
Tertawak dan tersenyumlah kamu."
"Karena sungguh tidak ada yang melarangmu tersebut."
"Walaupun kamu tidak boleh berlebihan tertawak karena akan menjadi sesuatu yang buruk bagimu sendiri."
"Tersenyum hal sesuatu yang bagus kalau kamu melakukannya kepada seseorang."
Tampaklah seseorang hanya terdiam saja dan seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Aku ingin tau,siapa kamu sebenarnya?."
Avi berkata.
"Aku hanya orang biasa-biasa saja,bukan orang siapa-siapa."
Seseorang itu berkata.
"Apakah kamu memang benar tidak bekerja sama dengan para brine tersebutkah?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak bekerja sama dengan dengan orang-orang tersebut?."
"Apalagi aku tidak tau apa-apa dengan orang-orang tersebut?."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Avi berkata.
"Kenapa kamu ada dihutan itu?."
Seseorang itu berkata.
"Aku melarikan diri dari para brine tersebut."
"Aku sebenarnya mencoba melarikan diri kehutan itu."
"Karena kalau tidak salah adalah hutan paling mengerikan sekali kalau dilewati."
"Karena adanya monster-monster yang sangat kuatnya dengan petualang tingkat atas."
"Aku pikir,aku akan bisa terbebas dari kejaran para brine tersebut."
"Tapi malahan aku pingsan karena luka-luka yang aku terima dari mereka tersebut."
"Aku pikir kalau aku akan tiada,tapi aku masih hidup berkanmu."
Avi berkata.
"Bukan berkanku,tapi berkan tuhanlah."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Aku juga berpikir kalau senyumanku dan tawaku adalah hal sesuatu yang tidak gunanya bagiku."
"Aku ingin bertanyak kepadamu."
"Apakah benar kalau senyumanku dan tawaku tidak bergunakah?."
Avi berkata.
"Aku pikir ya,senyumanmu dan tawakmu berguna."
"Walaupun aku tidak tau pastih maksudmu apa?."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Seketika tersenyum seseorang itu dan seseorang itu berkata.
"Aku boleh tersenyum dan tertawak ya."
Avi berkata.
"Kan tidak ada yang melarangmu tertawak dan tersenyumkan?."
"Jadi tersenyumlah dan tertawaklah karena sungguh tidak yang melarangmu melakukan hal tersebut."
"Ha,siapa namamu?."
Seseorang itu berkata.
"Aku tidak mau memakai nama itu tersebut."
"Karena nama tersebut mengartikan maksud terhina bagiku."
"Nama tersebut bukan dari berasal dari orang tuaku tapi nama tersebut dari orang yang memperbudakku."
"Karena saat bagi,aku sudah menjadi bukan orang itu dan aku juga tidak tau orang tuaku siapa?."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Baiklah,kalau begitu aku kasih kamu nama."
"Walaupun hanya nama sementara saja."
Seseorang itu berkata.
"Aku tidak mempermasalahkan hal tersebut."
Avi berkata.
"Baiklah,namamu adalah erlangga."
Seseorang itu berkata.
"Ehg?."
"Erlangga?."
"Baiklah,aku terima nama tersebut walaupun hanya nama sementara saja."
"Tapi."
"Aku boleh membuat perjanjian terhadapmu."
Avi berkata.
"Membuat perjanjian?."
"Untuk apa?."
Seseorang itu berkata.
"Aku membuat perjanjian terhadapmu karena aku tidak mau pergi dari sini."
"Dan aku ingin terus bersamamu."
"Karena aku merasa dirimu paling benar dari orang lain dalam perkataan."
"Aku tidak bisa pastih maksudnya apa."
"Tapi aku merasa dirimu paling benar dari orang lain."
"Aku merasa juga kalau dirimu ada perbedaan dari orang lain."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah kamu yakin membuat perjanjian denganku?."
Seseorang itu berkata.
"Yah,aku sangat yakin terhadapmu."
Avi berkata.
"Kalau begitu,aku akan buat perjanjian tersebut."
