
Tampaklah avi dan lainnya ada diruangan kerja avi dan tampaklah mereka sedang mengerjakan surat-surat yang ada dan tampaklah setelahnya avi telah selesai dan avi berkata.
"Haa,akhirnya selesai juga!."
Akan tetapi avi seketika teringat sesuatu dan tampaklah fahar dan lainnya tampak kebingungan melihat avi tampak murung dan rifer berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi melihat rifer dikursinya dan avi berkata.
"Apa maksudmu rifer?."
Rifer berkata.
"Anda tampak murung?."
Tampaklah mereka samua diruangan tersebut mengangguk dan rifer berkata.
"Apakah anda mempunyai masalahkah my lord?."
Avi menjawab.
"Tidak."
"Yang sebenarnya adalah."
"Aku belum makan dari tadi pagi!."
"Hehehehe."
Tampaklah mereka terkejut dong yang avi katakan dan mereka berkata.
"Eh!!!!."
"Anda belum makan dari tadi pagi!."
"Apakah itu benarkah my lord!."
Avi menjawab.
"Hehehe."
"Begitulah."
Refor berkata.
"Haaa."
"Memang anda selalu membuat kami ketakutan my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku benar-benar maaf tentang yang tadi?."
"Hehehehe."
Mereka menjawab.
"Tidak apa-apa kok my lord!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah avi mau mengetakan sesuatu tapi avi takut dan avi berkata.
"Oh iya?."
"Apakah kalian tau tentang hak pekemilikan sistem?."
Mereka seketika terkejut dan terdiam dan avi tampak kebingungan karena meraka seketika terdiam dan avi sadar dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Apakah kalian tau arti dari hak pekemilikan sistem?."
Rifer menjawab.
"Hak pekemilikan adalah."
"Ehem."
"Sebuah pengendali sistem yang ada distatus skills seseorang."
"Yang mana hak pekemilikan sistem adalah orang yang mengawasi seluruh skills seseorang."
"Mau dia jahat atau pun baik."
"Hak pekemilikan sistem biasanya berfungsi mengendalikan sistem status seseorang berupa skillsnya."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Hmmm."
Avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!apakah semengerikan itukah!?."
"A-akan tetapi ini terlalu cepat aku ketahui tersebut?!."
"Dan aku bisa-bisa sangkah tuhan pulak?!."
Tampaklah rifer kebingungan karena avi yang tampak kebingungan melihatnya dan rifer berkata.
"Ada apa my lord?."
"Apakah ada masalahkah?."
Avi berkata.
"Ehg!."
"Tidak kok!."
"Aku cuma sedikit terkejut doang!."
"Hehehe."
Rifer sudah menyadarinya kalau avi mempunyai hak pekemilikan sistem dan rifer berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Akan tetapi."
"Apakah anda mempunyai hak pekemilikan sistem?."
Seketika semua terkejut begitu juga avi dan avi berkata.
"Ehg!."
"Tungguh ssbentar?!."
"Apa yang kamu katakan tadi?."
Rifer berkata.
"Anda pastih sudah menjadi pekemilikan sistemkan?."
"Karena anda membahasnya tadi?."
Avi tampaklah terkejut doang dan avi berkata.
"Haaa."
"Baiklah."
"Aku akan jujur sekarang."
"Aku memang sudah menjadi pemilikan sistem."
"Akan tetapi aku tidak begitu tau pekemilikan sistem apa didunia ini?."
Tampaklah sebagian orang diruangan terkejut dan sebagian orang hanya memikirkan yang avi katakan dan fahar menjawab.
"Begitu ya my lord!."
"Berarti anda sudah dipilih ya?."
Avi berkata.
"Apa yang kamu maksud?."
Fahar menjawab.
"Anda telah dipilih untuk mengawasi atau menjaga status skills diseluruh makhluk."
Tampaklah avi tampak kebingungan yang fahar katakan dan avi pun paham yang fahar katakan dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau itu benar berarti aku harus berhati-hati demgan ancaman dari sistem seseorang ya?."
"Haaa."
"Memang sedikit aneh ya."
Tampaklah mereka semua melihat avi hanya tersenyum melihat avi doang dan setelahnya avi yang lagi memikirkan yang mereka katakan dan akan tetapi serena masuk keruangan avi kerja dan setelahnya serena berkata.
"Lapor my lord!."
Tampaklah serena berlutut dihadapan avi dan avi berkata.
