
Tampaklah avi sedang menatap gersy didepannya yang diruangan kerja avi dan tampak avi menatap tajam gersy dan tampak gersy ketakutan dan avi berkata.
"Gersy!."
"Baik,iya my lord!."
Avi berkata.
"Kenapa kamu mengambil dan melihat kaca itu?."
Tampaklah seketika gersy mangkin ketakutan dan serena menatap tajam gersy dan avi berkata.
"Ada apa gersy?."
"Kenapa kamu ketakutan?."
Tampaklah gersy masih ketakutan dan avi berkata.
"Haaaa."
"Begitu ya."
"Sebenarnya aku tidak marah."
"Tapi."
"Kenapa kamu mengambil kaca tersebut?."
"Dan melihatnya?."
"A-apakah anda tidak marahkah?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak marah."
"Tapi kenapa mengambilnya dan melihatnya?."
Gery menjawab.
"Karena?."
"Aku ingin tau saja my lord!."
Avi berkata.
"Ingin tau?."
Gery menjawab.
"Iya,my lord."
"Aku ingin tau tentang ruangan yang biasa anda datangi."
Kaget dong serena karena serena tidak mengetahui tentang ruangan avi biasa datangi dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi kenapa kamu mengambilnya?dan melihatnya?."
Tampaklah avi menatap taja gersy dan tampaklah gersy ketakutan dan avi berkata.
"Ada apa gersy?."
"Kenapa kamu tidak menjawabnya?."
"Apakah kamu?."
Dan seketika gersy bersujud didepan avi dan gersy berkata.
"Saya tidak menghianati anda,my lord!!!."
"Saya minta maaf kalau saya mengambilnya dan melihatnya!."
Tampaklah avi tersenyum melihat kearah gersy dan avi berkata.
"Begitu ya."
Dan seketika gersy terkejut dong dan mengangkat kepalahnya dan gersy berkata.
"Ehg!."
"Apa maksud anda?."
Avi berkata.
"Kamu memang orang baik ya?."
Dan seketika serena dan gersy terkejut karena nada suara avi tampak berbedah dan gersy berkata.
"A-apa yang anda maksud?."
Avi berkata.
"Kamu memang orang baik ya?."
Tampaklah avi tersenyum melihat gersy dan tampak gersy dan serena tampak kebingungan yang meraka dengar dan avi berkata.
"Jadi kenapa kamu mengambil dan melihatnya?gersy?."
Tampaklah gersy grogi dan gersy menjawab.
"Sa-saya hanya ingin tau saja tentang ruangan anda dan kaca tersebut."
"Saya mengambil kaca itu saya."
"Menunjukkan kepada fahar saja."
"Dan saya tidak sengaja melihat semua kaca itu tersebut."
Tampaklah avi tersenyum lagi dan avi berkata.
"Begitu ya."
Kaget dong gersy dan gersy berkata.
"Ehg!."
"Apa maksud anda?."
Avi berkata.
"Kamu memang bukan orang jahat."
"Kamu memang baik."
"Dan sekarang tidak usah memikirkan hal tersebut."
Bingung dong gersy dan gersy berkata.
"Ehg!."
"Kenapa anda berkata begitu?."
Avi berkata.
"Kamu berarti bukan orang jahat."
"Jadi aku hanya berkata begitu saja."
Tampaklah avi tersenyum lagi dan tampaklah gersy kebingungan apalagi serena dan gersy berkata.
"Sebenarnya?."
Avi berkata.
"Ada apa gersy?."
Gersy berkata.
"Sebenarnya."
"Kenapa semua kejadian berlalu ada disebuah kaca tipis tersebut?."
Tampaklah avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata.
"Karena soal itu."
"Ra-ha-sia-ku!."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan tampaklah mereka berdua ketakutan dan avi berkata.
"Apakah kamu tau."
"Aku menyimpan semua kejadian pada kaca tersebut."
"Dan mengubah semua cerita itu tersebut."
"Karena itu tidak akan mungkin,kalau terjadi masalah yang akan besar."
"Kalau aku tidak mengubahnya."
"Akan terjadi hal masalah besar."
"Seperti peperangan tidak terhingga."
"Aku sangat tau kalau mengubah masa depan adalah."
"Kesesatan."
Tampaklah avi masih tersenyum jahat dan mereka berdua hanya terdiam saja dan gersy berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu."
"Saya akan selalu percaya dengan anda."
"Saya tidak akan menghianati anda,my lord avi."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Dan seketika gersy berdiri dan gersy berkata.
"Kalau begitu."
"Saya pamit keluar,my lord!."
Avi menjawab.
"Iya."
Gersy pun berjalan menujuk keluar dan tampaklah avi tampak memikirkan sesuatu dan tampaklah serena tidak tau mengapain karena serena bisa apa-apa terhadap avi yang lagi memikirkan sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Lebih baik aku tidak memikirkannya."
"Akan lebih bahaya kalau aku memikirkannya dengan dalam."
Dan avi seketika berdiri dari kursinya dan berjalan menujuk keluar dan tampak serena hanya diam saja karena serena tidak tau apa yang terjadi dan serena berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan my lord?."
Tampaklah avi yang lagi jalan-jalan entah kemana dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Sevi sudah tinggal sini udah beberapa hari sepertinya."
"Hmm,kayaknya dia tampak senang."
"Pada saat aku membawaknya disini dan berkeliling kota."
"Dan berkenalan demgan orang-orang disini."
"Apalagi dia sangat dekat dengan fahar."
"Karena fahar bisa berubah menjadi monster yang mirip seperti."
"Dinosaurus T-rex."
"Dan itulah kenapa sevi terkagum-kagum dengan fahar."
"Karena sevi meminta fahar berubah menjadi monster."
"Dan gitulah kayaknya."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berhenti berjalan karena avi melihat sevi yang lagi berjalan menujuk didepan avi.
Tampaklah sevi melihat avi yang lagi berhenti jalan dan sevi seketika berlari menujuk avi dan tampak avi kaget karena sevi membawak pedang sangat besar dan avi berkata didalam dirinya.
"Ehg!."
"Sevi membawak pedang dipunggungnya!."
"Pedang itu terlalu besar untuknya."
"Dan apalagi untukku?!."
"Dan terlihat berat sekali!."
Tampaklah sevi sudah didepan avi dan sevi berkata.
"Ada apa ayah disini?."
Bingung dong avi dan avi berkata.
"Kan biasanya ayahkan berjalan-jalankan?."
Sevi berkata.
"Oh iya,hehehehe!."
Avi berkata sambil menujuk jari telunjuknya kearah pedangnya sevi.
"Omong-omong sevi?."
"Pedang apa?."
"Kenapa kamu membawaknya?dan membawaknya dipunggungmu?."
Sevi mengambil pedangnya dari belakang dan menujukkannya kepada avi dan sevi berkata.
"Ini pedang dari paman tyga,ayah."
Avi menjawab.
"Tyga?."
Tampak avi masih kebingungan yang terjadi dan sevi berkata.
"Iya,ayah."
"Paman tyga mengasih pedang ini."
"Karena dibilang paman tyga."
"Pedang ini sangat cocok bagi aku,ayah."
Tampaklah avi tersenyum dan mengelus kepalah sevi sambil berkata.
"Begitu ya."
Sevi berkata.
"Iya,ayah."
Dan seketika avi teringat sesuatu dan tidak mengelusnya lagi dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaa."
