Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Kebangkintan robot dan pergi kekota jomblo.chapter 8


__ADS_3

Suatu hari terlihatlah avi lagi bersantai tapi mengingan sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya,omong-omong aku telah menunjukkan mereka kendaraan perang yang ada seperti dibumi."


"Tapi ya mereka dipaham memakainya dan hal hasil aku mengajari mereka memakai kendaraan perang."


"Yah,sedikit melelahkan seperti mengajari mereka menghidupkan senjata yang ada dikendaraan perang dan sebagainya."


"Oh iya,ada material yang aku perlukan sepertinya aku harus mencarinya segera."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Baiklah,seperti aku harus pergi kayaknya."


"Baik,ayo pergi."


Seketika avi pergi ketempat itu dengan berpindah tempat dan terlihat ketika avi pergi berpindah tempat serena datang dan membawakkan minum tapi avi sudah pergi,dan serena berkata.


"Ehg,my lord tidak ada disini padahal aku mendengar suaranya?."


"Aehg,seperti my lord sudah pergi padahal aku mengasihkan minum doang?."


"Aaah,tapi ya sudahlah lebih baik aku kembalik kerja lagilah."


Serena pun keluar dari ruangan tersebut dan terlihatlah jelas avi banyak mengalahkan monster tersebut dengan jumlah banyak sampai-sampai berbentuk gunung yang banyak mayat tapi.


"Ping-pong."


Seketika juga ada suara yang sama seperti sebelumnya dan avi pun kaget dong dan berkata.


"Ehg,suara ini sama seperti dulu sebenarnya apa yang terjadi?."


Avi memeriksa ingatannya biasa disebut 'data diri'ini sama seperti digame tapi tidak sepenuh mirip dan terlihatlah kalau ada kode dan avi diarahkan kecreate skills dan dipaksa membuat skills daricreate skills,dan terjadilah sesuatu karena avi sudah memilih membuat.


Terlihatlah ada skills yang bernama 'dunia akhir'atau disebut dengan 'ender word',terlihatlah avi keget dong yang terjadi.


Dia berfikir kalau ini skills yang berbahaya karena namanya saja begitu mengerikan yaitu dunia akhir dan seketika juga terbukalah rantai yang entah darimana,seketi juga avi berevolusi dan keluarlah sebuah cahaya dari seluruh tubuhnya.


Dan terlihatlah cahaya itu telah hilang dari tubuh avi tapi avi terlihat tambah tampan dan tambah kekar tapi bukan seperti orang yang yang mempunyai otot yang banyak,tubuh avi terlihat mangkin tinggih dan tubuhnya terlihat bagus.


Dan avi keget dong dan berkata.


"Eh,apa telah terjadi?."


"Eh,tumbuh tambah tinggih?tapi tubuhku terlihat kekar?."


"Apa yang telah terjadi padaku?."


"Ya,kalau begitu tidak usah dipikirin dengan panjang tentang hal tersebut."


"Haa."


"Tapi skills yang bernama 'dunia akhir',itu skills yang berbahaya menurutku."


"Karena namanya aja mengerikan apalagi kalau aku mengatifkannya?."


"Pastih hancurlah pastif dunia ini?."


"Haa."


"Baiklah,ternyata aku dipaksa untuk menekan skills tersebut."


Seketika avi menekannya dia menghilang entah kemana dan terlihatlah avi pindah suatu dimensi yang gelap gulita,tampaklah avi panik dong dan berkata.


"Eh-ehee,ini dimana?."


"Apakah didunia aku tinggali telah hancurkah?karena skills tersebut?."


"Ah,tapi ya sudahlah."


"Hmm,apa ini kok gak begitu asing ya?."


Terlihatlah ada blok tanah dan batu dan seketika juga avi mengingan sesuatu dan berkata.


"Ahg,apakah aku disuruh membuat dunia?."


"Karena aku pernah main sekali game yang membangun peradapan."


"Seperti ini aku harus membuat dunia dengan blok ini tersebut."


"Hmm?."


"Oh,baiklah sepertinya begitu ya."


"Baiklah aku akan membuatnya secantik rupa,hemm."


Avi pun tersenyum dan avi mulai membangun terlihatlah avi mulai memasang blok-blok itu dan telahlah selesai avi bangun.


Dan terlihatlah avi telah selesai membuat sesuatu bangunan mirip seperti istana kerjaan tapi istana tersebut itu terlihat mengerikan dan bercampur warna hitam dan abu-abu.


Dan kebesokan harinya setelah avi tau kalau skills tersebut adalah dunia yang diamiliki dan terlihat avi sudah selesai sama istana itu dan didalamnya banyak sekali mesin-mesin karena avi berfikir untuk membuat istana itu untuk menjadi tempat penelitiannya.


