Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Permasalahan yang makin mendalam.chapter 17


__ADS_3

Pada suatu hari avi terlihat bersantai akan tetapi dia teringat sesuatu dan seketika dia berdiri dari kursinya dan berpindah tempat dan tampaklah avi berpindah tempat kepurpustakaan dan terlihatlah avi memasaki suatu ruangan.


Dan membaca buku dan setelahnya menaruhnya lagi kerak buku itu berada dan terlihatlah avi mengambil sebuah kaca bening dari skills ruang hitam miliknya dan seketika avi melihat kaca tersebut.


Avi pun terkejut dan marah seketika dan avi menaruh kaca tersebut dimeja tersebut dan avi berkata.


"Tidak mungkin terjadi!."


"Gimana mungkin ini terjadi!."


"Sepertinya aku harus menyelesaikan masalah tersebut!."


Avi pun tampak marah dan avi menaruh kaca tersebut diskills ruang hitam miliknya dan seketika avi berpindah tempat dan setelahnya avi memakai jubah hitam dan memakai masker kain untuk tidak ketahuan oleh orang-orang dari kerajaan tersebu.


Dan setelahnya avi telah selesai dan berjalan menujuk kekota yang ada beberapa meter dan setelahnya avi memasuki kota dan setelahnya avi berkeliling kota dan sambil melihat-lihat kota tersebut.


Setelah melihat-lihat atau disebut berkeliling kota dan tanpaklah ada kerusuhan disuatu dikastil avi pun melihat itu tapi avi hanya berjalan menujuk kesitu dengan tenang dan tampaklah ada seorang tuan putri yang lagi diancam oleh penjahat dikastil kerajaan dan pejahat itu berkata.


"Haaa,aku akan mematikan anak putrimu tersebut kecuali kamu harus membayar sebanyak 1juta uang platinum."


Mereka terkejut dong dan sebenarnya uang platinum adalah uang terlangkah karena material itu sangat susah ditemuka sama seperti dibumi,platinum didunia tersebut sangatlah langkah karena platinum ini ada dikedalam sejarak 1ribu meter dan itu sangat berbedah sama dibumi.


Karena platinum didunia tersebut sangatlah langkah walaupun kamu menggalinya sedalam itu kamu tidak akan menemukannya karena platinum ada suatu pulau yang sangat jauh dan disitulah platinum itu berada,dan raja berkata.


"Ta-tapi aku tidak memiliki uang tersebut karena aku tidak dapat membeli material tersebut dan menjadikan sebuah uang."


Penjahat berkata.


"Eheh,kamu tetap berkata begitu?."


"Lebih aku bunuh saja!."


Tampaklah penjahat tersebut mulai mencekik leher tuang putri itu dengan tangan kanannya dan raja berkata.


"Tu-tungguh sebenta-!."


Seorang wanita berjubah merah berkata.


"Tungguh sebentar!."


Tanpaklah raja kebingungan dan melihat wanita yang memakai jubah merah yang disampingnya dan wanita itu berkata.


"Kamu bilang uang platinumkan?!."


Penjahat menjawab.


"Iya,kenapa rupanya?!."


Wanita itu berkata.


"Woi penjahat,bodoh!."


"Kamu mengancam sang putri untuk apa?."


"Dan kamu untuk apa meminta uang yang lantas tidak ada dinegara ini tersebut?."


Tanpaklah penjahat itu kebingungan yang apa dikatakan wanita tersebut dan penjahat berkata.


"Eheh,aku tidaklah peduli akan hal tersebut!."


"Tetap bersikeras mengancam putri ini sebelum kalian membayarnya dengan uang yang aku minta!."


Tanpaklah wanita itu kebingungan dong yang apa dikatakan penjahat tersebut dan terlihatlah avi sudah menyadari akan hal kejadian tersebut dikarenakan dia sudah tau kalau penjahat itu kekastil.