"Iya,sih."
"Dia samgat cocok dengan pedang itu."
"Karena rambutnya dikepang dua dan memiliki baju kuning."
"Dan mata biru dan rambut putih."
"Sangat cocok dengan pedang warna hitam yang bercampur corak putih dipinggirnya."
"Haaaa."
"Kenapa aku teringat lagi dengan kartun pahlawan ya."
"Yang sangat mirip dengan karakter."
"Siapa ya?."
"Hmmm."
Tampaklah avi memikirkan sesuatu dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh!."
"Atik!."
"Aku ingat sekarang."
"Karakter itu adalah atik."
"Namanya atik."
"Dia memiliki wajah cantik dan manis."
"Apalagi lucu dan putih."
"Dan juga berambut putih dan mata berwarna biru."
"Dan juga disuka memakai baju berwarna kuning."
"Dan juga memakai pedang hitam dan bercorak putih dipinggir pedangnya tersebut."
Tampaklah sevi kebingungan karena avi dari tadi diam saja dan sevi berkata.
"Ayah kenapa?."
Avi menjawab.
"Ehg!tidak apa-apa!."
"Ayah hanya memikirkan sesuatu."
Sevi berkata.
"Memikirkan sesuatu?."
Avi menjawab.
"Iya."
"Ayah memikirkan tentang kamu sangat cocok dengan?!."
Avi berkata didalam dirinya.
"Tukang bangunan."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Kayak pahlawan."
Dan tampaklah sevi tampak senang sekali dan sevi berkata.
"Pahlawan!."
Dan tampak avi mengelus kepalah sevi sambil berkata.
"Iya."
Sevi berkata.
"Benarkah?."
Avi berkata.
"Iya."
Sevi berkata.
"Terima kasih banyak,ayah."
Tampaklah avi tersenyum melihat sevi dan avi berkata.
"Iyq,sama-sama."
Tampaklah avi tersenyum jahat seketika dan avi berkata didalam dirinya.
"Dia sangat cocok dengan tukang bangunan."
"Karena sangat cocok."
"Karena kekuatannya sama seperti tukang bangunan."
"Sangat mirip."
"Hahahaha!."
"Apalagi membawak pedang!."
"Hahahaha!."
Tampaklah avi tersenyum jahat bolak-balik karena tidak tahan dengan candaannya didalam dirinya dan avi berkata didalam dirinya.
"Tapi dia lebih cocok dengan pahlawan atau kesatria."
Tampaklah avi tersenyum melihat sevi dan tampaklah avi ada diruangan kerjanya yang lagi bersantai dan setelahnya menulis dikertas dimejanya.
Akan tetapi seketika avi teringat sesuatu dan berhenti menulis dan tampaklah avi seketika wajah avi murung dan serena tampak bingung dong dan serena berkata didalam dirinya.
"Apa yang terjadi?."
"Ke-kenapa my lord tampak sedih begitu?."
"A-apa yang sebenarnya terjadi?."
Dan seketika avi berdiri dari kursinya dan berjalan menujuk keluar ruangan dan tampak serena kebingungan dan serena berkata didalam dirinya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?."
Tampaklah avi yang lagi berjalan mau menujuk hutan akan tetapi mila berkata.
"Tu-tungguh sebentar my lord!."
Dan avi seketika berhenti berjalan dan berbalikkan badannya dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kalian bertiga berlari mengejarku?."
Mila menjawab.
"Saya akan ikut dengan anda."
Serena menjawab.
"Saya juga."
Vema menjawab.
"Saya juga my lord!."
Tampaklah mereka kelelahan karena kehabisan tenaga karena mengejar avi dan vema berkata.
"Haa,lelahnya."
"Berlari!."
Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.
"Kenapa kalian mengejarku?."
"Kan aku hanya pergi hutan sebentar?."
"Padahal ini masih didalam kota."
"Belum keluar kota."
Vema menjawab.
"Kami ingin ikut dengan anda."
"Karena anda tampak sedih begitu."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kalian nanti seperti waktu itu?."
Dan mereka memikirkan waktu itu sambil berkata.
"Waktu itu?."
Dan seketika mereka mengingatnya dan mereka bertiga seketika kaget dan malu sambil berkata.
"Ehee!!!!."
"Ehg!tidak-tidak!."
"Waktu itu jangan diingat!."
Tampaklah avi tersenyum melihat mereka dan berbalikkan badanya dan berjalan lagi akan tetapi serena berkata.
"Tolong berhenti my lord!."
Avi pun berhenti berjalan.
"Ada apa?."
Serena menjawab.
"Apakah kami boleh ikut my lord?."
Avi tersenyum dan avi berkata.
"Kenapa kalian mau ikut?."
"Padahal hanya kehutan sebentar?."
Mereka bertiga menjawab.
"Karena kami ada disampingmu!."
"Jadi kumohon."
Serena berkata.
"Karena anda tampak sedih."
Vema berkata.
"Kami selalu menghibur anda."
"My lord."
Mila berkata.
"Kami ada akan selalu disampingmu,wahai my lord."
Avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,begitu."
"Kalian boleh ikut denganku kehutan."
Tampaklah meraka senang dan avi berkata didalam dirinya.
"Memang mereka aneh sekali?."
"Hanya kehutan minta ikut."
"Dan apalagi mereka tampang senang karena aku menerimanya."
"Haaa."
"Memang aneh mereka bertiga."
"Disampingku ya?."
Tampaklah avi tersenyum jahat lagi dan avi berkata didalam dirinya.
"Mereka berpikir mereka tuhan?."
"Mereka hanya manusia biasa saja."
"Dan juga mereka adalah seorang wanita."
"Yang mana wanita itu sangat berharga sekali."
"Di agamaku."
Tampaklah avi tersenyum dan setelahnya tampaklah avi berjalan menujuk pohon dekat jurang dan setelahnya mereka berdiri melihat pemandangan hutan yang ada dibawah jurang tersebut.
Tampaklah mila dan yang lain duduk dan serena menyuruh avi duduk juga dan serena berkata.
"Tidurlah my lord dipangkuanku."
Tampaklah avi kebingungan dan tidak tau mengapain dan serena tampak kebingungan karena avi tidak tidur dipangkuannya dan serena berkata.
"Kenapa my lord?."
Avi menjawab.
"Ehg!."
"Harus tidurkah?."
Serena berkata.
"Iya,harus tidur."
Tampaklah avi kebingungan dan sudah pasrah karena avi sudah tau itu dosa dan seketika mempunyai ide dan avi pun tidur dipangkuan serena dan tampaklah serena memegang rambut avi sambil berkata.
"Apakah anda mempunyai masalahkah?my lord?."
Avi berkata.
"Tidak."
Serena berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah serena,mila,vema melihat avi dan tampaklah mereka bertiga tampak tersenyum melihat avi dan serena berkata.
"Aku minta maaf my lord."
Avi berkata.
"Ada apa serena?."
"Kenapa minta maaf?."
Serena berkata.
"Aku ingin tanyak."
Avi berkata.
"Tanyak apa serena?."
Serena berkata.
"Gimana cerita masa lalu anda?."
"Aku ingin tau my lord?."
Dan yang mengangguk dan avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Masa lalu ya?."
Tampaklah serena kebingungan dan serena berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa."
"Masa lalu adalah."
"Hanya batu."
Tampaklah mereka bertiga kaget dong dan kebingungan dan serena berkata.
"Ehg!hanya batu?!."