Tampaklah seseorang itu seketika tersenyum dan tampaklah avi dan orang itu membuat perjanjian yang mana seseorang itu berjanjian akan terus ada disamping avi dan avi harus melindunginya informasi dirinya dari orang lain apalagi para brine tersebut,tampaklah satu bulan berlalu dalam membuat perjanjian tersebut dan tampaklah kehidupan seseorang itu banyak sekali membuat orang-orang tertawak dan tersenyum apalagi terkadang avi suka kali tersenyum dan tertawak atas kelakuan dari seseorang itu apalagi banyak sekali candaan-candaan yang dilakukan oleh seseorang itu yang mana kelakuannya adalah menjual haks ketempat perbudakan karena orang itu marah karena tidak diberi sebuah makanan oleh haks yang mana haks diberi tugas untuk menjaga makanan dan disuruh untuk tidak mengasih makanan kepada orang lain yang ikut dalam pekerjaan tersebut yang mana pekerjaan itu adalah berupa perdagangan kesuatu kota,yang mana avi memerintahkan para bawahannya untuk berdagang kesuatu kota kerajaan apalagi orang itu atau si erlangga ikut juga dalam hal tersebut dan erlangga tidak diberi tugas oleh hild karena setelah sampai dikota kerajaan langsung diberi tugas-tugas untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan dikota kerajaan tersebut tapi erlangga tidak diberi tugas oleh hild karena hild mengatakan kalau dia boleh melakukan apa saja yang dia lakukan apalagi erlangga menerima perkataan hild tersebut dan melakukan apa saja yang dia inginkan tapi erlangga merasa lapar dan ingin mau makan tapi dia tidak dikasih oleh haks karena hild menyuruh haks untuk tidak memberi makanan terhadap orang yang ikut dalam perpekerjaan tersebut dan harus menungguh sampai selesai baru makan.
Erlangga langsung menjual haks kesalah satu seorang penjual budak dengan mengatakan kalau haks adalah budaknya yang mengaku orang yang bukan seorang budak karena marahnya kepada haks,avi tertawak dengan hal tersebut yang dicerita oleh hild karena hild langsung membeli haks dari seorang penjual budak yang menjual haks tersebut dan hak langsung mencerita tersebut kepada avi ketika sudah kembalik kekota avi berada,tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi duduk dimeja kursi kerjanya dan avi berkata.
"Ha,ada apa lefa?."
"Kenapa kamu datang kesini?."
Tampaklah lefa ada berdiri didepan avi dan lefa berkata.
"Saya ingin bertanyak kepada anda."
"Kenapa anda suka kali tertawak dengan kelakuan erlangga?."
"Dan kenapa anda tidak tertawak dengan kelakuan kami semua?."
"Kenapa harus erlangga saja yang membuat anda tertawak?."
Avi berkata.
"Kan biasanya aku tertawakan dengan kelakuan yang kalian lakukan?."
"Tapi kelakuan kalian seperti orang umumnya dalam bekerja."
"Jadi aku tidak dapat tertawak kepada kalian semua karena aku takut malahan kalian akan merasa kalau aku mengejek kalian ketika kalau aku tertawak dengan kelakuan yang kalian lakukan tersebut."
"Tapi kenapa kamu bertanyak begitu?."
"Apakah kamu tidak suka dengan kelakuan erlangga-kah?."
Lefa berkata.
"Tidak,saya hanya ingin tau saja."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Aku tertawak dengan kelakuan erlangga karena dia benar-benar mirip dengan kelakuan seorang yang aku kenal."
"Erlangga sama miripnya kelakuannya tersebut dengan orang tersebut."
"Walaupun ada perbedaannya dari erlanggan dengan orang tersebut."
Lefa berkata.
"Oh,begitu ya my lord."
"Tapi kenapa erlangga pada saat dia telah masuk agama ini."
"Dia langsung ingin berperang dengan orang-orang yang tidak menyukai agama ini diseluruh tempat?."
Avi berkata.
"Aku tidak tau kenapa?."
"Tapi pada saat waktu itu,aku langsung menghentikannya."
"Dan mengatakan kalau belum saatnya melakukan tersebut,diapun hanya diam saja dan dia mengatakan kalau dia mengerti."
Lefa berkata.
"Oh,begitu ya my lord."
Tampaklah seketika erlangga masuk keruangan kerja avi dan tampaklah erlangga berjalan kearah avi dan berhenti berjalan,tampaklah erlangga sudah ada berdiri didepan avi dan erlangga berkata.
"Ada apa anda memanggil saya kesini,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Aku akan memberimu sebuah tugas kepadamu."
Erlangga berkata.
"Tugas apa,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Bunuhlah orang yang bernama,distro."
Erlangga berkata.
"Distro?."
"Siapa dia,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Dia merupakan sosok raja pada suatu negara yang membuat orang-orang menderita."
"Dan dia memaksa orang-orang dari daerah kekuasaannya menjadi pekerja yang dipekerjakan secara paksa,apalagi tanpa bayaran."
"Apalagi dia menjadi pusat perbudakan paling banyak,apalagi tempat menjadi perdagangan perbudakan paling banyak diantara kerajaan lain."
