kamu benar-benar bisakah pakai senjata celuritkah?."


Orang itu berkata.


"Iya,my lord."


"Saya bisa memakai senjata celurit itu tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi ini senjata begitu mengerikan sekali loh."


"Kalau sampai-sampai ada dimedan parang maka."


"Semua orang kepalahnya putus kalau orang yang memakainya memang benar-benar ahli sekali memakai senjata celurit itu tersebut."


Orang itu berkata.


"Begitu ya,my lord."


Avi berkata.


"Apakah kamu benar-benar bisakah memakai senjata celuritkah?."


Orang itu berkata.


"Iya,my lord."


"Saya bisa menggunakan senjata celurit itu tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Baik,waktunya pembuktian kalau kamu benar-benar bisa memakainya."


"Karena senjata ini adalah senjata untuk membela harga dirinya sendiri."


Tampaklah Semua orang terdiam terbengong dong dan tampaklah orang-orang semua berkumpul didua sisi untul mau menyaksikan hal itu tersebut dan tampaklah avi berdiri diatas pangung ditengah-tengah dua sisi orang-orang banyak didua sisi dan tampaklah orang itu berdiri dengan memegang satu senjata celurit didepan avi dan avi berkata.


"Baik,waktunya mulai sekarang juga!."


Orang itu berkata.


"Baik,my lord!."


Tampaklah orang itu seni bela diri dengan senjata celurit didepan orang-orang banyak yang menyaksikan hal itu tersebut dan tampaklah avi menatap tajam kearah orang itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.


"Begitu ya."


"Dia benar-benar bisa melakukannya ya."


Seketika avi tersenyum jahat dong dan setelahnya tampaklah orang itu berdiri didepan avi dan avi berkata.


"Baik."


"Aku akan memberimu gelar yaitu."


"Asep."


Seketika orang itu berlutut didepan avi dan orang itu berkata.


"Baik,my lord."


Avi berkata.


"Baiklah,sekarang kamu mendapatkan gelar asep."


"Yang artinya adalah animal soul erotic protection."


Seketika orang-orang banyak bersorakan selamat kepada orang itu tersebut dan orang itu berkata.


"Baik,my lord."


"Saya menerima gelar itu tersebut."


"Mungkin setelah punya anak saya."


"Saya akan memberikan nama asep yang sama dengan gelar saya."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Sebaiknya jangan deh."


"Karena aku hanya mengasal-asal saja nama gelar itu tersebut."


"Karena aku sedang bercanda soal nama gelar itu tersebut."


"Haaaaaaaaa."


"Sebaiknya aku beritau dia deh."


"Tentang hal itu tersebut karena akan membuatnya malu dia kalau ada dari bumi seperti mila yang mengetahui nama gelar itu tersebut."


"Haaaaaaaaaa."


Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang berjalan dilorong penjara dan tampaklah avi masuk kesalah satu ruangan disitu dan tampaklah para jenderal para musuh sedang diikat dan dihajar habis-habisan oleh bawahan fahar dan tampaklah avi sudah masuk kedalam ruangan itu tersebut dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan.


dan seketika duduk dikursi didepan para jenderal para musuh itu tersebut dan tampaklah kaisar dan raja negara jomblo ada disitu juga dan mereka berdua ada disisi avi yang sedang duduk dikursi dan seketika avi tersenyum jahat dong dan seketika para jenderal para musuh mulai ketakutan dong dan avi berkata.


"Jadi apakah kalian masih belum mengatakan satu pun sama sekali ya."


"Oke,baiklah kalau begitu."


Seketika avi tersenyum jahat dong dan seketika para jenderal para musuh mangkin ketakutan dong karena fahar dan bawahannya menatap tajam kearah mereka dan raja,kaisar juga menatap tajam mereka dan tambah lagi mereka berdiri disamping avi yang lagi tersenyum jahat dan itulah yang membuat mereka mangkin-mangkin ketakutan sekali dan salah satu para jenderal para musuh berkata.


"Gawat!."


"O-orang ini lebih mengerikan dari tuan kami semua!."


"Ka-karena o-orang ini lebih kuat dan mengerikan sekali dari tuan kami semua!."


Avi berkata.


"Jadi masih belum mengatakan satu pun sama sekali ya."


"Cepatlah katakan segera."


"Kan apakah kalian tidak laparkah yang terus-menerus dipukuli dan menungguh sampai malam baru makan."


"Apakah kalian tidak laparkah?."


"Katakan cepat segera."


"Biar kalian cepat makankan?."


"Dan apalagi kalau kalian memberitau."


"Kami akan memberi kalian makan begitu mewah sekali dan sebotol alkohol untuk kalian minum nantinya."


"Kalau kalian tidak mengatakannya sama sekali."


"Yah,kalian hanya mendapatkan bubur sajakan."


"Apalagi rasanya yang benar-benar tidak ada rasa sama sekalipun."


"Karena itu adalah semen loh."


Terkejut dong para jenderal para musuh itu tersebut dan tampaklah mereka mangkin ketakutan sekali dong karena avi tersenyum jahat lagi dong dan avi berkata.


"Ha,baiklah kalau begitu."


"Kalau kalian tidak mengatakannya sama sekali."


"Kalau begitu tidak ada cara lain ya."


