
Di pagi hari terlihat sibuk dengan berkas-berkas surat dan dia sekarang sudah selesai menyelesaikan surat-surat itu dan sekarang dia bersantai karena telah selesai mengerjakan surat-surat itu tapi itu tidaklah bertahan lama karena serena datang,dan berkata.
"Lapor my lord."
Serena melapor sambil berlutut dan avi berkata.
"Ada apa?."
Serena menjawab.
"Bqik,karena tim pengintai hutan melihat ada burung elang mencurigakan dan menangkapnya."
"Akan tetapi dikaki burung itu ada sebuah surat kecil dan kami tidak mengetahui isinya karena surat tertulis hanya gambar matahari saja."
Avi pun terkejut dong dan seketik juga dia teringan tentang sandi yang memakai gambar matahari,dan avi berkata.
"Haa."
"Apakah itu benar?."
Serena menjawab.
"Itu benar my lord."
Avi berkata.
"Baiklau,kalau begitu mana suratnya?."
Serena pun berdiri dan sambil mengeluarkan surat dari saku dan menaruh di meja avi dan berlutut lagi,dan avi pun membacanya dan dia pun tau akan hal persandian dan avi berkata.
"Serena ambilkan lilin dan bawak kesini."
Serena menjawab.
"Baik."
"Tetapi my lor untuk apa?,apakah anda mau membakarnya karena bahaya?."
Avi menjawab.
"Tidak,ini adalah sandi panas."
Serena menjawab.
"Baik,tetapi my lord sandi dan apa hubungannya dengan panas?."
Avi berkata.
"Yah,sandi adalah sebuat kata yang aneh dan disusun menjadi kalimat."
"Sebuah sandi banyak tertulis seperti angka,huruf,mata angin dan sebagainya."
Serena menjawab.
"Baik,akan tetapi sandi panas apa my lord?."
Avi berkata.
"Sandi panas adalah sebuah sandi yang harus dibakar untuk melihat tulisannya."
Serena menjawab.
"Wah,anda memang hebat tentang sandi!."
Avi menjawab.
"Tidak,aku hanyalah orang begitu tau tentang sandi."
"Serena bawakan lilin kesini."
Serena menjawab.
"Baik."
Serena pun berdiri dan keluar untuk mencari lilit,tampak avi sedang santai akan tetapi,avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya,si fery sudah menjadi bawahanku."
"Akan tetapi kenapa dia mau menjadi bawahanku?padahal aku tidak membilang apapun kata tentang menjadi bawahanku."
"Akan tetapi pada hari itu fery dan adik telah menekan dirinya menjadi bawahanku."
"Dan aku juga bilang kepadanya kalau aku tidak memaksanya menjadi bawahanku."
"Haah,tapi yah sudahlah tidak tau gapain selain memilihnya menjadi bawahanku dan pada saat hari fery minta menjadi bawahanku sambil bersujut dan berlutut beberapa kali dan dia bilang 'aku mohon'."
"Dia berkata begitu beberapa kali seraya bersujut dihadapanku aku pun terima seketika dia senang seketika dengan luar biasa."
"Tapi dia tidak senang lagi ketika serena menatap dirinya denga tajam."
"Oh,iya serena gak melakukan hal begituan lagi pada waktu itu karena sifat mesumnya."
"Sekarang dia gak melakukannya lagi dan bekerja keras sampai-sampai saat aku lewat di tempat kerjanya dia terlihat lelah."
Seketika juga serena datang dan membuka pintu dan berlutut berseraya berkata.
"Aku telah kembalik my lord."
Avi menjawab.
"Iya."
"Kamu membawak lilinnya?."
Serena menjawab.
"Ya my lord."
Seketika juga serena berdiri dan mengasihkan lilin ke avi dan avi pun menghidupkan lilin.
Setelah avi menghidupkan lilin dan mendekatkan kertas itu kelilin dan membakarnya tapi avi tidak membakarnya dengan habis,tampaklah ada tulisan disitu tulisan itu tertulis 'aku raja dari kerjaan aku jomblo akan membahas perdangan dan datang kesana secepat mungkin."
Terlihatlah raja dari kerjaan jomblo kesini untuk membahas perdangan dan datang dengan cepat,tapi terlihat avi hanya tersenyum.
Serena pun bingung kenapa avi ketawak dan berkata.
"Kenapa anda tersenyum?."
Avi menjawab.
"Tidak,tidak ada maksud aneh aku hanya tersenyum hanya melihat kalau seorang raja akan kesini."
Serena pun terkejut dan berkata.
"Seorang raja kesini?."
Avi menjawab.
"Iya."