"Apalagi orang-orang dari daerah kekuasaan raja itu,banyak sekali meminta bantuan kepadaku."
"Jadi bunuh dia."
Erlangga berkata.
"Baik,saya akan melaksanakan tugas tersebut wahai my lord."
"Tapi itu ada didaerah mana dia tinggal,wahai my lord?."
Avi berkata.
"Siyz."
"Pada daerah bernama siyz."
Erlangga seketika terkejut dengan nama daerah yang avi katakan tersebut dan erlangga berkata.
"Apa,siyz?!."
"I-itu tidak mungkinkan?!."
Avi berkata.
"Ada apa erlangga?."
"Kenapa kamu begitu terkejut sekali dengan hal tersebut?."
Erlangga berkata.
"Tidak,tidak apa-apa wahai my lord."
"Saya akan pergi untuk mengerjakan tugas tersebut."
"Baik,kalau begitu."
"Saya pamit pergi dulu ya,wahai my lord."
Avi berkata.
"Iya."
Erlangga pun berjalan keluar dari ruang kerja avi dan tampaklah erlangga sudah memasuki kerajaan yang dimaksud oleh avi,tampaklah erlangga berhenti berjalan dan melihat kearah sebuah istana kerajaan sambil tersenyum jahat,tampaklah erlangga meminta izin kesalah satu prajurit kerajaan untuk menemui orang bernama distro tersebut dan tampaklah erlangga sudah masuk kedalam istana,apalagi erlangga sudah ada diruangan tempat distro berada dan tampaklah erlangga seketika tersenyum jahat,tampaklah orang bernama distro itu adalah lord rangga dan lord rangga berkata.
"Siapa dia,prajurit?."
Prajurit kerajaan itu berkata.
"Wahai raja,dia ingin menemuimu."
Lord rangga berkata.
"Oh,begitu ya."
"Pergi keluarlah,prajurit kerajaan."
Prajurit kerajaan itu berkata.
"Baik,tuan."
Tampaklah prajurit kerajaan itu keluar dari ruangan tersebut dan lord rangga berkata.
"Jadi,ada apa kamu datang mau menemuiku?."
Tampaklah erlangga menggunakan kelakuan-kelakuan lucunya terhadap lord rangga tersebut dan seketika erlangga tersenyum karena sudah mendapatkan celah untuk membunuh si lord rangga tersebut,tampaklah erlangga melakukan suatu kelakuan lucu terakhir kepada lord rangga tersebut dan seketika membunuh lord rangga ditempatnya,tampaklah lord rangga terkejut dengan hal tersebut akan tetapi dia tidak bisa apa-apa lagi karena disudah ditusuk oleh erlangga pada badannya dan lord rangga berkata.
"Ke-kenapa kamu melakukan hal seperti ini kepadaku?."
Tampaklah lord rangga seketika muntah darah dari mulutnya dan erlangga seketika tersenyum dan erlangga berkata.
"Apalah kamu tidak menyadari apa yang kamu lakukan selama inikah?."
Tampaklah lord rangga terkejut dengan hal tersebut karena perkataan erlangga dengan orang yang dia kenal begitu hampir sama dengan orang yang dikenal dan lord rangga berkata.
"I-itu tidak mungkinkan?!."
"I-itu mungkin dia!."
__ADS_1
"A-apakah kamu adalah di-."
Tampaklah lord rangga muntah darah lagi dari mulutnya dan seketika erlangga tersenyum dan lord rangga berkata.
"Apakah kamu,ghilan?!."
Erlangga berkata.
"Iya,aku memanglah ghilan."
"Tapi aku tidak memakai nama itu lagi."
Tampaklah lord rangga terkejut sekali dengan hal tersebut dan sebenarnya nama asli erlangga adalah ghilan akan tetapi nama tersebut sudah diganti avi dengan nama yang baru dan lord rangga berkata.
"Gimana mungkin,kamu bisa hidup?!."
"Padahal kamu sudah penuh luka begitu parah sekali?!.'
Erlangga berkata.
"Ha,soal itu ya."
"Aku ditolong oleh sekelompok seseorang."
"Apalagi disekelompok orang itu ada pemimpin mereka juga menolongku."
"Yah,akan panjang juga kalau aku menceritakannya."
"Tapi begitulah."
Lord rangga berkata.
"A-apakah kamu berniat membalas dendam terhadapku-kah?."
Erlangga berkata.
"Tidak,aku ditugaskan oleh tuanku untuk membunuhmu."
