Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Telah terpecah belahnya peperangan sedang.chapter 49


__ADS_3

Disuatu hari tampak kekaiti sangat kesal sekali disinggasanya dan kekaiti berkata.


"Kurang ajar!."


"Negaraku yang itu telah hangus karena ledakkan itu tersebut!."


"Tinggal negara inilah yang tersisa yang aku bisa tempati."


"Kalau begitu."


Tampaklah kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berkata.


"Aku sudah tau siapa yang melakukannya."


"Yaitu avi day lict ya."


"Dia merupa salah satu negara atau kota yang terkuat sekali ya."


"Diantara negara lain yang ada didunia ini."


"Dia juga kayaknya sedang mempermainkanku ya."


"Karena hari itu adalah hari terakhir dia mempermainkanku."


"Cukup bagus juga avi day lict."


"Kamu memang seperti jahat yang pandai ya."


"Memperburuk negara."


"Walaupun kamu hanya mempermainkanku bagaikan sebuah kayu ranting saja ya."


Tampaklah kekaiti ketawak jahat dan tampak dia sangat senang sekali dan kekaiti berkata.


"Kalau begitu,kita berperang saja ya."


Tampaklah avi terkejut dong karena avi menyadari ada sebuah sihir ledakkan yang mengarah kekota avi tinggal itu dan avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Sepertinya dia mengirimkan sesuatu yang dapat membahayakan mereka semua!."


Tampaklah avi panik sekali dong dan tampaklah enam pelayan avi kebingungan dong yang ada disamping avi dan serena berkata.


"Ada apa my lord?."


"Kenapa anda begitu panik sekali?."


Tampaklah seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Tenang saja soal itu."


Seketika sihir ledakkan itu sudah mau mendekati kota avi tinggal itu dan tampak para warga terkejut dan panik dong dan seketika muncullah sebuah asap hitam dan menghisap sihir tersebut itu dan tampaklah legah dan seketika avi tersenyum jahat karena sudah mengetahui siapa dan maksudnya apa hal tersebut terjadi.


Tampaklah para pelayan avi kebingungan dong dan serena berkata.


"Ada apa my lord avi?."


Seketika bans masuk keruangan avi kerja dan tampaklah berjalan menujuk avi dan berlutut dihadapan avi dan bans berkata.


"Lapor my lord!."


Avi berkata.


"Ada apa bans?."


Bans berkata.


"Saya melihat pasukan kerajaan lain yang banyak menujuk kemari!."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Bans berkata.


"Apa yang kita lakukan my lord?!."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Gimana kita berperang juga."


"Tapi."


"Sedikit bercanda."


Bingung dong bans begitu juga yang lain dan bans berkata.


"Apanya sedikit bercanda my lord?."


Avi berkata.


"Baiklah,kayaknya tidak usahlah begitu."


"Baik,kita akan melawan mereka semua."


"Panggillah yang lain datang kemari aku akan memberitau rencana penyerangan terhadap mereka itu."


Bans berkata.


"Baik,my lord!."


Tampaklah para bawahan avi sudah berkumpul diruangan tampaklah mereka sedang duduk dikursi dan avi berkata.


"Baiklah."


"Pada kali ini sepertinya para orang-orang yang dari negara yang namanya kekaiti."


"Akan menyerang kesini dengan segera."


"Walaupun negaranya tidak diakui tapi dia negara paling ditakuti beberapa negara."


"Banyak negara-negara meminta senjata kepadanya."


"Tapi."


"Ehem."


" sepertinya dia akan menujuk kemari."


"Dengan pasukan yang begitu banyak sekali."


"Tapi kita tidak tau apa yang dia lakukan dengan pasukan sebanyak itu."


"Kalau begitu kita akan berperang dengan pasukan-pasukan tersebut."


Mereka menjawab.


"Baik!."


Tyga berkata.


"My lord."


"Berapakah jumlah mereka my lord?."


Avi berkata.


"Ehg?."


"Kalau tidak salah?."


"Berjumlah satu jutalah?."


Tampaklah mereka terdiam dan tampaklah mereka semua tersenyum dan avi menyadari dong dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Apakah kalian tidak bisakah?."


Mereka menjawab.


"Tidak,my lord!."


"Kami yakin bisa menang,my lord!."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu,kita berangkat berperang."