Dan mengancam sang putri keraja dan karena avi sudah menyadarinya pada waktu dia kepurpusatakaan dan pada waktu dia marah dan kenapa avi bisa marah karena avi melihat dari kaca bening tersebut kalau tanaman yang dia rawat baik-baik malah dimakan monster yang suka makan tanaman.


Dan mulai memburuk suasananya avi sudah lelah berdiri terus karena melihat kejadian yang asli seperti difilm didepannya dan karena sudah lelah melihat kejadian itu avi tidak tahan lagi karena avi mau melanjutkan perjalanannya.


Dan sebelum itu avi harus membereskan masalah itu walapun bukan dia yang membuat masalah itu dan avi berkata.


"Dery!."


Dery menjawab.


"Ada apa my lord?."


Avi berkata.


"Berubahlah menjadi senjata yang aku inginkan!."


Dery menjawab.


"Baik,my lord avi!."


Tanpaklah dery berubah menjadi senjata yang pernah dipakai avi menembak musuh waktu itu dan senjata itu adalah barrett m82A1 yang pernah dipakai avi pada waktu itu untuk membantu wanita jubah merah tersebut,dan karena sudah tidak ada waktu lagi.


Avi langsung menembaknya dari jarak yang jauh dan peluruh tersebut seketika melesat ketarget dan seketika penjahat tersebut jatuh dari balkon kastil tersebut dan juga seketika tuan putri terjatuh juga dikarenakan tergelincir oleh tidak seimbangnya badan.


Dan seketika perempuan jubah merah dengan sigap menangkap sang putri dan setelahnya menurunkan sang putri dari kedua tangannya akan tetapi seketika wanita itu sadar akan kehadiran avi dan tampaklah wanita itu melihat avi yang lagi berjalan dan menghilang entah kemana.


Dan setelahnya dia berbincang-bincang dengan raja dan raja pun pergi karena dipanggil oleh prajuritnya dan setelahnya putri datang menemuinya dan putri berkata.


"Terima kasih banyak!."


Wanita itu menjawab.


"Iya,sama-sama putri."


Tanpaklah putri terlihat kebingungan terhadap wanita itu tanpak kebingungan dan putri berkata.


"Apakah ada masalahkah?."


Wanita itu menjawab.


"Ti-tidak ada putri?!."


"Hehehe."


Tanpak sang putri tersenyum melihat wanita tersebut dan putri berkata.


"Begitu ya."


"Tapi tanpak ada masalahkah yang terjadi padamu?."


Tanpaklah wanita itu kaget dong karena sang putri tau kalau dikebingungan dan ada masalah terjadi dan wanita itu menjawab.


"Iya,aku ada masalah putri!."


Putri berkata.


"Masalah apakah itu?."


Wanita menjawab.


"Sebenarnya aku sedang mencari seorang laki-laki bernama avi day lict."


Tanpak sang putri tau kalau wanita itu sedang jatuh cinta terhadap laki-laki itu menurut putri,putri berkata.


"Oh begitu!."


"Hihihihi."


Tanpaklah wanita tersebut kebingungan karena sang putri ketawak dan wanita itu menjawab.


"Ehg,kenapa anda ketawak?apakah anda tau diakah?."


Sang putri berkata.


"Tidak,aku tidak mengetahui laki-laki tersebut yang bernama avi day lict."


Wanita itu menjawab.


"Oh begitu ya."


"Jadi kenapa anda tertawak?."


Putri berkata.


"Aku sudah tau."


Wanita itu kebingungan dong yang dikatakan putri dan wanita itu berkata.


"Ehg,sudah tau?."


Putri menjawab.


"Iya,aku sudah tau hal tersebut."


Wanita itu berkata.


"Jadi apa yang anda ketahui?."


Putri menjawab.


"Pastih kamu jatuh cinta terhadap laki-laki tersebutkan?!."


Tanpaklah terkejut dong yang dikatakan putri tidak ada masalah itu begituan didalam dirinya dan wanita itu berkata.


"Ehg,tu-tungguh sebentar?!."


Putri menjawab.


"Apakah aku benarkah?."


"Kamu sedang jatuh cinta terhadap laki-lqki tersebutkah?."