"Karena kamu sudah semena-menanya melakukan suatu pekerjaan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin negara,wahai distro."
Lord rangga berkata.
"Cih!."
"Kamu menyebut nama belakangku,kamu tidak ada sopannya terhadapku."
Erlangga berkata.
"Tapi apakah yakin,distro."
"Yah,kamu akan tidak lama lagi terpanggil oleh tuhan."
"Apalagi Kamu juga sudah bekerja sama dengan para brine yang menurutmu baik."
"Padahal tidak."
Lord rangga berkata.
"Kamu sungguh begitu psikopat kali dirimu ya."
"Walaupun kamu sudah berubah begitu banyak dirimu."
"Tapi kamu begitu psikopat sekali,seperti dulu."
Erlangga seketika tersenyum jahat dan erlangga berkata.
"Walaupun aku sudah berubah banyak pada diriku."
"Aku akan berbuat sepantasnya begitu pada orang yang menurutku salah."
"Walaupun juga,aku sudah masuk kesuatu agama yang cukup menarik sekali."
"Aku belajar banyak dari agama itu dalam kesabaran dan keimanan terhadap tuhan."
"Walaupun jiwa psikopatku masih ada."
"Tapi aku tidak bisa menunjukan jiwa psikopatku terhadap tuanku."
"Aku menganggap pemimpin dari sekelompok orang yang menyelamatku sebagai tuanku."
"Aku tidak kenapa aku bisa tunduk patuh terhadapnya,tapi aku sudah mengetahui hal tersebut apa."
Lord rangga berkata.
"Hahahahahahaha!."
"Sungguh cerita begitu menarik sekali,ghilan."
"Sungguh menarik sekali!."
"Hahahahahaha!."
"Walaupun kamu seorang psikopat yang membunuh banyak orang pada masa kamu masih menjadi budak."
"Tapi kamu tidak akan bisa melawan orang itu tau!."
"Apalagi mungkin,tuanmu itu juga akan dibun-."
Seketika erlangga makin menusuk dalam bekas luka yang tusuk yang tadi tersebut dan lord rangga pun tewas ditempat,tampaklah erlangga berjalan-jalan kesuatu desa yang mana desa tersebut daerah kekuasaan dari lord rangga walaupun dia sudah tewas dibunuh oleh erlangga apalagi jarak desa itu dari kerajaan lord rangga berjarak sepuluh meter lebih kearah utara dan tampaklah erlangga melihat desa tersebut begitu tidak layak tinggali apalagi banyak orang-orang disitu berdoa kepada patung-patung dan erlangga berkata didalam dirinya sambil berjalan.
"Kayaknya aku ajari sajalah mereka tentang agamaku ini."
"Kayaknya tidak akan mungkin sebuah patung mengabulkan suatu permintaan?."
"Padahal tidak akan pernah dikabul oleh patung-patung itu tersebut."
"Apalagi aku sudah pernah mencobanya dulu."
"Apalagi mereka telah ditipu oleh orang-orang dari agama yang mereka anut tersebut."
Tampaklah seketika erlangga tersenyum dan tampaklah erlangga mengajari orang-orang didesa tersebut dengan agamanya akan tetapi tidak satupun orang tertarik dengan ajaran erlangga,tampaklah erlangga sudah menyerah dan setelahnya tampaklah erlangga melakukan beribadah kepada tuhannya yang mana sudah masuk waktunya beribadah yang ada diagamanya,tampaklah orang-orang didesa kebingungan sekali dengan yang dilakukan erlangga tersebut dan banyak orang-orang didesa tersebut memperhatikannya apalagi orang-orang didesa tersebut banyak sekali ikut beribadah bersama erlangga karena tertariknya dengan apa yang dilakukan erlangga tersebut,tampaklah erlangga sudah selesai dalam beribadahnya akan tetapi dia terkejut kalau orang-orang didesa tersebut ikut juga dalam beribadah bersamanya dan erlangga tidak memperdulikan hal tersebut karena erlangga masih melanjutkan beribadahnya dengan berdoa kepada tuhan dan setelahnya erlangga berkata.
"Ha,kenapa bapak-ibu mengikutiku dalam beribadah ya?."
"Bukannya tadi bapak-ibu tidak memperdulikan yang aku ajari,sebelum aku melakukan beribadah?."
Salah satu orang didesa itu berkata.
"Wahai anak muda,apa yang kamu tadi lakukan tersebut?."
"Kenapa begitu enak sekali melakukan hal tersebut?."
Erlangga berkata.
"Ha,tadi itu cara beribadah diagamaku."