Serena mejawab.
"Apakah raja ini raja besar atau tidak dan negara mana my lord?."
Avi menjawab.
"Aku tidak tau apakah raja ini raja besar atau tidak,dan nama negara itu adalah negara jomblo."
Serena pun terkejut dan berkata.
"Itu tidak mungkin!."
Avi menjawab.
"Ada apa?."
Serena berkata.
"Ra-raja itu!."
Avi berkata.
"Ada apa?apakah dia raja besar?."
Serena menjawab.
"Di-dia raja rendahan,raja terendah dari raja lainnya."
Avi berkata.
"Woiiii!,tadi kamu membuatku deg-degkan karena kamu membuat suaramu seketika terkejut tapi ternyata yaelah kamu hanya bercanda doang."
Serena menjawab.
"Heeee,maafkan saya ya my lord."
Avi berkata.
"Baiklah."
Dan seketika juga serena mendekat ke avi dan memengang tangannya avi dan menaruh kepalahnya kepundak avi,dan berkata.
"Aahaah,begitu ya."
Seketika juga avi terkejut dong ternyata sifat mesum serena masih ada dan avi berkata.
"Hei,serena sedang gapain memengang tanganku dan kepalahmu menaruh kepundakku?."
Serena menjawab.
"Heeh,apakah anda tidak sukakah?."
Avi berkata.
"Ti-tidak kok,tapi kamu melakukan begini malahan kamu bagaikan seseorang yang selalu menuruti nafsu doang?."
Serena berkata.
"Heeeih,apakah apakah itu benar?namun aku memanglah begitu."
Seketika juga serena mangkin memengang tangan avi sampai-sampai memeluk avi dan berkata.
"Hei,serena aku teringat suatu akan hal beginian,kamu bagaikan seorang pendosa yang terus mengikuti dosa doang hanya menuruti nafsumu doang."
Seketika pun terkejut ketika avi berkata demikian dan serena menjawab.
"Heeeeih,apakah itu benarkah?baiklah begitu aku memang pendosa namun aku tidak akan melepaskanmu my lord avi!."
Seketika juga avi terkejut ketika serena berkata begitu dia malah mangkin erat memengang tangan avi dan memeluk tangannya avi,dan dia juga memutar-mutari jari telunjuknya kedada avi dan dia memeluknya lehernya avi.
Dan seketika juga avi berkata.
"Begitu ya,kamu memanglah pendosa tapi dosa tetaplah dosa maka janganlah kamu membuat dosa."
Serena pun kaget dong dan berkata.
"Be-begitu ya,namun aku tidak akan akan kamu dariku."
Serena pun tersenyum dan seketika juga avi pun gimana dia menyadari serena,dan avi berkata didalam dirinya.
"Hmm,gimana ya menyadariny?."
"Dia bagaikan dikasih obat cinta tapi perkataan bagaikan seorang istri,tapi dia bukanlah istriku."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Woi,serena sudahi candaan ini aku ingin keluar."
Serena menjadi.
"Tidak akan aku lepaskan."
"Aku tidak sedang bercanda aku seriusan."
Avi menjawab.
"Ehg,woi,serena aku ingin keluar sebentar."
Serena menjawab.
"Tidak akan aku lepaskan."
"Kamu jahat kali avi,aahah."
"Ah,ahah,ahahah,ah."
Avi berkata.
"Woi,jangan berkata hal aneh!."
"Ahaaaha,najiisss kaliiii!."
Beberapa hari kemudian raja yang mengirimkan surat telah datang dan avi sudah mengetahui kedatangannya,dan avi membawak mereka beserta raja keruangan tempat untuk rapat.
Terlihatlah jelas mereka sedang berbincang-bincang akan hal mereka datang kesini dan apa maksud datangnya mereka dan avi berkata.
"Begitu ya,tapi anda datang kesini akan hal begituan?."
Raja berkata.
"Hah,soal itu aku hanya ingin tau saja dengan desa ini."
"Yah,aku rasa penjaga disini sangat mencurigai kami karena kami datang tampa maksud yang jelas."
"Mungkin membuat hal ini kami dilihati terus oleh wargamu!."
Avi berkata.
"Hah,bagitu ya!."
"Kalau begitu maafkan kesalahan mereka karena mereka takut kalau mereka diserang oleh mata-mata?."
Raja berkata.
"Mata-mata?."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Ya,dikarenakan kamu seorang raja pastilah anda mempunyainya."
Raja menjawab.
"Begitu ya,tapi aku tidak mempunyai mata-mata dikarenaka-."
Serena berkata.
"Miskin dan rendahan,raja negara jomblo pada urutan teratas dengan kekayaan sedikit."