Dan terlihat avi ada salah satu ruangan yang penuh mesin dan avi berkata.


"Hmm,kalau begitu aku keluarkan robot tersebut karena."


"Aku sudah berjanji kepadanya karena dirinya telah menjadi temanku."


Sebenarnya robot itu pada saat didungeon dia berkata.


"Apa maksumu wahai tuanku?."


Avi menjawab.


"Karena kamu kalau memperbaikimu dan membawak bersamaku maka."


"Terjadi hal sesuatu yang mengerikan."


Robot itu berkata.


"Hal mengerikan?apa maksudnya?."


Avi menjawab.


"Ah,soal itu aku tidaklah tau karena aku mempunyai firasat buruk kalau kamu keluar dari dungeon ini."


Robot itu berkata.


"Baiklah saya mengerti."


"Tapi anda harus berjanji samaku dan menghidupkan akulagi?."


Avi menjawab.


"Ya,tapi gimana menghidupkanmu?."


Robot itu berkata.


"Kalau soal itu anda harus mengambil sebuah memori dipeti tersebut karena kalau aku mati maka dataku tersebut ada pada memori tersebut."


Avi menjawab.


"Ya,aku akan berjanji menghidupkanmu lagi."


Robot itu berkata.


"Ya,terima kasih banyak."


Seketika avi menghidupkan skills ruang hitam,cerita itu adalah sebelum avi menghisap robot itu tersebut.


Setelah avi mengeluarkan badan robot tersebut tampaklah badan robot tersebut rusak parah akibat pada waktu itu dan avi pun memperbaiki badan robot itu yang rusak,robot tersebut sangatlah tinggih sampai-sampai setinggih gedung tertinggih atau sekitar 4050meter.


Jadi disimpulkan robot tersebut sangatlah tinggih tapi tempat robot itu diperbaiki sangatlah luas dan tinggih,besar.


Setelah itu avi berkata.


"Baiklah aku sudah memperbaikinya tapi sedikit sulit karena memperbaiki robot memakan waktu berjam-jam."


"Apa lagi kalau dibumi mungkin memakan waktu bertahun-tahun."


"Baiklah aku akan memasangkan memori ini dan aku juga telah memperbaiki dua anak buahnya."


Avi pun telah memasukkan memori tersebut dan tampaklah robot itu telah hidup,dan tampaklah robot itu bangkit dan mulai bergerak.


Dan robot itu melihat sekitar dan dua bawahannya hidup juga dan robot itu berkata (sihitam).


"Apakah aku telah hidup?."


Avi menjawab.


"Ya."


Robot itu berkata.


"Begitu ya,anda menepati janji anda."


"Tapi ini tempat apa?."


Avi menjawab.


"Hah,kalau soal itu ini adalah istana."


Robot itu pun terkejut yang apa dibilang avi dan robot itu berkata.


"I-istana?mana mungkin istana akan hancur kalau kami dibawak kesini?."


Avi menjawab.


"Hei,itu terserah dirimu percaya atau tidak tapi kamu memang ada diistana."


Robot itu berkata.


"Begitu ya."


Dan mereka bertiga berlutut dihadapan avi dan robot hitam itu berkata.


"Jadikan kami bawahanmu!."


Avi menjawab.


"Apakah kalian yakin?."


Robot itu berkata.


"Iya kami sangat nyakin."


Avi menjawab.


"Begitu ya,baiklah kalian sekarang adalah bawahanku mohon kerja sama."


Robot berkata.


"Baik,kami selalu setia dihadapanmu."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Hmm."


Avi pun tersenyum dan avi berkata.


"Hei,sipa namu?."


Robot itu berkata.


"Tidak ada nama."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Hah,kalau begitu namamu adalah fehar."


Robot itu berkata.


"Baik nama saya adalah fehar."


Avi berkata.


"Kalau begitu kedua bawahanmu aku akan menamainya."


"Kalau begitu nama mereka adalah fed dan led."


Robot itu menjawab.


"Baik."


Mereka pun keluar dari dunia itu dan avi memperkenalkan mereka kepada orang lain begitu juga serena,dan beberapa hari setelah fehar datang tapi seketika ada orang yang datang dan berkata.


"Lapor tuan."


Avi menjawab.


"Ada apa."


Orang itu berkata.


"Ada surat tuan!."


Avi menjawab.


"Surat?."


Orang itu berkata.


"Ya,surat itu dikirim oleh elang pos."


Avi menjawab.


"Elang pos?setahuku tidak ada lah namanya elang pos?."


Orang itu berkata.


"Sebenarnya elang pos dikenali oleh raja terdahulu oleh seorang raja bernama yis."