Avi berkata.
"Yah,aku tidak akan memberitau tentang masa laluku."
"Untuk apa menceritakan masa lalu."
"Kalau itu menyakitkan."
Serena pun tersenyum karena serena sudah paham yang dimaksud avi dan serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Akan tetapi."
"Bagaimana didalam pikiran anda terhadapku."
Avi berkata.
"Apanya terhadapmu?."
Serena berkata.
"Pandangan anda pada diriku?."
Avi tersenyum dan avi berkata.
"Hanya batu."
Kaget dong serena karena avi manjawab hanya batu dan serena berkata.
"Haaaaa!!!."
"Hanya batu?!."
Avi berkata.
"Aku tidak tau apa yang pandanganku terhadap dirimu?."
"Aku hanya menganggapmu hanya teman saja."
"Tidak ada yang lain."
Dan seketika mereka bertiga tampak terdiam dan serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
Avi pun sadar dan avi berkata.
"Aku tidak bisa mencinta sesuatu."
"Sebelum aku mencinta seseorang yang aku cintai."
Serena kaget dong dan kebingungan dan serena berkata.
"Yang anda cintai?!."
Avi menjawab.
"Iya."
"Dia adalah sosok aku cintai."
"Dia seseorang yang aku kagumkan."
"Walaupun aku tidak pernah melihatnya."
"Lagi."
"Karena dia sudah."
"Tiada."
Tampaklah avi tampak mangkin sedih dan serena pun sadar dan serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
Tampaklah mereka bertiga dan avi hanya terdiam saja disamping pohon jurang tersebut dan tampaklah kebesokan harinya avi ada diruangan penyiksaan dan tampaklah lima belas tahanan dikursi yang lagi diikat dan tampak avi ada didepan mereka dan avi berkata.
"Jadi kalian akan menjadi uji coba."
Seketika kaget dong orang-orang itu dan avi berkata.
"Kalian akan menjadi!."
Avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Kelinci percobaan."
Dan seketika mereka panik dong dan salah satunya berkata.
"Kami mohon jangan!."
Salah satu berkata.
"Jangan bercanda!."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak sedang bercanda."
Salah satu berkata.
"Ka-kami sudah mendapat banyak luka!."
"Sekarang menjadi uji coba!."
Avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Itah kesalahan kalian."
"Dan sekarang waktunya."
Dan mereka semua ketakutan dan avi tersenyum jahat dan beberapa harinya dan tampaklah mereka yang masih diikat dikursi dan sebagian tubuhnya diganti dengan tenaga seperti robot.
Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Jadi apa kalian sudah pahamkah?."
Tampak avi tersenyum jahat dan mereka ketakutan dan menundukkan kepalah mereka semua dan mereka semua berkata.
"Kami setia terhadap dirimu!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Sebenarnya ada alasan lain aku mengubah kalian."
"Tapi aku tidak bisa memberitau tersebut."
"Karena ini cukup berbahaya."
"Tapi aku akan memberitau kalian."
"Apakah kalian taukah?."
"Tubuh kalian semua yang aku ubah."
"Adalah bagian tubuh yang sudah mati."
"Atau disebut tidak bisa digunakan."
"Karena bagian-bagian tubuh itu tidak bisa bekerja seperti biasanya."
"Dan karena itulah aku mengubah kalian dan menguji coba kalian semua."
Salah satu berkata.
"Jadi anda mengubah kami adalah karena tubuh kami sudah tidak bisa digerakkan lagi?."
Avi berkata.
"Iya,itu benar."
Salah satu berkata.
"Begitu ya."
Dan mereka mengangguk satu sama lain dan mereka samu berkata.
"Kami semua tunduk patuh perintah anda."
"My lord avi!."
Avi tersenyum jahat dan setelahnya avi tampak berjalan-jalan dihutan dan tampak hutan itu tampak tidak ada pohon sama sekali seperti lapangan bolah dan seketika avi melihat sebuah kapal yang bisa terbang didepannya dan avi berkata.
"Ehg!."
"Kapal yang bisa terbang?!."
"Tidak mungkin!."
"Kapal laut bisa terbang."
"Tapi pesawat memang dijuluki kapal terbang sih."
"Tapi ini memang kapal laut yang bisa terbang."
"Kayak seperti cerita mitologi."
"Yaitu flying dutchman."
"Kapal hantu terbang."
"Cerita mitologi eropa."
"Tapi?."
"Kenapa flying dutchman ada disini!!!!."
"Gimana mungkin flying dutchman ada didunia ini tersebut!!!!."
"Setahuku itu hanya legenda saja."
"Tapi?!."
Dan seketika kapal terbang itu berhenti dan mundur dan avi kaget dong dan avi tampak kebingungan karena kapal terbang bisa mundur dan avi berkata.
"Ehg!."
"Apakah bisakah kapal bisa mundur?."
__ADS_1
"Tapi keculi di air."
"Tapi ini udara."
"Mana ada kapal terbang mundur."
Dan seketika berhenti kapal terbang tersebut dan avi berkata.
"Ehg!."
"Berhenti?."
Dan seketika tali-tali berjatuhan kebawah untuk mengaitkan kapal terbang tersebut ditanah menggunakan mata tombak dan seketika avi sadar dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Mereka akan turun!."
Dan seketika salah satu tali kearah avi dan avi hampir kenak mata tombak dan akan tetapi seketika avi terjatuh dan terlihat ada seseorang ada dibadan avi dan tampak seseorang tersebut mirip seperti bajak laut.
Tampak dia menodongkan tombaknya kearah avi akan tetapi penglihatannya seketika aneh pada saat dia melihat wajah avi dan tampak pada saat dia melihat wajah avi seketika berubah menjadi sosok hitam dan orang tersebut menggosok-ngosok matanya dan turun dari badan avi dan avi berdiri.
Dan tampak avi kebingungan karena melihat seseorang bajak laut menggosok-ngosokkan matanya dari tadi dan avi berkata.
"Anu?."
"Apakah mata anda kemasukan tanahkah?."
"Oh iya,aku ada air."
Tampaklah avi mengeluarkan sebuah botol air dari saku celanannya dan orang tersebut mengambilnya dan mencuci wajahnya dan setelahnya orang itu mengembalikkan dan orang itu berkata.
"Terima kasih banyak."
Avi menjawab.
"Iya,sama-sama."
Akan tetapi seketika orang itu berlutut dihadapan avi dan avi kaget dong dan bingung dan avi berkata.
"Ehg!."
"Tu-tungguh sebentar?!."
"Ke-kenapa kamu berlutut?!."
Orang itu berkata.
"Saya sudah kembalik raja kegelapan null."
Kaget dong avi dan avi bingung karena avi tidak tau apa-apa tentang siapa dirinya dan avi berkata.
"Ehg!."
"Apa yang kamu maksud?."
Orang itu berkata.
"Karena anda telah bangkit."
Bingung dong avi dan avi berkata.
"Ehg!."
"Aku?."
Orang itu berkata.
"Iya."
"Apakah anda tidak ingat apapun tentang diri anda dan saya?."
Avi berkata.
"Sepertinya begitu kayak?."
"Hehehehe."
Tampaklah orang itu tersenyum dan berkata.
"Walaupun wujud anda berubah."
"Tapi."
"Aku dapat mengetahui kalau anda."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya."
"Jadi kamu siapa?."
Orang itu berkata.
"Apakah tidak ingatkah tentang saya."