"Ada apa serena?."
"Lapor my lord!."
"Saya melaporkan kalau kami para pelayan sudah menyelesaikan tugas kami yang anda berikan."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Dan seketika vema dan mila masuk keruangan avi kerja dan mereka setelahnya berlutut dihadapan avi dan avi berkata.
"Ada apa mila dan vema?."
"Apakah ada terjadi sesuatukah?."
Mereka menjawab.
"Tidak ada sama sekali my lord!."
Avi berkata.
"Jadi ada apa?."
Mereka menjawab.
"Sebenarnya kami sudah telah selesai mengerjakan tugas kami!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Dan avi seketika berdiri dari kursinya dan avi berkata.
"Kalau begitu,aku keluar sebentar."
Mereka semua terkejut karena avi akan pergi dan vema berkata.
"Akan tetapi my lord!."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berkata.
"Ada apa?."
Vema menjawab.
"Ke-kenapa anda selalu pergi dan keluar setiap hari?."
Avi berkata.
"Ehg!soal itu ya."
"Biasanya aku hanya melihat-lihat hutan saja."
"Tidak kemana-mana sih?."
"Hehehe."
Vema pun paham dan vema berkata.
"Bolehkah saya ikut dengan anda?."
Seketika serena dan mila terkejut dan seketika marah dan avi berkata.
"Ehg!."
"Ta-tapi untuk apa mengikutiku?."
"Padahal hanya melihat-lihat hutan saja?."
Vema berkata.
"Itu seharusnya pekerjaan pelayan untuk menemani tuannya."
"Jadi apakah bolehkah saya ikut dengan anda?."
Avi berkata.
"Hmmm."
"Begitu ya?."
Seketika serena berkata.
"Kalau begitu apakah saya boleh saya ikut dengan anda jug?."
"Kan karena saya adalah seorang pelayan anda."
Mila berkata.
"My lord bolehkah saya ikut juga dengan anda untuk melihat-lihat hutan?."
Tampaklah avi bingung dan avi seketika paham kalau mereka sedang bersaing dan avi hanya pasrah doang dan avi berkata.
"Haaa."
"Begitu ya."
"Baiklah,kalau begitu."
"Kalian boleh ikut denganku dan diselama melihat hutan saja."
"Haaa."
Tampaklah mereka senang dan mereka menjawab.
"Baik,my lord!."
Dan tampaklah setelahnya avi dan yang lainnya ada dihutan dan tampaklah mereka sedang berjalan yang mereka tuju dan tampaklah mereka seketika berhenti berjalan karena avi berhenti berjalan dan avi berkata.
"Jadi kalian masih sanggupkah?."
Mereka menjawab.
"Iya,my lord!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
__ADS_1
"Haa."
"Hmm."
Dan seketika avi melihat kearah suatu pohon dan vema berkata.
"Anu my lord!."
Avi berkata.
"Ada apa vema?."
Vema berkata.
"A-apakah anda bisa mengajari kami bertarung?!."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi kalian pahlawan?."
"Untuk apa lagi mengajari bertarung?."
Vema berkata.
"Ka-karena anda lebih hebat dari kami!."
"Dan karena itulah."
"Aku mohon my lord!."
Tampaklah avi sudah pasrah dan avi pun paham yang dimaksud vema tersebut dan avi berkata.
"Baiklah."
"Aku akan mengajari kalian bertarung."
Tampaklah mereka senang dan vema berkata.
"Terima kasih banyak my lord!."
Avi menjawab.
"Iya,sama-sama."
Dan tampaklah mereka diajari avi bertarung dan tampaklah setelahnya mereka hanya terbengong doang karena dari tadi tidak dapat tau caranya dan tampaklah sekarang ada ditumpukkan monster dan tampaklah avi hanya duduk diatas perut monster tersebut.
Tampaklah setelahnya avi berjalan-jalan dikotanya dan setelahnya avi masuk keperpustakaan dan setelahnya masuk keruangan perpustakaan tersebut.
Dan setelahnya tampaklah avi melihat kaca tipis yang dipegangnya dan tampaklah avi marah dan seketika sstelahnya berpindah tempat dan tampaklah ada seorang raja yang duduk singasananya dan salah satu prajuritnya berkata.
"Lapor raja!."
Raja itu berkata.
"Ada apa?."
Prajurit itu berkata.
"Ada seseorang yang ingin berjumpa dengan anda!."
Raja berkata.