Tampaklah avi dan para bawahan avi yang akan ikut perang mau berangkat pergi dan tampak para warga dan yang lain berkumpul untuk memberi mereka semangat dan avi berkata.


"Kalau begitu,kita berangkat segera!."


Serena berkata.


"Hati-hati ya,my lord."


Mereka menjawab.


"Iya!."


Avi berkata.


"Kalau begitu,kita berangkat segera."


Tampaklah avi sudah bergerakkan kudanya dan tampaklah para bawahan avi bergerak juga dan tampaklah setelahnya avi berhenti berjalan karena para musuh sudah datang dan begitu juga para bawahan avi yang berhenti juga dan tampaklah para musuh berhenti bergerak dan tampaklah mereka saling tatap antara pasukan avi dan pasukan musuh.


Tampaklah para musuh menatap tajam pasukan avi dan tampaklah pemimpin musuh menatap tajam avi dan pemimpin musuh berkata didalam dirinya.


"Apakah dia jenderal besar ex tizio?."


"Karena para jenderal dari negara ex tizio ada dibelakangnya."


"Apakah itu memang benarkah?."


"Dia pemimpin para jenderal ex tizio?."


Tampaklah pemimpin musuh kebingungan dong karena avi tampak mengenakan helm perang yang berwarna hitam dan memakai baju hitam dan pemimpin musuh berkata.


"Serang!!!!."


Tampaklah para musuh telah bergerak dan avi menyadarinya dan langsung menyuruh pasukannya bergerak menggunakan tangannya dan tampaklah peperangan itu sangat sengit sekali.


Tampaklah para musuh kesusahan karena kegilaan pasukan avi dimedan perang dan tampaklah para musuh tampak kelelahan sekali dan tampak pemimpin musuh kesal dong dan langsung menghancurkan kristal ditangan kanannya karena dia memberi isyarat yang akan terjadi,yang dia rencanakan hal tersebut


Tampaklah seketika para pasukan musuh menggunakan wyvern yang sedang terbang membawak material peledak menujuk kekota avi tinggal itu tersebut dan tampaklah serena sadar dong karena avi sudah mengetahuinya dari awal dan serena berkata.


"Baik!."


"Hidupkan pelindung segera!!!."

__ADS_1


"Bersiaplah kalian semua!!!."


"Para masuh telah datang!!!."


Tampaklah pasukan avi dan bawahan avi yang masih ada dikota bersiap-siap menghadapi musuh-musuh tersebut dan tampaklah para musuh langsung bergerak berpencar yang dilakukan pemimpin musuh tersebut dan tampaklah para musuh menyebarkan material peledak dari atas dan menjatuhkan benda-benda yang bisa terjadi ledakkan.


Tampaklah ledakkan terus-menerus dikota avi dan tampaklah serena menatap tajam para musuh dan serena berkata.


"Serang!!!."


Seketika para pemanah dan yang lain mulai menyerang para musuh yang ada diatas dan tampaklah para musuh telah banyak yang tewas ditempat karena serangan para bawahan avi dan pasukannya.


Tampaklah para musuh banyak yang lari dan tampak avi mengejar para musuh tersebut begitu juga para bawahan avi dan tampaklah ada sebuah desa tapi seketika desa itu hangus terbakar karena pasukan avi dan musuh yang sudah menujuk kesitu dan tampaklah para warga desa berlarian dong dan tampaklah para warga desa dengan sangat begitu panik sekali karena adanya peperangan.


Tampaklah para musuh sudah dibunuh semua dan tampaklah para warga desa yang panik sudah datang kembalik dan tampaklah warga desa melihat desanya yang hangus terbakar dan tampaklah seketika ada pasukan musuh yang masih bisa hidup dan menyerang salah satu warga desa dan tampaklah avi menyadarinya dan langsung bergerak dengan cepat membunuh musuh tersebut.


Tampaklah avi berhasil membunuh musuh tersebut tapi avi menyadari sesuatu yaitu barang berharga warga desa itu hancur dan putus karena tebasan pedang musuh tersebut dan avi langsung mendekati warga desa itu tersebut dan langsung berlutut didepan warga desa tersebut sambil memegang tangannya dan avi berkata.


"Saya minta maaf sebesar-besarnya nek!."


Terkejut dan kaget dong para bawahan avi karena avi berlutut didepan warga desa itu yang berpakaian kusam dan avi berkata.