Wanita itu berkata.


"Ehg,tidak ada kaitannya samaku kok?."


"Tapi kenapa anda berkata demikian?."


Tanpaklah sang putri kaget dong karena dirinya salah sangkah terhadap begituan dan putri menjawab.


"Ehg,tidak ada kaitannya hal tersebutkah?."


Wanita itu berkata


"Iya,benar sekali putri."


"Aku tidak ada kaitannya hal tersebut."


Tanpaklah sang putri masih kebingungan hal tersebut dan putri menjawab.


"Ehg,ja-jadi apa yang sebenarnya?."


Wanita itu berkata.


"Aku sebenarnya mencarinya siapakah dia sebenarnya."


"Karenakan dia dapat menduduki kerajaan pahlawan yang ada ditimur."


"Dan berhenti menjadi raja selama dua hari dan juga dia pernah menjadi seorang koki dikerajaan tapi setelahnya."


"Dia berhenti menjadi koki selama dua hari saja."


"Akan tetapi pada saat aku tidak bisa melawan sebuah penjahat tingkat atas dan hampir dibunuh."


"Seketika semua penjahat tumbang dikarenakan oleh ulah siavi itu sendiri."


"Aku tidak tau dia memakai senjata apa?."


"Tapi setelah itu aku menemukan sebuah benda didalam kepalah penjahat yang menyerangku pada saat waktu itu."

__ADS_1


"Pada saat itu aku tidak tau benda apa itu tapi terlihat seperti emas akan tetapi bukan sama sekali."


"Tanpaknya benda tersebut terbuat dari suatu material yang tidak ada didunia ini?."


"Aku sempat berpikir kalau orang itu melemparkan benda itu kepalah musuh."


"Tapi aku salah tapi dia memakai sebuah senjata yang besar dan panjang."


"Tidak pernah aku ketahui."


"Aku sempat berpikir kalau dia meniup benda tersebut dari senjatanya tersebut."


"Kayak senjata panah beracun yang harus ditiup dulu dari sebuah selongsongan panjang."


"Tapi tidak terlalu panjang dan bundar."


Putri menjawab.


"Begitu ya,tapi ini sedikit aku tidak dapat dimengerti sama sekali?."


Wanita itu berkata.


"Tidak usah anda pikirin."


"Malahan anda yang akan mendapatkan masalah baru."


Putri menjawab.


"Begitu ya,baik aku mengerti."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,akan tetapi pastih dia sedang pergih lagi."


"Aku harus mengejarnya sebelum terjadi hal lain seperti kejadian ini."


"Aku takut kalau dia memakai senjatanya untuk berbuat kejahatan."


"Aku harus pergi."


Putri menjawab.


"Pergilah,kamu harus mengejarnya."


Wanita itu berkata.


"Iya,baik kalau begitu aku pergi."


Putri menjawab.


"Iya,pergilah."


Wanita itu pun pergi mencari avi dan terlihatlah avi yang lagi dihutan dikejutkan oleh sebuah bangunan kuno seperti kuil mundeshwari dan tanpaklah ada penjaga disana yang memakai pedang dan perisai.


Dan tanpa basah-basih avi langsung menyerang mereka dengan menggunakan pedangnya dan mereka langsung kalah seketika dan avi masuk kebangunan tersebut.


Dan setelah avi masuk kebangunan tersebut tanpaklah ada yang melakukan ritual dan mereka berjumlah empat orang yang masing-masing berdiri dtempatnya yang tanda berupa lingkaran.


Dan tampaklah mereka melakukan ritual menggunakan lingkaran aneh yang bersinar ungu dan ditengah lingkaran tersebut ada sebuah mayat yang telanjang dan didadanya ada bekas luka tusuk pedang,dan mayat itu laki-laki.


Tanpaklah mereka mau bersiap-siap melakukan ritual dan avi dengan sigap sadar kalau mereka melakukan ritual dan avi berkata.


"Haaa."


"Sepertinya mereka melakukan yang sesat ya!?."