Avi menjawab.


"Begitu ya,jadi apa isi surat itu."


Seketika orang itu menyerahkan surat itu dan orang itu berkata.


"Kalau begitu saya pamit undur diri."


Avi menjawab.


"Ya,kamu harus berkerja dengan giat ya."


Orang itu berkata.


"Baik."


"Kalau begitu saya pamit undur diri."


Dan orang itu keluar dari ruangan dan setelah itu avi membaca surat itu dia hanya tersenyum doang setelah membaca surat itu,kebesokan harinya avi bersiap-siap untuk pergi tapi serena berkata.


"Apakah anda sendiri yang pergi?."


Avi menjawab.


"Ya."


Serena menjawab.


"Ta-tapi itu terlalu bahaya!biar saya akan memerintahkan prjurit untuk menemani anda?!."


Avi menjawab.


"Tidak,itu tidak usah."


"Karena aku punya niat lain kesana dan aku kesana ada yang membuatku tertarik."


Serena menjawab.


"Apa yang anda tertarik?."


Avi menjawab.


"Ra-ha-sia."


"Hmm."


Avi tersenyum doang dan dia pun pergi berpindah tempat dan setelah itu avi tampak sudah ada didekat kota itu dan avi pun memasuki kota itu tampaklah kota itu sangat mewah banyak rumah-rumah warga sangat bagus terlihat mewah.


Dan tampaklah penampilan avi memakai jubah dan matanya diikat kain putih,walaupun mata avi ikat dimasih bisa melihat dikarenakan avi mempunyai skills tembus pandang kain yang ada disekitar mata.


Dan tampaklah avi berjalan menujuk istana sampainya diistana dan mau memasuki gerbang istana seketika juga avi tidak dibolehkan masuk,salah satu mereka berkata.


"Woi,kamu siapa dan keperluan apa kamu kesini?."


Avi menjawab.


"Ini."


Avi pun menunjukkan surat tersebut mereka pun membacanya dan mereka berkata.


"Jadi kamu adalah?."


Avi menjawab.


"Aku adalah yang utus kesini oleh surat tersebut."


Mereka pun saling melaihat dan sepakat dan akhirnya dibolehkan masuk,dan avi pun masuk.


Setelah masuk avi melihat ada seorang wanita yang kesusahan untuk memanah tampaklah tembakan panah wanita tersebut tidak akurat dan avi pun mendekati wanita tersebut sambil tersenyum jahat,wanita tersebut kaget dong kalau ada seseorang yang memakai jubah putih dan mata diikat kain.


Seseorang itu mulai mendekat dan wanita itu berkata.


"Siapa kamu?."


Avi menjawab.


"Aku hanya orang biasa."


Wanita utu berkata.


"Mana mungkin orang biasa kedaerah istana?."


Avi menjawab.


"Tidak,aku hanya kesini karena seseorang."


"Hikhikhik.'


Avi pun tersenyum jahat dan wanita itu berkata.


"Jadi kamu kesini karena seseorang didaerah istana?."


Avi menjawab.


"Ya,aku sangat kagum samamu karena kamu bisa mengetahui."


Avi pun tersenyum jahat terus dan wanita itu berkata.


"Jadi untuk apa kamu mendatangiku?."


Avi menjawab.


"Aku datang kesini karena kamu kesusahan memanah."


Wanita itu berkata.


"Hah,apakah karena itukah?."


Avi menjawab.


"Ya."

__ADS_1


Avi masihlah tersenyum jahat dan wanita itu berkata.


"Kamu tidak mungkin berbuat baik karena ini?."


Avi menjawab.


"Apa maksudmu aku tidak begitu tau maksudnya?."


Wanita itu berkata.


"Kamu kesini karena kesini ingin mengajariku kamu pastih berbohong?itulah maksudku."


Avi menjawab.


"Hah,aku masih tidak mengerti tapi aku sudah tau."


"Kalau kamu memanah disegitu itu tidaklah bisa mengenai target."


Wanita itu berkata.


"Apa maksudmu?."


Avi menjawab.


"Maksudku adalah kalau kamu menembak disekitar itu daerah segitu maka tidaklah kena."


"Karena kamu tidak menghitung gaya gravitasi,tekanan angin,dan jarak jatuhnya."


Wanita itu berkata.


"Maksudnya?aku sudah menghitungnya."


Avi menjawab.


"Kamu salah hitung kalau gravitasi dan jarak jatuhnya salah maka itu yang membuatnya tidak mengenai target."


"Misalnya sebuah panah dengan kecepatan 50m/s,sudut elevasi 40° ketinggian maksimum yang dicapai panah tersebut adalah 62,5m."