"Saya minta maaf kalau barang berharga anda hancur begitu saja karena tebasan pedang orang tersebut!."


"Saya minta maaf!."


Tampaklah warga desa itu terbengong saja dan seketika tersenyum karena sudah mengetahuinya dan warga desa itu berkata.


"Iya,tidak apa-apa kok."


"Anak muda."


"Karena kamu sudah menyelamatiku dari musuh."


"Kan kamu adalah seorang kesatriakan?."


"Untuk apa kamu minta maaf begitu?."


Avi berkata.


"Tidak."


"Saya tetap minta maaf."


"Karena desa anda tinggal ini terbakar hangus karena gara-gara kami semua!."


"Karena kami tidak membawak mereka ketempat yang bukan daerah ini tersebut."


"Dan juga saya telah melakukan kesalahan karena barang berharga anda hancur dan rusak."


"Saya minta maaf sebesar-besarnya!."


"Nek!."


Tampaklah warga desa itu tersenyum dan langsung mengelus kepalah avi yang masih memakai helem sambil berkata.


"Begitu ya,anak muda."


"Saya maafkan kok."


"Tenang saja ya,anak muda."


Tampaklah para bawahan avi terkejut dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Terima kasih banyak telah memaafkanku."


Warga desa itu berkata.


"Begitu ya."


"Iya,sama-sama."


Tampaklah avi berdiri dan berbalikkan badannya dan berjalan menujuk kudanya tersebut dan tampaklah avi dan bawahannya yang lagi berjalan menujuk pulang kekota dan fahar berkata.


"My lord."


Avi berkata.


"Ada apa fahar?."


Fahar berkata.


"Kenapa anda tadi berlutut dihadap orang itu sambil memegang tangannya?."


"Kan anda seorang seorang raja dan seorang paling kuat."


Avi berkata.


"Ha,soal itu ya."


"Karena aku yang salah."


"Mana mungkin aku larikan?."


"Kan aku yang salahkan?."


"Aku tidak memikirkan siapakah diriku sebenarnya."


"Apakah kamu tau kalau seseorang yang melakukan tadi merupakan sebuah ibadah."


"Karena meminta maaf kepada seseorang yang tidak sengaja kita lakukan terhadapnya."


"Setiap orang tua itu adalah orang paling mulia."


"Tuhan tidak memandang makhluknya yang meminta maaf kepada orang yang lebih tua darinya."


"Yah,itu adalah hal yang wajar dilakukan."


"Kalau tidak mengerti tidak apa-apa kok."


Fahar berkata.


"Begitu ya,my lord."


"Baik,saya mengerti sekarang my lord."


"Berarti orang yang lebih tua harus hormat terhadapnya iya,my lord?."


Avi berkata.


"Iya,itu benar sekali."


Avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah orang itu dan ras kadal terbang itu sudah ada dikotaku berada."


"Kayaknya mereka tampak senang sekali ya."


"Karena aku memberi mereka tempat tinggal dan perkerjaan atau baru bagi mereka tersebut."


"Haaaaaaa."


"Tapi ada juga yang membuatku tidak mengerti sama sekali atau membuatku mangkin bosan saja."


"Haaaaaaa."


"Yang mana pada beberapa kejadian yang membuatku merasa aneh saja."


"Aku paling males sudah mendapatkan hal-hal yang membuatku tidak mengerti."


"Sebagaimana seperti tokoh utama saja."


"Haaaaaaa."


"Karena menjadi tokoh utama sangat membosankan sekali."


"Karena melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dia lakukan."


"Menjadi tokoh utama membosankan dan bodoh sekali."


"Haaaaaa."


"Tapi begitulah yang ada beberapa buku novel atau komik."


"Yang mana tokoh utama selalu kuat,beruntung,mendapatkan hal-hal baru lainnya."


"Haaaaaa."


"Tapi begitulah."


"Tapi."


"Kenapa laur cerita ini selalu aneh saja setelah dua tahun ini!!!!."


Tampaklah kebesokan harinya tampaklah para jenderal avi ada didepan avi yang ada diruangan kerjanya dan avi berkata.


"Ada apa kalian kemari?."


Bans berkata.


"My lord."


"Para orang-orang yang menyerang kita kemarin mulai menyerang kota kita yang lain,my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Fahar berkata.