Seketika juga sang raja kena mental dikarenakan perkataan serena dan raja berkata.
"Haaahah,oh,itu memang benar."
"Dikarenakan negaraku miskin dan tingkat teratas dengan kekayaan sedikit."
"Heee."
Tampaklah raja itu mengaruk kepalahnya karena kebingungan berseraya berkata didalam dirinya.
"Ah,gila amat wanita ini kata."
"Sampai-sampai aku kena mental sendiri,seharusnya aku mendengarkan perkataan putriku karenaku berkata kalau wanita nama serena ini sangat mengerikan dan segi bicaranya."
Avi berkata.
"Ada apa raja?kenapa kamu tampak kebingungan?."
Raja berkata.
"Tidak,aku hanya memikirkan sesuatu karena aku-."
Serena berkata.
"Miskin dan rendaha."
Raja menjawab.
"Ahah."
"YA-yah karena aku miskin dan rendahan!."
"Hahaaaa."
Avi berkata didalam dirinya.
"Ah,pasti dia kena mental dengan perkataan serena padahal aku tidak bilang apa-apa untuk membuat raja itu kena mental."
"Tapi sayang,dia memang orang aneh!."
Serena pun terkejut ketika mendengarkan isi hati avi dan berkat.
"A-ha,wahai my lord apakah kita boleh mengusirnya karena dia tidak bilang apa-apa."
"Dikarenakan dia hanya seorang raja sampah karena hobinya adalah memainkan alat musik sambil memakai ****** ***** doang tampa baju sama sekali."
Seketika mereka terkejut begitu siraja karena aibnya terbongkar dan berkata.
"O-oh,itu memang benar."
"HAHAAAHA."
Avi menjawab.
"Apakah itu benar?."
Seketika itu orang-orang panik dan terkejut apa yang dibilang avi itu termasuk raja itu dikarenakan aibnya malah ditanyakan,dan raja berkata.
"I-itu benar aku memang hobi begituan setiap hari sambil memakai celana sambil memainkan alat musik seluling diruang tah-tah."
"Ahahaha."
Avi berkata.
"Be-begitu ya!?."
__ADS_1
Avi berkata didalam dirinya.
"Ah,pastih raja ini terlalu kena mental karena perkataan serena."
"Berjuang lah raja pemberani untuk menghadapi siserena."
Dan beberapa setelahnya dan raja berkata.
"Baiklah,kalau begitu sekarang kita serius dan jangan bercanda lagi."
Seketika orang yang menjaga ruangan menatap tajam raja itu begitu juga serena karena raja tersebut berkata begitu seolah dia pemimpin,dan raja berkata didalam dirinya.
"Haiih,apakah aku salah gomongkah?."
Seketika juga serena berkata.
"Woi sampah jangan seolah kamu pemimpin disini,kamu hanya tamu doang!."
Raja menjawab.
"Baik!."
Seketika juga raja mengeluarkan suara imutnya tadi karena dia ketakutan dan terlihat dari tadi pengawalnya hanya diam dan menyaksikan rajanya dikena mentali oleh serena,dan avi berkata.
"Ahah,kalau begitu sudahi percandaan ini untuk melakukan rapat."
Serena menjawab.
"Baik my lord."
Seketika hening tanpa suara satu pun dan raja itu berkata.
"Ha,a-anu cemana aku akan membahas tujuanku kesini sebenarnya."
Avi menjawab.
"Ya,silakan."
Raja berkata.
"Sebenarnya pada saat kesatriaku pergi untuk menyampaikan kerajaan sebelah dia kembali membawak kain yang bagus dan motifnya indah."
"Aku sudah tau dari kesatriaku,ternyata kain itu adalah buatanmu dan karena itu aku mohon kerja sama."
Avi menjawab.
"Begitu ya,tapi apakah kamu memanfaatiku setelah bekerja sama?."
"Karena aku tau seseorang mempunyai khususnya yang mana dia menyembunyikannya?."
"Aku banyak lihat orang suka kali memanfaati seseorang dari segi apapun itu karena seorang manusia memang licik dalam yang dia lakukan."
"Dan karena itu apakah kamu berbohong?ataukah tidak demikian?."
"Sebenarnya masih misteri tapi kamu sendiri yang tau niatmu sendiri?."
Raja berkata.
"Apa maksudmu?."
Avi menjawab.
"Maksudku adalah setiap seseorang mempunyai dua muka seperti baik maupun jahat?."
Raja berkata.
"Begitu ya."
"Hmm."
Terlihatlah raja itu masih berfikir sambil tangannya ditaruh didagu dan berkata.