"Yah,intinya kamu harus menghitung dengan teliti tentang hal tersebut."


Wanita berkata.


"Begitu ya?."


"Kalau begitu aku coba deh."


Wanita itu pun mencobanya dan menghitungnya dengan hal tersebut yang dibilang avi,dan seketika juga wanita itu tepat sasaran dan wanita tersebut berkata.


"Hore berhasil."


Avi tersenyum doang dan wanita itu berkata.


"Terima kasih banyak."


Avi menjawab.


"Ya,sama-sama."


Avi berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya yang aku katakan tadi itu adalah untuk perhitungan sebuah senjata api."


"Aku hanya mengubah kata peluru kepanah karena aku tau itu tidaklah benar untuk sebuah panah."


"Karena sebuah panah sangatlah berbedah dari segi tembakannya."


Wanita itu berkata.


"Ada apa?."


"Ada masalah?."


Avi menjawab.


"Tidak."


"Kalau begitu aku pamit."


Avi pun mau berjalan lagi tapi wanita itu berkata.


"Tungguh sebentar."


Avi pun berhenti berjalan pada saat avi melewati wanita tersebut,avi menjawab.


"Ada apa?."


Wanita itu berkata.


"Sebenarnya kamu siapa?."


"Aku tidak pernah ada seseorang penghianat dikota ini dan meminta bantuan seseorang dari luar?."


Avi menjawab.


"Aku hanyalah seorang biasa,karena kamu memaksaku maka."


"Kamu sendiri yang akan menyadarinya nanti!."


Avi berkata dengan gerakan cepat tapi tidak avi tidak bergerak kecepatan aslinya sampai-sampai wanita itu menyadarinya,setelah wanita itu menyadarinya seketika avi hilang.


Tampaklah wanita itu datang kedalam istana sambil berlutut dan berkata.


"Wahai ayah ada apa saya dipanggil?."


Raja berkata.


"Oh,soal itu."


"Eheem."


"Ada seseorang yang akan kesini."


"Karena seseorang ini kamu harus melihatnya."


Wanita berkata.


"Apa maksudnya?."


Raja berkata.


"Kamu hanya melihat dia datang saja kesini doan."


Wanita menjawab dengan tegas.


"Baik."


Wanita itu berdiri disamping raja itu tapi seketika ada seseorang yang berlari dengan kencang kehadapan raja.


Dan orang itu pun berlutut dan berkata.


"Lapor raja!."


Raja menjawab.


"Ada apa cie?."


Cie berkata.


"Raja ada seseorang yang ingin bertemu anda!."


Raja menjawab.


"Baik,bawakkan dia kesini."


Cie berkata.


"Ta-tapi raja dia sendikit mencurigakan!."


Tapi seketika ada seseorang yang datang dengan pakaian jubah puti dan berjalan menujuk sang raja.


Tampaklah mereka mereka panik dong semua orang tidak tau yang datang secara tiba-tiba dan prjurit istana bersiap-siap untuk menyerang pada dia menyerang,dan tampaklah orang itu sudah ada dihadapan raja dan berkata.


"Lama tidak bertemu raja."


"Hikhik-hik."


Ternyata orang itu avi,avi tersenyum jahat orang-orang mulai ketakutan begitu juga sang raja dan raja berkata.


"Si-siapa kamu dan mau apa kesini?."


Avi menjawab.


"Apakah kamu lupa raja?tentang diriku?."


"Hik-hik."


Avi ketawak jahat bersamaan tersenyum jahat dan raja berkata.


"Si-siapa dirimu?aku tidak mengenalimu?."


Avi menjawab.


"Hi,begitu ya."


"Tapi sendirikan yang menyuruhku kesini?."


Raja pun bingung dan berkata.


"Siapa dirimu?aku tidak ada menyuruhmu kesini?."


Avi menjawab.


"Begitu ya,anda tidak menyadari aku ya?."


"Apakah anda pernah main alat musik sambil memakai ****** *****?."


"Apakah kebiasaan anda masih adakah?."


Raja pun kaget dong dan berkata.


Seketika juga orang mulai ketawak begitu juga avi terlihat senang dengan senyum jahatnya dan avi berkata.


"Baiklah aku akan mengakukan diriku sendiri."


Seketika avi membuka penutup kepalahnya dan matanya tampaklah wajah avi amat tampang bagaikan seorang kesatria pemberani.


Orang terkejut dengan wajah avi yang amat tampan sampai-sampai wanita-wanita sana jatuh hati begitu juga wanita yang sebelumnya,dan raja pun kaget dong dan berkata.


"A-aviii."


Orang-orang keget dong kalau raja mengenalinya dan raja berkata.


"Apakah kamu avikan?."


Avi menjawab.