"My lord gimana kita serang kembalik mereka juga,my lord."


"Karena mereka sudah menyerang kita juga."


"Jadi apakah bolehkah my lord?."


Tampaklah avi yang sudah pasrah karena avi tidak tau apa-apa tentang peperangan ini tersebut dan avi berkata.


"Baiklah,kalau begitu."


"Baik,kalian boleh menyerang kembalik orang-orang itu!."


Mereka menjawab.


"Baik,my lord!."


Avi berkata didalam dirinya.


"Haaaaaaa."


"Apakah bisakah peperangan ini tidak berlanjut lagi?."


"Haaaaaaaaa."


Tampaklah pada daerah kekaiti yang lagi banyak yang lagi bersantai akan tetapi seketika datanglah sebuah cahaya ungu yang terbang ketempat itu dan seketika meledak dan tampaklah ledakkan itu banyak membuat orang-orang terluka akan tetapi sebagian bisa menyembuhkan luka-lukanya dan tampaklah orang-orang dikekaiti kebingungan dong dan saling bertanyak satu sama lain dan seketika gerbang pintu masuk meledak.

__ADS_1


Tampaklah para ketujuh jenderal avi telah datang kesitu dan tampaklah para orang-orang kekaiti panik dong dan ketakutan sekali dan dery berkata.


"Menyebarlah kalian bantailah orang-orang disini segera."


Tampaklah para jenderal avi menyebar dan membuat kerusuhan dan tampaklah kesatria-kesatria kekaiti terbunuh semua oleh para jenderal avi dan tampaklah dery telah sudah menghabisi salah satu jenderal kekaiti dan tampaklah ada seorang wanita yang ada didepannya.


Yang berupa orang yang pernah dipanggil kekaiti waktu itu dan tampaklah wanita itu menatap tajam dery dan wanita itu berkata.


"Woi-woi-woi!."


"Apakah kalian ingin menjajah negara ini ya?."


"Menjijikkan sekali bagiku."


"Menjajah negara."


Tampaklah wanita itu menatap remeh dery dan dery berkata.


"Tapi kalianlah yang membuat kesalahan sendiri bukan?."


Tampaklah dery tersenyum jahat dan tampaklah wanita itu seketik kesal dong dan wanita itu berkata.


"Hah!."


"Apa kamu bilang?!."


"Membuat kesalahan?."


"Ha,mana ada kami bikin kesalahan?."


"Heh,palingan juga kalian mau berpura-pura berkata itu."


"Tapi aslinya mau menjajahkan?."


"Woi!siapa nama raja atau pemimpin kalian?."


Dery berkata.


"Avi day lict."


"Ada apa kamu bertanyak begitu?."


Seketika panik dong wanita itu dan ketakutan sekali karena dia sudah menyadarinya dan wanita itu berkata.


"A-avi day lict!."


"Gi-gimana mungkin itukan!."


"Mana mungkin dia telah bangkit!."


"Avi day lict setauku dia adalah raja kegelapan yang paling ditakuti dan terkejam.


"Gimana mungkin itukan!."


"Seharusnya dia lama akan bangkit kembalik!."


"Eheh,mangkin menarik sekali ya."


"Sang raja kegelapan avi day lict."


"Aku akan membunuhnya setelah membunuhmu duluan."


Tampaklah wanita itu tersenyum dan menatap meremehkan dery dan seketika ada yang menembakkan senjata api kearah wanita itu dan seketika wanita itu menyadarinya dong kalau ada peluruh kearahnya dan seketika membelah menjadi dua menggunakan pedangnya.


Tampaklah seketika sadar kalau bunyian tadi dan peluruh tadi dia menyadarinya kalau itu senjata api dan wanita terkejut dong melihat senjata api dan wanita itu berkata.


"Gi-gimana mungkin itukan?!."


"Kenapa disini ada senjata scar-L!!!!."


"Gi-gimana mungkin itukan!."


Tampaklah yang menembak itu adalah salah satu anak buah sety yang sebuah kadal terbang berupa wanita dan anak buah sety berjalan mendekati mereka berdua dan anak buah itu berkata.


"Cih,kenapa tidak kenak ya."


Tampaklah anak buah itu berhenti berjalan dan anak buah itu berkata.


"Woi."


"Kamu hebat juga ya."


"Wanita pahlawan."