"Baiklah,sebenarnya aku ingin berkerja sama dalam bidang produksi seperti pakaianmu ataukah rempah-rempah atau bisa disebutkan buah-buahan dan sayur-sayuran?."
"Yah,aku ingin berkerja sama doang."
Avi menjawab.
"Begitu ya?."
"Akan tetapi apakah ada yang membelot?."
Raja berkata.
"Membelot?."
Avi pun mengangguk dan berkata.
"Ya,itu benar."
Raja itu berkata.
"Tidak akan yang membelot?."
Avi menjawab.
"Bukan itu maksudku."
"Maksudku adalah ketika salah satu orang dari kerajaanmu akan membelot dan menghasut pemerintah luar untuk menjajah desa ini akan kerakusaan mereka."
"Yah,itu adalah maksudku tapi aku tidaklah tau maksud anda karena kalau maksudku ada seperti dipikiran anda maka itulah yang harus dihindarkan."
"Dan satu hal lagi kalau mereka yang membelot tidak menyukainya maka tidak usah melakukannya."
Raja berkata.
"Begitu ya."
"Hmm."
"Tapi itu aku harus berpikir keras ya?."
"Namun aku tetap pada kataku tadi aku akan bekerja sama denganmu dan kalau ada yang membelot maka aku harus menghukumnya."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
Raja berkata.
"Kenapa kamu mencurigai kami atau bisa disebut kamu ragu akan hal begituan?."
Avi menjawab.
"Tidak,aku tidak mencurigai kalian atau ragu akan hal begituan tapi."
"Kalau aku salah langkah saja maka itu berakibatkan masalah."
Raja berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu kita sepakatkan?."
Avi menjawab.
"Ya."
Mereka pun beraliansi dan sepakat akan hal begituan,dan raja berkata.
"Oh iya,nama negaramu apa?."
Avi menjawab.
"Eh,nama negara?."
Raja berkata.
"Iya."
Avi menjawab.
"Ha,kalau soal itu aku belum mempunyai nama sih."
"Tapikan kita bisa membuat beraliansi tampa nama?."
Raja berkata.
"Tidak,itu tidaklah bisa karena aliansi harus ada nama negara atau desa."
Avi menjawab.
"Begitu ya."
"Hmm."
"Apa ya?."
"Hah,kalau begitu ucok sableng gimana?."
Mereka semua menjawab.
"Tidak akan,itu terlalu terdengar bagus!."
Avi berkata.
"Hmm,Ex tizio gimana?."
Mereka pun menggangu dan mereka semua berkata.
"Itu keren."
Avi tersenyum tapi senyumannya kebohongan karena mereka tidak tau artinya dan avi berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya mereka tidak tau artinya,aku mengambil kata itu dari bahasa italia yang artinya 'mantan ucok'."
"Yah,aku sedikit jahil."
"Hmm."
Raja berkata.
"Ada apa?."
"Apakah kamu masih ragu kamu pilih?."
Avi menjawab.
"Tidak,sama sekali aku hanya memikirkan gimana melepaskan kakiku dari anda?."
Raja pun seketika kaget ternyata sang raja memijak kakinya avi dan seketika mereka semua menatap tajam sang raja beserta serena,raja berkata.
"Hahaah,begitu ya aku minta maaf kalau kakimu terinjak?."
Sang raja berkata didalam dirinya.
"Gawat malahan mangkin seram karena aku memijak kakiknya dan sekarang aku harus siap untuk selanjutnya apakah aku dibunuh."
Dan beberapa hari sang raja dan kelompoknya pergi kembalik kekerajaan mereka dan beberapa hari kemudian setelah raja pergi,terlihatlah avi sedang sibuk akan perkejaannya seperti membantu tyga dan lain sebagainya.
Dan terlihatlah avi memasuki hutan untuk mencari material yang dia cari,dan tampaklah avi telah mengumpalkan material dan tampaklah avi terlihat curiga akan gua yang didepannya.
Gua terlihat mencurigakan dan avi berkata.
"Hmm,gua ini mencuringakan?lebih baik aku memasuki gua tersebut."
Seketika avi berjalan menujuk gua dan memasuki gua tersebut setelah masuk terlihatlah tampak gua tersebut mempunyai dinding seperti dikerajaan yaitu berbatu bata tanah liat,dan sebenarnya gua tersebut adalah dungeon yang begitu luas dan besar.
Setelah avi masuk kegua dan avi berjalan menujuk akhir gua tersebut setelah avi masuk semangkin dalam tampaklah mayat-mayat monster tersebut telah terbunuh ternyata avi lah yang menghabisi mereka,dan tampaklah suatu pintu besar dengan logo tangan jempol keatas kanan dan kiri sali bersilang.