"Apakah kamu lupa dengan apa yang aku bilang tadi tentang main musik sambil memakai ****** *****?."


"Kan kamu sendiri berkata begitu denganku?."


"Sampai-sampai kamu mencerikannya-."


Raja berkata.


"Diam."


"Apakah kamu jangan bilang begitu!aku jadi malu!."


Avi menjawab.


"Baiklah."


Raja berkata.


"Apakah kamu datang kesini dengan suratku?."


Avi menjawab.


"Iya."


Raja berkata.


"Kenapa kamu lama sekali?padahal aku memintanya pada pukul 13:00 dan sekarang kamu datang pada pukul 13:30.


Avi menjawab.


"Ah,soal itu."


"Aku sudah masuk keistana dan menjumpaimu dan menyerahkan surat itu dengan surat itu untuk masuk tapi."


"Aku sebelum masuk aku banyak ditantang oleh prjurit dengan kataan 'kalau kamu bisa mengalakan kami maka kamu boleh menemui sang raja'."


"Itulah yang dibilang prjuritmu dan salah satunya dia juga dia menantangku."


Terlihatlah avi menunjuk jari telunjuk keprjurit itu dan avi menurutkannya lagi dan raja berkata.


"Apakah kalian bodohkah prjuritku?."


"Kamu membuatku lama berjumpanya karena kalian lah."


"Seharusnya aku sudah selesai sekarang tapi karena kalianlah aku harus lama menungguhnya!."


Tampaklah sang raja marah kali tapi avi berkata.


"Hei raja,untuk apa kamu marah seperti kalau kamu tidak mendapatkan untungnya?."


Seketika raja sudah tidak marah lagi terkejutlah wanita itu karena bisa meredahkan amarah raja dan wanita itu berkata.


"Hei ayah siapa dia?."


Raja menjawab.


"Dia adalah salah satu aliansiku."


Wanita itu berkata.


"Ooh,begitu ya?."


Raja berkata.


"Baiklah,avi ikutilah aku untuk membahas masalah yang aku bahas."


Avi menjawab.


"Baik."


Salah satu mereka berkata.


"Tungguh sebentar raja?!."


Raja berkata.


"Ada apa?."


Orang itu berkata.


"Maaf pertanyaanku,siapa dia sebenarnya?."


Orang-orang pun bertanya dengan tanyaan yang sama dan raja berkata.


"Dia adalah salah satu raja."


Mereka pun terkejut yang apa dibilang raja mereka pun tidak mengerti dan salah satu mereka berkata.


"Apa maksud anda?."


Raja berkata.


"Dia adalah seorang raja dari negara aliansiku."


Mereka pun mangkin terkejut dengan pertanyaan raja begitu juga wanita itu dan orang itu berkata.


"Apakah anda bohongkah?."


Raja berkata.


"Tidak,dia memang seorang raja dari negara bernama Ex tizio dia adalah negara aliansiku."


"Tapi ya,aku yang meminta mereka beraliansi."


Mereka pun terkejut semua dan wanita-wanita itu berkata semua.


"Pastih dia adalah raja mudah."


"Apakah dia sudah menikah atau belum?."


"Apakah janga-jangan dia sedang mencari istri?."


"Pastih aku?."


"Tidak bukan kamu pastih aku!."


Mereka pun bertengkar akan hal tersebut dan avi berkata.


"Anu raj,apakah saraf mereka rusak?."


"Dari tadi mereka berbicara hal aneh saja?."


Mereka pun terkejut begitu juga sang raja dan berkata didalam dirinya.


"Gila!dia tergila sama seperti wanita itu!?."


"Perkataan mereka menyeremkan!mau pelayan atau tuannya sama-sama menyeramkan?."


Raja berkata dengan mulutnya.


"Tidak,mereka sedang mabuk!."


Avi menjawab.


"Ooh,begitu ya mereka sedang mabuk tapi tampaknya mereka bagaikan mencaci dirinya sendiri karena mereka bertengkar akan hal bodoh!."


Seketika semua terkejut akan hal perkataan avi begitu juga sang raja dan raja berkata.


"Apakah kalian masih ragu terhadap dia karena seorang raja?."


"Kalau kalian masih meragukan dia maka kalian salah lawan."


"Karena dirinya kuat lebih kuat dari kesatriaku."


Mereka pun terkejut akan hal tersebut mereka berbicara satu sama lain dan tampaklah kesatria itu bersin dan berkata.


"Acieh."


"Ah,seperti disini banyak debuh?."


Tampaklah ada seorang yang membersihkan semuanya sampai atap-atapnya dan kesatria itu berkata.


"Woi."


"Kamu terlalu membuat banyak debuh!."


Raja berkata.