Dan tanpaklah avi mendatangi mereka dan seketika mereka terkejut dong dan salah satu mereka berkata.


"Si-siapa kamu?!."


Avi menjawab.


"Aku hanya orang biasa saja!."


Tanpaklah avi tersenyum jahat walaupun tidak terlihat karena tertutup masker dan seketika avi bergerak dengan cepat dan satu demi satu dikalahkan dengan begitu mudah.


Dan tersisahlah tinggal satu orang lagi dan orang itu berkata.


"Ihg,gi-gimana mungkin ada seseorang bergerak secepat itu?!."


Avi menjawab.


"Wah,kamu orang jujur ya?."


"Tapi sayang,kamu melakukan hal kesesatan?."


Tanpaklah avi tersenyum jahat dan tanpaklah orang itu sangat ketakutan dan avi berkata.


"Kalau begitu,matilah!."


Tanpaklah avi bergerak dengan begitu cepat akan tetapi kecepatannya belum sepenuhnya dikeluarkannya dan tanpaklah orang tersebut tertelentang tapi masih sadar walaupun luka begitu banyak dan orang itu berkata.


"Eahg."


"Ku-kurang ajar dirimu!."


Avi berkata.


"Kenapa kamu masih hidup ya?kan lukamu begitu banyak sekali?."


Orang itu berkata.


"Ahg,a-aku memiliki batu yang dikasih oleh salah satu raja kegelapan."


"Dan biayanya adalah memanggil pengawal setia raja kegelapan zaman dahulu."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Tanpaklah terkejut dong orang itu dan terlihatlah tersenyum dan orang itu berkata.


"Aehg,su-suatu saat kamu akan mendapatkan imbasnya manusia tidak tau diri!."


Avi menjawab.


"Begitu ya,baiklah."


"Apakah kamu mau aku tolong?."


Tetlihatlah avi tersenyum jahat dan orang itu berkata.


"Tidak akan!!."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


"Baiklah."


Dan seketika orang itu tewas tertempat dan avi hanya pasrah saja kalau orang itu tewas ditempat dan avi berjalan mendekati dinding bangunan itu.


Terlihatlah avi mulai memegang dinding sambil berjalan dan avi berhenti berjalan dan melihat dinding dan avi berkata.


"Sepertinya tempat ini sangat kuno sekali."


"Kalau ada dibumi pastih bangunan ini menjadi objek penelitian."


"Dan aku melihat kondisi dinding ini dan dinding ini sangat begitu menawan sekalih."


"Melihat kondisi dinding ini pastih yang mengukirnya pastih profesional sekalih."


"Dan juga kondisi ini pastih sama bangunan kuno seperti dibumi."


"Tapi sepertinya iya sekali ya."


"Hemmm."


Tanpaklah avi tersenyum melihat dinding tersebut dan avi berkata.


"Baiklah,sepertinya ada sesuatu didepan?!."


"Sepertinya aku harus kesana."


Avi pun berjalan menujuk sesuatu seperti buku atau surat yang ada didepan dan setelahnya avi melihat ada sesuatu surat yang ada dimeja kecil tapi meja itu panjangnya sama seperti meja umumnya.


Dan tanpaklah avi kaget dong yang apa dilihatnya dan tanpaklah avi sangat gelisah karena isi surat itu membuatnya tidak aman dan avi berkata.


"Gi-gimana mungkin ini!?."


"Se-seharusnya itu hanya bercanda doang?!."


"Tapi kenapa ada benaran?!."


"Haaaa."


"Baiklah,aku harus tenangkan diri!."


"Tapi seharusnya tidak ada sih?."


"Tapi apakah ada mata-mata dikotakukah ataukah ada yang memberitahu kepada oranga lain?."


"Haaa,entahlah aku tidak begitu tau sih?."


"Hmmm."


"Tapi seharusnya material botak kinclong hanya candaanku saja sih?."


"Hmm,tapi kenapa ada ya?!."


"Hmm."


"Baiklah aku mengerti sepertinya."