Dan tampaklah avi memasuki pintu itu tanpa rasa takut untuk membuka pintu dan setelah masuk tampaklah ada sesuatu yang besar terlihatlah mereka berbentuk seperti robot tempur raksasa,mereka ada bertiga yang satu berwarna merah yang satu berwarna biru dan yang satu berwarna hitam,kaca berwarna kuning diatas,dan robot yang berwarna hitam berkata.
"Siapa kamu dan mau apa kamu datang kesini?."
Avi menjawab.
"Ah,soal itu aku tersesat dan dah aku pergi kembalik ternyata salah jalan ternyata?."
Avi pun pergi ketika berkata dan robot itu berkata.
"Tunggu sebentar!."
Tampaklah suara robot itu panik setik dan avi berhenti berjalan dan robot itu berkata.
"Kenapa kamu pergi?."
Avi menjawab.
"Kan kamu yang bilang gapain kesini?aku pun pergilah."
Avi berkata sambil menunjukan jari telunjuknya kerobot dan robot itu berkata.
"Oh,begitu ya kamu pergi karena itu ya?."
Avi berkata.
"Dah kalau begitu aku pergi."
Avi pun pergi dan robot itu berkata.
"Tungguh dulu!."
Robot itu berkata dengan nada panik dan avi pun berhenti jalan dan robot itu berkata.
"Jadi apakah kamu datang kesini gara-gara tersesat?."
Avi menjawab.
"Ya."
Robot itu berkata.
"Kalau begitu kita bertanding tapi taruhan yang kita miliki gimana?."
Avi menjawab.
"Baik tapi jangan taruhan karena taruhan bedosa!."
Robot itu berkata.
"Begitu ya orang baik."
Robot itu mengeluarkan suara imutnya dan root itu berkata lagi.
"Aku tetap pada kataku yaitu taruhan."
Avi menjawab.
"Baiklah,tapi aku tidak memounyai apa-apa?."
Robot berkata.
"Kalau begitu kalau kamu kalah kamu akan menjadi budak kami tapi kalau kami menang."
"Tapi kalau kamu menang kami setia terhadap dirimu gimana?."
"Ini sangat menguntungkan bukan?."
Avi memikirkan hal tersebut sambil menaruh tangannya kedagu dan berkata.
"Baiklah."
Avi pun setuju tapi avi berkata tidak didalam dirinya karena avi tidak peduli akan hal tersebut,mulailah mereka tampaklah mereka bertarung dengan serius dan begitu cepat.
Tapi kecepatan mereka bukan tandingannya avi karena avi mempunyai kecepatan tinggih lebih cepat dari suara dan cahaya,avi menggunakan senjata laras panjang yaitu 'M41'.
Ternyata avi membuat senjata baru yaitu 'M41',dan tampaklah mereka tumbang satu persatu dengan senjata api doang.
Dan tampaklah robot hitam tumbang dan kaca di atasnya pecah dan sampai-sampai terlihat kabel-kabelnya dan mesin,dan pemenang avi tapi robot hitam itu masih bisa bergerak tapi masih belum dan robot itu berkata.
"A-aku mengakui sebagai tuan kami dan ternyata anda hebat sekali."
Robot itu berkata dengan nada terpatah-patah seperti konslet dan avi berkata.
"Aku tetap akan membunuh kalian."
Avi pun tersenyum jahat dan robot itu menyadarinya dan berkata.
"Tapi kami setia terhadap dirimu kenapa anda masih ingin membunuh kami?apakah kami tadi salah gomong?."
Avi menjawab.
"Tidak,kalian tidak salah gomong tapi aku ada alasannya dan kamu akan tau setelahnya."
Robot itu pun kaget dong apa yang dibilang avi dan terlihat avi mengaktifkan skills tersebut dangan perasaan terpaksa,dan avi mendekati peti emas tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah memori avi pun mengambilny dan tak lupa dia juga mengambil peti tersebut karena keren.
Avi pun kembalik pulang dan beberapa waktu avi sedang memikirkan sesuatu dan dia duduk hamparan rumput yang luas terlihat tidak ada pohon,avi berkata.
"Tapi kalau membuat pesawat itu memerlukan uji coba dan begitu juga mobil,dan sepeda motor."
"Tapi?baiklah aku membuatnya."
Avi pun berdiri dan bersiap membuat sesuatu,avi pun mulai membikin mobil perang dengan mudah dan kendaraan perang lainnya seperti helikopter,pesawat tempur,mobil lapis baja yaitu tank dan lain sebagainya.