"Pada saat kesatriaku pergi kenegara seberang pada waktu itu,pada saat kesatriaku pergi kesana dia."


"Mampir kenegaranya dan membuat kesatriaku karena dia menantangnya dan membuat kesatriaku ketakutan."


Mereka semua pun panik dong dan raja berkata didalam dirinya.


"Sebenarnya dia bukanlah berlatih tanding pedang padahal kesatriaku ketakutan akan wanita itu karena perkataannya!."


"Haa."


Raja berkata.


"Apakah kalian tau pahlawan serena?karena dia membuat serena tunduk terhadapnya dan sampai-sampai menjadi seorang pelayan."

__ADS_1


Tampaklah mereka terkejut apa yang dibilang sang raja dan mereka pun debat dan wanita itu pun terkejut juga karena dia pernah ingat dengan perkataan ayahnya waktu itu dan wanita itu berkata didalam dirinya.


"Apakah dia avi day lict?orang yang mampu menundukkan serena dan menjadikan serena seorang pelayannya!."


Raja berkata.


"Kalau begitu habis ini ikuti aku dan menginap disini selama dua malam."


Avi menjawab.


"Baik."


Raja berkata.


"Hei avi,kenapa kamu berpura-purah jahat sampai-sampai tersenyum jahat dan tertawak jahat?."


Avi menjawab.


"Ha,soal itu aku hanya bercanda saja tapi aku tidak tahan akan kelucuan yang aku buat sampai-sampai tersenyum dan tertawak."


Mereka pun ketakutan semua karena semua hanya bercanda,melihat sekitar karena semua orang ketakutan dan berkata.


"Apakah aku salah katakah?."


Raja menjawab.


"Tidak,tapi perkataan sedikit menyeramkan!."


Avi berkata.


"Begitu ya?."


"Baiklah kalau soal itu aku minta maaf!."


Avi pun minta maaf sambil membungkukkan badannya dan raja berkata.


"Begitu ya,baiklah kalau begitu ayo ikuti aku keruangan."


Avi menjawab.


"Ya."


Mereka pun berjalan menujuk sebuah ruangan setiba diruangan putri dari raja tersebut mengisih minum kegelas kaca dengan tekok dan setelah putri itu mengisih minuman itu sang raja minumnya dan avi pun mau minumnya tapi seketika avi menyadari bau yang tidak asing dan avi berkata didalam dirinya.


"Tungguh bukankah ini bau alkohol?tapi mengapah warna sama bening sama teh?."


"Setahuku warna setandar alkohol adalah kuning kehitaman tapi ini sama warna teh?."


Raja berkata.


"Ada apa?ada masalahkah dengan minuman tersebut?."


Avi menjawab.


"Hei raja!."


Raja menjawab.


"Ada apa?."


Avi berkata.


"Apakah ini alkohol?."


Raja menjawab.


"Iya,apakah ada masalahkah?."


Avi berkata.


"Tapi kenapa warna alkohol ini sama persis warna teh?."


Raja menjawab.


"Yah,karena alkohol itu alkohol kualitas tinggih jadi warnanya sama seperti teh."


Avi berkata.


"Maaf,aku tidak bisa minum ini."


Raja berkata.


"Ada apa?kenapa kamu tidak meminumnya?."


Avi menjawab.


"Karena aku dilarang minum alkohol oleh agamaku."


Raja berkata.


"Tapi kenapa agamamu melarangnya?."


Avi menjawab.


"Apakah anda taukah?alkohol ini sangat berbahaya pada kesehatan tubuh kita."


"Dan karena itulah agamaku melarangnya tapi itu hanyalah sebuah contoh saja."


Raja berkata.


"Begitu ya,aku benar-benar minta maaf karena aku mengasih minuman yang tidak seharusnya tidak diminum olehmu karena agamu!."


Avi menjawab.


"Ya,tidak apa-apa kok."


Avi tersenyum doang tapi wanita itu berkata didalam dirinya.


"Hmm,orang ini memang misterius ya?."


"Sampai-sampai orang tidak tau dia?."


"Yah,tapi kalu dia meminumnya maka sifat asli keluar aku pun bisa mengetahui titik lemahnya,hmm."


Terlihatlah mereka berbincang-bincang tentang perdagangan mereka berbicara sampai malam dan setelahnya mereka telah selesai dan beristirahat.


Dan kebesokannya avi berkeliling kerajaan tampaklah para prajurit ketakutan kepada avi begitu sang kesatria tapi kesatria itu bersifat biasanya dan setelah menyeluruh avi berkeliling tapi ada tempat yang belum dia berkeliling.