"Aku akan mengambil kertas ini dan barang lainnya dari orang-orang ini."


"Karena bisa dijual."


Tanpaklah avi mengambil kertas tersebut dan mengambil barang-barang yang dibawak orang-orang itu tersebut dan membereskan mayat-mayat itu selain dibakar menggunakan obor yang ada disana dan mengumpulkan ranting pohon untuk membakar mereka.


Dan setelahnya mayat-mayat tersebut terbakar habis dan avi pun keluar dan menaik keatas bangunan itu sambil melihat bulan dan karena begitu lama avi menungguh mayat-mayat itu terbakar habis.


Dan setelahnya ada seorang wanita yang sedang berlari menujuk bangunan avi berada dan setelahnya dia melihat ada seseorang diatas bangunan tersebut dan melihat bulan dan wanita itu berkata.


"Kamu sebenarnya siapa?."


Avi menjawab.


"Ehg,aku?."


"Hmmmm,apa ya?."


"Hmmm."


Wanita berkata.


"Jangan bercanda!."


Avi menjawab.


"Baik,aku tidak akan bercanda."


"Tapi kenapa kamu langsung berkata begitu?."

__ADS_1


"Aku tidak paham sama sekali?."


Wanita itu berkata.


"Aku mengikutimu untuk mengetahui siapa identitas dirimu."


"Untuk apa kamu membunuh seseorang itu secara bersembunyi-sembunyi."


Avi menjawab.


"Baiklah,aku tidak begitu paham karena cara berbicarmu itu tidak membuatku paham sama sekali?."


Tanpaklah wanita itu terkejut dong karena cara bicara sangat aneh dan wanita berkata.


"Ehg,begitu ya."


"Ehem,baiklah."


"Aku kemari adalah kenapa kamu membunuh seseorang pada waktu itu?."


Avi menjawab.


"Oh,soal itu."


"Aku membunuh mereka karena kamu akan menjadi seorang budak."


"Dan karena seorang menjadi budak lebih buruk menurutku?."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Menjadi pekerja seorang budak lebih buruk karena seorang budak adalah suatu pekerjaan kotor."


"Walaupun dipaksa oleh seseorang."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,jadi begitu ya kamu menolongku?!."


"Dan kamu kenapa menduduki kerajaan pahlawan dan langsung keluar begitu saja?."


Avi menjawab.


"Yah,karena."


"Aku dipaksa dan bukan aku yang menduduki kerajaan pahlawan tersebut."


"Dan habis itu pada waktu itu aku berpikir untuk mundur saja."


"Karena bukan tempatku?."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Tapi dan setelahnya kenapa kamu menjadi koki habis itu keluar?."


Avi menjawab.


"Ah,soal itu ya."


"Aku menjadi koki karena ya aku hanya mencoba-cobanya."


"Tapi aku merasa aku menginjak karir seseorang habis itu pun aku keluar."


Wanita berkata.


"Begitu ya."


"Dan satu hal lagi,kenapa kamu menyerang penjahat itu?pada saat beberapa waktu tadi."


Avi menjawab.


"Ah,kalau itu karena aku mulai bosan dengan debat antar kalian."


"Maka aku membunuhnya saja."


"Karena terlalu lama sekali kalian membunuh dia dan karena itu aku membunuhnya."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Kalau begitu aku pergi ya."


Dan setelahnya avi mau berjalan dan wanita itu berkata.


"Tungguh sebentar!."


Avi pun berhenti dan avi menjawab.


"Ada apa?."


Wanita itu berkata.


"Apa rencana aslimu sebenarnya?."


Avi menjawab.


"Kenapa kamu berkata begitu?padahal aku bukanlah orang jahat sama sekali?."


Wanita berkata.


"Karena kamu mempunyai banyak sekali kekuatan tapi aku tidak melihatmu memakainya?."


"Dan karena itulah aku menganggapmu seorang penjahat!."


Tanpaklah avi kebingungan yang dikatakan wanita itu dan avi berkata.


"Ha,baiklah."