Dan avi terlihat membuat sesuatu baju dengan mesin jahit dan terlihat serena mengintip avi membuat baju dengan tersenyum mesum,dan jadilah baju tersebut.
Dan avi memanggil para tentaranya untuk mencoba baju tersebut tampaklah baju tersebut adalah baju khas tentara dibumi dan memakai baret,dan tampaklah mereka menyukai baju tersebut dan ukurannya pas.
Ukuran tersebut tidaklah pas-pasan,avi membuat baju itu dengan mengamati tubuh mereka dan menghitung tinggih mereka.
Dan avi pun mengeluarkan sesuatu dari skillsnya yaitu ruang hitam tampaklah avi mengeluarkan armor robot yang muat untuk mereka dan avi mengeluarkan satu peti penuh senjata laras panjang sampai laras pendek,semua senjata ada seperti senjata jarak jauh dan dekat.
Mereka pun senang tapi mereka tidak mengetahui cara memakainya dan avi pun mengajarinya tampaklah mereka bisa malahan selalu akuran malahan,mereka menembak target dengan benar yaitu mengenai target tengah.
Mereka pun berlatih sampai malam dan kebesokannya avi balik kegua semalam dan avi berkata.
"Hmm,aku gunakan apa ya gua ini?."
"Tampak mereka masih ada,aku gunakan apa ya?."
"Oh."
Avi pun mendapatkan ide dan tampak avi membangun ulang gua tersebut,dan kebesokan harinya avi memanggil fery dan verma.
__ADS_1
Tampaklah mereka bingung karena mereka dipanggil dan fery berkata.
"Anu my lord ada ya memanggil saya dan adik saya?."
Avi menjawab.
"Apakah kamu mempunyai ruangan untuk meneliti?."
Fery pun terkejut dong dan berkata.
"Ah,soal itu aku sudah punya yaitu tempatnya disebuah gubuk dekat kandang kuda."
Avi menjawab.
"Itu tidaklah bagus menurutku."
Fery berkata.
"Yah,aku hanya bersyukur."
"Tapi apa yang anda maksud?."
Avi menjawab.
"Aku maksud adalah itu tidaklah bagus untukmu,untuk meneliti."
"Karena aku sudah membangunkan tempat yang bagus untukmu."
Fery pun terkejut dong dan berkata.
"A-pa apakah anda maksud ada tempat untuk kami?."
Avi mengangguk dan berkata.
"Ya,itu benar."
Fery pun bingung dong itu bercampur senang dan avi berkata.
"Hei fery,ayo ikuti aku dan sama adikmu."
Fery pun berkata.
"Baik."
Avi pun memengang pundak mereka dua dan pindah tempat,dan terlihat mereka pindah tempat gua yang semalam dan avi berkata.
"Disinilah tempat kalian meneliti dengan layak."
Fery berkata.
"He,my lord tapi lebih layak kami digubuk rusak itu saja dari pada disini?."
Avi menjawab.
"Apa yang kamu katakan disinilah lebih bagus."
Fery berkata.
"Tapi my lord ini hanya gua kosong doang kok disini untuk meneliti?."
Avi menjawab.
"Yang kamu bilang,lebih baik ikuti aku."
Tampaklah mereka berjalan kegua itu tampaklah gua itu ada sistem seperti bungker tentara,avi pun mengambil sebuah kartu disakunya dan menempelkan kartu itu dengan cepat.
Terbukalah dua pintu itu terlihat fery dan adiknya ketekutan tapi avi menyuruhnya masuk,terlihat gua sudah menjadi bunker dan mereka terus jalan tampaklah semua sangat canggih.
Banyak mesin-mesin canggih setiap kali jalan dan avi menjelaskan kegunaan mereka dan cara memakainya,mereka pun berkeliling bunker tersebut mereka sudah banyak melihat semua ruangan seperti kamar tidur,kamar mandi,ruang makan dan dapaur,ruang perpustakaan,dan lain sebagainya.
Dan akhir mereka sudah berkeliling semua area dan berhenti disuatu ruangan yaitu ruang penelitian,dan avi berkata.
"Kalian sudah melihat semuanya dan aku mau mengasihkan ini kekalian."
Fery berkata.
"Ta-tapi ini terlalu mewah untuk kami my lord?."
Avi menjawab.
"Tidak,ini memang pantas."
Fery berkata.
"Ta-tapi my lord kalau kami memakai ini bisa menjadi jahat karena hal beginian?."
Avi menjawab.
"Tidak,kalau kalian mengutamakan kerakusan dan kehausan akan kemewahan maka kalian memang bisa jadi jahat."