Salah satu orang didesa itu berkata.
"Ha,sebenarnya kamu begitu penasaran sekali yang apa kamu lakukan tersebut."
"Jadi kami mengikutimu."
Erlangga berkata.
"Oh,begitu ya."
Seketika erlangga tersenyum dan erlangga berkata.
"Kalau bapak-ibu memang menyukai cara beribadahku."
"Bapak-ibu bisa masuk keagamaku,kalau memang bapak-ibu sangat penasaran sekali dengan hal tersebut?."
Salah satu orang didesa itu berkata.
"Ta-tapi kami tidak mungkin bisa masuk keagamamu secara seenak hati."
"Karena raja dari kerajaan siyz melarang orang-orang yang menjadi daerah kekuasaannya untuk menganut agama lain,selain agama yang sudah ditentukan kepada kami dari raja siyz."
Erlangga seketika tersenyum dan erlangga berkata.
"Tenang saja,raja itu sudah tiada."
Terkejut kali orang-orang didesa itu dan para orang-orang didesa itu berkata.
"Apa!."
"Raja siyz sudah tiada?!."
"Gimana mungkin!."
Erlangga berkata.
"Apakah bapak-ibu tidak mengetahuinya-kah?."
Para orang-orang didesa itu berkata.
"Tidak,kami belum tau hal tersebut!."
Erlangga berkata.
"Jadi bapak-ibu sudah bebas sekarang dari raja siyz tersebut."
"Bapak-ibu boleh menganut agama yang aku anut ini."
"Karena bapak-ibu sudah bebas dari raja siyz tersebut."
"Tapi bapak-ibu juga boleh menganut agama lain."
"Aku juga tidak ada memaksa bapak-ibu untuk menganut agamaku."
"Jadi apa yang bapak-ibu pilih?."
Salah satu orang didesa itu berkata.
"Beritaukanlah kepada kami tentang agamamu tersebut."
Seketika erlangga tersenyum dan erlangga berkata.
"Agamaku ini adalah agama yang sederhana."
"Yang mana agamaku menyembah kepada satu tuhan."
"Yaitu tuhan sesungguhnya."
"Kami menyembah kepada satu tuhan saja dan tidak ada tuhan selain dia yang kami sembah."
"Diagamaku tidak ada namanya perbedaan antara yang kaya maupun yang miskin."
"Karena semuanya sama,tidak ada perbedaan dalam kedudukan,ras,golongan atau lain sebagainya."
Para orang didesa itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Agama yang cukup menarik juga ya."
Seketika ada yang berkata.
"Jangan tertipu oleh hipnotis perkataan dia!."
Tampaklah orang-orang didesa itu terkejut karena ada seseorang laki-laki berdiri pada disepuluh meter diarah timur dan laki-laki berjalan mendekati erlangga dan seketika berhenti berjalan karena dia sudah didepan erlangga dan laki-laki berkata.
"Asal kamu tau ya!."
"Kamu itu pembohong saja tau!."
"Manalah ada tuhan menyukai semua orang,tanpa ada perbedaan dalam kedudukan ataupun ras."
"Manalah ada tuhan seperti itu tau!."
"Tuhan itu melihat dari kedudukan dan ras makhluknya,bukan dilihat sama!."
Seketika erlangga tersenyum dan erlangga berkata.
"Apakah ada tuhan yang membeda-bedakan makhluknya dari hal-hal seperti itu?."
"Kan tidak adakan?."
"Kalau tuhan seperti maka dia bukan seorang tuhan."
"Karena tuhan tidak butuh kedudukan makhluknya ataupun rasnya."
"Yang dibutuhkan tuhan adalah iman dihatimu saja."
"Bukan kedudukan ataupun ras."
Tampaklah laki-laki marah sekali dan laki-laki itu berkata.
"Kurang ajar kamu!."
"Berani-beraninya kamu berkata-kata begitu!."
"Asal kamu tau ya!."
"Kamu itu seorang pembohong saja!."
"Aku tau kalau kamu berbohong,karena aku pernah belajar mengetahui seribu wajah orang-orang yang berubah-ubah setiap saatnya."
"Aku juga bisa berbohong sepertimu,karena aku orang yang memiliki seribu wajah."
"Jadi jangan kamu berlagak hebat ya!."
"Kamu itu tidak apa-apanya samaku tau!."
Seketika erlangga tersenyum dan erlangga berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah kamu tau,siapa pemilik seribu wajah sesungguhnya?."
Terkejutlah laki-laki tersebut dengan perkataan erlangga dan erlangga berkata.