Tampaklah wanita itu panik dong karena aura membunuh anak buah sety sangat mengerikan sekali dan dery berkata.


"Yo,gimana kamu saja menghabisi dia gimana."


"Aku juga malas samanya."


"Karena sedikit gila karena tadi dia berbicara sendiri."


Anak buah itu berkata.


"Begitu ya,jenderal dery."


"Sedikit gila ya,orang ini ya?."


Tampaklah anak buah itu tersenyum jahat dan anak buah itu menaruh senjata apinya kepunggungnya dan mengambil pisau yang ada disampinya yang ada ditempat pisau dipinggangnya dan anak buah itu berkata.


"Kalau begitu."


"Satu-dua-tiga,aku mulai sekarang juga."


Seketika anak buah itu bergerak dengan sangat cepat tampaklah wanita itu kesusahan sekali menghadapi anak buah sety tersebut dan wanita itu berkata.


"Gimana bisa ada yang lebih kuat dariku!."


"Aku akan pahlawan!."


"Gimana bisa aku tidak bisa menandinginya!."


"Apalagi gerakkan penyerangannya!."


Anak buah itu berkata sambil menyerang.


"Ada apa?."


"Kamu tidak bisa ya?."


"Apakah dirimu pahlawan?!."


"Ha,jangan mengaku pahlawan kalau dirimu berada ditempat yang salah!."


Tampaklah wanita itu tertusuk pisau anak buah itu tersebut dari belakangnya dan tampaklah para jenderal avi hanya menoton saja petarungan mereka tersebut dari jauh sambil memakan jagung meletus dan zers berkata.


"Menurutmu siapa yang akan menang?."


Bans berkata.


"Menurutku kayaknya anak buahnya setylah."


Zers berkata.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah anak buah sety masih menyerang wanita itu dengan sadis terus-menerus dan anak buah itu berkata sambil menyerang.


"Ada apa."


"Masih belum mampukah?."


Tampakalah wanita itu tidak berdaya dan wanita itu berkata.


"A-aku tidak akan menyerah begitu saja."


Anak buah itu berkata sambil menyerang.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah anak buah itu tersenyum jahat dan tampaklah para jenderal avi yang masih menoton pertarungan mereka sambil makan jagung meletus dan duduk ditumpukkan mayat pasukan kekaiti semua dan tampaklah setelahnya anak buah itu berhenti dan mau menghabisi wanita itu yang tidak berdaya ditanah dan anak buah itu berkata sambil bersiap-siap menyerang.


"Baiklah,kalau begitu aku akan menghabisimu segera!!!."


Tampaklah anak buah itu sudah mulai mau membunuh wanita itu tersebut akan tetapi seketika refor berkata.


"Berhenti segera karl!."


Seketika anak buah itu berhenti menusuk pisaunya tersebut dan refor berkata.


"Baik,karl kita kembalik pulang segera."


"Karena kita sudah melakukan tugas kita dengan selesai."


"Jadi tidak usah membunuhnya lagi."


Anak buah itu berkata.


"Baik,jenderal refor!."


Tampaklah para jenderal avi dan yang lain seketika menghilang dan tampaklah wanita itu kebingungan dong yang masih tidak berdaya ditanah dan wanita itu berkata.


"A-apa yang terjadi sebenarnya?."


"Ke-kenapa mereka menghilang begitu saja."


Seketika wanita itu pingsan karena sangat begitu kelelahan sekali dan tampaklah para jenderal avi yang lagi berlutut dihadapan avi yang ada diruangan kerjanya dan rifer berkata.


"My lord."


"Kami telah menyelesaikan misi kami yang anda tugaskan."


Avi berkata.


"Ehg!."


"Be-begitu ya."


"Baik,kalian beristirahatlah kalian semua."


Mereka semua menjawab.


"Baik,my lord!."


Avi berkata didalam dirinya.


"Gawat!."


"Kayaknya mereka benar-benar sudah menyelesaikan tugas mereka tersebut dengan sangat cepat sekali."


"Haaaaaaaa."


"Padahal aku tidak ada memberi mereka tugaslah."


"Tapi merekalah yang mau menyerang kekaiti kembalik."


"Haaaaaaaaa."


"Kenapa para orang-orang anak buahku begini semua!!!!!!!!!!."

__ADS_1


__ADS_2