"Tapi kalau kalian tidak mengutamakan itu maka kalian tidak menjadi jahat."
Fery berkata.
"Kalau kami memang bisa begitu tapi kalau kami seperti manusia umumnya yaitu berpura-pura baik apakah anda tetap percaya kami kah my lord?."
Avi menjawab.
"Ya,tapi kalau kalian berpura-pura baik seperti biasanya maka aku tetap tau karena aku tau dari perkataan kalian."
"Yah,sedikit aneh tapi begitulah demikian."
Fery berkata.
"Baik my lord."
Mereka pun berlutut alah kesatria dan tampaklah fery dan adiknya kagum akan avi katakan sampai-sampai melihat avi saja mereka malu mereka melihat avi bagaikan cahaya mereka.
Fery dan adiknya banyak meneliti banyak obat-obatan yang terbuat dari daun yang dikumpalkan avi seperti sirih,daun mint,dan lain sebagainya.
Mereka pun banyak meneliti tentang grvitasi,itu sebenarnya diajari avi dan lain sebagainya.
Tampaklah parah prajurit sedang sibuk dengan latihan mereka dan avi terlihat bersantai dan avi berkata.
"Hah,apakah ini tidak bisa dihentikan sebenarnya aku tidak mau larut akan kesesatan sebenarnya tapi."
"Aku hanya mengikuti saja namun aku hanya mengikutinya sedikit tidak mengikutinya karena disini sama saja dibumi tapi disini lebih sesat karena."
"Mereka memakai sihir secara terang-terangan."
"Haaa."
Seketika juga serena masuk keruangan avi biasa kerja dan serena berkata sambil berlutut dihadapan avi.
"Lapor my lord saya telah selesai mengerjakan tugas saya."
Avi menjawab.
"Ya baik."
"Haa."
Serena berkata.
"Ada apa my lord?apakah telah terjadi sesuatu?."
Avi menjawab.
"Tidak sama sekali."
Serena berkata.
"Tapi tampak anda terlihat memikirkan sesuatu?."
Tampaklah serena berdiri dan avi menjawab.
"Hah,soal itu aku hanya memikirkan fery dan verma saja sih."
Serena berkata.
"Tapi kenapa anda memikirkan mereka?."
"Apakah terjadi sesuatu kepada merekakah?."
Avi menjawab.
"Tidak,pada saat kami pulang kedesa tampak ada suara aneh seperti 'ah',seperti itu."
"Kami pun mencarinya tapi tidak ketemu malah itu jelas kami mendengarnya."
"Tapi aku dan fery tidak menumukannya malah."
"Haa."
Sebenarnya suara itu adalah suara serena ketika mengikuti avi dan fery kegua,pada awak avi pergi sama fery tampaklah serena ingin mengikuti avi dan apa yang dilakukan avi lakukan.
Tapi pada avi,fery dan adiknya serena melihat wajah avi dengan tatapan mesum sambil mengeluarkan suara aneh dan itu kenapa avi dan fery tidak menemukannya karena serena bersembunyi atas pohon,serena berkata.
"Begitu ya,kalau begitu saya yang mencarinya mau tau mereka mata-mata?."
Avi menjawab.
"Tidak usah."
Serena berkata.
"Tapi my lord mereka masih ada disini dihutan itu."
Avi menjawab.
"Tidak usah karena aku sudah tau."
"Haa."
Serena berkata.
"Baik,saya mengerti my lord."
Serena menjawab dirinya sendiri atau bisa disebut dia mau mencari pelaku itu tapi pelakunya dia sendiri malahan,avi menyadarinya kalau suara itu adalah suara serena ketika avi melihat diatas pohon dimendengar suara hati serena dan itulah avi menyadarinya dari awal.
Avi pun sadar ketika serena mulai mendekati meja avi,avi pun panik dong tampaklah serena mulai mendekat dan seketi serena mau memengang tangan avi tapi bergerak dengan cepat sampai-sampai serena dimenyadarinya dan serena berkata.
"Oheh,avi jahat kepadaku,avi jahat gak mau dipengang tangannya."
Avi menjawab.
"Hah,kamu suka kali begitu tapi kenapa kamu melakukan?."
Dan seketika juga serena bergerak dengan cepat tapi avi bergerak cepat juga sampai-sampai serena jatuh dekat mejah avi,avi pun pergi ketika serena lengah.
Avi pun hanya berpindah tempat disuatu pohon dan melihat langit disiang hari dan avi mengangkat tangannya dan mengepalkan tangannya keatas langit tapi serena jatuh tempat avi berada,ledakan yang dihasilkan jatuhnya dia sangatlah besar seperti kolam dengan luas 10meter.