"Saya ajudan anda."
"Saya bangkit pada saat saya merasakan aura anda dan itulah saya bangkit."
Kaget dong avi karena avi tidak menanyai tentang kebangkitannya dan avi berkata.
"Be-begitu ya."
Dan orang itu berdiri dan orang itu berkata.
"My lord."
Avi menjawab.
"Ada apa?."
Orang itu berkata.
"Bagaimana saya memanggil sahabat saya."
Avi menjawab.
"Sahabat?."
Orang itu berkata.
"Iya."
"Dia adalah salah satu ajudan anda."
Avi mangkin bingung dong dan avi berkata.
"Be-begitu ya."
Orang itu berkata.
"Gimana apakah bolehkah my lord?."
Avi berkata.
"Iyq,boleh."
Orang itu berkata.
"Baik!."
Dan orang itu memanggil temannya dan seketika muncul sebuah simbol bercahaya dan tinggih dan seketika muncullah seseorang bersamaan hilangnya simbol tersebut.
Tampaklah orang itu membuka matanya dan orang itu berkata.
"Apakah kamu memanggil saya?."
Avi berkata.
"Bukan."
"Tapi dia."
Avi menujuk bajak laut tersebut dan orang itu berkata sambil melihat kearah bajak laut itu.
"Dia?."
Avi menjawab.
"Iya."
Bajak laut itu berkata.
"Yo."
"Apakah kamu tidak ingatkah tentang sahabatmu ini?."
Terkejut dong orang itu karena tidak tau kalau sahabatnya yang berbedah penampilan dan orang itu berkata.
"Ehg!."
"Kamu!."
Bajak laut itu tersenyum dan berkata.
"Iya."
Mereka berdua pun berpelukkan dan avi tampak tersenyum dan setelahnya mereka berdua tidak berpelukkan dan orang itu berkata.
"Kenapa kamu memanggilku?."
"Dan siapa orang ini?."
Bajak laut berkata.
"Dia!."
Bajak laut itu tersenyum dan bajak laut itu berkata.
"Dia adalah raja kegelapan null."
Dan seketika kaget dong orang itu dan orang itu berkata.
"Ehg!."
"Di-dia ra-raja kegelapan null?!."
Bajak laut berkata.
"Iya,benar."
Dan seketika orang itu berlutut dihadapan avi dan orang itu berkata.
"Saya minta maaf my lord."
"Kalau tadi saya kurang sopan."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berkata.
"I-iya,tidak apa-apa."
"Ke-kenapa kalian menyebutku raja kegelapan?."
Orang itu kaget dong dan berdiri langsung memegang baju bajak laut tersebut dan orang itu berkata.
"Ada apa dengan raja kegelapan?!."
Bajak laut berkata.
"Tenang saja."
"Sepertinya raja kegelapan tidak ingat kita."
"Tapi."
"Aku tau kalau raja kegelapan akan ingat kita."
"Dan aku bisa tau dia adalah raja kegelapan null."
"Walaupun perkataannya tidak tau."
Orang itu berkata.
"Begitu ya."
Orang itu melepaskan bajuk bajak laut dan mereka berdua berlutut dihadapan avi dan tampaklah avi masih kebingungan dan avi berkata didalam dirinya.
"Ehg!."
"Sebenarnya apa yang terjadi?."
"Kenapa aku disebut raja kegelapan?."
"Mereka berdua begitu."
"Begitu juga serena,hild,bans."
"Tapi siapa lagi ya."
"Hmm?."
Tampaklah mereka kebingungan karena avi tampak kebingungan dan orang itu berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa."
"Oh iya."
"Kalau begitu."
"Aku ingin tanyak."
Mereka berdua berkata.
"Tanyak apa my lord?."
Avi berkata.
"Nama kalian siapa?."
Orang itu berkata.
"Kami tidak mempunyai nama."
"Pada saat anda menghidupkan kami."
Kaget dong avi dan avi berkata.
"Ehg!begitu ya."
"Kalau begitu aku beri nama kepada kalian."
Mereka menjawab.
"Terima kasih banyak my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu nama kalian apa?."
"Hmmm?."
"Zers dan haks."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
"Nama kami sekarang adalah."
"Zers dan haks."
Dan tampaklah setelah avi tampak sedang berkumpul dengan yang lain yang mana disitu ada sety,fery,rifer,refor,tyga,azre dan yang lainnya sebagainya dan avi berkata.
"Aku akan memperkenalkan teman baru kita."
"Mereka adalah."
Haks berkata.
"Aku adalah haks."
Zers berkata.
"Aku adalah zers."
Mereka berdua berkata.
"Salam kenal semua."
"Dan mohon kerja samanya."
Dan yang lain berkata.
"Iya."
"Mohon bantuannya juga!."
Tampaklah avi tersenyum dan setelahnya tampaklah avi duduk dibawah pohon dekat jurang dan lagi melihat langit dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya hari ini aku mengingat masa laluku."
"Yang mana tentang kehidupanku dibumi."
"Aku sangat merindukan keluargaku seperti ayah dan ibu."
"Apalagi kakek dan nenek."
"Apalagi juga adikku."
"Hmmm."
"Aku tidak tau tempat apa ini."
"Tapi untuk apa aku datang kemari?."
"Tapi aku ada disini selalu mendapatkan dosa dan disini banyak kesesatan."
"Oh iya."
"Aku teringat pada aku masih kecil."
"Yang mana aku mencuril mangga pak kades."
"Tapi itu masa kecilku yang suka mencuri mangga pak kades."
"Dan sehingga mangga pak kades habis."
"Pada setiap kali habis aku mencurinya."
"Dia selalu marah tidak jelas."
"Aku melihatnya beberapa kali didepan rumahnya."
"Dan sehingga pohon mangganya ditumbangkan."
"Dan sehingga juga kepalah pak kades botak ditengah kepalah."
"Gara-gara stres memikirkan pohon mangganya yang terus dicuri."
"Tapi aku juga belajar juga kalau kesenangan ada batasnya."
"Sehingga kalau kesenangan melebihi batas akan menjadi hal buruk baginya."
"Sehingga kalau kesenangan itu ada batasnya."
"Kecuali diakhirat."
"Aku juga banyak belajar diuniversitas untuk menuntut ilmu."
"Untuk belajar banyak tentang yang kita ketahui."
"Kalau seseorang suka berantem dan suka bolos sekolah."
"Dia menyia-nyiakan ilmu."
"Mereka berpikir keren begitu."
"Tapi setiap orang akan berbedah-bedah menuntut ilmu."
"Karena seorang manusia tidak akan sama."
"Kecuali ketaatan kepada tuhan."
"Tapi aku bolak-balik masuk kuliah."
"Karena aku ingin banyak tau tentang ilmu."
"Seperti ilmu pengetahuan alam,kimia,mate matika,dan lain sebagainya."
"Tapi aku sebenarnya sudah kerja sih."
"Tapi hanya bekerja sebagai kantoran saja."
"Tapi lebih baik tidak memikirkan masa lalu."
"Karena itu akan membuatku tidak akan fokus terhadap yang sekarang."
"Karena untuk apa aku memikirkan hal tersebut."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata didalam dirinya.
Karena tuhan lebih tau apa yang terbaik untukku."
"Karena untuk apa memikirkan masa lalu yang menyakitkan kalau diingat."