Setelah avi masuk ketempat itu avi melihat ada seseorang yang lagi berlatih pedang tampaklah dia selalu gagal akan latihannya dan avi pun mendekatinya wanita tersebut ternyata wanita tersebut adalah putri raja tersebut,avi mulai mendekatinya tapi seketika wanita itu tiba-tiba kaget karena ada seseorang yang lagi mendekatinya dari belakang.


Wanita tersebut menyerangnya tapi orang itu menangkapnya tapi setelah wanita itu tau dia adalah avi dan wanita itu berkata.


"Tolong lepasi pedangku!."


Avi menjawab.


"Baik."


Avi pun melepasinya dan wanita itu berkata.


"Aku minta maaf karena menyerangmu!."


Wanita itu minta maaf sambil membungkuk dan avi menjawab.


"Iya,tidak apa-apa."


Avi tersenyum dan wanita itu berkata.


"A-anu sebenarnya anda siapa sebenarnya?."


Avi menjawab.


"Aku hanya orang biasa."


Wanita itu berkata.


"Mana mungkin kamu sebelumnya bilang begitu?."


"Apakah kamu seorang pahlawan yang terkuat akan tetapi kamu menyembunyikkannya?."


Avi menjawab.


"Tidak,aku memang orang biasa."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,kamu masih belum mengakuinya ya?."


Avi menjawab.


"Kan sudahku bilang aku hanya orang biasa."


Wanita itu berkata.


"Baik."


"Apa kamu bisa berpedang?."


Avi menjawab.


"Mungkin bisa tapi aku tidaklah tau?."


Wanita itu berkata.


"Ah,begitu ya dari perkataan sedikit mencurigakan apakah bisa atau tidak?."


"Baiklah,coba tunjukkan aku bela diri pedangmu atau kamu hanya memotong batu bulat tersebut?."


Avi menjawab.


"Baik,aku memilih memotong batu bulat tersebut."


Dan wanita itu menyerahkan pedangnya dan seketika juga wanita tersebut wanita itu melempar batu bulat tersebut dengan jarak 100m dengan kecepatan penuh.


Dan mulailah wanita itu melempar batu tersebut sangat cepat lebih cepat dari cahaya dan setelah wanita itu sudah melemparkan batu tersebut dengan kecepatan penuh seketika batu tersebut sudah sangat dekat dengan avi tapi avi sudah memotong batu tersebut menjadi dua potongan dengan sangat cepat sampai-sampai wanita itu tidak menyadarinya dan wanita itu mendekati avi dan berkata.


"Hei,apakah kamu sungguh bukan pahlawan?."


Avi menjawab.


"Ya,aku bukanlah pahlawan apalagi orang kuat?."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,tapi a-."


Seketika wanita tersebut tiba-tiba pusing dan avi menyadarinya dan membantunya ketempat duduk yang ada ditempat itu setelah sudah meredah pusingnya wanita tersebut dan dia berkata.


"Hei,apakah kamu memang bukan pahlawankah?."


Avi menjawab.


"Ya,tapi kenapa kamu menanyak itu lagi?."


Wanita itu berkata.


"Tidak ada apa-apa kok!."


"Hmm."


"Begitu ya,kamu bukan pahlawan ya?."


"Hei,aku ingin bertanyak gimana kamu bisa menjadi raja ataukah kamu mendapatkan tah-tah kerajaan dari ayahmu?."


Avi menjawab.


"Tidak,aku tidak mempunyai ayah dinegaraku tersebut.


Wanita itu berkata.


"Jadi gimana kamu menjadi raja?."


Avi menjawab.


"Ah,soal itu sebenarnya pada saat aku melewati hutan aku melihat penduduk kota tersebut diserang aku pun membatu negara tersebut."


"Tapi setelah aku menjadi raja mereka karena dulu kota itu tidak punya raja tapi ketua."


"Sebenarnya kota tersebut tidaklah diketahui semua orang karena tempat tersebut tersembunyi."


"Dan setelahnya aku memerintah negara tersebut dan membuat nama negara tetapi setelahnya."


"Muncullah seorang wanita yang mengaku mau menjadi pelayanku tapi aku menolaknya tapi dia memaksaku."


"Aku mensetujuinya pada waktu itu aku curiga akan wanita tersebut apakah mata-mata yang lagi nyamar atau lain sebagainya."


"Aku tidak memikirkan hal tersebut dengan panjang karena aku tidak mau termakan oleh kecurigaanku."


"Dan itulah cerita serena yang menjadi pelayanku."


"Yah,intinya inilah cerita aslinya dan beberapa minggu berlalu aku pun mencari orang-orang untuk membangun negaraku dan begitulah sampai sekarang."


"Aku bukanlah jadi raja karena kekuatanku ataukah ayahku."