"Begitu ya."
"Baik,suruh dia masuk kesini!."
Prajurit berkata.
"Baik,raja!."
Setelahnya prajurit pergi berjalan untuk memanggil orang tersebut dan setelahnya tampaklah ada seseorang dan yang mana dia adalah percayaan raja dan raja sudah mengetahui orang tersebut.
Dan setelahnya raja berdiri dari singasananya dan mendekati orang tersebut dan raja berkata.
"Oh!kamu sudah kembalik ya?!."
Orang itu berkata.
"Iya,raja."
"Aku sudah kembalik."
Raja berkata.
"Jadi gimana yang terjadi?."
Orang itu berkata.
"Ehehe."
"Itu berhasil raja."
Raja berkata.
"Begitu ya?."
Dan seketika ada yang berkata.
"Wah-wah-wah!."
"Sangat bagus sekali ya?!."
Tampaklah orang itu tersenyum jahat walaupun tertutup maskernya dan seketika raja dan orang percayaannya terkejut seketika dan saat raja berbalikkan badannya.
Tampaklah ada seseorang yang lagi duduk disingasananya dengan gaya seorang raja dan seketika raja terkejut dan raja berkata.
"Siapa dirimu sebenarnya!."
Orang itu menjawab.
"Aku hanya orang biasa saja sih?."
Tampaklah orang itu memakai jubah berwarna hitam dan memakai masker dan ssbenarnya orang tersebut adalah avi yang lagi duduk disinga sana raja tersebut.
Tampaklah raja kesal dan raja berkata.
"Kurang ajar!."
Avi berkata.
"Apanya kurang ajar?."
"Kan kalian membuat kepermasalahan mangkin berlanjut?."
"Tapi omong-omong untuk apa kalian melakukan hal tersebut?."
"Haa,raja tidak berguna?."
Seketika raja marah akan tetapi raja tidak bisa melakukan karena dia mempunyai firasat buruk dan avi berkata.
"Ha,baiklah kalau begitu?."
"Kalau kalian tidak mengaku?."
"Akan tetapi kenapa kalian melakukannya hal tersebut?."
Tampaklah mereka hanya bisa terdiam doang dan avi sudah paham siapa orang percayaan raja tersebut dan avi berkata didalam dirinya.
"Orang yang dibelakang raja itu tersebut adalah seorang iblis!."
"Akan tetapi aku tidak bisa menyebutnya iblis!."
"Karena iblis mempunyai kejahatan yang lebih bahaya dari orang itu tersebut."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Orang yang disana!."
"Aku suka menyukai kepalah botakmu tersebut."
"Dan sangat kinclong!."
"Sampai-sampai sebuah cahaya saja bisa membuat kepalahmu bercahaya."
"Akan tetapi itu sangat sayang sekali."
"Karena dirimu membuat kejahatan tersebut."
Tampaklah raja mangkin kesal dan mau benar-benar marah akan tetapi orang percayaan raja berkata.
"Begitu ya,orang bodoh!."
Avi berkata.
"Hmm,ada apa?."
Orang itu berkata.
"Kamu terlalu banyak berbicara."
"Lebih baik!."
"Mati!."
Dan seketika orang tersebut memanggil sebuah makhluk dan seketika makhluk yang dipanggilnya telah datang dan tampaklah makhluk tersebut sangat tinggi sampai-sampai menghancurkan atap kastil dan akan tetapi tinggih monster tersebut adalah 99m.
Tampaklah monster itu sangat kuat dan tampaklah avi hanya diam saja dan orang itu berkata dengan percaya diri.
"Kamu lihat bukan!."
"Huhahahaha."
"Kamu akan mati sekarang!."
"Serang dia kambing legend triny!."
Akan tetapi monster tersebut hanya diam saja dan tampaklah monster tersebut ketakutan pada avi dan tampaklah avi sadar hal tersebut dan orang tersebut kaget dong begitu juga raja dan orang itu berkata.
"Kenapa kamu tidak mau menyerangnya!?."
"Ada apa makhluk panggilanku?!."
Tampaklah avi tersenyum doang dan avi berkata.
"Tampaknya monstermu tersebut sudah kadaluarsa ya?."
"Eheh."
Tampaklah avi tersenyum doang dan orang tersebut sangat kesal sekali dan orang itu berkata.
"Kurang ajar!."