Tampaklah avi sedang menatap gersy didepannya yang diruangan kerja avi dan tampak avi menatap tajam gersy dan tampak gersy ketakutan dan avi berkata.
"Gersy!."
"Baik,iya my lord!."
Avi berkata.
"Kenapa kamu mengambil dan melihat kaca itu?."
Tampaklah seketika gersy mangkin ketakutan dan serena menatap tajam gersy dan avi berkata.
"Ada apa gersy?."
"Kenapa kamu ketakutan?."
Tampaklah gersy masih ketakutan dan avi berkata.
"Haaaa."
"Begitu ya."
"Sebenarnya aku tidak marah."
"Tapi."
"Kenapa kamu mengambil kaca tersebut?."
"Dan melihatnya?."
"A-apakah anda tidak marahkah?."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak marah."
"Tapi kenapa mengambilnya dan melihatnya?."
Gery menjawab.
"Karena?."
"Aku ingin tau saja my lord!."
Avi berkata.
"Ingin tau?."
Gery menjawab.
"Iya,my lord."
"Aku ingin tau tentang ruangan yang biasa anda datangi."
Kaget dong serena karena serena tidak mengetahui tentang ruangan avi biasa datangi dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi kenapa kamu mengambilnya?dan melihatnya?."
Tampaklah avi menatap taja gersy dan tampaklah gersy ketakutan dan avi berkata.
"Ada apa gersy?."
"Kenapa kamu tidak menjawabnya?."
"Apakah kamu?."
Dan seketika gersy bersujud didepan avi dan gersy berkata.
"Saya tidak menghianati anda,my lord!!!."
"Saya minta maaf kalau saya mengambilnya dan melihatnya!."
Tampaklah avi tersenyum melihat kearah gersy dan avi berkata.
"Begitu ya."
Dan seketika gersy terkejut dong dan mengangkat kepalahnya dan gersy berkata.
"Ehg!."
"Apa maksud anda?."
Avi berkata.
"Kamu memang orang baik ya?."
Dan seketika serena dan gersy terkejut karena nada suara avi tampak berbedah dan gersy berkata.
"A-apa yang anda maksud?."
Avi berkata.
"Kamu memang orang baik ya?."
Tampaklah avi tersenyum melihat gersy dan tampak gersy dan serena tampak kebingungan yang meraka dengar dan avi berkata.
"Jadi kenapa kamu mengambil dan melihatnya?gersy?."
Tampaklah gersy grogi dan gersy menjawab.
"Sa-saya hanya ingin tau saja tentang ruangan anda dan kaca tersebut."
"Saya mengambil kaca itu saya."
"Menunjukkan kepada fahar saja."
"Dan saya tidak sengaja melihat semua kaca itu tersebut."
Tampaklah avi tersenyum lagi dan avi berkata.
"Begitu ya."
Kaget dong gersy dan gersy berkata.
"Ehg!."
"Apa maksud anda?."
Avi berkata.
"Kamu memang bukan orang jahat."
"Kamu memang baik."
"Dan sekarang tidak usah memikirkan hal tersebut."
Bingung dong gersy dan gersy berkata.
"Ehg!."
"Kenapa anda berkata begitu?."
Avi berkata.
"Kamu berarti bukan orang jahat."
"Jadi aku hanya berkata begitu saja."
Tampaklah avi tersenyum lagi dan tampaklah gersy kebingungan apalagi serena dan gersy berkata.
"Sebenarnya?."
Avi berkata.
"Ada apa gersy?."
Gersy berkata.
"Sebenarnya."
"Kenapa semua kejadian berlalu ada disebuah kaca tipis tersebut?."
Tampaklah avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata.
"Karena soal itu."
"Ra-ha-sia-ku!."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan tampaklah mereka berdua ketakutan dan avi berkata.
"Apakah kamu tau."
"Aku menyimpan semua kejadian pada kaca tersebut."
"Dan mengubah semua cerita itu tersebut."
"Karena itu tidak akan mungkin,kalau terjadi masalah yang akan besar."
"Kalau aku tidak mengubahnya."
"Akan terjadi hal masalah besar."
"Seperti peperangan tidak terhingga."
"Aku sangat tau kalau mengubah masa depan adalah."
"Kesesatan."
Tampaklah avi masih tersenyum jahat dan mereka berdua hanya terdiam saja dan gersy berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu."
"Saya akan selalu percaya dengan anda."
"Saya tidak akan menghianati anda,my lord avi."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Dan seketika gersy berdiri dan gersy berkata.
"Kalau begitu."
"Saya pamit keluar,my lord!."
Avi menjawab.
"Iya."
Gersy pun berjalan menujuk keluar dan tampaklah avi tampak memikirkan sesuatu dan tampaklah serena tidak tau mengapain karena serena bisa apa-apa terhadap avi yang lagi memikirkan sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Lebih baik aku tidak memikirkannya."
"Akan lebih bahaya kalau aku memikirkannya dengan dalam."
Dan avi seketika berdiri dari kursinya dan berjalan menujuk keluar dan tampak serena hanya diam saja karena serena tidak tau apa yang terjadi dan serena berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan my lord?."
Tampaklah avi yang lagi jalan-jalan entah kemana dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Sevi sudah tinggal sini udah beberapa hari sepertinya."
"Hmm,kayaknya dia tampak senang."
"Pada saat aku membawaknya disini dan berkeliling kota."
"Dan berkenalan demgan orang-orang disini."
"Apalagi dia sangat dekat dengan fahar."
"Karena fahar bisa berubah menjadi monster yang mirip seperti."
"Dinosaurus T-rex."
"Dan itulah kenapa sevi terkagum-kagum dengan fahar."
"Karena sevi meminta fahar berubah menjadi monster."
"Dan gitulah kayaknya."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berhenti berjalan karena avi melihat sevi yang lagi berjalan menujuk didepan avi.
Tampaklah sevi melihat avi yang lagi berhenti jalan dan sevi seketika berlari menujuk avi dan tampak avi kaget karena sevi membawak pedang sangat besar dan avi berkata didalam dirinya.
"Ehg!."
"Sevi membawak pedang dipunggungnya!."
"Pedang itu terlalu besar untuknya."
"Dan apalagi untukku?!."
"Dan terlihat berat sekali!."
Tampaklah sevi sudah didepan avi dan sevi berkata.
"Ada apa ayah disini?."
Bingung dong avi dan avi berkata.
"Kan biasanya ayahkan berjalan-jalankan?."
Sevi berkata.
"Oh iya,hehehehe!."
Avi berkata sambil menujuk jari telunjuknya kearah pedangnya sevi.
"Omong-omong sevi?."
"Pedang apa?."
"Kenapa kamu membawaknya?dan membawaknya dipunggungmu?."
Sevi mengambil pedangnya dari belakang dan menujukkannya kepada avi dan sevi berkata.
"Ini pedang dari paman tyga,ayah."
Avi menjawab.
"Tyga?."
Tampak avi masih kebingungan yang terjadi dan sevi berkata.
"Iya,ayah."
"Paman tyga mengasih pedang ini."
"Karena dibilang paman tyga."
"Pedang ini sangat cocok bagi aku,ayah."
Tampaklah avi tersenyum dan mengelus kepalah sevi sambil berkata.
"Begitu ya."
Sevi berkata.
"Iya,ayah."
Dan seketika avi teringat sesuatu dan tidak mengelusnya lagi dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaa."
"Iya,sih."
"Dia samgat cocok dengan pedang itu."