"Apakah kamu tau,pemilik seribu wajah itu bukanlah kamu ataupun dari makhluk-makhluk yang ada disini."
"Tapi pemilik seribu wajah itu adalah dunia."
"Tempat yang kamu berdiri ini adalah pemilik seribu wajah ataupun lebih dari itu."
"Tempat ini atau dunia inilah pemilik seribu wajah yang sesungguhnya."
"Karena dunia bisa menipumu kapan itu tanpa kamu sadari sedikitpun itu."
"Jadi kamu tidak mengetahuinya?."
"Apakah kamu tau kalau dunia ini sudah menipu semua orang dengan hal-hal yang diberikan oleh dunia."
"Apalagi dunia ini sudah memperbudak orang-orang yang ada didalam dirinya dengan hal-hal tersebut,apalagi orang-orang didalam duniapun tanpa disadari mereka telah diperbudak oleh dunia ini tersebut."
"Apalagi kamu merasa hebat atau berlagak hebat dengan perkataanmu,perbuatanmu,kelakuanmu atau lain sebagainya."
"Maka dunia akan tertawak terhadapmu karena kamu sudah berhasil ditipu olehnya dan kamu telah sudah menjadi budaknya."
"Jadi apa masih mau ditipu oleh dunia?."
"Dengan perbuatanmu tersebut?."
Terdiam tertunduk laki-laki itu tersebut dan seketika erlangga tersenyum dan erlangga berkata.
"Jadi begitulah tentang agamaku."
"Walaupun banyak masih hal-hal lain dari agamaku yang lebih dari itu tapi hanya segitu saja yang aku bisa katakan kepada bapak-ibu."
"Aku tau kalau bapak-ibu hanya menanyakan tentang agamaku saja,apalagi aku tau kalau aku tidak bisa mengajak seseorang memeluk keagamaku dengan cara dipaksa."
"Jadi itu saja yang aku bisa katakan kepada bapak-ibu."
Tampaklah erlangga tersenyum dan tampaklah orang-orang didesa itu saling melihat satu sama lain karena bingung dengan perkataan erlangga dan salah satu orang didesa itu berkata.
"Wahai anak muda,beritau kepada kami gimana cara masuk keagamamu tersebut?."
Erlangga berkata.
"Cara masuk keagamaku sangat mudah sekali."
"Tinggal ucap satu kalimat saja,maka bapak-ibu akan masuk keagamaku ini tersebut."
Salah satu orang didesa itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Aku sedia masuk keagamamu tersebut!."
Tampaklah orang-orang didesa itu banyak yang mau masuk keagama erlangga anut tersebut begitu juga laki-laki itu tersebut dan tampaklah avi terkejut sekali kalau erlangga pulang membawak orang begitu banyak sekali dan avi berkata.
"Ha,erlangga."
"Siapa orang-orang yang dibelakangmu tersebut?."
Erlangga berkata.
"Ha,orang-orang dibelakang saya adalah orang-orang dari suatu desa."
"Saya membawak mereka kesini karena mereka memiliki tempat tinggal yang tidak layak ditinggali."
"Apalagi saya sudah mengajak mereka keagama islam."
"Hehehehehehehe."
"Saya minta maaf kalau saya membawak orang sebanyak ini kesini."
"Saya kasihan melihat mereka yang memiliki tempat tinggal yang buruk apalagi pemimpin dari desa merekapun begitu buruk sekali."
__ADS_1
"Tidak apa-apakah,wahai my lord."
"Tentang saya membawak mereka kesini?."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Tidak apa-apa,apa yang kamu lakukan hal sesuatu yang boleh."
"Aku tidak marah dengan hal tersebut."
Seketika avi tersenyum dan erlangga berkata.
"Baik,my lord!."
"Saya mengerti sekarang."
Tampaklah erlangga tersenyum senang sekali dan tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi berkumpul dengan para bawahannya pada disuatu ruangan dan avi berkata.
"Ha,erlangga."
"Apakah kamu dapat informasi dari raja yang kamu kudeta waktu itu?."
Erlangga berkata.
"Ada my lord."
Avi berkata.
"Apa itu."
Erlangga berkata.
"Raja yang saya kudeta waktu itu,yang mana dia telah bekerja sama dengan para brine."
"Apalagi dia bekerja sama dengan menyebut seseorang yang saya tidak tau siapa seseorang tersebut?."
Seketika gamad menatap tajam erlangga dan gamad berkata.
"Woi,erlangga."
"Kamu bilang tadi raja yang kamu kudeta itu,bekerja sama dengan seseorang?."
"Siapa seseorang tersebut?."