Dan seketika avi membunyikan jarinya dan seketika matilah monster tersebut dan tampaklah orang tersebut sangat kaget dong karena sekali membunyikan jarinya bisa membunuh monster tersebut dan orang itu tidak percaya dia lihat dan orang itu berkata.
"Gi-gimana mungkin ini terjadi!."
"Gi-gimana dia bisa membunuh monster tingkat atas hanya membunyikan jari saja?!."
"Ma-mana mungkin?!."
Avi berkata.
"Oh!."
"Hehuhehe."
Tampaklah avi ketawak jahat dan orang itu kaget dong karena avi ketawak dan orang itu berkata.
"Woi!apa yang membuatmu lucu?!."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa kok."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan tampaklah orang tersebut sangat ketakutan dan avi seketika berdiri dari singasana tersebut dan seketika seketika berjalan dan seketika juga avi sudah menupuk bahu orang tersebut dan avi berkata.
"Aku sudah mengetahuimu!."
"Kalian memanglah orang-orang bodoh ya?."
Tampaklah setelahnya avi menghilang dan tampaklah seketika orang tersebut jatuh tidak berdaya karena ketakutan akan aura avi dan raja berkata.
"Woi!apakah kamu baik-baik ajakah?!."
"Woi!."
Tampaklah sekelompok orang yang lagi mengumpul diruangan dan mereka berkumpul dengan beramai-ramai melihat sebuah bolah kaca yang dibawak si Z.
Tampaklah mereka tidak duduk sama sekali karena sangking mau taunya yang ada dibolah kaca tersebut dan seketika avi berkata.
"Woi!seperti biasa ya kalian bodoh ya!."
Dan seketika mereka terkejut dong dan seketika mereka semua berbalikkan badan dan terkejut kalau ada sosok setengah hitam dan setenganh manusia dan seketika mereka tidak percaya mereka lihat tersebut dan si W berkata.
"I-itu mustahil!."
"Ke-kenapa a-a-anda kesini!."
Si E berkata.
"A-a-apa ada keperluan apa raja kegelapan?!."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Kalian memang bodoh ya?!."
"Apakah kalian berpura-pura berkata begitu?."
"Ha,baiklah!."
"Aku juga bosan mengurus hal tersebut?."
"Jadi apa yang kalian lakukan wahai makhluk-makhluk bawahanku?!."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan tampaklah mereka ketakutan semua dan tidak ada yang berani berkata-kata dan si A berkata.
"A-a-apa yang anda maksud?!."
Avi berkata.
"Apakah kalian lupa ya?."
"Kalau kalian mengerjakan hal bodoh!."
"Aku sudah menitipkan kalian tugas untuk melindungi dunia ini dari kesesatan."
"Tapi malahan kalian yang melakukan tersebut?!."
"Pada saat aku meninggalkan kalian waktu itu."
"Aku pikir untuk menyerahkan tugasku kepada kalian."
"Tapi sebaliknya kalian melakukan hal bodoh!."
"Aku menghilang waktu itu adalah karena aku pikir untuk menyerahkan pekerjaanku tersebut kepada kalian."
"Akan tetapi aku sudah mengetahuinya kalau kalian mengerjakan hal tersebut."
"Aku sampai-sampai sudah malas aku melihat kalian lagi."
"Aku waktu itu aku merasa bosan dan waktu berpikiran untuk menghilang."
"Dan itulah alasanku pergi tampa kalian ketahui tersebut."
"Tapi sebaliknya malahan kalian membuatku merasa muak melihat kalian!."
"Memang kalian sudah berubah ya?!."
"Lebih baik kalian jangan melakukan apapun selain menjaga dunia ini."
"Dari kesesatan yang ada."
"Dan jadi hukuman kalian adalah kepalah kalian harus botak."
__ADS_1
"Kinclong!."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan mereka berkata.
"Eheee!."
"Ta-tapi raja kegelapan!."
"Ke-kenapa harus bo-botak kinclong?!."
Dan avi menghilang sambil berkata.
"Ketahuilah sendiri?!."
Tampaklah mereka kebingungan yang meraka dengar dan tampaklah avi seketika pingsan ditempat tidurnya dan tampaklah setelahnya serena masuk untuk membersihkan tempat tidur avi akan tetapi serena kaget karena avi bilang kepada serena kalau dia mau membaca buku diperpustakaan.
Tampaklah serena panik dong karena avi pingsan karena serena bisa membedakan seseorang yang pingsan sama seseorang tidur dan serena berkata.