"Karena rambutnya dikepang dua dan memiliki baju kuning."
"Dan mata biru dan rambut putih."
"Sangat cocok dengan pedang warna hitam yang bercampur corak putih dipinggirnya."
"Haaaa."
"Kenapa aku teringat lagi dengan kartun pahlawan ya."
"Yang sangat mirip dengan karakter."
"Siapa ya?."
"Hmmm."
Tampaklah avi memikirkan sesuatu dan seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh!."
"Atik!."
"Aku ingat sekarang."
"Karakter itu adalah atik."
"Namanya atik."
"Dia memiliki wajah cantik dan manis."
"Apalagi lucu dan putih."
"Dan juga berambut putih dan mata berwarna biru."
"Dan juga disuka memakai baju berwarna kuning."
"Dan juga memakai pedang hitam dan bercorak putih dipinggir pedangnya tersebut."
Tampaklah sevi kebingungan karena avi dari tadi diam saja dan sevi berkata.
"Ayah kenapa?."
Avi menjawab.
"Ehg!tidak apa-apa!."
"Ayah hanya memikirkan sesuatu."
Sevi berkata.
"Memikirkan sesuatu?."
Avi menjawab.
"Iya."
"Ayah memikirkan tentang kamu sangat cocok dengan?!."
Avi berkata didalam dirinya.
"Tukang bangunan."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Kayak pahlawan."
Dan tampaklah sevi tampak senang sekali dan sevi berkata.
"Pahlawan!."
Dan tampak avi mengelus kepalah sevi sambil berkata.
"Iya."
Sevi berkata.
"Benarkah?."
Avi berkata.
"Iya."
Sevi berkata.
"Terima kasih banyak,ayah."
Tampaklah avi tersenyum melihat sevi dan avi berkata.
"Iyq,sama-sama."
Tampaklah avi tersenyum jahat seketika dan avi berkata didalam dirinya.
"Dia sangat cocok dengan tukang bangunan."
"Karena sangat cocok."
"Karena kekuatannya sama seperti tukang bangunan."
"Sangat mirip."
"Hahahaha!."
"Apalagi membawak pedang!."
"Hahahaha!."
Tampaklah avi tersenyum jahat bolak-balik karena tidak tahan dengan candaannya didalam dirinya dan avi berkata didalam dirinya.
"Tapi dia lebih cocok dengan pahlawan atau kesatria."
Tampaklah avi tersenyum melihat sevi dan tampaklah avi ada diruangan kerjanya yang lagi bersantai dan setelahnya menulis dikertas dimejanya.
Akan tetapi seketika avi teringat sesuatu dan berhenti menulis dan tampaklah avi seketika wajah avi murung dan serena tampak bingung dong dan serena berkata didalam dirinya.
"Apa yang terjadi?."
__ADS_1
"Ke-kenapa my lord tampak sedih begitu?."
"A-apa yang sebenarnya terjadi?."
Dan seketika avi berdiri dari kursinya dan berjalan menujuk keluar ruangan dan tampak serena kebingungan dan serena berkata didalam dirinya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?."
Tampaklah avi yang lagi berjalan mau menujuk hutan akan tetapi mila berkata.
"Tu-tungguh sebentar my lord!."
Dan avi seketika berhenti berjalan dan berbalikkan badannya dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Kenapa kalian bertiga berlari mengejarku?."
Mila menjawab.
"Saya akan ikut dengan anda."
Serena menjawab.
"Saya juga."
Vema menjawab.
"Saya juga my lord!."
Tampaklah mereka kelelahan karena kehabisan tenaga karena mengejar avi dan vema berkata.
"Haa,lelahnya."
"Berlari!."
Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.
"Kenapa kalian mengejarku?."
"Kan aku hanya pergi hutan sebentar?."
"Padahal ini masih didalam kota."
"Belum keluar kota."
Vema menjawab.
"Kami ingin ikut dengan anda."
"Karena anda tampak sedih begitu."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kalian nanti seperti waktu itu?."
Dan mereka memikirkan waktu itu sambil berkata.
"Waktu itu?."
Dan seketika mereka mengingatnya dan mereka bertiga seketika kaget dan malu sambil berkata.
"Ehee!!!!."
"Ehg!tidak-tidak!."
"Waktu itu jangan diingat!."
Tampaklah avi tersenyum melihat mereka dan berbalikkan badanya dan berjalan lagi akan tetapi serena berkata.
"Tolong berhenti my lord!."
Avi pun berhenti berjalan.
"Ada apa?."
Serena menjawab.
"Apakah kami boleh ikut my lord?."
Avi tersenyum dan avi berkata.
"Kenapa kalian mau ikut?."
"Padahal hanya kehutan sebentar?."
Mereka bertiga menjawab.
"Karena kami ada disampingmu!."
"Jadi kumohon."
Serena berkata.
"Karena anda tampak sedih."
Vema berkata.
"Kami selalu menghibur anda."
"My lord."
Mila berkata.
"Kami ada akan selalu disampingmu,wahai my lord."
Avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,begitu."
"Kalian boleh ikut denganku kehutan."
Tampaklah meraka senang dan avi berkata didalam dirinya.
"Memang mereka aneh sekali?."
"Hanya kehutan minta ikut."
"Dan apalagi mereka tampang senang karena aku menerimanya."
"Haaa."
"Memang aneh mereka bertiga."
"Disampingku ya?."
Tampaklah avi tersenyum jahat lagi dan avi berkata didalam dirinya.
"Mereka berpikir mereka tuhan?."
"Mereka hanya manusia biasa saja."
"Dan juga mereka adalah seorang wanita."
"Yang mana wanita itu sangat berharga sekali."
"Di agamaku."
Tampaklah avi tersenyum dan setelahnya tampaklah avi berjalan menujuk pohon dekat jurang dan setelahnya mereka berdiri melihat pemandangan hutan yang ada dibawah jurang tersebut.
Tampaklah mila dan yang lain duduk dan serena menyuruh avi duduk juga dan serena berkata.
"Tidurlah my lord dipangkuanku."
Tampaklah avi kebingungan dan tidak tau mengapain dan serena tampak kebingungan karena avi tidak tidur dipangkuannya dan serena berkata.
"Kenapa my lord?."
Avi menjawab.
"Ehg!."
"Harus tidurkah?."
Serena berkata.
"Iya,harus tidur."
Tampaklah avi kebingungan dan sudah pasrah karena avi sudah tau itu dosa dan seketika mempunyai ide dan avi pun tidur dipangkuan serena dan tampaklah serena memegang rambut avi sambil berkata.
"Apakah anda mempunyai masalahkah?my lord?."
Avi berkata.
"Tidak."
Serena berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah serena,mila,vema melihat avi dan tampaklah mereka bertiga tampak tersenyum melihat avi dan serena berkata.
"Aku minta maaf my lord."
Avi berkata.
"Ada apa serena?."
"Kenapa minta maaf?."
Serena berkata.
"Aku ingin tanyak."
Avi berkata.
"Tanyak apa serena?."
Serena berkata.
"Gimana cerita masa lalu anda?."
"Aku ingin tau my lord?."
Dan yang mengangguk dan avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Masa lalu ya?."
Tampaklah serena kebingungan dan serena berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa."
"Masa lalu adalah."
"Hanya batu."
Tampaklah mereka bertiga kaget dong dan kebingungan dan serena berkata.
"Ehg!hanya batu?!."
Avi berkata.