Erlangga berkata.
"Kan tadi sudah aku katakan kalau aku tidak tau siapa orangnya."
Gamad berkata.
"Tapi gimana bisa raja itu bekerja sama dengan seseorang yang kamu tidak ketahui?."
Seketika terkejutlah gamad dan seketika gamad tersenyum dan gamad berkata.
"Ha,erlangga."
"Apakah raja yang kamu kudeta itu,apakah dia mengatakan kalau seseorang yang bekerja sama dengan dia adalah tuan dari para brine-kah?."
Erlangga terkejut dan bingung dengan perkataan gamad tersebut dan erlangga berkata.
"Tidaklah,raja itu tidak mengatakan kalau dia bekerja sama dengan tuannya si para brine itu?."
"Tapi dia ada mengatakan sesuatu."
Gamad berkata.
"Raja itu mengatakan apa?."
Erlangga berkata.
"Raja itu mengatakan kalau aku tidak akan bisa membunuh seseorang itu,apalagi raja itu mengatakan kalau my lord mungkin akan."
"Aku tidak bisa mengatakannya."
"Karena kurang sopan kalau mengatakannya."
Seketika gamad marah sekali karena dia tau apa yang dimaksud dari perkataan erlangga tersebut dan gamad berkata.
"Apa!."
"Kurang ajar dia!."
"Berani-beraninya dia mengatakan begitu kepada my lord!."
Fahar berkata.
"Tenanglah gamad."
"Itu hanya provokasi saja."
Xeza berkata.
"Woi,gamad."
"Kamu marah tidak gunanya loh,gamad."
"Kalau marah didepan orangnya saja."
"Kalau kamu marah sekali maka bunuh saja orang yang dimaksud orang itu."
"Kan kamu bisa membunuh orang itu tanpa ampun kalau kamu benar-benar marah sekali."
Gamad berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah kamu tidak marah jugakah,xeza?."
"Bagaimana tanggapanmu tentang hal tersebut juga,xeza?."
Xeza berkata dengan tatapa tajam sekali.
"Aku akan bunuh orang itu tersebut."
"Tanpa ampun."
Gamad berkata.
"Gimana kita buat sebuah tantangan,yang mana tantangan tersebut adalah siapa cepat bunuh orang itu dan para brine."
"Maka dia diakui kuat diantara lain."
Xeza berkata.
"Gaskan."
Tampaklah para bawahan avi yang sudah pasrah saja dengan hal tersebut dan tampaklah avi hanya diam saja karena avi hanya melihat saja dan avi berkata.
"Janganlah kalian melakukan hal tersebut."
Seketika diam gamad dan xeza yang lagi ribut tersebut dan avi berkata.
"Jangan lakukan tersebut."
"Kalau kalian mau membuat sebuah tantangan maka jangan kalian melakukan hal tersebut."
"Tidak ada gunanya bagimu melakukan hal tersebut."
Gamad berkata.
"Ta-tapi my lord."
"Kan lebih baik kita bunuh saja orang itu dari pada dia hidup?."
Avi berkata.
"Gamad,aku tidak ada menyuruh melakukan tersebutkan?."
"Jadi untuk apa kamu melakukan hal tersebut?."
"Aku tidak tau siapa seseorang yang kalian maksud tersebut?."
"Tapi kenapa kalian ingin sekali membunuh seseorang itu?."
Tampaklah gamad dan xeza hanya terdiam saja dan gamad berkata.
"Ka-karena sa-saya tau kalau orang itu penyebab terjadinya masalah-masalah ini tersebut,wahai my lord."
Tampaklah gamad ketakutan sekali apalagi xeza karena mereka berdua terus ditatap tajam oleh avi dan sebenarnya avi sudah mengetahui hal tersebut tapi dia berpura-pura tidak tau apa-apa dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi apa guna bagi kalian berdua setelah melakukan tersebut?."
"Kan tidak guna bagi kaliankan setelah sudah melakukan hal tersebut?."
Tampaklah gamad dan xeza hanya terdiam tertunduk saja dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Aku tidaklah marah kepada kalian."
"Tapi kalian sebenarnya tidak mengetahui yang sebenarnya."
"Kalau kalian memilih melakukan hal tersebut maka sama saja kalian masuk kesuatu kesalahan yang kalian bikin tersebut."
"Jadi pikirkan baik-baik,apa yang kalian lakukan."
Tampaklah gamad dan xeza hanya terdiam tertunduk saja dan avi berkata.
"Sebenarnya kalian tidak boleh marah dengan kata-kata seseorang yang mengejek-ejek kalian ataupun orang yang kalian sayangi."