"Gi-gimana ini!?."
"Gimana ini?!."
Tampaklah serena berjalan berulang-aling dan seketika avi telah sadar dan serena sudah mengetahui kalau avi telah sadar dan mendekati avi dan tampaklah avi telah sadar dan duduk ditempat tidurnya dan avi berkata.
"Aku ada dimana?."
Tampaklah serena sudah mendekati avi dan serena berkata.
"Anda ada ditempat tidur anda my lord."
Tampaklah avi kaget dong karena dia merasa dirinya tidak pernah tidur dan avi berkata.
"Ehg!."
"Aku ditempat tidurku?!."
Serena menjawab.
"Iya,my lord!."
Avi berkata.
"Ehg!gimana bisa?!."
Serena berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Aku merasa tidak masuk kekamarlah?."
Serena berkata.
"Oh,begitu ya my lord!."
"Tapi kenapa anda disini?."
Avi berkata.
"Aku pun tidak tau siapa yang membawakku kemari?."
Serena kaget dong dan serena berkata.
"Ehg!."
"Tungguh sebentar?!."
"Tidak ada yang membawak anda kemari?."
Avi berkata.
"Tidak ada."
Serena berkata.
"Ehg!begitu ya."
"Akan tetapi siapa?."
"Apakah ingan siapa orang membawak anda?."
Avi berkata.
"Aku tidak ingat sama sekali?."
"Seingatku ada disebuah ruangan dan habis itu tidak ingat sama sekali?."
Serena berkata.
"Begitu ya,my lord?."
Tampaklah avi hanya berbohong dan sebenarnya dia ada dikastil itu akan tetapi avi seketika tidak ingat sama sekali karena avi dia ambil kendali oleh raja kegelapan tersebut yang mana dia yang berbicara sama raja kegelapan bawahannya tersebut.
Tampaknya avi hanya mengingan sebatasnya saja dan beberapa hari kemudian tampaklah avi ada diruangan kerjanya dan tampaklah dia sedang bersantai dan avi berkata.
"Kayaknya aku merasa firasat buruk?!."
"Tapi apa ya?."
Dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.
"Lebih baik aku kesana saja!?."
Tampaklah avi berdiri dari kursinya dan berpindah tempat dan tampaklah avi berjalan-jalan disebuah desa yang cukup besar dan avi sambil berkata:la-la-la-ehem-lalala.
Tampaklah seketika ada seseorang kakek tua yang terjatuh dan setelahnya dipijak kepalahnya oleh seseorang dan avi melihatnya didepannya dan orang itu berkata.
"Eheh,berani-beraninya dirimu berkata begitu."
"Kamu tidak tau diriku?kakek tua?."
Tampaklah orang-orang disana tidak berani sama orang-orang misterus itu dan kakek tua berkata.
"A-akan tetapi tuan!."
"Kamikan sudah membayarnya yang anda minta?!."
Orang itu berkata.
"Kamu bilang?!."
"Sudah membayar yang aku minta?!."
"Eheh,tapi kurang cukup?!."
Dan seketika orang itu berpindah tempat dan setelahnya tergelincir dan jatuh dan tampaklah setelahnya ketimpah jerami dan tampaklah yang melakukannya adalah avi.
Tampaklah kakek tua tersebut berdiri dan tampaklah kakek tua itu melihat seorang anak muda yang sangat tampan mendekatinya dan anak muda itu berkata.
"Apakah kakek baik-baik sajakah?."
Kakek tua tersebut berkata.
"Iya,saya baik-baik saja."
"Anda siapa anak muda?."
Anak muda berkata.
"Aku hanya orang biasa saja."
"Aku adalah seorang petualang."
Kakek tua tersebut berkata.
"Begitu ya."
Dan sebenarnya anak muda itu adalah avi yang tidak memakai jubahnya dan hanya memakai bajunya saja dan tampaklah setelahnya orang itu berdiri dan melihat avi dan orang itu berkata.
"Jadi kamu ya!."
"Yang buatku terjadi begini!."
Avi menjawab.
"Entah,aku tidak tau tuan bangsawan."
Tampaklah avi berkata dengan berbohong dan memakai wajah polos dan orang itu marah dong karena menurutnya itu adalah penghinaan dan orang itu berkata.
"Kurang ajar!."
"Berani-berani ya dirimu!."
Tampaklah orang itu mulai mendekati avi akan tetapi avi seketika menunjuk tangannya keorang tersebut dan setelahnya avi mengangkat tangannya keatas kebawah dan seketika orang itu terdiam.