"Yah,aku tidak akan memberitau tentang masa laluku."
"Untuk apa menceritakan masa lalu."
"Kalau itu menyakitkan."
Serena pun tersenyum karena serena sudah paham yang dimaksud avi dan serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Akan tetapi."
"Bagaimana didalam pikiran anda terhadapku."
Avi berkata.
"Apanya terhadapmu?."
Serena berkata.
"Pandangan anda pada diriku?."
Avi tersenyum dan avi berkata.
"Hanya batu."
Kaget dong serena karena avi manjawab hanya batu dan serena berkata.
"Haaaaa!!!."
"Hanya batu?!."
Avi berkata.
"Aku tidak tau apa yang pandanganku terhadap dirimu?."
"Aku hanya menganggapmu hanya teman saja."
"Tidak ada yang lain."
Dan seketika mereka bertiga tampak terdiam dan serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
Avi pun sadar dan avi berkata.
"Aku tidak bisa mencinta sesuatu."
"Sebelum aku mencinta seseorang yang aku cintai."
Serena kaget dong dan kebingungan dan serena berkata.
"Yang anda cintai?!."
Avi menjawab.
"Iya."
"Dia adalah sosok aku cintai."
"Dia seseorang yang aku kagumkan."
"Walaupun aku tidak pernah melihatnya."
"Lagi."
"Karena dia sudah."
"Tiada."
Tampaklah avi tampak mangkin sedih dan serena pun sadar dan serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
Tampaklah mereka bertiga dan avi hanya terdiam saja disamping pohon jurang tersebut dan tampaklah kebesokan harinya avi ada diruangan penyiksaan dan tampaklah lima belas tahanan dikursi yang lagi diikat dan tampak avi ada didepan mereka dan avi berkata.
"Jadi kalian akan menjadi uji coba."
Seketika kaget dong orang-orang itu dan avi berkata.
"Kalian akan menjadi!."
Avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Kelinci percobaan."
Dan seketika mereka panik dong dan salah satunya berkata.
"Kami mohon jangan!."
Salah satu berkata.
"Jangan bercanda!."
Avi berkata.
"Tidak,aku tidak sedang bercanda."
Salah satu berkata.
"Ka-kami sudah mendapat banyak luka!."
"Sekarang menjadi uji coba!."
Avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Itah kesalahan kalian."
"Dan sekarang waktunya."
Dan mereka semua ketakutan dan avi tersenyum jahat dan beberapa harinya dan tampaklah mereka yang masih diikat dikursi dan sebagian tubuhnya diganti dengan tenaga seperti robot.
Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Jadi apa kalian sudah pahamkah?."
Tampak avi tersenyum jahat dan mereka ketakutan dan menundukkan kepalah mereka semua dan mereka semua berkata.
"Kami setia terhadap dirimu!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Sebenarnya ada alasan lain aku mengubah kalian."
"Tapi aku tidak bisa memberitau tersebut."
"Karena ini cukup berbahaya."
"Tapi aku akan memberitau kalian."
"Apakah kalian taukah?."
"Tubuh kalian semua yang aku ubah."
"Adalah bagian tubuh yang sudah mati."
"Atau disebut tidak bisa digunakan."
"Karena bagian-bagian tubuh itu tidak bisa bekerja seperti biasanya."
"Dan karena itulah aku mengubah kalian dan menguji coba kalian semua."
Salah satu berkata.
"Jadi anda mengubah kami adalah karena tubuh kami sudah tidak bisa digerakkan lagi?."
Avi berkata.
"Iya,itu benar."
Salah satu berkata.
"Begitu ya."
Dan mereka mengangguk satu sama lain dan mereka samu berkata.
"Kami semua tunduk patuh perintah anda."
"My lord avi!."
Avi tersenyum jahat dan setelahnya avi tampak berjalan-jalan dihutan dan tampak hutan itu tampak tidak ada pohon sama sekali seperti lapangan bolah dan seketika avi melihat sebuah kapal yang bisa terbang didepannya dan avi berkata.
"Ehg!."
"Kapal yang bisa terbang?!."
"Tidak mungkin!."
"Kapal laut bisa terbang."
"Tapi pesawat memang dijuluki kapal terbang sih."
"Tapi ini memang kapal laut yang bisa terbang."
"Kayak seperti cerita mitologi."
"Yaitu flying dutchman."
"Kapal hantu terbang."
"Cerita mitologi eropa."
"Tapi?."
"Kenapa flying dutchman ada disini!!!!."
"Gimana mungkin flying dutchman ada didunia ini tersebut!!!!."
"Setahuku itu hanya legenda saja."
"Tapi?!."
Dan seketika kapal terbang itu berhenti dan mundur dan avi kaget dong dan avi tampak kebingungan karena kapal terbang bisa mundur dan avi berkata.
"Ehg!."
"Apakah bisakah kapal bisa mundur?."
"Tapi keculi di air."
"Tapi ini udara."
"Mana ada kapal terbang mundur."
Dan seketika berhenti kapal terbang tersebut dan avi berkata.
"Ehg!."
"Berhenti?."
Dan seketika tali-tali berjatuhan kebawah untuk mengaitkan kapal terbang tersebut ditanah menggunakan mata tombak dan seketika avi sadar dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Mereka akan turun!."
Dan seketika salah satu tali kearah avi dan avi hampir kenak mata tombak dan akan tetapi seketika avi terjatuh dan terlihat ada seseorang ada dibadan avi dan tampak seseorang tersebut mirip seperti bajak laut.
Tampak dia menodongkan tombaknya kearah avi akan tetapi penglihatannya seketika aneh pada saat dia melihat wajah avi dan tampak pada saat dia melihat wajah avi seketika berubah menjadi sosok hitam dan orang tersebut menggosok-ngosok matanya dan turun dari badan avi dan avi berdiri.
Dan tampak avi kebingungan karena melihat seseorang bajak laut menggosok-ngosokkan matanya dari tadi dan avi berkata.
"Anu?."
"Apakah mata anda kemasukan tanahkah?."
"Oh iya,aku ada air."
Tampaklah avi mengeluarkan sebuah botol air dari saku celanannya dan orang tersebut mengambilnya dan mencuci wajahnya dan setelahnya orang itu mengembalikkan dan orang itu berkata.
"Terima kasih banyak."
Avi menjawab.
"Iya,sama-sama."
Akan tetapi seketika orang itu berlutut dihadapan avi dan avi kaget dong dan bingung dan avi berkata.
"Ehg!."
"Tu-tungguh sebentar?!."
"Ke-kenapa kamu berlutut?!."
Orang itu berkata.
"Saya sudah kembalik raja kegelapan null."
Kaget dong avi dan avi bingung karena avi tidak tau apa-apa tentang siapa dirinya dan avi berkata.
"Ehg!."
"Apa yang kamu maksud?."
Orang itu berkata.
"Karena anda telah bangkit."
Bingung dong avi dan avi berkata.
"Ehg!."
"Aku?."
Orang itu berkata.
"Iya."
"Apakah anda tidak ingat apapun tentang diri anda dan saya?."
Avi berkata.
"Sepertinya begitu kayak?."
"Hehehehe."
Tampaklah orang itu tersenyum dan berkata.
"Walaupun wujud anda berubah."
"Tapi."
"Aku dapat mengetahui kalau anda."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya."
"Jadi kamu siapa?."
Orang itu berkata.
"Apakah tidak ingatkah tentang saya."