"Aku orang biasa saja dan aku tidaklah mempunyai kekuatan sama sekalipun."


"Aku merasa aku adalah orang biasa saja tidak memiliki kekuatan sama sekali."


"Tapi kalau pandangan seseorang melihat begitu aku tidak tau sama sekali?."


"Karena aku merasakan kekuatanku tidaklah besar sama sekali pun."


"Ah,baiklah."


"Dari ekspresimu aku sudah tau kamu masih tetap tidak percaya ya."


"Ah,baiklah."


"Aku memang orang biasa saja."


"Aku merasa diriku hanya orang biasa saja."


"Tapi aku tidak begitu mengerti sama dunia ini ataukah aku menyebutnya hanya sebuah mimpi doang."


"Kalau seseorang menganggapku ancaman berat karena suatu hal."


"Seperti kekuatan,aku hanya bisa diam saja karena aku merasa diriku hanyalah orang bisa saja."


"Ah,kamu janganlah terlalu mencurigai seseorang dari tampangnya saja."


"Namun hatinya."


"Kalau kamu mencurigai seorang yang beraut seram."


"Karena tuduhan mencuri."


"Padahal tidak sama sekali."


"Seseorang itu bisa mempunyai dua sifat yang berbedah-bedah."


"Kalau misalnya kamu melihat ada wajah laki-laki beraut seram."


"Maka kamu mencurigainya sebagai tersangkah tapi padahal tidak sama sekali."


"Sebaik-baiknya kejahatan kalau kejahatannya tidak berujung kebaikan maka itu tidaklah ada maknanya."


"Tapi ingat jangan mencurigai seseorang dari tampangnya saja."


Dan seketika avi berpindah tempat dan wanita itu sadar akan tetapi dia hanya bisa diam saja dan wanita itu berkata.


"Ke-kenapa dia berbicara begituan?aku tidak mengerti sama sekali?."


Avi menjawab.


"Karena didalam dirimu tertanam kecurigaan terhadap seseorang yang memandang tampangnya saja."


Seketiaka wanita itu kaget dong karena avi tidak ada disana atau didekatnya dan ternyata avi ada dikotanya yang lagi duduk dan wanita berkata.


"Begitu ya,kalau begitu aku tidak usah memikirkan hal bodoh tersebut."


Terlihatlah wanita itu tersenyum sambil melihat bulan dimalam hari dan terlihatlah avi yang lagi duduk dikursi diruangannya dia kerja dan avi berkata.


"Haaa,sepertinya masalah baru datang ya."


"Haaa."


"Tapi kenapa harus ada nama material botak kinclong?."


"Padahal itu aku hanya bercanda doang akan tetapi kenapa ada nama tersebut?."


"Haa."


"Sepertinya malah ini mangkin dalam ya?."


"Kayak wanita itu yang tiba-tiba menanyai yang aku lakukan waktu itu."


"Akan tetapi kenapa juga ada sebuah kelompok yang melakukan hal begitu bodoh?."


"Dan menemukan kertas tentang material botak kinclong."


"Dan itu aku kira hanya sebuah candaan belaka doang?."


"Haa,tapi sebaiknya aku tidak usah memikirkannya karena aku sudah tau maksud ini tersebut."


"Akan tetapi kenapa ya ada kejadian yang begitu gak masuk akal sama sekali?."


"Yang datang bersamaan."


"Hemm,apa ya?."


"Hmmm."


"Baiklah,kalau begitu mungkin aku akan memikirkan ini nanti saja."


Tanpaklah avi tersenyum sendiri dan avi berkata.


"Baiklah,aku sudah tau sepertinya kejadian ini tersebut ya."


Tanpaklah avi tersenyum sendiri dan avi berkata.


"Karena ini adalah sebuah ujian yang disiapkan oleh tuhan."

__ADS_1


"Ehemm."


Tanpaklah avi tersenyum karena avi sudah melihat apa yang tidak pernah dilihat avi sebelumnya yaitu sebuah ujian yang begitu avi sudah mengetahuinya dari awal tadi.


__ADS_2