Dan seketika kepalahnya botak kinclong dan kedua bawahannya kepalahnya botak ditengah kepalahnya dan baju orang tersebut terkoyak kecil dikedua bahunya dan setelahnya terkoyak semuanya.
Tampaklah orang itu memakai ****** ***** saja dan seketika orang itu malu dan orang itu berkata.
"Be-beraninya kamu!."
"A-awas saja dirimu!."
Dan setelahnya mereka lari entah kemana dan avi berkata.
"Haa,kayak sudah selesai sepertinya."
"Lebih pergi lagilah."
Dan tampak avi mau berjalan lagi dan akan tetapi ada yang memegang bahunya dan ternyata kakek tua tersebut dan kakek tua tersebut berkata.
"Kamu kemana anak muda?."
Seketika avi ketakutan karena avi pikirkan dia akan disalahkan dan avi berkata.
"Ehg!."
"Ti-tidak kema-mana kok?!."
"Hekhehehe."
Kakek tua tersebut berkata.
"Begitu ya."
"Anak mudah ada yang aku katakan."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berbalikkan badannya dan kakek tua itu menjelaskan selengkapnya tentang niatnya tersebut dan avi seketika kaget dong dan avi berkata.
"Ehg!."
"Tungguh sebentar kakek!."
"Ke-kenapa harus aku?."
Kakek tua menjawab.
"Karena kamu melindungi desa ini dari bangsawan tersebut."
"Jadi lebih baik kamulah yang menjaga desa ini dan mengatur desa ini ya anak muda."
Tampaklah avi masih kebingungan dan avi pun paham yang apa dikatakan tersebut dan avi berkata.
"Baik,aku terima."
Tampaklah kakek tua itu senang dan setelahnya beberapa hari kemudian tampaklah avi ada dibalkon dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya,lebih baik aku tidak mau mencampuri urusan desa ini?."
"Karena aku tidak mau semua orang-orang sini malah tidak suka denganku."
"Oh iya,aku sudah tujuh hari ya disini!."
"Yah,walaupun aku kembalik kekotaku sih."
"Tapi lebih baik aku katakan saja kepalah desa itu?."
Tampaklah avi masuk kedalam rumah dan tampaklah setelahnya avi yang lagi berjalan dengan kepalah desa dan kepalah desa berhenti berjalan dan kepalah desa berkata.
"Oh iya,kenapa kamu bilang mau mengatakah sesuatu?."
"Apa yang ingin kamu katakan?."
"Dan kenapa kita ada digerbang keluar desa?."
Avi menjawab.
"Yang aku mau katakan adalah."
"Aku harus pergi dari sini."
Seketika kaget dong kepalah desa dan kepalah desa berkata.
"Ehg!."
"Kenapa begitu?."
Avi menjawab.
"Karena aku harus berpetualang lagi."
"Dan karena itulah aku harus pergi dari sini."
"Perjalananku masih jauh yang aku tuju."
"Dan karena itulah aku harus pergi karena perjalananku sangat jauh sekali."
Tampaklah kepalah desa tampak sedih karena mendengar perkataan avi tersebut dan kepalah desa berkata.
"Ta-tapi kenapa kamu harus terburuh-buruh sekali?."
Avi menjawab.
"Karena aku tidak sempat lagi kalau aku disini saja."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Janganlah kalian menganggapku pahlawan yang menyelamati desa."
"Karena aku hanya orang biasa saja."
"Oh iya,aku harus kembalik juga kekotaku."
Kepalah desa berkata.
"Kekotamu?."
Avi menjawab.
"Iya,tempat tinggalku."
"Sesudah aku mendapatkan yang aku cari."
"Maka aku kembalik kekotaku tersebut."
Kepalah desa berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi dimana kotamu tersebut?."
"Yah,karena pada saat aku atau warga desa lainnya ingin menjumpaimu."
"Kami bisa tau kamu ada dimana."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kota itu ada terletak dikawasan hutan berbantai berdarah huta."
"Dan disitulah."
Dan avi berjalan untuk pergi sambil mengangkat tangannya keatas untuk bermakna sampai jumpa dan avi berkata.
__ADS_1
"Dah,sampai jumpa lagi kepalah desa."
Tampaklah avi mangkin lama mangkin jauh dan tampaklah kepalah desa nangis sejadi-jadinya.