Seketika avi mengambil sesuatu dari skills rung hitam miliknya dan tampaklah avi mengeluarkan sebuah sepotong daging dan seketika avi tersenyum dong dan tampaklah avi mengoda para jenderal para musuh dengan sepotong daging bakar itu tersebut dong dengan.


cara didekati kearah pipi mereka dan hidung mereka biar agar tergoda oleh harum daging itu tersebut karena harum sepotong daging itu benar-benar harum sekali seperti terlihat enak sekali kalau dilihat dan tampak mereka masih menahannya apalagi mereka tergeliur dengan harum sepotong daging bakar itu tersebut dan tampaklah avi menyadarinya kalau mereka masih.


menahan godaan harum daging itu tersebut dan seketika ada yang tidak tahan lagi dengan godaan sepotong daging bakar itu tersebut dong dan orang itu memakan daging itu tersebut dan avi seketika tersenyum jahat dong dan avi berkata didalam dirinya.


"Sesuai aku kira ya."


"Dan sesuai rencanaku ya."


Tampaklah para jenderal para musuh lainnya kaget dan terkejut dong dengan hal itu tersebut dan tampaklah para jenderal para musuh menasihati orang itu tersebut akan tetapi orang itu tidak memperdulikannya karena dia hanya fokus terhadap daging bakar itu tersebut yang dia makan itu tersebut dengan dipegang oleh kedua kakinya yang tidak terikat dan tampaklah seketika tersenyum jahat dong dan avi berkata.


"Bagus-bagus-bagus sekali wahai salah satu para jenderal musuh."


"Kamu benar-benar sungguh tepat sekali memilih ya."


"Karena orang-orang lain dari para jenderal musuh lainnya ini tersebut."


"Benar-benar sungguh menganggumkan sekali ya."


"Tidak memilihnya ini tersebut."


"Padahal kalian bisa menikmatinya loh."


"Sepotong daging itu tersebut."


Seketika orang itu sudah selesai makan daging itu tersebut dan avi berkata.


"Apakah daging itu benar-benar enakkah?."


Orang itu berkata.


"Iya,itu benar-benar enak sekali."


"Aku ingin memakannya setiap hari."


"Karena dagingnya empuk sekali,lembut dan terasa enak sekali rasa daging itu tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seketika avi tersenyum jahat dong dan avi seketika ketawak jahat dong dan tampak seketika para jenderal para musih mangkin ketakutan sekali dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Rasa benar-benar enak ya?."


"Tapi apakah kalian taukah daging itu apa?."


Para jenderal para musuh menggelengkan kepalahnya dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi daging itu adalah."


"Daging manusia loh."


"Dari bekas-bekas mayat-mayat pasukan kalian yang telah gugur loh."


Seketika para jenderal para musuh mangkin ketakutan sekali dong apalagi orang itu juga yang mangkin ketakutan sekali dong karena orang itu terkejut kalau avi menyebutkan kalau itu bekas-bekas mayat dari pasukan mereka pimpin dan sebenarnya daging itu tersebut adalah daging kambing bagian kaki kanannya dan tampaklah kaisar dan raja negara jomblo kebingungan sekali dong karena avi mengatakan itu.


tersebut dan tampaklah fahar tersenyum dong karena fahar mengetahui kalau avi berbohong dengan sepotong daging itu tersebut karena fahar menemani avi membakar daging itu tersebut untuk menakut-nakutkan para jenderal para musuh itu tersebut dan tampaklah para.


jenderal para musuh ribut dong dengan orang itu tersebut dan avi seketika tersenyum jahat dong dan ketawak jahat dong dan seketika orang-orang didalam ruangan itu tersebut karena tertawak jahat avi begitu keras sekali dan avi berkata.


"Jadi apakah enakkah daging manusia yang kamu makan itu tersebut?."


Tampaklah orang itu ketakutan sekali dong dan orang itu berkata.


"Da-daging itu tersebut benar-benar enak sekali."


"A-apalagi ra-rasanya yang be-begitu enak sekali."


"Ra-rasanya benar-benar mi-mirip dengan rasa daging sapi atau semacamnya."


"A-aku tidak dapat mengak-takan lagi dengan hal itu tersebut lagi."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Baguslah soal itu tersebut."


"Haaaaaaaaa."


"Baiklah,kalau begitu selamat menikmati penyiksanaan ini tersebut yang akan terjadi kekalian."


Tampaklah avi berdiri dari duduk dikursinya dan avi berjalan kearah luar ruangan penyiksaan itu tersebut dan tampaklah avi menatap tajam kesuatu dan seketika avi berkata.


"Serang!!!!!!."


Tampaklah avi berperang dengan para musuh dan tampaklah para pasukan avi bergerak menyerang para musuh itu tersebut dan tampaklah pertempuran itu tersebut begitu mengerikan sekali karena dentuman bom dimana-mana karena bom-bom berjatuhan dari atas udarah karena pesawat-pesawat.


tempurlah yang menjatuhkan bom-bom itu tersebut kebawah dan tampaklah pasukan para musuh mulai berkurang dong dan tampaklah pemain perang itu tersebut itu terkejut sekali dong karena bawahannya menyampaikan kepadanya tentang hal apa yang terjadi itu tersebut dan tampaklah avi memenangkan pertempuran itu tersebut dan tampaklah para pasukan avi bersorakan senang.

__ADS_1


dan bahagia dong dan tampaklah avi seketika tersenyum karena melihat mereka bersorakan bahagia sekali karena sudah berhasil memenangkan pertempuran itu tersebut dan avi seketika melihat kearah langit dan tampaklah avi seketika tersenyum juga.


__ADS_2