"Karena kalau kamu membalas ejekan dari seseorang maka sama saja tidak gunanya bagimu sendiri."
"Aku tau kalau kalian marah dengan kata-kata dari raja itu."
"Tapi kalian janganlah marah ketika aku diejek oleh orang lain,karena aku bukanlah siapa-siapa?."
"Aku hanya orang biasa-biasa saja."
"Aku juga bukanlah orang penting bagi kalian juga?."
"Jadi untuk apa kalian membelaku?."
"Kalau aku bukan siapa-siapa kalian semua."
"Aku tidaklah marah ketika aku diejek oleh orang lain atau dikatain apapun itu."
"Karena aku tidak memperdulikan perkataan mereka tersebut."
"Aku tidak tau apa yang membuat kalian marah tapi aku tau maksud kalian apa."
"Jadi melakukan itu lagi ya."
Tampaklah gamad dan xeza seketika tersenyum dan mereka berdua berkata.
"Baik,my lord."
"Kami paham,wahai my lord."
Avi berkata.
"Ha,kalau tidak salah."
"Orang bernama norka itu membuat kebohongan-kebohongan dimana-mana ya?."
"Dia membohongi orang-orang berbagai tempat,untuk membuat orang tidak menyukai agama ini ya."
Gamad berkata.
"Kurang ajar!."
"Berani-beraninya dia membohongi orang-orang dengan kebohongan tersebut!.'
Avi berkata.
"Aku tidak marah dengan kebohongan hal tersebut."
"Tapi kebohongan orang itu sungguh sudah kelewatan sekali sebenarnya."
Hild berkata.
"Wahai my lord,saya ingin bertanyak kepada anda."
"Pada waktu itu,kenapa anda bertarung dengan kaisar dari kekaisaran torbot?."
Avi berkata.
"Ha,waktu itu."
"Pada saat aku,labo,ferzy,dan gamad pergi kesuatu tempat untuk bertemu si norka."
"Tapi ditengah jalan aku dihalang oleh kaisar torbot dan kami pun bertarung dengan kaisar torbot,walaupun aku tidak tau kenapa kaisar torbot menghalangi jalan kami dan bertarung tanpa apa penyebabnya."
"Walaupun aku terlambat ketempat itu karena si norka sudah tidak ada disitu,apalagi banyak orang-orang menjadi korban atas kebohongan dia."
"Tapi si norka muncul lagi kesuatu tempat,akupun pergi kesana tapi pada waktu itu si erlangga pingsan ditengah jalan."
"Kamipun membawak erlangga kembalik kekota walaupun si norka sudah pergi dari tempat itu ketika sudah di menyelesaikan masalah erlangga."
Erlangga berkata.
"Saya minta maaf,wahai my lord."
"Atas saya yang pingsan tersebut."
Avi berkata.
"Itu tidak apa-apa,aku tidak menyalahkanmu atas pingsanmu tersebut tapi kalau itu memang sudah begitu."
"Hmmmmm?."
Gamad berkata.
"Ada apa,wahai my lord?."
"Apa yang sedang terjadi?."
Avi berkata.
"Kayaknya aku harus pergi dulu sepertinya kesuatu tempat."
Gamad berkata.
"Dimana tempat tersebut,wahai my lord."
Avi berkata.
"Dibalik dunia bumi."
Terkejut semua para bawahan avi dan mereka berkata.
"Apa!."
"Dibalik dunia bumi!."
"Gimana bisa!."
Gamad berkata.
"Jangan anda pergi sendirian,wahai my lord!."
"Karena akan cukup berbahaya untuk anda kesana!."
"Dunia dibalik dunia bumi,banyak makhluk-makhluk sangat kuat sekali wahai my lord."
Avi berkata.
"Tapi aku hanya sebentar saja pergi."
Para bawahan avi berkata.
"Itu tidak boleh!."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Tapi kenapa tidak boleh?."
"Kan hanya sebentar saja?."
Para bawahan avi berkata.
"Itu tidaklah boleh,wahai my lord!."
"Kami tidak mau anda kenapa-kenapa!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
Bans berkata.
"Wahai my lord,kenapa anda ingin pergi kedunia dibalik dunia bumi?."
Avi berkata.
"Kayaknya akan terjadi hal sesuatu yang buruk terjadi disitu."
"Apalagi ada satu dunia yang sama yang menganut agama seperti kita ini."
"Tapi dunia itu sedang dijajah secara besar-besaran oleh suatu kelompok dari dunia lain."
__ADS_1