Dan terlihat serena marah dan berkata.
"Kenapa anda pergi saat saya memeluk anda?."
Terlihatlah serena mengeluarkan muka imut dan suara imutnya itu malah membuat avi mual tapi avi menahannya dan pada avi bergerak dengan sigap serena bergerak dan mendarat diatas perut avi,terlihatlah serena duduk diatas perut avi dan avi berkata.
"Eh,serena kamu bisa turut dari badanku?."
Serena menjawab.
"Tidak akan karena anda akan pergi lagi!."
Avi menjawab.
"Tidak akan."
Serena berkata.
"Tidak,anda pastih kabur lagi!."
Paniklah avi karena serena tau kalau avi mau pergi untuk menghindari sifat mesum serena dan avi berkata.
"Kenapa kamu bilang begitu?."
Serena menjawab.
"Karena anda sangatlah licik bagaikan anda waktu dulu menipuhi raja itu."
Serena berkata sambil memeluk badan avi dan avi panik dan avi berkata didalam dirinya.
"Woi,kalau begini terus dosa mangkin banyak nanti aku akan melaksanakan ibadah dan bertobat akan dosaku kareana serena."
Serena berkata.
"Apakah menikmatinyakah?."
Panik doang avi perkataannya mangkin mesum dan serena berkata.
"Apakah anda menikmatinya?apakah karena anda menikmati badan saya ketika memeluk anda?."
Avi menjawab.
"Tidak."
Serena pun kaget dong karena avi tidak membuat avi malu seperti orang umumnya,dan serena berkata.
"Begitu ya,pastih anda pernah melakukan pada seorang wanita karena anda tidak goyah akan hal begian?."
Avi menjawab.
"Tidak,malahan kalau aku melakukannya aku hanya bertobat dan berdoa tidak melakukannya."
Serena pun kaget dong yang dibilang avi dan serena berkata.
"Begitu ya,tapi kamu memanglah nyaman."
Avi berkata didalam dirinya.
"Kepalah bapakmu nyaman!,perkataanmu sangat aneh?."
Serena berkata.
"Oh benar,aku ingat kalau seorang pelayan harus melakukan hal seksual."
Avi pun panik dong dan berkata.
"Woi,mana ada begituan seorang pelayan melakukan hal begituan!."
Serena berkata.
"Itu memanglah benar akan tetapi."
"Aku yang membuat hal tersebut karena aku menyukaimu."
Avi panik dong perkataan serena sedikit mesum,terlihat serena masih memeluk avi dan serena berkata.
"A-aku,ah."
Avi berkata.
"Woi kamu kenapa?kenapa kamu mengeluari suara aneh sekarang?."
Serena menjawab.
"A-aku tidak tahan lagi."
"Ah."
"Dengan hasratku!."
"Ah."
Avi panik dong dan berkata didalam dirinya.
"Orang ini sangat aneh tapi aku harus kabur dari serena karena aku begini saja aku dapat dosa apalagi dia melakukan yang begituan!."
"Aku harus membuatnya sadar,sebenarnya siapa yang membuatnya mesum begini!?."
Avi berkata.
"Woi,serena hentikan suara anehmu!."
"Padahal aku tidak menyentuh apa-apa?!."
Serena berkata.
"Begitu ya,tapi aku tidak taha lagi dengan hasratku ini!."
"Ah."
Terlihatlah serena mulai menggoyangkan tubuhnya tapi avi mangkin panik dong karena sifat serena mulai mesum dan avi berkata didalam dirinya.
"Ini anak sifatnya ini terlalu bodoh."
Serena berkata.
"Ah-ah-ah,aku tidak tahan lagi-."
Seketika juga serena pingsan dikarenakan avi bergerak cepat dan membuat serena pingsan,dan avi pun membawak serena pulang dan menaruhnya ketempat kamarnya beradah.
Terlihat avi melihati serena berseraya berkata.
"Ini anak memanglah aneh?."
Terlihatlah serena sedang gigau dan memanggil nama avi tapi berkata.
"Kamu memanglah aneh sekali serena."
"Ehemm."
"Tapi aku tidak bisa mendekatimu kareana aku takut dosa."
"Aku bukanlah seperti orang lain berpenganggan tangan yang bukan istrinya malahan."
"Dan melakukan seksual karena hawa nafsunya karena tergoda oleh wanita atau sipria."
"Ehemm,tapi aku tidak mau menjadi orang tersebut karena aku bukanlah suka akan hal tersebut."
"Serena."
Tampaklah avi berjalan keluar kamar dan terlihatlah serena setengah sadar dan berkata."avi"dan tidur.
__ADS_1