"Itu tidaklah benar karena aku hanyalah orang biasa saja."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,aku minta maaf kalau orang tuamu ada dinegara lain aku benar minta maaf!."


Terlihatlah wanita itu membungkan tubuh untuk minta maaf dan avi menjawab.


"Tidak apa-apa."


Wanita itu berkata.


"Negaramu berada didaerah mana?."


Avi menjawab.


"Ah,soal itu kamu tanyak saja kepada ayahmu."


Wanita itu berkata.


"Apakah kamu lupahkah dengan daerah kotamu?."


Avi menjawab.


"Yah,mungkin iya dan mungkin tidak."


Tampaklah wanita itu kebingungan dan seketika hatinya terketuk atau disebut jatuh cinta dan tampaklah ketika wanita itu menatap wajah avi dia malu seketika tapi dia gugup disamping avi karena deg-degkan oleh jatuh cintanya keavi,avi berkata.


"Ada apa?apakah kamu mau membuang air besar?."


Seketika wanita itu malu ketika avi berkata itu dan wanita itu berkata.


"A-apa maksudmu?."


Terlihatlah nada suara wanita tersebut menjadi imut dan avi menjawab.


"Ah,apakah kamu tidak tahan buang air?tapi tidak perlu menahannya lebih sana kekamar mandi untuk membuangnya."


Wanita itu berkata sambil malu.


"A-apa yang kamu bilang aku tidak sedang menahan air besar atau air kecil."


"Ta-tapi a-ada yang inginku bilang tapi aku malu."


Avi pun bingung denga perkataan wanita itu dan menjawab.


"Apa yang kamu ingin bilang?."


Wanita itu mangkin malu tapi seketika berdiri dihadapan avi sambil malu-malau dan berkata.


"To-tolong menikahlah denganku!."


Avi pun mangkin bingung karena perkataan wanita tersebut dan avi berkata.


"Ehg."


"Apakah itu sebuah candaankah?."


Wanita itu berkata.


"Apa yang kamu bilang aku sungguh-sungguh,tolong nikahilah aku!."


Avi menjawab.


"Eheee,begitu ya kamu memang sedang bercanda?."


Avi sebenarnya sudah menyadarinya dari perkataan wanita itu tapi avi berpura-pura tidak mengetahuinya dan wanita itu berkata.


"A-h,A-aku tidak sedang bercanda aku bersungguh-sungguh tolong menikahlah denganku."


"Aku mohon."


"Aku mohon."


Avi menjawab.


"Hah,memang candaan memang sangat luar batas ya."


Wanita itu berkata.


"Ahg,ke-kenapa kamu selalu aku bercanda terus aku memang bersungguh-sungguh aku mohon menikahlah denganku!."


Avi menjawab.


"Begitu ya,baiklah aku mengaku."


"Tapi kalau kamu menikah kamu akan menjadi menyesal loh."


"Tapi aku tidak bisa menyebutkan hal penyesalan seperti apa,tapi aku yakin kalau kamu pastih bisa bertemu yang lebih bai."


"Hmm,aku bisa menjawab perkataanmu tadi tapi aku yakin sekali kalau kamu akan menikah dengan yang lebih baik."


"Pernikahan tidak dipaksa oleh hawa nafsu tapi kenyakinanmu lah yang bisa menemukan pasangan yang lebih baik dari aku."


"Hemm."


Avi pun tersenyum doang dan wanita itu berkata.


"Ta-tapi aku tau kamulah yang lebih baik untukku!."


Avi menjawab.


"Tidak,aku tidak memberikan apa-apa karena aku adalah seseorang yang tidak bisa memberikan apa-apa kepadamu ketika kamu menikah denganku."


"Seperti perasaan cinta,kasing sayang dan sebagainya."


"Yah,intinya begitulah."


Wanita itu berkata.


"Be-begitu ya,namun aku sangat yakin terhadap dirimu."


Avi menjawab.


"Sebanyak apapun kamu bilang menikah denganmu aku tetap tidak bisa karena aku mempunyai firasat buruk dalam hal tersebut."


"Namun."


Avi pun berdiri dan menghadap matahari dan berkata.


"Aku yakin kamu akan menemukan yang lebih baik."


Wanita tersebut hanya diam dibelakang avi dari kejauhan terlihatlah sang raja dan istrinya melihat kejadian tersebut dari jendela dan sudah mendekarkan perkataan mereka.


Kebesokan harinya avi mau bersiap-siap untuk kembalik kedesanya dan raja berkata.


"Akan pulang ya."


Avi menjawab.


"Ya,kalau begitu aku pergi."


Seketika avi pergi berpindah tempat dan avi pun sudah kembalik kedesanya.

__ADS_1


__ADS_2