"Saya ajudan anda."
"Saya bangkit pada saat saya merasakan aura anda dan itulah saya bangkit."
Kaget dong avi karena avi tidak menanyai tentang kebangkitannya dan avi berkata.
"Be-begitu ya."
Dan orang itu berdiri dan orang itu berkata.
"My lord."
Avi menjawab.
"Ada apa?."
Orang itu berkata.
"Bagaimana saya memanggil sahabat saya."
Avi menjawab.
"Sahabat?."
Orang itu berkata.
"Iya."
"Dia adalah salah satu ajudan anda."
Avi mangkin bingung dong dan avi berkata.
"Be-begitu ya."
Orang itu berkata.
"Gimana apakah bolehkah my lord?."
Avi berkata.
"Iyq,boleh."
Orang itu berkata.
"Baik!."
Dan orang itu memanggil temannya dan seketika muncul sebuah simbol bercahaya dan tinggih dan seketika muncullah seseorang bersamaan hilangnya simbol tersebut.
Tampaklah orang itu membuka matanya dan orang itu berkata.
"Apakah kamu memanggil saya?."
Avi berkata.
"Bukan."
"Tapi dia."
Avi menujuk bajak laut tersebut dan orang itu berkata sambil melihat kearah bajak laut itu.
"Dia?."
Avi menjawab.
"Iya."
Bajak laut itu berkata.
"Yo."
"Apakah kamu tidak ingatkah tentang sahabatmu ini?."
Terkejut dong orang itu karena tidak tau kalau sahabatnya yang berbedah penampilan dan orang itu berkata.
"Ehg!."
"Kamu!."
Bajak laut itu tersenyum dan berkata.
"Iya."
Mereka berdua pun berpelukkan dan avi tampak tersenyum dan setelahnya mereka berdua tidak berpelukkan dan orang itu berkata.
"Kenapa kamu memanggilku?."
"Dan siapa orang ini?."
Bajak laut berkata.
"Dia!."
Bajak laut itu tersenyum dan bajak laut itu berkata.
"Dia adalah raja kegelapan null."
Dan seketika kaget dong orang itu dan orang itu berkata.
"Ehg!."
"Di-dia ra-raja kegelapan null?!."
Bajak laut berkata.
"Iya,benar."
Dan seketika orang itu berlutut dihadapan avi dan orang itu berkata.
"Saya minta maaf my lord."
"Kalau tadi saya kurang sopan."
Tampaklah avi kebingungan dan avi berkata.
"I-iya,tidak apa-apa."
"Ke-kenapa kalian menyebutku raja kegelapan?."
Orang itu kaget dong dan berdiri langsung memegang baju bajak laut tersebut dan orang itu berkata.
"Ada apa dengan raja kegelapan?!."
Bajak laut berkata.
"Tenang saja."
"Sepertinya raja kegelapan tidak ingat kita."
"Tapi."
"Aku tau kalau raja kegelapan akan ingat kita."
"Dan aku bisa tau dia adalah raja kegelapan null."
"Walaupun perkataannya tidak tau."
Orang itu berkata.
"Begitu ya."
Orang itu melepaskan bajuk bajak laut dan mereka berdua berlutut dihadapan avi dan tampaklah avi masih kebingungan dan avi berkata didalam dirinya.
"Ehg!."
"Sebenarnya apa yang terjadi?."
"Kenapa aku disebut raja kegelapan?."
"Mereka berdua begitu."
"Begitu juga serena,hild,bans."
"Tapi siapa lagi ya."
"Hmm?."
Tampaklah mereka kebingungan karena avi tampak kebingungan dan orang itu berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Tidak apa-apa."
"Oh iya."
"Kalau begitu."
"Aku ingin tanyak."
Mereka berdua berkata.
"Tanyak apa my lord?."
Avi berkata.
"Nama kalian siapa?."
Orang itu berkata.
"Kami tidak mempunyai nama."
"Pada saat anda menghidupkan kami."
Kaget dong avi dan avi berkata.
"Ehg!begitu ya."
"Kalau begitu aku beri nama kepada kalian."
Mereka menjawab.
"Terima kasih banyak my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu nama kalian apa?."
"Hmmm?."
"Zers dan haks."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
"Nama kami sekarang adalah."
"Zers dan haks."
Dan tampaklah setelah avi tampak sedang berkumpul dengan yang lain yang mana disitu ada sety,fery,rifer,refor,tyga,azre dan yang lainnya sebagainya dan avi berkata.
"Aku akan memperkenalkan teman baru kita."
"Mereka adalah."
Haks berkata.
"Aku adalah haks."
Zers berkata.
"Aku adalah zers."
Mereka berdua berkata.
"Salam kenal semua."
"Dan mohon kerja samanya."
Dan yang lain berkata.
"Iya."
"Mohon bantuannya juga!."
Tampaklah avi tersenyum dan setelahnya tampaklah avi duduk dibawah pohon dekat jurang dan lagi melihat langit dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya hari ini aku mengingat masa laluku."
"Yang mana tentang kehidupanku dibumi."
"Aku sangat merindukan keluargaku seperti ayah dan ibu."
"Apalagi kakek dan nenek."
"Apalagi juga adikku."
"Hmmm."
"Aku tidak tau tempat apa ini."
"Tapi untuk apa aku datang kemari?."
"Tapi aku ada disini selalu mendapatkan dosa dan disini banyak kesesatan."
"Oh iya."
"Aku teringat pada aku masih kecil."
"Yang mana aku mencuril mangga pak kades."
"Tapi itu masa kecilku yang suka mencuri mangga pak kades."
"Dan sehingga mangga pak kades habis."
"Pada setiap kali habis aku mencurinya."
"Dia selalu marah tidak jelas."
"Aku melihatnya beberapa kali didepan rumahnya."
"Dan sehingga pohon mangganya ditumbangkan."
"Dan sehingga juga kepalah pak kades botak ditengah kepalah."
"Gara-gara stres memikirkan pohon mangganya yang terus dicuri."
"Tapi aku juga belajar juga kalau kesenangan ada batasnya."
"Sehingga kalau kesenangan melebihi batas akan menjadi hal buruk baginya."
"Sehingga kalau kesenangan itu ada batasnya."
"Kecuali diakhirat."
"Aku juga banyak belajar diuniversitas untuk menuntut ilmu."
"Untuk belajar banyak tentang yang kita ketahui."
"Kalau seseorang suka berantem dan suka bolos sekolah."
"Dia menyia-nyiakan ilmu."
"Mereka berpikir keren begitu."
"Tapi setiap orang akan berbedah-bedah menuntut ilmu."
"Karena seorang manusia tidak akan sama."
"Kecuali ketaatan kepada tuhan."
"Tapi aku bolak-balik masuk kuliah."
"Karena aku ingin banyak tau tentang ilmu."
"Seperti ilmu pengetahuan alam,kimia,mate matika,dan lain sebagainya."
"Tapi aku sebenarnya sudah kerja sih."
"Tapi hanya bekerja sebagai kantoran saja."
"Tapi lebih baik tidak memikirkan masa lalu."
"Karena itu akan membuatku tidak akan fokus terhadap yang sekarang."
"Karena untuk apa aku memikirkan hal tersebut."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata didalam dirinya.
Karena tuhan lebih tau apa yang terbaik untukku."
"Karena untuk apa memikirkan masa lalu yang menyakitkan kalau diingat."
__ADS_1